cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
The Determinant Factors of Community Involvement in Becoming a Customer of the Waste Bank in Tamanjaya Village, Tamansari District, Indonesia Nissa Noor Annashr; Andy Muharry; Dadan Yogaswara; Nisa Khoerunisa
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.743-755

Abstract

Tamansari District has the 4th largest waste generation in Tasikmalaya City in 2021, namely 34.93 tons per day. The purpose of this study was to analyze the determinant factor of community involvement in becoming a customer of the Lestari Waste Bank. This research was included in the analytic observational study using a cross sectional design. The population in this study was all households living in RW 13, Tamanjaya Village, totaling 102 people. Sampling using total sampling technique. Therefore, the sample size involved in the study was 102 people. Data collection was carried out through an interview process with a questionnaire instrument. The data analysis consisted of univariate analysis, bivariate analysis using chi-square and fisher's exact tests and multivariate analysis using multiple logistic regression tests. The results showed that education level (p = 0.049; OR = 2.889), knowledge (p = 0.0001; OR = 6.333), attitude (p = 0.0001), socialization (p = 0.012; OR = 4.146), external support (p = 0.0001; OR = 14.074) were proven to be determinant factors for community involvement in becoming customers of the waste bank. The determinant factor most related to community involvement in becoming a customer of the Waste Bank was external support (OR = 8.636).
Efek Ameliorasi Iklim Mikro dari Pepohonan pada Jalur Hijau Pedestrian Jl. Khatib Sulaiman, Kota Padang Noril Milantara; Sitti Kurnia Apriliani; Afdhal Afdhal; Astri Popita
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.894-903

Abstract

Vegetasi terutama pepohonan dikenal sebagai solusi berbasis alam yang dapat mengoptimalkan tingkat kenyamanan termal di ruang luar perkotaan. Penelitian ini bertujuan: 1) menghitung manfaat tajuk pohon dalam menurunkan suhu, 2) mengukur tingkat kenyamanan termal berdasarkan THI dan persepsi pengguna. Data dikumpulkan melalui pengukuran secara langsung melputi suhu, kelembapan, angin di bawah tajuk pohon dan di lahan terbuka, serta persepsi dari 50 responden. Manfaat tajuk pohon dalam menurunkan suhu dihitung melalui pendekatan selisih antara suhu di bawah tajuk dan pada area terbuka. Tingkat kenyamanan termal dihitung melalui rumus THI, dan persepsi kenyamanan termal menggunakan skala Likert kemudian dilakukan uji statistik Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukan kondisi suhu di bawah tajuk pohon yang lebat dan lebar lebih dingin 2,1 0C pada siang hari, namun lebih hangat 0,3 0C pada malam hari dibandingkan pada tempat terbuka. Suhu di bawah tajuk lebih stabil yang ditunjukkan dengan interval perubahan yang lebih kecil dibandingkan pada tempat terbuka. Pengukuran indeks THI menunjukkan kriteria tidak nyaman baik di bawah tajuk maupun di daerah terbuka. Namun, warga merasakan nyaman di bawah tajuk dibandingkan pada area terbuka. Untuk menjawab kontradiksi hasil antara kriteria nyaman berdasarkan inteks THI dan persepsi nyaman, diperlukan penelitian lebih lanjut yang komprehensif dengan parameter yang lebih kompleks.
Water Quality Indices for Assessing Heavy Metal Pollution in Winongo River and Gajahwong River Yogyakarta-Indonesia Margaretha Widyastuti; Galih Dwi Jayanto; Muhammad Ridho Irshabdillah; Lintang Nur Fadlillah
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.100-108

Abstract

Abstract Winongo and Gajahwong Rivers traverse three regions: Sleman Regency, Yogyakarta City, and Bantul Regency. Both rivers' water quality was assessed using two water quality indices specified for detecting only the heavy metal presence, namely Heavy Metal Pollution Index (HPI) and Pollution Index (PI). Details on river water quality were a series of monitoring data from 2017 until 2020 that comprised eleven parameters: pH, BOD, COD, NH3N, TSS, Total Coli, oil and grease, Fe, Cu, Cd, Cr, and Pb. The results indicate that the heavy metal contents of Winongo and Gajahwong Rivers meet the class II water quality standard. Non-metal parameters, namely COD and TSS, are present in small amounts and below the upper thresholds. The HPI values of Winongo and Gajahwong Rivers were 3.15 and 2.29, respectively, or categorized as ‘excellent’. Similarly, based on the PI values (0.78 and 0.72, respectively), both rivers' water quality fell into the category of ‘good’.  
Indeks Saprobik di Kawasan Mangrove Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah Ayu Desi Anggraeni Swastya Putri; Tri Retnaningsih Soeprobowati; Jumari Jumari; Jafron Wasiq Hidayat; Fuad Muhammad
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.258-263

Abstract

Wilayah perairan Bedono merupakan wilayah pesisir yang terdapat hutan mangrove yang berperan penting dalam keberlangsungan ekosistem pesisir lainnya. Ekosistem mangrove di Desa Bedono telah mengalami degradasi yang disebabkan oleh banjir rob, abrasi dan pembangunan pelabuhan Semarang, hal ini dapat merusak keanekaragaman hayati di sekitar perairan dan perlu dilakukan kegiatan biomonitoring untuk memperbaiki kualitas perairan dengan mengetahui indeks saprobik. Indeks saprobik dilakukan dengan mengetahui dinamika fitoplankton di suatu perairan. Indeks saprobik digunakan untuk mengetahui kualitas air berdasarkan struktur komunitas fitoplankton untuk mengetahui tingkat pencemarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks saprobitas fitoplankton di kawasan Mangrove Bedono. Pengambilan sampel fitoplankton dilakukan setiap bulan pada bulan Juli hingga Desember 2022 di lima lokasi dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara acak. Sampel diidentifikasi menggunakan Sedgewick Rafter Counter Cell (SRC) kemudian diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 10 x 10. Analisis data dilakukan dengan menggunakan program PAST versi 10.4 dan indeks saprobik menggunakan Microsoft Excel. Berdasarkan kelimpahan fitoplankton diketahui bahwa kawasan Mangrove Bedono berkisar antara 2.000 hingga >15.000 sel/mL yang diklasifikasikan ke dalam perairan mesotrofik hingga eutrofik dan memiliki indeks saprobik pada bulan Juli-September diperoleh indeks saprobik -3 (Polisaprobik) yaitu tingkat pencemaran berat, sedangkan pada bulan Oktober - Desember diperoleh indeks saprobik -1 (α-Mesosaprobik) yaitu tingkat pencemaran sedang.
Kelimpahan Mikroplastik pada Air Limbah Domestik dan Penyisihannya di IPAL Bojongsoang, Kota Bandung Nurul Setiadewi; Cynthia Henny; Denalis Rohaningsih; Agus Waluyo; Prayatni Soewondo
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.401-407

Abstract

Mikroplastik dapat masuk ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) melalui jaringan perpipaan air limbah. Keberadaan IPAL berpotensi mengurangi jumlah mikroplastik yang masuk sebagai influen. Meski demikian, efluen IPAL masih mengandung mikroplastik dengan rentang konsentrasi yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan mikroplastik serta karakterisasinya pada air limbah yang berasal dari IPAL perkotaan di Bojongsoang Kota Bandung. Metode pengambilan sampel, ekstraksi, kuantifikasi, dan karakterisasi dilakukan berdasarkan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik terdeteksi di influen IPAL Bojongsoang dengan konsentrasi sebesar 15,45 partikel/liter dan berkurang menjadi sebesar rata-rata 1,49 partikel/liter di efluen. Berdasarkan bentuknya, fiber ditemukan paling dominan berada baik di influen maupun efluen, dengan kisaran 60,51-79,01%. Bentuk lainnya yang mendominasi adalah fragmen dengan rentang persentase 19,41-36,89%. Sementara, bentuk mikroplastik film, foam, dan microbead tidak banyak terdeteksi pada air limbah, dengan persentase rata-rata di bawah 5%. Mikroplastik berukuran 1000-5000 μm paling banyak ditemukan di inlet dibandingkan ukuran yang lebih kecil, dengan persentase sebesar 31,71%. Di titik outlet, mikroplastik banyak ditemukan yang berukuran di bawah 500 μm, dengan kisaran 7,27 - 24,95%. Warna mikroplastik di influen dan efluen yang ditemukan paling banyak adalah putih atau transparan (34,87 - 40,13%) dan hitam (14,54 - 23,14%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan IPAL Bojongsoang dapat menyisihkan mikroplastik yang terdapat pada air limbah secara efektif, dengan efisiensi penyisihan sebesar 89,97%.
Analisis Nilai Manfaat Teknologi Methane Capture bagi Pabrik Kelapa Sawit Fhardi Suganda; Fadjar Goembira; Mahdi Mahdi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.551-564

Abstract

Dalam upaya membatasi kenaikan suhu global 1,5 derajat Celsius pada tahun 2050, peserta COP26 pada November 2021 sepakat untuk menurunkan akumulasi gas metana. Gas metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang memberikan dampak yang besar bagi peningkatan pemanasan global. Potensi reduksi gas metana di Indonesia terdapat pada teknologi menangkap gas metana (methane capture) dari limbah cair yang bersumber dari pabrik pengolahan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar reduksi gas metana yang bisa ditangkap oleh teknologi methane capture serta mengetahui nilai finansial pemanfaatan gas metana baik dari sisi finansial perusahaan maupun bagi lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan metode mixed method explanatory. Dari aspek lingkungan, pemanfaatan methane capture mampu menangkap gas metana sebanyak 17.517,79 t-CO2e (93,81%) pada kolam anaerobik. Valuasi ekonomi dari gas metana diperoleh dalam NPV adalah sebesar Rp. 31.219.230.000 selama 20 tahun umur ekonomisnya yang dihitung dari nilai ISCC Insentif. Nilai ini menjadi semakin besar, yakni Rp. 63.808.660.000 apabila gas metana tersebut dimanfaatkan untuk membangkit tenaga listrik. Namun, perusahaan akan merugi apabila tidak mendapatkan ISCC insentif dari pasar Eropa dan Amerika Serikat, yakni NPV menjadi sebesar Rp. -6.444.990.000. Kerugian ini lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang menggunakan pembangkit listrik diesel yang berbahan bakar fosil, yakni dengan NPV Rp. -4.857.560.000. Ada selisih sebesar Rp. -1.587.430.000 yang menjadi disinsentif bagi perusahaan kelapa sawit dalam menggunakan teknologi methane capture. Apabila diterapkan pajak karbon untuk pabrik kelapa sawit yang tidak menggunakan teknologi methane capture, berdasarkan UU nomor 7 tahun 2021, maka pembebanan biaya yang lebih besar sehingga nilai NPV Rp. -15.446.640.000 dibanding sebelum diterapkannya pajak karbon.
Hubungan Aerosol Optical Depth (AOD) dengan Materi Partikulat 10 Mikron (PM10): Studi Literatur Mila Dirgawati; Nabila Ayu Larasati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.704-711

Abstract

Studi ini mengkaji berbagai penelitian mengenai hubungan aerosol optical depth (AOD) yang diperoleh dari pengukuran data satelit dengan materi partikulat 10 mikron (PM10) hasil pengukuran ground-based di negara dua dan empat musim. Referensi yang digunakan adalah jurnal yang telah dipublikasikan tahun 2013-2022 yang dengan menggunakan Mendeley dan Google Scholar. Hubungan AOD dan PM10 ditinjau dari nilai koefisien korelasi (r) dan koefisien determinasi (R2). Berdasarkan nilai r, ditemukan bahwa hubungan antara AOD dan PM10 di negara dua musim sangat kuat dengan nilai r  ≥ 0,80, sedangkan di negara empat musim nilai hubungannya sangat bervariasi, yaitu r = 0,1-0,9 tergantung musim. Hubungan AOD-PM10 di negara dua musim dipengaruhi oleh penggunaan lahan, kegiatan manusia, dan kondisi meteorologi (kelembapan relatif dan temperatur permukaan).  Hubungan AOD-PM10 di negara empat musim dapat dipengaruhi oleh kondisi topografi, kegiatan manusia (industri), dan faktor meteorologi dengan kelembapan relatif merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap hubungan AOD dan PM10. Berdasarkan nilai R2 yang dihasilkan, ditemukan bahwa nilai AOD dari data satelit mampu merepresentasikan konsentrasi PM10 lebih dari 70% di negara dua musim dan lebih dari 83% di negara empat musim sehingga nilai AOD dapat digunakan untuk estimasi konsentrasi PM10.
Konsep Pengelolaan Kebun Campuran dalam Rangka Penyediaan Bahan Baku Alat Musik Tradisional Jawa Barat, Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Penyimpanan Karbon Fadillah Utami; Parikesit Parikesit; Susanti Withaningsih
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.868-877

Abstract

Alat musik tradisional di Jawa Barat sebagai pengiring pada upacara tradisional mempertegas hubungan harmonis antara manusia, lingkungan alam dan pencipta. Namun terdapat penurunan penggunaan alat musik tradisional salah satunya disebabakan berkurangnya ketersediaan bahan baku. Pengelolaan lahan dengan kebun campuran bisa menjadi alternatif dalam upaya pelestarian bahan baku alat musik dengan menanam jenis kayu-kayuan (pohon) dan bambu. Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun konsep pengelolaan kebun campuran untuk mendukung upaya pelestarian alat musik tradisional Jawa Barat, dimana kebun campuran dapat direvitalisasi dan ditingkatkan kuantitasnya dalam rangka mensuplai kebutuhan bahan baku tersebut, sekaligus mengkonservasi keanekaragaman hayati dan meningkatkan simpanan karbon pada tanaman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara semiterstruktur dengan purposive sampling, studi pustaka dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan Jawa Barat memiliki 31 alat musik tradisional dengan 5 tipe alat musik tradisional. Terdapat 23 spesies dan 5 spesies bambu digunakan sebagai bahan baku dengan kriteria tertentu. Upaya pelestarian terus dilakukan sampai saat ini meliputi pendidikan, pertunjukkan, pengarsipan, pelatihan, kolaborasi dan menciptakan trend. Ketersediaan alat musik dalam pelestarian diperlukan untuk dikenalkan ke generasi berikutnya. Proses pengelolaan kebun campuran untuk sampai ke konsumen diperlukan modern management. Pengelolaan pun menghadapi hambatan berupa perubahan iklim yang tidak menentu.
Pemanfaatan Limbah Masker Nonmedis sebagai Bahan Baku Pembuatan Komposit dengan Matrik Resin Poliester Tina Martina; Ilham Setiawan; Muhammad Zulfahmi Febriansyah
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.996-1000

Abstract

Sejak 2019 di Wuhan, China mewabah virus corona virus desease (Covid-19). Hal ini tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan, tetapi masalah lingkungan dengan munculnya timbulan limbah masker sekali pakai. Masker medis maupun nonmedis umumnya berbahan baku nonwoven spunbond atau meltblown spunbond dengan campuran polimer berupa poliester atau polipropilen.  Tujuan dari penelitian ini adalah suatu rancang bangun material komposit alternatif dari limbah masker nonmedis berbahan baku polipropilen dalam mengurangi limbah masker nonmedis di lingkungan masyarakat. Pada penelitian ini pembuatan komposit menggunakan limbah masker sebagai bahan pengisi (filler) dan resin poliester sebagai perekat (matrix). Komposit dibuat menjadi dua jenis sampel yaitu komposit dengan filler panjang dan pendek untuk mengetahui pengaruh panjang pengisi filler komposit terhadap kekuatan tarik yang dimiliki komposit. Prosedur pembuatan komposit menggunakan metode hand lay up dengan menuangkan dan perataan secara bergantian filler dan matrix yang dituangkan ke dalam wadah. Sampel komposit yang telah dibuat dipotong menjadi 10 spesimen sesuai dengan standar ASTM D638-14 untuk dilakukan pengujian kekuatan tarik dan pengukuran ketebalan komposit. Bedasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa nilai kekuatan tarik komposit dengan filler panjang lebih besar dibandingkan komposit dengan filler pendek. Kesimpulan dari penelitian ini adalah limbah masker dapat dijadikan alternatif bahan komposit.
Penilaian Status dan Risiko Ekologi Cemaran Logam Berat di Lahan Pertanian Kota Malang, Provinsi Jawa Timur Cicik Oktasari Handayani; Sukarjo Sukarjo; Hidayatuz Zu'amah; Triyani Dewi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.60-68

Abstract

Akumulasi logam berat pada tanah memberikan dampak yang besar bagi lingkungan seperti dapat mengganggu keseimbangan ekologi, mengurangi kesuburan tanah, mengubah kualitas fisikokimia tanah dan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status logam berat pada tanah dan kemungkinan terjadinya dampak ekologi yang tidak diinginkan pada lingkungan akibat adanya cemaran logam berat pada lahan pertanian Kapaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode survey pengambilan contoh tanah dengan jumlah titik lokasi pengambilan contoh tanah sebanyak 123 titik. Analisis yang dilakukan antara lain analisis spasial, geoaccumulation index (I-Geo), polltuion index (PI), the Nemerow integrated pollution index (NIPI), dan potential ecological risk index (RI). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa logam Pb, Cd, Co, Ni, Cr, Cu, Mn, Zn dan As terdeteksi hampir di semua lokasi pengambilan contoh tanah pada lahan pertanian Kota Malang. Hasil analisis geoaccumulation index (I-geo), pollution index (PI), the Nemerow integrated pollution index (NIPI)  dan potential ecological risk index (RI) menunjukkan hasil yang selaras bahwa logam Cd merupakan sumber utama pencemaran logam berat di lahan pertanian Kota Malang dengan nilai pencemaran yang cukup tinggi sehingga juga memiliki dampak ekologis yang tinggi.

Filter by Year

2011 2025