cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Perencanaan Infrastruktur Pengelolaan Sampah di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta Syakir Maghfuri; Budi Murtiyasa; Sri Sunarjono; Nurul Hidayati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.491-502

Abstract

Tanggungjawab masyarakat yang rendah dan paradigma kumpul-angkut-buang sampah membuat kegiatan pengelolaan sampah kurang optimal. Masalah ini juga terjadi pada kawasan universitas, termasuk Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rencana desain infrastruktur pengolahan sampah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. Data yang digunakan berupa data eksisting kondisi sarana dan prasarana pengelolaan sampah beserta pola pelayanannya, serta jumlah mahasiswa, dosen dan tenaga pendidik. Perencanaan infrastruktur Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) didasarkan pada Permen PU No. 03/PRT/M/2013. Hasil penelitian didapatkan jenis sampah yang ada berupa plastik, organik, kardus dan kertas, kaca, konstruksi, laboratorium, balokan, elektronik, dan B3 non medis. Pola pelayanan pengelolaan sudah baik namun kegiatan pemilahan sampah dari sumber belum dikoordinasi oleh pihak UMS. Prioritas daerah layanan untuk semua kawasan menempati peringkat 1 kecuali Kampus 3. Proyeksi timbulan sampah Tahun 2031 didapatkan total 25,97 m3/hari dan digunakan untuk merencanakan sarana TPST mencakup pengadaan 263 tempat sampah ukuran 50 L, dan 78 buah ukuran 150 L, 1 kontainer 4 m3, dan 3 unit Arm Roll Truck kapasitas 6 m3. Jumlah tersebut juga untuk mendesain prasarana yang meliputi Bangunan Hanggar, Jembatan Timbang, Bengkel, Bank Sampah, Kantor, Musholla, Rumah Genset, Menara Air, dan Tempat Cuci Kendaraan. Pola pelayanan rencana mengikuti eksisting dengan menambahkan kegiatan pengolahan sampah di TPST.
Pemetaan Kerentanan Ekosistem Mangrove Berdasarkan Aspek Fisik, Biologi dan Antropogenik di Kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai- Bali Berbasis SIG I GD Yudha Partama; Okti Krishna Wardhani; Sang Putu Kaler Surata; Putu Edi Yastika; I Komang Tri Wijaya Kusuma
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.648-657

Abstract

Ekosistem mangrove di Tahura Ngurah Rai berada di Kawasan strategis pariwisata Pulau Bali, yaitu antara Nusa Dua, Sanur, dan Kuta, sehingga ekosistem ini banyak mengalami tekanan. Peningkatan aktivitas di Kawasan tersebut meningkatkan kerentanan ekosistem mangrove terhadap beberapa aspek yaitu fisik, biologi, dan antropogenik. Selain itu, beberapa faktor seperti pembangunan proyek reklamasi, jarak terhadap TPA, aktivitas Pelabuhan, pencemaran lingkungan, dan perubahan iklim menyebabkan fenomena dieback dan kerusakan ekosistem mangrove. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) ekosistem mangrove berdasarkan parameter fisik mangrove, dan 2) memetakan tingkat kerentanan ekosistem mangrove berdasarkan aspek biologi, dan antropogenik. Pada penelitian ini lokus penelitian dibagi menjadi tiga stasiun. Parameter fisik mangrove dianalisis melalui perhitungan INP yang merupakan akumulasi kerapatan relatif, frekuensi relative, dan dominansi relative. Pemetaan kerentanan dilakukan dengan menghitung Indeks Kerentanan Mangrove (MVI) yang terdiri dari Indeks Biologi Mangrove (BMI), dan Indeks Antropogenik Mangrove (AMI). Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis Rhizophora apiculata, Sonneratia alba dan Rhizophora mucronata, memiliki nilai indek tertinggi pada stasiun A, B dan C. Indek terendah pada stasiun A didominasi oleh jenis Sonneratia alba, stasiun B jenis Rhizophora stylosa dan stasiun C didominasi oleh jenis Ceriops tagal. Tingkat kerentanan mangrove bervariasi pada masing-masing stasiun, Stasiun A menunjukkan dominasi kerentanan tingkat sedang hingga sangat tinggi, stasiun B menunjukan tingkat kerentanan sedang, tinggi dan sangat tinggi. Sedangkan tingkat kerentanan stasiun C didominasi kategori sedang dan tinggi. Luas hutan mangrove yang termasuk dalam kategori kerentanan sangat rendah adalah sebesar 2,52 Ha, rendah sebesar 26,81 Ha, sedang 769,80 Ha, tinggi 241,57 Ha dan sangat tinggi sebesar 31,12 Ha.
Evaluasi Mutu Air Muara Sungai Way Kuripan Berbasis Indeks Pencemaran dan Aplikasi Software Surfer 8 Rinawati Rinawati; Qudwah Mutawakkilah; Innamaa Trina; Anisa Rahmawati; Agung Abadi Kiswandono; Diky Hidayat
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.793-802

Abstract

Salah satu sungai yang mengalir melalui kota Bandar Lampung adalah Sungai Way Kuripan. Sungai tersebut banyak mendorong sisa aktivitas seperti kegiatan industri, perikanan dan domestik menuju muaranya di kawasan Teluk Lampung, sehingga akan mempengaruhi kualitas air di muara. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi mutu air muara Way Kuripan mengikuti aturan Indeks Pencemaran (IP) dan disajikan menggunakan sebaran peta kontur software Surfer 8. Hasil pengujian parameter fisika menunjukkan rentang temperatur berada pada 28,6 - 27,8°C, Dissolved Oxygen (DO) didapatkan pada rentang 2,79 – 3,79 mg/L, Total Dissolve Solid (TDS) berada pada rentang 35,5 - 1022 mg/L dan pH berada pada 7,01 - 7,57. Berdasarkan pengujian dengan parameter kimia konsentrasi Biological Oxygen Demand (BOD) yang diperoleh yaitu 0,475 - 1,35 mg/L, konsentrasi Chemical Oxygen Demand (COD) yaitu 12,25 - 24,25 mg/L, konsentrasi fosfat pada rentang 0,001 - 0,515 mg/L dan konsentrasi nitrat yaitu di rentang 0,188 - 1 mg/L. Indeks pencemaran muara Way Kuripan berkisar antara 0 hingga 1 yang menunjukkan kondisi masih baik. Aplikasi Surfer 8 memudahkan memahami perubahan lingkungan dan menginterpretasikan data lingkungan yang diperoleh dengan peta kontur.
Potensi Ekonomi Pirolisis Sampah Plastik untuk Pengelolaan Berkelanjutan: Studi Kasus Plastik Pembungkus Paket Mega Mutiara Sari; Iva Yenis Septiariva; Rofiah Rofiah; I Wayan Koko Suryawan; Sapta Suhardono
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.941-950

Abstract

Ketidakpedulian terhadap pencemaran sampah plastik telah mendorong eksplorasi teknologi pengelolaan limbah inovatif, seperti pirolisis plastik. Penelitian ini menyajikan analisis ekonomi dari pirolisis sampah plastik, dengan fokus pada plastik pembungkus paket, sebagai solusi potensial untuk pengelolaan limbah berkelanjutan. Melalui evaluasi komprehensif terhadap biaya, pendapatan, dan manfaat, penelitian ini menilai kelayakan ekonomi teknologi pirolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ekonomi saat ini yang dihasilkan dari pengolahan sampah plastik dengan pirolisis masih di bawah batas keuntungan yang signifikan. Kesimpulan ini didasarkan pada rasio Benefit Cost Ratio (BCR) yang kurang dari 1. Penelitian ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan efisiensi operasional, kapasitas reaktor, dan bahan baku untuk meningkatkan prospek ekonomi pirolisis sampah plastik. Penelitian ini berkontribusi pada wacana lebih luas mengenai pengelolaan sampah plastik dan memberikan wawasan bagi pengembangan lebih lanjut teknologi pirolisis dalam mencapai tujuan pengelolaan limbah berkelanjutan.
Flood Risk Analysis in Gajah Wong River, Yogyakarta City Slamet Suprayogi; Suci Purnama Sari; Husnul Khotimah Setiacahyandari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.1033-1040

Abstract

Evaluation of flood events in an area is essential to minimize its impacts by conducting hydrological and hydraulic river modeling. In 2016 and 2022, the events led to the breach of the Gajah Wong River levee, causing the floodwater to overflow and inundate residential areas, reaching a height of 2 meters. This study aims to analyze the risks posed by the Gajah Wong River overflow, while also identifying the elements at risk due to the potential of flooding. The flood inundation scenario modeling using Hec-RAS requires input such as peak discharge, Digital Terrain Model (DTM), and Manning's coefficient. High-resolution aerial photo extraction is employed to generate DTM and identify buildings affected by flood inundation, in accordance with the flood modeling. The rational method is used to calculate the peak discharge, utilizing the maximum daily rainfall data from 2001 to 2021. The results show that there was a significant expansion of inundation that reached 4.826 m2 for the 2-year and 50-years flood return periods. However, in terms of the flood impact on buildings, an area of 30.350,68 m2 is affected for the 2-year return period, and it expands to 35.439,05 m2 for the 50-year flood.
Pendeteksian ISA (Impervious Surface Area) Sebagai Analisis Dampak Lingkungan di Daerah Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya Hairun Nissa; Robby Irsan; Muhammad Pramulya
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.1-10

Abstract

Peningkatan kawasan ISA (Impervious Surface Area) di Kecamatan Sungai Raya dalam 30 tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup pesat. Satelit Landsat dan indeks wilayah terbangun, mampu mendeteksi perubahan tutupan lahan ISA di Kecamatan Sungai Raya. Satelit Landsat mampu mendeteksi perubahan tutupan lahan di Kecamatan Sungai Raya secara temporal dengan menggunakan beberapa generasi, yaitu Landsat 5 TM, Landsat 7 ETM+, dan Landsat 8 OLI/TIRS. Untuk mengetahui ISA, digunakan indeks wilayah terbangun IBI (Index Based Built-Up Index), NDBI (Normalized Difference Built-Up Index), dan UI (Urban Index). Ketiga indeks ini dapat membantu untuk mengetahui persebaran ISA di Kecamatan Sungai Raya dalam 4 titik tahun, yaitu 1990, 2000, 2010, dan 2020. ISA yang terdeteksi menggunakan indeks wilayah terbangun, memiliki nilai <1. Selama 30 tahun terakhir, ISA di Kecamatan Sungai Raya mengalami peningkatan, khususnya pada tahun 2020, ISA yang dideteksi naik hinggi 2 kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Uji keakuratan indeks wilayah terbangun digunakan confusion matrix overall accuracy, hasil yang dieproleh menunjukkan indeks NDBI memiliki nilai akurasi 83%, kemudian UI 81%, dan IBI 79%. Selain menggunakan confusion matrix, perbandingan menggunakan citra resolusi tinggi juga dapat digunakan untuk menentukan tingkat akurasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan, indeks NDBI dan UI mampu mendeteksi 6 training point yang ditentukan dengan benar, sedangkan IBI hanya mampu mendeteksi 5 training point dengan benar. ISA dapat menimbulkan dampak lingkungan, khususnya gangguan pada saat infiltrasi ke dalam tanah. ISA dapat mengubah karakteristik fisik tanah, sehingga menghambat proses infiltrasi ke dalam tanah. Jenis tanah di Kecamatan Sungai Raya terdiri atas tanah organosol, aluvial-gley humus, dan podsolik-kambisol, sedangkan ISA banyak ditemukan pada jenis tanah aluvial-gley humus. Jenis tanah ini lebih stabil dibandingkan tanah organosol, namun jenis tanah ini memiliki permeabilitas yang buruk. ISA pada jenis tanah ini, memiliki tingkat kerawanan banjir sangat rawan berdasarkan Peta Kerawanan Banjir Kabupaten Kubu Raya.
Degradation of Congo Red Dye in Wastewater using Ozonation Method with H2O2 Catalyst Ria Wulansarie; Muhammad Rozaq; Setijo Bismo; Wara Dyah Pita Rengga
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.150-154

Abstract

The development of the industrial sector in Indonesia has increased very rapidly, especially in the textile industry. The increasing number of industries has an impact on the amount of industrial waste. Congo red dye is one of the dyes that are often used in the textile industry. Industrial dye waste needs to be processed so as not to damage the environment because the substances contained are harmful to the environment. One way that can be used to neutralize dye waste is ozone. Ozone can be used in many fields such as oxidation of inorganic/organic compounds and disinfection (or control of pathogens). H2O2 catalyst is used to accelerate the ozonation process. In this research the variables used were ozonation time (0.15,30,45,60 minutes), pH conditions (5,7,9) and the concentration of H2O2(0,2.5,5,7.5,10) % mass. Based on the research, it was found that the longer the ozonation time, the higher the pH value, and the more H2O2 used, the better the ozonation process results, namely the lower the concentration of dyes, COD, and BOD5 contained in the wastewater.
Pemanfaatan Larva Ulat Jerman (Zophobas morio) sebagai Agen Biodegradasi Stirofoam yang Ramah Lingkungan Amnan Haris; Miranita Khusniati; Andhina Putri Heriyanti; Trida Ridho Fariz; Ni Luh Tirtasari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.296-301

Abstract

Stirofoam banyak digunakan sebagai kemasan makanan, minuman dan kemasan barang elektronik. Bentuknya yang mudah dicetak, ringan dan harganya yang murah menyebabkan stirofoam diminati masyarakat. Biasanya stirofoam hanya dipakai sekali dan dibuang meskipun masih layak pakai. Stirofoam menimbulkan masalah lingkungan seperti penyumbatan saluran air dan bendungan serta menjadi sarang nyamuk, lalat dan hewan vektor penyakit lainnya. Maka dari itu, perlu upaya untuk mendegradasinya. Ada berbagai cara yang bisa dipilih seperti pembakaran atau pelelehan dengan bensin atau aseton, namun seringkali masih meninggalkan residu dan membutuhkan energi dan biaya yang tidak sedikit. Penggunaan larva ulat jerman diharapkan menjadi solusi inovatif dan ramah lingkungan. Fase larva digunakan karena larva membutuhkan makanan dalam jumlah besar untuk pertumbuhannya. Makanan larva berupa sampah organik seperti buah, sayur, dedaunan, nasi dan lain-lain. Faktanya stirofoam termasuk sampah organik karena terbuat dari minyak bumi yang mengandung hidrokarbon. Diharapkan larva ulat jerman mampu menjadi solusi permasalahan lingkungan yang bersih, hemat energi dan hemat biaya sehingga bisa diaplikasikan di masyarakat secara luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan larva ulat jerman sebagai agen biodegradasi stirofoam. Tahapan penelitian yaitu budidaya larva ulat jerman selama 30 hari dan analisis yang meliputi analisis viabilitas, kandungan senyawa kimia pada larva menggunakan FTIR dan SEM. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan pengambilan data secara kuantitatif. Pada penelitian kami, pertumbuhan ulat jerman menunjukkan sinergi negatif, sedangkan bobotnya mengalami naik-turun. Hasil uji FTIR dan SEM menunjukkan bahwa ulat jerman tidak benar-benar menelan stirofoam sehingga penelitian perlu dilakukan dengan menggunakan strain ulat jerman lainnya.
Kajian Pemanfaatan Zeolit Alam Ende sebagai Katalis dalam Pirolisis Polietilena dari Sampah Plastik Gregorio Antonny Bani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.447-454

Abstract

Plastik merupakan salah satu material yang paling banyak digunakan sehari-hari yang akhirnya berujung pada penumpukan sampah plastik di Tempat Pembuangan Akhir sampah. Untuk itu, metode pirolisis dapat dijadikan solusi untuk mengatasi permasalahan penumpukan sampah plastik. Permasalahan utama dalam menjalankan pirolisis adalah kebutuhan sumber energinya yang sangat besar. Oleh karena itu, penggunaan katalis sangat dibutuhkan, seperti Zeolite Socony Mobile (ZSM) yang berasal dari jenis sintetis yang memiliki harga yang tergolong mahal. Kabupaten Ende memiliki deposit zeolit alam yang cukup besar, sehingga dapat juga dimanfaatkan untuk dijadikan katalis murah dalam proses pirolisis sampah plastik. Tetapi, aktivitas katalitik zeolit alam sangat bergantung pada metode aktivasinya, jenis reaktan dan karakteristik alami dari zeolit tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan kajian mengenai karakteristik dan aktivitas katalitik dari zeolit alam Ende dalam pirolisis polietilena dari sampah plastik yang meliputi Energi aktivasi hingga kualitas minyak yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya, maka terdapat beberapa pokok penting yang disimpulkan dari penelitian ini, antara lain: (1) Proses aktivasi dapat merubah sifat kimia dan sifat fisika zeolit alam Ende meliputi kristalinitas, luas permukaan, volume pori dan jejari pori, serta keasamannya untuk dijadikan sebagai katalis. (2) Katalis zeolit alam aktif Ende pada proses pirolisis polietilena dari sampah plastik mampu menurunkan energi aktivasi hingga 4.371,1 cal/mol pada perlakuan komposisi katalis 0,10. (3) Suhu operasi pirolisis di atas 400 oC adalah perlakuan suhu terbaik yang sangat mempengaruhi waktu, volume dan kualitas cairan pirolisis polietilena dari sampah plastik. (4) Komposisi 0,10 merupakan komposisi terbaik dari penggunaan zeolit alam aktif Ende sebagai katalis dalam proses pirolisis polietilena dari sampah plastik. (5) Interaksi terbaik antara suhu dan katalis zeolit alam aktif Ende adalah pada perlakuan suhu 400 oC dan komposisi katalis 0,10.
Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) dan Seng (Zn) pada Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Pantai Kelurahan Mangunharjo Kota Semarang Noor Muhtaroh; Jasron Wasiq Hidayat; Fuad Muhammad
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.600-608

Abstract

Kegiatan antropogenik dapat menyebabkan pencemaran logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) di Perairan Pantai Kelurahan Mangunharjo. Logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) dapat merugikan lingkungan dan ekosistem perairan terutama mempengaruhi kelangsungan hidup biota yang hidup di dalamnya, termasuk kerang hijau (Perna viridis. Mengkonsumsi kerang hijau (Perna viridis) yang tercemar logam berat dapat membahayakan kesehatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-November 2022 di Perairan Pantai Kelurahan Mangunharjo Kota Semarang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) pada air, sedimen dan jaringan lunak kerang hijau (Perna viridis). Pengujian logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) menggunakan Atomic Absorpstion Spectrophotometer (AAS). Hasil penelitian nilai kandungan logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) pada air di stasiun 1 dan 3 melebihi baku mutu. Namun, nilai kandungan logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) pada sedimen, dan jaringan lunak kerang hijau (Perna viridis) masih dibawah baku mutu.

Filter by Year

2011 2025