cover
Contact Name
Agus Yuniawan Isyanto
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alfarhanic@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23564903     EISSN : 25798359     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH merupakan jurnal ilmiah berkala yang memuat hasil penelitian dari mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Galuh.
Arjuna Subject : -
Articles 1,088 Documents
Analisis Kelayakan Usaha Agroindustri Kerupuk Mie Singkong Dedi Dedi; Iwan Setiawan; Agus Yuniawan Isyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 8, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v8i2.5268

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa : 1. Besarnya biaya, penerimaan dan  pendapatan pada agroindusti kerupuk mie singkong dalam satu kali proses produksi. dan 2. Kelayakan usaha pada agroindustri kerupuk mie singkong dalam satu kali proses produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan mengambil suatu kasus pada perajin agroindusti kerupuk mie singkong di Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya.Penarikan responden dalam penelitian ini menggunakan sensus terhadap 10 perajin agroindustry kerupuk mie singkong. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1.Besarnya biaya rata-rata yang dikeluarkan perajin Agroindusti kerupuk Mie Singkong di Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya dalam satu kali proses produksi sebesar Rp.785.256,18  besarnya penerimaan rata-rata yang diperoleh Agroindustri Kerupuk Mie Singkong adalah sebesar Rp. 1.027.500,00 dan besarnya pendapatan rata-rata agroindustry kerupuk mie singkong di Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Taikmalaya adalah Rp.242.246,82. 2.Besarnya R/C pada agroindustry kerupuk mie singkong di Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya dalam satu kali proses produksi adalah sebesar Rp. 1,31.Setiap pengeluaran biaya sebesar Rp/1,00 maka agroindustry kerupuk mie singkong akan mendapatkan penerimaan sebesar Rp. 1,31 sehingga agroindustry kerupuk mie singkong memperoleh pendapatan sebesar Rp. 31.
Analisis Rantai Pasok Cabai Rawit Di Desa Ciandum Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Agit Purnama; Trisna Insan Noor; Muhamad Nurdin Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 8, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v8i2.5031

Abstract

Komoditas hortikultura yang banyak dikembangkan saat ini di Kecamatan Cipatujah yaitu cabai rawit yang mempunyai potensi menjadi komoditas unggulan baru. Namun permasalahan yang dihadapi para petani di Desa Ciandum saat ini adalah fluktuasi harga yang berpengaruh terhadap pendapatan petani. Salah satu penyebabnya diakibatkan oleh manajemen rantai pasokan yang tidak efisien. Penelitian ini bertujaun untuk mengethui; 1) Rantai pasokan terkait dengan aliran produk, aliran informasi serta aliran keuangan pada komoditas cabai rawit dan 2)Tingkat efisiensi rantai pasokan cabai rawit di Desa Ciandum Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan untuk menganalisis rantai pasokan adalah dengan pendekatan Food Supply Chain Network dan analisis deskriptif. Kinerja rantai pasokan cabai rawit diukur dengan efisiensi pemasaran yang menggunakan kriteria marjin pemasaran dan  farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu rantai pasokan cabai rawit di Desa Ciandum Kecamatan Cipatujah yang melibatkan petani, pengepul lokal, tengkulak pasar, pengecer, dan konsumen. Aliran produk, aliran keuangan dan aliran informasi berada pada kategori lancar pada setiap rantai pasokan. Tingkat efisiensi rantai pasokan belum efisien. Nilai margin pemasaran untuk setiap satu kilogram cabai rawit adalah sebesar Rp 9.000. Nilai share keuntungan sebesar 89,20% dan share biaya sebesar 10,80%. Sedangkan untuk bagian harga yang diterima petani (farmer share) sebesar 62,50%.
Analisis Nilai Tambah Dan Titik Impas Agroindustri Gula Aren Skala Rumah Tangga Siti Nurdasanti; Dini Rochdiani; Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 8, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v8i2.5351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya : 1). Biaya, penerimaan dan pendapatan yang diperoleh pengrajin gula aren skala rumah tangga dalam satu kali proses produksi di Desa Karangkamiri Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. 2) Besarnya nilai tambah pengrajin gula aren skala rumah tangga  yang diperoleh pengrajin gula aren skala rumah tangga dalam satu kali proses produksi di Desa Karangkamiri Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. 3) Besarnya titik impas penerimaan, volume produksi, dan titik impas harga penjualan.  Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan sampel 32 orang pengrajin gula aren yang diambil secara acak. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis biaya, penerimaan dan pendapatan, nilai tambah  metode hayami dan titik impas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Besar biaya total Rp. 4.254, dengan penerimaan Rp. 58.219 dari hasil perkalian antara produksi 4,3 kg dengan harga jual Rp. 13.500/kg. Pendapatan yang diperoleh pengrajin dalam satu kali proses produksi Rp. 53.695. 2) Nilai tambah yang diproleh pengrajin dalam satu kali proses produksi Rp. 1.708 dengan rasio nilai tambah sebesar 0,37%. 3) titik impas  penerimaan yang diperoleh pengrajin dalam satu kali proses produksi Rp. 3.310. titik impas volume produksi 0,25 kilogram, dan titik impas harga produksi Rp. 17.016./kilogram.
Rentabilitas Dan Penyerapan Tenaga Kerja Pada Agroindustri Kerupuk Lepit Nuri Antini; Iwan Setiawan; Agus Yuniawan Isyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 8, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v8i2.5287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan R/C pada agroindustri kerupuk lepit, (2) Besarnya rentabilitas pada agroindustri kerupuk lepit, dan (3) Penyerapan tenaga kerja pada agroindustri kerupuk lepit di Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis.Penelitian dilakukan dengan menggunakan studi kasus pada agroindustri kerupuk lepit di Desa Darmacaang. Sampel penelitian sebanyak 10 agroindustri yang diambil secara sensus. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Biaya yang dikeluarkan pada agroindustri kerupuk lepit di Desa Darmacaang sebesar Rp 1.301.351,64, penerimaan Rp 2.843.750,00, pendapatan Rp 1.542.398,36, dan R/C 2,22, (2) Rentabilitas pada agroindustri kerupuk lepit sebesar 1,22%, dan (3) Penyerapan tenaga kerja pada agroindustri kerupuk lepit sebesar 0,02%.
Efektivitas Fungsi Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Padi Di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis Ifan Nur Sopyan; Iwan Setiawan; Muhamad Nurdin Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 8, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v8i2.5224

Abstract

Kelemahan struktural petani adalah sempitnya rata-rata penguasaan lahan, hal tersebut dapat diantisipasi dengan dibentuknya kelompok tani yang dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan produksi pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pendapatan petani padi di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis dan 2) Efektivitas fungsi kelompok tani dalam meningkatkan pendapatan petani padi di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Sampel pada penelitian ini ditentukan secara acak sederhana berdasarkan Rumus Slovin pada tingkat kesalahan 10%. Tujuan penelitian pertama dan kedua dianalisis secara deskriptif menggunakan rumus pendapatan dan sistem skoring untuk menentukan efektivitas kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Besarnya pendapatan petani padi per hektar di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis adalah Rp 11.422.385,22; 2) Efektivitas fungsi kelompok tani dalam meningkatkan pendapatan petani padi di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing berada dalam kategori rendah dikarenakan belum tercapainya fungsi kelompok tani dalam mencapai produksi yang diharapkan sehingga kelompok tani belum mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap pendapatan petani.
Studi Komparatif Pendapatan Petani Sayuran Aning Srimulyati; Trisna Insan Noor; Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 8, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v8i2.5348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Berapa besarnya biaya dan pendapatan petani sayuran berdasar pola tanam di Desa Karangkamiri Kecamatan   Langkaplancar Kabupaten Pangandaran? (2) Apakah terdapat perbedaan yang signifikan (nyata) antara total biaya, total penerimaan dan total pendapatan usahatani sayuran mentimun, cabai, dan cabai rawit?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan mengambil kasus di Desa Karangkamiri Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Jumlah responden yang di ambil sebanyak 31 orang dengan polatanam mentimun – cabai 20 orang, cabai – cabai rawit 7 orang dan mentimun – cabai rawit 4 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa besarnya biaya usahatani dengan pola tanam mentimun - cabai Rp.51.938.445.97,- per hektar per satu kali musim tanam, biaya usahatani cabai – cabai rawit Rp.55.181.960,- per hektar per satu kali musim tanam dan biaya usahatani mentimun - cabai rawit Rp.46.360.192,1,- per hektar per satu kali musim tanam. Besarnya pendapatan usahatani mentimun - cabai Rp.112.452.757,6- per hekatr per satu kali musim tanam, pendapatan usahatani cabai - cabai rawit Rp. 472.409.279,7per hektar per satu kali musim tanam dan hasil pendapatan usahatani mentimun-cabai rawit sebesar Rp.161.897.668,- per hektar per satu kali musim tanam. Hasil analisis dengan menggunaan uji Kruskal Wallis menunjukan bahwa pola tanam terhadap biaya, penerimaan dan pendapatan menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan (nyata).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pemasaran Pada Toko Sayuran Online Di Kota Surabaya Dimas Huddan Kuswanto; Sigit Dwi Nugroho; Nuriah Yuliati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 8, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v8i2.5276

Abstract

Sayuran merupakan salah satu komoditas pertanian yang berpotensi tinggi pada masa pandemi Covid-19 karena manfaatnya dalam meningkatkan imunitas. Ditinjau dari karakteristiknya sayuran mempunyai risiko yang tinggi, khususnya jika dipasarkan secara online. Toko sayuran online harus meningkatkan kinerja pemasarannya agar dapat bertahan di tengah persaingan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pemasaran pada toko sayuran online di Kota Surabaya. Metode analisis yang digunakan adalah Stuctural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara. Sampel berjumlah 33 toko sayuran online di Kota Surabaya yang ditentukan melalui teknik sampling kuota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran online dan orientasi pasar mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran. Sedangkan kapabilitas pemasaran mempunyai pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja pemasaran. Toko sayuran online di Kota Surabaya perlu meningkatkan kapabilitas pemasaran terutama terkait penginderaan pasar agar dapat menghadapi perubahan lingkungan.
Efisiensi Saluran Pemasaran Kopi Kevin Clinton Simanjuntak; Lies Sulistyowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 8, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v8i2.5048

Abstract

Desa Girimekar merupakan salah satu sentra produksi kopi di Kabupaten Bandung yang memiliki produktivitas paling tinggi di antara desa-desa lain di Kecamatan Cilengkrang. Namun ironisnya, petani kopi Desa Girimekar memiliki pendapatan yang kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kharakteristik petani berdasarkan saluran pemasaran, serta menganalisis saluran pemasaran mana yang paling efisien dan menguntungkanbagi petani. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dan teknik studi kasus, yang dilakukan melalui wawancara mendalam dengan nara sumber terpilih. Tehnik analisis yang digunakan adalah deskritif dan analisis kinerja pasar (Performance) yang terdiri dari analisis margin pemasaran, rasio B/C, dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kharakteristik petani berdasarkan saluran pemasaran yang digunakan. Sedangkan saluran pemasaran kopi yang melalui Koperasi Kelompok Tani Giri Senang paling efisien dengan margin pemasaran yang paling rendah dan rasio keuntungan terhadap biaya lebih besar dari 1. Saluran Pemasaran kopi yang melalui pengolah gabah memiliki farmer’s share tertinggi, namun saluran tersebut tidak dapat diakses semua petani dan harga yang ditawarkan kurang stabil.
ANALISIS RENTABILITAS DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA USAHATANI LEBAH MADU APIS CERANA DI DESA BANJARANYAR KECAMATAN BANJARANYAR KABUPATEN CIAMIS Sudarman Sudarman; Dini Rochdiani; Muhamad Nurdin Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 8, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v8i2.5352

Abstract

Usaha budidaya lebah madu merupakan salah satu usaha yang memiliki prospek usaha yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya, penerimaan, pendapatan usahatani lebah madu dalam satu kali musim panen, 2) Besarnya nilai Rentabilitas Usahatani lebah madu dalam  satu  kali  musim panen, dan  3)  Banyaknya penyerapan tenaga kerja pada usahatani lebah madu dalam satu kali musim panen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan menggunakan alat bantu kuisioner. Teknik penarikan sampel dilakukan secara sensus terhadap 60 orang anggota kelompok tani. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Besarnya rata-rata biaya total yang dikeluarkan pada usahatani lebah madu di Desa Banjaranyar Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis per satu kali musim panen adalah Rp 1.287.607,19,- dan rata-rata penerimaan Rp 1.670.575,-. Sedangkan rata-rata pendapatan Rp 383.967,81,-. 2) Nilai rentabilitas yang diperoleh pada usahatani lebah madu di Desa Banjaranyar Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis per satu kali produksi adalah 29,74 persen dari modal yang dikeluarkan. 3) Penyerapan tenaga kerja yang di serap oleh usahatani lebah madu di Desa Banjaranyar Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis adalah 8,35 persen dari tolal angkatan kerja.
Analisis Komparatif Struktur Biaya Dan Pendapatan Usahatani Jagung Hibrida Dan Jagung MANIS (Zea Mays) Indra Lesmana; Trisna Insan Noor; Agus Yuniawan Isyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 8, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v8i2.5325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui Besarnya biaya yang dikeluarkan oleh petani, 2) Pendapatan di peroleh petani, 3) Perbedaan pendapatan petani jagung manis dan hibrida di Desa Buanamekar Kecamatan Panumbangan Kabaupaten Ciamis. Penelitian ini dilakukan mulai Januari hingga Juni 2020. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus di Desa Buanamekar. Jumlah petani jagung manis sebanyak 34 orang, dan jagung hibrida 61 orang. Biaya yang dikeluarkan dan pendapatan dengan cara menganalisa, penerimaan dan pendapatan. Menggunakan analisa uji-t beda rata-rata. Hasil penelitian menunjukan: (1) Besarnya biaya pada usahatani jagung hibrida Rp 6.448.966,14, sedangkan jagung manis Rp 5.037.114,67, (2) Pendapatan  usahatani jagung manis Rp 8.341.032,39, sedangkan pendapatan usahatani jagung hibrida Rp 1.541.238,77, dan (3) Terdapat perbedaan pendapatan yang sangat signifikan antara usahatani jagung manis dengan jagung hibrida di Desa Buanamekar Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis. 

Page 35 of 109 | Total Record : 1088