cover
Contact Name
gigih ibnu prayoga
Contact Email
gigih ibnu prayoga
Phone
-
Journal Mail Official
agrosainstek@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
ISSN : 26152207     EISSN : 2579843X     DOI : -
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian (AGROSAINSTEK: Journal of Agricultural Science and Technology) is a journal that publishes research articles, review articles, and research notes related to agrotechnology in both Bahasa and English. The published fields consist of plant cultivation, plant breeding, plant ecophysiology, seed science, land agriculture, post-harvest, plant pests and diseases, weeds, agricultural technology, and agricultural biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 202 Documents
Respon Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L) dengan Pemberian Teh Kompos Bulu Ayam pada Sistem Hidroponik Rianti, Alfi; Kusmiadi, Riwan; Apriyadi, Rion
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 3 No 2 (2019): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.439 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v3i2.51

Abstract

Wick system is one of hydroponics system that uses wick asnutrient absorbing media. Chicken feather liquid compost can be used as a substitute for conventional nutrition in pakcoy plant cultivation using hydroponics. This study aims to determine the effect of chicken feather liquid compost and determine the best concentration chicken feather liquid compost on the growth of pakcoy, and to find out the potential of chicken feather liquid compost to replace conventional nutrient solutions in a hydroponic system. This study used completely randomized design (CRD), there were 6 level of treatments which were chicken feather liquid compost concentrations consisting of E0 (1000 ppm Ab-mix), E1 (900 ppm liquid compost ), E2 (800 ppm liquid compost), E3 (700 ppm of liquid compost), E4 (600 ppm of liquid compost), E5 (500 ppm of liquid compost) with 3 replications. The variables observed were plant height, leaf number, leaf color, wet weight and dry weight of plants. The results showed that the nutritional treatment of chicken feather liquid compost had a very significant effect compared to AB-mix, which showed that Ab-mix was superior to the observed variables,ncluding plant height, the number of leaves, leaf colour, wet weight and dry weight of plants. At the first and second week, pakcoy growth was still relatively similar to Ab-mix application. All treatments using compost chicken feather liquid compost could not replace AB-mix nutrient.
Evaluasi Karakter Agro-Morfologi pada 20 Genotipe Hasil Seleksi Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) Nurcholis, Waras; Hartanti, Hartanti; Suryani, Suryani; Priosoeryanto, Bambang Pontjo
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 3 No 2 (2019): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.273 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v3i2.58

Abstract

The present study aimed to evaluate different agro-morphological traits among twenty genotypes of Curcuma aeruginosa Roxb. and three varieties of Curcuma zanthorrhiza Roxb. Agro-morphological data traits were investigated based on qualitative and quantitative parameters from PPVFRA descriptors with modification. All the recorded data was analyzed through SPSS 16.0 and R 3.4.2 for ANOVA and similarity analysis, respectively. Significant differences (P <0.05) were observed in the traits studied of the habit of the rhizome, the shape of the rhizome, length of primary rhizome, number of mother rhizome, plant height, pseudostem diameter, number of leaves, leaf length, leaf width, and number of shoots. Hierarchical cluster analysis (HCA) classified the genotypes into three groups. The principal component analysis (PCA) were showed consistent with results of the HCA. These genotypes could be used as novel genotype in agricultural biochemistry for breeding programs.
Karakterisasi Karakter Fisiologi Genotipe-Genotipe F2 Padi Ketan dengan Kemampuan Recovery Setelah Infeksi Tungro Komalasari, Ema; Widiantini, Fitri; Sari, Santika; Carsono, Nono
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 3 No 2 (2019): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.2 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v3i2.67

Abstract

Penyakit pada padi, salah satunya tungro masih menjadi pembatas utama produksi padi di Indonesia. Pengendalian efektif dapat dilakukan melalui penggunaan dan pergiliran varietas tahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fisiologi genotipe-genotipe yang mengalami recovery setelah serangan tungro dibandingkan dengan genotipe-genotipe tahan. Penelitian dilakukan pada dua populasi generasi kedua persilangan Ketonggo x Utri Merah dan Ketonggo x ARC12596 masing-masing 230 genotipe di rumah kaca BB Padi dan Kebun percobaan Universitas Padjadjaran. Inokulasi virus pada tanaman dilakukan dengan menggunakan forced-tube inoculation dan skoring gejala berdasarkan sistem evaluasi standar untuk padi. Pengamatan kandungan klorofil, jumlah konduktansi stomata, dan kuantum efisiensi fotosintesis dilakukan dengan membandingkan antara grup genotipe recovery dengan grup genotipe tahan dan grup genotipe rentan, serta varietas cek tahan, dan varietas cek rentan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum genotipe-genotipe recovery dari persilangan Ketonggo x Utri Merah tidak memperlihatkan perbedaan yang signifikan dengan genotipe tahan maupun cek tahan pada pengamatan kandungan klorofil, konduktansi stomata, dan kuantum efisiensi fotosintesis. Hasil yang sama juga diperoleh untuk persilangan Ketonggo x ARC12596. Genotipe-genotipe yang mengalami recovery dari kedua persilangan memiliki morfologi dan fisiologi yang sama baiknya dengan genotipe tahan dan cek tahan sehingga dapat digunakan untuk menekan penyebaran penyakit tungro.
Variabilitas Genetik dan Heritabilitas Karakter Agronomi Galur-Galur Sawi (Brassica juncea L.) Muhammad, Raihan Fadhil; Waluyo, Budi
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 3 No 2 (2019): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.348 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v3i2.72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari variabilitas genetik, heritabilitas, dan menyeleksi penampilan genotipe karakter agronomi unggul pada 57 galur sawi untuk digunakan dalam bahan baku konsumsi dan industri. Penelitian ini dilaksanakan di Seed Bank and Nursery, Agrotechno Park Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Desember 2018 – April 2019. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah rancangan acak kelompok diperluas (augmented design). Perlakuan yang diberikan adalah 60 genotipe sawi yang terdiri dari 57 genotipe yang diuji dan 3 varietas sebagai cek. Genotipe yang diuji akan disebar kedalam 5 blok, sedangkan tiga varietas cek akan ditanam pada setiap blok, sehingga terdapat 72 satuan percobaan. Variabel pengamatan karakter agronomi terdiri dari 15 karakter kualitatif dan 24 karakter kuantitatif. Variabilitas yang luas terdapat pada karakter biji per polong, jumlah polong per tanaman, dan berat segar. Heritabilitas tinggi terdapat pada karakter panjang kotiledon, jumlah daun konsumsi, berat segar, umur panen benih, jumlah polong per tanaman, panjang polong, lebar polong, dan jumlah biji per polong. Terdapat galur-galur sawi yang mempunyai karakter unggul untuk bahan baku konsumsi dan industri.
Peningkatan Mutu Fisiologis Benih Padi Lokal Jambi melalui Invigorasi Primilestari, Suci; Salvia, Eva; Perdani, Ambar Yuswi
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 3 No 2 (2019): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.675 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v3i2.74

Abstract

Kemunduran benih merupakan suatu peristiwa yang pasti terjadi. Penanaman padi lokal oleh petani umumnya menggunakan benih yang berasal dari sisa hasil panen sebelumnya dan telah melewati tahap penyimpanan sebelum ditanam kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui materi invigorasi hydropriming yang optimal dalam meningkatkan mutu fisiologis beberapa varietas padi lokal Jambi. Perlakuan diterapkan pada rancangan acak lengkap faktorial dengan 3 ulangan. Faktor 1 adalah varietas padi: Padi karya, Kuning Betung, Kuning Kerinci dan Gadis Jambi. Faktor 2 adalah invigorasi yang terdiri atas: kontrol (aquadest), larutan bawang merah dan larutan air kelapa muda. Sebanyak 30 butir benih untuk setiap satuan percobaan direndam selama 24 jam. Benih ditanam pada media kertas saring lembab dengan metode uji di atas kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi nyata antara varietas dan invigorasi terhadap perkecambahan benih padi lokal yang diuji. Perlakuan invigorasi menggunakan air kelapa nyata berpengaruh pada panjang akar, panjang plumula, panjang kecambah normal dan indeks vigor padi lokal. Varietas Kuning Betung memberikan tanggapan terbaik terhadap invigorasi. Perlakuan invigorasi merupakan upaya untuk memperbaiki performa benih sehingga mengurangi resiko kegagalan di lapangan, diharapkan berimplikasi terhadap peningkatan produksi padi.
Pengaruh Pelapisan Kitosan dan Perlakuan Pengemasan Terhadap Masa Simpan Brokoli (Brassica oleracea var. Italica) Setyaputri, Niken Ayu; Kurnia, Theresa Dwi
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 3 No 2 (2019): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.059 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v3i2.76

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konsentrasi kitosan sebagai bahan pelapis alami yang dikombinasikan dengan perlakuan pengemasan pada brokoli. Tujuan lainnya adalah untuk memperpanjang umur simpan dan kualitas brokoli selama penyimpanan pada suhu rendah, dengan menentukan konsentrasi kitosan yang tepat selama penyimpanan pada suhu rendah. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap faktorial. Faktor perlakuan untuk konsentrasi kitosan adalah kontrol (0%), 0,5%, 1% dan 2% yang dikombinasikan dengan perlakuan pengemasan plastik wrapping dan tanpa perlakuan pengemasan yang disimpan pada suhu rendah (5° C). Kombinasi perlakuan yaitu: (1) tidak dilapisi kitosan (0%) tanpa perlakuan pengemasan, (2) konsentrasi kitosan 0,5% tanpa perlakuan pengemasan, (3) konsentrasi kitosan 1% tanpa perlakuan pengemasan, (4) konsentrasi kitosan 2% tanpa perlakuan pengemasan, (5) tidak dilapisi kitosan (0%) dikemas dengan plastik wrapping, (6) konsentrasi kitosan 0,5% dikemas dengan plastik wrapping, (7) konsentrasi kitosan 1% dikemas dengan plastik wrapping, (8) konsentrasi kitosan 2% dikemas dengan plastic wrapping. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pelapisan konsentrasi kitosan 0,5% dan 1% yang dikombinasikan dengan perlakuan pengemasan platik wrapping yang disimpan pada suhu rendah, mampu memberikan hasil yang paling baik untuk memperpanjang umur simpan brokoli.
Korelasi Antara Kandungan Karbohidrat, Protein, dan Lemak dengan Kompatibilitas Grafting Bibit Durian (Durio zibethinus Murr.) Suharjo, Suharjo
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 3 No 2 (2019): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.026 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v3i2.87

Abstract

Durian nurseries can be done using generative and vegetative material sources. Both sources of propagation have their respective weaknesses and strengths. Quality seeds are obtained through a combination of two sources of propagation material that have each of the advantages that can complement each other. The process of merging can be through mini grafting. The mini grafting method in durian nurseries can use side grafting and shoot grafting methods. This study wants to examine the relationship of carbohydrate, protein, and fat content to the successful growth of mini grafting results on durian plants. The research was carried out by analyzing the carbohydrate, protein and fat content in the upper stem which will be used for grafting, as well as observing and measuring the growth process of mini grafting plants. It was concluded that the carbohydrate content of the upper stems gave the highest positive contribution to the increase in the number of shoots followed by the number of leaves, percentage of living grafts, leaf area, leaf area ratio, root canopy ratio, shoot length, and stem diameter. The protein and fat content cannot contribute to the growth even has a tendency to inhibit growth of grafted seeds.
Uji Daya Hasil dan Seleksi Famili Padi Generasi F4 dan F6 Hasil Persilangan Sintanur x PTB 33 dan Pandanwangi x PTB 33 di Jatinangor Afifah, Zulfa; Carsono, Nono; Sari, Santika; Anas, Anas
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 1 (2020): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.337 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v4i1.96

Abstract

High yielding is one of main objectives on rice breeding. A preliminary yield trial is one of steps in the selection process of developing new varieties. Selection for yield and its component traits is a complex process due to the nature of quantitative traits. The right selection approach may improve the effectiveness of the selection. It is therefore the objective of the current study was to select high yielding rice genotypes. A total of 10 promising rice families were evaluated and compared to four check varieties. Least Significant Increase (LSI), and selection index (Mulamba & Mock and Genotype Ideotype Distance index) analysis were performed. LSI test showed that PP48-5 and SP101-3-1-5 had the best performance in almost all traits compared to the lowest average of the check variety. The selection index found that SP101-3-1-5 had highest yield selection index and was recognized as superior family by selection index. SP101-3-1-5 is selected as potential family to be developed as a new high yielding rice varieties
Seleksi Galur Generasi F4 Padi Beras Merah Tahan Rebah Mustikarini, Eries Dyah; Prayoga, Gigih Ibnu; Aprilian, Bama
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 1 (2020): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v4i1.105

Abstract

Kerebahan menyebabkan penurunan produksi tanaman padi. Tanaman padi tahan rebah dapat dihasilkan dari kegiatan pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian adalah seleksi galur F4 tahan rebah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 hingga Mei 2019 di lahan ultisol, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penanaman galur dilakukan secara single plant. Metode seleksi yang digunakan adalah seleksi pedigree. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik galur F4 padi terseleksi memiliki tinggi tanaman kurang dari 90 cm. Terdapat 70 galur F4 terseleksi memiliki ketahanan rebah berdasarkan karakter tinggi tanaman dan didukung oleh karakter diameter batang, panjang malai, kekuatan batang, dan berat biji bernas per rumpun.
Potensi Pemanfaatan Teknik Molekuler Berbasis DNA dalam Penelitian Penyakit Bulai pada Jagung Kalqutny, Septian Hary; Pakki, Syahrir; Muis, Amran
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 1 (2020): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v4i1.107

Abstract

Penyakit bulai merupakan salah satu penyakit utama yang menyerang tanaman jagung yang dapat menurunkan produksi jagung di Indonesia. Penyakit bulai pada jagung disebabkan oleh Peronosclerospora spp. yang bersifat parasit obligat sehingga tidak dapat ditumbuhkan di media kutur sintetik. Upaya pengendalian penyakit dengan penggunaan varietas jagung yang tahan penyakit bulai dan penggunaan fungisida seringkali tidak memberikan hasil yang diharapkan, karena patogen penyebab penyakit bulai yang beragam jenisnya sehingga memberikan respon yang berbeda pula. Identifikasi dan pemahaman tentang biodiversitas patogen penyebab penyakit bulai sangat penting dalam upaya pengendalian penyakit bulai. Identifikasi spesies secara morfologis terkadang sulit dilakukan karena karakter pembeda yang terbatas dan mirip. Metode biologi molekuler saat ini mulai secara luas digunakan, karena dapat memberikan informasi keragaman dari suatu organisme secara genetik secara cepat dan akurat. Oleh karena itu metode biologi molekuler dapat digunakan untuk mendukung hasil pengamatan secara morfologis. Penggunaan marka molekuler seperti RAPD, RFLP, AFLP dan SSR serta sekuensing region DNA tertentu (rDNA, region ITS rDNA dan mtDNA) secara langsung dapat menggambarkan keanekaragaman patogen penyakit bulai. Di Indonesia terdapat tiga spesies utama penyebab bulai yaitu P. philippinensis, P. maydis dan P. sorghi. Kedepan penggunaan teknik-teknik biologi molekuler baru dapat memberikan informasi yang lebih banyak, cepat, dan akurat akan dapat membuka lebih banyak kemungkinan bagi upaya pengendalian penyakit ini.

Page 4 of 21 | Total Record : 202