cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Articles 530 Documents
TINJAUAN YURIDIS PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) OLEH NARAPIDANA YANG TELAH DIVONIS HUKUMAN MATI Sumardin, Sumardin; Matompo, Osgar S.; Lestiawati, Ida
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.681 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.709

Abstract

Penelitian ini Bertujuan Untuk mengetahui pengaturan tentang penyalahgunaan narkotika didalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) oleh narapidana yang telah divonis hukuman mati serta status terpidana tersebut sebelum menerima eksekusi. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Normatif, Adapun tipe penulisan ini merupakan tipe penelitian yang berusaha mengkaji dari aspek-aspek yuridis kemudian dihubungkan dengan permasalahan yang menjadi pokok pembahasan, sehingga dapat menjawab dan menjelaskan permasalahan yang muncul dalam skripsi ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terpidana mati yang melakukan tindak pidana narkotika di dalam Lembaga Pemasyarakatan disidang kembali untuk mengantisipasi apabila terpidana mati melakukan pengajuan permohonan grasi dan permohonan grasinya diterima oleh Presiden sehingga pidananya dirubah dari pidana mati menjadi pidana penjara selama kurun waktu tertentu. Begitu halnya Status terpidana mati di dalam Lembaga Pemasyarakatan sebenarnya hanya dititipkan untuk menunggu masa eksekusi. Pembinaan yang diterapkan pada terpidana mati sama dengan pembinaan yang diterapkan pada terpidana penjara karena di Indonesia hanya ada sistem pembinaan yang bersifat umum saja, belum ada pengaturan mengenai pembinaan yang khusus ditujukan bagi terpidana mati. Bagi terpidana mati yang sudah mengakui kesalahannya, satu-satunya upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengajukan permohonan grasi. Putusan pidana mati dapat dirubah apabila permohonan grasi yang diajukan diterima oleh Presiden. Adapun saran penulis adalah negara harus menyusun undang-undang yang mengatur mengenai terpidana mati yang melakukan tindak pidana di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Penyusunan undang-undang tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian hukum dan pedoman pemidanaan terhadap terpidana mati, serta diharapkan pemerintah mengatur daluarsa eksekusi, bagi yang sudah mengajukan grasi daluarsanya setelah menerima putusan dari Presiden dan bagi yang tidak mengajukan grasi ditetapkan daluarsanya setelah menerima putusan dari hakim yang berkekuatan hukum tetap. Kata Kunci : Narkotika, Terpidana Mati, Lembaga Pemasyarakatan 
PERAN GURU AQIDAH AKHLAK DALAM MEREKONSTRUKSI KONSEP DIRI PESERTA DIDIK DI KELAS VII MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI BIAU KABUPATEN BUOL Bilgais, Sukma A.; Normawati, Normawati; Lasawali, Adhriansyah A.
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.684 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.939

Abstract

          Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui deskripsi Peran Guru Aqidah Akhlak daalam Merekontruksi Konsep Diri Peserta Didik Di Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Biau Kabupaten Buol dan untuk mengetahui implikasi Peran Guru Aqidah Akhlak daalam Merekontruksi Konsep Diri Peserta Didik Di Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Biau Kabupaten Buol. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan tujuan untuk mengetahui Peran Guru Aqidah Akhlak dalam Merekontruksi Konsep Diri Peserta Didik Di Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Biau Kabupaten Buol.          Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Guru Aqidah Akhlak dalam merekontruksi konsep diri peserta didik di kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Biau Buol sebagai berikut: 1) selalu membimbing siswa-siswi untuk membentuk konsep diri yang positif dalam hal ini berperilaku dengan baik, mengingatkan jika mereka melakukan perbuatan yang tidak baik dan cara mengembangkan konsep diri peserta didik yaitu dengan cara: Self-apprasial, reaction and response, roles you palay-role taking, reference groups dan berfikir negatif 2) selalu berusaha berusaha memeberikan contoh yang baik bagi siswa agar para siswa memberikan feedback yang baik pula dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi Peran Guru Aqidah Akhlak dalam merekontruksi konsep diri peserta didik di kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Biau Buol yaitu Peran guru Aqidah Akhlak dalam merekontruksi konsep diri siswa di kelas VII Madrasah Tasanawiyah Negeri Biau Buol kabupaten sudah terlihat jelas dalam kesehariannya disekolah, baik dalam bidang ibadah maupun bidang Aqidah. Dalam bidang ibadah seperti shalat berjamaah, memabaca al-Quran, hafalan al-Quran, dan sering mengikuti kajian Islam merupakan contoh-contoh kegiatan yang sudah biasa dilakukan oleh siswa secara rutin. Sedangkan dalam bidang Aqidah, seperti mengucapkan salam baik bertemu dengan guru maupun sesama siswa, menghormati dan mematuhi setiap nasehat baik berupa perintah maupun larangan yang diberikan oleh guru maupun dari sekolah. Kata Kunci              : Peran Guru, Rekonstruksi, Konsep Diri
UPAYA GURU AQIDAH AKHLAK DALAM MENGATASI PERILAKU PESERTA DIDIK DI MTs LAKEA Sutrisno, Sutrisno; Kadir, Surni; Masdul, Muh. Rizal
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.437 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.744

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana peranan dan implikasi pendidikan agama islam Terhadap Upaya Guru Aqidah Akhlak Dalam Mengatasi Perilaku Peserta Didik Di MTS Lakea. Sebagi bentuk perwujudan pendidikan nasional yang bermutu olehkarena harus di barengi dengan pendidikan agama Islam yang sangat perlu ditingkatkan terutama masalah pembentukan akhlak, agar pengetahuan tentang agama dapat seimbang dengan pengetahuan umum yang dimilikinya.Agar siswa dapat bahagia dan selamat dunia dan akhirat. Pendidikan merupakan salah satu bidang garapan yang amat penting dalam pembangunan suatu bangsa, karena pembangunan suatu bangsa yang tidak dibarengi dan diiringi pembangunan akhlak, moral dan etika, maka pembangunan itu tidak akan seimbang, jika pendidikan hanya mementingkan ilmu pengetahuan umum, tanpa diberikan ilmu agama dan penanaman akhlak dalam mebentuk prilaku siswa, maka akan tumbuh generasi bangsa yang pintar dan beri lmu tetapi tidak berprilaku dan berakhlak yang baik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, dengan mengambil lima sampel satu sebagai kepala sekolah, dua sebagai guru agama islam, dan dua lagi sebagai seorang siswa. Dengan hasil penelitian (1) sebagai peranan pendidikan agama islam Terhadap Upaya Guru Aqidah Akhlak Dalam Mengatasi Perilaku Peserta Didik Di MTS Lakea, bahwasanya Proses pembelajaran pendidikan Aqidah Akhlak yang tidak hanya memperhatikan aspek kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun juga melalui pendekatan-pendekatan emosional guru kepada setiap individu yang bermasalah atau dinilai kurang baik dalam bertingkah laku menghasilkan efek baik pada mutu akhlak siswa itu sendiri, yakni dengan berkurangnya kasus-kasus penyimpangan perilaku siswa. Moral-moral siswa dalam bertingkah laku semakin tertata karena kebiasaan-kebiasaan yang diterapkan di sekolah tersebut. Serta didukung dengan adanya aturan-aturan yang diberlakukan untuk menyempurnakan akhlak siswa tersebut.  keefektifitasan pendidikan agama Islam dalam mengentas problem penyimpangan seksual di MTs Lakea. (2) dan sebagai implikasi pendidikan Aqidah AkhlakTerhadap Upaya Guru Aqidah Akhlak Dalam Mengatasi Perilaku Peserta Didik Di MTS Lakea, menggamPendidikan Aqidah Akhlak di sekolah atau madrasah bertujuan untuk menumbuhkan dan menbarkan bahwasanya ingkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi Manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketaqwaan, berbangsa dan bernegara. Kata Kunci        :  Upaya, Aqidah Akhlak, Peserta Didik, MTs Lakea
HUBUNGAN ANTARA ASAP ROKOK DAN ALERGI DEBU DENGAN PENYAKIT ASMA BRONKIAL DI PUSKESMAS SINGGANI KOTA PALU Kasim, Novianti; Afni, Nur; Moonti, Sriwahyuni
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.029 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.792

Abstract

Asma sebagai kumpulan tanda dan gejala wheezing (mengi) dan atau batuk dengan karakteristik sebagai berikut; timbul secara episodik dan atau kronik, cenderung pada malam hari/dini hari (nocturnal), musiman, adanya faktor pencetus diantaranya aktivitas fisik dan bersifat reversibel baik secara spontan maupun dengan penyumbatan, serta adanya riwayat asma atau atopi lain pada pasien/keluarga, sedangkan sebab-sebab lain sudah disingkirkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara asap rokok dan alergi debu dengan kejadian asma bronkial di Puskesmas Singgani Kota Palu. Populasi dan sampel pada penelitian ini ialah semua pasien yang berkunjung di Puskesmas Singgani Kota Palu khususnya dipoli dewasa. Sedangkan jumlah sampel pada penelitian ini adalah 96 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Dengan uji yang digunakan yaitu uji chi-square. Berdasarkan hasil uji chi-square yang dilakukan menunjukan bahwa asap rokok  memiliki hubungan dengan kejadian asma bronkial dengan nilai p value = 0,026 dan untuk alergi debu menunjukan bahwa ada hubungan dengan kejadian bronkial  dengan nilai p value = 0,000. Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa hubungan antara asap rokok dengan penyakit asma bronkial memiliki hubungan yang signifikan. Dan hubungan antara alergi debu dengan penyakit asma bronkial juga memiliki hubungan yang signifikan. Diharapkan  bagi pihak Puskesmas Singgani agar rutin melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat khususnya penderita asma bronkial tentang kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya.Kata Kunci: Asap Rokok, Alergi Debu, Asma Bronkial             
NINGKATKAN PEMAHAMAN MEMBACA SISWA KELAS DELAPAN MTS NEGERI 1 PALU MELALUI TEKHNIK HERRINGBONE Arnisa, Arnisa; Hente, Muh. Asri; Arid, Muhammad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.081 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.639

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian eksperimental semu sebagai desain penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestasi penggunaan tekhnik Herringbone untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa kelas delapan MTs. Negeri 1 Palu. Siswa memiliki tiga masalah, salah satu dari masalah tersebut; siswa memiliki masalah terbatas sehingga mereka tidak mampu untuk memahami teks. Instrumen pengumpulan data adalah tes pemahaman membaca (Pra-test dan Post-test). Pra-test dilakukan untuk mengukur pemahaman mereka setelah perlakuan. Data ini telah dianalisis secara statistik dan smapelnya adalah 54 siswa. Ini diambil daris siswa kelas delapan MTs Negeri 1 Palu. Mereka dibagi menjadi dua grup. Grup eskperimen dan grup kontrol. Penemuan penelitian ini menunjukkan bahwa t-hitung adalah 2.353. Signifikan level ini ada 0.05 dan derajat kebebasan adalah 52. Berdasarkan derajat kebebasan t-table adalah 2.013. Nilai t-hitung lebih tinggi dari t-table. Itu dimaksudkan bahwa hipeotesis penelitian diterima. Dengan kata lain, menggunakan tehknik Herringbone dapat meningkatkan pemahaman membaca siswa secara efektif. Kata kunci: Meningkatkan, Pemahaman membaca, Tekhnik Herringbone. 
PERSEPSI AKSEPTOR DALAM MEMILIH METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI DESA TAMPAURE KECAMATAN BAMBAIRA KABUPATEN PASANGKAYU Yeyen, Yeyen; Salham, Munir; Anshar, Muh.
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.725 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.843

Abstract

Pelayanan Keluarga Berencana merupakan salah satu target yang harus dicapai dalam tujuan Sustainable Development Goal’s (SDG’s). Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan metode kontrasepsi yang paling efektif untuk menurunkan angka kelahiran. Jenis metoda yang termasuk ke dalam MKJP adalah kontrasepsi mantap pria dan wanita (tubektomi dan vasektomi), Implant dan Intra Uterine Device (IUD)/Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR). Salah satu MKJP untuk pria adalah Vasektomi dengan cara melakukan tindakan mengikat/memotong saluran spermatozoid yang berasal dari testis, sehingga semen (air mani) tidak lagi mengandung spermatozoid (sel kelamin pria). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi akseptor dalam memilih metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) Vasektomi.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan jumlah 8 informan. Data yang dianalisis adalah hasil wawancara dengan akseptor KB aktif.Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi informan mengenai KB sudah cukup baik, dibuktikan dengan jawaban mereka dalam pertanyaan pengetahuan akseptor mengenai KB yakni untuk menjarangkan kelahiran anak dan untuk pembatasan tingkat kelahiran. Persepsi informan mengenai MOP atau vasektomi belum baik, hal ini dibuktikan dengan sebagian besar informan tidak mengetahui mengenai vasektomi, namun ada informan yang mengetahui tentang vasektomi tapi tidak memahami dengan benar..Kesimpulannya adalah Persepsi Informan mengenai KB secara umum sudah cukup baik. Persepsi Informan mengenai Vasektomi belum baik. Persepsi informan mengenai dampak dan manfaat MKJP selain vasektomi sudah baik. Persepsi informan mengenai pengalaman menggunakan MKJP non vasektomi cukup baik. Saran dalam penelitian ini adalah perlu dilakukannya komunikasi, informasi dan edukasi secara berkelanjutan mengenai  program MKJP vasektomi. Kata Kunci: KB, MKJP, Akseptor, Vasektomi, Metode Operasi Pria
Analisis Pengawasan Pegawai Pada Kantor Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sulawesi Tengah Nitasyawal, Mulyani; Nurmiati, Nurmiati; Fery, Fery
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.563 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.671

Abstract

Penelitian ini betujuan : 1) Untuk mengetahui pelaksanaan pengawasan pimpinan dalam hal ini   Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sulawesi Tengah. 2). Untuk mengetahui faktor yang menjadi pendukung dan penghambat pelaksanaan pengawasan pimpinan dalam hal ini   Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sulawesi Tengah dan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pengawasan terhadap kinerja pegawai Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Untuk memperoleh data, baik data primer maupun data sekunder dilakukan serangkaian metode yang terdiri atas: pengamatan (observasi) Wawancara dan penelusuran dokumentasi untuk data primer dan melakukan penelusuran daftar pustaka untuk memperoleh data sekunder. Informan penelitian ini adalah sebanyak 5 orang yang ditetapkan secara purposive. Hasil penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:Pengawasan Kepala Dinas Perumahan  Kawasan  Permukiman  dan  Pertanahan  Provinsi  Sulawesi  Tengah  merupakan suatu usaha atau tindakan yang dilakukan berupa pemeriksaan dan pengkajian untuk mengetahui  dan  menilai  apakah  kegiatan  yang  dilakukan  staf  atau  pegawai  telah  sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya atau tidak.Sistem  atau  pola  pengawasan  pimpinan  terhadap  bawahan  yaitu  melalui  pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung.Pengawasan langsung yaitu pengawasan yang dilakukan atasan dengan cara mendatangi dan memeriksa secara langsung terhadap para staf bawahan. Yang diawasi dalam hal ini adalah para staf dan bidang-bidang serta seksi-seksi, sehingga apabila dianggap perlu pimpinan dapat langsung memberikan petunjuk dan instruksi ataupun keputusan secara lansung menyangkut dan mempengaruhi jalannya pekerjaan ini dilaksanakan secara berjenjang berdasarkan ruang lingkup tanggung jawabnya. Pengawasan tidak langsung yaitu berupa pengawasan yang dilaksanakan oleh pimpinan terhadap bawahan yang memberikan bentuk laporan-laporan kegiatan, baik dalam bentuk kata-kata dan atau data  statistik  yang  menggambarkan  hasil  yang  telah  dicapai.  Kedua  bentuk  pengawasantersebut berpengaruh terhadap pelaksanaan pekerjaan bagi tiap-tiap pegawai.  Kata kunci : Pengawasan pegawai.
PENERAPAN KONSEP RESTORATIVE JUSTICE DALAM PROSES PENYELESAIAN TINDAK PIDANA ADAT NGATA TORO P, Abdul Jaelani; Purnawati, Andi; Maisa, Maisa
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.87 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.700

Abstract

          Penerapan Konsep Restorative Justice Dalam Proses Penyelesaian Tindak Pidana Adat Ngata Toro Metode yang digunakan dalam  penulisan skripsi ini adalah menggunakan pendekatan Penelitian secara yuridis empiris. Penelitian ini bertujuan : (1)Untuk mengetahui eksistensi hukum pidana adat Ngata Toro Kecamatan Kulawi (2) Untuk mengetahui penerapan penyelesaian tindak pidana adat Ngata Toro dalam Konsep Restorative Justice. Hasil Penelitian ini adalah (1) Hukum pidana adat ngata toro masih eksis dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat adat ngata toro, hukum adat ngata toro masih diterapkan, dihormati, dikerjakan, dijalani, berkembang dan menjadi aturan yang hidup di dalam masyarakat adat ngata toro, hukum pidana tersebut juga masih diterapkan terhadap masyarakat, baik itu masyarakat ngata toro sendiri atau orang luar yang melakukan tindak pidana tersebut dan diselesaikan secara musyawarah dengan menggunakan rumah adat sebagai tempat pengambilan putusan   (2) Bahwa terhadap hukum adat ngata toro  yang sampai saat ini eksis dan masih diberlakukan. Terhadap setiap penanganannya yang dilakukan dengan cara musyawarah mufakat yang sesuai dengan suatu model penerapan Restorative Justice yang pelibatannya paling luas. Dalam forum ini yang bukan hanya korban, pelaku, keluarga atau mediator saja tapi juga anggota masyarakat yang merasa berkepentingan dengan perkara tersebut. Jadi Restorative Justice dan hukum adat dalam penerapannya selaras. Saran dalam Penelitian ini adalah (1). Kiranya terhadap hukum adat di Ngata Toro yang sampai saat ini masih eksis dan diberlakukan untuk masyarakat diwilayah tersebut hingga pada masyarakat luar yang masuk dalam wilayah hukum adat Ngata Toro kiranya pihak pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap hukum adat yang hidup di masyarakat dengan memberikan perlindungan hukum terhadap pemberlakuan hukum adat Di Ngata Toro agar dapat memberikan jaminan secara eksplisit (2) Dengan bertambahnya pengetahuan-pengetahuan tentang Konsep Restorative justice dan hukum adat, diharapkan bekal yang ada diexplore, diterapkan dan digunakan dengan baik dalam bermasyarakat. Sehingga tercipta kaidah-kaidah yang ada, terkhusus pembangunan hukum yang menjurus pada pembangunan hukum adat.  Kata  Kunci : Restorative justice, Tindak Pidana Adat
TANGGUNGJAWAB PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK MELALUI MEDIA SOSIAL MENURUT UNDANG- Darmawan, Abdu Rahman; Haling, Syamsul; Bram, Abd. Malik
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.589 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan pencemaran nama baik melalui media sosial menjadi tindak pidana dan untuk menganalisis sanksi  pertanggungjawaban pidana pelaku pencemaran nama baik menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa pada KUHP permulaan pelaksanaan dimulai pada saat pelaku memasukkan pada media cetak, sedangkan pada undang-undang informasi dan transaksi elektronik (ITE) permulaan pelaksanaan ketika perasaan korban merasa di serang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pencemaran nama baik dapat menjadi tindak pidana menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku apabila ketika perasaan korban terserang, dan pelaku pencemaran nama baik dapat dipertanggungjawabkan apabila terbukti mendistribusikan, mentransmisikan, membuat dapat diaksesnya, melawan hukum, yang dilakukan tanpa hak. Sedangkan saran dalam penelitian ini adalah sebaiknya diatur secara spesifik permulaan pelaksanaan tindak pidana pencemaran nama baik untuk menentukan pada saat mana korban terserang nama baiknya, dan sebaiknya sanksi pencemaran nama baik melalui media sosial menggunakan stelsel sanksi pidana menurut undang-undang informasi dan transaksi elektronik (ITE). Kata Kunci: Tanggungjawab Pid­­ana, Media Sosial, dan Pencemrana Nama Baik
MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASSED LEARNING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADIS DI KELAS VIII MTS LAKEA Marzuki, Marzuki; Kadir, Surni; Gazali, Gazali
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.09 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.735

Abstract

Skripsi ini membahas tentang Model Pembelajaran Problem Bassed Learning Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis Di Kelas VIII MTs Lakea. Dengan bentuk permasalahannya yaitu (1) Bagaimana motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Al-Quran Hadist dengan menggunakan Metode Problem Based Learning di Kelas VIII MTs Lakea, (2) Bagaimana Implementasi Metode Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-Quran Hadist di Kelas VIII MTs Lakea.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data melalui observasi, interview dan dokumentasi. Teknik analisis data digunakan dengan menggunakan mengadopsi, mengumpulkan semua data yang diperoleh dilapangan yang disesuaikan dengan fokus utama dari penelitian ini. Mengedit, berarti memperbaiki kata-kata informan yang tidak memiliki dengan fokus penelitian. Mengklasifikasi berarti memilah-milah seluruh pendapat informan tentang fokus penelitian kemudian membandingkan antara kelompok yang satu dengan yang lainnya dengan mekanisme dari setiap kelompok tersebut.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Al-Quran Hadist dengan menggunakan Metode Problem Based Learning di Kelas VIII MTs Lakea yakni adanya motivasi belajar siswa pada proses belajar mengajar mengajar pada mata pelajaran Al-quran Hadist Kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Lakea yang dimana dalam penerapan Problem Based Learning (PBL) dalam memotivasi peserta didik yang di MTs Lakea khususnya pada mata pelajaran Al-quran Hadist sudah sangat baik dan memiliki dampak yang sangat positif bagi siswa itu sendiri. (2) Implementasi Metode Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-Quran Hadist di Kelas VIII MTs Lakea yakni Dalam mengimplementasikan sebuah model pembelajaran tidak semudah yang dibayangkan karena diperlukan seorang pendidik yang paham betul akan model pembelajaran yang akan dterapkan pada proses belajar mengajar nantinya  tentu dalam hal ini adalah model pembelajaran Problem Bassed Learning. Karena hal ini akan berpengaruh kepada peserta didik itu sendiri. Semenjak diterapkan model pembelajaran Problem Bassed Learning pada Madrasah Tsanawiyah Lakea khususnya pada mata pelajaran Al-quran Hadist Kelas VIII dalam hal ini guna meningkatkan motivasi belajar peserta didik, sudah sangat optimal dalam penerapannya. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Bassed Learning, Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis