cover
Contact Name
Taopik Rahman
Contact Email
opik@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalagapedia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PAUD AGAPEDIA
ISSN : 25812823     EISSN : 25809679     DOI : https://doi.org/10.17509/jpa
Core Subject : Education,
Jurnal PAUD Agapedia adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian terkait pendidikan anak usia dini dari perspektif mutidisipliner. Jurnal ini bertujuan untuk memperluas dan menciptakan inovasi konsep, teori, paradigma, perspektif dan metodologi dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017" : 12 Documents clear
Permainan Bola Kecil Untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia Dini pada Kelompok B di TK Pertiwi DWP Kota Tasikmalaya Nur, Lutfi; Mulyana, Edi Hendri; Perdana, Muhammad Azhar
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.162 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i1.7161

Abstract

Gross motor development is one that needs to be considered by all parties, especially the elderly because of its urgency in the growth of early child development. Gross motor development when inhibited will affect the achievement of child maturity. Gross motor development is divided into 3 aspects namely Lokomotor basic motion, basic motion Non Lokomotor, and Manipulative basic motion. Problems found in Group B in TK Pertiwi DWP Tasikmalaya City still low Motorik Crude Child skills caused by learning that is still conventional that less touched the motor directly. This is shown from the observation of the achievement of gross motor skills as much as 0-2 children (0% - 14.28%). One way to improve Gross motor skills of early childhood Gross small ball games. The result of Gross Motor Skill Study in Group B in TK Pertiwi DWP Tasikmalaya showed that in cycle I, there was an increase of 3 - 5 children (21.42% - 35.71%). Cycle II action after reflection increased the achievement of the number of children for each indicator as much as 6 - 8 children (42.85% -57.14%). In the third cycle action there was an increase showing that as many as 10-12 children (71.42% - 85.71%) for each indicator. So with the results of small ball game research is considered successful able to improve the Gross motor skills of children in group B TK Pertiwi DWP Kota Tasikmalaya. Perkembangan motorik kasar merupakan salah satu yang perlu diperhatikan oleh semua pihak khususnya orang tua karena urgensinya dalam tumbuh kembang anak usia dini.Perkembangan motorik kasar ketika terhambat akan mempengaruhi terhadap pencapaian kematangan anak. Perkembangan motorik kasar terbagi menjadi 3 aspek yaitu gerak dasar Lokomotor, gerak dasar Non Lokomotor, dan gerak dasar Manipulatif. Masalah yang ditemukan pada Kelompok B di TK Pertiwi  DWP Kota Tasikmalaya masih rendahnya keterampilan Motorik Kasar Anak yang disebabkan pembelajaran yang masih konvensional yang kurang menyentuh motorik secara langsung . Hal tersebut ditunjukan dari hasil observasi pencapaian keterampilan motorik kasar sebanyak 0 – 2 anak (0 % – 14,28 %).   Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak usia dini melalui permainan bola kecil. Hasil penelitian Keterampilan Motorik Kasar pada kelompok B di TK Pertiwi DWP Kota Tasikmalaya  menunjukan pada tindakan siklus I terjadi peningkatan sebanyak 3 – 5 anak (21,42% - 35,71%). Tindakan Siklus II setelah melakukan refleksi terjadi peningkatan pencapaian jumlah anak untuk setiap indikatornya sebanyak 6 – 8 anak (42,85% -57,14%). Pada tindakan siklus III terjadi peningkatan yang menunjukan bahwa sebanyak 10 – 12 anak (71,42% - 85,71%) untuk setiap indikatornya. Sehingga dengan hasil tersebut penelitian permainan bola kecil dianggap berhasil mampu meningkatkan keterampilan motorik kasar anak pada kelompok B TK Pertiwi DWP Kota Tasikmalaya.
Pengembangan Rumah Sampah Berbasis Sekolah (RSBS) untuk Pembiasaan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini di RA Al-Ikhlas Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya Mulyana, Edi Hendri; Hodidjah, Hodidjah; Ramadhan, Laila Sari
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.751 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i1.7150

Abstract

This research is motivated by the existence of School Based Trash program (RSBS) in RA Al-Ikhlas for character habituation in early childhood. The purpose of this research is to develop the RSBS program consisting of the development of RSBS organization structure and program activities of RSBS, developer based on good organizational structure and Law no. 18 of 2008 on waste management. The method used is the method of Design Based Research (DBR) with the steps: 1) analysis of practical problems by researchers and practitioners. 2) development of solutions with a theoretical framework. 3) evaluation and testing of solutions in practice. 4) documentation and reflection to produce “design principle”, it can be taken some conclusions. The sample used in this study is a saturated sample of 21 people. Data collection tools include interview guides, checklists (checklists) and observation sheets. The results show that the development of RSBS program has resulted in the organization structure of RSBS and RSBS activities. The developed RSBS program has enhanced the habituation of environmentally-caring characters, before the 14.3% and 14.7% of the developed environmentally friendly MB (SBS) environmental developers and 85.7% BB (Not Developed) study develop. After revision twice as much as environmental care characters increased by 47.6% BSB (Very Good Developing), 47.6% BSH (Growing Up Expectations), and 4.8% MB (Beginning). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya program Rumah Sampah Berbasis Sekolah (RSBS) di RA Al-Ikhlas untuk pembiasaan karakter pada anak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan program RSBS yang terdiri dari pengembangan struktur organisasi RSBS dan kegiatan program RSBS, pengembangan didasarkan pada kaidah struktur organisasi yang baik dan UU No. 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Metode yang digunakan ialah metode Design Based Research (DBR) dengan tahapan: 1) melakukan identifikasi dan analisis masalah yang dilakukan peneliti dan praktisi secara kolaboratif. 2) mengembangkan solusi yang didasarkan pada patokan teori, design principle yang ada dan inovasi teknologi. 3) proses berulang untuk menguji dan memperbaiki solusi secara praktis 4) melakukan refleksi untuk menghasilkan design principle serta meningkatkan implementasi dari solusi secara paraktis, maka dapat diambil beberapa simpulan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah sampel jenuh yang berjumlah 21 orang.Alat pengumpuan data berupa pedoman wawancara, checklist (daftar cek) dan lembar observasi.Hasil penelitian menunjukkan pengembangan program RSBS telah menghasilkan struktur organisasi RSBS dan kegiatan RSBS.Program RSBS yang dikembangkan telah meningkatkan pembiasaan karakter peduli lingkungan, sebelum dikembangkan peneliti karakter peduli lingkungan MB (Mulai Berkembang) 14.3% dan BB (Belum Berkemabang) 85.7%. Setelah dilakukan revisi sebanyak dua kali karakter peduli lingkungan mengalami peningkatan dengan 47.6% BSB (Berkembang Sangat Baik), 47.6% BSH (Berkembang Sesuai Harapan), dan 4.8% MB (Mulai Berkembang).
Kemampuan Matematika Anak Usia 5-6 Tahun di Kober Al-Hidayah Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis Sumardi, Sumardi; Nur, Lutfi; Sa’diyyah, Hilma Halimatus
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.504 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i1.7164

Abstract

This research is motivated by the theory of mathematics learning in early childhood which has two main areas of numbers and geometry, so the researcher focuses this research on two fields. The research is a descriptive study on the mathematical ability of children aged 5-6 years in Kober Al-Hidayah Cikoneng subdistrict Ciamis regency. The purpose of this study is to describe the level of mathematical ability such as describe the ability to recognize numbers in the cardinal and ordinal, and the ability to recognize the shape of 2 dimensional geometry and 3 dimensions. The approach of research method used is quantitative method with the aim to test the theory about variable Mathematical ability in children aged 5-6 years. The research method used is survey method. The stages of this research are: 1) conducting preliminary study and problem identification. 2) data collection phase. 3) data analysis as the answer to the problem. 4) conclusion. The sample used is a saturated sample of 17 children. Data collection tools are test and observation sheet. The result of this research that 1) the mathematics ability of children aged 5-6 years in Kober Al-Hidayah Cikoneng sub-district of Ciamis Regency included in the criteria develop as expected with percentage 74,26% from total of all children, 2) ability to know cardinal number of child age 5 -6 years in Kober Al-Hidayah Cikoneng subdistrict Ciamis regency has a percentage of 94.11% of the total of all children, and the ability to recognize ordinal numbers has a percentage of 69.11% of the total of all children, and 3) the ability to recognize 2 dimensional geometry Children aged 5-6 years in Kober Al-Hidayah Cikoneng subdistrict Ciamis regency has a percentage of 70.58% of the total of all children, while the ability of 3-dimensional geometry has a percentage of 57.35% of the total of all children.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya teori tentang pembelajaran matematika pada anak usia dini yang memiliki dua bidang utama yaitu angka dan geometri, sehingga peneliti memfokuskan penelitian ini pada dua bidang tersebut. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif terhadap kemampuan matematika anak usia 5-6 tahun di Kober Al-Hidayah Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan matematika diantaranya mendeskripsikan kemampuan mengenal angka dalam kardinal dan ordinal, serta kemampuan mengenal bentuk geometri 2 dimensi dan 3 dimensi. Pendekatan metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan tujuan untuk menguji teori tentang variabel kemampuan matematika pada anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Tahapan penelitian ini yaitu : 1) melakukan studi pendahuluan dan identifikasi masalah. 2) tahap pengumpulan data. 3) analisis data sebagai jawaban dari masalah. 4) kesimpulan. Sampel yang digunakan ialah sampel jenuh yang berjumlah 17 anak. Alat pengumpulan data berupa tes dan lembar observasi. Hasil dari penelitian ini bahwa 1) kemampuan matematika anak usia 5-6 tahun di Kober Al-Hidayah Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis termasuk dalam kriteria berkembang sesuai harapan dengan persentase 74,26% dari total seluruh anak, 2) kemampuan mengenal angka kardinal anak usia 5-6 tahun di Kober Al-Hidayah Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis memiliki persentase sebanyak 94,11% dari total seluruh anak, dan pada kemampuan mengenal angka ordinal memiliki persentase sebanyak 69,11% dari total seluruh anak, dan 3) kemampuan mengenal geometri 2 dimensi anak usia 5-6 tahun di Kober Al-Hidayah Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis memiliki persentase sebanyak 70,58% dari total seluruh anak, sedangkan pada kemampuan geometri 3 dimensi memiliki persentase sebanyak 57,35% dari total seluruh anak.
Penggunaan Media Kartu Kata Bergambar untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Sunda Anak Usia Dini pada Kelompok B di TK PGRI Cibeureum Yasbiati, Yasbiati; Pranata, Oyon Haki; Fauziyah, Fitriani
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.228 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i1.7155

Abstract

This study was conducted based on findings related problem with the lack of vocabulary Sundanese early childhood on the group B TK PGRI Cibeureum, this is due to lack of familiarity and use of Sundanese language, as well as the stimulus provided only a librettist. One alternative used in this research is using pictorial word card media. According to some media experts said display card can enhance or enrich the vocabulary of early childhood. This study aims to improve the mastery of vocabulary early childhood Sundanese language using pictorial word card mediain group B at TK PGRI Cibeureum. This study uses a Class Action Research (PTK) and implemented in the B2 group TK PGRI Cibeureum Cibeureum District of Tasikmalaya in the second semester of the academic year in 2017 with the number of students amounted to 10 people. In addition to children, the subjects in this study were researchers, partners and media researcher pictorial word card. Classroom Action Research (CAR), which held 3 cycle by using models Kemmis and Taggart and using data collection techniques of observation and documentation. Results of research conducted showed an increase, this is evidenced by an increase in the ability of teachers in planning lessons, the ability of the teacher in the learning process, the ability of teachers in the use of media and word cards pictorial vocabulary Sundanese early childhood. Recommendations for teachers is illustrated word cards can be used as a medium of learning that children do not feel bored in learning.  Penelitian ini dilakukan berdasarkan temuan masalah yang berkaitan dengan masih kurangnya kosakata bahasa Sunda anak usia dini pada kelompok B di TK PGRI Cibeureum, hal ini dikarenakan kurangnya pembiasaan dan penggunaan bahasa Sunda, serta stimulus yang diberikan hanya berupa nyanyian. Salah satu alternatif yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan media kartu kata bergambar. Menurut beberapa ahli media kartu kata bergambar dapat meningkatkan atau memperkaya kosakata anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa sunda anak usia dini menggunakan media kartu kata bergambarpada kelompok B di TK PGRI Cibeureum. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan dilaksanakan di kelompok B2 TK PGRI Cibeureum Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya pada semester genap tahun ajaran 2017 dengan jumlah peserta didik berjumlah 10 orang. Selain anak, subjek dalam penelitian ini adalah peneliti, mitra peneliti dan media kartu kata bergambar. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 3 siklus dengan menggunakan model kemmis dan taggart serta menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan peningkatan, hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran, kemampuan guru dalam  proses pembelajaran, kemampuan guru dalam penggunaan media kartu kata bergambar serta penguasaan kosakata bahasa Sunda anak usia dini. Rekomendasi  untuk guru yaitu kartu kata bergambar dapat digunakan sebagai salah satu media dalam pembelajaran agar anak tidak merasa jenuh dalam pembelajaran.
Peningkatan Kemampuan Anak Usia Dini Mengenal Konsep Bilangan melalui Media Flashcard Rahman, Taopik; sumardi, sumardi; Fuadatun, Fitri
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.37 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i1.7167

Abstract

The background of this research by cognitive development are not optimal. This problem occurs in group A Perwari 1 Tasikmalaya kindergarten school year 2016/2017, which are still children who are not able to recognize the concept of numbers, such as the familiar symbol number and connects the symbol number with the number of objects. One possible cause is the use of teaching methods that are less precise, and also the activities carried out in the form of an assignment on the Worksheet Kids (LKA) so that children do not learn directly through concrete objects. The purpose of this study is gain an overview of the increasing ability of the child to know the concept of numbers through the use flashcard media in the learning process. This study uses classroom action research (PTK) collaborative conducted in three cycles. Each cycle (cycle) consists of four stages, namely planning, implementation, observation and reflection stages. The subjects were children in group A kindergarten Perwari 1 consisting of 16 people. Nine people were boys and seven girls. Data collection techniques in this research through observation and documentation. The results of the study the first cycle, second cycle and third cycle showed an increase: 1) the ability of teachers to plan learning by using media flashcard to improve the child's ability to recognize the concept of number, 2) the ability of teachers in implementing the learning by using media flashcard to improve the child's ability to recognize the concept of number, and 3) the ability of the child to know the concept of numbers in kindergarten Perwari 1 increased from the start to the first cycle, the second cycle, and the cycle III, after their use flashcard media. The results showed that the use flashcard media can improve the ability of the child to know the concept of numbers especially children in group A kindergarten Perwari 1 Tasikmalaya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan kognitif yang belum optimal. Permasalahan ini terjadi pada kelompok A TK Perwari 1 Tasikmalaya Tahun ajaran 2016/2017, diantaranya adalah masih ada anak yang tidak mampu mengenal konsep bilangan, seperti mengenal lambang bilangan dan menghubungkan lambang bilangan dengan sejumlah benda. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat, dan juga kegiatan yang dilaksanakan berupa penugasan pada Lembar Kerja Anak (LKA) sehingga anak tidak belajar langsung melalui benda kongkrit. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang meningkatnya kemampuan anak mengenal konsep bilangan  melalui penggunaan media flashcard pada proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap putaran (siklus) terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan refleksi.  Subjek penelitian adalah anak kelompok A TK Perwari 1 yang terdiri dari 16 orang. Sembilan orang anak laki-laki dan tujuh orang anak perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian siklus I, siklus II, dan siklus III menunjukan peningkatan: 1) kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran dengan menggunakan media flashcard untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal konsep bilangan, 2) kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media flashcard untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal konsep bilangan, dan 3) kemampuan anak mengenal konsep bilangan di TK Perwari 1 mengalami peningkatan dari mulai siklus I, siklus II, dan siklus III, setelah adanya penggunaan media flashcard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media flashcard dapat meningkatkan kemampuan anak mengenal konsep bilangan khusunya anak kelompok A TK Perwari 1 Tasikmalaya.
Kemampuan Empati Anak Usia Dini Nugraha, Dadan; Apriliya, Seni; Veronicha, Riza Kharisma
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.59 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i1.7158

Abstract

The ability of empathy is one of the factors that become the basis of the success of social interaction, because in that relationship it is necessary to understand the mutual understanding of feelings and help each other. This research was conducted in TK PGRI SID Sartika District Cineam which aimed to describe the empathy ability of early childhood. Subjects in this study were children aged 5-6 years, amounting to 10 children consisting of 5 boys and 5 girls.This research uses quantitative approach with descriptive research method. Data collection techniques used in this study are observation and field notes. Instruments in this research use observation sheet,  field note, and documentation. The results showed that from the analysis of data of empathy ability of children aged 5-6 years in TK PGRI SID Sartika District Cineam include caring attitude, tolerance attitude, and taste grace attitude, get result that the average number of items that appear for children who are at The age range of 5-6 years is 9.5 items / descriptor, hence the average achievement achievement of empathy ability of children aged 5-6 years in TK PGRI SID Sartika District Cineam with total students aged 5-6 years 10 Children get the criteria evaluation Developed As Expectations (BSH).Kemampuan empati merupakan salah satu faktor yang menjadi dasar dari suksesnya interaksi sosial, karena dalam hubungan tersebut diperlukan adanya pengertian untuk saling memahami perasaan dan saling tolong menolong. Penelitian ini dilakukan di TK PGRI SID Sartika Kecamatan Cineam yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan empati anak usia dini. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 10 orang anak terdiri atas 5 orang anak laki-laki dan 5 orang anak perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan catatan lapangan. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar obsevasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis data kemampuan empati anak usia 5-6 tahun di TK PGRI SID Sartika Kecamatan Cineam meliputi sikap peduli, sikap toleransi, dan sikap tenggang rasa, mendapatkan hasil bahwa rata-rata jumlah item yang muncul untuk anak yang berada pada rentang usia 5-6 tahun adalah sebanyak 9,5 item/deskriptor, maka dengan demikian diperoleh rata-rata capaian perkembangan kemampuan empati anak usia 5-6 tahun di TK PGRI SID Sartika Kecamatan Cineam dengan total siswa yang berusia 5-6 tahun sebanyak 10 orang mendapatkan kriteria penilaian Berkembang Sesuai Harapan (BSH).
Penggunaan Media Puzzle untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Elan, Elan; Muiz L, Dindin Abdul; Feranis, Feranis
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.695 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i1.7168

Abstract

The research was distributed by the importance of the ability to know the geometric shapes in learning in early childhood education. In a study in the OLD media, which used to use a simple media using paper and haven't been able to develop the ability to know the child in geometric shapes. This is shown by an indicator of the ability to know the geometric shapes are still low. To overcome this, the researchers select and use puzzle media didasari up studies of the literature that has been done. Formulation of the problem in this study generally lifting how the ability of teachers in designing a plan of learning through media puzzle and the ability of teachers in implementing the learning through media puzzle, increased ability to know the child in the form of geometry through the media puzzle. Whereas the aim of this research is generally to describe the ability of teachers in designing rencna learning through media puzzle and describes the ability of teachers in implementing the learning through media puzzle, increases the ability to know the child in the form of geometry through the media puzzle. The methods used in this research is a Research Collaborative Class Actions with the desian and research of Kemmis Taggard. The subject of this research is the child group B2 TK 1 Perwari Village sub district Tawang Town Tasikmalaya Tawangsari. Data collection techniques used are interviews, observation and documentation. The analysis of quantitative data using percentage and qualitative data using the Notes field. Based on the data obtained and the results of the analysis, it was concluded that the ability of teachers in designing plans and carry out learning the result very good, there is a progression of any action until I cycle cycle III. The ability to know the shape of the geometry by using the media puzzle better than each cycle I until the cycle III, compared with using media paper.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan mengenal bentuk geometri dalam pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini. Dalam pembelajaran di PAUD,  media yang digunakan menggunakan media sederhana menggunakan kertas (LKA) dan belum mampu mengembangkan kemampuan anak dalam mengenal bentuk geometri. Hal ini ditunjukkan dengan indikator kemampuan anak dalam mengenal bentuk geometri yang masih rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti memilih dan menggunakan media puzzle yang didasri atas studi pustaka yang telah dilakukan. Rumusan masalah dalam penelitian ini secara umum mengangkat bagaimana kemampuan guru dalam merancang rencana pembelajaran melalui media puzzle dan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran melalui media puzzle, peningkatan kemampuan anak dalam mengenal bentuk geometri melalui media puzzle. Sedangkan tujuan dari penelitian ini secara umum untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam merancang rencna pembelajaran melalui media puzzle dan mendeskripsikan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran melalui media puzzle, meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal bentuk geometri melalui media puzzle. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif dengan desian penelitian Kemmis dan Taggard. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B2 TK Perwari 1 Kelurahan Tawangsari Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data kuantitatif menggunakan persentase dan data kualitatif menggunakan catatan lapangan.Berdasarkan data yang diperoleh dan hasil analisis, disimpulkan bahwa kemampuan guru dalam merancang rencana dan melaksanakan pembelajaran hasilnya sangat baik, ada perkembangan dari setiap tindakan siklus I sampai siklus III. Kemampuan anak dalam  mengenal bentuk geometri dengan menggunakan media puzzle lebih baik dari setiap siklus I sampai siklus III,  dibandingkan dengan menggunakan media kertas (LKA).
Penggunaan Permainan Pesan Gambar Berantai untuk Meningkatkan Kosakata Bahasa Inggris Anak Usia Dini Nurzaman, Isitikhoroh; Yasbiati, Yasbiati; Rahmattya, Eka
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.209 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i1.7159

Abstract

This research is based on of the lack mastery of the English vocabulary in the B1 group RA AL ISTIQOMAH Cihideung in Tasikmalaya in learning English. Low mastery of English vocabulary caused by poor English vocabulary acquisition. As one of the efforts to improve English vocabulary by using picture messaging game chain. This study uses classroom action research study design models (Kemmis and Mc Taggart), which consisted of 3 cycles. At each cycle consists of four phases: planning, implementation, observation and reflection. The subjects were children RA AL ISTIQOMAH B1 group consisting of 6 boys and 5 girls. Instruments used in the form of structured observation sheet with performance indicators for each activity. Observation sheet used to assess mastery of English vocabulary by using picture messaging game chain, and to see the performance of teachers in lesson planning, implementation and use of learning games chain picture messages. From the results of the study in the first cycle, the second cycle and the third cycle there is an increase in each cycle. Based on the data that has been obtained that use serial picture messaging game can improve English vocabulary early childhood. observation and reflection.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kosakata bahasa Inggris di kelompok B1 RA AL ISTIQOMAH Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya pada pembelajaran bahasa Inggris. Rendahnya penguasaan kosakata bahasa Inggris disebabkan oleh rendahnya pemerolehan kosakata bahasa Inggris. Sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kosakata bahasa Inggris yaitu dengan menggunakan permainan pesan gambar berantai. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan desain penelitian model (Kemmis dan Mc Taggart), yang terdiri dari 3 siklus. Pada setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B1 RA AL ISTIQOMAH yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi terstruktur dengan capaian indikator pada setiap kegiatan. Lembar observasi digunakan untuk menilai penguasaan kosakata bahasa Inggris dengan menggunakan permainan pesan gambar berantai, dan untuk melihat kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penggunaan permainan pesan gambar berantai. Dari hasil penelitian pada siklus I, siklus II dan siklus III terdapat peningkatan pada setiap siklusnya. Berdasarkan data yang telah diperoleh bahwa penggunaan permainan pesan gambar berantai dapat meningkatkan kosakata bahasa Inggris anak usia dini.
Penggunaan Metode Show and Tell untuk Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Anak Usia Dini Lestari, Tri; Yasbiati, Yasbiati; Mustika, Bela Nurlaela
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.124 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i1.7169

Abstract

This action  research is based on the lack of communication skill in  young learner from TAAM HIDAYATULLAH. This problem is investigated through classroom research in teaching process in the classroom.The aim of this study is describing the things related to the use of show and tell method to incease young learner communication skill. The used methodology  in this rsearch is action research with four phases model by  Kemmis and Mc. Taggart. Every phases are consist of planning phase, action phase, observation phase and reflection phase. This research is conducted  by 11 young learners as the subject of this research study. The use of show and tell method enables to increase yung learners communication skill, that is from the children  aspect are able to do eye-contact, speak out clearly,  listen and respond appropiately.The result shows that the show and tell methodology can enhance the young learners communication skill. This result can be proved from the research that there is an increase amount 12, 1% in the phase Berkembang Sesuai Harapan(BSH) from 29,3% in the phase 1 becomes 41,4 % inthe phase 4 and also there is an increase in the phase Berkembang Sangat Baik (BSB)from 0% in the phase 1 becomes 58,6% in the phase 4. Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi anak usia dini TAAM Hidayatulloh masih mulai berkembang dalam keterampilan berkomunikasi. Masalah ini ditindaklanjuti melalui penelitian tindakan kelas dalam proses pembelajaran di kelas.Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hal – hal yang berkaitan dengan penggunaan metode show and tell untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Mc. Taggart dengan menggunakan empat siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap bertindak, tahap pengembangan, dan tahap refleksi. Penelitian ini dilakukan dengan subjek penelitian yang terdiri dari peneliti, peneliti mitra, dan anak sejumlah 11 orang. Penggunaan metode show and tell mampun untuk meningkatkan keterampila berkomunikasi anak usia dini, yaitu pada aspek anak mampu melakukan kontak mata, berbicara dengan jelas dan benar, serta mendengarkan dan merespon dengan tepat. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode show and tell dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi anak usia dini. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian bahwa terjadi peningkatan sebesar 12,1% pada tahap kemampuan Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dari 29,3% pada siklus 1 menjadi 41,4% pada siklus 4 dan terjadi peningkatan sebesar 58,6% pada tahap Kemampuan Berkembang Sangat Baik (BSB) dari 0% pada siklus 1 menjadi 58,6% pada siklus 4.
Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan 1-10 melalui Media Balok Cuisenaire pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK At-Toyyibah Gandana, Gilar; Pranata, Oyon Haki; Yulia Danti, Tannie Yulia
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.896 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i1.7160

Abstract

This study aims to improve the ability to recognize the symbol of the number 1-10 through the medium blocks of cuisenaire in children aged 4-5 years in kindergarten At TK At-Toyyibah, District Sukarame, Tasikmalaya. The type of research used is classroom action research done collaboratively with Kemmis and Mc Taggart research models. This study was carried out in three cycles. Research subjects were teachers and children aged 4-5 years with a total of 12 children, namely: 9 boys and 3 girls. The instrument used is the observation sheet (check list), which consists of teacher activity observation sheet and children activity. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis technique is done d descriptively qualitative. The indicator of success in this study, if the ability to recognize the symbol of the number 1-10 in children reached 75% percentage. The ability to recognize the 1-10 number symbols in 4-5 years old children has a significant increase each cycle. The results of observations from pre-action to cycle I showed an increase of only 1% with the average percentage of pre-action by 35% of capable children and 65% of children who have not been able to cycle I by 36% of capable children and 64% of children has not been able to. From cycle I the average percentage of 36% of children are able and 64% of children who have not been able to cycle to 65% capable children and 35% of children who have not been able. Then from cycle II the average percentage of 65% of children capable and 35% of children who have not been able to cycle II of 83% capable children and 17% of children who have not been able and have achieved success indicators. Thus, it can be concluded that the media blocks of cuisenaire can increase the ability to recognize the symbol of the number 1-10 in children aged 4-5 years in kindergarten At-Toyyibah, District Sukarame, Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan 1-10 melalui media balok cuisenaire pada anak usia 4-5 tahun di TK At-Toyyibah, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif dengan model penelitianKemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini dilaksanakan ke dalam tiga siklus. Subjek penelitian yaitu guru dan anak usia 4-5 tahundengan jumlah 12 anak, yaitu: 9 anak laki-laki dan 3 anak perempuan. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi (check list), yang terdiri dari lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas anak.Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriftif kualitatif. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini, apabila kemampuan mengenal lambang bilangan 1-10 pada anak mencapai persentase 75%. Kemampuan mengenal lambang bilangan 1-10 pada anak usia 4-5 tahun mengalami peningkatan yang signifikan setiap siklusnya. Hasil observasi dari pra tindakan ke siklus I menunjukkan peningkatan walaupun hanya 1% dengan rata-rata persentase pada pra tindakan sebesar 35% anak yang mampu dan 65% anak yang belum mampu ke siklus I sebesar 36% anak yang mampu dan 64% anak yang belum mampu. Dari siklus I rata-rata persentase sebesar 36% anak yang mampu dan 64% anak yang belum mampu ke siklus II sebesar 65% anak yang mampu dan 35% anak yang belum mampu. Kemudian dari siklus II rata-rata persentase sebesar sebesar 65% anak yang mampu dan 35% anak yang belum mampu ke siklus III sebesar 83% anak yang mampu dan 17% anak yang belum mampu dan telah mencapai indikator keberhasilan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media balok cuisenaire dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan 1-10 pada anak usia 4-5 tahun di TK At-Toyyibah, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya.

Page 1 of 2 | Total Record : 12