cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 926 Documents
Pengukuran Emisi CO2 dan CH4 pada Tiga Jenis Pohon Asli Hutan Rawa Gambut Sekunder Eko Yuono; Gusti Anshari; Nisa Novita
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.441-450

Abstract

Pohon di hutan rawa gambut berperan penting dalam siklus karbon sebagai penyerap sekaligus pelepas karbon. Namun, emisi gas rumah kaca dari batang pohon masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan mengukur emisi CO₂ dan CH₄ dari batang tiga jenis pohon dominan di hutan rawa gambut sekunder serta menganalisis pengaruh jenis pohon, kelas diameter, posisi sungkup, dan waktu pengamatan terhadap besarnya emisi. Penelitian dilakukan di hutan rawa gambut sekunder Desa Anjungan Dalam, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Sebanyak 27 pohon yang mewakili Gymnostoma nobile, Pentace borneensis, dan Syzygium napiforme diamati pada tiga kelas diameter (10–15 cm, 15–20 cm, dan 20–25 cm). Emisi batang diukur menggunakan LI-COR 7810 dengan metode sungkup tertutup pada ketinggian 65 cm dan 130 cm selama empat minggu. Data dianalisis menggunakan General Linear Model, ANOVA, dan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi CO₂ dan CH₄ dari batang pohon dipengaruhi oleh berbagai faktor. Gymnostoma nobile menghasilkan emisi CO₂ tertinggi, sedangkan S. napiforme menghasilkan emisi CH₄ tertinggi. Pohon berdiameter besar umumnya menghasilkan emisi CO₂ lebih tinggi dibandingkan pohon berdiameter kecil, sementara emisi CH₄ tertinggi ditemukan pada S. napiforme berdiameter besar. Posisi sungkup berpengaruh nyata terhadap emisi CO₂, tetapi tidak terhadap CH₄. Suhu tidak berpengaruh nyata terhadap kedua gas, sedangkan kelembapan relatif berpengaruh terhadap emisi CH₄ dan tekanan udara berpengaruh terhadap emisi CO₂ maupun CH₄. Temuan ini menunjukkan bahwa vegetasi hutan rawa gambut secara alami melepaskan CO₂ dan CH₄ sehingga berkontribusi terhadap dinamika karbon ekosistem.
Transformasi Ruang dan Lingkungan: Prediksi Tutupan Lahan di Kawasan Urban Kota Palangka Raya Petrisly Perkasa; Herwin Sutrisno; Theresia Susi; Yusuf Aguswan; Syam'ani Syam'ani; Muhammad Anugrah Firdaus; Eldy Indra Purnawan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.328-340

Abstract

Perubahan tutupan lahan akibat urbanisasi merupakan tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan perkotaan karena berpotensi menurunkan kualitas ekosistem dan meningkatkan tekanan terhadap sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan tutupan lahan periode 2017–2024 serta memprediksi kondisi tutupan lahan tahun 2031 di Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan citra resolusi tinggi Planet Labs yang dikombinasikan dengan model prediksi spasial MOLUSCE (Modules for Land Use Change Evaluation) untuk mendukung perencanaan tata ruang berbasis data spasial pada kawasan urban yang berkembang pesat. Prediksi dilakukan menggunakan pendekatan Markov Chain dan Cellular Automata (CA) dengan mempertimbangkan faktor pendorong perubahan lahan berupa topografi, jaringan jalan, sungai, pusat pemerintahan, dan sebaran bangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa selama periode 2017–2024 terjadi peningkatan luas hutan dan lahan terbangun, sementara lahan semak, lahan terbuka, dan badan air mengalami penurunan. Prediksi tahun 2031 mengindikasikan berlanjutnya ekspansi kawasan terbangun yang berpotensi meningkatkan tekanan terhadap kawasan hutan, lahan terbuka, dan ekosistem perairan. Hasil validasi menunjukkan bahwa model memiliki tingkat akurasi yang baik dengan nilai overall correctness sebesar 82,97% dan Kappa Overall sebesar 0,74841, sehingga mampu merepresentasikan dinamika perubahan tutupan lahan secara kuantitatif maupun spasial. Temuan penelitian menegaskan pentingnya pengendalian urbanisasi, perlindungan kawasan hijau, dan konservasi sumber daya air dalam mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Informasi spasial prediktif yang dihasilkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan tata ruang dan pengelolaan lingkungan di Kota Palangka Raya.
Perubahan Penggunaan dan Tutupan Lahan: Analisis Bibliometrik dan Kajian Pustaka Sistematik pada Dampak Kebijakan, Ekosistem dan Urbanisasi Nur 'Izzatul Hikmah; Dewi Sekar Arum; Gilber Payung; Eko Kusratmoko
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.497-510

Abstract

Perubahan penggunaan dan tutupan lahan (LULCC) terus meningkat seiring pertumbuhan kebutuhan lahan manusia, terutama akibat urbanisasi. Dinamika tersebut memerlukan pendekatan terpadu yang menggabungkan analisis geospasial, evaluasi kebijakan, dan keterlibatan pemangku kepentingan untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kajian LULCC dalam kaitannya dengan kebijakan perencanaan tata ruang melalui analisis bibliometrik dan tinjauan pustaka sistematis, serta membandingkan fokus, tujuan, sumber data, metode, dan temuan penelitian terdahulu. Sebanyak 139 artikel ilmiah yang terbit pada periode 2018–2024 dianalisis menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dan pendekatan bibliometrik untuk mengidentifikasi tren penelitian, tema utama, serta jaringan kolaborasi internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urbanisasi merupakan pendorong utama LULCC, yang ditandai oleh peningkatan kawasan terbangun dan penurunan lahan pertanian serta ruang hijau. Kebijakan tata ruang berperan penting sebagai instrumen mitigasi dan pengendalian dampak LULCC terhadap ekosistem. Selain itu, teknologi penginderaan jauh dan model spasial semakin dominan digunakan untuk memantau perubahan lahan, menilai dampak lingkungan, serta mendukung perumusan kebijakan. Pendekatan yang mengintegrasikan aspek spasial, kelembagaan, dan partisipatif diperlukan agar perencanaan tata ruang mampu merespons perubahan penggunaan lahan secara efektif. Efektivitas kebijakan juga dipengaruhi oleh ketersediaan data, kapasitas kelembagaan, konsistensi implementasi, pemantauan berkala, serta koordinasi antarsektor dan antarwilayah dalam menghadapi tekanan urbanisasi dan perubahan lingkungan pada masa mendatang. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kebijakan berbasis bukti yang menghubungkan hasil analisis ilmiah dengan kebutuhan pembangunan. Temuan penelitian memberikan rekomendasi bagi pembuat kebijakan untuk menyeimbangkan pembangunan perkotaan, perlindungan ekosistem, dan konservasi lingkungan melalui tata ruang yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Perencanaan Jaringan Distribusi SPAM Gedebage Kota Bandung untuk Pemanfaatan Air Minum dari IPA Cikalong Mohamad Rangga Sururi; Mila Dirgawati; Muhammad Husni Kusaeri
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.381-397

Abstract

PERUMDA Tirtawening merencanakan program peningkatan pelayanan air minum wilayah zona Gedebage dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Cikalong berkapasitas 700 liter/detik dan yang termanfaatkan baru 400 liter/detik. Tujuan perencanaan ini adalah memanfaatkan sisa debit dari SPAM Gedebage ke Kecamatan Kiaracondong dan Antapani (wilayah pelayanan 3), memprediksi sisa klorin untuk menjaga kualitas air pada jaringan pipa. Pada tahap pra perencanaan disimulasikan kemampuan untuk menahan tekanan air pipa eksisting dengan mengalihkan fungsi pipa transmisi IPA Cikalong-IPA Badaksinga berdiameter 850mm menjadi pipa jaringan distribusi utama (JDU) dari IPA Cikalong. Pada tahap perencanaan terdapat dua alternatif optimalisasi yaitu seluruh pipa eksisting diganti dengan jenis pipa HDPE PN 10, namun dengan alternatif: (1) menggunakan diameter pipa eksisting yang sama dengan sebelumnya, dan (2) dilakukan penggantian diameter pipa yang lebih besar di wilayah perencanaan. Alternatif perencanaan terbaik dipilih menggunakan metode WRT (Weight Ranking Technique), parameter yang ditinjau yaitu tekanan minimum, tekanan maksimum, kecepatan minimum, kecepatan maksimum, hilang tekan dan jumlah aksesoris. Selanjutnya dilakukan simulasi penurunan sisa klorin dilakukan pada alternatif terpilih. Hasil simulasi pra-perencanaan terdapat ketidaksesuaian dengan kriteria desain seperti tekanan terlalu tinggi (156,72 meter), kecepatan terlalu rendah (0,06 meter/detik), dan hilang tekan yang terlalu tinggi (39,09 meter/kilometer). Kondisi ini sangat rawan, berpotensi menyebabkan pecahnya pipa, negative pressure, serta menurunkan kualitas air karena adanya sedimen. Alternatif terpilih yaitu alternatif dua, dan hasil simulasi dengan EPANET 2.2 menunjukkan sisa khlor menurun seiring dengan peningkatan jarak dari reservoir. Pada alternatif terpilih diketahui sisa klorin akan menurun secara drastis pada menit ke 550,24.
Evaluasi Tapak Wisata Berbasis Kerentanan Wisata dengan Permodelan Maximum Entrophy (MaxEnt) pada Zona Pemanfaatan Perairan Pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar Taman Nasional Karimunjawa Kristianto Kristianto; Fuad Muhammad; Rina Kurniati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.283-292

Abstract

Selama periode tahun 2004 – 2024 jumlah kunjungan wisata Taman Nasional Karimunjawa mengalami peningkatan yang sangat singnifikan. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh harga tiket yang ekonomis dan terjangkau, kemudahan akses serta tersedianya sarana transportasi yang memadai. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan menyebabkan tekanan ekologis yang cukup besar sehingga memicu degradasi lingkungan, khususnya kerusakan terumbu karang. Luas kerusakan terumbu karang di Taman Nasional Karimunjawa mencapai 7,48 hektar, dengan sekitar 95% (7,097 hektar) berada pada Zona Pemanfaatan Perairan Pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan tapak wisata pada zona tersebut dengan menggunakan Model MaxEnt untuk membangun prediksi kerentanan tapak wisata berdasarkan titik objek daya tarik wisata alam dan delapan variabel lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan klasifikasi Zona Pemanfaatan Perairan Pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar memiliki tingkat kerentanan tinggi seluas 19,43 hektar (3,5%), kerentanan sedang seluas 106,91 hektar (19,26%), kerentanan rendah seluas 158,79 hektar (28,60%), dan area tidak rentan seluas 270,09 hektar (48,65%) terhadap aktivitas wisata dengan variabel lingkungan yang paling mempengaruhi yaitu kedalaman, NDWI, tinggi gelombang dan tutupan lahan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian tapak wisata berdasarkan tingkat kerentanan tapak wisata pada Zona Pemanfaatan Perairan Pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar Taman Nasional Karimunjawa masih tergolong cukup baik.
Agroforestry-Based Land Rehabilitation in KHDTK UGM: Integration of Multipurpose Species and Renewable Energy Crops Fitra K Tegar; Louis B. R. Wijanarto; Muhammad A. Noor; Lutfiyyah Roihanah; Angelina N.; Helga Monica; Hermudananto Hermudananto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.451-460

Abstract

There is currently a problem of land degradation in Indonesia, requiring the rehabilitation of over 12.7 million hectares. Agroforestry has been considered one of the most effective strategies for restoring ecological functions while providing socio-economic benefits to local people. The purpose of this study was to develop an agroforestry-based land rehabilitation strategy for Compartment 5 of KHDTK at Universitas Gadjah Mada, located in Ngawi Regency, East Java, Indonesia, using the CASM model. This study involved assessing both biophysical and socio-institutional aspects in April 2025. Three Land Management Units (LMUs) were identified using the spatial overlay analysis of soil type, slope, rainfall, and land cover. The fieldwork was conducted across 18 plots of land, while socio-economic and property rights issues were collected through semi-structured interviews with locals. The findings indicated that LMU 1 was assigned to Class III Land Capability. However, LMUs 2 and 3 were assigned to Class IV, indicating severe soil limitations due to shallow soil depth, clayey soil, and susceptibility to erosion. Analysis of suitability indicated that Calliandra calothyrsus and Arenga pinnata had marginal suitability (S3) across all three land management units. In contrast, Calophyllum inophyllum adapted better to local conditions and faced fewer soil and climatic limitations. The availability and manageability assessment identified problems with informal land use, inactive local institutions, and poor coordination among stakeholders. These factors allowed for the identification of potential for joint efforts in land rehabilitation through cooperation with KHDTK UGM and other parties. The research results indicate that an agroforestry system based on the cultivation of multipurpose tree species and renewable energy crops has great potential in land rehabilitation planning in KHDTK UGM. A pilot project is suggested.
Pemodelan Spasial Distribusi Anggrek Ki Aksara (Macodes petola) di Pulau Jawa Berbasis Maxent Agung Rahmat Gunawan; Diana Hernawati; Rita Fitriani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.341-349

Abstract

Anggrek ki aksara (Macodes petola) adalah spesies anggrek terestrial yang populasinya semakin menurun akibat eksploitasi berlebihan dan tekanan lingkungan, sehingga rentan terancam kepunahan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi wilayah potensial keberadaan Macodes petola di Pulau Jawa serta mengidentifikasi faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap distribusinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan Species Distribution Modeling (SDM) menggunakan aplikasi Maxent. Wilayah kajian dalam penelitian ini mencakup seluruh Pulau Jawa, dengan data kehadiran spesies berupa 14 titik koordinat Macodes petola yang diperoleh dari observasi langsung di wilayah Gunung Galunggung serta data sekunder dari GBIF dan studi literatur. Variabel lingkungan yang digunakan meliputi elevasi, slope, aspect, suhu, curah hujan, pH tanah, indeks vegetasi, dan tutupan lahan. Hasil pemodelan menunjukkan kinerja model yang sangat baik dengan nilai AUC sebesar 0,943. Wilayah dengan potensi distribusi tinggi berada di kawasan pegunungan seperti Gunung Gede Pangrango, Gunung Ciremai, dan Gunung Salak. Variabel lingkungan dengan kontribusi terbesar terhadap model adalah jenis tutupan lahan (49,7%), suhu minimum bulan terdingin (24,8%), dan curah hujan musiman (12%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Maxent mampu mengidentifikasi habitat potensial Macodes petola di Pulau Jawa dan dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan lokasi survei, pemantauan populasi, serta prioritas konservasi habitat spesies tersebut.
Start-up Proses Parsial Nitritasi-Anammox pada Filter Bioreactor Dwi Desmawita; Shinta Silvia; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.243-251

Abstract

Amonium pada air limbah dapat dihilangkan melalui proses parsial nitritasi-anammox (PN/A). Penelitian PN/A di Indonesia masih terbatas, khususnya pada penggunaan lumpur lokal sebagai inokulum dalam sistem biofilm. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi start-up proses PN/A menggunakan filter bioreactor (FtBR) termodifikasi dengan dua kompartemen aerob-anaerob untuk mengurangi clogging dan mendukung pembentukan biofilm. Lumpur dari Telaga Koto Baru digunakan sebagai sumber bakteri anammox dan lumpur dari Muaro Panjalinan sebagai sumber ammonium oxidizing bacteria (AOB). Reaktor dioperasikan secara kontinu selama 53 hari menggunakan limbah artifisial dengan konsentrasi amonium 150 mg-N/L, hydraulic retention time (HRT) 12 jam, dan dissolved oxygen (DO) <2,3 mg/L. Kinerja sistem dievaluasi berdasarkan ammonium conversion efficiency (ACE), nitrogen removal efficiency (NRE), dan nitrogen removal rate (NRR). Hasil penelitian menunjukkan nilai maksimum ACE, NRE, dan NRR masing-masing sebesar 34,20%, 31,22%, dan 0,023 kg-N/m3.hari. Rendahnya konsentrasi nitrit dan nitrat efluen menunjukkan berlangsungnya proses parsial nitritasi dan anammox secara simultan serta tertekannya pertumbuhan nitrite oxidizing bacteria (NOB). Meskipun kinerja reaktor masih lebih rendah dibandingkan penelitian sebelumnya yang menggunakan inokulum teraklimatisasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa lumpur lokal berpotensi digunakan sebagai sumber inokulum awal untuk pengembangan sistem PN/A di Indonesia.
Exploring the Potential of Araceae Plants in Penggaron Forest for Traditional Medicine and Biodiversity Conservation Baiq Farhatul Wahidah; Fadly Husain; Rizkiati Khasanah
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.511-520

Abstract

Penggaron Forest possesses high biodiversity; however, information regarding the interconnectedness between Araceae diversity, phytochemical constituents, and their potential utilization as a source of traditional medicine within the framework of ecosystem conservation remains highly limited. This study aims to fill this gap by documenting Araceae diversity, analyzing phytochemical constituents, and evaluating their ecological roles along with their utilization by local communities. This objective was achieved through an integrated approach that synthesizes taxonomic inventory, laboratory screening, and the exploration of traditional knowledge to map the potential of this aroid group within bioresource-based conservation programs. The methods employed include plant sampling, species identification, phytochemical analysis, and interviews with the local community. A total of ten Araceae species were successfully identified. Laboratory analyses confirmed a universal accumulation of primary bioactive compounds, namely alkaloids and flavonoids, across all tested species specimens. Furthermore, variations in the distribution of supporting secondary metabolites—including tannins, saponins, phenolics, and terpenoids—were detected, which biochemically exhibit strong potentials as natural anti-inflammatory, antimicrobial, and antioxidant agents. Several species also contribute to ecosystem conservation through erosion control, microhabitat provisioning, and maintaining soil stability. Ethnobotanically, a distinct knowledge gap persists among the local community, whose utilization remains lopsidedly focused on external ornamental plant trading and rudimentary food preparation, completely leaving the therapeutic values of local wild aroids unrecognized. These findings demonstrate that the Araceae group in Penggaron Forest possesses strategic potential as a source of alternative biopharmaceuticals while simultaneously serving as a sensitive bioindicator to support understory biodiversity preservation, thereby warranting further development as a sustainable biological resource asset.
Evaluasi Algoritma Sentinel-2 untuk Estimasi Konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) di Perairan Cirebon Muhammad Khairan Saptari; Alfianu Adhi Riztiawan; Jasmine Puteri Pertama; Rizqi Akbar Maulana; Hasna May Nurlaila; Nora Akbarsyah; Yudi Nurul Ihsan; Qurnia Wulan Sari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 2 (2026): March 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.2.398-409

Abstract

Kualitas perairan merupakan indikator penting untuk menggambarkan kondisi ekosistem perairan. Salah satu parameter utama adalah Total Suspended Solid (TSS) yang berpengaruh terhadap visibilitas perairan dan proses fotosintesis, sehingga mempengaruhi produktivitas primer. Pemantauan TSS dapat dilakukan melalui pemanfaatan citra satelit menggunakan algoritma kanal yang berbeda. Pemanfaatan citra satelit menjadi metode efektif dalam memantau kualitas perairan secara spasial dan temporal berdasarkan warna laut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai TSS menggunakan algoritma Laili, Ajiperwata, Budhiman, dan Liu, serta menentukan algoritma yang paling sesuai untuk perairan Cirebon melalui validasi dengan data in situ yang dilakukan pada Mei 2025 dengan 18 titik stasiun. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi spasial nilai TSS, dengan konsentrasi tertinggi terletak di bagian timur wilayah Cirebon yang berbatasan dengan Brebes. Analisis nilai error menunjukkan bahwa algoritma Laili memiliki performa terbaik dengan nilai RMSE sebesar 27.22 mg/L, MAE sebesar 26.52 mg/L, dan NMAE sebesar 0.60, lebih rendah dibandingkan algoritma Ajiperwata, Budhiman, dan Liu. Berdasarkan temuan tersebut, algoritma Laili merupakan algoritma dengan performa terbaik pada data dan periode penelitian ini. Selanjutnya, hasil visualisasi algoritma Laili secara spasial menunjukkan perairan Cirebon berada di kelas I dan kelas II.

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2026): May 2026 Vol 24, No 2 (2026): March 2026 Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 23, No 6 (2025): November 2025 Vol 23, No 5 (2025): September 2025 Vol 23, No 4 (2025): July 2025 Vol 23, No 3 (2025): May 2025 Vol 23, No 2 (2025): March 2025 Vol 23, No 1 (2025): January 2025 Vol 22, No 6 (2024): November 2024 Vol 22, No 5 (2024): September 2024 Vol 22, No 4 (2024): July 2024 Vol 22, No 3 (2024): May 2024 Vol 22, No 2 (2024): March 2024 Vol 22, No 1 (2024): January 2024 Vol 21, No 4 (2023): October 2023 Vol 21, No 3 (2023): July 2023 Vol 21, No 2 (2023): April 2023 Vol 21, No 1 (2023): January 2023 Vol 20, No 4 (2022): October 2022 Vol 20, No 3 (2022): July 2022 Vol 20, No 2 (2022): April 2022 Vol 20, No 1 (2022): January 2022 Vol 19, No 3 (2021): November 2021 Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 3 (2020): November 2020 Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 3 (2019): November 2019 Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 More Issue