cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Articles 530 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BIROBULI KOTA PALU Mila Kamelia Manopo, Grevi; Kunoli, Firdaus J.; Prasetia Hati Baculu, Eka
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.342 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.779

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Penyakit ini sering disebut  dengan pembunuh diam-diam (silent killer), karena penderita hipertensi tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Birobuli Kota Palu.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional study yang dalam pelaksanaannya baik variabel bebas (independent) naupun variabel terikat (dependent) dilakukan secara bersamaan dalam waktu yang sama. Sampel dalam penelitian ini dihitung berdasarkan rumus Lameshhow estimasi proporsi populasi tidak diketahui dan mendapatkan hasil 96 sampel.Berdasarkan hasil uji chi-square yang dilakukan menunjukkan bahwa pengetahuan tidak memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi dengan nilai p value = 0,179 begitupun dengan sikap tidak memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi dengan nilai p value = 0,645 dan untuk pola makan menunjukan bahwa ada hubungan dengan kejadian hipertensi  dengan nilai p value = 0,001.Diharapkan bagi pihak Puskesmas Birobuli agar rutin melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat khususnya penderita hipertensi tentang pengaruh gaya hidup dalam hal ini pola makan yang tidak sehat yang berefek pada peningkatan tekanan darah. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Pola Makan, Hipertensi
HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK DENGAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT DI PENGUNGSIAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMONJI Ulfa, Ulfa; Budiman, Budiman; Andri, Mohamad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.373 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.830

Abstract

Penyakit ISPA yaitu penyakit yang menyerang di saluran pernafasan bagian atas yang disebabkan oleh virus, kuman dan bakteri yang menyerang di bagian hidung, tenggorokan serta paru-paru. Kasus ISPA masih menjadi paling teratas dari sepuluh penyakit yang lainya pasca bencana, bisa dilihat dari laporan Dinas Kesehatan  Kota Palu. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui hubungan ISPA dengan ukuran tenda,ukuran ventilasi, suhu, pencahayaan, kepadatan hunian, kelembapan serta jumlah KK (kepala keluarga) dalam tenda. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini observasional bersifat analitik dengan menggunakan metode cross sectional dengan mencari hubungan antara variabel independen dan dependen kemudian kedua variabel diamati dalam waktu bersamaan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara pendekatan secara multi stage sampling, pertama menggunakan propotional sampling untuk mengambil sampel dengan memperhatikan pertimbangan unsur-unsur atau kategori di dalam populasi kemudian mengunakan sampel random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak.Berdasarkan hasil uji chi-square yang dilakukan menunjukan bahwa ISPA dengan ventilasi diperoleh p value =0,790 yang artinya tidak ada hubungan dengan ISPA dengan ventilasi, menunjukan bahwa ISPA dengan suhu diperoleh dengan p value = 0,656 yang artinya tidak ada hubungan ISPA dengan suhu, kemudian variabel pencahayaan p value= 0,634 yang artinya tidak ada hubungan dengan ISPA, kelembapan p value= 0,352 yang artinya tidak ada hubungan ISPA dan kepadatan hunian p value = 0,438 yang artinya tidak ada hubungan dengan ISPA.Ditunjukan bagi pihak puksesmas kamonji agar dapat mengontrol di setiap pengungsian yang terkena ISPA untuk tetap menjaga kebersihan serta melakukan (phbs) perilaku hidup bersih dan sehat agar tidak menularkan ke orang lain untuk mengurangi penderita. Kata Kunci : Ventilasi, suhu, kepadatan hunian, pencahayaan, kelembapan
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI MEDIA GAMBAR BERSERI PADA ANAK KELOMPOK A TK PERMATAKU KOTA PALU Masita, Masita; Munir, Abdul; Said, Irwan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.195 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.658

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah apakah dengan menggunakan media gambar berseri kemampuan berbicara pada anak kelompok A TK Permataku Palu  dapat ditingkatkan. tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui media gambar berseri pada anak kelompok A TK Permataku Palu. Subyek penelitian adalah anak kelompok A dengan jumlah anak 15 anak, yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 6 anak perempuan yang terdaftar pada tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II, dengan tahapan masing-masing yaitu, perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru kelas kelompok A yang bertindak sebagai observer/ pengamat. Berdasarkan Pratindakan BB 47% MB 27% BSH 20% BSB 7% pada siklus I terjadi peningkatan mencapai BB 27% MB 20 % BSH 20% BSB 33%, sedangkan pada siklus II mencapai BB 0% MB 0% BSH 13% BSB 93%  pada kategori berkembang sangat baik dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui media gambar berseri dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak kelompok A TK Permataku Palu.Kata kunci : Kemampuan Berbicara, Media Gambar Berseri
EVALUASI PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) DI PUSKESMAS BIROMARU TAHUN 2018 Ningsih, Risky Aulia; Sudirman, Sudirman; Moonti, Sriwahyudin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.006 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.878

Abstract

Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) merupakan bantuan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah untuk mendukung operasional Puskesmas dalam rangka pencapaian program kesehatan prioritas nasional bidang kesehatan, khususnya kegiatan promotif dan preventif. Penelitian ini bertujuan Untuk mengevaluasi program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Puskesmas Biromaru Tahun 2018 berkaitan dengan evaluasi proses, evaluasi manfaat dan evaluasi akibat. Penilitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dengan penentuan informan menggunakan teknik Snowball Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi evaluasi proses ada hambatan dalam program BOK, dari segi evaluasi manfaat belum sepenuhnya memberikan manfaat dan dari segi evaluasi akibat bahwa capaian pada program belum tercapai secara maksimal di Puskesmas Biromaru Tahun 2018.Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pandangan dalam menentukan langkah kedepan demi memaksimalkan pencapaian program puskesmas Biromaru sebagai lembaga kesehatan di wilayah kerjanya, khususnya terhadap program yang berkenaan dengan Permenkes No. 43 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal. Kata Kunci: Proses, Manfaat, Akibat, BOK
ANALISIS PEMASARAN BIBIT KAKAO (STUDI KASUS) PADA CV. AGROVALAH DI DESA BERDIKARI KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI Mohoridju, Sufian; Dua, Patta; Marliyah, Marliyah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.019 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.681

Abstract

Visi pembangunan pertanian adalah terwujudnya pertanian indonesia yang unggul berkelanjutan yang berbasis sumberdaya lokal untuk meningkatkan kemandirian pangan dan  Perkebunan khususnya buah-buahan dalam hal ini bibit tanaman  Kakao, yang bernilai tinggi, berdaya saing, bernilai ekspor dan mensejahterahkan petani.                              Salah satu ciri usahatani tanaman  Kakao adalah orientasi peningkatan sistim agribisnis  yang  mampu menghasilkan produk pertanian yang berdaya saing tinggi baik dipasar domestik maupun mancanegara.CV.Agrovalah di Desa Berdikari, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi  adalah salasatu produsen bibit unggul yakni  bibit tanaman  kakao dan dalam usaha pemenuhan kebutuhan akan tanaman perkebunan, dilingkungan masyarakat tani, namun demikian belum dapat diketahui seberapa besar hasil dari pemasaran bibit tanaman  kakao pada uahatani yang selama ini dilakukan serta bagaimana proses pemasaran yang selama ini dilakukan.Adapun permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana saluran pemasaran bibit kakao pada CV Agrovala kemudian peneliti ingin mengetahui margin pemasaran CV Agrovala.
BENTUK PENETAPAN HAKIM TERHADAP PERMOHONAN ITSBAT NIKAH PADA PENGADILAN AGAMA DONGGALA KELAS I B Aguslin, Aguslin; Husainy, Haerani; Budimah, Budimah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.358 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.719

Abstract

Skripsi ini bertujuan (1). Untuk mengetahui Problematik Itsbat Nikah di Pengadilan Agama Donggala Kelas I B dan Bentuk Penetapannya (2). Untuk mengetahui Bagaimanakah Prosedur Penetapan Permohonan Itsbat Nikah di Pengadilan Agama Donggala Kelas I B. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode penelitian empiris menggunakan metode penelitian hukum field research kualitatif yaitu penulis melakukan penelitian langsung kelokasi untuk mengumpulkan data dan informasi yang lengkap. Hasil penelitian ini adalah (1). Problematik Itsbat Nikah di Pengadilan Agama Donggala Kelas I B dan Bentuk Penetapannya yaitu : a. PermohonanItsbat Nikah oleh Pemohon yang masih terikat perkawinan sah dengan perempuan lain (Itsbat Poligami) Bentuk Penetapannya yaitu Ditolak selama tidak sesuai prosedur hukum, b. Permohonan Itsbat Nikah dibawah umur yaitu bentuk penetapannya ditolak, harus mengubah permohonan menjadi Dispensasi Nikah terlebih dahulu, c. Permohonan Itsbat Nikah oleh Pemohon yang sudah hamil bentuk penetapannya yaitu dikabulkan selama rukun dan syarat nikah tidak bertentangan dengan Undang-Undang No.1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. (2). Prosedur Penyelesaian Penetapan Itsbat Nikah di Pengadilan Agama Donggala Kelas I B secara ringkas tahapannya yaitu : Mendaftar ke Kantor Pengadilan Agama Donggala Kelas I B, Membayar panjar biaya perkara, Pengumuman akan dilaksanakan istbat nikah, Menunggu panggilan sidang dari Pengadilan, Menghadiri persidangan dan putusan/penetapan pengadilan. Saran dari penelitian ini (1). Perlu adanya tindak lanjut dari pihak-pihak terkait seperti Departemen Agama, Kantor Urusan Agama, Pengadilan Agama, serta Pemerintah Pusat, berupa penyuluhan hukum tentang syarat-syarat dikabulkannya istbat nikah. (2). Sebelum dilaksanakan persidangan istbat nikah, hendaknya pengumuman dilakukan bukan hanya sekedar diumumkan pada papan pengumuman pengadilan agama dan media massa cetak atau elektronik, tetapi juga harus diumumkan semaksimal mungkin misalnya ditempel pada papan pengumuman Kantor Desa dan Kantor Urusan Agama dimana pemohon tersebut berdomisili agar apabila ada para pihak yang merasa keberatan/dirugikan lebih mudah mengetahui informasi tersebut, untuk kemudian melapor kepada Pengadilan Agama sebelum di istbatkan. Kata Kunci : istbat nikah.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PENGISIAN KARTU MENUJU SEHAT (KMS) DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU ANAK BALITA DI PUSTU KALUKUBULA WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROMARU KABUPATEN SIGI Patala, neusry Januar; Sudirman, Sudirman; Moonti, Sriwahyudin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.226 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.980

Abstract

ABSTRAKPosyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Manusia yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah kartu yang memuat kurva pertumbuhan normal anak berdasarkan indeks antropometri berat badan menurut umur. Dengan KMS gangguan pertumbuhan atau resiko kelebihan gizi dapat diketahui lebih dini sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan secara lebih cepat dan tepat sebelum masalahnya lebih berat. Kader adalah seorang tenaga sukarela yang direkrut dari, oleh, dan untuk masyarakat yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study dengan maksud untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS) dengan kader posyandu balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dengan keaktifan kader yang dibuktikan dengan uji statistik dengan nilai p-Value 0,445 > 0,05. Sedangkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengisian KMS dengan keaktifan kader yang dibuktikan dengan uji statistik dengan nilai  p-Value 0,000 < 0,05.  Penelitian ini menyarankan agar Dinas Kesehatan rutin melaksanakan pelatihan kader untuk mengasa dan menambah wawasan kader-kader dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai kader. Kata Kunci : Pengetahuan, Pengisian KMS, Keaktifan Kader Posyandu Balita
FAKTOR RISIKO KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI DESA LABUAN PANIMBA KECAMATAN LABUAN KABUPATEN DONGGALA. Sari, Nilam; Budiman, Budiman; Yusuf, Herlina
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.523 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.754

Abstract

Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Rumah sehat adalah rumah sebagai tempat tinggal yang memenuhi ketetapan atau ketentuan teknis kesehatan yang wajib dipenuhi dalam rangka melindungi penghuni rumah dari bahaya atau gangguan kesehatan Seperti penyakit ISPA yang disebabkan bakteri Streptococcus pneumonia.Tujuan penelitian ini diketahuinya faktor Risiko kejadian ISPA pada anak  balita di Desa Labuan Panimba Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala. Penelitian ini merupakan penelitian survey Analitik dengan rancangan studi case control. Semua populasi di jadikan sampel yaitu 36 anak balita dan jumlah sampel dalam penelitian ini 18 kasus ditambah dengan 18 control sehingga total sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 anak balita.Hasil penelitian dengan uji Odd Ratio menunjukkan bahwa Ventilasi bukan merupakan faktor protektif  kejadian ISPA dengan nilai OR = 0,200 < 1, Pencahayaan merupakan faktor risiko kejadian ISPA dengan nilai OR =4,000  > 1,  dan Kelembaban merupakan faktor risiko dengan efek mempunyai hubungan kejadian ISPA dengan nilai OR =10,000  > 1.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pencahayan dan kelembaban merupakan faktor risiko kejadian ISPA sehingga di sampaikan kepada masyarakat untuk memerhatikan kondisi rumahnya supaya tidak menjadi faktor risiko terjadinya penyakit ISPA. Kata kunci: Ventilasi, Pencahayaan, Kelembaban, Kejadian ISPA
Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Pegawai di Pusksmas Dolo Effendy, Indra; Sudirman, Sudirman; Rosnawati, Rosnawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.655 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.821

Abstract

Kinerja pelayanan bidang kesehatan dilaksanakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan menjadikannya lebih efisien, efektif, serta dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Kompetensi sumber daya manusia dalam pelayanan publik bidang kesehatan merupakan salah satu hal penting yang harus dipikirkan dan direncanakan lebih baik. sebab akan berhubungan langsung dengan kepuasan masyarakat. Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan Dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Dolo Kabupaten Sigi.Penelitian obsevasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional yang digunakan untuk mengukur variabel independen dan dependen secara bersamaan. Untuk Mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan Dengan Kinerja Pegawai. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan tehnik sampel jenuh yang berjumlah 54 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan pegawai dengan kinerja dengan nilai ρ value = 0,000 nilai α = 0,05, ada hubungan yang bermakna antara sikap pegawai dengan kinerja dengan nilai ρ value = 0,000 nilai α = 0,05. dan ada hubungan yang bermakna antara hubungan yang bermakna atara keterampilan pegawai dengan kinerja dengan nilai ρ value = 0,002 nilai α = 0,05.Penelitian ini menyarankan kepada instansi agar lebih meningkatkan kinerja pelayanan di bidang kesehatan.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, keterampilan dan kinerja
MEINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 21 PALU MELALUI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING Astuti, Siti Budiasura; Nadrun, Nadrun; Sahril, Sahril
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.692 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.649

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dengan menggunakan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas VIII SMPN 21 Palu. Peneliti menggunakan desain pre-experimental. Data yang dikumpulkan melalui tes yaitu pretest and posttest. Pretest dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui pengetahuan siswa sebelum treatment, sedeangkan posttest dilakukan untuk mengukur pengetahuan siswa setelah treatment. Data-data tersebut dianalisis secara statistik. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa nilai t-counted adalah 19.07. Peneliti menemukan bahwa nilai t-table adalah 2.080 dengan menerapkan tingkat signifikansi 0.05 dan derajat kebebasan (df) adalah 21. Nilai t-counted lebih tinggi disbanding nilai t-table. Ini membuktikan hipotesis penelitian diterima. Dengan kata lain, Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan pengusaan kosakata siswa.Kata kunci: Penguasaan Kosakata, Contextual Teaching and Learning.