cover
Contact Name
Rahmad Fauzi
Contact Email
udauzi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
udauzi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
ISSN : 25274295     EISSN : 26146061     DOI : -
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 2,820 Documents
BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI IDIOM DALAM BAHASA BATAK TOBA Immanuel Silaban; Mulyadi .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.45 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, jenis, makna, dan fungsi idiom yang terkandung dalam bahasa Batak Toba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dan bentuk penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah cerita percakapan yang mengandung idiom dalam bahasa Batak Toba. Sumber data penelitian ini adalah percakapan yang diucapkan oleh pembicara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik percakapan,wawancara, dan teknik rekaman. Berdasarkan hasil analisis data dapat ditemukan bentuk idiom bahasa Batak Toba yang berasal dari percakapan dalam bentuk gabungan kata. Jenis idiom dibagi menjadi dua, yaitu idiom penuh, dan idiom parsial. Arti idiom adalah makna yang menyimpang dari unsur makna leksikal konstituen dalam konteks kalimat. Fungsi idiom terkait erat dengan penggunaan idiom yaitu untuk memberikan nasihat, sindiran, dan memberikan pengajaran.
RELATIVE CLAUSE LANGUAGE JAVA AND HOKKIEN: A COMPARATIVE ANALYSIS Surya Kelana Putra; Mulyadi .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.881 KB)

Abstract

Bahasa adalah suatu sarana komunikasi yang memiliki struktur dan makna yang bebas sebagai tanda menyimpulkan suatu tujuan.Adapun tulisan ini berisi perbandingan klausa relatif dalam bahasa Jawa dan bahasa Hokkien, dimana pembahasan pada klausa relatif sangat produktif dalam dua bahasa tersebut. Ada perbedaan yang dapat ditemukan dalam bandingan tersebut. Perbedaan itu didasarkan pada perbedaan sintaksis kedua bahasa. Dalam bahasa Jawa klausa relatif hampir sebagian besar menggunakan pronomina relatif sing terutama pronomina yang merelatifkan subjek, objek, kata benda, predikat dan nomina. Berbeda dengan bahasa Hokkien, pronomina relatif dalam klausa relatif sangat tidak beragam, maksudnya kadang menggunakan pronomina yang atau tidak menggunakan pronominal yang sama sekali, Dalam tulisan ini dibatasi pada pronomina relatif sing dalam bahasa Jawa dan personal pronomina relatif yang berbasis pada persona pronomina pada bahasa Hokkien. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dan komparatif. Pada penelitian ini mendeskripsikan klausa relatif dalam bahasa Jawa dan bahasa Hokkien. Dalam deskripsi bahasa Jawa klausa relatif akan diuraikan berdasarkan fungsi sintaksisnya pengganti subjek, pengganti objek, dan pengganti nomina, pengganti kata benda dan predikat. Begitu juga dalam bahasa Hokkien.
KONSTRUKSI VERBA RESIPROKAL BAHASA KARO Bertova Simanihuruk; Mulyadi .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.895 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi verba resiprokal bahasa Karo yang terdapat pada 13 sastra lisan Karo berbentuk cerita rakyat (turi-turian). Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kulitatif melalui pendekatan Teori Pengikatan (Binding Theory). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Karo mengekspresikan verba resiprokal dengan dua cara, yaitu 1) verba resiprokal murni yaitu verba dasar dan adjektiva; dan 2) verba resiprokal turunan secara morfologis melalui tiga jenis konstruksi, yaitu: 1) pembentukan dengan afiksasi yang terdiri atas tujuh konstruksi, yaitu: prefiks er- + kata dasar (N), prefiks er- + kata dasar (N) + suffiks -i, prefiks si- + kata dasar (V) + suffiks -ken, prefiks si- + kata dasar (V, N, A) + suffiks -en, prefiks ni- + kata dasar (N) + suffiks -ken, prefiks en- + kata dasar (N) + suffiks -ken, dan prefiks si- + kata dasar (V) + suffiks -n; 2) pembentukan dengan reduplikasi yang terdiri atas empat konstruksi, yaitu: reduplikasi kata dasar (N), prefiks er- + reduplikasi kata dasar (N), prefiks si- + reduplikasi kata dasar (V), dan prefiks si- + reduplikasi kata dasar (V) + suffiks -en; dan 3) pembentukan dengan komposisi yaitu verba + frasa kata depan.
KONSTRUKSI PASIF BAHASA ANGKOLA: TEORI X-BAR Ilham Sahdi Lubis; Mulyadi .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.13 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji kontruksi pasif pada Bahasa Angkola dengan menggunakan pendekatan morfosintaksis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konstruksi pasif pada bahasa Angkola serta mencari pola-pola apa saja yang terdapat pada konstruksi bahasa Angkola dengan menggunakan pisau analisis morfosintaksis. Teori yang digunakan mengacu kepada Chung (1976) dalam Purwo (1991) pasif dalam bahasa Indonesia dapat dibedakan menjadi dua, pertama pasif kanonis (canonical passive) dan kedua pasif pengedepanan objek (passive which has the surface form of on object tapicalization). Pasif kanonis ini merupakan diatesis aktif. Predikat verba pasif kanonis dimarkahi oleh afiks di-, di--i, dan di--kan, sedangkan pasif pengedepanan objek predikatnya tidak bermarkah, tetapi ditandai oleh pronomina persona (pronomina diri). Tiga tahapan dalam penelitian ini adalah mulai dari pengumpulan data, analisis data dan penyajian hasil data analisis. Data penelitian berupa kalimat-kalimat dalam bahasa Angkola baik lisan maupun tulisan. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Dalam penelitian ini ditemukan pola konstruksi pasif Bahasa Angkola yang dianalisisdenganteori X-bar adalahFN yang bergabungdengan N’ dan membentuk N dan diikutidenganspesifier dan adjektiva, selainituada pulapolastrukturkonstruksipasif FV bergabungdengan V’ dan membentuk V diikuti oleh NP yang bergabungdengan N’ membentuk N dan diikutidenganspesifier.
VERBA EMOSI SEDIH DALAM BAHASA JAWA: KAJIAN SEMANTIS Mayasari .; Mulyadi .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.87 KB)

Abstract

Penelitian ini fokus pada verba emosi dalam bahasa Jawa yang direfleksikan dalam teori Metabahasa Semantik Alami (MSA). Data penelitian ini berupa pola-pola tuturan dan kalimat, utamanya yang mengekspresikan verba emosi sedih dalam bahasa Jawa. Data lisan diperoleh melalui penerapan metode simak dan metode cakap. Data tulis dikumpulkan dari novel dan kamus. Data intuisi dibangkitkan secara introspektif untuk melengkapi kekurangan yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal dan metode formal. Metode informal tampak dalam penggunaan kata-kata atau kalimat yang dikembangkan secara deduktif dan induktif. Metode formal direalisasikan melalui pemakaian tanda, gambar, dan diagram untuk menerangkan contoh-contoh data. Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa makna leksikon pada setiap kata turunan dari verba emosi ‘sedih’ dalam Bahasa Jawa dapat dipahami maknanya secara diskret dan tuntas dengan adanya suatu bentuk makna. Verba pada keadaan ini bisa terjadi terhadap manusia, hewan maupun benda mati. Dalam bahasa Jawa terdapat 10 keterkaitan antara verba emosi yang mengacu pada makna ‘sedih’. Keseluruhan kata tersebut dieksplikasikan untuk menentukan makna akhir dari kata tersebut agar tidak dijumpai kekaburan pada maknanya.
VERBA EMOSI SENENG DALAM BAHASA JAWA: KAJIAN SEMANTIK Zuindra .; Mulyadi .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.325 KB)

Abstract

Ekspresi emosi merupakan salah satu bagian yang penting dalam hubungan interpersonal manusia. Penelitian ini menganalisis Verba emosi seneng dalam bahasa Jawa sebagai sumber data.Dalam menganalisis verba emosi seneng, perangkat yang digunakan yaitu makna asali dari teori Metabahsa Semantik Alamiyang digagas olehAnnaWierzbicka(1996).Dalam penelitian ini, data yang diambil berupa tuturan dan kalimat yang mengekspresikan verba emosi seneng dalam bahasa Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Hasil dari penilitian ini menunjukan bahwa verba emosi seneng memiliki arti yang cenderung sama dengan bagian kata seperti bungah, surah, ngugemi dan marem. Dan Secara semantis penelilitian bahasa Jawa dicirikan sebagai ‘X merasa sesuatu yang senang karena X mengiginkannya’.
HUBUNGAN KEBISINGAN DENGAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MAS AL WASHLIYAH 22 TEMBUNG KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG Khodijah Tussolihin Dalimunthe; Mona Vista Ratna Sari
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.688 KB)

Abstract

Kebisingan adalah bunyi yang tidak dikehendaki dari suatu usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan, termasuk ternak, satwa, dan sistem alam. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kebisingan jalan raya dengan tingkat konsentrasi siswa MAS Al Washliyah 22 Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang Tahun 2019. Jenis penelitian ini bersifat Analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini akan dilaksanakan di Sekolah MAS Al Washliyah 22 Tembung yang terletak di Jalan Besar Tembung No. 78, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Populasi penelitian ini yaitu sebanyak 428 orang siswa yang terbagi menjadi 14 kelas dengan sampel yaitu sebanyak 96 orang siswa Pengumpulan data dengan wawancara, pengukuran tingkat kebisingan dan kuesioner. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan tes Chi-Square serta memakai tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Hasil uji statistik dengan menggunakan tes Chi-Square diperoleh nilai probabilitas 0,037 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebisingan dengan konsentrasi belajar siswa MAS Al-Washliyah 22 Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang tahun 2019. Diharapkan pihak sekolah melakukan penanaman pohon bambu disekitar ruas jalan pintu gerbang sekolah untuk mengurangi tingkat kebisingan yang dialami siswa/siswi.
KONTRIBUSI KOMPETENSI PROFESIONAL TERHADAP INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI DI INSTITUT PENDIDIKAN TAPANULI SELATAN (IPTS) Erlina Sari Harahap
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.804 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1581

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada kontribusi kompetensiprofesional terhadap indeks prestasi kumulatif mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Di Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS). Hasil penelitian membuktikan bahwa ada kontribusi dan hubungan yang signifikan yang diberikan oleh variabel kompetensi professional terhadap indeks prestasi kumulatif mahasiswa pada Program Pendidikan Ekonomi Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS) Tahun Akademik 2017/2018. Hal ini terbukti dari hasil yang diperoleh yaitu t hitungsebesar 5.662dengan Sig. Observasi sebesar 0,000. Apabila nilai koefisien Sig. Observasi dibandingkan dengan taraf alpha = 0.05 tampak bahwa Sig. Observasi 0.000< 0.05 hal ini bermakna bahwa secara parsial ada kontribusi secara signifikan yang diberikan oleh variabel bebas kompetensi profesionalterhadap indeks prestasi kumulatif mahasiswa pada Program Pendidikan Ekonomi Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS) Tahun Akademik 2017/2018. Artinya jika jika seorang dosen memiliki dan mampu melaksanakan kompetensi-kompetensi yang ada terutama kompetensi professional maka secara otomatis indeks prestasi kumulatif mahasiswa akan meningkat.
KONTRIBUSI KINERJA DOSEN TERHADAP INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI DI INSTITUT PENDIDIKAN TAPANULI SELATAN (IPTS) Erlina Sari Harahap
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.017 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i1.1582

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada kontribusi kinerja dosen terhadap indeks prestasi kumulatif mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Di Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS). Hasil penelitian membuktikan bahwa ada kontribusi dan hubungan yang signifikan yang diberikan oleh variabel kinerja dosen terhadap indeks prestasi kumulatif mahasiswa pada Program Pendidikan Ekonomi Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS). Hal ini terbukti dari hasil yang diperoleh yaitu t hitungsebesar 3.016 dengan Sig. Observasi sebesar 0,004. Apabila nilai koefisien Sig. Observasi dibandingkan dengan taraf alpha = 0.05 tampak bahwa Sig. Observasi 0.004< 0.05 hal ini bermakna bahwa secara parsial ada kontribusi secara signifikan yang diberikan oleh variabel bebas kinerja dosen terhadap indeks prestasi kumulatif mahasiswa pada Program Pendidikan Ekonomi Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jika dosen berhasil dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya, melaksanakan tri dharma perguruan tinggi serta untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan maka secara otomatis indeks prestasi kumulatif mahasiswa akan meningkat.
TRADISI MARTUTUR PADA MASYARAKAT (Studi Kasus Masyarakat Desa Gunung Malintang) Sahrudin Pohan
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.09 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1583

Abstract

Salah satu dari bermacam tradisi yang terdapat dalam masyarakat desa Gunung Malintang kecamatan Barumun Tengah adalah bertutur atau martutur. Tutur atau martutur dapat diartikan sebagai satu ucapan atau kata yang digunakan pada saat berkomunikasi atau menyapa seseorang. Sehubungan dengan itu di dalam penggunaan tutur atau martutur terkandung makna kesopanan untuk menghormati dan menghargai orang lain. Oleh karena itu sudah sepantasnya bila tradisi martutur ini tetap dapat dipelihara dan dipertahankan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan tutur dalam masyarakat, mencari penyebab menipisnya kemampuan atau kesadaran masyarakat dalam bertutur dan melihat dampak negatif dengan menipisnya kesadaran masyarakat dalam bertutur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan hasil penelitian yang diperoleh diantaranya keberadaan tutur yang terdapat dalam masyarakat masih tetap utuh seperti masa-masa dahulu, penyebab menipisnya kesadaran atau kemampuan masyarakat dalam bertutur diakibatkan oleh adanya akultrasi atau percampuran budaya dan tingkat pendidikan masyarakat, dan dampak yang timbul dari menipisnya kemampuan atau kesadaran masyarakat dalam bertutur diantaranya hilangnya satu kesopanan untuk menghargai atau menghormati orang lain, semakin jauhnya pertalian hubungan kekeluargaan diantara masyarakat dan terakhir sangat dimungkinkan bila tradisi ini lama-lama menjadi hilang.

Page 64 of 282 | Total Record : 2820


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026 Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025 Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024 Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024 Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024 Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023 Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023 Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023 Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022 Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022 Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022 Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021 Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021 Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021 Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021 Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020 Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020 Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020 Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020 Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019 Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019 Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019 Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019 Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5. No. 2 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5. No.1 Juli 2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4. No.1. April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3.No.1.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 4 (2017): Vol. 4 No. 4 Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 4 (2016): Vol. 3 No. 4 Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 2 No 7 (2016): Vol. 2 No. 7 Agustus 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 More Issue