cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,065 Documents
PENENTUAN STATUS STOK SUMBERDAYA RAJUNGAN (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) DENGAN METODE SPAWNING POTENTIAL RATIO DI PERAIRAN SEKITAR BELITUNG Tri Ernawati; Duranta D Kembaren; Karsono Wagiyo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.048 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.2.2015.63-70

Abstract

Sumber daya rajungan (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) di perairan sekitar Belitung dieksploitasi terus menerus dilakukan sebagai sumber mata pencaharian. Pemanfaatan intensif sumber daya rajungan dapat menurunkan ketersediaan stok rajungan di perairan. Indikasi tangkap berlebih (overfishing) terhadap pemanfaatan sumber daya rajungan sudah mulai terlihat dari penurunan hasil tangkapan dan ukuran individu. Tulisan ini bertujuan mengetahui kondisi dan status stok sumber daya rajungan berdasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan dari Februari sampai dengan November 2014 di perairan sekitar Pulau Belitung. Metode yang digunakan untuk penentuan status stok rajungan dengan menggunakan pendekatan metode Spawning Potential Ratio (SPR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa status stok sumber daya rajungan di perairan sekitar Belitung mengalami penurunan yang ditunjukkan dengan hasil SPR 5% atau telah mengalami heavily exploited. Indikasi penurunan populasi juga ditunjukkan dengan nilai ratarata ukuran lebar karapas (CW) rajungan yang tertangkap (CW50) sebesar 93 mm, dibawah ukuran lebar karapas rata-rata pertama kali matang gonad (CWm) sebesar 118,9 mm. Upaya pemulihan stok dapat dilakukan dengan cara meningkatkan SPR pada level 10% dan 20% sebagai batas dan target pengelolaan untuk keberlanjutan sumber daya rajungan atau pada rata-rata ukuran lebar karapas (CW) rajungan yang tertangkap adalah 12 cm.The blue swimming crab (BSC) resources in waters around Belitung waters continously exploited as a livelihood resource. Intensive utilization of BSC resources can reduce the availability of stock in the waters. Indication of overfishing to the BSC resource have been seen by declining in catches and individual size of BSC. The research aims to determine the condition and stock status of BSC resource based on the results of research conducted from February to November 2014 in the waters around the island of Belitung. The method used for determining the status of BSC stocks by using a method Spawning Potential Ratio (SPR). The result showed that stock status of BSC in the waters around Belitung decreased as indicated by the results of SPR 5% or has suffered heavily exploited. The indication of population decline is also indicated by the average value of the size of the carapace width (CW) at capture (L50) as 93 mm, it is below the average carapace width at first maturity (Lm) as 118.98 mm. Stock recovery can be done by SPR at level 10% and 20% as biological sutainaibility as limist and target for management. It could reached if the minimal average value of the size of the carapace width of capture is 12 cm.
LAJU TANGKAP, KOMPOSISI, SEBARAN, KEPADATAN STOK DAN BIOMASA UDANG DI LAUT JAWA Tirtadanu Tirtadanu; Suprapto Suprapto; Tri Ernawati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.384 KB) | DOI: 10.15578/jppi.22.4.2016.243-252

Abstract

Penangkapan udang di Laut Jawa telah dilakukan sejak lama dan aktivitasnya berpengaruh besar terhadap perubahan stok dan ekologi perairan. Data dan informasi terbaru terkait laju tangkap, komposisi, sebaran dan kepadatan stok udang diperlukan sebagai dasar dalam pengelolaan sumberdaya udang yang berkelanjutan di Laut Jawa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui laju tangkap, komposisi, sebaran dan kepadatan stok udang di Laut Jawa. Penelitian dilakukan pada Oktober dan November 2015 dengan menggunakan armada Kapal Riset Madidihang 02 di Laut Jawa. Kepadatan stok diestimasi dengan metode sapuan. Enam belas spesies dari 6 genera udang ditemukan di Laut Jawa dengan lima spesies dominan adalah Metapenaeopsis palmensis (53,33%), Metapenaeus ensis (14,98%), Trachypenaeus malaiana (12,89%), Penaeus semisulcatus (6,16%) dan Metapenaeopsis stridulans (5,21%). Rerata panjang karapas udang yang dominan yaitu udang krosok (M. palmensis) adalah 14 mm untuk udang jantan dan 16 mm untuk udang betina. Secara horisontal, penyebaran udang tertinggi ditemukan di perairan selatan Kalimantan Tengah, perairan utara Sumenep, perairan sekitar Pulau Bawean dan utara Tegal. Berdasarkan pengalaman, penyebaran udang tertinggi ditemukan pada kedalaman 40-50 m. Rerata kepadatan stok udang di Laut Jawa sebesar 21,34 ± 16,81 kg/km2 dan laju tangkap sebesar 1 ± 0,5 kg/jam. Estimasi biomasa udang di Laut Jawa sebesar 9.938 ton. Shrimp resources in Java Sea have been exploited for years and its activity affected the changes of shrimps stock abundance  and aquatic ecology. Data and the latest information about catch rate, composition, distribution, density and biomass of shrimps were required as a basis of sustainable management in Java Sea. The aim of this research were to determine catch rate, composition, distribution, density and biomass of shrimps in Java Sea. The Research was conducted from October until November 2015 using Research vessel Madidihang 02 in Java Sea. Swept Area Method was used for stock density estimation. The aims of this research were to determine catch rate, composition, distribution and stock density of shrimps in Java Sea. Sixteen species from 6 genera of shrimps were found in Java Sea. The Dominant species of shrimps in Java sea were Metapenaeopsis palmensis (53,33%), Metapenaeus ensis (14,98%), Trachypenaeus malaiana (12,89%), Penaeus semisulcatus (6,16%) and Metapenaeopsis stridulans (5,21%). The most dominant shrimps caught were velvet shrimps (M. palmensis) of the average size of 14 mm carapace length for males and 16 mm carapace length for females. The highest stock density of Penaeid shrimps were found in the southern waters of Kalimantan Central, northern waters of Sumenep and the waters around Bawean island and Northern waters of Tegal. The highest stock density were found in depth of 40-50 m. The average density of Penaeid shrimps in the Java sea was 21.34 ± 16.81 kg/km2 and the catch rate was 1±0,5 kg/hour. Biomass estimation of shrimps in Java Sea were 9.938 ton.
KOMPOSISI UKURAN, NISBAH KELAMIN DAN DAERAH PENYEBARAN HIU BUAYA (Pseudocarcharias kamoharai) YANG TERTANGKAP DI SAMUDERA HINDIA Dian Novianto; Budi Nugraha; Andi Bahtiar
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1295.484 KB) | DOI: 10.15578/jppi.18.4.2012.255-261

Abstract

Ikan hiu buaya (Pseudocarcharias kamoharai) merupakan salah satu jenis hiu yang tertangkap secara tidak sengaja pada perikanan rawai tuna (tuna longline). Ikan hiu buaya dalam penanganannya selalu dibuang di laut karena ukuran tubuhnya yang kecil dan tidak memiliki pasar diantara ikan non target (by-catch) lainnya. Penelitian tentang komposisi ukuran, nisbah kelamin dan daerah penyebaran hiu buaya dilakukan pada tahun 2010 – 2011 di perairan WPP 573 – 572 Samudera Hindia dengan mengikuti kapal longline yang berbasis di Benoa dan Bungus. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan data dan informasi dalam rangka pengelolaan dan konservasi hiu buaya. Hiu buaya memiliki kisaran panjang tubuh 37 – 96 cm FL dengan panjang maksimal 96 cm FL untuk jenis betina dan 94 cm FL untuk jenis jantan dan modus pada kisaran 85 – 89 cm FL untuk jenis betina dan 75 – 79 cm FL untuk jenis jantan. Perbandingan jenis kelamin ikan jantan dan betina adalah 1 : 1,33, menunjukkan bahwa rasio ikan jantan dan betina tidak seimbang. Ikan hiu buaya terdistribusi tidak merata, hanya terdapat di 77 posisi setting pada 1120 – 1220 Bujur Timur dan 090 – 150 Lintang Selatan dari 256 jumlah setting selama periode penelitian ini. Crocodile shark (Pseudocarcharias kamoharai) is one of sharks species caught accidentally in tuna longline fisheries. Crocodile shark handling is always discarded at sea because of it is small size and is not economics value among others non-target fish (by-catch). Research on the biology of crocodile shark was conducted in 2010 – 2011 at Fisheries management Areas (FMA) 572 (Indian Ocean – west Sumatera) and 573 (South of Java – East Nusa Tenggara) following longline vessels based in Benoa and Bungus. The purpose of research was to investigate data and information on the crocodile shark for management and conservation purposes. Crocodile shark has a range of body length of 37-96 cm FL with a maximum length of 96 cm FL for females and 94 cm FL for male and modes in the range of 85 -89 cm FL for females and 75 -79 cm FL for male. Sex ratio of male and female of crocodile shark was 1: 1.33, which indicates that the ratio of male and female was un-balanced. The crocodile shark distributed unevenly, they catch only in 77 positions at lattitude  090 – 150  and longitude 1120 – 1220 among of 256 setting number during the study period.
PERTUMBUHAN IKAN BETOK (Anabas testudineus Bloch) DI BERBAGAI HABITAT DI LINGKUNGAN DANAU MELINTANG - KALIMANTAN TIMUR Moh Mustakim; Mas Tri Djoko Sunarno; Ridwan Affandi; M Mukhlis Kamal
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.164 KB) | DOI: 10.15578/jppi.15.2.2009.113-121

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan ikan betok di berbagai habitat di lingkungan Danau Melintang Kalimantan Timur. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei selama musim penghujan, yaitu bulan November 2007 hingga Januari 2008. Stasiun pengamatan ditetapkan secara sengaja di perairan danau, sungai dan rawa banjiran (flood plain). Di setiap stasiun pengamatan tersebut, ikan betok (Anabas testudinus) ditangkap dengan alat tangkul, jaring insang dan keblat. Ikan contoh dihitung dan masing-masing diukur panjang total dan bobotnya. Hubungan panjang berat dan pendugaan pertumbuhan ikan betok di masing-masing habitat diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan ikan betok terbanyak di rawa. Pola pertumbuhan ikan betok jantan dan betina di habitat rawa berbeda, masing-masing mengikuti pola isometrik dan alometrik. Pola pertumbuhan ikan tersebut di sungai dan danau adalah alometrik, baik jantan maupun betina. Berdasarkan atas dugaan parameter pertumbuhan Von Bertalanffy, nilai K dan Loo untuk ikan betok adalah 0,73 th-1 dan 214, 2 mm di rawa, 0,66 th-1 dan 204,23 mm di sungai dan 1,30 th-1 dan 200,55 mm di danau. This research proposed to observe growth pattern of climbing perch (Anabas testudineus) in different habitats of Lake Melintang area, East Kalimantan Provincy. The research was executed using survey methods during rainy season, namely from November 2007 to January 2008. Sampling station was defined purposively in body of lake, river and floodplain area, respectively. In each station, the climbing perch was caught using lift net, gill net and trap (keblat). The fishes were numbered and measured for their total length and weight individually. Lenght and weight relationship and estimation of fish growth were calculated. The results indicated that the highest number of the climbing perch was observed in floodplain. Differences of growth pattern were observed for male and female of the fishes caught in floodplain, namely isometric and allometric respectively. However, there was no differences of the growth pattern in lake and river, following allometric growth. Base on von Bertalanffy equation, the values of K and Loo for climbing perch were 0.73 yr-1 and 214.2 mm; 0,66 yr-1 and 204,23 mm and 1,30 yr-1 and 200,55 mm for floodplain, river and lake, respectively.
SEBARAN DAN KEPADATAN UDANG MANTIS (Carinosquilla spinosa) DI PERAIRAN ARAFURA Wedjatmiko Wedjatmiko
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 13, No 1 (2007): (April 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.922 KB) | DOI: 10.15578/jppi.13.1.2007.61-69

Abstract

Udang mantis (Carinosquilla spinosa) merupakan salah satu komoditas perikanan laut dan termasuk dalam jenis udang, dengan ordo Stomatopoda. Secara umum, komoditas tersebut sering disebut dengan udang ronggeng, udang mantis, dan udang pengko. Penelitian terhadap penyebaran dan densitas udang mantis (Carinosquilla spinosa) di perairan Arafura dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan Nopember 2003. Alat tangkap yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis alat tangkap khusus untuk udang komersial (trawl). Lokasi penelitian difokuskan di sekitar muara Sungai Digul dengan kordinat 6°–7,5° LS dan 137°–138° BT, yang merupakan daerah penangkapan udang komersial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran udang mantis terdapat di semua stasiun penelitian, dengan dominasi hasil tangkapan tepat di depan muara Sungai Digul, dengan densitas sekitar 28,75 sampai dengan 51,50 kg per jam. Sedangkan rata-rata hasil tangkapan udang mantis di perairan Arafura adalah 14 kg per jam. Ukuran panjang rata-rata udang mantis secara total adalah 11,00 cm dengan bobot rata-rata per ekor 20,83 g dari kisaran 6,1 sampai dengan 25,0 cm. Modus kelas frekuensi panjang terjadi pada ukuran 9,1 sampai dengan 10 cm. Mantis shrimp (Carinosquilla spinosa) is one of marine fisheries commodity and includes in crustaceans. In generally this shrimp is called udang ronggeng or udang pengko (local named). Research on mantis shrimp (Carinosquilla spinosa) resources in Arafura waters was conducted during October to November 2003. The fishing gear used was stern trawl with length of head rope 35 m and ground rope 41 m. Research location in Arafura waters, was conducted closed to comercial shrimp catch area by cordinat 6°–7,5° S dan 137°–138° E. Result of the research shows that distribution of the shrimp was on whole station, but dominan density was closed to Digul Estuary, with catch rate 28,75 to 51,50 kg per hour. The average catch rate every station was 14 kg per hour and the size 11,00 cm and 20,83 g. Minimum size of mantis shrimp was 6,1 cm, and maximum size was 25 cm.
SKRINING SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK METANOL DARI KARANG LUNAK ALCYONIIDAE Muhammad Nursid; Ifah Munifah; Hedi Indra Januar
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3374.008 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.4.2005.33-39

Abstract

Skrining senyawa bioaktif ekstrak metanol dari karang lunak familia Alcyoniidae telah ditakukan. Uji hayati dilakukan terhadap ekstrak metanol dari 4 jenis karang lunak yaitu sinularia leptoclados, Lobophytum pauciflotum, Lobophytum A dan Lobophytum B Skrining dilakukan dengan menggunakan 3 jenis uji hayati yaitu uji toksisitas metode Brine Shrimp Lethatity Test (BSLT); uji sitotoksisitas menggunakan ser kanker HeLa dengan metode uji 3-[4,5-dimethyrthiaz or-2yry-2,idiphenyltekazolium bromide (r.4TT assay), dan uji antibakteri menggunakan metode agar difusi.
PENINGKATAN IMUNITAS YUWANA IKAN KERAPU BEBEK, Cromileptes Altivelis TERHADAP INFEKSI VIRAL NERVOUS NECROSIS (VNN) DENGAN CARA VAKSINASI MELALUI PERENDAMAN Des Roza; Fris Johnny; Tridjoko Tridjoko
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4760.481 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.1.2004.61-70

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan dosis vaksin dan perendaman terhadap ketahanan yuwana kerapu bebek terhadap infeksi VNN, telah dilakukan dilaboratorium Patologi Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol
PERANAN FOSFOLIPID DALAM PAKAN PADA PEMIJAHAN DAN PENINGKATAN KUALITAS TELUR IKAN KERAPU BATIK (Epinephelusmicrodon) Nyoman Adiasmara Giri; Tony Setiadharma; Bejo Slamet
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4793.592 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.2.2003.1-7

Abstract

Penelitian teknologi pembenihan ikan kerapu balik, Epinephelus microdon dimulai dengan percobaan pematangan gonad dan pemijahan.
ASPEK REPRODUKSI CUMI-CUMI TARUSAN (Loligo edulis) DI PERAIRAN SELAT ALAS, NUSA TENGGARA BARAT Wiwiet An Pralanipita; Indar Sri Wahyuni
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3662.635 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.1.2002.85-94

Abstract

Pengamatan terhadap aspek reproduksi cumi tarusan (Loligo edulls) di perairan Selat Alas, Nusa Tenggara Barat telah dilakukan pada Oktober 1996 sampai dengan November 1998. Dari hasil pengamatan didapat 7 jenis cumi-cumi yang didominasi oleh cumi tarusan (Loligo edulis) (50o/o). L. edulis yang tertangkap di perairan Selat Alas cenderung berukuran lebih kecil dari ukuran cumi tarusan pada umumnya.
PENGARUH VITAMIN C DALAM PAKAN TERHADAP SINTASAN, PERTUMBUHAN DAN STRES LARVA BANDENG (Chanos chanos) Ketut Suwirya; Agus Prijono; Tony Setiadharma
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3575.985 KB) | DOI: 10.15578/jppi.5.1.1999.52-57

Abstract

Vitamin C Adalah Salah Satu Nutrien Yang Penting Pada Pakan Ikan.

Page 3 of 107 | Total Record : 1065


Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue