Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI PUSKESMAS SURABAYA TIMUR DAN SELATAN Athijah, Umi; Zairina, Elida; Sukorini, Anila Impian; Rosita, Efrita Mega; Putri, Anindita Pratama
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Primary Health Center as an organization of public health service has an excellent service quality character, besides qualified medical services. Service will run if the availability and quality of medicines is assured. This study was conducted to get an overview of planning and procurement of medicines at primary health centers. It was observational and descriptive study. The sample was the entire primary health centers in South and East Surabaya (n = 26) and the respondent was the staff of primary health center who manage planning and procurement of medicines. The data was collected by validated questionnaires and check list. Results showed that 57.7% respondents was pharmacists. Non-DOEN generic medicines and patent medicines were provided by 61.5%. The combined method (epidemiology-consumption method) was used by 61.5% staff to calculate the medicine need. The unschedule procurements have been reported by 57.7% respondents. "Received medicine was not always the same with the request" was reported by 69.2% staff. Only 19.2% respondents always check the medicine name, strength, quantity, dosage form, expired date, batch number and physical condition. To conclude, the medicine demand has not been well covered and only a few staff always check the medicines completely. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang perencanaan dan pengadaan obat di puskesmas. Sampel adalah seluruh puskesmas di wilayah Surabaya Selatan dan Timur (n=26) dengan responden yaitu pengelola obat di setiap puskesmas. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan check list yang telah divalidasi. Dari penelitian ini diketahui bahwa 57,7% pengelola obat di puskesmas adalah apoteker. Sebanyak 61,5% menyediakan obat generik non-DOEN dan obat paten selain obat generik DOEN yang dipersyaratkan. Metode campuran konsumsi dan epidemiologi digunakan oleh 61,5% pengelola dalam menghitung kebutuhan obat. Permintaan obat di luar jadwal pernah diajukan oleh 57,7% responden. “Penerimaan obat tidak selalu sama dengan permintaan” dilaporkan oleh 69,2% pengelola, namun hasil pengamatan dalam checklist menunjukkan seluruh puskesmas mengalami hal tersebut. Hanya 19,2% responden melakukan pengecekan nama obat, kekuatan, jumlah, bentuk sediaan, tanggal kadaluarsa, nomor lot dan kerusakan obat. Kesimpulan yang diperoleh adalah kebutuhan obat di puskesmas masih belum terpenuhi dengan baik terutama karena faktor pengadaan dan hanya sebagian kecil pengelola obat yang melakukan pengecekan obat secara lengkap.
PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI PUSKESMAS SURABAYA TIMUR DAN SELATAN Athijah, Umi; Zairina, Elida; Sukorini, Anila Impian; Rosita, Efrita Mega; Putri, Anindita Pratama
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v5i1.33

Abstract

Primary Health Center as an organization of public health service has an excellent service quality character, besides qualified medical services. Service will run if the availability and quality of medicines is assured. This study was conducted to get an overview of planning and procurement of medicines at primary health centers. It was observational and descriptive study. The sample was the entire primary health centers in South and East Surabaya (n = 26) and the respondent was the staff of primary health center who manage planning and procurement of medicines. The data was collected by validated questionnaires and check list. Results showed that 57.7% respondents was pharmacists. Non-DOEN generic medicines and patent medicines were provided by 61.5%. The combined method (epidemiology-consumption method) was used by 61.5% staff to calculate the medicine need. The unschedule procurements have been reported by 57.7% respondents. "Received medicine was not always the same with the request" was reported by 69.2% staff. Only 19.2% respondents always check the medicine name, strength, quantity, dosage form, expired date, batch number and physical condition. To conclude, the medicine demand has not been well covered and only a few staff always check the medicines completely. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang perencanaan dan pengadaan obat di puskesmas. Sampel adalah seluruh puskesmas di wilayah Surabaya Selatan dan Timur (n=26) dengan responden yaitu pengelola obat di setiap puskesmas. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan check list yang telah divalidasi. Dari penelitian ini diketahui bahwa 57,7% pengelola obat di puskesmas adalah apoteker. Sebanyak 61,5% menyediakan obat generik non-DOEN dan obat paten selain obat generik DOEN yang dipersyaratkan. Metode campuran konsumsi dan epidemiologi digunakan oleh 61,5% pengelola dalam menghitung kebutuhan obat. Permintaan obat di luar jadwal pernah diajukan oleh 57,7% responden. â??Penerimaan obat tidak selalu sama dengan permintaanâ? dilaporkan oleh 69,2% pengelola, namun hasil pengamatan dalam checklist menunjukkan seluruh puskesmas mengalami hal tersebut. Hanya 19,2% responden melakukan pengecekan nama obat, kekuatan, jumlah, bentuk sediaan, tanggal kadaluarsa, nomor lot dan kerusakan obat. Kesimpulan yang diperoleh adalah kebutuhan obat di puskesmas masih belum terpenuhi dengan baik terutama karena faktor pengadaan dan hanya sebagian kecil pengelola obat yang melakukan pengecekan obat secara lengkap.
PENGETAHUAN DAN PERAN APOTEKER TENTANG DISASTER MANAGEMENT Lina Dwi Setiyarini; Devita Ardina Prameswari; Rachmad Luisa; Sisca Melani Panggono; Achmad Aziz Choiri; Nailul Fithriyah; Almira Alodia; Istna Nur Ainul Yaqin; Gusti Ayu Manik Suartha Putri; Farah Najla; Anisa Ikrimatun Nikmah; Elida Zairina
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Farmasi Komunitas
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.184 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v6i1.21827

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan wilayah pesisir yang luas dan terpanjang di dunia. Negara dengan wilayah pesisir yang luas memiliki potensi terkena bencana tinggi, khususnya bencana banjir. Banjir di kota Surabaya dapat menyebabkan penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan, serta infeksi lainnya. Apoteker memiliki peran dalam manajemen bencana dalam menangani pra, selama, dan pasca bencana. Penelitian merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan untuk mengukur pengetahuan dan peran apoteker di Kota Surabaya, pengambilan sampel dilakukan dengan non-random sampling pada apoteker yang bersedia menjadi responden. Kuesioner digunakan untuk pengambilan data dan diisi langsung oleh apoteker yang bersedia berpartisipasi. Hasil jawaban kuesioner pada masing-masing bagian akan dilakukan skoring dengan kategori baik, cukup, dan kurang. Skor kurang (0-3), cukup (4-6), dan baik (7-9) pada masing–masing pertanyaan. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden memiliki pengetahuan yang memadai tentang peran apoteker dan kesediaan untuk menyiapkan obat dan perangkat medis jika terjadi bencana. Dari 104 apoteker yang menjadi responden, 99 orang diantaranya (95,2%) memiliki pengetahuan yang baik tentang peran apoteker, 5 responden (4,8%) dengan pengetahuan cukup, dan 0 responden (0%) dengan pengetahuan kurang. Kesediaan responden untuk menyiapkan obat-obatan dan peralatan medis yang cukup jika terjadi bencana ada pada kategori baik sejumlah 43 (41,3%), cukup sejumlah 58 (55,8%), dan kurang sejumlah 3 (2,9%). Responden memiliki pengetahuan yang baik tentang peran apoteker dalam penanggulangan bencana dan bersedia memberikan obat-obatan dan peralatan medis saat terjadi bencana.
PROFIL PERILAKU MASYARAKAT TENTANG PERSIAPAN OBAT DAN PENCARIAN INFORMASI TEMPAT TUJUAN SEBELUM BEPERGIAN Elida Zairina; Noor Annisa Mones; Nadhifah Dhia Zahrah; Firdausa Rahmah; Naufal Hafizalwan; Lilla Sapta Ratri; Fitri Amalia Siswanto; Diyna Rusayliya Purwanto; Yusuf Alif Pratama; Yuhan Adelina Wihda Fikriyah; Balqis Sofea Binti Borhan
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Farmasi Komunitas
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.487 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v6i2.21847

Abstract

Pada era globalisasi, banyak orang bepergian dengan berbagai keperluan, terutama perjalanan liburan. Peningkatan jumlah perjalanan memicu banyaknya orang yang bepergian  terkena penyakit selama atau setelah melakukan perjalanan. Hal ini disebabkan orang-orang tersebut kurang memiliki pengetahuan tentang pre-travel health preparation. Untuk mengetahui tingkat kesiapan masyarakat terkait kesehatan sebelum bepergian, dilakukan survei di Terminal Bus Bungurasih, Sidoarjo pada bulan September 2019. Penelitian ini didesain secara cross-sectional dengan 150 responden. Pengambilan data dilakukan secara accidental sampling dengan instrumen kuesioner. Dari data survei, diperoleh hasil sebesar 56,7% responden melakukan pencarian informasi terkait tempat tujuan dimana jumlah laki-laki (n=49) lebih banyak daripada perempuan (n=36). Jenis informasi yang dicari responden terkait tempat tujuan paling banyak adalah perihal transportasi (47,3%). Responden yang tidak mencari informasi mengenai tujuan perjalanan (38,7%) umumnya merasa sudah memiliki persiapan yang cukup. Obat pribadi yang paling banyak dibawa pada saat perjalanan adalah minyak kayu putih (n=39) dan sebanyak 46 dari 69 responden mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan berupa pusing. Dari hasil survei dapat disimpulkan bahwa perbekalan selama perjalanan terkait dengan obat-obatan tiap individu berbeda tergantung dari tujuan perjalanan. Selain itu, beberapa wisatawan membutuhkan waktu persiapan lebih lama tergantung dari jarak dan tujuan perjalanan.
Pengetahuan, Kesadaran, dan Praktik Apoteker di Komunitas di Masa Pandemi COVID-19 di Beberapa Wilayah di Indonesia Gabriella Wilhelmina Targanski; Aprilia Nur’aini Rizma Putri; Putri Rizqiyah; Annisa Septiana Ahmad; Jeremy Moses Prawadi; Yaniar Nur Hidayah; Shafira Muti Ardiana; Muhammad Jabbar Falih; Farisa Firosyida; Isrini Qaidatul Ilmi; Wahyu Mega Tri Susanty; Alvira Eka Widyasari; Elida Zairina
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.326 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v9i1.24131

Abstract

Peningkatan jumlah pasien COVID-19 menjadi perhatian utama para tenaga kesehatan, termasuk apoteker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan, kesadaran, dan praktik apoteker komunitas di beberapa wilayah di  Indonesia terhadap wabah COVID-19. Penelitian ini didesain secara cross-sectional dengan pengambilan data dilakukan secara daring. Data diambil melalui survei menggunakan kuesioner yang terdiri dari delapan pertanyaan mengenai demografi dan 32 pertanyaan mengenai pengetahuan, kesadaran, dan praktik apoteker tentang pandemi COVID-19. Kuesioner disebarkan kepada apoteker yang memiliki Surat Ijin Praktik Apoteker  (SIPA) aktif dan bekerja di komunitas. Sebanyak 116 apoteker di komunitas berpartisipasi pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 99,14% (n=115) responden memiliki pengetahuan yang baik mengenai COVID-19 dan sebanyak 68,10% (n=79) responden memiliki kesadaran yang baik terkait COVID-19. Meskipun sebagian besar reponden menunjukkan  nilai skor pengetahuan dan kesadaran yang tinggi, hanya 62,93% (n=73) responden yang selalu mempraktikkan protokol kesehatan saat memberikan layanan kesehatan di masyarakat. Mayoritas apoteker komunitas telah menunjukkan pengetahuan dan kesadaran yang tinggi terhadap wabah COVID-19. Diperlukan peningkatan implementasi protokol kesehatan di apotek sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.
PELAYANAN KEFARMASIAN DI BEBERAPA APOTEK DI INDONESIA PADA ERA PANDEMI COVID-19 Muhammad Muamar Fathoni; Rizella Fitriani; Fidya Dwi Lestari; Vita Maulinda Asa Angembani; Amalia Tusholecha; Winda Fatmasari; Alyajilan Alyajilan; Shafa Azaria; Yuliana Yuliana; Nadya Amaliah; Safira Izza Maharani; Elida Zairina
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.092 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v8i2.24135

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 telah mempengaruhi aspek kesehatan. Apoteker perlu merumuskan strategi dan inovasi dalam menghadapi pandemi ini untuk memberikan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak, pelayanan kefarmasian, dan inovasi pelayanan kefarmasian di apotek komunitas Indonesia pada masa pandemi COVID-19. Metode: Penelitian dilakukan dengan cara observasional dan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara daring. Sebanyak 96 apoteker berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dianalisis secara deskriptif dan distribusi data ditampilkan berdasarkan frekuensi dan persentase dari hasil kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 ini berdampak pada (60,4%) pelayanan apotek di Indonesia karena terjadi peningkatan permintaan beberapa produk farmasi (suplemen, vitamin, dan alat kesehatan) yang dapat menekan sistem rantai pasokan obat. Pelayanan kefarmasian saat COVID-19 sudah diterapkan oleh beberapa apotek di Indonesia (31,25%, n=30) sesuai Pedoman Kemenkes RI terkait Pedoman Kesiapsiagaan COVID-19 Rev 02 Tahun 2020. Selain itu, beberapa apotek di Indonesia (71,88%, n=69) telah menerapkan E-pharmacy, pembayaran nontunai, layanan resep dan swamedikasi secara daring, serta pengiriman obat ke rumah pasien di masa pandemi COVID-19. Kesimpulan: Dampak pandemi COVID-19 pada pelayanan kefarmasian di apotek komunitas yakni penerapan e-pharmacy dan sebagian besar apotek telah menerapkan prosedur operasional yang sesuai.Kata Kunci: apotek komunitas, COVID-19, pelayanan kefarmasian, apoteker, Indonesia
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE HEALTH BELIEF MODEL AND DRUG INFORMATION SERVICES PROVIDED BY PHARMACISTS TO PREGNANT AND BREASTFEEDING WOMEN Septi Anggraini; Elida Zairina; Wahyu Utami
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 16 No. 3 (2021): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.67 KB) | DOI: 10.20473/ijph.v16i3.2021.375-385

Abstract

ABSTRACTThe use of medication during pregnancy and breastfeeding cannot be avoided, particularly for those with chronic diseases. The use of medication for these patients require special attention, especially by pharmacists as they have the responsibility to provide medications and appropriate services to achieve optimal therapeutic goals. The drug information service actively provided by pharmacists is a display of their commitment in preventing drug therapy problems and improving the quality of life of pregnant and breastfeeding women. This study aimed to analyze the relationship between pharmacists' beliefs based on the Health Belief Model (HBM) approach and the practice of active drug information service for pregnant and breastfeeding women with chronic diseases. This study was an observational study with a cross-sectional design and used a self-administered questionnaire. 62 pharmacists in Primary Healthcare Centers in Surabaya agreed to participate in this study. The Spearman correlation analysis was used and showed that perceived self-efficacy had the strongest relationship (rs = 0.357) with the practice of providing active drug information. Thus, it can be concluded that perceived self-efficacy is a factor that is directly related to the practice of providing active drug information.Keywords: Active Drug Information Services, Health Belief Model, Pharmacists
Linguistic Validation of Indonesian Version of the Audit of Diabetes-Dependent Quality of Life Questionnaire Putri Amelia Rooswita; Yunita Nita; Elida Zairina; Gesnita Nugraheni; Libriansyah Libriansyah
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 8 No. 3 (2021): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v8i32021.293-300

Abstract

Background: One of the impacts experienced by diabetes mellitus patients is a decrease in their quality of life. The Audit of Diabetes-Dependent Quality of Life (ADDQoL) is a widely used individualized diabetes-specific quality of life measure. However, there was no version available in the Indonesian language. Objective: This study is aimed to undertake linguistic validation, including a cultural adaptation of the ADDQoL questionnaire into the Indonesian language. Method: The original developer granted permission to use and modify the questionnaire. The international linguistic validation procedure developed by the Mapi Research Institute was used. There were six steps involved: forward translation, reconciliation, back translation, expert panel review by a psychologist and clinician, cognitive debriefing with diabetes patients, and proofreading. Result: Problems that arose during the linguistic validation process were resolved by finding conceptually equivalent alternatives and changing sentence structures to achieve equivalence in language, concept, and culture with the original version of the ADDQoL. The developer's team reviewed and discussed all actions taken. Cognitive debriefing interviews with five respondents showed that the ADDQoL questionnaire was simple to understand. Conclusion: The Indonesian version of the ADDQoL is linguistically and culturally validated. Further studies are needed to confirm the structure and reliability of the Indonesian ADDQoL.
PENINGKATAN PERAN TENAGA KESEHATAN DAN MASYARAKAT DALAM MENCEGAH KESALAHAN PENGOBATAN Inge Dhamanti; Diansanto Prayoga; Syifa’ul Lailiyah; Elida Zairina
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.400-408

Abstract

AbstractProviding safe services is important in the implementation of health services. Medication errors are a failure of the treatment process that has the potential to cause harm to patients. The incidence of treatment errors can be prevented through increased understanding of health workers and the community regarding the safety of treatment. The active role of patients and their families during treatment process can minimize harm that may happened. This program aims to increase the knowledge of health workers and community as an important element of health services in order to prevent the occurrence of medication error. Efforts to increase knowledge are carried out through the holding of webinars for the community related to 5 moments for medication safety and treatment safety training activities for health workers. Knowledge change was measured using a pre and posttest questionnaires. The target of activities amounted to 37 people and 15 health workers. The results of the analysis showed positive changes in average knowledge with an increase in community knowledge (97.3%) and health workers (100%). The results of this activity become the provision of the community or health workers to increase their role in the safety of treatment with knowledge that has been obtained during community service activities.Keywords: Medication safety, health workers, community, medication error AbstrakPenyediaan layanan yang aman penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Kesalahan pengobatan merupakan kegagalan proses pengobatan yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi pasien. Insiden kesalahan pengobatan dapat dicegah melalui peningkatan pemahaman tenaga kesehatan dan masyarakat terkait keamanan pengobatan. Peran aktif pasien dan keluarganya dalam pelayanan kesehatan dapat meminimalisir bahaya yang mungkin timbul pada proses pengobatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan dan masyarakat sebagai unsur penting pelayanan kesehatan agar dapat mencegah terjadinya kejadian medication error. Upaya peningkatan pengetahuan dilakukan melalui penyelenggaraan webinar bagi masyarakat umum terkait 5 moments for medication safety dan kegiatan pelatihan keamanan pengobatan bagi tenaga kesehatan. Perubahan pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pre dan post test. Sasaran kegiatan berjumlah 37 masyarakat dan 15 tenaga kesehatan. Hasil analisis menunjukkan adanya perubahan positif rata-rata pengetahuan dengan peningkatan pengetahuan masyarakat (97,3%) dan tenaga kesehatan (100%). Hasil kegiatan ini menjadi bekal masyarakat ataupun tenaga kesehatan untuk meningkatkan perannya dalam keamanan pengobatan dengan pengetahuan yang telah diperoleh selama kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan.Kata kunci: Keamanan pengobatan, tenaga kesehatan, masyarakat, kesalahan pengobatan
Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Kepatuhan Pengobatan Pasien Lansia dengan Hipertensi berdasarkan Teori Health Belief Model Nurhidayati Rusmadi; Liza Pristianty; Elida Zairina
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 8, No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.372 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.8.1.60-68.2021

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur validitas dan reliabilitas kuesioner kepatuhan penggunaan obat pada lansia dengan hipertensi berdasarkan teori Health Belief Model (HBM). Kuesioner dibuat berdasarkan studi literatur dan diskusi dengan para ahli. Dikarenakan pandemi COVID-19, penyebaran kuesioner dilakukan secara daring di media sosial dan secara luring pada pasien hipertensi yang berkunjung di Puskesmas Pekauman, Kota Banjarmasin. Kuesioner terdiri dari enam dimensi untuk mengukur HBM, yaitu kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, dan kepercayaan diri yang dirasakan, serta isyarat untuk bertindak. Sejumlah 30 peserta berumur 60–79 tahun & sedang mengonsumsi obat kaptopril dan/atau amlodipin minimal dalam 3 bulan terakhir terlibat dalam penelitian ini. Pada uji validitas, hasilnya menunjukkan bahwa dari 45 item pertanyaan dalam kuesioner, terdapat 8 item yang tidak valid sedangkan 37 item lainnya dinyatakan valid berdasarkan nilai Pearson Correlation (> r tabel 0,361; p <0,05). Selanjutnya, 37 item yang valid, setiap dimensi diuji reliabilitasnya pada tingkat signifikansi 0,05 dan hasilnya masing-masing dimensi memiliki nilai Cronbach's Alpha >0,7, dengan skor keseluruhan 0,927 yang menunjukkan bahwa semua dimensi dalam kuesioner reliabel. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kuesioner berdasarkan teori Health Belief Model merupakan instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur kepatuhan penggunaan obat pada lansia dengan hipertensi.
Co-Authors Achmad Aziz Choiri Agustia, Syafa Habiba Almira Alodia Alvira Eka Widyasari Alyajilan Alyajilan Amalia Tusholecha Amalia, Diagram Fuzzy Ana Yuda Andi Hermansyah Anisa Ikrimatun Nikmah Annisa Septiana Ahmad Aprilia Nur’aini Rizma Putri Aqilah, Nida Faizatul Ardiana, Alma Dita Arie Sulistyarini Baiq Khuwailidia Kartikasari Balqis Sofea Binti Borhan Dahlui, Maznah Devita Ardina Prameswari Dhamanti, Inge Diansanto Prayoga Diyna Rusayliya Purwanto Djazuly Chalidyanto Dwi Novita Sari Farah Najla Farisa Firosyida Fauzia, Firdha Fidya Dwi Lestari Firdaus, Favian Rafif Firdausa Rahmah Fitri Amalia Siswanto Fitriyah, Arina Wilda Gabriella Wilhelmina Targanski Gesnita Nugraheni Gusti Ayu Manik Suartha Putri Hamidah, Khusnul Fitri Hermawan, Joshua El'Nissi Indana Tri Rahmawati Ismawantri, Putu Isrini Qaidatul Ilmi Istna Nur Ainul Yaqin Jeremy Moses Prawadi Junaidi Khotib Libriansyah Libriansyah Lilla Sapta Ratri Lina Dwi Setiyarini Liza Pristianty Mahmudin, Ahmad Amin Martanto, Tri Wahyu Mellyana, Fransisca Mohd Ali, Adliah Binti Muhammad Atoillah Isfandiari Muhammad Jabbar Falih Muhammad Muamar Fathoni Muhammad Rizky Widodo Munawaroh, Putri Dinatul Nadhifah Dhia Zahrah Nadya Amaliah Nailul Fithriyah Naufal Hafizalwan Noor Annisa Mones Nurhidayati Rusmadi Putra, I Gede Iswara Pranidhana Putri Amelia Rooswita Putri Rizqiyah Putri, Anindita Pratama Putri, Anindita Pratama Putri, Sukma Isna Rahma Rachmad Luisa Rarasati, Putri Rista Fauziningtyas, Rista Rizella Fitriani Rosita, Efrita Mega Rosita, Efrita Mega Rusmadi, Nurhidayati Safira Izza Maharani Samirah Samirah Santosa, Nadya Rachmania Septi Anggraini SETIAWAN, Catur Dian Shafa Azaria Shafira Muti Ardiana Shah Faisal Siregar, Miranda Yosephine Saulina Sisca Melani Panggono Sukorini, Anila Impian Syifa’ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Thinni Nurul Rochmah Umi Athijah Umi Athiyah, Umi Utomo, Febriansyah Nur Vita Maulinda Asa Angembani Wahyu Mega Tri Susanty Wahyu Utami Wibisono, Cahyo Winda Fatmasari Wulandari, Melly Yaniar Nur Hidayah Yuhan Adelina Wihda Fikriyah Yuliana Yuliana Yuniarti Suryatinah Yunita Nita Yunita Nita Yusuf Alif Pratama Zahra, Fathimatuz