cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 951 Documents
Asesmen Spasial Kualitas Air Irigasi pada Wilayah dengan Tekanan Perubahan Tata Guna Lahan di Kabupaten Bandung Mayrina Firdayati; Fauzan Ahwan Al-Farisi; Jeane Irene Beatrice Gloriana Zebua Wang
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.293-303

Abstract

Air irigasi berperan penting dalam mendukung produktivitas pertanian, namun kualitasnya semakin menurun akibat perubahan tata guna lahan dan peningkatan aktivitas antropogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air irigasi serta mengkaji variasi spasialnya terhadap tekanan penggunaan lahan di Kecamatan Soreang dan Katapang, Kabupaten Bandung. Sebanyak 46 titik sampling yang mewakili empat daerah irigasi (D.I), yaitu Cibeureum, Leuwikuray, Kiaraeunyeuh, dan Juntilhilir, dianalisis dalam penelitian ini. Parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi dianalisis menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) berdasarkan Kepmen LH No.115 Tahun 2003 dan dibandingkan dengan baku mutu PP No.22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar titik berada pada kategori tercemar sedang hingga berat, dengan nilai IP tertinggi sebesar 13,54 pada D.I. Juntihilir. Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara RSC dengan Minyak dan Lemak (r= 0,84), parameter SAR dengan TSS (r= 0,77) serta hubungan positif yang kuat antara BOD dan COD (r = 0,69). Hasil ini menandakan bahwa peningkatan polutan organik dan risiko penurunan kualitas air irigasi saling berkaitan erat dan disebabkan oleh masuknya air limbah domestik akibat perubahan tata guna lahan. Selain itu, tingginya kehadiran bakteri indikator Escherichia coli di beberapa titik lokasi secara langsung menegaskan adanya kontribusi signifikan dari limbah domestik masyarakat terhadap pencemaran saluran irigasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis Indeks Pencemaran dengan pendekatan spasial berbasis penggunaan lahan pada sisitem irigasi lokal. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan kualitas air irigasi melalui pengendalian sumber pencemar, peningkatan pengolahan limbah, dan perbaikan infrastruktur irigasi guna mendukung keberlanjutan pertanian.
Status Keberlanjutan Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum Melalui Kerjasama Pemerintah Badan Usaha di Jawa Timur Jusman Rahim; Sunarsih Sunarsih; Lilin Budiarti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.569-577

Abstract

Kelangkaan air menjadi tantangan bagi pemerintah dalam peningkatan dan percepatan layanan akses air minum layak dan aman melalui perpipaan. Salah satu program dalam mengatasi kelangkaan air yaitu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) Umbulan di Provinsi Jawa Timur. Namun, tingkat produksi dan serapan air minum belum mencapai target < 4.000 liter/detik menimbulkan permasalahan baru dalam pemenuhan air bersih di 5 Kabupaten/Kota di Jawa Timur meliputi Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur indeks keberlanjutan dan mengkaji status keberlanjutan pengelolaan KPBU SPAM Umbulan, serta mengidentifikasi faktor pengungkit yang berpengaruh terhadap pengelolaan KPBU SPAM. Penelitan ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif . Instrumen penelitian menggunakan Rappid Appraisal for SPAM (RapSPAM) yang merupakan modifikasi dari Rappid Appraisal for Fisheries (RapFISH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks keberlanjutan: Aspek teknis yaitu 64,59, aspek kelembagaan yaitu 47,56, aspek keuangan yaitu 53,20, aspek sosial yaitu 52,81 dan aspek lingkungan yaitu 46,73. Status keberlanjutan pengelolaan KPBU SPAM meliputi: kurang berkelanjutan untuk aspek kelembagaan dan lingkungan serta cukup berkelanjutan untuk aspek teknis, keuangan dan sosial. Atribut paling sensitif yaitu aspek kelembagaan yaitu: tingkat pengaduan konsumen serta respon pengelola terhadap pengaduan konsumen serta aspek lingkungan berupa ketersediaan air baku. Sebagai bentuk perbaikan pengelolaan menjadi prioritas pengembangan pengelolaan KPBU SPAM pada aspek kelembagaan dan lingkungan.
Penilaian Keberlanjutan Manajemen Pakan pada Perikanan Budidaya Sistem Keramba di Danau Rawa Pening Selia Mawarni; Djohan Djohan; Desti Christian Cahyaningrum
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.558-568

Abstract

Aktivitas budidaya keramba berpotensi memperburuk peristiwa eutrofikasi danau akibat sisa pakan yang terbuang ke badan perairan. Sehingga, perlu dipastikan bahwa manajemen pakan dalam kegiatan tersebut bersifat ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberlanjutan manajemen pakan pada budidaya ikan sistem keramba di Danau Rawa Pening melalui pendekatan RAPFISH. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara semi terstruktur. Responden dalam penelitian ini ditentukan secara purposive, yaitu sebanyak 12 orang pembudidaya yang mengelola total 247 unit keramba (41,03% dari total populasi keramba di lokasi penelitian). Data yang terkumpul menjadi dasar proses skoring terhadap 10 atribut manajemen pakan yang berkelanjutan. Hasil skoring diolah dengan teknik ordinasi Multi Dimensional Scaling (MDS) pada aplikasi RAPFISH yang telah dimodifikasi pada bagian atribut keberlanjutan. Hasil ordinasi MDS menunjukan rata-rata indeks keberlanjutan manajemen pakan pada budidaya ikan sistem keramba di Danau Rawa Pening berdasarkan kondisi eksisting unit analisis penelitian termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan (56,55). Hasil ordinasi MDS tersebut telah memenuhi kriteria kelayakan untuk mengevaluasi keberlanjutan karena menunjukkan goodness of fit yang memadai (nilai stress 0,138 dan Squared Correlation 0,927). Analisis Leverage menunjukkan bahwa atribut dengan nilai Root Mean Square tertinggi adalah kadar protein pakan (6,79), penentuan jumlah pakan (6,72), dan jenis pakan (6,51). Disimpulkan bahwa keberlanjutan manajemen pakan pada budidaya ikan sistem keramba di Danau Rawa Pening perlu ditingkatkan dengan mengupayakan optimasi kadar protein sesuai fase pertumbuhan ikan, ketepatan jumlah pakan yang diberikan berdasarkan biomassa ikan dan feeding rate yang sesuai, evaluasi indikator kinerja budidaya ikan, serta aplikasi pakan alternatif yang tepat.
Sustainable Religious Tourism Development In Tana Toraja: Hierarchical Structural Model Approach Tatan Sukwika; Ekayana Sangkasari Paranita
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.%p

Abstract

Religious tourism in Tana Toraja, Indonesia, possesses significant cultural, spiritual, environmental, and economic potential. However, its development remains constrained by fragmented governance, inadequate infrastructure, weak stakeholder coordination, and the absence of a systematic framework for prioritizing development factors. Previous studies have primarily examined destination management, tourism promotion, and socio-economic impacts independently, without explaining the structural interdependencies among key development factors. Therefore, this study aims to develop a hierarchical structural model for sustainable religious tourism development centered on the Jesus Christ Statue in Tana Toraja. Data were collected through surveys, semi-structured interviews, and expert consultations involving five experts representing government, the private sector, academia, indigenous communities, and non-governmental organizations. Interpretive Structural Modeling (ISM) integrated with the VAXO contextual relationship technique was employed to analyze the hierarchical relationships among 17 tourism development sub elements. The results identify government institutions, transportation facilities, tourism support facilities, road networks, and tourism information as the primary driving factors requiring short-term priority. Natural and cultural resources, tourist accommodations, and private institutions constitute medium-term priorities, while community participation, environmental conservation, supporting attractions, public awareness, and NGO involvement represent long-term priorities. The proposed hierarchical model extends the application of ISM to religious tourism and provides an evidence-based decision-support framework for local governments and stakeholders to prioritize policies, strengthen multi-stakeholder collaboration, and promote environmentally sustainable religious tourism development.
Pemanfaatan Sampah Plastik Multilayer sebagai Campuran pada Bahan Bangunan Ramah Lingkungan dengan Produk Batako, Paving Blok dan Roster Hijrah Purnama Putra; Muhammad Zian Sulthon; Niesa Hanum Mistoro; Malik Mushtofa; Fadhilah Ramadhana; Reza Surya Ibrahim; Dieska Shafira Cahyadhy; Andri Pangestu Ashari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.672-687

Abstract

Peningkatan timbulan sampah plastik multilayer yang sulit didaur ulang mendorong perlunya inovasi pemanfaatan material alternatif pada sektor konstruksi non-struktural. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan plastik multilayer sebagai substitusi parsial agregat halus pada batako, paving blok, dan empat motif roster beton melalui lima variasi campuran (V1–V5). Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan eksperimental laboratorium yang mencakup proses pencampuran, pencetakan, curing, serta pengujian kuat tekan, penyerapan air, dan ketahanan aus (khusus paving blok). Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian simultan terhadap tiga jenis produk menggunakan sumber plastik dan kerangka evaluasi yang sama. Pada batako V2, kuat tekan berada pada kisaran 26.42kg/cm² tetapi memiliki penyerapan air sebesar 67,01%, sehingga tidak terdapat variasi dengan penambahan plastik yang memenuhi standar baku mutu. Paving blok V2 memiliki kuat tekan 8,62 MPa, penyerapan air 7,88%, serta ketahanan aus 0.46 mm/menit, memenuhi persyaratan standar baku mutu D. Produk roster menunjukkan karakteristik berbeda berdasarkan geometri. Roster motif 2 menunjukkan kuat tekan 22,01–33,76 kg/cm² dengan penyerapan air 10,45–13.67%, sedangkan motif 4 menghasilkan kuat tekan rata-rata 25,11 kg/cm² dengan nilai antar benda uji berkisar antara 12,94–47,48 kg/cm² dan penyerapan air rata-rata 11,22–13,68% pada variasi V2–V3. Akumulasi potensi teoritis pemanfaatan plastik mencapai 544,90 kg/hari, dengan nilai terbesar terdapat pada paving blok V2 sebesar 468,00 kg/hariTemuan ini menunjukkan adanya potensi pemanfaatan plastik multilayer pada produk konstruksi non-struktural berdasarkan skenario kapasitas produksi. Namun, manfaat lingkungannya belum dinilai secara menyeluruh melalui analisis daur hidup, pengukuran emisi, maupun konsumsi energi.
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) untuk Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan: Koeksistensi Pemulung dan Energi Terbarukan Arisandy Fernando Tampubolon; Arya Hadi Dharmawan; Nuva Nuva
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.521-533

Abstract

Pengembangan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) telah menjadi salah satu pendekatan strategis Indonesia untuk mengurangi sampah padat perkotaan sekaligus mendukung target energi terbarukan. Namun, perluasan fasilitas PLTSa juga dapat memengaruhi pemulung informal yang mata pencahariannya bergantung pada bahan daur ulang dari tempat pembuangan sampah. Meskipun studi sebelumnya telah meneliti kinerja teknis dan lingkungan PLTSa, perhatian yang terbatas telah diberikan pada hubungan antara keberlanjutan PLTSa dan kondisi sosial ekonomi pemulung. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi status keberlanjutan PLTSa Bantargebang dan menganalisis karakteristik sosial ekonomi pemulung untuk mengidentifikasi peluang koeksistensi antara pengembangan energi terbarukan dan sektor daur ulang informal. Studi ini menggunakan pendekatan mixed methods. Keberlanjutan dinilai menggunakan Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) yang berprinsip pada Rapid Appraisal Process/Procedures (RAP), sedangkan kondisi sosial ekonomi dianalisis menggunakan data primer dari pemulung dan pemangku kepentingan terkait. Penilaian keberlanjutan menunjukkan bahwa PLTSa Bantargebang mencapai indeks 59,87, yang dikategorikan sebagai berkelanjutan. Dimensi lingkungan dan sosial menunjukkan kinerja yang relatif tinggi, sedangkan dimensi ekonomi, teknologi, dan kelembagaan memerlukan perbaikan lebih lanjut. Temuan juga mengungkapkan bahwa pemulung tetap sangat bergantung pada sampah sebagai sumber pendapatan utama mereka, sementara keterlibatan mereka dalam pengelolaan PLTSa masih terbatas. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan mengintegrasikan penilaian keberlanjutan dan analisis sosial ekonomi pemulung dalam satu kerangka evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa keberlanjutan jangka panjang pengembangan PLTSa harus diukur berdasarkan kinerja teknis, lingkungan, serta kapasitasnya untuk memastikan tata kelola inklusif dan melindungi mata pencaharian pemulung informal.
Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi) dalam Menurunkan Kadar Limbah Logam Berat Besi (Fe) dengan Metode Khelasi Kiswanto Kiswanto; Wintah Wintah
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.%p

Abstract

Logam-logam pada umumnya dapat membentuk ikatan dengan bahan-bahan organik alami maupun buatan melalui atom karbon, gugus karboksilat dan atom-atom yang mempunyai elektron bebas dalam senyawa organik sehingga membentuk kompleks koordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh konsentrasi dan waktu pencampuran belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) terhadap penurunan kadar limbah simulasi logam Besi (Fe). Variasi konsentrasi belimbing wuluh yaitu 15%, 30%, dan 45%. Variasi waktu pencampuran yaitu 30 menit dan 60 menit. Sampel limbah simulasi logam Besi (Fe) dengan konsentrasi 10 ppm dicampurkan dengan larutan belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) 15%, 30%, dan 45% selama 30 menit dan 60 menit dan dianalisa menggunakan AAS. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa larutan Belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) dapat menurunkan kadar logam Fe yang terdapat dalam limbah simulasi. Penurunan tertinggi yaitu 52,06% pada sampel yang dicampur dengan belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) pada konsentrasi 45% dan pada waktu pencampuran 60 menit. Konsentrasi Belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) dan waktu pencampurannya mempengaruhi penurunan kadar logam ion Fe yang terdapat dalam limbah simulasi. Semakin tinggi konsentrasi Belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) dan semakin lama pencampurannya maka semakin besar penurunan kadar logam Fe dalam limbah simulasi.
Efisiensi Tiga Varietas Tanaman Kangkung Air (Ipomoea aquatica Forsk) sebagai Agen Fitoremediasi terhadap Limbah Cair Tempe Rahel Rosana Pramudiva; Rully Rahadian; Pertiwi Andarani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.578-589

Abstract

Industri tempe berskala rumah tangga di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah cair sehingga diperlukan upaya untuk mengurangi potensi pencemaran lingkungan. Fitoremediasi merupakan metode ramah lingkungan dengan biaya relatif rendah dan mampu meningkatkan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi kemampuan fitoremediasi tiga varietas kangkung air meliputi kangkung merah, kangkung batang putih, dan kangkung cabut casandra yang ditinjau dari aspek kualitas air dan morfologi tanaman.  Setiap varietas kangkung air yang digunakan sebagai agen fitoremediasi memiliki bobot yang seragam yaitu sebanyak 300 gram. Penelitian dilakukan selama 21 hari dengan total 18 unit akuarium. Pengujian limbah cair tempe menggunakan parameter fisika dan kimia (BOD, COD, TSS, pH, nitrat, nitrit, fosfat) serta pengukuran parameter biologi terhadap panjang akar, jumlah daun, dan tinggi tanaman setiap seminggu sekali. Berat basah akar ditimbang secara langsung, sedangkan berat kering akar ditimbang setelah dioven pada suhu 60  selama 3x24 jam. Varietas kangkung batang putih memiliki nilai efisiensi tertinggi daripada varietas kangkung cabut casandra dan kangkung merah pada penurunan parameter BOD dan COD sebesar 20% dan 23,8%. Parameter BOD, COD, dan TSS memiliki hasil yang tidak memenuhi baku mutu Permen LH RI Nomor 5 Tahun 2014. Sedangkan, nilai pH masih berada dalam ambang batas. Respon tanaman kangkung air terhadap limbah cair tempe mengalami perbedaan signifikan terhadap panjang akar (p=0,042) dan jumlah daun (p=0,028) dibandingkan tinggi tanaman (p= 0,225) selama proses fitoremediasi. Kemampuan penyerapan limbah cair tempe tertinggi ditunjukkan oleh kangkung batang putih dengan berat basah akar sebesar 0,98 gram. Kemampuan penyerapan unsur hara pada limbah cair tempe terbanyak ditunjukkan oleh kangkung merah dengan berat kering akar sebesar 0,12 gram. Penambahan pre-treatment sebelum uji fitoremediasi perlu dilakukan dengan media filtrasi dan adsorpsi berupa pasir silika, karbon aktif, dan zeolit untuk meningkatkan nilai efisiensi terhadap penurunan parameter fisika dan kimia.
Analisis Beban Pencemaran Total Nitrat dan Total Fosfat pada Telaga Cebong, Wonosobo Lintang Nur Fadlillah; Evlis Erliyani; Hasna Nabila Dewi; Theresia Puan Bertiana Wardoyo; Aqila Rheva Latifah Ibrahim
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.631-639

Abstract

Danau memiliki fungsi penting dalam menunjang ketersediaan air permukaan, menjaga keseimbangan ekologi, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Namun demikian, danau sangat rentan terhadap pencemaran, terutama akibat aktivitas antropogenik yang meningkatkan beban nutrien, seperti nitrogen total (TN) dan fosfor total (TP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya tampung beban pencemaran (DTBP) Telaga Cebong terhadap parameter TN dan TP serta mengevaluasi potensi risiko ekologis yang ditimbulkan. Penelitian dilakukan di Telaga Cebong, Kabupaten Wonosobo, melalui pengambilan sampel air di tujuh titik secara purposive menggunakan teknik grab sampling. Sementara volume danau dan kedalaman rata-rata diperoleh dari data pemeruman (sounding) menggunakan single beam gps585. Analisis laboratorium dilakukan untuk mengukur konsentrasi TN dan TP, sedangkan analisis morfometri danau dilakukan dengan interpolasi IDW. Perhitungan DTBP mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 28 Tahun 2009. Analisis laboratorium menunjukkan bahwa konsentrasi TN (1,0–14,7 mg/L) dan TP (0,069–0,129 mg/L) melebihi baku mutu kelas II sesuai PP No. 22 Tahun 2021. Telaga Cebong merupakan danau dangkal dengan kedalaman rata-rata 1,9 m dan flushing rate sebesar 0,06 kali/tahun. Perhitungan DTBP menunjukkan beban pencemaran potensial dari penggunaan lahan yang dapat masuk ke tubuh perairan danau sebesar 1.289,63 kg TN/tahun dan 118,20 kg TP/tahun. Sumber utama beban berasal dari pertanian dan permukiman di daerah tangkapan air. Temuan ini menunjukkan perlunya upaya pengelolaan terpadu berbasis daerah tangkapan untuk menjaga keberlanjutan fungsi ekosistem Telaga Cebong.
Dampak Lingkungan dari Proses Flushing Waduk Mrica terhadap Kualitas Air di Hilir Sungai Serayu, Jawa Tengah Fadhila Annisa Mawaddah; Muhammad Sulaiman; Agus Prasetya; Adhy Kurniawan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sedimentasi di Waduk Mrica serta metode flushing sedimen melalui drawdown culvert (DDC). Fokus utama kajian ini adalah mengevaluasi dampak lingkungan flushing DDC terhadap kualitas air di wilayah hilir Sungai Serayu. Pendekatan studi kasus digunakan dengan mengintegrasikan metode deskriptif, kuantitatif, dan kualitatif. Validitas data kuantitatif diperkuat melalui analisis statistik, sementara data diperoleh melalui studi dokumentasi dengan memanfaatkan data sekunder dari berbagai instansi terkait seperti PT. PLN Indonesia Power, Perum Jasa Tirta I, serta mitra lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Waduk Mrica mengalami akumulasi sedimen yang signifikan dari waktu ke waktu. Hal ini menjadikan metode flushing DDC sebagai upaya teknis yang penting, namun juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan terutama pada ekosistem Sungai Serayu bagian hilir. Proses flushing sedimen Waduk Mrica melalui DDC menyebabkan lonjakan TSS dan kekeruhan, namun dampaknya hilang dalam 1–2 jam dan semakin berkurang seiring jarak dari titik flushing. Parameter TDS tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Pemantauan kekeruhan di intake Kaliori menunjukkan bahwa tingginya kekeruhan tidak hanya disebabkan oleh flushing, tetapi juga dipengaruhi oleh erosi tebing sungai, musim hujan, serta kejadian banjir dan longsor.

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 4 (2026): July 2026 Vol 24, No 3 (2026): May 2026 Vol 24, No 2 (2026): March 2026 Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 23, No 6 (2025): November 2025 Vol 23, No 5 (2025): September 2025 Vol 23, No 4 (2025): July 2025 Vol 23, No 3 (2025): May 2025 Vol 23, No 2 (2025): March 2025 Vol 23, No 1 (2025): January 2025 Vol 22, No 6 (2024): November 2024 Vol 22, No 5 (2024): September 2024 Vol 22, No 4 (2024): July 2024 Vol 22, No 3 (2024): May 2024 Vol 22, No 2 (2024): March 2024 Vol 22, No 1 (2024): January 2024 Vol 21, No 4 (2023): October 2023 Vol 21, No 3 (2023): July 2023 Vol 21, No 2 (2023): April 2023 Vol 21, No 1 (2023): January 2023 Vol 20, No 4 (2022): October 2022 Vol 20, No 3 (2022): July 2022 Vol 20, No 2 (2022): April 2022 Vol 20, No 1 (2022): January 2022 Vol 19, No 3 (2021): November 2021 Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 3 (2020): November 2020 Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 3 (2019): November 2019 Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 More Issue