cover
Contact Name
Endang Sriyati
Contact Email
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppi.puslitbangkan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia
ISSN : 08535884     EISSN : 25026542     DOI : -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia accepts articles in the field of fisheries, both sea and inland public waters. The journal presents results of research resources, arrest, oceanography, environmental, environmental remediation and enrichment of fish stocks.
Arjuna Subject : -
Articles 1,065 Documents
PARAMETER POPULASI DAN SELEKTIVITAS RAJUNGAN (Poftunus pelagicus Linnaeus) YANG TERTANGKAP DENGAN BEBERAPA JENIS ALAT TANGKAP DI TELUK JAKARTA Siti Nuraini; Prihatiningsih Prihatiningsih; Sri Turni Hartati
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3107.113 KB) | DOI: 10.15578/jppi.15.4.2009.287-295

Abstract

Rajungan (Portunus peiagicus'' merupakan salah salu sumber daya hayati laut yang banyak dimanfaatkan oleh nelayan tradisionai. Rajungan di Teluk Jakarta selain sebagai sasaran penangkapan pada bubu cian jaring rajungan, juga tertangkap dengan sero, bagan, dan jaring arad Penelitian ini dilakukan pada tahun 2006 dengan tujuan untuk memperoleh informasi parameter stok dan selektivitas beberapa alat tangkap rajungan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rajungan yang terlangkap mempunyai iebar karapas 4.16-11,9 cm dan boboi anlara 5.'1-113 g. Rajungan pertama kali tertangkap (Lcuo,o) pada sero, bagan, bubu, jaring rajungan, dan iaring arad pada ukuran lebar karapas 6,3: 7,3: 8,54; 8,96; dan 8,69 cm. Hampir semua (>95%i ralungan yang tertangkap dengan sero dan bagan merupakan rajungan kecil. Raiungan dewasa yang tertangkap pada jalng arad, bubu, dan Jaring rajungan diperoleh 4l, 66, dan 68%. Perbandingan keiamin jantan terhadap betina tidak sama pada alat tangkap yang digunakan. Hubungan antara lebar karapas dan panjang karapas pada sero, bagan, dan bubu rajungan mengikuti persamaan CW=o,4446 CL+0,1892 1r=3,9;. CW=o.431 4CL+0,347 5 (r=0,84J, dan CW=0,471 8C1+0,1 843 (r=0,83). Swimming crab, Portunus pelagicus ls one ot marine organism resources, intensively exploiled by aftisanal flsheres. fills crabis targeled species of trap and monofilalnent gili net and also as by catch of guiding barrier trap. fixed lift net. and monofilament gill net. The study was conducted in Jakarta Bay in 2006. The ob.tecti\/es of this study are to detemline papL ation parameters and seieclivity of swimmhg crab on several fishing gears used in Jakarta Bay. The swimning crabs werc caLtgl)t between 4.16-11 .9 cm in carapace widlh and between 5.1-113 g in weight. ihe firct captured (Lc sa-) of swimming crab caught by guiding barrier trap, fixed lift net, collapsible trap, beach se//]e. and monofilament gill net were 6.3, 7.3, 8.54. 8.69. and for 8.96 cnt. respectively. Guiding bamer trap and fixed iift net caught small crab for more than 95%. Large crab was caught by beach seine, collapsible trap, and monofilament gill net for crab were 41 , 66, dan 68% of the total catclt. The sex rutio between male and female diferred among the gears used. The relationship between CW and CL ol guiditlg barrier trap, fixed lifnet, bagan, and trap follows the equation CW=0.4446 CL+0.1892 (r=0 9) CW=o. 43 1 4CL+0. 3 47 5 (r=0. 84), and CW=o.47 1 8CL+0. 1 84 3 (r=0. 83 ).
KUALITAS AIR, PROOUKTIVITAS PRIMER, DAN POTENST PRODUKST IKAN WADUK DARfuIA UNTUK MENDUKUNG KEHIDUPAN DAN PERTUMBUHAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) YANG DI lNTRODUKSTKAN Didik Wahju Hendro Tjahyo; Endi Setiadi Kartamihardja; Sri Endah Purnamaningtyas
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2006): (April 2006)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3899.207 KB) | DOI: 10.15578/jppi.12.1.2006.1-12

Abstract

Udang galah (Macrobrachium rosernbergii) hidup di dasar perairan sedangkan kondisi kualitas air di dasar perairan waduk pada umumnya rendah sehingga kualitas air akan berpengaruh terhadap kehidupan dan pertumbuhan udang tersebut. Selain itu, ketersediaan makanan dan potensi sumber daya ikan di perairan tersebut akan menentukan keberhasilan penebaran udang galah di Waduk Darma. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan kondisi kualrtas air dan potensr sumber daya ikan di Waduk Darma untuk mendukung kehidupan dan pertumbuhan udang galah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei dan pengambilan contoh secara strata. Potensi produksi ikan dihitung dari produktivltas primer dan kandungan khlorofifa, sedangkan potensi produksi udang galah dihitung berdasarkan pada kelimpahan biomassa makofita sebagai makanan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan Waduk Oarma, baik secara fisik, kimia, dan biologi, mendukung kehidupan dan pertumbuhan udang galah Total potensi produksi ikan dan udang berkisar antara 1 13,47 sampai dengan 306,57 ton per tahun dan minimal mampu mendukung biomassa udang 8,67 ton per tahun atau 723 kg per bulan.
PERKEMBANGAN HISTAMIN SELAMA PROSES FERMENTASI PEDA DARI IKAN KEMBUNG (Rasfrelliger negtecfus) Endang Sri Heruwati; Suwarno T Sukarto; Sinta Utiya Syah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3591.885 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.3.2004.47-55

Abstract

Penelitian mengenai perkembangan histamin selama proses pengolahan ikan peda telah dilakukan.
PENGARUH N-3 HUFA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH KERAPU MACAN, Ephinepelus fuscoguttatus Ketut Suwirya; Nyoman Adiasmara Giri; Muhammad Marzuqi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3707.129 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.4.2003.19-24

Abstract

Asam lemak n-3 HUFA adalah esensial bagi ikan-ikan laut. Kebutuhan asam lemak n-3 HUFA pada ikan berbeda menurut jenis dan ukuran ikan
PENGARUH PEMBERIAN SUMBER LEMAK BERBEDA DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN KUWE, caranxsexfascrafus Neltje N. Palinggi; Rachmansyah Rachmansyah; Usman Usman
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3707.873 KB) | DOI: 10.15578/jppi.8.3.2002.25-29

Abstract

Percobaan pemberian sumber lemak berbeda dalam pakan ikan kuwe telah dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan sumber lemak yang dapat digunakan dalam pakan ikan kuwe.
PERIODE PEMBERIAN PAKAN YANG MENGANDUNG KITIN UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI IKAN GURAMI Osphronemus gouramy (LACEPEDE) Wiadnya D.G R; Hartati Kartikaningsih; Yanti Suryanti; Subagyo Subagyo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4008.824 KB) | DOI: 10.15578/jppi.6.2.2000.62-67

Abstract

Penelitian tentang waktu pemberian pakan yang mengandung kitin terhadap pertumbuhan dan produksi ikan gurami telah dilakukan di kolam percobaan. Tujuan percobaan adalah untuk mengetahui periode waktu yang tepat dalam pemberian pakan mengandung kitin untuk menghasilkan pertumbuhan dan produksi optimal ikan gurami.
UJI COBA PRODUKSI KISTA ARTEMIA DI TAMBAK GARAM DI MADURA Yunus Yunus; Ketut Sugama
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5076.648 KB) | DOI: 10.15578/jppi.4.4.1998.76-81

Abstract

Kista artemia yang dibutuhkan di Indonesia seluruhnya masih dipenuhi dari impor, olehkarena itu upaya penelitian yang ditujukan untuk memproduksi kista artemia secara lokal telah banyak dilakukan oleh para peneliti. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penggunaan bungkil kelapa yang dikombinasikan dengan tepung ikan pada budidaya artemia di tambak garam ternyata dapat meningkatkan produksi dan persentase penetasan kista artemia.
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI REPRODUKSI DAN KEBIASAAN MAKANAN IKAN KIIWE (CARANGIDAE) DI SBLAT MAKASAR DAN TELUK AMBON Usman Usman; Daud S. Pongsapan; Rachmansyah Rachmansyah
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3147.784 KB) | DOI: 10.15578/jppi.2.3.1996.12-17

Abstract

pengembangan budidaya dan diversifikasi komoditas harus dilakukan untuk meningkatkan produksi perikanan serta menghindari terjadinya pemanfaatan sumber daya secara berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa aspek biologi reproduksi dan kebiasaan makan ikan kuwe untuk mendukung diversifikasi komoditas dalam kegiatan budidaya ikan.
PENGARUH KADAR PROTEIN PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN KAKAP PUTIH, Lates calcarifer Bloch Utojo Utojo
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1640.804 KB) | DOI: 10.15578/jppi.1.4.1995.37-48

Abstract

Penelitian untuk melihat pengaruh kadar protein terhadap pertumbuhan dankelangsungan hidup ikan kakap putih teleh dilakukan di Teluk Bojo, Barru, SelatSulawesi, selama 90 hari,
UMUR, PERTUMBUHAN DAN LAJU PEMANFAATAN IKAN BANYAR (Rastrelliger kanagurta Cuvier, 1816), DI SELAT MALAKA (WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN-571) Tuti Hariati; Ria Faizah; Duto Nugroho
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.718 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.1.2015.1-8

Abstract

Analisis perkiraan umur dan pertumbuhan populasi ikan banyar (Rastrelliger kanagurta Cuvier,1816) di perairan Selat Malaka ditujukan untuk mendapatkan karakteristik populasi sebagai dasar perkiraan tingkat pemanfaatan dan perkembangan terkini. Himpunan data sebaran frekuensi panjang yang didaratkan armada pukat cincin di Banda Aceh yang mendaratkan hasil tangkapan di Pelabuhan Perikanan Pantai Lampulo yang dikumpulkan sejak periode April-Desember 2011 dan Maret–September 2012 digunakan sebagai dasar analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa, laju pertumbuhan (K) memberikan nilai sebesar 0,73 dengan panjang asimptotik 27,2 cmFL, perkiraan laju kematian alami (M) sebesar 1,21 dan laju kematian akibat tekanan penangkapan (F) sebesar 3,17. Estimasi laju pemanfaatan (E) sebesar 0,72 menunjukkan bahwa status sumberdaya ikan banyar di perairan Selat Malaka sudah berada pada kondisi yang perlu dikendalikan. Dibandingkan dengan hasil kajian pada periode sebelumnya, nilai E pada penelitian ini termasuk tinggi. Tingginya laju pemanfaatan antara lain ditunjukkan oleh rerata hasil tangkapan ikan tahun 2011-2012 lebih kecil dibandingkan tahun 1988 dan 1998 sehingga dapat diprediksi bahwa sediaan biomassa induk ikan banyar semakin menurun.Study on age and growth and its exploitation rates of Indian mackerel (Rastrelliger kanagurta Cuvier, 1816) in the Malacca Straits was carried out to describe the present states of this species. Parameters were determined based on length frequency data collected from purse seine fisheries during April December 2011 and March-December 2012 from the specimen landed in Coastal Fishing Port of Lampulo, Banda Aceh Province. The result showed that the growth rates (k) of is estimated at 0.73 with asimptotic length of 27.2 cmFL. The natural (M) and total (Z) mortality rates were estimated at M= 1.21, Z= 4.38 which generates fishing (F) mortality at 3.17. The value of exploitation rate (E) at about 0.72 indicated that the fishing pressure was higher than the previous result in 1988 and 1998 and heavily exploitation rates occured in this fishery. High exploitation rates was also indicated by the average size of fish caught in 2011-2012 were shifting to smaller size than in 1988, and this indicate that spawning biomass tend to decline to support the sustainability of Indian mackerel in the future of the area.

Page 5 of 107 | Total Record : 1065


Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 4 (2025): (Desember 2025) Vol 31, No 3 (2025): (September 2025) Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025) Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025) Vol 30, No 4 (2024): (Desember 2024) Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024 Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024 Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024 Vol 29, No 4 (2023): (Desember) 2023 Vol 29, No 3 (2023): (September) 2023 Vol 29, No 1 (2023): (Maret) 2023 Vol 28, No 4 (2022): (Desember) 2022 Vol 28, No 3 (2022): (September) 2022 Vol 28, No 2 (2022): (Juni) 2022 Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022 Vol 27, No 4 (2021): (Desember) 2021 Vol 27, No 3 (2021): (September) 2021 Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021 Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021 Vol 26, No 4 (2020): (Desember) 2020 Vol 26, No 3 (2020): (September) 2020 Vol 26, No 2 (2020): (Juni) 2020 Vol 26, No 1 (2020): (Maret) 2020 Vol 25, No 4 (2019): (Desember) 2019 Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019 Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019 Vol 25, No 1 (2019): (Maret) 2019 Vol 24, No 4 (2018): (Desember) 2018 Vol 24, No 3 (2018): (September) 2018 Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018) Vol 24, No 1 (2018): (Maret 2018) Vol 23, No 4 (2017): (Desember 2017) Vol 23, No 3 (2017): (September 2017) Vol 23, No 2 (2017): (Juni 2017) Vol 23, No 1 (2017): (Maret, 2017) Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016) Vol 22, No 3 (2016): (September) 2016 Vol 22, No 2 (2016): (Juni 2016) Vol 22, No 1 (2016): (Maret 2016) Vol 21, No 4 (2015): (Desember 2015) Vol 21, No 3 (2015): (September 2015) Vol 21, No 2 (2015): (Juni 2015) Vol 21, No 1 (2015): (Maret 2015) Vol 20, No 4 (2014): (Desember 2014) Vol 20, No 3 (2014): (September 2014) Vol 20, No 2 (2014): (Juni 2014) Vol 20, No 1 (2014): (Maret 2014) Vol 19, No 4 (2013): (Desember 2013) Vol 19, No 3 (2013): (September 2013) Vol 19, No 2 (2013): (Juni 2013) Vol 19, No 1 (2013): (Maret 2013) Vol 18, No 4 (2012): (Desember 2012) Vol 18, No 3 (2012): (September 2012) Vol 18, No 2 (2012): (Juni) 2012 Vol 18, No 1 (2012): (Maret 2012) Vol 17, No 4 (2011): (Desember 2011) Vol 17, No 3 (2011): (September 2011) Vol 17, No 2 (2011): (Juni 2011) Vol 17, No 1 (2011): (Maret 2011) Vol 16, No 4 (2010): (Desember 2010) Vol 16, No 3 (2010): (September 2010) Vol 16, No 2 (2010): (Juni 2010) Vol 16, No 1 (2010): (Maret 2010) Vol 15, No 4 (2009): (Desember 2009) Vol 15, No 3 (2009): (September 2009) Vol 15, No 2 (2009): (Juni 2009) Vol 15, No 1 (2009): (Maret 2009) Vol 14, No 4 (2008): (Desember 2008) Vol 14, No 3 (2008): (September 2008) Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008) Vol 14, No 1 (2008): (Maret 2008) Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007) Vol 13, No 2 (2007): (Agustus 2007) Vol 13, No 1 (2007): (April 2007) Vol 12, No 3 (2006): (Desember 2006) Vol 12, No 2 (2006): (Agustus 2006) Vol 12, No 1 (2006): (April 2006) Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005) Vol 11, No 8 (2005): (Vol. 11 No. 8 2005) Vol 11, No 7 (2005): (Vol. 11 No. 7 2005) Vol 11, No 6 (2005): (Vol. 11 No. 6 2005) Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005) Vol 11, No 4 (2005): (Vol. 11 No. 4 2005) Vol 11, No 3 (2005): (Vol. 11 No. 3 2005) Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005) Vol 11, No 1 (2005): (Vol. 11 No. 1 2005) Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004) Vol 10, No 6 (2004): (Vol. 10 No. 6 2004) Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004) Vol 10, No 4 (2004): (Vol. 10 No. 4 2004) Vol 10, No 3 (2004): (Vol. 10 No. 3 2004) Vol 10, No 2 (2004): (Vol. 10 No. 2 2004) Vol 10, No 1 (2004): (Vol. 10 No. 1 2004) Vol 9, No 7 (2003): (Vol.9 No.7 2003) Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003) Vol 9, No 5 (2003): Vol. 9 No. 5 2003) Vol 9, No 4 (2003): Vol. 9 No. 4 2003) Vol 9, No 3 (2003): (Vol.9 No.3 2003) Vol 9, No 2 (2003): (Vol, 9 No. 2 2003) Vol 9, No 1 (2003): (Vol.9 No.1 2003) Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002) Vol 8, No 6 (2002): (Vol.8 No.6 2002) Vol 8, No 5 (2002): (Vol.8 No.5 2002) Vol 8, No 4 (2002): (Vol.8 No.4 2002) Vol 8, No 3 (2002): (Vol.8 No.3 2002) Vol 8, No 2 (2002): (Vol. 8 No. 2 2002) Vol 8, No 1 (2002): (Vol.8 No.1 2002) Vol 7, No 4 (2001): (Vol. 7 No. 4 2001) Vol 7, No 2 (2001): (Vol.7 No. 2 2001) Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000) Vol 6, No 2 (2000): (Vol.6 No.2 2000) Vol 6, No 1 (2000): (Vol.6 No.1 2000) Vol 5, No 2 (1999): (Vol.5 No.2 1999) Vol 5, No 1 (1999): (Vol.5 No. 1 1999) Vol 4, No 4 (1998): (Vol.4 No.4 1998) Vol 4, No 3 (1998): (Vol.4 No.3 1998) Vol 4, No 2 (1998): (Vol.4 No.2 1998) Vol 4, No 1 (1998): (Vol.4 No.1 1998) Vol 3, No 4 (1997): (Vol.3 No.4 1997) Vol 3, No 3 (1997): (Vol.3 No.3 1997) Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997) Vol 3, No 1 (1997): (Vol.3 No.1 1997) Vol 2, No 4 (1996): (Vol.2 No.4 1996) Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996) Vol 2, No 2 (1996): (Vol.2 No.2 1996) Vol 2, No 1 (1996): (Vol.2 No.1 1996) Vol 1, No 4 (1995): (Vol.1 No.4 1995) Vol 1, No 3 (1995): (Vol.1 No.3 1995) Vol 1, No 2 (1995): (Vol.1 No.2 1995) Vol 1, No 1 (1995): (Vol.1 No.1 1995) More Issue