cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Articles 530 Documents
KINERJA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM MENETAPKAN PERATURAN DESA DI DESA MAPANE TAMBU KECAMATAN BALAESANG KABUPATEN DONGGALA Afandi, Mohammad; Irawan, Andi; Pariyati, Pariyati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.333 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.488

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam menetapkan peraturan desa Desa Mapane Tambu Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala. Pengambilan informan dengan cara Purpossive dengan menetapkan 5 orang menjadi informan. Guna memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian tentang kinerja BPD di Desa Mapane Tambu Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala dalam menetapkan peraturan desa dapat diukur pada Responsiveness (Responsivitas), Responsibility (Responsibilitas), Accountability (Akuntabilitas). Olehnya berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti menunjukan bahwa kinerja BPD di Desa Mapane Tambu Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala dalam menetapkan peraturan desa dengan indikator Responsiveness (Responsivitas) dalam kategori cukup baik, sedangkan Responsibility (Responsibilitas) dan Accountability (Akuntabilitas) belum cukup memadai karena terdapat kendala seperti kurang memadainya tingkat pendidikan BPD serta kurangnya sosialisasi terhadap peraturan desa setelah di tetapkan, sebagai wujud pertanggungjawaban BPD kepada masyarakat.
MENEJEMEN KETERSEDIAAN BAHAN BAKU AGROINDUSTRI TAHU KOTA PALU (STUDI KASUS PADA UKM MITRA CEMANGI) Wintolo, Kuat; Rafiuddin, Rafiuddin; Dua, Patta
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.322 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.479

Abstract

Tahu Mitra Cemangi adalah salah satu industri yang bergerak dibidang agroindustri yang memanfaatkan kedelai sebagai bahan baku dalam pembuatan Tahu. Salah satu faktor penting dalam suatu perusahaan adalah persediaan bahan baku sebagai sumber utama dalam jalannya produksi. Pada Industri Tahu Mitra Cimangi produksi tahu merupakan pekerjaan yang terus dilakukan untuk memenuhi permintaan tiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian persediaan bahan baku yang optimal, total biaya persediaan bahan baku, jumlah persediaan pengaman bahan baku, dan waktu pemesanan kembali bahan baku, pada Industri Tahu Mitra Cemangi. Penelitian ini dilakukan di Industri Tahu Mitra Cemangi di Kelurahan Duyu Kecamatan Tatanga Kota Palu Sulawesi Tengah. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) atau ditunjuk langsung dengan pertimbangan bahwa Industri Tahu Mitra Cemangi merupakan industri berskala besar dan sudah berproduksi dalam waktu yang cukup lama yaitu sejak tahun 2009, dibandingkan dengan 2 industri lainya  yang ada di Kota Palu Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2017. Jenis data yang digunakan dalam penelitan ini terdiri atas dua jenis data yang digunakan dalam penelitan ini terdiri atas dua data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini  menggunakan analisis deskriptif, analisis EOQ, TIC, Safety Stock dan ROP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pembelian optimal bahan baku kedelai sebesar 515.938,97 Kg/bulan. Biaya total persediaan bahan baku Industri Tahu Mitra Cemangi Rp 80.859.831,51. Sedangkan Safety Stok sebesar 2.33,45 Kg. Dan ROP sebesar 3.833 Kg.
IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 113 TAHUN 2014 TERHADAP PENGGUNAAN ALOKASI DANA DESA (STUDI PADA DESA TOAYA) Rifaldi, Rifaldi; Matompo, Osgar S.; Akbar, Muh.
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.785 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.470

Abstract

Implementasi peraturan menteri dalam negeri nomor 113 tahun 2014 terhadap penggunaan alokasi dana desa studi pada desa Toaya belum sepenuhnya terlaksana dalam rangka untuk kepentingan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.Rasio pembagian alokasi dana desa seperti yang diamanatkan peraturan menteri dalam negeri nomor 113 tahun 2014 terhadap penggunaan alokasi dana desa studi pada desa Toaya sudah tidak relevan lagi. Saran penelitian ini adalah  implementasi peraturan menteri dalam negeri nomor 113 tahun 2014 terhadap penggunaan alokasi dana desa studi pada desa Toaya harus dilaksanakan sepenuhnya untuk kepentingan dan pemberdayaan masyarakat dan rasio pembagian alokasi dana desa seperti yang termuat dalam peraturan menteri dalam negeri nomor 113 tahun 2014 terhadap penggunaan alokasi dana desa studi pada Desa Toaya perlu pembaharuan aturan yang mengatur rasio pembagian alokasi dana desa. (Isinya Tujuan penelitian, Metode, Hasil)
MOTIVASI KERJA PEGAWAI DINAS KESEHATAN KABUPATEN SIGI Labalado, Adham A.; Irawan, Andi; Pariyati, Pariyati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.056 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi kerja staf Institusi Kesehatan Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi yang digunakan untuk mengumpulkan data awal dan data sekunder. Jumlah informan adalah 6 (enam) orang. Lokasi utama penelitian ini adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi. Analisis data dilakukan dalam tiga langkah, yaitu reduksi data, penyediaan data, dan kesimpulan data, kemudian memberikan saran dan rekomendasi. Kesimpulan yang peneliti peroleh dari penelitian ini adalah Staf Institusi Kesehatan Kabupaten Sigi secara filosofis belum memenuhi kebutuhannya, terutama kebutuhan yang penting mengecualikan makanan dan minuman, jika mereka hanya meng-quaranteet gaji sebagai pegawai negeri. Kebutuhan lain yang belum terpenuhi perlu adanya apresiasi, sedangkan kebutuhan akan keselamatan sudah terpenuhi, tetapi hanya status PNS negara, kebutuhan keamanan pekerja paruh waktu belum terpenuhi. Selanjutnya, kebutuhan sosial dan kebutuhan selfactualization telah terpenuhi untuk semua staf. Ketidakmampuan beberapa kebutuhan terutama, kebutuhan filosofis telah cukup mempengaruhi pekerjaan staf karena mereka mencari pekerjaan tambahan dari pekerjaan utama mereka sebagai staf.             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi kerja staf Institusi Kesehatan Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi yang digunakan untuk mengumpulkan data awal dan data sekunder. Jumlah informan adalah 6 (enam) orang. Lokasi utama penelitian ini adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi. Analisis data dilakukan dalam tiga langkah, yaitu reduksi data, penyediaan data, dan kesimpulan data, kemudian memberikan saran dan rekomendasi. Kesimpulan yang peneliti peroleh dari penelitian ini adalah Staf Institusi Kesehatan Kabupaten Sigi secara filosofis belum memenuhi kebutuhannya, terutama kebutuhan yang penting mengecualikan makanan dan minuman, jika mereka hanya meng-quaranteet gaji sebagai pegawai negeri. Kebutuhan lain yang belum terpenuhi perlu adanya apresiasi, sedangkan kebutuhan akan keselamatan sudah terpenuhi, tetapi hanya status PNS negara, kebutuhan keamanan pekerja paruh waktu belum terpenuhi. Selanjutnya, kebutuhan sosial dan kebutuhan selfactualization telah terpenuhi untuk semua staf. Ketidakmampuan beberapa kebutuhan terutama, kebutuhan filosofis telah cukup mempengaruhi pekerjaan staf karena mereka mencari pekerjaan tambahan dari pekerjaan utama mereka sebagai staf.
ANALISIS KOORDINASI CAMAT DI KECAMATAN BAMBALAMOTU KABUPATEN MAMUJU UTARA Wangsyah, Makmur; Irawan, Andi; Pariyati, Pariyati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.169 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.484

Abstract

Adapun rumusan masalah yaitu 1. Bagaimana koordinasi camat di Kecamatan Bambalamotu Kabupaten Mamuju Utara 2. Apa faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan koordinasi camat di Kecamatan Bambalamotu Kabupaten Mamuju Utara. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bambalamotu Kabupaten Mamuju Utara. Pengambilan informan mempergunakan teknik Purpossive yaitu 5 orang. Dasar penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Guna memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode pengumpulan data 1).  Observasi. 2). Wawancara 3). Dokumentasi. Analisis data yang dilakukan menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut Terdapat 2 (dua) model koordinasi yang dilaksanakan pemerintah kecamatan Bambalamotu; yakni koordinasi vertikal dan koordinasi horizontal. Koordinasi vertikal dimana dari staf bawahannya berupa pemberian laporan-laporan, pemberian saran dan usulan, pemberian petunjuk dari hasil penelitian telah terlaksanakan dengan cukup baik. Sedangkan koordinasi horizontal dari hasil penelitian belum terlaksana dengan baik yang disebabkan oleh minimnya kerjasama. Faktor yang mendukung dan menghambat koordinasi Camat di Kecamatan Bambalamotu Kabupaten Mamuju Utara. Faktor pendukung yaitu adanya undang-undang Otonomi Daerah yang lebih memberikan keluasan kepada pemerintah kecamatan Bambalamotu untuk lebih mengatur daerahnya juga menyangkut karena setiap wilayah atau daerah mempunyai tantangan dan problematik tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan. Selain itu camat selaku putra daerah dianggap mengetahui karakteristik dari masyarakat Kecamatan Bambalamotu Kabupaten Mamuju Utara sehingga dapar menempatkan perannya lebih baik. Adapun Faktor penghambat yaitu terkadang dalam rapat koordinasi terdapat kepala desa yang tidak sempat menghadiri rapat koordinasi tersebut, hal ini disebabkan terlambatnya surat yang ditunjukan kepada kepala-kepala desa untuk menghadiri rapat koordinasi tersebut tidak kontinyunya koordinasi antara camat dengan UPT dalam wilayah Kecamatan Bambalamotu Kabupaten Mamuju Utara.
FAKTOR-FAKTOR PENDORONG ALIH FUNGSI LAHAN HUTAN MENJADI PERKEBUNAN DI DESA BUKIT HARAPAN KECAMATAN BULU TABA KABUPATEN MAMUJU UTARA Sudarton, Sudarton; Rafiuddin, Rafiuddin; Anwar, Anwar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.148 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.475

Abstract

Dinamika ekonomi pasar bahwa, perubahan penggunaan lahan terjadi dari aktivitas dengan land rent yang lebih rendah ke aktivitas land rent yang lebih tinggi. Land rent diartikan sebagai nilai keuntungan bersih dari aktivitas pemanfaatan lahan per satuan luas lahan dan waktu tertentu. Pada kenyataannya seringkali terjadi berbagai distorsi yang menyebabkan perubahan penggunaan lahan menjadi tidak efisien karena land rent aktivitas tertentu (pertanian dan non budidaya) tidak sepenuhnya mencerminkan manfaat ekonomi yang dihasilkannya akibat berbagai eksternalitas yang ditimbulkan tidak terlihat dalam nilai pasar yang berlangsung. Hal ini menyebabkan proses perubahan penggunaan lahan tidak disertai dengan meningkatnya produktivitas lahan melainkan justru terjadi penurunan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pendorong alih fungsi lahan hutan di Desa Bukit Harapan Kecamatan Bulu Taba Kabupaten Mamuju Utara yang dimulai pada Bulan Oktober 2017 sampai Bulan Desember 2017. Penentuan sampel dilakukan dengan metode Snow-ball sampling (penentuan responden secara berantai) dan menggunakan metode analisis data Deskriptif. Peneliti menentukan jumlah responden 50 orang yaitu masyarakat Desa Bukit Harapan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor pendorong alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan di Desa Bukit Harapan Kecamatan Bulu Taba Kabupaten Mamuju Utara yaitu sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor kebutuhan ekonomi rumah tangga masyarakat, faktor pendidikan dan bertambahnya jumlah penduduk dari tahun-ketahun sehingga kebutuhan lahan untuk pemukimanpun semakin bertambah.
MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI KANTOR DINAS SOSIAL KOTA PALU Hardyanto, Hardyanto; Samudin, Moh. Tofan; Famrizal, Andi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.886 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.506

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi kerja pegawai di Kantor Dinas Sosial Kota Palu. Tipe  penelitian ini adalah penelitian deskriktif kualitatif dengan Tehnik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Kantor Dinas Sosial Kota Palu. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang. Data yang dibutuhkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dalam waktu kurang lebih 6 bulan. Teknik analisis data meliputi reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan serta pemberian saran-saran. Kesimpulan penelitian ini adalah beberapa pegawai Dinas Sosial Kota Palu termotivasi oleh kinginan untuk berprestasi, keinginan untuk berkuasa dalam bekerja. Sehingga mereka selalu berusaha bekerja dengan baik menyelesaikan tugas-tugasnya secara disiplin dan tepat waktu. Sedangkan sebagian pegawai lainnya tidak menjadikan prestasi dan keinginan memperoleh kekuasaan atau jabatan dalam bekerja. Pegawai inilah yang kinerjanya belum maksimal sebab mereka lebih santai dalam bekerja. Selanjutnya, kebutuhan afiliasi menjadi motivasi bagi semua pegawai dalam bekerja dan membuat mereka rajin datang ke ke kantor.
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KEDUDUKAN HUKUM ADAT KAILI DALAM PROSES PENYELESAIAN TINDAK PIDANA DI SULAWESI TENGAH Amin, Muhammad; Matompo, Osgar S.; Lestiawati, Ida
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.462 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.466

Abstract

Hasil penelitian adalah (1) posisi pengakuan Hukum Adat dalam sistem hukum nasional dapat dilihat di beberapa undang-undang dan peraturan seperti UUD 1945, UU Darurat 1951, UU No. 39 tahun 1999 dan juga tercantum dalam RUU KUHP. (2) Hukum Adat yang hidup di masyarakat ini untuk orang-orang yang masih kental budaya asli akan dirasakan. Penerapan hukum adat dalam kehidupan sehari-hari juga sering diterapkan oleh masyarakat. Saran dari penelitian ini (1) Bahwa terciptanya implementasi hukum sesuai dengan rasa keadilan masyarakat, penulis mengemukakan bahwa dalam penyusunan KUHP perlu memerhatikan nilai-nilai yang berada di daerah karena undang-undang saat ini masih menggunakan derivatif Belanda yang belum melihat nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat terutama di masyarakat adat kaili. (2) Bahwa dengan berlakunya kedua undang-undang secara berdampingan akan memiliki dampak positif yang selanjutnya akan menjamin bahwa setiap kejahatan dapat dijerat oleh kedua sistem hukum tersebut, oleh karena itu seharusnya pengadilan adat harus mempertahankan eksistensinya dan menjaga otoritasnya. sehingga penerapannya di dalam kehidupan dapat menjalankan lang-geng dan tidak terkikis seiring perubahan jaman
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN DI KELURAHAN TONDO KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU Rifaldi, Rifaldi; Samudin, Moh. Tofan; Famrizal, Andi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.678 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai kehidupan sosial ekonomi masyarakat nelayan di Kelurahan Tondo dan kendala yang dihadapai masyarakat nelayan itu sendiri dalam mengembangkan usahanya. Untuk menjawab masalah penelitian, dilakukan penelitian dengan melalui tahapan penelitian pustaka dan penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 6 orang dengan melalui teknik purposive Hasil penelitian adalah: Kehidupan sosial ekonomi masyarakat nelayan di Kelurahan Tondo: secara sosial hubungan atau interaksi tetap saja terjaga dan terbangun sebagaimana layaknya kehidupan masyarakat pada umumnya. Dalam kehidupan sehari-hari interaksi senanatiasa berjalan, kerjasama dalam berbagai wujudnya tetap ada. Interaksi yang terjadi tersebut tidak saja antar sesama nelayan tetapi juga diluar komunitas nelayan. Secara ekonomi kehidupan nelayan di Kelurahan Tondo tidak mengalami kemajuan yang berarti dari waktu ke waktu. Tingkat pendapatan mereka sebenarnya sudah memadai, tetapi tidak dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usahanya sebagai komunitas nelayan. Hambatan yang dirasakan oleh komunitas nelayan di Kelurahan Tondo antara lain: tidak adanya modal kerja baik dalam bentuk uang (dana) maupun dalam bentuk manajemen kerja yang bagus. Tidak adanya bantuan, baik dari pihak pemerintah maupun swasta dan terdapatnya nelayan yang sudah beralih ke jenis pekerjaan lain serta tidak adanya regenerasi di kalangan nelayan.
ANALISIS SISTEM PENYALURAN DANA BIDIKMISI PADA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TADULAKO PALU Zakia, Zakia; Burhanuddin, Burhanuddin; Sarifuddin, Sarifuddin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.66 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.457

Abstract

Bidikmisi merupakan bantuan biaya pendidikan berfokus kepada yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi. Sistem Informasi Manajemen (SIM) telah ada sebagai sarana informasi yang memungkinkan perencanaan serta pengendalian operasi. Terutama dalam kontrol penyaluran dana bidikmisi. Mengacu pada perundang-undangan dan kenyataan tentang program beasiswa, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian pendidikan dan kebudayaan mulai tahun 2010 telah meluncurkan program bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa, dan terjadi peningkatan pada tahun 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis sistem penyaluran dana bidikmisi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako, Sehingga bidikmisi membantu mahasiswa yang berekonomi lemah namun memiliki kemampuan intelektual. Tahapan-tahapan dan syarat untuk mendapatkan beasiswa bidikmisi tidak terlalu sulit. Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa baru yang memiliki potensi akademik yang memadai dan kurang mampu secara ekonomi untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri pada program studi unggulan yang disebut  Program Bidikmisi.  Sistem penyaluran dana bidikmisi di FKIP Untad Palu sudah efektif, transfer dana kerekening mahasiswa yang di terapkan saat ini dengan cara pertriwulan.