cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,072 Documents
ESTIMASI KEDALAMAN MATA PANCING TUNA LONGLINE DI SAMUDERA HINDIA: METODE YOSHIHARA DAN MINILOG Budi Nugraha; Ronny Irawan Wahju; Muhammad Fedi Alfiadi Sondita; Zulkarnain Zulkarnain
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2010): (September 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.643 KB) | DOI: 10.15578/jppi.16.3.2010.195-203

Abstract

Penyebaran tuna secara vertikal (berdasarkan atas kedalaman perairan) sangat dipengaruhi oleh suhu dan swimming layer. Informasi mengenai penyebaran tuna baik secara horisontal maupun vertikal sangat penting guna menunjang keberhasilan operasi penangkapan tuna. Penelitian mengenai kedalaman mata pancing tuna longline telah dilakukan di Samudera Hindia pada bulan Juli sampai Agustus 2005. Data kedalaman mata pancing diestimasi dengan menggunakan metode Yoshihara dan hasil pengukuran minilog. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengestimasi kedalaman mata pancing tuna longline dengan menggunakan metode Yoshihara dan minilog dan membandingkan perhitungan kedua metode tersebut serta mengetahui kedalaman renang tuna. Hasil perhitungan metode Yoshihara diperoleh kedalaman mata pancing terdalam diperoleh pada setting kesembilan pada pancing nomor 10 yaitu 359,1-379,1 m dan kedalaman terendah terdapat pada pancing nomor 1 setting kedelapan dan 10 yaitu 101,1 121,1 m. Kedalaman pancing terdalam yang diperoleh dari hasil pengukuran minilog terdapat pada pancing nomor 10 yaitu 339,8 414,6 m dengan suhu 9,2-11,7°C, sedangkan kedalaman pancing terendah terdapat pada pancing nomor 1 yaitu 110,3-151,1 m dengan suhu 20,6-25,4°C. Selisih kedalaman mata pancing yang terendah antara hasil perhitungan metode Yoshihara dengan minilog terdapat pada pancing nomor 2 yaitu 8,0 m, sedangkan selisih yang tertinggi terdapat pada pancing nomor 7 yaitu 81,8 m. Bigeye tuna tertangkap pada kedalaman 250-450 m dengan suhu 9-16°C, yellowfin tuna tertangkap sekitar kedalaman 200 m dengan suhu sekitar 17°C dan albacore tertangkap sekitar kedalaman 150 m dengan suhu sekitar 20°C. Vertical tuna distribution (based on depth of water) is strongly influenced by temperature and swimming layer. Information on the distribution of tuna either horizontally or vertically is very important to the success of tuna fishing operations. Research on deep tuna longline was carried out in Indian Ocean during July until August 2005. The data of hook depth was estimated using Yoshihara’s method and result of measurement minilog. The objectives of the research are to estimate depth of hook on operation of tuna longline using by Yoshihara method and minilog and to compare the calculation Yoshihara method with the result of measurement minilog also to know the swimming layer of tuna. Yoshihara method of calculation results obtained by the depth of the deepest hook is 359.1-379.1 m and the lowest depth is 101.1-121.1 m. The deepest hook obtained from the minilog measurement results is 339.8-414.6 m with temperature range from 9.2-11.7°C, while the lowest depth there is in 110.3-151.1 m with temperature range 20.6-25.4°C. Difference between hook depth of the lowest among the results of the calculation Yoshihara methods and minilog is 8.0 m, whereas the highest difference is 81.8 m. Bigeye tuna caught at depths of 250-450 m with range temperature of 9-16°C, yellowfin tuna caught around depth of 200 m with temperature around 17°C and albacore caught around depth of 150 m with temperature around 20°C.
ANALISIS ISI LAMBUNG IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DAN IKAN MADIDIHANG (Thunnus albacares) YANG DIDARATKAN DI BITUNG, SULAWESI UTARA Siti Mardlijah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.589 KB) | DOI: 10.15578/jppi.14.2.2008.227-235

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan terhadap isi lambung ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) hasil tangkapan pole and line dan ikan madidihang (Thunnus albacares) hasil tangkapan hand line yang didaratkan di Bitung, Sulawesi Utara pada bulan Mei, Juli, dan September 2005. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis makanan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dan ikan madidihang (Thunnus albacares). Contoh ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) berjumlah 69 ekor dan contoh ikan madidihang (Thunnus albacares) berjumlah 63 ekor. Pengambilan contoh dilakukan di perusahaan perikanan dan tempat pengasapan atau fufu cakalang. Pengamatan dilakukan secara visual dan gravimetrik kemudian dianalisis dengan metode indeks of preponderance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi makanan ke-2 jenis ikan pelagis besar tersebut berubah-ubah dan memiliki kemiripan terhadap 1 jenis makanan yaitu ikan malalugis (Decapterus macarellus), yang merupakan makanan utama ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dan ikan madidihang (Thunnus albacares). Stomach content analysis of skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) which was caught by pole and line and yellow fin tuna (Thunnus albacares) caught by hand line, landed in Bitung, North Sulawesi i May, July, and September 2005 were conducted. The objective of the experiment is to know dietary composition of skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) and yellow fin tuna (Thunnus albacares). The number of specimen observed 69 of skipjack tunas (Katsuwonus pelamis) and 63 of yellow fin tunas (Thunnus albacares). Sampling site were located in fishery company and at a small scale fish smoked industry. Stomach content analysis of the two fishes were observed visually measured and gravimetrically. The stomach content analysis was analysed based on indeks of preponderance) method. Result shows, the stomach content of skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) and yellow fin tuna (Thunnus albacares) related changes and similar among one species are scad mackerel fishes (Decapterus macarellus). Therefore, scad mackerel fishes (Decapterus macarellus) is the dominant food for both skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) and yellow fin tuna (Thunnus albacares).
PERTUMBUHAN, MORTALITAS, DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN TAWES (Barbodes gonionotus) DI WADUK WONOG|RI Kunto Purnomo; Endi Setiadi Kartamihardja
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3132.882 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.2.2005.1-8

Abstract

Total produksi perikanan tangkap Waduk Wonogiriyang memiliki luas sekitar 6.480 ha antara tahun 1998- 2000 berkisar antara 3.300,-3.510 ton per lahun. 
MARGA ENGRAULTDAE (FISHES) DI TELUK AMBON: DIVERSITAS, STRUKTUR UKURAN, DAN FAKTOR KONDISI Augy Syahailatua
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4499.914 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.6.2005.115-128

Abstract

lkan pelagis kecil yang berlimpah di Teluk Ambon meliputi ikan-ikan dari marga Engraiidae. lkan Engraulidae dikenal sebagai ikan umpan dalam perikanan cakalang, di samping itu masyarakat juga menjadikannya sebagai ikan konsumsi
BUDIDAYA UDANG WINDU PADA TAMBAK POLA RESIRKULASI MENGGUNAKAN SISTEM TANDON Gunarto Gunarto; Muslimin Muslimin; Abdul Mansyur
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7611.592 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.5.2004.91-102

Abstract

Untuk menjaga agar kondisi perairan tambak budi daya udang tetap baik, maka sistem biofilterdan resirkulasi digunakan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahuiproduksi udang windu pada padat tebar udang yang berbeda dan juga tinjauan terhadap mutu kualitas airnya pada budi daya udang windu pola resirkulasi air semi tertutup menggunakansislem tandon. Penelitian dilaksanakan di Tambak Maranak menggunakan 12 petak masing-masing ukuran 500 ml.
ANALISIS PRODUK UNGGULAN AGRO INDUSTRI PERIKANAN LAUT DI KABUPATEN REMBANG Giyatmi Giyatmi; Agus Heri Purnomo; Musa Hubeis
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10237.233 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.6.2003.75-87

Abstract

Kajian telah dilakukan untuk menganalisis produk agroindustri perikanan laut yang dapat diunggulkan di Kabupaten Rembang. Kajian dimulai dengan mengidentifikasi potensi perikanan laut, pemilihan komoditas potensial dan produk unggulan agroindustri, selanjutnya dilakukan analisis kelayakan usaha dari produk unggulan tersebut.
PENELITIAN FORTIFIKASI IKAN PADA PENGOLAHAN PATOLO Subaryono Subaryono; N. Indriati N. Indriati; Hari Eko Irianto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6649.449 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.6.2002.53-63

Abstract

Penelitian pengolahan patolo (keripik singkong fermentasi khas Gunung Kidul) dengan penambahan ikan telah dilakukan. Jenis ikan yang ditambahkan yaitu udang putih(Penaeus merguiensis), kerang darah (Anadara granosa) dan ikan beloso (Sauida tumbit).
PENGGUNAAN AzoIIa DAN KOMPLEKS ENZIM DALAM PAKAN UNTUK MEMACU LAJU PERTUMBUHAN IKAN GURAMI Kusdiarti Kusdiarti; lrsyaphiani Insan; l Wayan Subamia; Hidayat Djajasewaka
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3108.501 KB) | DOI: 10.15578/jppi.7.2.2001.55-59

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi Azolla dan pelet berenzim pada pakan guna menunjang pertumbuhan dan sintasan benih gurami.
EFISIENSI EKONOMI DAN SKALA USAHA TEKNOLOGI BUDIDAYA UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI JAWA TIMUR Ali Musa Pasaribu
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3863.772 KB) | DOI: 10.15578/jppi.3.3.1997.52-57

Abstract

Budidaya udang windu di tambak membutuhkan alokasi masukan produksi secara efisien, untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan maksimum. Tingginya biaya pengelolaan pakan dan air serta investasi pada teknologi budidaya intensif telah mengakibatkan alokasi masukan produksi menjadi tidak efisien, menyebabkan biaya produksi udang akan lebih tinggijika dibandingkan dengan teknologi semiintensif dan ekstensif.
PENGARUH JENIS IKAN DAN ZAT PENAMBAHAN TERHADAP ELASTISITAS SURIMI IKAN AIR TAWAR Endang Sri Heruwati; Jovita Tri Murtini; Siti Rahayu; Mernen Suherman
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4671.314 KB) | DOI: 10.15578/jppi.1.1.1995.86-94

Abstract

Dalam rangka pemanfaatan yang lebih optimal dari beberapa ienis ikan air tawar, telahdilakukan penelitian untuk mengetehui pengaruh jenis ikan dan zat penambahan terhadap kualitas dan kuantitas surimi ikan air tawar.

Page 22 of 108 | Total Record : 1072


Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026) Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue