cover
Contact Name
Yori Yuliandra
Contact Email
yoriyuliandra@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jsfkonline@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
Published by Universitas Andalas
ISSN : 24077062     EISSN : 24425435     DOI : 10.25077
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) adalah jurnal ilmiah di bidang kefarmasian yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerjasama dengan lembaga profesi "Ikatan Apoteker Indonesia" (IAI) daerah Sumatera Barat sejak tahun 2014.
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
Pola Resistensi Antibiotik Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung Rostinawati, Tina
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.1.27-34.2021

Abstract

Bakteri penyebab Infeksi saluran kemih (ISK) telah mengalami resistensi terhadap berbagai antibiotik. Pola resistensi bakteri tersebut perlu diperbaharui datanya untuk memastikan pemberian antibiotik yang tepat. Tujuan penelitian mengidentifikasi dan melihat pola resistensi bakteri penyebab ISK di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung. Koloni bakteri yang berasal dari urin 9 pasien  suspect ISK ditumbuhkan dan hanya sampel yang berasal dari 3 pasien memenuhi persyaratan terindikasi  ISK karena adanya jumlah koloni di atas  105 cfu/ml. Selanjutnya dilakukan penentuan Gram bakteri, isolasi DNA total kromosom bakteri, amplifikasi gen pengkode 16S rRNA, sekuensing (penentuan urutan nukleotida) dan uji resistensi terhadap antibiotik golongan penisilin, penisilin+inhibitor β-lactamase, sefalosporin (generasi 1,2,3,4), fluorokuinolon, aminoglikosida dan karbapenem. Hasinya didapatkan tiga isolat (P1,P2,P3) yang teridentifikasi secara genetik Escherichia coli. Isolat P1 resisten terhadap penisilin, penisilin+inhibitor β-laktamse, sefalosporin generasi 1 dan fluorokuinolon. isolat P2 resisten terhadap penisilin. Isolat P3 resisten terhadap penisilin, penisilin+inhibitor β-laktamse, sefalosporin (generasi 1,2,3,4) dan fluorokuinolon. E. coli penyebab ISK telah mengalami resistensi terhadap antibiotik penisilin, penisilin+inhibitor β-lactamase, sefalosporin (generasi 1,2,3,4) dan fluorokuinolon. Aminoglikosida dan karbapenem masih memiliki aktivitas terhadap ketiga isolat E. coli resisten.Kata kunci: bakteri; ISK; isolasi; identifikasi; resistensi
Uji Aktivitas Inhibitor Tirosinase Ekstrak Kulit Buah Cokelat (Theobroma cacao L.) dan Formulasinya dalam Bentuk Sediaan Nanoemulsi Priani, Sani Ega; Halim, Ainul Fatihah; Fitrianingsih, Sri Peni; Syafnir, Livia
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.1.1-8.2021

Abstract

Limbah kulit buah cokelat diketahui mengandung berbagai senyawa aktif seperti polifenol dan flavonoid sehingga berpotensi memiliki aktivitas inhibitor tirosinase. Untuk meningkatkan kemampuan penetrasi ekstrak pada penghantaran topikal akan dikembangkan menjadi sediaan nanoemulsi. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji aktivitas inhibitor tirosinase ekstrak kulit buah cokelat dan memformulasikannya menjadi sediaan nanoemulsi yang memiliki sifat fisik yang baik. Simplisia diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan selanjutnya diuji aktivitas inhibitor tirosinasenya dengan metode dopakrom berbasis colorimetric enzymatic assay. Sediaan nanoemulsi ekstrak kulit buah cokelat dibuat dengan menggunakan minyak biji anggur, tween 80 sebagai surfaktan, dan gliserin sebagai kosurfaktan untuk selanjutnya dikarakterisasi secara fisik. Hasil uji menunjukkan ekstrak kulit buah cokelat memiliki aktivitas inhibitor tirosinase dengan nilai IC50 199,98 ppm. Sediaan nanoemulsi mengandung ekstrak kulit buah cokelat penampilan fisik yang jernih dan homogen, pH 6,21±0,02, viskositas 1070 ± 24,5 cps, sifat alir Newtonian, dengan ukuran globul 108 ±15 nm. Sediaan nanoemulsi memiliki stabilitas fisik yang baik berdasarkan uji sentrifugasi, heating cooling, dan freeze thaw. Disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah cokelat terbukti memiliki aktivits inhibitor tyrosinase dan telah berhasil diformulasikan menjadi sediaan nanoemulsi dengan sifat fisik dan stabilitas yang baik.
Edible Bird’s Nest Extract Reduced Expression of Senescence Markers in Bone Marrow Mesenchymal Stem Cells Elfita, Lina; Wientarsih, Ietje; Sajuthi, Dondin; Bachtiar, Indra; Darusman, Huda Shalahudin
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.1.19-26.2021

Abstract

Edible bird’s nest (EBN) is often consumed as a health food due to its suggested health benefits, including anti-aging effects, however the mechanism is still unknown. This study investigated the effect of EBN extract using long term expansion bone marrow-derived mesenchymal stem cells (BMMSCs) as an aging model. Passage 5 (P5) and passage 8 (P8) BMMSCs were treated with EBN extract, and their proliferation, senescence-associated β-galactosidase (SA-β-Gal) activity, and expression of p16INK4a were analyzed. Treatment of BMMSCs with EBN extract decreased population doubling time (PDT) in P5 but not in P8 BMMSCs. In P5 BMMSCs, 200 ppm EBN extract increased BMMSCs proliferation, with PDT reduced by 27.6%. However, 200 ppm EBN extracts did not affect P8 BMMSCs proliferation, although it increased BMMSCs viability. Treatment of P5 and P8 BMMSCs with 200 ppm EBN extract decreased SA-β-Gal activity by 54.8% and 47.1% of the control, respectively (P<0.05). Levels of p16INK4a expression were 5.4-fold lower in P5 BMMSCs treated with 200 ppm EBN extract compared to control (P<0.05). Similarly, treatment of P8 BMMSCs with 200 ppm EBN extract reduced p16INK4a mRNA level by 7.9-fold compared to the control (P<0.05). In order to investigate the pathway of EBN extract inhibition, we further analyzed IL-6 and NF-κB1 expression. Treatment of P5 and P8 BMMSCs with 200 ppm EBN extract reduced IL-6 mRNA levels by 7.9-fold and 2.1-fold of control, respectively (P<0.05). We found that 200 ppm EBN extract reduced NF-κB1 mRNA level approximately 2.4-fold both in P5 and P8 BMMSCs (P<0.05). Thus, EBN extract reduces markers of senescence, indicated by decreased SA-β-Gal activity and p16INK4a mRNA level, and this correlated with reduced messenger RNA levels of the pro-inflammatory factor IL-6 and the transcription factor NF-κB1.
Profil Kualitas dan Kuantitas Penggunaan Antibiotik Profilaksis pada Pre, On, dan Pos Bedah di Rumah Sakit Provinsi (RSP) NTB Massey, Firdaus Kabiru; Yulia, Rika; Muliani, Nurlina; Herawati, Fauna
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.1.43-52.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kuantitas penggunaan antibiotik berdasarkan metode DDD/100 patient-days dan kualitas penggunaan antibiotik berdasarkan persentase kesesuaian (indikasi, waktu pemberian, durasi, dosis, dan rute pemberian) terhadap ASHP, PPAB, dan Formularium Rumah Sakit, serta profil Infeksi Daerah Operasi (IDO) pada pasien bedah di RSP NTB periode Januari-Juni 2019. Metode penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap data rekam medik sampel penelitian. Subyek penelitian adalah pasien bedah periode Januari-Juni 2019 yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu sebanyak 323 sampel penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu kuantitas penggunaan antibiotik periode Januari-Juni 2019 di dominasi oleh antibiotik ceftriaxone (J01DD04) dengan nilai total DDD/100 patient-days pada pre operasi yaitu 77,655, on operasi 87,31, dan post operasi 93,65. Kesesuaian pemilihan antibiotik profilaksis berdasarkan guideline ASHP sebesar 1,9%, PPAB 15,5%, dan Formularium RSP NTB 100%, sedangkan kesesuaian durasi, waktu pemberian, dosis, dan rute pemberian berdasarkan ASHP berturut-turut yaitu 19,2%, 42,7%, 1,5%, dan 100%. Sampel penelitian yang mengalami IDO yaitu 2 dari 323 sampel (0,62%) dengan hasil pertumbuhan bakteri yaitu Proteus sp., Staphylococcus aureus, S. epidermidis, dan E.coli. Uji sensitivitas keseluruhan bakteri penyebab IDO ditemukan masih sensitif terhadap antibiotik seperti chloramphenicol, amoxicillin-clavulanic acid, vancomycin, cefoxitin, dan oxacillin
Efektivitas Jamu Saintifik terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu dan HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Klinik Saintifikasi Jamu Kabupaten Tegal Priadiatna, Aziz; Astuti, Ika Yuni; Wahyuningrum, Retno
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.3.264-270.2021

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Selain pengobatan menggunakan obat-obat antidiabetik, masyarakat banyak yang menggunakan bahan alam, khususnya tanaman untuk mengobati penyakit DM. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar gula darah sewaktu (GDS) dan HbA1c pada pasien DM tipe 2 yang mendapat terapi jamu saintifik (JS) di klinik saintifikasi jamu WKJ Kabupaten Tegal dengan pasien DM tipe 2 yang mendapat terapi antidiabetik oral di puskesmas pada tahun 2020. Rancangan penelitian adalah eksperimental dengan teknik consecutive sampling menggunakan subjek uji yang memenuhi kriteria. Subjek uji penelitian ini adalah 19 pasien dengan terapi antidiabetik oral (ADO) dari Puskesmas dan 9 pasien dengan terapi jamu saintifik dari Klinik WKJ. Uji independent t-test digunakan untuk membandingkan rata-rata GDS dan kadar HbA1c pada kedua kelompok, dengan nilai signifikansi p < 0,05. Kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat kepatuhan minum obat. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai GDS pasien terapi antidiabetik oral (ADO) dan jamu saintifik (JS) setelah terapi berturut-turut adalah 282,95 mg/dL dan 267,56 mg/dL. Rata-rata HbA1c pasien terapi ADO dan JS setelah terapi berturut-turut adalah 9,83% dan 10,11%. Kadar GDS dan HbA1c setelah terapi pada kelompok pasien dengan terapi ADO tidak berbeda bermakna dengan kelompok pasien dengan terapi JS. Berdasarkan pengukuran analisis tingkat kepatuhan, diketahui tidak terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan pasien terhadap kadar GDS dan HbA1c pasien
Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Kepatuhan Pengobatan Pasien Lansia dengan Hipertensi berdasarkan Teori Health Belief Model Rusmadi, Nurhidayati; Pristianty, Liza; Zairina, Elida
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.1.60-68.2021

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur validitas dan reliabilitas kuesioner kepatuhan penggunaan obat pada lansia dengan hipertensi berdasarkan teori Health Belief Model (HBM). Kuesioner dibuat berdasarkan studi literatur dan diskusi dengan para ahli. Dikarenakan pandemi COVID-19, penyebaran kuesioner dilakukan secara daring di media sosial dan secara luring pada pasien hipertensi yang berkunjung di Puskesmas Pekauman, Kota Banjarmasin. Kuesioner terdiri dari enam dimensi untuk mengukur HBM, yaitu kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, dan kepercayaan diri yang dirasakan, serta isyarat untuk bertindak. Sejumlah 30 peserta berumur 60–79 tahun & sedang mengonsumsi obat kaptopril dan/atau amlodipin minimal dalam 3 bulan terakhir terlibat dalam penelitian ini. Pada uji validitas, hasilnya menunjukkan bahwa dari 45 item pertanyaan dalam kuesioner, terdapat 8 item yang tidak valid sedangkan 37 item lainnya dinyatakan valid berdasarkan nilai Pearson Correlation (> r tabel 0,361; p <0,05). Selanjutnya, 37 item yang valid, setiap dimensi diuji reliabilitasnya pada tingkat signifikansi 0,05 dan hasilnya masing-masing dimensi memiliki nilai Cronbach's Alpha >0,7, dengan skor keseluruhan 0,927 yang menunjukkan bahwa semua dimensi dalam kuesioner reliabel. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kuesioner berdasarkan teori Health Belief Model merupakan instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur kepatuhan penggunaan obat pada lansia dengan hipertensi.
Jamur Endofit Arthrinium sp., Sumber Potensial Senyawa Obat Review Eltivitasari, Andita; Wahyuono, Subagus; Astuti, Puji
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.3.228-241.2021

Abstract

Keberadaan jamur endofit di alam sangat melimpah dan mudah ditemukan pada jaringan tanaman antara lain pada akar, batang, daun, bunga atau biji. Endofit berkoloni di area antar dan intra-sel dari jaringan tanaman tanpa efek merugikan pada tanaman tersebut. Jamur endofit mempunyai kemampuan memproduksi senyawa bioaktif yang dapat sama atau berbeda dari tumbuhan inangnya dan mempunyai efek farmakologis.  Arthrinium sp. merupakan contoh jenis jamur endofit yang keberadaannya melimpah. Arthrinium sp. diketahui mempunyai kandungan metabolit sekunder yang potensial untuk dikembangkan. Senyawa golongan terpenoid, alkaloid, fenolik dan beberapa golongan lain ditemukan dalam jamur endofit Arthrinium sp. Senyawa yang dihasilkan oleh Arthrinium sp. dilaporkan menunjukkan aktivitas biologis yang beragam yaitu sebagai antimikroba, antioksidan, antikanker dan aktivitas yang lainnya. Tulisan ini merangkum pengetahuan, studi dan laporan mengenai jamur endofit Arthrinium sp., kajian aktivitas biologi serta metabolit sekunder yang dihasilkan yang berpotensi dikembangkan sebagai penemuan obat baru yang berasal dari alam.
Review Neutrophil Gelatinase-Associated Lipocalin (NGAL): Perannya sebagai Biomarker pada Kerusakan Ginjal Akut Syadiah, Ami Rahmati; Febrina, Ellin; Levita, Jutti
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.1.35-42.2021

Abstract

Kerusakan ginjal akut merupakan penyakit yang berisiko tinggi menyebabkan pasien kritis hingga kematian, membutuhkan diagnosis yang cepat dalam penanganannya. Saat ini pendeteksian penyakit kerusakan ginjal akut masih terbatas dan belum dilakukan secara umum untuk dijadikan standar biomarker yang cepat dan tepat. Neutrophil gelatinase-associated lipocalin (NGAL) merupakan protein lipocalin 25 kDa yang terdapat pada sel epitel ginjal dan hati. NGAL dapat merespon langsung terjadinya kerusakan pada sel tubular epitel, ditandai dengan meningkatnya NGAL dalam urin dan plasma, sehingga NGAL dapat dijadikan penanda kerusakan ginjal akut dengan cepat dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi. Metode yang digunakan dalam review artikel ini menggunakan penelusuran melalui PubMed. Tujuan review artikel ini adalah untuk menunjukkan bahwa NGAL dapat dijadikan penanda gagal ginjal akut yang cepat dan sensitif.Kata Kunci: Kerusakan ginjal akut; biomarker NGAL; pengujian NGAL; sensitivitas; selektfitas.
Pemanfaatan Iradiasi Gelombang Mikro pada Sintesis Metil orto-metoksisinamat Yaqin, Istna Nur’ainul; Ekowati, Juni; Nofianti, Kholis Amalia; Suzana, Suzana
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.2.157-163.2021

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mensintesis senyawa metil orto-metoksisinamat (MOMS) yang terbukti berdasarkan uji in silico dapat digunakan mengobati penyakit kardiovaskular, yaitu sebagai antiplatelet. Sintesis MOMS dilakukan dari material awal asam orto-hidroksisinamat (AOHS) dengan metode iradiasi gelombang mikro dan membandingkan profil KLT selama proses reaksi sintesis pada tiga daya iradiasi gelombang mikro tersebut (120, 280 dan 400Watt). Reaksi yang digunakan adalah reaksi metilasi pada gugus OH asam karboksilat dan gugus fenolik dari senyawa AOHS dengan dimetil sulfat sebagai agen pemetilasi. Kondisi reaksinya diatur dalam suasana basa K2CO3 menggunakan pelarut aseton. Pengambilan sampel pada proses reaksi sintesis dilakukan setiap 30 detik pada masing-masing daya microwave dan dievaluasi noda yang terbentuk pada plat kromatografi lapisan tipis (KLT), dan dilanjutkan sampai reaksi sempurna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesempurnaan reaksi semakin cepat dengan bertambahnya daya microwave. Prosentase hasil yang diperoleh 72%. Berdasarkan analisis senyawa menggunakan spektrofotometer FT-IR, spektrometer 1H-NMR dan 13C-NMR, disimpulkan bahwa reaksi sintesis senyawa MOMS dapat dilakukan dengan memanfaatkan iradiasi gelombang mikro, hal ini disebabkan adanya gugus polar pada AOHS yang dapat menyerap iradiasi gelombang mikro. Semakin tinggi daya yang digunakan pada reaksi metilasi AOHS, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk kesempurnaan reaksi
Risiko Kejadian Perdarahan Pasca Rawat Inap pada Penggunaan Bersamaan Warfarin dan Antibiotik Rahma, Nazulanita; Andayani, Tri Murti; Nurrochmad, Arief
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.2.164-173.2021

Abstract

Penggunaan warfarin dan antibiotik bersamaan diketahui dapat meningkatkan risiko perdarahan. Kejadian perdarahan mayor terkait warfarin dapat berupa perdarahan fatal hingga menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi warfarin dan antibiotik dan efeknya terhadap kejadian perdarahan pada pemeriksaan pertama pasca rawat inap di RSUD Wates. Desain studi berupa kohort retrospektif pada 67 kasus penggunaan warfarin dengan/tanpa antibiotik oleh pasien rawat inap. Data berupa diagnosis, terapi, pemeriksaan pendukung, dan kejadian perdarahan saat rawat inap hingga pemeriksaan pertama diambil dari rekam medik pasien tertanggal Januari 2018 hingga September 2020. Analisis data dilakukan secara statistika menggunakan ­uji Chi-square atau uji Fisher exact test dan uji independent t-test atau uji Mann Whitney U test. Terdapat perbedaan bermakna pada kejadian perdarahan dalam waktu 7 hari pasca rawat inap antara kelompok antibiotik dan kontrol (16%; 0%; p = 0.017). Antibiotik yang digunakan oleh pasien dengan kejadian perdarahan yaitu golongan sefalosporin, kuinolon, azitromisin, dan ampisilin-sulbaktam. Kejadian perdarahan yang terjadi meliputi hematemesis melena (25%), hematuria (50%), tidak diketahui (25%). Studi ini menyimpulkan bahwa penggunaan bersamaan warfarin dan antibiotik saat rawat inap dapat berpengaruh terhadap kejadian perdarahan dalam waktu 7 hari setelah pasien dipulangkan.Penggunaan warfarin dan antibiotik bersamaan diketahui dapat meningkatkan risiko perdarahan. Kejadian perdarahan mayor terkait warfarin dapat berupa perdarahan fatal hingga menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi warfarin dan antibiotik dan efeknya terhadap kejadian perdarahan pada pemeriksaan pertama pasca rawat inap di RSUD Wates. Desain studi berupa kohort retrospektif [A1] [A2] pada 67 kasus penggunaan warfarin dengan/tanpa antibiotik oleh pasien rawat inap. Data berupa diagnosis, terapi, pemeriksaan pendukung, dan kejadian perdarahan saat rawat inap hingga pemeriksaan pertama diambil dari rekam medik pasien tertanggal Januari 2018 hingga September 2020. Analisis data dilakukan secara statistika menggunakan ­uji Chi-square atau uji Fisher exact test dan uji independent t-test atau uji Mann Whitney U test. Terdapat perbedaan bermakna pada kejadian perdarahan dalam waktu tujuh hari pasca rawat inap antara kelompok antibiotik dan kontrol (16%; 0%; p = 0.017). [A3] [A4] Antibiotik yang digunakan oleh pasien dengan kejadian perdarahan yaitu azitromisin, ampisilin-sulbaktam, golongan sefalosporin, dan golongan kuinolon.[A5] [A6]  Kejadian perdarahan yang terjadi meliputi hematemesis melena (25%), hematuria (50%), tidak diketahui (25%). Studi ini menyimpulkan bahwa penggunaan bersamaan warfarin dan antibiotik saat rawat inap dapat berpengaruh terhadap kejadian perdarahan dalam waktu tujuh hari setelah pasien dipulangkan [A1]Penulis disarankan mempelajari artikel https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6398292/ untuk lebih memahami penulisan artikel dengan desain kohort. [A2]Baik, terimakasih [A3]Tampilan hasil uji dalam studi kohort (adjusted hazard ratio [AHR] = ?; 95% CI, ?; p-value = ) [A4]Tidak dilakukan analisis survival, sementara kejadian perdarahan pada control group adalah 0 sehingga RR adalah tidak terbatas [A5]Ini bukan golongan obat; untuk menghindari multitafsir..kedua obat ini ditulis di awal, sementara yang golongan obat di bagian setelahnya [A6]Sudah kami ubah redaksionalnya

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2025): J Sains Farm Klin 12(2), August 2025 Vol 12 No 1 (2025): J Sains Farm Klin 12(1), April 2025 Vol 11 No 3 (2024): J Sains Farm Klin 11(3), December 2024 Vol 11 No 2 (2024): J Sains Farm Klin 11(2), August 2024 Vol 11 No 1 (2024): J Sains Farm Klin 11(1), April 2024 Vol 10 No 3 (2023): J Sains Farm Klin 10(3), Desember 2023 Vol 10, No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023 Vol 10 No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023 Vol 10 No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023 Vol 10, No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023 Vol 9 No 3 (2022): J Sains Farm Klin 9(3), Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): J Sains Farm Klin 9(3), Desember 2022 Vol 9 No 2 (2022): J Sains Farm Klin 9(2), Agustus 2022 Vol 9, No 2 (2022): J Sains Farm Klin 9(2), Agustus 2022 Vol 9, No 1 (2022): J Sains Farm Klin 9(1), April 2022 Vol 9 No 1 (2022): J Sains Farm Klin 9(1), April 2022 Vol 9 (2022): J Sains Farm Klin 9(suplemen), Desember 2022 Vol 8 No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021 Vol 8, No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021 Vol 8, No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021 Vol 8 No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021 Vol 8, No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021 Vol 8 No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021 Vol 7, No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020 Vol 7 No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020 Vol 7 No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020 Vol 7 No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020 Vol 6, No 3 (2019): J Sains Farm Klin 6(3), Desember 2019 Vol 6 No 3 (2019): J Sains Farm Klin 6(3), Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): J Sains Farm Klin 6(2), Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): J Sains Farm Klin 6(1), April 2019 Vol 5, No 3 (2018): J Sains Farm Klin 5(3), Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): J Sains Farm Klin 5(2), Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): J Sains Farm Klin 5(1), April 2018 Vol 4, No 1 (2017): J Sains Farm Klin 4(1), November 2017 Vol 3, No 2 (2017): J Sains Farm Klin 3(2), Mei 2017 Vol 3, No 1 (2016): J Sains Farm Klin 3(1), November 2016 Vol 2, No 2 (2016): J Sains Farm Klin 2(2), Mei 2016 Vol 2, No 1 (2015): J Sains Farm Klin 2(1), November 2015 Vol 1, No 2 (2015): J Sains Farm Klin 1(2), Mei 2015 Vol 1, No 1 (2014): J Sains Farm Klin 1(1), November 2014 More Issue