Articles
Smart Human Security: Economic Safety for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) to Face the Impact of the Covid-19 Global Pandemic
Elyta Elyta;
Warjio Warjio;
Ahmad AzrinBin Adnan
Journal of Government and Civil Society Vol 4, No 2 (2020): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31000/jgcs.v4i2.2715
This article aims to develop the concept of human security through economic safeguards for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the face of the Covid-19 pandemic. The analysis was carried out using a qualitative approach. This article has found an effort to secure the economy for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the face of the Covid-19 pandemic by integrating the hard skills and soft skills approaches. The hard skill approach is an effort made through technical matters, namely primary education in online-based entrepreneurship and training in business management based on Information, Communication, and Technology. Primary education on entrepreneurship and training in the form of technical supervision and management of ICT-based businesses in dealing with the Covid-19 pandemic. The soft skill approach is the provision of understanding and communication skills, especially the ability to conduct diplomacy so that people can have good diplomacy skills and through empathy-buying so that people through empathy can trust again to increase their purchasing power, especially to products from MSMEs. By the author, this method is called smart human security.Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan konsep human Secuity melalui pengaman ekonomi terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi pandemi Covid-19. Analisis dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Artikel ini telah menemukan upaya pengamanan ekonomi bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi pandemi Covid-19 dengan mengintegrasikan antara pendekatan hard skill dan soft skill. Pendekatan hard skill merupakan upaya yang dilakukan melalui hal-hal teknis yaitu pendidikan dasar dalam berwirausaha berbasis online dan pelatihan pengelolaan usaha berbasis Information, Communication, and Technology. Pendidikan dasar mengenai kewirausahaan dan pelatihan-pelatihan berupa teknis manajemen dan pengelolaan usaha berbasis ICT dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pendekatan soft skill merupakan pemberian pemahaman dan kemampuan komunikasi khususnya kemampuan dalam melakukan diplomasi agar masyarakat dapat memiliki keahlian berdiplomasi dengan baik serta melalui empathy-buying agar masyarakat melalui empatinya dapat kembali percaya untuk meningkatkan kembali daya belinya terutama kepada produk dari UMKM. Oleh penulis, cara tersebut disebut sebagai smart human security.
THE ROLE OF WEAVERS WOMAN IN STRENGTHENING NATIONALISM Case Study in Sajingan Besar Frontier, Indonesia
Elyta Elyta;
A Razak
Sosiohumaniora Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.022 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i1.19285
Woven crafts made by women at the Sajingan Besar frontier, besides that it also has economic value, historical value, cultural values that show the identity of the population at the national boundary. The aims of the study were to describe the role of weavers’ women in strengthening nationalism, woven is a culture that is typical of the society in Sajingan Besar frontier, Sambas District. There are two data used in this paper, i.e primary data is field studies, and secondary data is literature studies. The result of research shown that there is an important role from weavers’ women in Sajingan Besar, namely: (1) Utilization of Natural Resources is to strengthen nationalism by utilizing the availability of natural resources in managing them into woven crafts which are a form of expansion of nationalism because woven crafts are a cultural heritage and has local characteristics of Sajingan Besar, (2) The Role of weavers’ women in Sajingan Besar is able to realize a harmonious life with the Malaysian community to strengthen nationalism has become a role model on the frontier whose territory is inhabited by a variety of different tribes, religions and cultures but unity is maintained.
PERDAGANGAN GULA ILEGAL DI WILAYAH PERBATASAN ENTIKONG INDONESIA DAN MALAYSIA
Elyta Elyta
Sosiohumaniora Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.761 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i1.10747
Tujuan penelitian ingin menganalisa penyebab terjadinya perdagangan gula ilegal antara Indonesia dan Malaysia di wilayah perbatasan Entikong Indonesia dan Malaysia. Jumlah produksi gula di Indonesia yang tidak sebanding dengan jumlah kebutuhan masyarakat menimbulkan terjadinya aktivitas impor gula dari negara Malaysia. Aktivitas impor dalam jangka panjang mengakibatkan negara Indonesia mengalami kerugian dan membuka peluang terjadinya perdagangan gula ilegal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan library research dan wawancara. Library research dilakukan dengan mengambil data dari buku, jurnal, koran dan laporan dari instansi terkait, sedangkan wawancara dilakukan dengan mewawancarai informan yang mengetahui dan menangan kasus gula ilegal di perbatasan Entikong Indonesia Dan Malaysia. Berdasarkan hasil penelitian perdagangan ilegal terjadi dikarenakan: 1) penyalahgunaan legislasi Border Trade Agreement (BTA) dengan tujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya; 2) harga gula Malaysia lebih murah dibandingkan dengan harga gula Indonesia sehingga terjadi disparasi.
Gawai Dayak Festival and the Increase of Foreign Tourist Visits
Elyta Elyta
Global Strategis Vol. 15 No. 1 (2021): Global Strategis
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unair
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jgs.15.1.2021.167-186
AbstrakGawai Dayak adalah festival tahunan di Kalimantan Barat, Indonesia dan Sarawak, Malaysia, yang memperlihatkan kekayaan seni budaya dan tradisi Suku Dayak yang berkembang baik di Kalimantan Barat maupun di Sarawak. Artikel ini mengkaji upaya yang dilakukan pemerintah Propinsi Kalimantan Barat di dalam memanfaatkan festival Gawai Dayak sebagai sarana untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Bagaimana langkah-langkah yang dapat dilakukan sehingga festival Gawai Dayak mampu menjadi sarana meningkatkan jumlah kunjungn wisatawan asing ke Kalimantan Barat? Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, data yang dinalisis dalam artikel ini dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumentasi yang terkait dengan penyelenggaraan Gawai Dayak. Sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah dalam membenahi tatakelola wisata di Kalimantan Barat teridentifikasi dan berpotensi menjadi instrumen soft power memperkenalkan budaya dan sekaligus menjadi sarana daya tarik wisata bagi Propinsi Kalimantan Barat. Kata Kunci: Gawai Dayak, pariwisata, soft power Gawai Dayak is an annual festival in West Kalimantan, Indonesia and Sarawak, Malaysia, which shows the richness of the arts and culture and traditions of the Dayak tribe that have developed both in West Kalimantan and in Sarawak. This article examines the efforts made by the West Kalimantan provincial government to utilize the Gawai Dayak festival as a means to increase foreign tourist visits. What steps can be taken so that the Gawai Dayak festival can be a means of increasing the number of foreign tourist visits to West Kalimantan? Using a descriptive method with a qualitative approach, the data analyzed in this article were collected through interviews and documentary studies related to organizing the Dayak Gawai event. A number of efforts made by the government in improving tourism management in West Kalimantan have been identified and have the potential to become a soft power instrument to introduce culture and at the same time become a means of tourist attraction for West Kalimantan Province. Keywords: Gawai Dayak, tourism, soft power
Penyelundupan Narkoba di Perbatasan Entikong Indonesia dan Malaysia
Elyta Elyta
Andalas Journal of International Studies (AJIS) Vol 9, No 2 (2020): Andalas Journal of International Studies, Vol 9 No 2 November 2020
Publisher : Department of International Relations, Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/ajis.9.2.100-115.2020
Permasalahan penyelundupan narkoba merupakan kejahatan lintas batas yang menjadi permasalahan yang krusial bagi negara Indonesia. Penyelundupan narkoba marak terjadi di perbatasan Indonesia-Malaysia dan khususnya di Entikong Indonesia dan Tebedu Malaysia, kasus tersebut cenderung mengalami kenaikan di setiap tahunnya. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor penyebab penyelundupan narkoba di perbatasan Entikong Indonesia dan Malaysia dalam perspektif kejahatan lintas batas. Penelitian ini menggunakan teori Cross Border Crime dan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk melihat analisis mendalam terhadap hasil penelitian. Data pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menemukan bahwa penyelundupan narkoba yang merupakan kejahatan lintas batas di perbatasan Entikong Indonesia dan Malaysia masih terjadi yang disebabkan tetap berjalannya koordinasi yang dilakukan oleh sindikat penyelundup narkoba di penjara sekalipun, minimnya fasilitas pendeteksi terhadap jalur-jalur di perbatasan, masih lemahnya pengawasan dan penindakan hukum, adanya benturan kebijakan antara Indonesia dengan Malaysia, terdapat modus operandi yang baru dalam penyelundupan narkoba tingkat internasional, serta digunakannya jalan tikus di perbatasan Entikong Indonesia dan Malaysia sebagai jalur penyelundupan narkoba.
The Role of Political Parties in SBY's Era of Leadership Period 2004-2014
Ishaq Rahman;
Elyta Elyta
JPASDEV : Journal of Public Administration and Sociology of Development Vol 1, No 2 (2020): JPASDEV : Journal of Public Administration and Sociology of Development
Publisher : Fakultan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jpasdev.v1i2.43478
ABSTRACT A country that implements the system as mentioned earlier is more towards an authoritarian system of government which aims to dominate and dominate the power of the state towards the people. Democracy cannot survive from such a closed state. In a basic concept of democracy, there is a fundamental principle, namely the principle of sovereignty of the people who run the government.Political communication is one of the many roles played by political parties in various available arrangements. The political party is required to communicate knowledge, issues and political thoughts.Constitutionally, the Government adopts a Presidential System in which the ministers in the cabinet are responsible to the president. But in practice the SBY-JK administration is more of a Parliamentary System. Keywords: political parties, democracy, SBY government
Sosialisasi Peran Negara Khususnya Badan Narkotika Nasional Kota Pontianak Dalam Melakukan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika
Elyta Elyta
Al-Khidmah Vol 1, No 2 (2018): AL-KHIDMAH (Desember)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (660.273 KB)
|
DOI: 10.29406/al-khidmah.v1i2.1151
Kegiatan Pengabdian ini mengangkat fenomena Narkotika di Indonesia yang ditangani oleh negara dengan melibatkan institusi pemerintahan terkait yakni Badan Narkotika Nasional, kegiatan ini difokuskan pada wilayah Kota Pontianak dengan menargetkan sasaran kegiatan pada siswa/i SMA Sultan Syarif Abdurrahman. Hasil kegiatan menemukan bahwa peran serta negara sangat penting dan terlibat banyak dalam menangani fenomena ini, negara melalui Badan Narkotika Nasional telah melakukan upaya seperti; (1) Mempertegas komitmen dan ikut berpartisipasi dalam penanganan Narkotika, (2) Menyalurkan ilmu kepada teman-teman lainnya, (3) Memperluas wawasan siswa-siswi untuk menangani pengguna dan mengedarkan Narkotika. Selain itu pada pelaksanaan PKM FISIP UNTAN ini melakukan upaya-upaya yang didukung pihak terkait pada sasaran kegiatan penyuluhan atau sosialisasi, dalam hal ini siswa/i diberikan pengenalan narkotika sejak dini sehingga dapat mengidentifikasi obat-obatan terlarang tersebut serta mengenai ancaman dan bahaya penyalahgunaan serta peredaran Narkotika.
China's Policy to Close Borders to Prevent the Spread of the Second Wave of Covid-19 Virus
Elyta Elyta;
Syarifah Ema Rahmaniah;
Hendra Ramdani
Journal of Islamic World and Politics Vol 5, No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (154.711 KB)
|
DOI: 10.18196/jiwp.v5i1.11220
At the beginning of 2020, the world was shocked by the outbreak of Covid-19, which was known to have originated from Wuhan. The increase in cases of local transmission in China's border region with Russia has sparked new concerns. In writing this paper, the author uses data collection methods with literature studies from journals and electronic books, including data from trusted websites through internet searches in the form of soft files that can support the paper's explanation. From the results of this paper, the reader can see that it is divided into several essential points explaining how China's policy to close the border in Russia to prevent the spread of the Covid-19 Virus in their country, first, how the procedures carried out by China in tightening checks on Russian borders. And Second, knowing how China monitors its citizens by using cell phones.
Sosialisasi Pemanfaatan E-Journal Langganan DIKTI di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura
Elyta Elyta;
Deni Darmawan
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 18, No 1 (2021): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29406/br.v18i1.2556
Jurnal memainkan peran utama dalam karya ilmiah setiap akademisi dan juga merupakan salah satu media informasi yang paling istimewa selain dari buku. Memasuki era globalisasi dengan perkembangan teknologi yang pesat, jurnal saat ini dapat diakses secara elektronik yang dikenal dengan e-journal. Tujuan pengabdian masyarakat ini ialah untuk melakukan sosialisasi pemanfaatan e-journal langganan Dikti di kalangan komunitas akademis agar semakin banyak yang mengakses dan memanfaatkan referensi tersebut untuk tujuan produktivitas publikasi artikel ilmiah yang lebih baik dan akuntabel. Metode yang digunakan yaitu melalui sosialisasi kepada dosen FISIP Untan pada tahun 2014 dengan tahapan yakni presentasi, tayangan visual, dan tanya jawab/bimbingan teknis. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukan bahwa peserta sosialisasi telah memahami pentingnya pemanfaatan e- journal internasional baik yang dilanggan Dikti atau institusi guna meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi artikel ilmiah para dosen dan peneliti. Namun pemahaman tersebut belum maksimal. Untuk itu saran yang diberikan yakni perlu dilakukan revitalisasi unit pengelola e-journal di tingkat fakultas; pengembangan sistem publikasi jurnal dengan basis Open Journal System (OJS); pengelolaan jurnal secara profesional menuju akreditasi dan indeksasi internasional; dan pelatihan berkala penggunaan OJS, penyusunan konten artikel, dan gaya sitasi berbasis aplikasi Mendeley.
SOFT POWER MODEL TO STRENGTHEN HUMAN SECURITY AT THE TEMAJUK BORDER
Elyta Elyta
Sosiohumaniora Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v24i2.38505
The current state of Indonesia’s border areas is very worrying. This can be seen from the ongoing issues of illegal trade, smuggling, the dominance of the Ringgit currency, shifting of boundary markers, and the presence of illegal migrant workers. These things become indicators of the nationalism crisis in the country’s border areas, which is a study of human security. This study aims to implement a soft power model to strengthen human security at the Temajuk border. This study uses a mix-method by collecting qualitative and quantitative data. Qualitative is done by interview, observation, and literature study. While quantitative is done by distributing questionnaires that are carried out in the period from May 2021 to November 2021. The research subjects were 14 people of Temajuk Village. The study results found that the soft power model to strengthen human security at the Temajuk border, which has been analyzed, shows that there are stages to be passed. First, the investigation stage is carried out by investigating the potential for soft power at the Temajuk border. Second is the soft power model’s design and construction stage to strengthen human security at the Temajuk border. Third, the step of testing, evaluating, and revising the soft power model to enhance human security at the Temajuk Border consists of a pre-test and post-test. Implementing the soft power model in strengthening human security in the Temajuk border area is essential to effectively protect people who are vulnerable to human security threats.