cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 926 Documents
Evaluation of Leachate Recirculation Volume on Pollutant Removal and Biogas Production : a Case Study of Piyungan Landfill, Yogyakarta Ika Wahyuning Widiarti; Rr Dina Asrifah; Mitha Puspitasari; Andini Shafa Saraswati; Assyfa Sopasari; Bima Marbun; Qorry Anissa Dewi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.688-695

Abstract

Leachate recirculation is an on-site biological treatment method in which the generated leachate is returned to the waste mass. Its advantages include enhancing waste biodegradation, improving the removal efficiency of biochemical oxygen demand (BOD) and chemical oxygen demand (COD) in leachate, and promoting methane (CH₄) production. This study aimed to evaluate the effect of different leachate recirculation volumes on reducing pollutant concentrations in leachate from the Piyungan Landfill and enhancing biogas production from municipal solid waste. Leachate samples were collected from the Leachate Treatment Facility at the Piyungan Landfill, Bantul, Yogyakarta. Fresh waste samples representing the composition of municipal solid waste at the Piyungan Landfill were collected from the Purwoberhati 3R Waste Processing Facility (TPS 3R Purwoberhati), Kalasan. Three anaerobic bioreactors were operated: R0 (control), R1 (12 L/day), and R2 (24 L/day). Leachate recirculation over a 35-day period resulted in a decreasing trend in BOD and COD concentrations in R1 and R2. Pollutant concentrations in R0 could not be measured because no new leachate was generated. Based on the comparison between the initial and final concentrations, BOD removal efficiencies reached 98.4% in R1 and 92.0% in R2, while COD removal efficiencies reached 99.4% and 96.7%, respectively. Substantial reductions in heavy metal concentrations (Fe, Cr, and Cd) were also observed. During the recirculation process, methane (CH₄) was detected only in R2 on day 21 at a concentration of 0.23%, whereas carbon dioxide (CO₂) was detected throughout the experiment. The results demonstrate that leachate recirculation effectively reduced pollutant concentrations in leachate. However, the relatively short experimental duration limited the evaluation of methanogenesis; therefore, an increase in methane (CH₄) production could not be confirmed.
Kajian Sistem Sanitasi dan Analisis Keberadaan Bakteri Coliform pada Sumber Air Sumur di Kelurahan Bumiayu Kota Malang Nihaya Nailatul Wardah; Hartati Kartikaningsih; Maharani Pertiwi Koentjoro
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.534-541

Abstract

Kualitas air bersih dipengaruhi oleh kondisi sanitasi dan karakteristik lingkungan, sehingga diperlukan metode analisis yang mampu mengidentifikasi parameter dominan yang memengaruhi kualitas air. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi parameter kualitas air yang paling berpengaruh terhadap kondisi sanitasi dan kualitas sumber air bersih di Kelurahan Bumiayu, Kota Malang menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel pada delapan sumur rumah tangga. Parameter kualitas air dianalisis mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023. Hasil observasi menunjukkan sebagian besar infrastruktur sanitasi belum memenuhi persyaratan higiene, dan seluruh sampel air tidak memenuhi baku mutu untuk higiene dan sanitasi. Analisis PCA mengidentifikasi dua komponen utama yang menjelaskan variasi kualitas air, dengan parameter bakteri coliform, Escherichia coli, pH, dan Total Dissolved Solids (TDS) sebagai faktor dominan. Korelasi yang kuat antara bakteri coliform dan Escherichia coli menunjukkan bahwa pencemaran mikrobiologis merupakan faktor utama yang memengaruhi kualitas air pada lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PCA efektif sebagai pendekatan untuk mengidentifikasi parameter prioritas dalam evaluasi kualitas air dan mendukung penyusunan strategi pengelolaan sanitasi serta pengendalian pencemaran.
Struktur dan Komposisi Komunitas Odonata pada Aliran Sungai Hutan Primer dan Sekunder di Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi, Universitas Andalas Muhammad Nazri Janra; Rihadatul Aisyah; Ibrahim Fauzi; Negri Alfajri
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.%p

Abstract

Odonata merupakan kelompok serangga akuatik-terestrial yang banyak dimanfaatkan sebagai indikator kualitas lingkungan perairan karena siklus hidupnya sangat bergantung pada kondisi habitat sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika komunitas Odonata pada aliran sungai dengan perbedaan karakter vegetasi riparian, yaitu hutan sekunder dan hutan primer, di kawasan Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi (HPPB) Universitas Andalas. Survei dilakukan pada periode Agustus hingga November 2019 menggunakan metode transect point count, dengan tiga kali pengamatan pada sungai hutan sekunder (Sec1, Sec2, dan Sec3) serta satu kali pengamatan pada sungai hutan primer (Prim). Struktur komunitas dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H′), indeks dominansi Simpson (D), indeks kemerataan (E), serta indeks kelimpahan relatif (RAI). Secara keseluruhan, tercatat 15 spesies Odonata yang berasosiasi dengan habitat sungai, terdiri atas 11 spesies Zygoptera dan 4 spesies Anisoptera. Pada sungai hutan sekunder, nilai H′ masing-masing tercatat sebesar 1,49 pada Sec1, 1,53 pada Sec2, dan 1,40 pada Sec3, dengan nilai D sebesar 0,28, 0,30, dan 0,36 serta nilai E sebesar 0,77, 0,67, dan 0,61. Komunitas Odonata pada habitat sekunder didominasi oleh Heliocypha angusta angusta dengan nilai RAI sebesar 43,90% pada Sec1, 45,45% pada Sec2, dan 54,70% pada Sec3. Pada sungai hutan primer, struktur komunitas menunjukkan nilai H′ sebesar 1,47, nilai D sebesar 0,26, dan nilai E sebesar 0,91, dengan spesies dominan Euphaea modigliani yang memiliki nilai RAI tertinggi sebesar 35,71%. Perbedaan nilai indeks ekologi dan RAI antar habitat menunjukkan pengaruh kuat struktur vegetasi riparian terhadap komposisi, dominansi, dan kestabilan komunitas Odonata, serta menegaskan pentingnya sungai hutan primer bagi konservasi spesies sensitif dan sungai hutan sekunder sebagai habitat pendukung spesies toleran.
Analisis Implementasi Kebijakan Energi Terbarukan dalam Mendukung Komitmen Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia Fikri Abdurrahman Haidar; Wilmar Salim
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.590-602

Abstract

Indonesia menyampaikan komitmen penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) GRK di tahun 2011, Nationally Determined Contribution (NDC) di tahun 2016 dan Enhanced NDC (ENDC) di tahun 2022. Namun, tingkat emisi GRK nasional dalam rentang waktu tersebut tetap mengalami peningkatan. Sebagai sektor yang akan menjadi penghasil emisi tertinggi di tahun 2030, sektor energi seharusnya memiliki peran penting dalam komitmen tersebut. Energi terbarukan telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025 dan Kebijakan Energi Nasional (KEN) Tahun 2006 dan 2014, namun persentase pada bauran energi nasional tetap rendah. Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan energi terbarukan dalam mendukung komitmen penurunan emisi GRK di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan analisis naratif dan analisis implementasi kebijakan publik. Hasil analisis menunjukan bahwa target pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan pada RAN GRK, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014, dan RPJMN Tahun 2020-2024 sebagian besar tidak tercapai dan target NDC di tahun 2030 tampak sulit tercapai melihat realisasi di tahun 2023 yang rendah. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa terjadi inkonsistensi informasi antara peraturan, RPJMN, dan RPJPN, terjadi ketidakpatuhan pemangku kepentingan dalam implementasi rencana pembangunan dan peraturan, efek disposisi pemerintah menimbulkan disinsentif bagi masyarakat dan inkonsistensi antara program baru dengan kebijakan sebelumnya, serta fragmentasi urusan perubahan iklim dan energi terbarukan ke beberapa lembaga negara berdasarkan kewenangan mereka. Hambatan pada implementasi kebijakan energi terbarukan mempengaruhi kontribusi sektor energi dalam penurunan emisi GRK dan hal tersebut perlu menjadi perhatian Indonesia sebab dapat berpengaruh pada komitmen penurunan emisi GRK pada ENDC.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Pengelolaan Sampah Nasabah Pilah Sampah Tabung Emas di Bogor Miksalmina Fitri; Dwi Sadono; Rizki Aditya Putra
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.640-651

Abstract

Peningkatan timbulan sampah memerlukan penguatan perilaku pengelolaan sampah masyarakat melalui program bank sampah yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik nasabah, persepsi terhadap karakteristik inovasi program The Gade Clean and Gold, dan dukungan penyuluhan terhadap perilaku pengelolaan sampah nasabah Bank Sampah Asri Mandiri, RW 06, Desa Benteng, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus terhadap seluruh 70 nasabah bank sampah. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap karakteristik inovasi memberikan pengaruh positif dan paling kuat terhadap perilaku pengelolaan sampah (β = 0,549; t = 4,328; p < 0,001). Karakteristik nasabah juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan sampah (β = 0,282; t = 2,317; p = 0,021). Sebaliknya, dukungan penyuluhan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan sampah (β = 0,032; t = 0,363; p = 0,716). Ketiga variabel tersebut secara bersama-sama menjelaskan 57,4% variasi perilaku pengelolaan sampah nasabah (R² = 0,574). Perilaku nasabah relatif baik pada aspek kognitif dan afektif, tetapi keterampilan psikomotorik dalam pengolahan sampah lanjutan masih perlu diperkuat. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan perilaku pengelolaan sampah lebih banyak ditentukan oleh penerimaan nasabah terhadap karakteristik inovasi dan karakteristik individualnya. Oleh karena itu, pengembangan program perlu memprioritaskan inovasi yang mudah dipahami, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat dicoba, dan memberikan hasil yang mudah diamati, disertai penyuluhan yang lebih intensif dan berbasis praktik.
Assessment of Physical, Chemical, and Heavy Metal Parameters of Drinking Water in Specific Locations in The Ciledug Area, Tangerang City Meyliana Wulandari; Eka Noviana Safitri; Sasya Adhalya Fajra; Zahratussaadah Zahratussaadah; Widiastuti Agustina Eko Setyowati; Herlinawati Herlinawati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.%p

Abstract

Drinking water is an essential necessity for human life; however, its quality is often threatened by increasing industrial activities, urbanization, and environmental pollution. To support the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 6, which aims to ensure the availability and sustainable management of clean water, an evaluation of drinking water quality was conducted in some areas in Ciledug area, Tangerang City. This study aimed to assess the compliance of drinking water quality with the applicable drinking water quality standards based on physical, chemical, and heavy metal parameters. The study involved the measurement of pH, temperature, turbidity, dissolved oxygen (DO), total dissolved solids (TDS), electrical conductivity (EC), and salinity, followed by laboratory analyses of ammonia using the phenate method, phosphate using the ascorbic acid method, and Fe and Mn using Atomic Absorption Spectrometry (AAS). The results showed that six drinking water samples complied with the drinking water quality standards stipulated in the Indonesian Minister of Health Regulation No. 2 of 2023, whereas two samples (F and H) failed to comply due to high turbidity (17.9 NTU) and low pH (5.6). Ammonia concentrations were below the permissible limit of 0.5 mg/L, while one sample exceeded the limit with a concentration of 1.690 mg/L. Phosphate concentrations in all samples were below the permissible limit of 0.2 mg/L, whereas Fe and Mn were not detected. Overall, most drinking water samples complied with the quality standards. Continuous monitoring of parameters that deviate from the quality standards is necessary to ensure the provision of safe drinking water and to support the implementation of SDG 6 at the local level.
Assessing the Sustainability Index of the Environmental, Economic, and Social Aspects in Community-Based Tourism Ratna Amini; Herdis Herdiansyah; Evi Gravitiani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.696-701

Abstract

Community-based tourism promotes sustainable development through local participation, yet achieving long-term sustainability remains challenging due to interconnected environmental, economic, and social factors. This study evaluates community-based tourism sustainability at Agro Eduwisata Organik Mulyaharja, a mixed-methods approach was employed. Data were collected using questionnaires, interview guides, and observations. Data analysis using Multi-Aspect Sustainability Analysis (MSA) across three dimensions. Following MSA protocols, 21 stakeholders were purposively selected based on their direct involvement in destination management. Results show environmental sustainability (57.14), while economic (35.71) and social (50.00) aspectsm fall into low sustainability categories, yielding an overall index of 47.62. Leverage analysis identifies waste/water management, tourist visitation, accessibility, and visitor satisfaction as critical intervention points. This study contributes an integrated MSA framework for rural community-based tourism assessment and provides practical guidance for targeted sustainability improvements.
The Influence of Sustainability Consciousness, Environmental Knowledge, and Green Purchase Intention on Marine Environmentally Friendly Behavior in Gen Z with Self Efficacy as a Mediator Ardi Kurniawan; Nur Azizah; Salsabilla Rusydah Putri; Muhammad Daffa Bintang Setyawan; Muhammad Fariz Fadillah Mardianto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.542-550

Abstract

Marine plastic pollution remains one of the most pressing environmental challenges, requiring greater public participation in marine conservation, particularly among Generation Z. Although previous studies have examined the influence of sustainability consciousness, environmental knowledge, and green purchase intention on pro environmental behavior, limited research has specifically investigated marine environmentally friendly behavior while simultaneously examining the mediating role of self-efficacy. Therefore, this study aims to analyze the influence of sustainability consciousness, environmental knowledge, and green purchase intention on marine environmentally friendly behavior among Generation Z, with self-efficacy as a mediating variable. A quantitative survey was conducted involving 194 Generation Z respondents, and the data was analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings reveal that sustainability consciousness, environmental knowledge, and green purchase intention have significant positive direct effects on marine environmentally friendly behavior. However, self efficacy does not significantly mediate these relationships. These findings suggest that cognitive and attitudinal factors play a more important role than self-efficacy in promoting marine environmentally friendly behavior among Generation Z. This study contributes to the growing literature on pro-environmental behavior by providing empirical evidence on the limited mediating role of self-efficacy in the context of marine environmental conservation and offers practical insights for designing environmental education and behavioral intervention programs targeting young people.
Analisis Spasial Kerawanan Banjir di DAS Citarum Hulu: Studi Komparatif 2018 dan 2024 pada Sub DAS Cirasea Linasari Putri Bangun; Hayati Sari Hasibuan; Ivan Syamsurizal
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.603-613

Abstract

Meningkatnya frekuensi dan intensitas kejadian banjir di Daerah Aliran Sungai Citarum Hulu, Jawa Barat, menandakan perlunya penilaian bahaya banjir yang akurat menggunakan metodologi berbasis spasial. Sub-DAS Cirasea, yang terletak di daerah hulu yang kritis, semakin rentan karena faktor alam dan antropogenik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perubahan spasial-temporal dalam tingkat bahaya banjir antara tahun 2018 dan 2024 di Sub-DAS Cirasea. Temuan menunjukkan adanya pergeseran penting dalam distribusi bahaya banjir. Dari tahun 2018 hingga 2024, area yang diklasifikasikan sebagai bahaya rendah meningkat sebesar 5,96%, bahaya sedang menurun sebesar 5,98%, dan bahaya tinggi sedikit meningkat sebesar 2,05%. Pola spasial menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan dan curah hujan berkontribusi terhadap peningkatan zona berisiko tinggi, terutama di daerah hilir. Analisis spasial menunjukkan bahwa meskipun upaya mitigasi tertentu mungkin telah mengurangi risiko banjir di beberapa daerah, yang lain justru memburuk, yang mengindikasikan adanya manajemen risiko yang tidak merata. Studi ini merekomendasikan untuk memprioritaskan pengendalian konversi lahan melalui zonasi dan tata ruang serta pemanfaatan teknologi green infrastructure diprioritaskan dalam kawasan permukiman baru.
Pemanfaatan Adsorben Fly ash Batubara/Fe₃O₄ untuk Adsorpsi Ion Logam Cr(VI) dengan Sistem Batch dan Kolom Nurmaya Arofah; Lailatul Falakhiyyah; Nurhasni Nurhasni; Yulyani Nur Azizah; Siti Saadah; Syifa Nurrahman; A Silvan Erusani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.652-659

Abstract

Fly ash batubara termasuk ke dalam limbah industri Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berpotensi dikembangkan sebagai adsorben. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi Fly ash dengan magnetit (Fe₃O₄) pada rasio massa 3:1 menghasilkan adsorben yang efektif dalam mengadsorpsi ion Cr(VI) serta mempermudah pemisahan adsorben. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa adsorpsi komposit fly ash/Fe₃O₄ terhadap ion Cr(VI) pada sistem batch dan kolom. Parameter uji sistem batch meliputi variasi pH (2, 4, 6, 8, dan 10), massa adsorben (0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0 gram), konsentrasi adsorbat (2, 4, 6, 8, dan 10 mg/L), dan waktu kontak (20, 40, 60, dan 80 menit). Pada sistem kolom dilakukan dengan variasi laju alir (1, 2, dan 3 mL/menit). Hasil penelitian menunjukkan kondisi terbaik pada sistem batch dicapai pada pH 4, massa adsorben 1,5 g, konsentrasi awal 2 mg/L, dan waktu kontak 60 menit, menghasilkan efisiensi adsorpsi 91,70% dengan kapasitas adsorpsi (Qe) sebesar 0,083 mg/g. Pada sistem kolom, efisiensi adsorpsi didapatkan pada laju alir 1 mL/menit sebesar 74.54% (Qe = 0.067 mg/g). Pemodelan isoterm menunjukkan proses adsorpsi mengikuti model Freundlich (R2 = 0.9880) dibandingkan Langmuir (R2 = 0.9247). Hal ini mengindikasikan bahwa adsorpsi terjadi secara fisik pada permukaan multilayer melalui mekanisme interaksi elektrostatis. Komposit ini berpotensi besar untuk diaplikasikan dalam pengolahan air limbah industri secara kontinu.

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2026): May 2026 Vol 24, No 2 (2026): March 2026 Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 23, No 6 (2025): November 2025 Vol 23, No 5 (2025): September 2025 Vol 23, No 4 (2025): July 2025 Vol 23, No 3 (2025): May 2025 Vol 23, No 2 (2025): March 2025 Vol 23, No 1 (2025): January 2025 Vol 22, No 6 (2024): November 2024 Vol 22, No 5 (2024): September 2024 Vol 22, No 4 (2024): July 2024 Vol 22, No 3 (2024): May 2024 Vol 22, No 2 (2024): March 2024 Vol 22, No 1 (2024): January 2024 Vol 21, No 4 (2023): October 2023 Vol 21, No 3 (2023): July 2023 Vol 21, No 2 (2023): April 2023 Vol 21, No 1 (2023): January 2023 Vol 20, No 4 (2022): October 2022 Vol 20, No 3 (2022): July 2022 Vol 20, No 2 (2022): April 2022 Vol 20, No 1 (2022): January 2022 Vol 19, No 3 (2021): November 2021 Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 3 (2020): November 2020 Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 3 (2019): November 2019 Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 More Issue