cover
Contact Name
Fitri Amilia
Contact Email
fitriamilia@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
belajarbahasa@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25025864     EISSN : 25030329     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Kartika Ken Kusumaswarih
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1583

Abstract

Strategi kesantunan adalah upaya penutur dalam mengekspresikan kesantunannya dalam wujud bahasa. Pembelajaran di sekolah harus menerapkan strategi kesantunan baik oleh guru maupun siswa, agar proses komunikasi berjalan dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan strategi kesantunan berbahasa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri Pakusari. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Lokasi penelitian dilakukaan di SMA Negeri Pakusari di kelas X MIPA 2 dan X MIPA 4. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyimak, merekam, mencatat dan mengidentifikasi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah rekaman video pembelajaran dan blangko pengodean (Coding Form). Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan metode padan dengan menggunakan teknik pilah unsur penentu selanjutnya menggunakan teknik lanjutan yaitu teknik baca markah. Hasil penelitian ini ditemukan penggunaan strategi kesantunan berbahasa yaitu, melakukan tindak tutur secara terus terang (on record), melakukan tindak tutur secara basa-basi (off record), kesantunan positif, dan kesantunan negatif. Selain empat strategi kesantunan berbahasa yang terdapat pada masalah penelitian, ditemukan strategi lain. Strategi tersebut berupa penggunaan dua strategi kesantunan berbahasa dalam satu tuturan. Strategi tersebut yaitu, melakukan tindak tutur secara terus terang dan kesantunan positif, melakukan tindak tutur secara terus terang dan kesantunan negatif. Berdasarkan hasil tersebut, simpulan dari penelitian ini yaitu keempat strategi kesantunan berbahasa sesuai dengan teori Brown dan Levinson telah digunakan dalam pertuturan pada pembelajaraan bahasa Indonesia.Kata Kunci: pembelajaran bahasa Indonesia, strategi kesantunan berbahasa
RELEVANSI MODEL KURIKULUM BOBBIT DALAM KKNI PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Mariam Ulfa; Bambang Yulianto
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v4i2.2554

Abstract

Kurikulum mengalami reorientasi dari masa ke masa mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Kurikulum diupayakan dapat mengimbangi era yang semakin mendigital. Kurikulum pendidikan tinggi menggunakan basis KKNI yang diklasifikasikan dalam jenjang-jenjang sesuai denga tingkat pendidikan. Pendidikan tinggi khususnya pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia berupaya untuk melakukan orientasi konsep pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan KKNI. Model kurikulum Franklin Bobbit yang mengusung konsep sederhana bermakna bahwa kurikulum adalah untuk kehidupan manusia dapat menjadi alternatif reorientasi pengembangan kurikulum. Lulusan bahasa dan sastra Indonesia yang dianggap hanya bisa menjadi guru, dengan menggunakan pengembangan Bobbit akan mampu bersaing di bidang pekerjaan lain seperti penulis, editor, wartawan, pewara, penyunting, linguis, dan budayawan.  Bobbit mengusung lima konsep pengembangan kurikulum antara lain, analisis pengembangan manusia, analisis pekerjaan, menurunkan tujuan, merumuskan tujuan, dan perencanaan secara terperinci. Langkah implementasi model Bobbit jika diimplementasikan dalam pembelajaran terdiri dari empat langkah antara lain, menentuksn tujuan, membagi tujuan ke dalam aktivotas dan ide, menganalisis waktu, dan evaluasi. Konsep dan langkah Bobbit relevan dengan konsep KKNI yang mengutamakan learning outocome  melalui analisis sumber daya manusia, pekerjaan, dan tujuan yang tercapai.
Eufemisme dan Disfemisme dalam Karangan Emha Ainun Nadjib: “Hidup Itu Harus Pintar Ngegas dan Ngerem” Habib Rois
Belajar Bahasa Vol 6, No 1 (2021): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indone
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v6i1.4031

Abstract

Changes in the meaning of words with refinement (euphemism) and refinement (dysfemism) occur at the level of a sentence marked by words, phrases and clauses. The purpose of this research is to describe the forms of euphemisms and dysphemisms in the essay of Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) with the title "Life Must Be Clever Ngegas and Ngerem" through a component analysis. The paradigm in research uses qualitative by referring to the natural axioms of reality, the relationship between the researcher and the one being studied, the possibility of generalization, and the causal relationship. The data in this study are in the form of sentences in Cak Nun's essay which are included in the process of changing the meaning of euphemisms and dysfemisms. The data is taken from a book entitled "Life Must Be Smart and Ngerem", an article that contains motivation and teachings of life based on Islamic law. The data analysis process in this study includes four stages, namely domain analysis, taxonomic analysis, component analysis, and cultural theme analysis. The results in this study contain a form of euphemism with two modes of use, namely protection and motivation. Meanwhile, dysphemism has two modes of use which include negative evaluation and satire. The four modes are then combined with the equivalent words in accordance with the context of the sentence, giving rise to comparisons based on the meaning components contained. Comparison of meaning components aims to determine the level of meaning change which refers to refinement and roughing. There is one word without comparing the meaning component with its equivalent, namely the word pramonyet. The term pramonyet is used as a form of curbing which refers to the process of comparing human needs with a monkey.
PEMERTAHANAN BAHASA USING PADA MASYARAKAT MULTIETNIS Astri Widyaruli Anggraeni
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i2.394

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh semakin kuatnya gejala tergesernya bahasa daerah di Indonesia. Dalam kondisi seperti ini, anggota kelompok etnis di suatu daerah akan mengambil sikap bahasa tertentu, baik akan berusaha memertahankan bahasa etnisnya atau akan bergeser dalam memilih bahasa tertentu. Dalam masyarakat multietnis, hal ini sangat rentan terjadi. Tulisan ini akan mencoba menggambarkan secara sederhana sikap bahasa yang dilakukan etnis Using di Kabupaten Jember, mengingat  Jember adalah kabupaten dengan beragam etnis di dalamnya dan disebut sebagai budaya Pendhalungan. Usaha dalam pemertahanan sebuah bahasa dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti membangun sikap positif penutur terhadap bahasa daerahnya tersebut dan menggunakan atau upaya untuk memertahankan bahasa daerah tersebut dengan meningkatkan intensitas pemakaiannya terutama pada ranah keluarga.Kata kunci: pemertahanan bahasa, etnis Using, multietnis
REALITAS TINDAK TUTUR BERBAHASA INDONESIA PADA SISWA SMP Fajar Anggi Saputro
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1108

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah dapat mendeskripsikan penggunaan maksim kesantunan tindak tutur berbahasa Indonesia siswa kelas VIIIA SMP Muhammadiyah 1 Jember. Latar belakang penelitian ini adalah bagaimana penggunaan maksim kesantunan tindak tutur berbahasa Indonesia siswa kelas VIIIA SMP Muhammadiyah 1 Jember.. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data verbal. Data verbal tersebut berupa penggunaan maksim kesantunan dalam tuturan yang terjadi antara siswa terhadap guru dalam proses pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia saat pembahasan materi penulisan laporan perjalanan di kelas VIIIA SMP Muhammadiyah 1 Jember. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripti. Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah proses analisis data. Lebih lanjut langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data dalam penelitian ini dipaparkan sebagai berikut: (1) menelaah data, (2) pengkode data, (3) mengklasifikasikan data, (4) menafsirkan data, (5) analisis data. Hasil penelitian menunjukkan adanya tuturan-tuturan siswa terhadap guru yang mencerminkan sikap sopan, santun, dan saling menghormati. Tuturan-tuturan tersebut sesuai penggunaan keenam maksim kesantunan, yaitu: maksim kebijaksanaan, maksim penerimaan, maksim kemurahan, maksim kerendahan hati, maksim kecocokan, dan maksim kesimpatian.Kata Kunci: Realitas kesantunan, tindak tutur, maksim kesantunan.
Analisis Butir Soal Ujian Semester Kelas VIII Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Agus Milu Susetyo
Belajar Bahasa Vol 5, No 2 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i2.2789

Abstract

Butir soal yang diberikan kepada siswa sangat perlu untuk di analisis. Analisis ini mulai dari tingkat kesukaran, daya beda dan daya pengecoh khusus pada soal tipe pilihan ganda. Hal ini dilakukan untuk menjadikan instrumen asesmen menjadi berkualitas dan valid. Peneliti telah melakukan analisis tersebut dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang peneliti gunakan adalah lembar jawaban siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 1 Jember. Sementara itu, data yang dipakai dalam penelitian ini adalah dokumentasi angka atau skor dari jawaban siswa. Selanjutnya tahapan dari analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Usaha untuk memperoleh keabsahan data peneliti menggunakan teknik ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal sebagai berikut. Pertama, dilihat dari tingkat kesukaran butir soal terdapat 5 jenis tingkat kesukaran di 40 butir pilihan ganda yaitu sangat mudah (3 soal), mudah (9 soal), sedang (22 soal), sukar (3 soal), sangat sukar (3 soal). Sementara itu, untuk soal uraian semuanya (5 soal) berkategori sedang. Kedua, dilihat dari daya pembeda tiap butir terdapat empat jenis yaitu dapat digunakan (9 soal), digunakan dengan revisi (5 soal), revisi (2 soal) dan dibuang (24 soal) untuk tipe soal pilihan ganda. Sementara itu, untuk soal uraian yang terdiri dari 5 soal berkategori dapat digunakan tapi revisi. Ketiga, dilihat dari daya pengecoh butir soal pada pilihan ganda terdapat 16 butir soal dengan daya pengecoh baik dan 24 butir soal dengan daya pengecohnya tidak baik. Kegagalan butir soal ini dikarenakan tidak validnya soal yang disusun guru. Artinya soal yang disajikan saat ujian tidak bisa atau tidak tepat untuk mengukur atau tidak tepat untuk mengetes siswa sesuai kompetensi yang diujikan. Kevalidan soal bisa dilihat dari analisis daya beda, tingkat kesusakaran dan efektivitas pengecoh khususnya pada soal pilihan ganda. Soal yang tidak memenuhi tiga kriteria harus di revisi dan diganti dengan soal yang baru. Namun tetap bisa saja digunakan untuk kegiatan tes-tes yang sifatnya lebih ketat atau sangat longgar.
PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA ANAK TK NEGERI PEMBINA USIA 4 TAHUN Hasan Suaedi*
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i1.73

Abstract

Second language acquisition (SLA) is one of the formal studies in language learning which is different from the first language acquisition (FLA). In FLA, a child, unconsciously learn language from his closest person; father or mother. SLA. At TK Negeri Pembina, SLA occurs in formal learning activities through many different ways; i.e., telling stories, drawing, and playing. In this study, the writer applied qualitative method. It aims at giving clear description on the talks occur during the learning process. The results of the study show that (1) The language production of 4 year old children at TK Negeri Pembina comprises six parts of speech: (a) nouns, (b) verbs, (c) adverb, (d) pronouns, (e) adjectives, and (f) numbers. And nouns are the most frequently used. (2) In sentence case, the language production is mostly in interrogative sentences when teacher and students are having questions and answer during the learning process and (3) The use of pronouns are appropriate with its functions. The 4 year old children can distinguish the use of pronouns; personal, singular and also plural pronouns.Key words: Second Language Acquisition (SLA), words, sentence, pronouns
PENGARUH PENGUASAAN KOSAKATA DAN PEMAHAMAN BACAAN TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS NARASI Memmy Dwi Jayanti
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i2.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh penguasaan kosa kata dan pemahaman bacaan terhadap keterampilan menulis narasi pada peserta didik. Penelitian dilakukan di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan analisis korelasi dan regresi, data tentang penguasaan kosakata, pemahaman bacaan, dan ketrampilan menulis narasi diperoleh melalui angket dan hasil karangan siswa. Hasil analisis terdapat pengaruh penguasaan kosakata dan pemahaman bacaan terhadap keterampilan menulis narasi, yaitu koefisen korelasi dan koefisien regresi tersebut signifikan.  Temuan menunjukkan bahwa dengan penguasaan kosakata dan pemahaman bacaan yang tinggi dapat meningkatkan kemampuan menulis. Dengan demikian, peserta didik yang memiliki kuantitas dan kualitas kosakata yang baik, maka baik pula kemampuan berbahasanya dalam menulis narasi. Kata Kunci: Kosakata, Bacaan, dan Keterampilan Menulis
METAFORA TUMBUHAN DALAM PERIBAHASA INDONESIA (KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF) Kingkin Puput Kinanti; Anita Kurnia Rachman
Belajar Bahasa Vol 4, No 1 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v4i1.1867

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tentang peribahasa Indonesia yang berkaitan dengan penggunaan metafora tumbuhan. Penelitian bertujuan untuk menemukan beberapa hal, yaitu 1) penggunaan nama-nama tumbuhan dalam peribahasa Indonesia, 2) menemukan intepretasi metafora tumbuhan dalam peribahasa Indonesia. Data berupa data tertulis yang diambil dari kamus peribahasa Indonesia karya JS. Badudu dan buku kumpulan peribahasa karya Mohammad Kusnadi Wasri. Keseluruhan peribahasa dalam buku kumpulan peribahasa tersebut disimak, dikumpulkan, dan diseleksi sesuai topik permasalahan, yaitu peribahasa yang menggunakan nama-nama tumbuhan. Selanjutnya data diklasifikasikan berdasarkan jenis-jenis tumbuhan dan hal-hal yang diacu. Data dikumpulkan dengan metode simak diikuti dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Analisis data menggunakan metode intepretatif dan wawancara kepada ahli bahasa dengan pisau bedah teori semantik kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nama-nama tumbuhan yang digunakan dalam peribahasa, yaitu 1) bagian-bagian tumbuhan meliputi biji, akar, batang, dahan, daun, dan bunga; 2) klasifikasi tumbuhan berdasarkan bijinya, yaitu tumbuhan dikotil  dan tumbuhan monokotil. Tumbuhan dikotil meliputi delima, kacang, kopi, nangka, ubi, cabai, cempedak, durian, limau, dan lada; sedangkan tumbuhan monokotil yaitu bambu, mentimun, padi, rumput, tebu, mawar, pisang, jagung, kelapa, kunyit, dan sirih.  Intepretasi makna metaforis peribahasa menggunakan nama tumbuhan yaitu, peribahasa yang menggambarkan tumbuhan sebagai kekuatan dan kelemahan, menggambarkan tumbuhan sebagai tanda sifat terpuji, tumbuhan sebagai tanda rejeki, tumbuhan sebagai tanda hidup sederhana, dan tumbuhan sebagai tanda keburukan. 
Analisis Pemerolehan Kesalahan Berbahasa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 7 Ambon Iwan Rumalean; Novita Tabelessy; Yohanes Hukubun; Hajija Sarluf
Belajar Bahasa Vol 5, No 1 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i1.2990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perolehan kesalahan bahasa dalam pembelajaran siswa kelas VIII bahasa Indonesia SMP Negeri 7 Ambon. Menggunakan pendekatan sinkron deskriptif kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung. Analisis data dilakukan dalam satu siklus, artinya analisis dilakukan dari perencanaan hingga hasil pelaporan. Penyajian data dilakukan melalui proses deskripsi yang disesuaikan dengan kebutuhan. Memeriksa validitas data menggunakan teknik triangulasi. Berdasarkan analisis data, ditemukan bahwa akuisisi kesalahan bahasa dalam belajar bahasa Indonesia pada tingkat berbicara adalah bahwa ada ketidakkonsistenan dalam penggunaan bahasa Indonesia dan Melayu Ambon dalam situasi dan tempat yang tidak sesuai. Siswa menggunakan dua bahasa (bilingual), yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Ambon secara bersamaan (kode campuran). Kemudian kesalahan dalam menulis di tingkat penulisan terjadi kesalahan penulisan huruf kapital dan non-kapital, serta penempatan kata-kata dalam kalimat. Faktor-faktor penyebab akuisisi kesalahan bahasa adalah, (1) faktor bilingualisme, (2) faktor migrasi, dan (3) faktor keluarga.