cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Articles 530 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF MELALUI METODE PERMAINAN KARTU HURUF DI KELOMPOK A TK AISYIYAH BUSTHANUL ATHFAL IV PALU Djangkali, Nova; munir, Abdul; Salam, Abdul
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.327 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.653

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah beberapa anak belum mengenal huruf, mengalami kesulitan mengenal atau membedakan huruf yang mirip, dan jarangnya penerapan metode permaianan kartu huruf di sekolah tersebut.  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf di kelompok A TK Aisyiyah Busthanul Athfal IV. Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok A yang berjumlah 13 anak, terdiri dari 6 anak perempuan, dan 7 anak laki-laki. Rancangan penelitian dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan selama 3 minggu dengan 6 kali tindakan dalam II siklus. Data di kumpulkan dengan cara observasi dan dokumentasi, serta di analisis secara presentase untuk mengambil kesimpulan dari penelitian ini, peningkatan yang terlihat signifikan  pada aspek kemampuan mengenal pola huruf dalam kategori sangat baik dan baik terjadi peningkatan yaitu 32.07%, selanjutnya pada aspek kemampuan mengurutkan huruf sesuai warna terjadi peningkatan 23.07%, selanjutnya pada aspek melacak huruf dari pra tindakan hingga siklus I terjadi peningkatan yaitu 15.41%. Selanjutnya peningkatan dari siklus I ke siklus II juga terjadi peningkatan yang sangat signifikan pada aspek kemampuan mengenal pola huruf terjadi peningkatan 23.08% untuk kategori sangat baik dan baik, sedangkan untuk aspek kemampuan mengurutkan huruf sesuai warna yaitu 15.39%, sedangkan untuk kemampuan melacak huruf terjadi peningkatan sebagai berikut 15.36%. Sedangkan jika di analaisis dari pra tindakan ke siklus II maka terjadi peningkatan rata-rata 76.93% dari kemampuan yang di teliti dari ketiga aspek yaitu kemampuan mengenal pola huruf,  kemampuan mengurutkan huruf sesuai warna, dan kemampuan melacak huruf. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode permainan kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf di kelompok A TK Aisyiyah Busthanul Athfal IV Palu. Kata kunci: Metode Permainan Kartu Huruf dan Kemampuan Mengenal huruf
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT KUSTA DI KOTA PALU Lestari, Rini; Kunoli, Firdaus J.; Andri, Mohamad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.919 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.848

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penderita penyakit kusta yang tinggi sebanyak 16.856 kasus sehingga Indonesia menempati urutan ketiga di dunia setelah India (134.752 kasus). Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2017 terdapat 325 penderita kusta yang tersebar di 13 kabupaten/kota dan data Dinas Kesehatan Kota Palu pada tahun 2018 terdapat 40 penderita kusta yang tersebar di 13 Puskesmas di Kota Palu. Tujuan penelitian untuk untuk mengetahui faktor risiko kejadian penyakit kusta di Kota Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan Case Control Study yaitu rancangan studi epidemiologi yang mempelajari hubungan antara paparan (faktor penelitian dan penyakit) dengan cara membandingkan kelompok kasus dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa umur merupakan faktor risiko kejadian kusta di Kota Palu dengan nilai OR>1 (OR=2,154), kontak serumah merupakan faktor risiko kejadian kusta di Kota Palu dengan nilai OR>1 (OR=7,909) dan personal hygiene merupakan faktor risiko kejadian kusta di Kota Palu dengan nilai OR>1 (OR=1,351). Hasil penelitian menyarankan agar instansi kesehatan lebih melakukan penyuluhan tentang bagaimana menjaga kesehatan tubuh melalui perbaikan personal hygiene dan perilaku mencegah penyakit tersebut. Kata Kunci : Umur, Kontak Serumah, Personal Hygiene, Kusta
Struktur Sosial Dalam Kehidupan Masyarakat Nelayan di Kelurahan Pantoloan Kecamatan Tawaeli Kota Palu Hidayat, Rahmat; Samudin, Mohammad Tofan; Pariyati, Pariyati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.974 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.676

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Struktur Sosial Dalam Kehidupan Masyarakat Nelayan di Kelurahan  Pantoloan Kecamatan Tawaeli Kota Palu dan untuk mengetahui relasi sosial dalam aktivitas nelayan di Kelurahan pantoloan Kecamatan Tawaeli Kota Palu. Tipe penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Tehnik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan kegiatan dokumentasi untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan berupa data primer dan data sekunder. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 7 orang yang ditentukan dengan tehnik purpossive. Data yang telah terkumpul disaring dan dipilah berdasarkan kebutuhan data kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis data tersebut ditarik kesimpulan kemudian diberikan saran-saran. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah struktur sosial dalam masyarakat nelayan di Kelurahan Pantoloan terbagi atas tiga strata atau lapisan yaitu nelayan buruh (lapisan bawah), nelayan pemilik (lapisan menengah) dan punggawa atau pemodal (lapisan atas). Pelapisan masyarakat nelayan ini terbentuk atas dasar kepemilikan atau penguasaan modal dan alat produksi. Struktur sosial dalam masyarakat nelayan di Kelurahan Pantoloan bersifat terbuka baik secara vertikal maupun horizontal. Adapun hubungan kerja dalam aktivitas nelayan di Kelurahan Pantoloan adalah hubungan kerjasama yang saling menguntungkan. Kata Kunci : Struktur Sosial, Relasi Sosial Masyarakat Nelayan
PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU PENYELUNDUPAN IMPORT PAKAIAN BEKAS (Studi Kasus Beberapa Putusan Pengadilan) Jelira, Silvester Dece; Purnawati, Andi; Lestiawati, Ida
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.435 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.714

Abstract

Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah menggunakan pendekatan Penelitian secara yuridis Empiris. Penelitian ini bertujuan : (1) Untuk mengetahui penegakan hukum pidana terhadap pelaku penyelundupan impor pakaian bekas menimbulkan efek jera terhadap pelaku (2) Untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam mengatasi praktik penyelundupan impor pakaian bekas. Hasil Penelitian ini adalah (1)Kantor Bea dan Cukai Tipe C Pantoloan melakukan penegakan hukum meliputi penegakan hukum secara preventif dan represif. Penegakan hukum secara preventif merupakan suatu usaha untuk mencagah timbulnya penyelundupan dengan meniadakan sebab terjadinya seperti pengamatan dan patroli rutin sedangkan upaya represif Terhadap penyelundupan pakaian bekas impor kegiatan yang bersifat represif merupakan penindakan dan penegakan hukum dengan menjatuhkan sanksi pidana tujuannya agar dapat memberikan efek jera terhadap para pelaku penyelundupan realitasnya justru pemberian sanksi pidana tidak memberikan jaminan bahwa pelaku jera terhadap perbuatannya. (2) Dalam penegakan hukum terhadap pelaku impor pakaian bekas terdapat tiga aspek yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain sebagai bagian dari sistem hukum, efektif tidak penegakan hukum dipengaruhi oleh faktor-faktor yaitu faktor substansi hukum, struktur hukum dan budaya hukum masyarakat ketiga hal tersebut yang menjadi kendala dalam penegakan hukum terhadap pelaku penyelundupan impor pakaian bekas sehingga tidak memberikan efek jera. Saran dalam Penelitian ini adalah (1)Sebaiknya ada upaya-upaya yang lebih dilakukan oleh Kantor Bea dan Cukai Tipe C Pantoloan dalam memberantas penyelundupan impor pakaian bekas di wilayah hukumnya sehingga sanksi yang diberikan terhadap pelaku dapat memberikan efek jera (2) Untuk mewujudkan sinkronisasi baik secara substansi hukum, struktur hukum maupun budaya hukum dalam penegakan hukum agar dapat memberikan efek jera, maka saran penulis adalah perlu di lakukan upaya pembenahan terhadap regulasi dibidang perdagangan khususnya terhadap hal-hal terkait seperti, keseragaman pemahaman terhadap impor pakaian bekas, sehingga perlu adanya aturan khusus yang mengatur secara detail terkait impor pakaian bekas. Kata  Kunci : Sanksi Pidana. Pakaian Bekas. Impor
ANALISIS PEMASARANBUAH NAGA DI DESA SIDERA KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI Lestari, Eka; Nasrun, Muhammad Syaifuddin; Irmawaty, Irmawaty
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.477 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.966

Abstract

Permasalahan yang ada pada pertanian buah naga di Desa Sidera ini adalah kurang luasnya jaringan pemasaran dan tidak stabilnya saluran pemasaran dari beberapa saluran mulai dari petani hingga ketangan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bentuk saluran pemasaran buah nsaga, besarnya margin yang diterima masing-masing saluran pemasaran dan efisiensi pemasaran buah naga          di Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Penelitian dilaksanakan    di Desa Sidera  dengan mengambil responden 29 orang yaitu 15 petani, 4 pedagang pengumpul, 6 pedagang pengecer di Kota Palu dan 4 pedagang  pengecer  di Desa Sidera. Metode analisis yang digunakan adalah rumus : Marjin : NP – NB, Marjin Total MT  =  M1+ M2......Mndan rumus efisiensi : Eps  = (TB/TNP) × 100%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Ada 2 ( dua ) saluran pemasaran buah naga yang terjadi di Desa Sidera yaitu, Saluran pertama : Petani------Pedagang Pengumpul-------Pedagang Pengecer----- Konsumen dan Saluran Kedua : Petani------Pedagang Pengecer----- Konsumen. Margin yang diperoleh dalam saluran pertama yaitu sebesar Rp. 10.000,-dan margin yang diperoleh dalam saluran kedua yaitu sebesar Rp. 5.000,-/Kg. Dari kedua saluran pemasaran yang ada nilai efisiensi yang diperoleh untuk saluran pemasaran pertama yaitu sebesar 7,9 % dan untuk saluran kedua nilai efisiensi sebesar 6,9 % sehingga saluran yang efisien dari kedua saluran yang ada yaitu saluran kedua. Kata Kunci : Saluran Pemasaran, Marjin, Efisiensi
KEPEMIMPINAN WANITA (STUDI PERBANDINGAN ANTARA PERSPEKTIF MUFFASIR DAN FEMINIS MUSLIM) Hasrawi, Hasrawi; Kadir, Surni; Normawati, Normawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.663 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.749

Abstract

Penelitian ini mengkaji Kepemimpinan Wanita Studi Perbandingan Antara Perspektif Muffasir Dan Feminis Muslim dan pendidikan agama islam. Diantara kaum yang tertindas di dunia ini adalah kaum wanita yang berada di urutan teratas. Salah satu aspek tertindasnya yaitu adanya pemahaman yang melarang wanita menjadi pemimpin.pada dasarnya masalah yang sering dijadikan lahan empuk untuk menggugat Islam dalam hal kesetaraan antara kaum wanita dan laki-laki adalah masalah kepemimpinan. Bila dilihat sekarang ini, banyak kaum wanita yang cakap dan mahir dalam dunia kepemimpinan. Penelitian ini brtujuan melihat kepemimpinan wanita dalam pandangan mufasir, feminis muslim, dan pendidikan agama islam. Jenis pendekatan penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Dengan penelitian ini berhadapan langsung dengan teks atau data angka, bukan dengan lapangan atau saksi mata (eyewitness), berupa kejadian, orang atau benda-benda lain. juga data bersifat siap pakai (readymade), artinya peneliti tidak pergi kemana-mana, kecuali hanya berhadapan langsung dengan sumber yang sudah ada di perpustakaan, serta data diperpustakaan umumnya adalah sumber data sekunder, dalam arti bahwa peneliti memperoleh data dari tangan kedua bukan asli dari tangan pertama dilapangan.Dengan hasil penelitian (1) Kepemimpinan Wanita dalam bahwa Perspektif Muffasir. bahwa para mufasir berpandangan bahwa tidak ada larang bagi para wanita yang ingin mengabdikan diri dalam ranah kepemimpinan dengan dibuktikan beberapa penafsiran di atas bahwa wanita boleh menjadi pemimpin dalam ranah tertinggi akan tetapi tidak boleh melupakan kondisi dan posisi kodrat sebagai seorang wanita. Serta harus memiliki nilai-nilai kepemimpinan yang memadai.(2) Kepemimpinan Wanita dalam Perspektif Feminis Muslim. semua produk hukum dalam masyarakat harus mengacu pada prinsip keadilan dan kesetaraan. Tentang kepemimpinan perempuan kehadiran perempuan dalam panggung politik. Tidak semata demi kepentingan perempuan melainkan demi keadilan sosial dan kemanusiaan demi mewujudkan keadilan dan kemaslahatan manusia. Lebih lanjut hal yang paling esensial dalam kepemimpinan adalah kemampuan dan intelektualitas, dua hal yang dapat dimiliki oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan. (3) Kepemimpinan Wanita dalam Perspektif pendidikan agama islam. Dalam kaitannya kepemimpinan wanita dalam pandangan pendidikan agama islam sedikit berbeda dengan pandangan mufasir dan feminis muslim dalam melihat kepemimpinan wanitaKata Kunci        :  Kepemimpinan Wanita, Muffasir, Feminis Muslim, pendidikan agama islam.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA KELELAHAN MATA PADA OPERATOR KOMPUTER DI DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI SULAWESI TENGAH Naota, Srilailun K.; Afni, Nur; Moonti, Sriwahyudin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.234 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.797

Abstract

Penggunaan komputer saat bekerja sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia secara luas. Di samping member kemudahan bagi proses produksi, tentunya akan meningkatkan efek samping yang tidak dapat dielakkan yaitu bertambahnya ragam bahaya pada pengguna teknologi itu sendiri. Penggunaan computer dalam waktu yang lama dapat menyebabkan astenopia atau kelelahan mata. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktoryang berhubungan dengan gejala kelelahan mata pada operator komputer di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Provinsi Sulawesi Tengah. Jumlah sampel 40 orang dengan menggunakan total populasi,  dan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan usia dengan gejala kelelahan mata pada operator komputer dengan nilai p=0,029<0,05. Tidak ada hubungan intensitas pencahayaan monitor dengan gejala kelelahan mata pada operator komputer dengan nilai p=0,090>0,05. Ada hubungan jarak monitor dengan gejala kelelahan mata dengan nilai p 0,050=0,05. Tidak ada hubungan lamanya paparan dengan gejala kelelahan mata pada operator komputer dengan nilai p=0,062>0,05. Ada hubunganlama masa kerja dengan gejala kelelahan mata pada operator komputer di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Provinsi Sulawesi Tengah dengan nilai p=0,002<0,05. Kesimpulan ada hubungan usia dengan gejala kelelahan mata pada operator komputer karena faktor usia responden, tidak ada hubungan intesitas cahaya dengan gejala kelelahan mata karena pencahayaan memenuhi syarat, ada hubugan jarak monitor dengan gejala kelelahan mata karena intesitas pencahayaan monitor terlalu terang, tidak ada hubungan lamanya paparan dengan gejala kelelahan mata karena lama paparannya baik, dan ada hubungan lama masa kerja dengan gejala kelelahan mata pada operator komputer karea disebabkan faktor lain.   Kata kunci            : Faktor Lain, Kelelahan Mata, Operator Komputer
MEINGKATKAN PEMAHAMAN MEMBACA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 21 PALU MELALUI TEKNIK JIGSAW Peago, Lisnar Hartati; Thamrin, Nursehang; Mulyadi, Ernitasari
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.01 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.644

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas menggunakan Teknik Jigsaw dalam membaca pemahaman siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Palu. Dalam penelitian ini, penelitian quasi-eksperimental digunakan sebagai desain penelitian. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Palu. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling yang terdiri dari dua kelompok: VIII B sebagai kelompok eksperimen dengan 22 siswa dan VIII C sebagai kelompok kontrol dengan 22 siswa. Instrumen penelitian adalah tes yang meliputi esai dengan 10 item dengan memberikan pre-test dan post-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa t hitung adalah 3,318 dan t-tabel 2,003 tingkat signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan (df) adalah 42. Kemudian nilai t-hitung lebih tinggi dari nilai t-tabel. Ini berarti hipotesis penelitian diterima. Dapat disimpulkan bahwa teknik jigsaw efektif untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Palu.Kata kunci: Pemahaman Membaca, Teknik Jigsaw.
KEWENANGAN TEMBAK DI TEMPAT YANG DIMILIKI OLEH KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Rawal, Rawal; Akbar, Muh Yusuf; Ardin, Ardin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.294 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.705

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui dan memahami prosedur kewenangan Polri Dalam Melakukan Tembak Di Tempat Berdasarkan Pengaturan Perundang-undangan. Serta untuk mengetahui pertanggungjawaban Kewenangan Tembak Di Tempat Yang Dilakukan Oleh Anggota Polri.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, dalam setiap pemberian tembak di tempat meliputi perintah tembak ditempat yang berdasarkan diskresi yaitu berasal dari kepala kesatuan polri terlebih dahulu melakukan penyelidikan melihat situasi dan kondisi lapangan akan membahayakan dan merugikan petugas dan masyarakat maka diturunkan perintah ditempat. Pertanggungjawaban tembak ditempat dapat berupa pertanggungjawaban oleh yang memerintahkan tembak ditempat pertanggungjawaban pelanggaran hukum itu berupa pelaksanaan perintah tembak ditempat dilaksanakan melanggar ketentuan tentang penggunaan senjata api polri. Pelaksanaan kewenangan tembak ditempat melanggar ketentuan hokum pidana. Pelaksanaan perintah tembak ditempat yang menyebabkan terjadinya pelanggaran HAM berat.Saran yang penulis dapat berikan sebagai berikut : Diharapkan perlunya anggota polri dalam melaksanakan diskresi tembak ditempat harus melalui pertimbangan yang matang dan koordinasi dengan anggotanya sehingga tidak menyalahgunakan pelaksanaan diskresi. Kata Kunci : Kewenangan, Kepolisian, Tembak di Tempat 
UPAYA GURU DALAM PEMBINAAN KEDISIPLINAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 1 MOMUNU Mansyur, Siskawati; Said, Colle M.; Normawati, Normawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.905 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.935

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai para guru dalam mengembangkan disiplin untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran dalam bidang keislaman (gradestudenst) pertama SMP Negeri 1 Momunu. Topik diskusi adalah deskripsi dari teanhers ' effotrs dan implikasi.Untuk memusnahkan masalah ini, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan sumber data primure dan secondari. Teknik pengumpulan data pengguna adalah pengamatan, wawancara dan dokumentasi, serta teknik analisis usingdata pikir pengurangan data, presentasi data, data verifikasi dan menggambar cocninklusi. Peneliti juga membuat tahapan penelitian sebagai referensi dalam mengkuras proses penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para teachers'adalah (a) seorang students'personality sehingga mereka dari Self-Awarenes dengan memberikan nasihat agama dan memberikan pemahaman tentang subyek pendidikan Islam (b) membuat agama Islam aturan sebagai upaya untuk membentuk students'disiplin, siswa belajar memerintah yang baik dan mencegah kejahatan (c) memberikan pelatihan dan habituasi berulang kali, yaitu pelatihan, siswa untuk mempraktekkan materi dalam proses pembelajaran, sehingga siswa aktif dalam belajar dan (d) memberikan imbalan dan hukuman sebagai jauh untuk membentuk disiplin siswa. Para guru memberikan penghargaan dalam bentuk pujian para siswa yang berperilaku dan memberikan hukuman kepada siswa bandel dan dapat dilakukan pelanggaran. Impilifikasi adalah (a) ada students'compliance untuk mengikuti proses pembelajaran dan willingnes dan keterlibatan siswa untuk berpartisipasi dalam segala bentuk kegiatan belajar yang dilakukan oleh guru ((b) siswa dapat memahami materi yang disampaikan oleh guru dan mulai untuk dapat mempraktekkan pokok bahasan agama dalam kegiatannya yang dipandu dan diarahkan kepada guru PAI dan (c) memiliki implikasi bagi guru yang mencoba merancang kegiatan belajar agar topi itu menarik siswa (d) siswa anthusiatic dalam proses pembelajaran yang berpartisipasi yang dirancang oleh guru (e) siswa menyelenggarakan dan dapat mempraktekkan Pai materi yang disampaikan oleh guru. Kata kunci: disiplin, kegiatan belajar dan Pendidikan Islam