cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Bioreaktor Bahan Isian Vegetasi Rumput-Rumputan Sebagai Alat Uji Penyerap Polutan CO2 Taufan Ratri Harjanto; Saipul Bahri
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.693-703

Abstract

Emisi antropogenik telah menghasilkan deposisi karbon dioksida (CO2) yang terus mengalami peningkatan setiap tahun. Saat ini, Gas CO2 di biosfer berada dalam konsentrasi yang relatif tinggi jika dibandingkan dengan kondisi beberapa dekade sebelumnya. Kajian mengenai emisi karbon yang dihasilkan oleh industri merupakan kajian yang layak untuk dilakukan dengan berbagai pertimbangan, baik melalui peraturan pemerintah maupun kondisi aktivitas industri yang menyebabkan terjadinya peningkatan polutan karbon (CO2) dari tahun ke tahun seiring dengan perkembangan industri di tanah air yang membutuhkan tindakan pengendalian yang dilakukan secara aktif dan dinamis. Usaha untuk mengurangi sumber pencemaran CO2 dapat dilakukan dengan menghentikan kenaikan konsentrasi CO2 yang berpengaruh secara langsung terhadap penurunan konsentrasi CO2 di udara. Masalah yang difokuskan pada penelitian ini yakni identifikasi metode ramah lingkungan untuk mereduksi emisi CO2. Metode tersebut dapat menjadi solusi alternatif untuk menyerap dan menyimpan cemaran emisi CO2 dengan mengkonversinya menjadi senyawa lain. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan bioreaktor untuk pengendalian emisi CO2 berbasis pada kemampuan tanaman dalam menyerap emisi CO2. Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan yakni tahapan persiapan atau identifikasi awal, tahapan desain dan perakitan bioreaktor, tahapan terakhir berupa interpretasi hasil dan simpulan. Desain bioreaktor memiliki dimensi 1m x 1,5m yang dilengkapi dengan sensor gas, suhu dan kelembaban. Keberhasilan bioreaktor  diidentifikasi dengan laju penyerapan CO2 oleh bahan isian (rumput teki (Cyperus Rotundus L), rumput paragis/rumput belulang (Eleusine Indica L) dan meniran (Phyllanthus Urinaria)). Bahan isian yang efektif adalah rumput teki dan rumput paragis. Konstanta laju penyerapan CO2 rata-rata pada rumput teki, = 0,101281/jam. Konstanta laju penyerapan CO2 rata-rata pada rumput paragis = 0,105704/jam.
Mampukah Pembangkit Listrik Tenaga Air Mendorong Green Economy untuk Indonesia? Siti Allifah; Yusman Syaukat; Pini Wijayanti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.647-658

Abstract

Attention to the negative impact of economic growth on the environment has emerged in the green economy paradigm. The utilization of hydropower can achieve green energy as part of green econony. To analyze the role of hydropower in driving Indonesia's green energy, the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) method was employed. The results show that increased electricity production from hydropower will reduce environmental damage. Meanwhile, the use of fossil fuels will harm the environment for short and long periods.  Indonesia is still in a scale of effect because environmental damage indicated by CO2 emission continuously increases due to economic activities. In addition, there is a bidirectional relationship between GDP and CO2 emissions. This means that Indonesia needs a sustainable economic growth. In addition, there is a bidirectional relationship between electricity production from hydropower and CO2 emissions. At the same time, a unidirectional causality presents from GDP to electricity production from hydropower, coal consumption to GDP, and consumption of oil and natural gas to CO2 emissions. The Indonesian government needs to establish policies which reduces consumption of fossil fuels, increases the investors’s interest in renewable energy, and expands the economic capacity to reach the expected turning point of the economic growth.
Prediksi Waktu Pemurnian Diri (Self Purification) pada Danau Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan Sinta Ramadhania Putri Maresi; Tri Edhi Budhi Soesilo; Ami Aminah Meutia
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.603-608

Abstract

Gangguan pada danau Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan disebabkan oleh masuknya limbah domestik ke perairan karena aktivitas antropogenik dan banyaknya sisa pakan yang tidak terkonsumsi dari aktivitas keramba jaring apung. Kondisi ini menyebabkan danau semakin rentan terhadap gangguan lingkungan dan diperlukan upaya pengelolaan agar danau perkotaan dapat berkelanjutan. Analisis kemampuan pemurnian diri (self purification) danau secara alami dibutuhkan karena secara alaminya suatu danau dapat memperbaiki dirinya sendiri secara alami dari unsur pencemar. Tujuan dari penelitian ini adalah memprediksi waktu yang diperlukan Situ Gintung dalam melakukan pemurnian diri. Riset ini menggunakan metode kuantitatif dengan cara mengumpulkan data kualitas air untuk menghitung lamanya waktu pemurnian diri. Waktu pemurnian diri suatu danau membutuhkan perhitungan morfometri danau, hasil kualitas air dengan parameter fisika (debit air dan kedalaman) dan kimia (BOD, COD, PO4, dan NH-3N) yang diolah menggunakan rumus Retention time (Rt), komparasi aliran masuk (inflow) dan aliran keluar (outflow), dan waktu pemurnian diri (Water Substitue Rate/WSR). Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa debit air rata-rata tahunan yang keluar dari Situ Gintung tersebut adalah 92,79 m3/det, sehingga dapat diketahui bahwa waktu tinggal air danau sekitar ± 89,90 hari. Artinya air yang ada di danau akan berganti setiap 89,90 hari. Selanjutnya, waktu terlama yang dibutuhkan agar parameter-parameter kualitas air memenuhi baku mutu kelas 2 Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air (Lampiran 1) adalah selama 443 hari. Namun demikian, kondisi lama pemurnan diri tersebut akan berulang setiap tahun jika tidak ada upaya untuk mengurangi kandungan pencemar di danau tersebut. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu mengoptimalkan strategi berkelanjutan agar danau dapat memurnikan diri secara alami tanpa adanya penambahan sumber pencemar secara terus-menerus.
Efektivitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai Daerah Resapan Air dan Penyimpanan Karbon di Kota Pontianak Utin Mahdiyah; Aji Ali Akbar; Romiyanto Romiyanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.553-564

Abstract

Penggunaan Lahan Kota Pontianak yang cendurung menjadi kawasan permukiman seiring dengan kemajuan perekonomian menyebabakan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi menurun. Kurangnya RTH pada kawasan perkotaan akan menimbulkan berbagai permasalahan seperti hilangnya resapan air dan kuranganya kawasan yang menyimpan karbon penyebab Gas Rumah Kaca (GRK). Upaya pencegahan berbagai permasalahan tersebut perlu dilakukan untuk keberlanjutan Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luasan maupun sebaran RTH yang tersedia di Kota Pontianak dan efektivitas RTH sebagai daerah resapan air serta menyimpan karbon sesuai dengan fungsi RTH. Metode penelitian ini memakai empat metode, yaitu metode yang pertama menggunakan thiessen polygon untuk memperoleh peta curah hujan. Metode kedua menggunakan overlay dan skoring untuk mengetahui potensi resapan air secara alami, potensi resapan air pada RTH, dan potensi resapan air secara aktual. Metode ketiga menghitung simpanan karbon pada RTH menggunakan total luasan potensi RTH, sedangkan metode keempat yang digunakan ialah analisis tetangga terdekat untuk mengetahui persebaran RTH. Hasil dari penelitian ini diperoleh luasan RTH Kota Pontianak seluas 5.714,82 Ha atau 48,29% dengan pola sebaran mengelompok. Efektivitas RTH sebagai resapan air dalam kondisi baik dan normal alami seluas 277,37 Ha atau 2,34% dari total luas Kota Pontianak, dan simpanan karbon di Kota Pontianak sebesar 5.034.877,83 Ton/Th atau 5.034,88 GG/Th. Adaptasi mitigasi perubahan iklim perlu dilakukan untuk mencegah meningkatnya GRK di Kota Pontianak terutama pada kawasan permukiman dengan menerapkan sistem zore run off dan mempertahankan kawasan hortikultura
Optimalisasi Sistem Pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (3R) (Studi Kasus: TPST 3R Pasar Kebayoran, Jakarta) Nova Ulhasanah; Chiquita Priscillia; Nurulbaiti Listyendah Zahra
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.704-711

Abstract

Banyaknya total timbulan sampah yang masuk ke TPST Bantar Gebang memaksa pemerintah daerah DKI Jakarta untuk merancang suatu pengolahan sampah di sumber agar dapat mereduksi timbulan sampah yang masuk ke TPST tersebut. Salah Salah satu program tersebut adalah pendirian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Reduce, Reuse, Recycle (3R) pada setiap kelurahan di DKI Jakarta. Namun tidak sedikit diantara TPST 3R tersebut yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. TPST 3R kelurahan Grogol Selatan merupakan salah satunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengelolaan sampah di TPST Grogol Selatan dengan menilai aspek teknis disetiap langkahnya. Hasil dari evaluasi tersebut kemudian dirancang alternatif sistem pengelolaan untuk mengoptimalkan kinerja TPST Grogol Selatan sehingga tercapai keberlanjutan ditahun-tahun mendatang. Pemilihan alternatif sistem pengelolaan dilakukan dengan metode mass balance untuk menilai dan mendapatkan rancangan sistem terbaik yang akan direkomendasikan pengaplikasiannya pada TPST 3R Grogol Selatan. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa skenario 2 dapat mengolah sampah hingga14 kali sampah terolah pada skenario 1. Jika dilihat dari aspek alur material, maka skenario 2 merupakan skenario terpilih karena bisa mereduksi sampah yang masuk ke TPST Bantar Gebang jauh lebih banyak dibandingkan skenario 1. Selain mereduksi sampah di sumber, skenario 2 juga dapat meningkatkan pendapatan penduduk jika dilihat dari total penjualan olahan sampah berupa kompos dan botol plastik. Penelitian ini dapat dilanjutkan pada penilaian aspek ekonomi dan lingkungannya untuk mendapatkan rancangan sistem yang sustainable. 
The Effect of Cone Area Variations on the Continuous Discharges Flow (CDF) Method Sedimentation Unit as a New Method for Raw Water Turbidity Removal Ridwan Ridwan; Reri Afrianita; Aulia Massyaf Putri; Reski Anggika
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.659-666

Abstract

The Sedimentation Unit Continuous Discharges Flow (CDF) method is a modification by adding a continuous and controlled discharge flow as a net force acting on the particles to increase the efficiency of turbidity removal by applying the principle of a leaky tank at the bottom of the settling zone. The production capacity of the sedimentation unit using the CDF method is reduced due to the CDF flow of 6% of the flow rate so it needs to be recirculated. This study aims to maintain the production flow rate of the system and increase the efficiency of turbidity removal by recirculating the CDF flow. The research reactor consisted of a coagulation unit, flocculation unit, and sedimentation method using 6% CDF with a flow rate of 240 L/hour and 360 L/hour, and variations in the recirculation flow of 6% CDF to the flocculation unit were 0%, 25%, 50%, 75%, and 100 %. The sedimentation detention time at a flow rate of 240 L/hour and 360 L/hour was 90 minutes and 60 minutes, respectively. Research on a laboratory scale with raw water turbidity of 25,536 NTU. The results showed that the greater the CDF flow recirculation value, the higher the turbidity removal efficiency. Rank Spearman analysis, the correlation value of the CDF flow recirculation value to the efficiency of removal of turbidity is 0.980 and the significance value is 0.00 which means strong and significant. The highest turbidity removal efficiency was achieved at the 100% CDF flow recirculation value, ie at 240 L/hour flow rate was 87.21% with final turbidity 3.267 NTU, while at 360 L/hour flow rate was 82.50% with final turbidity 4,528 NTU. Uprating the flow rate in the experiment was able to produce a final turbidity value that met the drinking water quality standard, which was 5 NTU
Efek Penyaradan Kayu terhadap Keanekaragaman Ekor Pegas (Collembola) di Hutan Alam Produksi Kalimantan Tengah Ahmad Budiaman; Noor Farikhah Haneda; Ria Dwi Afsari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.609-615

Abstract

Penyaradan kayu pada pengusahaan hutan alam produksi dapat menimbulkan pengaruh terhadap mikro fauna tanah, termasuk Collembola.  Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efek penyaradan   kayu  terhadap keanekaragaman Collembola di hutan alam produksi. Plot yang digunakan adalah jalur transek sepanjang 100 m.  Sebanyak empat jalur diletakan di salah satu petak yang baru selesai dilakukan penyaradan kayu.  Jarak antar jalur adalah 20 m ditempatkan di petak tebang yang baru selesai disarad.  Dua jalur transek merupakan jalan sarad dan dua jalur lainnya adalah jalur yang tidak disarad.  Perangkap pitfall digunakan untuk menangkap Collembola.  Faktor lapangan yang diukur meliputi  suhu, kelembaban, kepadatan tanah, tutupan tajuk, ketebalan serasah, dan kerapatan tumbuhan bawah.  Indek biologi Collembola yang diukur dan dihitung adalah kelimpahan, indek keanekaragaman jenis, indek kekayaan jenis, dan indek kemerataan jenis.  Indek-indek ini digunakan untuk menganalisis perbedaan komposisi dan keanekaragaman Collembola antar perlakuan. Perbedaan kelimpahan Collembola antar perlakuan diuji dengan uji T dengan taraf nyata 5%. Uji Friedman digunakan untuk menguji perbedaan komposisi Collembola pada jalur tidak disarad dan jalan sarad. Hubungan antara faktor lingkungan dan kelimpahan Collembola diuji dengan menggubnakan uji  korelasi Pearson.  Kelimpahan Collembola di jalan sarad lebih rendah dibandingkan di jalur tidak disarad.  Komposisi Collembola di jalan sarad berbeda dengan di jalur yang tidak disarad.  Indek keanekaragaman, kekayaan jenis, dan kemeratan Collembola di jalan sarad tidak berbeda dengan jalur yang tidak disarad
Karakteristik Lingkungan Sebagai Habitat Odonata di Kota Malang Khamdatul Khoiriyah; Sri Rahmawati; Ni Kadek Wahyu Marthadika Adriani; Ayu Gustiani; Nur Ramadhana; Nirmala Ayu Aryanti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.565-573

Abstract

Serangga odonata dapat dijadikan sebagai bioindikator kesehatan kualitas perairan, pada pertanian berfungsi sebagai pengendali hama karena merupakan jenis predator. Pertumbuhan Kota Malang begitu cepat menyebabkan beberapa area hijau berkurang sehingga meningkatnya aktivitas manusia yang berdampak terhadap lingkungan perairan sebagai habitat odonata. Tujuan penelitian untuk mengetahui keragaman jenis capung dan karakteristik lingkungan lahan perairan terhadap keberadaan komunitas capung di Kota Malang. Penelitian dilakukan pada Juni- Agustus 2022 pada 3 tutupan lahan perairan di Kota Malang yaitu sungai, sawah dan danau. Pengambilan data capung dan lingkungan fisik dan kimia menggunakan metode point count secara random sampling tersebar di Kota Malang. Hasil penelitian didapatkan bahwa capung di Kota Malang ditemukan terdiri dari 2 sub ordo dengan 8 famili dan total 28 spesies dengan indeks keragaman jenis capung di Kota Malang sebesar 2,18 yang tergolong sedang. Faktor fisik dan kimia lingkungan secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap keragaman jenis capung berdasarkan uji regresi linier berganda.
Estimation of Weed Biomass as Forage Production under Oil Palm Plantation Nur Rochmah Kumalasari; Andriyani Prasetiyowati; Sunardi Sunardi; Suryahadi -
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.712-716

Abstract

Palm oil plantations have the potency to provide forage as a source of energy for livestock. The objective of this research was to estimate the production and quality of weeds under palm plantation as ruminant feed. Identification was conducted to find out information about botanical composition, production and nutritional content to estimate potential forage. The study was conducted using a randomized block design with 2 blocks of 6- and 8-years old palm and 10 sample plots.  The research parameters were botanical composition, weed dominance and diversity, and also forage production potency. The results showed that 19 species from 11 families were found and dominated by gramineae. The weed botanical composition and diversity level was affected by oil palm plantation age. On the 8 years old oil palm plantation, the number of weed species and diversity level were decreased, reaching 10 species and H’ 2.41 while on the 6 years old were 13 species and H’ 3.14.  Based on the type of weed, Paspalum conjugatum P.J. Bergius is a weed that has the potential to be used as the highest forage as ruminant animal feed with an estimated production of 730.42 kg ha-1 of fresh biomash.  The estimation of weed production ruminant forage was dominated by grass that had up to 1.87 ton ha-1 of fresh biomash.
Strategi Adaptasi Petani Minyak Kayu Putih Sebagai Dampak Pandemi Covid-19 Muhamad Chairul Umanailo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.515-521

Abstract

Eucalyptus oil is a superior regional commodity in Buru Regency. In addition to the relatively high selling price, oil derived from the eucalyptus plant is needed by various industrial sectors to be used as an essential ingredient for medicine. However, when we examine the daily lives of eucalyptus oil farmers, we will find that the economic situation is quite worrying, and the socio-economic environment lags behind the workers in other sectors. If natural resources are abundant, eucalyptus oil workers should be able to have a decent life, especially amid the Covid-19 pandemic, which severely limits the social and economic space of workers. This study uses a phenomenological approach, the determination of informants using a purposive sampling technique based on predetermined criteria and determined based on the research objectives. Field findings show that farmers use physical adaptation strategies to meet production targets, negatively impacting labor and land sustainability. Excessive time and work patterns result in the emergence of physical insecurity among farmers, as well as land degradation, which endangers the survival of farmers. We propose that intensive and constant rehabilitation of production can reduce the detrimental impact of the physical approach of eucalyptus oil farmers during the pandemic, ensuring the sustainability of farmers and land.Keywords: Adaptation; Land, Farmers; Strategy

Filter by Year

2011 2025