cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Potensi Ekowisata di Bukit Cinta Danau Rawapening Kabupaten Semarang Nurul Lathifah; Jafron Wasiq Hidayat; Fuad Muhammad
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.624 KB) | DOI: 10.14710/jil.18.2.228-235

Abstract

Indonesia mempunyai berbagai jenis sumberdaya hayati potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai objek daya tarik wisata unggul, salah satunya adalah Bukit Cinta Danau Rawapening. Objek wisata tersebut menyajikan landskap alami dan berlokasi di pertemuan Semarang-Solo-Yogyakarta. Potensi sumberdaya dan lokasi yang strategis membuat objek wisata tersebut menjadi salah satu dari 15 danau prioritas nasional, namun demikian masih banyak potensi sumberdaya hayati yang dapat diikembangkan untuk membangun ekowisata di Bukit Cinta Danau Rawapening. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi sumberdaya biotik terhadap ekowisata dan mengkaji potensi ekowisata di Bukit Cinta Danau Rawapening Kabupaten Semarang. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2018-Maret 2019 dengan mengumpulkan data primer yang meliputi keanekaragaman plankton, makrobenthos, nekton, vegetasi, fisika kimia perairan, potensi objek wisata, dan data sekunder meliputi keanekaragaman burung, jumlah pengunjung. Parameter biotik dianalisis strukturnya sedangkan kualitas air status fisik-kimia. Penilaian potensi daerah wisata menggunakan metode ADO-ODTWA Danau. Berdasarkan hasil penelitian di Bukit Cinta Danau Rawapening dalam aspek biotik memperlihatkan bahwa biota yang mendominasi adalah Melosira sp, Tarebia granifera, Oreochromis niloticus, Eichhornia crassipes, Bubulcus ibis, dan kualitas air masih layak digunakan sebagai tempat wisata. Berdasarkan hasil penilaian identifikasi potensi daerah wisata Bukit Cinta Danau Rawapening termasuk dalam klasifikasi tinggi dengan nilai 6310. Hal ini mengindikasikan bahwa objek wisata Bukit Cinta Danau Rawapening memiliki potensi yang layak untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata
Kualitas Air dan Indeks Pencemaran Danau Galela Tri Retnaningsih Soeprobowati; Hendro Christi Suhry; Tyas Rini Saraswati; Jumari Jumari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.721 KB) | DOI: 10.14710/jil.18.2.236-241

Abstract

Danau Galela adalah salah satu sumberdaya perairan tawar terbesar di Provinsi Maluku Utara. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, Danau Galela mengalami permasalahan seperti penurunan kualitas air akibat meningkatnya sistem budidaya ikan dengan menggunakan keramba, perikanan tangkap dan objek wisata. Aktifitas yang dilakukan di badan air maupun daratan perlahan berpengaruh terhadap ekosistem danau. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air dan status pencemaran danau galela, berdasarkan parameter fisika, kimia dan biologi (Kelimpahan fitoplankton). Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Sampel fitoplankton diambil dengan metode stratifikasi secara vertikal setiap 1m. selanjutnya data di analisis kelimpahan dan komposisi fitoplankton untuk menentukan indeks saprobic dan indeks pencemaran. Berdasaarkan hasil analisis kandungan Kadar fosfor, nitrit dan amonia pada beberapa stasiun melewati baku mutu perairan kelas I dan II. Komposisi fitoplankton di Danau Galela terdiri atas Chlorophyta 15 spesies, Bacillariophyta 10 spesies, Cyanophyta 4 spesies, Euglenophyta dan Pyrrhophyta 1 spesies. Berdasarkan kelimpahan fitoplankton diketahui bahwa perairan Danau Galela berkisar antara 10.089 ind/l hingga 32.108 ind/l, termasuk kategori mesoeutrofik hingga eutrofik. Indeks saprobik berkisar pada β Mesosaprobik hingga α Mesosaprobik, sementara indeks pencemaran menunjukan memenuhi baku mutu hingga cemar ringan.
Kajian Tipologi dan Pemanfaatan Sumber Daya Air di Provinsi Aceh Ahmad Nubli Gadeng; Ramli Ramli; Muhammad Okta Ridha Maulidian; Furqan Ishak Aksa; Dede Rohmat; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.18.2.333-341

Abstract

Air merupakan material yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup yang ada di bumi, tanpa apa air kehidupan tidak dapat berlangsung dengan sempurna. Akan tetapi ketersediaan air di setiap daerah berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tipologi dan pemanfaatan sumber daya air di Aceh. Metodologi yang digunakan yaitu library research (penelitian kepustakaan). Hasil yang didapatkan yaitu, Aceh memiliki berbagai tipologi sumber daya air, Pertama, memiliki 14 CAT (Cekungan Air Tanah), ada yang skala kabupaten/Kota, skala lintas kabupaten/kota bahkan skala lintas provinsi. Kedua, memiliki 10 Sungai, 11 WS (Wilayah Sungai), 15 DAS (Daerah Aliran Sungai) dan 7 Danau. Berbagai sumber daya air tersebut yang dimanfaatkan oleh penduduk Aceh berjumlah 5.189.466 jiwa, dengan jumlah kepala rumah tangga (kepala keluarga) 1.231.058 KK, dan tingkat kepadatan penduduk 91 Jiwa/Km², sehingga dapat dipastikan dengan sumber daya air yang sangat melimpah, pasokan air yang dibutuhkan oleh masyarakat akan selalu tercukupi. Terlebih lagi dalam hal pemanfaatan air untuk berbagai keperluan masyarakat, seperti MCK (mandi, cuci, kakus), keperluan ibadah, keperluan pertanian, perkebunan, peternakan, perindustrian, dan berbagai keperluan lainnya dalam rangka menunjang kebutuhan hidup masyarakat yang terdapat di Aceh.
Strategic Assumptions for The Success of Coal Mining Reclamation to be A Tourism Site; A Case Study in Rantau Pandan Village of Bungo Regency asnelly ridha daulay
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.18.2.253-260

Abstract

Bad practice of open coal mining in Bungo Regency leaves many abandoned ponds. One pond in Rantau Pandan Village has been neglected for 5 years. Its environmental and social impacts pushed people to sue the government to revoke the permit of XXX Company that manages the mining. The low price of coal as well as the deep and large area to be piled make more difficult to do reclamation. This study aims at exploring the prospect of doing reclamation for tourism purposes with the concept of Community Based Tourism (CBT) and analyzing some strategic assumptions for the success that of reclamation. Primary data were collected through observation, interview and focus group discussion. Data were analyzed descriptively and qualitatively using Strategic Assumption Surfacing and Testing (SAST) method. Research finding shows that the people are eager to welcome the idea of CBT however the compensation from the mining company should be paid first. Of 22 assumptions for the development of tourism village, 18 assumptions can be grouped into quadrant II or Certain Planning Region, while 4 assumptions are in quadrant IV or Problematic Planning Region. To support this plan, it’s suggested five things i.e. resolving the social conflict among parties, strengthening the local institution, giving a mandate to villagers to manage the pond as a tourism site, then followed by supervising and enhance infrastructure to ease access.
Emisi Karbondioksida (CO2) Lahan Gambut Pasca Kebakaran Tahun 2018 di Kota Pontianak Shandra Andina Rahsia; Evi Gusmayanti; Rossie Wiedya Nusantara
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.18.2.384-391

Abstract

Lahan gambut di Kota Pontianak sering mengalami kebakaran yang berulang hampir setiap tahun. Tutupan lahan gambut yang terbakar beragam, mulai dari semak belukar hingga kebun masyrakat seperti akasia, kelapa sawit dan kebun campuran. Selain melepaskan emisi CO2 pada saat kebakaran berlangsung, lahan gambut yang mengalami perubahan fisik dan kimia akibat kebaarakan dapat mempengaruhi jumlah emisi CO2 yang dilepaskan ke atmosfer pasca terjadinya kebakaran.  Penelitian ini bertujuan untuk mengukur jumlah emisi CO2 pada lahan gambut yang terbakar pada pertengahan tahun 2018 di Kota Pontianak serta menganalisis korelasinya dengan beberapa faktor lingkungan. Penelitian dilakukan pada bulan Mei- Juli 2019 di Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat pada lahan gambut pasca kebakaran dengan vegetasi awal berupa tanaman akasia dan vegetasi saat dilakukan penelitian berupa semak belukar. Pengukuran Emisi CO2 menggunakan metode sungkup tertutup dengan alat ukur portable EGM 4 (Infra Red Gas Analyzer). Selain itu dilakukan pula pengambilan sampel tanah untuk menganalisis beberapa karakteristik fisik (bobot isi, kadar air gravimetrik, muka air tanah) dan kimia gambut ( kandungan bahan organik, kadar abu, kadar C Organik, pH dan Eh tanah) serta pengukuran variabel lingkungan (suhu udara dan suhu tanah). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai fluks CO2 pada selama periode pengukuran berkisar dari 183 – 595 ton CO2 dengan rerata sebesar 416,07 t CO2 ± 92,99 . Emisi CO2 ini berkorelasi tidak nyata dengan variabel lingkungan. Selain mengindikasikan kompleksitas proses dekomposisi gambut sebagai penghasil emisi CO2 di lahan pasca kebakaran yang tidak dapat dikaitkan dengan variabel lingkungan tertentu, hal ini menunjukkan perlunya melakukan pengukuran dalam jangka waktu yang lebih panjang agar pola emisi dapat terlihat.
Pengujian Toksisitas Lindi Instalasi Pengolahan Lindi TPA Piyungan pada Daphnia sp. dengan Whole Effluent Toxicity Ika Bayu Kartikasari; M Widyastuti; Suwarno Hadisusanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.18.2.297-304

Abstract

Lindi adalah rembesan yang melalui tumpukan sampah hasil endapan yang berada di bawah landfill yang terakumulasi yang terdiri dari bahan organik dan anorganik. Lindi hasil pengolahan IPL TPA Piyungan masih memiliki potensi pencemaran lindi menjadi permasalahan yang masih memiliki nilai toksisitas yang tinggi. Perlu adanya pengukuran toksisitas untuk mengetahui pengaruh pencemaran lindi terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) melakukan analisis efektivitas hasil pengolahan lindi di IPL TPA Piyungan, dan (2) melakukan pengujian toksisitas akut dengan WET (Whole Effluent Toxicity) menggunakan Daphnia sp. pada pengolahan lindi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni melakukan uji laboratorium pada parameter pengolahan lindi yang disesuaikan dengan permen LHK No. 59 tahun 2016 untuk pengukuran efektivitas pengolahan lindi, uji LC50 untuk mengetahui tingkat tokisitas akut pada influen dan efluen pengolahan lindi. proses pengolahan lindi TPA Piyungan terdiri dari Kolam Sedimentasi, Aerasi, dan Desinfeksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Efektivitas pengolahan lindi TPA Piyungan pada parameter berturut-turut TSS 56 %; BOD 82 %; COD 0 %; TN 41,67%; dan Hg 14 %. Hasil efektivitas pengolahan lindi tersebut tidak mempengaruhi peningkatan perbaikan kualitas lindi yang disesuaikan Peraturan Menteri LHK No 59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2016 masih melebihi baku mutu yang telah ditetapkan kecuali parameter BOD, (2) Toksisitas lindi TPA Piyungan dikategorikan Very High Acute Toxicity pada influen dan High Acute Toxicity efluen IPL Piyungan. Kematian 50% populasi daphnia untuk contoh uji influen IPL Piyungan sebesar 0,482% dengan Toxic Unit acute (TUa) sebesar 203,33. Contoh uji efluen IPL Piyungan sebesar 2,752% dengan Toxic Unit acute (TUa) sebesar 36,33.
Teknik Konservasi Mataair Berdasarkan Karakteristiknya : Studi Kasus Dusun Sumberwatu dan Dusun Dawangsari, Prambanan, di. Yogyakarta Akhmad Khahlil Gibran; Nur Idham Kholid
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.18.2.342-353

Abstract

Di Dusun sumberwatu dan Dusun Dawangsari terdapat tiga mataair yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air. Tiga mataair tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan warga selama musim kemarau. Kulaitas air yang dihasilkan juga belum diuji standar baku mutu air bersih, sehingga dipelukan upaya konservasi  untuk meningkatkan kuantitas dan kualiatas agar memenuhi standar baku mutu air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan Teknik konservasi yang tepat berdasarkan karakteristik mataair (tipe, kuantitas, dan kualitas) dan menentukan letak daerah imbuhan. Metode survei, wawancara, dan matematis digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Aspek-aspek yang diolah terdiri atas topografi, kemiringan lereng, kebutuhan air masyarakat, kondisi fisik, kimia, dan biologi air mataair. Dari data aspek-aspek tersebut dianalisis dan diinterpretasikan sehingga mendapatkan teknik konservasi yang tepat. Dari hasil penelitian, diperoleh mataair tersebut terbentuk oleh adanya tenaga gravitasi, dengan tipe mataair turbuler. Kuantitas (debit) 3 mataair tergolong kelas 7-8 dengan kualitas air pada seluruh sumber air bakteri coliform tinggi. Zona recharge berada pada bagian timur dan bagian barat di lokasi penelitian. Arahan teknik konservasi yang dilakukan secara agronomis pada daerah imbuhan dengan penanaman sistem wanatani, pembuatan saluran resapan dan rorak pada sistem teras gulud. Kemudian sistem mekanis di sempadan mataair yakni alat Chlorine Diffuser untuk mengatasi bakteri coliform, serta teknik bangunan penangkap air dari sumber air.
Kesesuaian Lahan dan Keberlanjutan Pengelolaan Kawasan Wisata Alam Pantai Panjang di Kota Bengkulu Ellya Revolina; Aceng Hidayat; Sambas Basuni; Widiatmaka Widiatmaka
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.18.2.261-271

Abstract

Kawasan wisata alam Pantai Panjang di Kota Bengkulu merupakan alternatif wisata alam yang sering dikunjungi wisatawan, namun tidak dikelola dengan maksimal sehingga menimbulkan permasalahan baik lingkungan, sosial, ekonomi maupun kelembagaan. Aspek kelembagaan dan kesesuaian lahan menjadi isu utama dalam pengelolaan kawasan ini sehingga diperlukan riset yang dapat dijadikan alternatif pertimbangan dalam pengambilan kebijakan pemerintah setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan dan status keberlanjutan pengelolaan kawasan wisata alam Pantai Panjang di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menganalisis status kesesuaian lahan kawasan wisata alam Pantai Panjang. Metode penilaian cepat untuk pesisir atau Rapid Appraisal for Coastal (Rap-Coast) digunakan untuk mengetahui status keberlanjutan pengelolaan kawasan wisata alam Pantai Panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan wisata Pantai Panjang sangat sesuai (kategori S1) untuk aktivitas wisata, dan memiliki nilai 89.286% pada skala nilai 80 – 100%, tetapi status keberlanjutan pengelolaan kawasan wisata alam Pantai Panjang termasuk kurang berkelanjutan pada dimensi ekonomi (MDS 47.59), sosial (MDS 42.74), kelembagaan (MDS 40.79), dan termasuk cukup berkelanjutan pada dimensi ekologi (MDS 52.02).
Vegetasi Riparian Kawasan Sub-DAS Sungai Gajah Wong Yogyakarta IIS SHOLIKHATI; Tri Retnaningsih Soeprobowati; Jumari Jumari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.18.2.401-410

Abstract

Perubahan lahan memberi dampak pada pengurangan kapasitas resapan khususnya pada riparian sungai yaitu berupa berkurang bahkan hilangnya vegetasi. yang seharusnya menjadi daerah resapan air dan tempat hidup tumbuhan riparian. Dampak ekologi dari berkurangnya vegetasi riparian dapat terjadinya risiko banjir. Jenis vegetasi yang dominan di suatu lokasi dapat dilihat dengan mengetahui nilai tertinggi INP serta keberadaan spesies tumbuhan dilihat dari keanekaragaman suatu vegetasi riparian. Metode yang digunakan metode plot kuadrat. Caranya dengan menmbuat garis transek sepanjang 150m yang dibagi menjadi tiga plot kuadrat, dengan jarak antar plot 40m. Tiap titik tersebut diletakkan plot kuadrat berukuran 10m x 10m untuk pohon, 5m x 5m untuk perdu, dan 1m x 1m untuk herba. Analisis vegetasi, meliputi : kerapatan, dominansi, dan frekuensi. Penelitian dilakukan di kawasan Sub-DAS Sungai Gajah Wong. Hasil dan pembahasan Penelitian ini  berupa ditemukan 49 jenis tumbuhan. Spesies tumbuhan yang ditemukan pada habitus pohon terdiri 13 famili. Habitus perdu terdiri 12 famili, dan habitus terdiri herba 12 famili. INP tertinggi pada habitus  pohon didominasi oleh jenis bambu. INP tertinggi pada habitus perdu didominasi oleh Mimosa pudica yang hampir pada setiap daerah hulu, tengah dan hilir ditemukan, sedangkan INP habitus herba berupa  gulma. Perbedaan indeks keanekaragaman (H’) habitus pohon, perdu dan herba disebabkan oleh berkurang atau bahkan menghilangnya vegetasi akibat perubahan lahan mempengaruhi pola persebaran vegetasi riparian.
Pemetaan Hidrogeologi dan Analisis Geokimia Air Tanah Cekungan Air Tanah (CAT) Kendal Thomas Triadi Putranto; Wahju Krisna Hidayat; Sinatrya Diko Prayudi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.18.2.305-318

Abstract

Cekungan Air Tanah (CAT) Kendal merupakan salah satu dari 31 cekungan air tanah yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang memiliki intensitas pemanfaatan yang tinggi. Oleh sebab itu, perlu adanya evaluasi kondisi hidrogeologi untuk mengetahui aspek kualitas maupun kuantitas dari air yang berada dalam CAT Kendal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk inventarisasi titik minatan air tanah di dalam wilayah CAT Kendal, pola dan arah aliran air tanah, kualitas air tanah dan menentukan asal usul air tanah. Metodologi yang digunakan mencakup pendekatan lapangan melalui pemetaan hidrogeologi serta analisis hidrokimia air tanah. Terdapat dua system akufier yaitu akuifer bebas dan akuifer tertekan. Hasil pemetaan hidrogeologi diperoleh 100 titik minatan hidrogeologi yang terbagi atas 73 titik sumur gali dan 2 titik mata air untuk serta 25 titik sumur bor untuk merepresentasikan sistem akuifer. Range nilai daya hantar listrik dari akuifer bebas dan akuifer tertekan yaitu 260-13.050262 μS/cm dan 1.788 μS/cm. Nilai pH berkisar antara 6,3-8,3 dan 6.5-8.8. Pola aliran airtanah bergerak dari selatan ke utara mengikuti morfologi yang melandai ke arah utara. Kondisi litologi mempengaruhi fasies air tanah. Batuan vulkanik menyebabkan air tanah memiliki kandugan mineral kation Ca2+ dan Mg2+ dengan anion bervariasi. Sementara itu lapisan alluvium di daerah dataran akan menyebabkan air tanah kaya akan mineral sodium (Na+) dengan anion berupa klorida (Cl-) ataupun sulfat (SO42-).

Filter by Year

2011 2025