cover
Contact Name
Agus Yuniawan Isyanto
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alfarhanic@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23564903     EISSN : 25798359     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH merupakan jurnal ilmiah berkala yang memuat hasil penelitian dari mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Galuh.
Arjuna Subject : -
Articles 1,061 Documents
ANALISIS NILAI TAMBAH KERIPIK SUKUN PADA AGROINDUSTRI MASHA DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS Pawitri Tri Lestari; Muhamad Nurdin Yusuf; Saepul Aziz
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.8870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan agroindustri keripik sukun Masha di Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. 2) Besarnya nilai tambah yang diperoleh pada agroindustri keripik sukun Masha di Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada agroindustri keripik sukun Masha di Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder dengan teknik observasi dan pencatatan. Penentuan respoden ditentukan secara purposive atau sengaja pada Agroindustri Keripik Sukun Masha Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Biaya yang dikeluarkan Agroindustri Masha yaitu Rp 2.532.777,3, penerimaan total yang diperoleh sebesar Rp 5.600.000, sehingga pendapatan total yang diperoleh sebesar Rp 3.067.222,7. 2) Nilai tambah yang diperoleh pada agroindustri keripik sukun yaitu Rp 8.498,63 dalam satu kali proses produksi
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA AGROINDUSTRI KERIPIK SINGKONG Risa Yunistriani; Trisna Insan Noor; Agus Yuniawan Isyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.9200

Abstract

Agroindustri Arista merupakan industri pengolah singkong menjadi keripik singkong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1). Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan Agroindustri keripik singkong. 2). Besarnya nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan singkong menjadi keripik singkong. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada agroindustri keripik singkong di Desa Muktisari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data primer dan sekunder dengan Teknik wawancara dan pencatatan. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling yaitu pada agroindustri keripik singkong Arista. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1). Biaya yang dikeluarkan satu kali proses produksi sebesar Rp 894.869,97 penerimaan Rp 1.600.000, sehingga dan pendapatan sebesar Rp 705.130,03 . 2). Nilai tambah yang diperoleh pada agroindustri keripik singkong sebesar Rp 11.300 dalam satu kali proses produksi. Kata kunci : Agroindustri, Biaya, Pendapatan, Nilai Tambah, Keripik Singkong Arista Agroindustry is an industry that processes cassava into cassava chips. This study aims to determine 1). The cost, revenue and income of the cassava chip agroindustry. 2). The amount of added value obtained from processing cassava into cassava chips. The type of research used is a case study on cassava chips Agroindustry in Muktisari Village, Cipaku District, Ciamis Regency. The data used in this study are primary and secondary data with interview and recording techniques. The sampling technique used in this study was purposive sampling, namely the Arista cassava chips agroindustry. The results showed that: 1). The cost incurred in one production process is Rp. 894.869,97, which is Rp. 1.600.000, so that the income is Rp. 705,130,03. 2). The added value obtained in the cassava chips Agroindustri is Rp. 11.300 in one production process.   Keywords : Agroindustry, Cost, Income, Value Added, Cassava Chips  
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI BAWANG DAUN DI DESA SINDANGLAYA KECAMATAN SUKAMANTRI KABUPATEN CIAMIS Mochammad Kevin Fahri Rachim; Sudrajat Sudrajat; Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.9146

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani bawang daun di Desa Sindanglaya Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis. (2) Usahatani bawang daun di Desa Sindanglaya Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis. enis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif kualitatif. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan mengambil kasus di Desa Sindanglaya Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis. Pengambilan responden dilakukan secara sampling jenuh atau sensus, jumlah populasi yang ada di Desa Sindnglaya Kecamatan Sukamantri Kabupaten Cianis yaitu sebanyak 10 orang responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Besarnya biaya total pada usahatani bawang daun di Desa Sindanglaya Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis Rp 24.475.923,05. Sedangkan penerimaannya adalah Rp 33.689.839,57 per hektar per satu kali musim tanam, diperoleh dari hasil panen bawang daun 3.743,32 kilogram per hektar dengan harga Rp 9.000/kg. Besarnya pendapatan pada usahatani bawang daun di Desa Sindanglaya Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis adalah Rp 9.213.916,52 per hektar per satu kali musim tanam. (2) Besarnya R/C pada usahatani bawang daun di Desa Sindanglaya Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis adalah 1,38. Setiap pengeluaran biasa Rp 1,00 maka petani bawang daun akan mendapat penerimaan Rp 1,38 sehingga petani bawang daun memperoleh keuntungan Rp 0,38. Dengan demikian, usahatni bawang daun di Desa Sindanglaya Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis  layak untuk diusahakan.
UJI PERBEDAAN PENDAPATAN USAHATANI MANGGA GEDONG GINCU DI KECAMATAN MAJALENGKA KABUPATEN MAJALENGKA Muhamad Irvan Rachman Maulana; Trisna Insan Noor; Budi Setia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.8832

Abstract

Agribisnis mangga gedong gincu saat ini  masih menghadapi risiko usaha yang belum mampu dihindari oleh produsen. Pproduksi tanaman mangga gedong gincu bersifat musiman, sehingga mangga tidak tersedia sepanjang tahun walaupun permintaannya sepanjang tahun. Agar produksi usahatani bisa dilakukan sepanjang tahun petani harusmenerapkan off season untuk memenuhi semua permintaan ini. Teknologi yang dilakukan agar bisa memproduksi di luar dari waktu produksi alaminya di sebut off season. Adapun identifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana pendapatan usaha mangga pada saat on season dan off season 2. Bagaimana perbandingan pendapatan saat on season dengan off season Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Jumlah petani mangga di Desa Sidamukti yang menerapkan off season yaitu sebanyak 172 orang, selanjutnya dengan rumus slovin diperoleh sampel petani sebanyak 63 orang. Meskipun sama-sama menguntungkan, pendapatan usahatani mangga off season lebih tinggi dibandingkan on season. Hal ini dipengaruhi oleh harga pada saat off season lebih tinggi. Usahatani mangga pada kedua musim tersebut mengumntungkan terlihat dari nilai RC ratio yang lebih tinggi . Selama on season, nilai RC sebesar 3,19. Sedangakan pada saat Off Season sebesar 4,50. Hasil dari Uji-T menunjukkan bahwa hasil rata-rata pendapatan per pohon petani gedong gincu berbeda saat on season dan off season.
ANALISIS PENDAPATAN DAN SALURAN PEMASARAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DESA MULANGSARI, KECAMATAN PANGKALAN, KABUPATEN KARAWANG Luthfianita Sari; Abubakar Abubakar; Slamet Abadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.9032

Abstract

Salah satu sub sektor pertanian yang penting keberadaannya untuk pemenuhan gizi masyarakan adalah sub sektor tanamana pangan hortikultura yang banyak diusahakan oleh petani. Salah satu jenis sayuran yang cukup banyak diminati masyarakat saat ini yaitu mentimun. Menurut Unit Pelaksanaan Teknis Kecamatan Pangkalan, Desa Mulangsari memiliki luas panen mentimun pada tahun 2020 mencapai 17 ha dengan rata-rata panen mencapai 25 ton/ha, sedangkan jumlah produksi mencapai hasil sebanyak 425 ton. Penelitian zini bertujuan untuk analisis penerimaan, pendapatan, R/C dan saluran pemasaran dari usahatani mentimun di Desa Mulangsari. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mulangsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, dengan menggunakan metode purposive sampling untuk responden petani, sampel jumlah petani yang di ambil yaitu sebanyak 33 responden petani. Penentuan responden lembaga pemasaran dilakukan dengan metode snowball sampling, jumlah responden pedagang yaitu sebanyak 10 responden pedagang. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya total rata-rata usahatani mentimun di Desa Mulangsari adalah sebesar Rp 8.447.509/musim, rata-rata penerimaan petani mentimun sebesar Rp 12.000.000/musim, sehingga rata-rata pendapatan petani mentimun sebesar Rp 3.620.234/musim, dalam rata-rata luas lahan sebesar 1 hektar. Berdasarkan perhitungan R/C usahatani mentimun ini layak untuk diusahakan karena nilai R/C >1, yakni sebesar 1,415. Pemasaran mentimun di Desa Mulangsari terdapat dua pengepul yang membawa hasil petani ke pasar induk Kramatjati dan pasar Cibitung, lembaga yang ada di saluran pemasaran yaitu dari petani ke pedagang pengepul, dari pedagang pengepul ke pedagang pengecer, dari pedagang pengecer ke konsumen. Biaya pemasaran pada saluran pemasaran di pasar induk Kramatjati sebesar Rp 1995,11/kg dan biaya pemasaran di pasar Cibitung sebesar Rp 1.757,2/kg. Besarnya biaya margin pemasaran pada saluran pemasaran di pasar induk Kramatjati sebesar Rp 3.500/kg dan pada saluran pemasaran di pasar Cibitung sebesar Rp 3.000/kg. Farmer share pada saluran pemasaraan di pasar Induk Kramatjati sebesar 53,33% dan pada saluran pemasan di pasar Cibitung sebesar 57,14%. Saluran pemasaran mentimun di Desa Mulangsari yang lebih efisien adalah saluran pemasaran di pasar Cibitung, karena nilai farmer sharenya lebih besar dari saluran pemasaran di pasar Induk Kramatjati
PERBANDINGAN DAYA SAING EKSPOR CENGKEH INDONESIA DAN MADAGASKAR DI PASAR INTERNASIONAL Rizqi Alisia; Maria Maria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.8645

Abstract

Komoditas Cengkeh menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor dan produk potensial yang dapat dimaksimalkan untuk mendukung kinerja ekspor Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. perkembangan. ekspor. Cengkeh (HS 0907) serta menganalisis. daya. saing. ekspor. Cengkeh Indonesia. dan. Madagaskar di pasar. internasional. tahun. 2008-2018. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan  kurun waktu 2008-2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan alat analisis Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Products Dynamics (EPD) dan Indeks Spesialisasi Produk (ISP). Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa perkembangan ekspor Cengkeh Indonesia dan Madagaskar tahun 2008-2018 mengalami fluktuasi di setiap tahunnya. Secara garis besar rata-rata nilai dan volume ekspor Cengkeh Madagaskar lebih unggul dibanding Indonesia. Daya saing Cengkeh Indonesia dan Madagaskar memiliki daya saing yang kuat dengan analisis RCA. Kemudian berdasarkan analisis EPD diperoleh bahwa pasar potensial untuk pengembangan ekspor produk Cengkeh Indonesia yaitu India dan Amerika Serikat, sedangkan bagi Madagaskar yaitu India dan Vietnam. Berdasarkan analisis ISP, Indonesia dan Madagaskar memiliki keuntungan sebagai negara eksportir. Cengkeh Indonesia berada pada tahap pertumbuhan sedangkan Madagaskar berada pada tahap kemandirian.
ANALISIS USAHATANI MENTIMUN (Cucumis Sativus L) (Studi Kasus Pada Kelompok Rumpun Warga di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis) Anwar, Fahmi Lutfi; Noor, Trisna Insan; Kurnia, Rian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.9359

Abstract

Petani yang melakukan usahatani mentimun pada umumnya belum menghitung besaran biaya yang di keluarkan dalam kegiatan usahataninya , oleh karena itu petani belum tahu sebenarnya keuntungan yang di peroleh dan bagaimana layak atau tidak usahatani yang di jalankannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: 1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pada usahatani mentimun per hektar per satu kali musim tanam di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. 2) Kelayakan usahatani mentimun per hektar per satu kali musim tanam di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu berstudi kasus di kelompok tani Rumpun Warga Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis dengan informan anggota kelompok sebanyak 12 petani. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Besarnya rata-rata biaya pada usahatani mentimun di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis Rp 33.016.085,71 per hektar per satu kali musim tanam, penerimaan Rp 42.857.143 per hektar per satu kali musim tanam, yang diperoleh dari hasil panen mentimun adalah 17.143 kilogram per hektar dengan harga Rp 2.500 /kg sehingga mendapatkan pendapatan sebesar Rp 9.841.057 per hektar per satu kali musim tanam. 2) Besarnya rata-rata R/C usahatani mentimun di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis adalah 1,31 per hektar per satu kali musim tanam, sehingga usahatani mentimun di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis sangat layak di usahakan.
Hubungan Persepsi Masyarakat terhadap Peran Pendamping dalam Mengembangkan Kinerja BUMDes di Kabupaten Lampung Barat Agista, Shinta; Syarief, Yuniar Aviati; Effendi, Irwan; Nikmatullah, Dewangga
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.9900

Abstract

Persepsi adalah pandangan seseorang terhadap sesuatu yang menimbulkan reaksi-reaksi yang berlangsung dalam diri seseorang sehingga seseorang tersebut dapat memahami segala sesuatu yang ada dilingkungannya melalui indera yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan persepsi masyarakat terhadap peran pendamping dan hubungan persepsi masyarakat terhadap peran pendamping dalam mengembangkan kinerja BUMDes. Penelitian ini dilakukan di 15 BUMDes yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Lampung Barat pada bulan September-Oktober 2022. Responden pada penelitian ini sebanyak 75 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota BUMDes. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi masyarakat yaitu umur, tingkat pendidikan, lama bekerja dan partisipasi masyarakat, sedangkan pendapatan tidak berhubungan. Persepsi masyarakat terhadap peran pendamping memiliki hubungan sangat nyata terhadap kinerja BUMDes dengan hubungan 87,8 persen.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BUAH MANGGIS DESA BANTARKALONG KECAMATAN CIPATUJAH KABUPATEN TASIKMALAYA Rizaldi, Andre; Setiawan, Iwan; Kurnia, Rian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.8752

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) Mengetahui jenis saluran pemasaran serta pelaku pemasaran yang terlibat. (2) Mengetahui efisiensi pemasaran berdasarkan harga yang diterima petani (Farmer’s Share) dengan rasio keuntungan biaya. Penelitian ini dilakukan di Desa Bantarkalong Kecamatan Cpatujah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara kepada 22 orang petani, 3 orang pedagang pengepul, 6 orang pedagang besar dan 2 orang pedagang pengecer. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dan kualititatif dengan menggunakan rumus margin pemasaran dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan berhasil mengidentifikasi bahwa terdapat 3 jenis saluran pemasaran manggis, yaitu; Saluran 1 pembudidaya menjual ke pengepul  menjual ke pengecer diperoleh total margin Rp.9.000  dengan  farmer’s share 71,87 persen dan rasio keuntungan terhadap biaya sebesar 24 persen.  Saluran 2 pembudidaya menjual ke pengecer diperoleh total marjin Rp.6.000  dengan  Farmer’s share 80,64 persen dan rasio keuntungan 25,85 persen.  Saluran 3 pembudidaya menjual ke pedagang besar dengan  total  margin Rp.7,000 dengan farmer’s share 78,12 persen dan rasio keuntungan  biaya 25,80 persen. Berdasarkan efisiensi pemasaran bahwa ketiga saluran pemasaran tersebut telah efisien. Akan tetapi jika dilihat berdasarkan harga yang diterima petani saluran kedua merupakan yang paling efisien..
KORELASI MEDIA KOMUNIKASI DNEGAN PENINGKATAN PRODUKSI SAYUR KUBIS DI DESA NOGOSAREN KECAMATAN GETASAN Febby, Yulia Fita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.10385

Abstract

Keberadaan teknologi sebagai media komunikasi menjadi salah satu bagian dalam perkembangan produksi komoditas di sector pertanian. Produksi sayur kubis di Jawa Tengah merupakan produksi yang terbesar setelah kentang sehingga dapat menjadi salah satu komoditas yang menjanjikan dan potensial untuk dikembangkan menjadi sumber penghasilan. Kecamatan Getasan merupakan salah satu sentra produksi sayur kubis terbesar di Jawa Tengah tepatnya di Desa Nogosaren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan media komunikasi dalam mempengaruhi produksi sayur kubis di Desa Nogosaren Kecamatan Getasan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dan pengambilan data dilakukan melalui wawancara dengan panduan kuesioner menggunakan skala likert. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling yaitu petani di Desa Nogosaren sebagai petani yang membudidayakan sayur kubis. Jumlah sampel yang diambil adalah 40 orang petani. Variabel dalam penelitian ini adalah smartphone, radio, televisi dan koran. Data dianalisisis menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa media komunikasi yaitu smartphone, radio, koran dan televisi tidak memiliki hubungan dengan produksi sayur kubis di Desa Nogosaren.

Page 63 of 107 | Total Record : 1061