cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,065 Documents
INTEGRATIVE TAXONOMY AND FISHING SEASON OF SCOMBRINI-SARDINI (FAMILY: SOMBRIDAE) FISHERY CAUGHT AROUND LAMONGAN, EAST JAVA Wiadnya, Dewa Gede Raka; Anam, M Choirul; Yulianto, Eko Sulkhani; Paricahya, Akhsan Fikrillah; Hariati, Anik Martinah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 31, No 3 (2025): (September 2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.31.3.2025.138-147

Abstract

The world finfish database reports that Indonesia has more than 3,647 species of marine fish in the finfish category. Fisheries statistical data divides marine fishery catches into 92 species categories. It is very possible for one species category to be composed of more than 15 different taxonomic species. This research aims to analyze the composition of kembung-mackerel species as representatives of the small pelagic group, including the composition of catches in the Purse Seine and the peak fishing season. A total of 15 specimens in the mackerel fish category were sampled to trace morphological and genetic characters (COI region DNA analysis). Other fish were also searched for local names and morphological characters. A total of 744 Purse Seine catch data were monitored from three TPIs in Lamongan: Kranji, Labuhan, and Lohgung between February to July 2023. At the same time, monthly data compilations were also collected from January 2018 to May 2023. The results of DNA analysis found four identified species often reported as mackerel fish, are: Rastrelliger brachysoma, R. faughni, Scomber australasicus, and Sarda orientalis. These results are in accordance with the morphological characters of the keel (caudal peduncle), inter-dorsal region (between the first and second fins), finlets, and combination of ornaments in the dorsal and ventral regions. All these characteristics make it different from other members within the Scombrid family. Mackerel as a whole constitutes 37.1±24.2% of the total catch after tongkol (little-tuna). The peak mackerel fishing season starts from April to July, preceding the peak tongkol fishing season which starts from October to February the following year. Knowledge about this season is often used as a basis by fishermen to change the size of fishing gear, in adaptation to environmental conditions.
Pola Regulasi Osmoionik dan Aspek Biologi Udang Jerbung (Penaeus merguiensis) di Perairan Tambak Lorok, Semarang Susanto, Clara Kafilla
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.29.4.2023.195-203

Abstract

Perubahan salinitas dapat mempengaruhi adaptasi udang jerbung (Penaeus merguiensis) terhadap lingkungan tempat hidupnya. Udang memerlukan suatu mekanisme osmoregulasi dan regulasi ion dalam proses adaptasi. Hal ini akan mempengaruhi penggunaan energi udang untuk proses adaptasi dan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola regulasi osmoionik, pertumbuhan dan faktor kondisi udang jerbung yang hidup di perairan Tambak Lorok, Semarang. Penelitian dilakukan pada bulan September 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di bagan tancap dengan 3 stasiun berbeda, yaitu muara, area budidaya kerang dan Pelabuhan. Data osmolaritas dianalisis ke dalam rumus untuk mengetahui TKO, pola osmoregulasi dan salinitas isoosmotik, sedangkan data ion dianalisis ke dalam rumus untuk mengetahui pola regulasi ion. Data panjang dan berat digunakan untuk mengkaji pola pertumbuhan melalui analisis regresi linier, kemudian dimasukkan kedalam rumus untuk mengetahui faktor kondisi udang. Hasil pengukuran TKO udang jerbung berkisar antara 56 – 86 mOsm/kg H2O. Osmolaritas media berkisar antara 964 – 994 mOsm/kg H2O, sedangkan osmolaritas haemolymph sebesar 904 – 911 mOsm/kg H2O. Salinitas isoosmotik udang yaitu antara 30,99 – 31,22‰. Ion yang mendominasi perairan dan haemolymph adalah Na+ dan Cl-. Nilai b yang didapatkan sebesar 1,430 – 2,917. Nilai K, yaitu 0,801 – 1,227. Kesimpulan yang didapatkan, yaitu pola osmoregulasi udang bersifat hipoosmotik dengan pola regulasi ion hipoionik. Pola pertumbuhan udang jerbung adalah allometrik negatif, sedangkan faktor kondisi udang tergolong dalam kategori kurus.
Parameters by Spatial and Temporal Methods of Different Types of Phytoplankton in the Waters of Jakarta Bay Munawir, Abdillah -; Anwar, Kasful
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.30.1.2024.32-49

Abstract

This study aims to determine the spatial and temporal variability of physical, chemical, biological aquatic parameters in Jakarta Bay. Experimental research methods are supported by spatial and temporal methods with calculation of physical parameters such as flow velocity, calculation of chemical parameters such as N, P, Silica, salinity, Dissolved organic nitrogen, Orthophosphate and amount of iron content in Jakarta Bay. As for the calculation of biological parameters in the form of abundance of phytoplankton communities. The results of the analysis of the spatial and temporal variability of the physical, chemical and biological parameters of the waters in Jakarta Bay have an influence on the development of phytoplankton communities in the waters. Changes in concentration and N:P ratio led to an explosion of phytoplankton populations of certain types in the waters of Jakarta Bay. Biological variability of phytoplankton types found to dominate phytoplankton communities in Jakarta Bay Waters are the genera Skeletonema, Chaetoceros, and Rhizosolenia.
KEBIASAAN MAKAN IKAN BLUE NEON GOBY (Stipodhon semoni Weber, 1895) DI SUNGAI BIAK KABUPATEN BANGGAI, SULAWESI TENGAH. Khartiono, Lady Diana; Gani, Abdul; wuniarto, erwin; Herjayanto, Muh; Ndobe, Samliok; Bakri, Achmad Afif; Nurjirana, Nurjirana; Senggagau, Betutu; wisto, Wisto; ali, wildayanti
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.30.1.2024.1-6

Abstract

Genus Stiphodon adalah spesies ikan air tawar yang bersifat amphidromous, salah satunya Stiphodon semoni terkenal karena kecantikan warna tubuh, hijau atau biru metalik yang biasa disebut dengan nama Blue Neon Goby. Pada tahun 2020 tim pengusul penelitian menemukan Stiphodon semoni terdapat di beberapa wilayah sungai Pulau Sulawesi salah satunya di Sungai Biak Luwuk Banggai. Spesies S. semoni adalah ikan asli/ native perairan sungai di Sulawesi Tengah, Luwuk Banggai. Namun penemuan ikan native S. semoni tersebut disertai dengan ancaman kepunahannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data kebiasaan makanan ikan dari pengamatan pada habitatnya dan pengamatan laboratorium. Dari hasil penelitian ditemukan ikan S. semoni hidup pada perairan jernih dengan substrat dasar berbatu dan arus sedang, pada kedalaman air 30 cm – 50 cm. Tingkah laku S. semoni makan yaitu memakan makanan yang menempel pada bebatuan. Kemampuan menempelkan tubuhnya di permukaan substrat dasar bebatuan tersebut disebabkan oleh adanya modifikasi pada sirip perut (pelvic fin) yang menyerupai alat penghisap. Modifikasi tersebut dapat menyebabkan ikan S. semoni menempel kuat dan tidak hanyut oleh arus sungai. Jenis makanan ikan S. semoni yaitu jenis fitoplankton diatom dari kelas Bacillariophyceae, kelas Zignematophyceae, Mikrospora dan Cilliata. Sebelum memasuki musim hujan, komposisi makanan didominasi oleh Zignema sp. dan Cymbella, pada musim penghujan komposisi makanan didominasi oleh diatom Cymbella, Bacillaria dan terdapat banyak Mikrospora. Panjang usus S. semoni lebih panjang dari panjang tubuh, yaitu rerata 1,45 sehingga diduga S. semoni merupakan golongan omnivora.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN DAN DISTRIBUSI UKURAN CUMI-CUMI (Loligo chinensis, Gray 1849) DENGAN MENGGUNAKAN ATRAKTOR DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR Dananjaya, Wayan Kantun; Merliana, Merliana Merliana; Kabangga, Arnold Kabangga
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.29.4.2023.215-223

Abstract

Squid is one of the marine fishery commodities that is widely used by the public, causing increasing demand. This research aims to determine the composition and size distribution of squid catches based on attractor color. The research used three attractor colors, namely white, black and blue and operated in the waters of the Makassar Strait for 12 trips on a squid fishing boat using hand lines. The results of the research showed that the catch was 149 individuals with a composition of 16.11% caught on white attractors, 32.21% caught on black attractors and 51.68% caught on blue attractors. Weight distribution of squid using white attractor ranges from 10-55 g (29.75 ± 12.86 g), tentacle length 6-15.3 cm (8.94 ± 2.35 cm), black attractor 15-99 g (36.58 ± 17.63 g) tentacle length 7.5-20 cm (10.33 ± 2.34 cm) and blue attractor 15-95 g (46.62 ± 21.93 g) tentacle length 7-19 .2 cm (11.39 ± 2.84 cm). The composition of the catch, the distribution of mantle length and the largest weight were obtained from the blue attractor.
Pengelolaan Sumberdaya Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta) Berkelanjutan Di Desa Padangdangan Menggunakan Metode Rapfish Farid, Akhmad; Alhammami Akmaludin, Indi Aunika; Setiawan, Eko; Arisandi, Apri
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.30.1.2024.7-22

Abstract

Ikan kembung merupakan salah satu jenis hasil tangkapan utama yang ditangkap menggunakan alat tangkap gill net di perairan Desa Padangdangan. Penurunan jumlah produksi ikan kembung di perairan Desa Padangdangan sejak tahun 2017 menjadi permasalahan yang harus ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberlanjutan pengelolaan sumberdaya ikan kembung yang ditangkap menggunakan alat tangkap gill net di perairan Desa Padangdangan berdasarkan aspek ekologi, ekonomi, teknologi, sosial, dan kelembagaan, mengetahui keberlanjutan multidimensi untuk pengelolaan sumberdaya ikan kembung di perairan Desa Padangdangan, dan memberikan rekomendasi strategi keberlanjutan terhadap pengelolaan sumberdaya ikan kembung di perairan Desa Padangdangan. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 25-30 September 2023.  Metode Multi Dimensional Scaling (MDS) dengan analisa terhadap 5 dimensi (ekologi, ekonomi, teknologi, sosial, dan kelembagaan) yang digunakan untuk mengetahui status keberlanjutan pengelolaan perikanan. Data yang digunakan berupa data yang berasal dari berbagai sumber diantaranya data statistik perikanan PPP Pasongsongan dari tahun 2016-2023, studi-studi terdahulu, dan wawancara dengan responden kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi ekologi, ekonomi, dan teknologi berada pada status cukup berkelanjutan (skor >51), sedangkan untuk dimensi sosial dan kelembagaan berada pada status berkelanjutan (skor >76). Untuk meningkatkan status keberlanjutan pengelolaan sumberdaya ikan kembung di perairan Desa Padangdangan diperlukan rekomendasi terkait dengan penentuan jarak menuju fishing ground, mengadakan sosialisasi mengenai ukuran tangkapan ikan yang diperbolehkan, ukuran mata jaring, penggunaan gill net, penentuan waktu penangkapan, menentukan stok jenis ikan, mengurangi hasil tangkapan terbuang, serta menetapkan dan melaksanakan ketentuan kuota penangkapan ikan.
PRODUKTIVITAS TANGKAPAN BENIH BENING LOBSTER (Panulirus spp.) PADA KEDALAMAN KOLEKTOR BERBEDA ALAT TANGKAP POCONGAN SISTEM RAKIT DI PERAIRAN PESISIR PRIGI, JAWA TIMUR Subagio, Hari Subagio
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.30.1.2024.23-31

Abstract

Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lobster duri (Panulirus spp.) melalui kegiatan budidaya perairan layak untuk direalisasikan guna memenuhi peningkatan permintaan ekspor. Akan tetapi kebutuhan Benih Bening Lobster (BBL) masih mengandalkan hasil tangkapan dari alam. Penangkapan BBL di perairan pesisir Prigi menggunakan Alat Tangkap Pocongan (ATP) (Kode 10.8). Terkait dengan hal tersebut, permasalahan yang mendesak untuk dipecahkankan adalah pada kedalaman berapa posisi pemasangan kolektor ATP yang paling produktif menghasilkan tangkapan BBL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman pemasangan Kolektor Pocongan (KP) (A) pada Alat Tangkap Pocongan Sistem Rakit (ATPSR) terhadap jumlah tangkapan BBL (B). Penelitian menggunakan metode eksperimen, dengan menggunakan 2 unit ATPSR yang dioperasikan di perairan pesisir Teluk Prigi. Terdapat 3 macam kedalaman KP, yaitu KP di permukaan perairan (A1); di pertengahan perairan (A2); dan di dasar perairan (A3). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2022. Hasil penelitian menunjukkan rerata ± SD hasil tangkapan BBL per KP berturut-turut dari yang tertinggi adalah A3: 6,2 (± 5,0) ekor, A2: 0,9 (± 0,7) ekor, dan terakhir A1: 0,3 (± 0,3). Disimpulkan bahwa faktor kedalaman KP berpengaruh nyata (Sig. 0,00) terhadap jumlah tangkapan BBL. Perlakuan A1 dan A2 tidak berbeda nyata, sedangkan A3 berbeda nyata dengan A1 dan A2. Secara deskriptif, total hasil tangkapan BBL berdasarkan spesies tertinggi dalam persen adalah Lobster Pasir (Panulirus homarus) 59,3%, Lobster Mutiara (Panulirus ornatus) 27,6%, Lobster Bambu (Panulirus versicolor) 11,6%, dan Lobster Batu (Panulirus penicillatus) 1,5%. Peneliti menyarankan untuk melakukan kajian lebih lanjut mengenai rekayasa ATPSR untuk meningkatkan produktivitas hasil tangkapan BBL.
POTENSI DAN POLA MUSIM PENANGKAPAN IKAN KEMBUNG YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEKALONGAN Sepritya, Sepritya
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.30.1.2024.45-52

Abstract

Ikan kembung (Rastrelliger sp.) merupakan salah satu jenis ikan pelagis yang didaratkan di PPN Pekalongan, Jawa Tengah. Analisis potensi dan pola musim penangkapan ikan sangat penting dilakukan untuk mengontrol tingkat eksploitasi dan menciptakan operasi penangkapan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat potensi lestari, tingkat pemanfaatan dan pola musim penangkapan sumberdaya ikan kembung (Rastrelliger sp.) yang didaratkan di PPN Pekalongan, Jawa Tengah. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Metode pengambilan data yaitu survei, observasi dan wawancara. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 34 orang responden. Metode analisis data yang digunakan untuk mengetahui potensi adalah metode CPUE, standarisasi alat tangkap dan MSY dan pola musim penangkapan ikan menggunakan analisis metode rata-rata bergerak (moving average). Hasil penelitian didapatkan nilai MSY ikan kembung sebesar 1.130.136,104 kg /tahun dengan upaya penangkapan optimum sebesar 241 trip/tahun. Rata-rata tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan kembung sebesar 120% dikategorikan overfishing. Musim penangkapan ikan kembung (Rastrelliger sp.) diperkirakan terjadi pada bulan Januari (122%), Mei (197%) dan Juni (250%), dimana puncaknya berada pada bulan Juni
MIGRATION OF PENJA (AMPHIDROMOUS GOBY) Nurjirana, Nurjirana -; Burhanuddin, Andi Iqbal; Haris, Abdul -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.29.1.2023.31-37

Abstract

Penja fish belong to the group of goby fish that migrate amphidromously and consist of various species with varying migration periods. In their life cycle, some species experience changes in shape (metamorphosis) and changes in body color caused by changes in habitat and eating habits, namely from planktivore when they are at sea turning into herbivore and becoming benthic organisms when in rivers. The time period of penja fish migration has a correlation with the occurrence of a new moon phase accompanied by rain. The silting of the river and development in the river area without a fish migration route will cut off the migration path for the amphidromous goby species, in addition, the phenomenon of drought in every dry season also threatens the existence of freshwater ichthyofauna.
KOMUNITAS FITOPLANKTON PADA BUDIDAYA BENIH LOBSTER PASIR DI TELUK EKAS LOMBOK TIMUR, INDONESIA Kawirian, Rizky Regina; Affandi, Ridwan; Mashar, Ali; Effendi, Irzal
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.29.1.2023.%p

Abstract

Keberadaan fitoplankton diduga berdampak besar terhadap keberhasilan budidaya lobster terutama di fase pertumbuhan benih bening (puerulus) menjadi juvenil. Lobster pasir (Panulirus homarus) merupakan salah satu spesies spiny lobster yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia khususnya di Teluk Ekas, Lombok.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendata jenis, kelimpahan, indeks keanekaragaman (H’), dan  spesies fitoplankton yang potensial sebagai harmful algal blooms (HABs), pada kedalaman penempatan wadah pemeliharaan puerulus lobster di Teluk Ekas pada fase bulan yang berbeda. Sampel fitoplankton diperoleh dari tiga kedalaman penempatan puerulus (0,5 m, 1 m, 1,5 m), ketika fase bulan gelap dan terang pada bulan Juni-Juli 2021. Hasil penelitian menunjukkan tercatat total 53 jenis fitoplankton yang terbagi ke dalam lima kelas yakni Bacillariophyceae (13), Coscinodiscophyceae (10),  Cyanophyceae (1), Dinophyceae (9), dan Mediophyceae (20). Tujuh genus fitoplankton tergolong dalam harmful species (Chaetoceros sp., Dinophysis sp., Nitzschia sp., Skeletonema sp. Trichodesmium sp., Tripos sp. dan Protoperidinium sp.). Fase bulan gelap memiliki kelimpahan fitoplankton yang lebih tinggi dibandingkan bulan terang pada tiap kedalaman laut pengambilan sampel. Fitoplankton paling berlimpah pada lapisan permukaan air laut dan menurun seiring penambahan kedalaman dengan H’ yang bervariasi dan fluktuatif. Analisis kesamaan memperlihatkan bahwa kedalaman 1 m memiliki persen kesamaan yang tinggi dengan kedalaman 1,5 m.

Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue