cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Etnobotani Tumbuhan Bahan Pangan di Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten Bangka Selatan Windiarti Pujinisa; Henri Henri; Edi Romdhoni
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.453-462

Abstract

Tumbuhan pangan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat tidak terkecuali masyarakat disekitar Taman Wisata Alam Gunung Permisan. TWA Gunung Permisan memiliki lima bukit yaitu Bukit Nenek, Bukit Nangka, Bukit Meninjen Tua, Bukit Meninjen Muda dan Bukit Jering dengan luas ±3.149,69 ha. Tumbuhan pangan dikelompokkan menjadi sayur, buah, makanan pokok, makanan tambahan, minuman dan bumbu masak. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi serta menganalisis permanfaatan tumbuhan sebagai bahan pangan berdasarkan pemanfaatan yang digunakan oleh masyarakat di Taman Wisata Alam Gunung Permisan. Penelitian ini dilakukan di Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten Bangka Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung bersama informan kunci dengan menggunakan metode snawball sampling. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan 67 jenis dari 33 famili tumbuhan pangan yang dimanfaatkan oleh masyarakat disekitar TWA Permisan. Tumbuhan dengan nilai RFC paling tinggi ialah Durio zibethinus dengan nilai 0,072 dan nilai ICF yang paling tinggi pada kategori buah dengan nilai 0,72. Famili Myrtaceae ialah famili yang paling banyak dimanfaatkan yaitu 10 spesies. Upaya konservasi terhadap tumbuhan pangan yang ditemukan perlu dilakukan untuk menjaga ekosistem yang ada di TWA Permisan. 
Kadar Merkuri dan Arsen pada Air Laut dan Ikan di Teluk Kao Dahlan Thalib; Anwar Daud; Hasnawati Amqam
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.463-471

Abstract

Teluk   Kao,   merupakan   salah   satu   kawasan   pesisir   di Kabupaten Halmahera Utara yang memiliki potensi sumber daya alam berupa emas. Terdapat beberapa penambangan emasi di sekitar wilayah Teluk Kao, baik yang berizin maupun yang tidak.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam Merkuri  (Hg) dan Arsen (As) pada perairan  dan ikan yang ditangkap  di sekitar aktivitas penambangan di Teluk Kao. Penelitian ini dilakukan pada 10 titik di desa Dumdum Kecamatan Kao Teluk   dan Desa Tabobo Kecamatan Malifut. Kab. Halmahera Utara Prop. Maluku Utara. Sampel menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil menunjukkan bahwa Konsentrasi rata-rata merkuri (Hg) dan arsen (As) tertinggi pada air  laut  berada  pada  perairan  sekitar Desa  Dumdum  yakni 0,00522 mg/l dan 0.00190 mg/l. Konsentrasi merkuri rata-rata tertinggi pada jenis ikan kakap, Ikan kuwe tertinggi di Desa Tabobo yakni masing-masing  0,352  mg/kg,  0,228  mg/kg dan  0,277  mg/kg, sedangkan untuk Ikan Baronang tertinggi pada Desa Dumdum sebesar 0,097 mg/kg
Inventarisasi Emisi dari Sektor Transportasi Darat di Kota Pontianak Rizki Nur Rahmasari; Dian Rahayu Jati; Jumiati Jumiati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.627-635

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan polusi udara yaitu dengan melakukan pengendalian pencemaran udara, salah satunya dengan cara  melakukan inventarisasi emisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung beban emisi CO, NOx, SO2, dan PM10 yang dihasilkan oleh sektor transportasi di Kota Pontianak, serta untuk menentukan jenis kendaraan bermotor yang paling berkontribusi dalam menghasilkan emisi tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan perhitungan yaitu berbasis VKT dan berbasis konsumsi bahan bakar. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat dievaluasi besarnya beban emisi dari sektor transportasi dan diidentifikasi jenis kendaraan bermotor yang perlu mendapat perhatian dalam pengendalian emisi di Kota Pontianak. Penelitian dilakukan di enam kecamatan Kota Pontianak dengan jumlah sampel sebanyak 467 kendaraan bermotor untuk mendapatkan data  VKT kendaraan dan  konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor, dengan jenis kendaraan bermotor yang diteliti yaitu sepeda motor, mobil penumpang, sedan, pikap, dan truk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan beban emisi di Kota Pontianak dengan pendekatan VKT pada tahun 2020 yaitu menghasilkan CO sebesar 5376.9 ton/tahun, NOx sebesar 365.9 ton/tahun, SO2 sebesar 16.5 ton/tahun, dan PM10 sebesar 69.3 ton/tahun sementara perhitungan beban emisi dengan pendekatan konsumsi bahan bakar pada tahun 2020 yaitu menghasilkan CO sebesar 63059.1 ton/tahun, NOx sebesar 2090.1 ton/tahun, SO2 sebesar 11.3 ton/tahun, dan PM10 sebesar 404.1 ton/tahun. Adapun jenis kendaraan bermotor yang paling berkontribusi dalam menghasilkan emisi CO, NOx, SO2 dan PM10 di Kota Pontianak yaitu: truk, sepeda motor, dan mobil penumpang.
Technical, Economic, and Environmental Review of Waste to Energy Technologies from Municipal Solid Waste Siti Jamilatun; Joko Pitoyo; Martomo Setyawan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.581-593

Abstract

Global municipal solid waste production and electricity demand gradually increased as a result of urbanization, population increase, and economic growth. The appropriate selection of Waste to energy (WTE) technologies needs consideration of energy efficiency, financial, and environmental aspects. This article discusses the technical, financial, and environmental side of existing WTE technologies. Waste-to-energy (WTE) technologies include thermal, physical, biochemical, and bio-electrochemical technology. Pyrolysis, gasification, and incineration are thermal technology used to generate energy from waste in the form of heat and syn-gas. Anaerobic digestion and landfill are biochemical technology to to generate energy from waste in the form of biogas. Physical technology is used to to generate energy from waste in the form of refuse-derived fuel (RDF). Microbial fuel cells (MFC) and microbial electrolysis cells (MEC) are the most recent WTE technology that produces electricity and hydrogen fuel. The results of the assessment of existing technology show that anaerobic digestion and landfill are low-cost WTE technology but have a low potential for energy generation. Plasma gasification is WTE technology with a high potential for energy generation, cold gas efficiency (CGE), carbon conversion efficiency (CCE), and H2/CO ratio, low CO2 emissions, and high operating costs. MEC has a high H2-potential for energy generation, low CO2 emissions, and the highest capital cost. Incineration is a common conversion technology with a low potential for energy generation, high CO2 emissions, and high capital costs. The selection of WTE technologies is influenced by technical, economic, and environmental factors. 
Faktor-Faktor Kerentanan Sosial dan Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Kabupaten Kulon Progo Yannie Isworo; Sudharto P Hadi; Onny Setiyani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.725-734

Abstract

Kasus malaria masih terus terjadi sampai tahun 2022 di Kabupaten Kulon Progo. Pada bulan Maret 2022, ada penambahan 6 kasus lagi. Jadi eliminasi malaria di Kabupaten Kulon Progo belum berhasil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kerentanan sosial dan lingkungan yang berhubungan dengan kejadian malaria di Kabupaten Kulon Progo. Jenis penelitian ini adalah metode analitik korelasi dengan rancangan cross sectional.  Sampel pada penelitian ini adalah 100 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis dapat menggunakan Uji Statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial yang berhubungan signifikan dengan kejadian malaria di Kabupaten Kulon Progo adalah tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, dan sikap.  Faktor lingkungan yang yang berhubungan signifikan dengan kejadian malaria di Kabupaten Kulon Progo adalah keberadaan hewan ternak dan dinding rumah. Sedangkan variabel jarak dengan gunung atau bukit, jarak rumah dengan tambak, jarak rumah dengan lagun atau rawa, habitat perkembangbiakan, dan lantai rumah tidak berhubungan signifikan dengan kejadian malaria di Kabupaten Kulon Progo.
Analisis Keberlanjutan Pemanfaatan Pekarangan Sebagai Kawasan Agrowisata di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur Atang Trisnanto; Rinekso Soekmadi; Hadi Susilo Arifin; Bambang Pramudya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.534-544

Abstract

Pemanfaatan kebun sebagai kawasan agrowisata di Kabupaten Banyuwangi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung dengan memaksimalkan potensi pekarangan yang dimiliki masyarakat di bidang pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status keberlanjutan pemanfaatan pekarangan sebagai kawasan agrowisata di Kabupaten Banyuwangi ditinjau dari dimensi ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan dan budaya. Metode analisis yang digunakan adalah Multi Dimensional Scaling (MDS) melalui teknik ordinance Rap-HGAgrotourism (Rapid Appraisal for Home Garden Agrotourism). Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan pekarangan sebagai kawasan agrowisata di Kabupaten Banyuwangi berada pada kategori Baik Berkelanjutan (84,55) pada dimensi ekologi, Cukup Berkelanjutan (67,14) pada dimensi Ekonomi, Cukup Berkelanjutan (59,84) pada dimensi sosial, Kurang Berkelanjutan (49,74) pada dimensi kelembagaan, dan Cukup Berkelanjutan (61,25) pada dimensi budaya. Kajian ini menjelaskan secara holistik beberapa aspek/atribut (ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan dan budaya) yang menjadi faktor pengungkit yang dapat dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai kawasan agrowisata secara berkelanjutan. Atribut pengungkit yang pengaruhnya sangat sensitif terhadap keberlanjutan pemanfaatan pekarangan sebagai kawasan agrowisata di Kabupaten Banyuwangi adalah: (1) keberadaan dan kualitas objek daya tarik wisata pada pekarangan, (2) jumlah penduduk yang memanfaatkan pekarangan sebagai kawasan agrowisata, (3) keterlibatan lembaga masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan sebagai kawasan agrowisata, (4) tersedianya peraturan terkait pemanfaatan pekarangan sebagai kawasan agrowisata, 5) adanya pelanggaran nilai kepercayaan dalam pemanfaatan pekarangan, (6) konflik antar masyarakat dengan latar belakang perbedaan budaya, dan (7) penerapan modal sosial dalam pemanfaatan lahan pekarangan.
Analisis SWOT Keberlanjutan Bank Sampah Kota Padang untuk Mendukung Penggunaan Alternative Fuel and Raw Material (AFR) pada PT. Semen Padang Dean Eka Putri; Slamet Raharjo; Rizki Aziz
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.675-683

Abstract

Sampah di Kota Padang mencapai 640 ton/hari yang akan diangkut ke Tempat Pemprosesan Akhir Sampah (TPA). Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 13 Tahun 2012 bahwa pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle melalui Bank Sampah. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang tahun 2018, jumlah bank sampah yang aktif di Kota Padang berjumlah 7 unit. Bank sampah ini dapat mensuplai sebanyak 3,3 ton/bulan dari 36 ton/bulan untuk total keseluruhan kebutuhan Alternatif Fuel and Rawmaterial (AFR) yang dibutuhkan oleh PT. Semen Padang (0,03 % substitusi). Sampah terpilah ini berupa kertas/kardus dan plastik dengan nilai kalor masing-masing 3.645,67 dan 9.590,72 kkal/kg. Dengan demikian diperlukan kembali 68 Bank Sampah untuk memenuhi pasokan sampah AFR PTSP. Berdasarkan analisis Strength Weaknesses Opportunities Threats (SWOT) diketahui bahwa bank sampah di Kota Padang dalam posisi kuadran I (Progresif) dimana kondisi Bank Sampah kota Padang dalam keadaan prima dan mantap sehingga sangat dimungkinkan untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal.
Vegetation Structure, Biomass, and Carbon Stock of Urban Forest of Bongohulawa National Wirakarya Campground in Gorontalo Regency - Gorontalo Province Dewi Baderan; Sukirman Rahim; Endi Triyanto Manyo’e
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.636-646

Abstract

An urban forest is one type of Urban Green Open Space (RTHKP) that reflects the character of nature and/or local culture with ecological, historical, and panoramic values that are unique to the level of technology application. The urban forest of the National Wirakarya Campsite is quite attractive, has a lovely view, is close to the road, and is easily accessible by the residents. This study aims to determine the structure of vegetation, biomass, and carbon values stored in the urban forest of the National Wirakarya Campsite, Bongohulawa, Gorontalo Regency, Gorontalo Province. The method used is a survey method with a quantitative descriptive research design. The sampling method used is a purposive sampling model based on land cover in the urban forests. For the measurement of the vegetation structure, the sampling of vegetation in the observation plots is carried out by using the number of sample plots that are placed regularly by calculating the Relative Density (RD), Relative Frequency (RF), and Relative Dominance (RDo), then the data obtained are tabulated to provide IVI. To measure the carbon stocks on the surface (stems), a non-destructive sampling method is used with an Allometric equation based on the plant species. The results showed, there were 13 families, 20 species, and 824 individuals. The vegetation structure in the urban forest of Bongohulawa National Wirakarya Campsite (PWN) has an IVI above 15 percent on average. The sawlog level is dominated by the Gmelina arborea (beechwood) species with an IVI of 98.36 percent, the pole level is dominated by the Swietenia mahagagoni (mahogany) with an IVI of 165.37 percent, the sapling level was dominated by Swietenia mahagoni with an IVI of 160.99 percent and the seedling level was dominated by Lantana camara (tembelekan) with an IVI of 32.25 percent. The content of biomass stored in the standing trees is 1,190.45 tons/ha, with the largest amount of biomass is at the sawlog level of 1,135.43 tons/year or 95.43 percent, the total biomass at the pole level is 45.10 tons/year or 3.79 percent and the amount of long-term biomass is 9.32 tons/year or 0.78 percent. The carbon stock stored (C-Stock) is 559.37 tons/ha and can absorb CO2 (CO2eq) of 2,052.88 tons/ha and provides converted O2 of 1,498.60 tons/ha.
Perubahan Resapan Airtanah Pasca Gunungapi Semeru 4 Desember 2021 Faizatul Amalia; Alfi Nur Rusydi; Ferryati Masitoh
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.594-602

Abstract

Letusan gunung berapi dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, dimana banyak vegetasi yang hilang sehingga mengurangi resapan airtanah, yang menyebabkan ketersediaan air bagi masyarakat semakin berkurang di masa yang akan datang. Oleh karena itu, sumber daya air perlu dilestarikan untuk masa depan. Kajian ini mengidentifikasi kondisi spasial imbuhan di lereng Gunungapi Semeru dan potensi airtanah sebelum dan sesudah letusan gunungapi. Selain itu, pengaruh kondisi daerah resapan dan potensi air tanah pasca erupsi di lereng Gunung Api Semeru juga dianalisis berdasarkan metode Multi Influence Factor (MIF). Penelitian ini menggunakan tujuh parameter yaitu curah hujan, geomorfologi, geologi, kemiringan lereng, tekstur tanah, kerapatan drainase dan tutupan lahan. Parameter-parameter tersebut diukur dengan menggunakan teknik Multiple Influence Factors (MIF), dimana informasi yang diperoleh dari masing-masing parameter ditimbang dan disortir untuk mengevaluasi potensi zona resapan airtanah. Hasil perhitungan dengan menggunakan teknik MIF menunjukkan bahwa terjadi penurunan potensi airtanah di lereng Gunung Api Semeru pasca erupsi, sehingga tidak dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap kondisi airtanah di lereng Gunung Api Semeru. Faktor tutupan lahan merupakan faktor yang paling terpengaruh oleh erupsi Gunung Semeru, sehingga berpengaruh signifikan terhadap penurunan potensi airtanah di lereng Gunung Api Semeru.
Identifikasi Intrusi Air Laut pada Akuifer Pantai Menganti, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah Doni P. E. Putra; Fania An Nisaa; Raja Susatio; Rilo Restu Surya Atmaja
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.545-552

Abstract

Pantai Menganti di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, merupakan salah satu pantai di pesisir selatan Jawa. Air tanah berada pada akuifer pasiran dengan kedalaman sangat dangkal (1-2 m) dari permukaan tanah. Tataguna lahan yang berkembang adalah pemukiman, perkebunan, persawahan, tambak, dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Penelitian bertujuan mengidentifikasi intrusi air laut pada akuifer di Pantai Menganti menurut karakteristik fisika-kimia dan kadar ion klorida serta keterkaitannya dengan tataguna lahan. Pengukuran dan pengambilan sampel air tanah dilakukan dengan metode random sampling pada tataguna lahan yang berbeda. Pengukuran karakteristik fisika dan kimia air tanah yaitu pH, daya hantar listrik (DHL), total dissolved solid (TDS)  dilakukan langsung di lapangan sedangkan analisis kadar ion klorida di laboratorium. Penelitian menunjukkan air tanah alami secara umum memiliki karakteristik pH relatif normal, DHL < 1500 µS/cm, TDS < 1000 mg/L, dan kadar ion klorida < 35 mg/L. Terdapat anomali nilai DHL, TDS, dan Kadar ion klorida yang mengindikasikan intrusi air asin khususnya di pesisir bagian timur. Area air tanah yang terpengaruh intrusi air laut diperkirakan sekitar 500 m dari garis pantai serta umumnya berasosiasi dengan pemukiman, tambak, dan PLTU

Filter by Year

2011 2025