Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Sejak Tanggal 9 Juli 2018 berdasarkan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN RISET DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI NOMOR 21/E/KPT/2018 TENTANG PERINGKAT AKREDITASI JURNAL ILMIAH PERIODE I TAHUN 2018.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"vol 13, no 1 (2017)"
:
10 Documents
clear
LAYANAN KESEHATAN MENTAL DI PUSKESMAS : APAKAH DIBUTUHKAN?
Mawarpury, Marty;
Sari, Kartika;
Safrina, Lely
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (172.731 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v13i1.578
Pada masa berlakunya konflik di Aceh, terutama masyarakat yang langsung bersentuhan dengan konflik mengalami kekerasan dalam berbagai bentuk. Konflik selama lebih dari tiga dekade telah menunjukkan adanya ekses terhadap gangguan mental penyintas konflik. Salah satu rekomendasi dari hasil temuan pada penelitian asesmen kebutuhan psikosisal masyarakat Aceh tahun 2007 adalah kebutuhan investasi berkelanjutan dalam pengembangan jangka panjang sistem kesehatan dan kesehatan mental di Aceh. Kesehatan psikologis menjadi kebutuhan masyarakat, mengingat kesehatan fisik dan psikis menentukan kualitas hidup dan produktivitas individu. Kebutuhan ini telah dianalisis dan dilaksanakan oleh beberapa kota besar di Indonesia, salah satunya Yogyakarta dengan menempatkan layanan psikologi pada pusat layanan kesehatan dasar (Puskesmas), sehingga jangkauan pelayanan kesehatan mental semakin luas serta sistem rujukan dan diagnosis pasien dapat sesuai dengan tahapan seperti pada pelayanan kesehatan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dalam pelayanan kesehatan mental masyarakat di Aceh. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini berlokasi di Aceh Utara. Pengambilan data dilakukan dengan interview petugas kesehatan di puskesmas dan diskusi kelompok pada masyarakat. Analisis data menghasilkan gambaran layanan kesehatan mental di Puskesmas.Kata kunci: Pelayanan kesehatan mental, Puskesmas, Aceh Utara
Resiliensi Keluarga Dengan Anak Gangguan Disintegratif Melalui Konseling Kelompok
Rahmanawati, Festa Yumpi;
Wibowo, Danan Satriyo
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.481 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v13i1.579
The purpose of this   research was to explore how families with children with Childhood Disintegrative Disorder (CDD) who participated in group counseling that  were able to move through the adverse situation that they face while raising a child with significant developmental needs and challenges. The theoretical framework that guided this research was family resilience. Qualitative research with case study approach was choosed to explore families with CDD. Observations and face-to-face interviews were conducted with each of the participants in their own home or in a school setting. The first question research focused on the experience of families who provided beneficial group counseling. Three themes emerged: a) focusing on child-positif behaviour target; b) accepting child in their ideal image realistically; c) providing motivation in positif parenting practice. The second question research focused on the experience of families who demonstrated willingness to find family resources after participated in group counseling. Four themes emerged: a) religious coping; b) positive seeking support; d) gratitude to attainable child competence.Key words: family resilience, disintegrative disorder, group couselling, case study
Gambaran Kebutuhan Pendampingan Perempuan Korban Kekerasan dan Kejahatan di Kabupaten Jember
Fauzia, Layla Efani;
Handayani, Panca Kursistin
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.715 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v13i1.580
Dampak kekerasan terhadap perempuan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga dapat berkepanjangan menjadi hambatan bagi kehidupan selanjutnya. Dalam upaya untuk mengantisipasi dampak yang berkelanjutan, para korban kekerasan membutuhkan pendampingan dari berbagai segi agar mampu segera beradaptasi dengan kehidupan selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kebutuhan pendampingan pada korban kekerasan dan kejahatan di kabupaten Jember.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi yang digunakan 87 dari korban kekerasan berdasarkan laporan yang masuk ke program pendampingan di PPA Jember data tahun 2014/2015. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah insidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang dilakukan melalui prosentase. Statistik deskriptif prosentase digunakan untuk mengetahui prosentase kebutuhan pendampingan pada perempuan korban kekerasan dan kejahatan.Berdasarkan hasil uji deskriptif ditemukan bahwa kebutuhan pendampingan pada perempuan korban kekerasan termasuk dalam kategori tinggi yaitu 50 orang (57%), sedangkan sisanya (43%) mempunyai kebutuihan pendampingan dengan kategori rendah. Bila dilihat dari aspek-aspek kebutuhan pendampingannya, ditemukan bahwa yang paling dominan dibutuhkan adalah jaringan layanan terpadu 57 orang (65,5%), selanjutnya outreach pendampingan korban 48 orang (55%), aspek litigasi sebanyak 47 orang (54%), konseling rutin yaitu sebanyak 42 orang (48%), aspek shelter 42 orang (48%), yang terakhir aspek support group 32 orang (36,8%).Kata Kunci : kebutuhan, pendampingan, perempuan korban kekerasan dan kejahatan.
INDIGENOUS EMOTIONAL MATURITY REMAJA PANDHALUNGAN
Rahmawati, Erna Ipak
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.991 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v13i1.581
Remaja yang masak secara emosi adalah mampu melakukan tindakan sesuai dengan kebutuhan dan menilai kesesuaian tindakannya dengan norma yang berlaku di masyaraka serta dapat memprediksikan akibat yang diambil dari tindakan tersebut, mampu bertingkah laku dengan penuh tanggung jawab, serta mampu mempertanggung jawabkan tingkah lakunya dalam berkomunikasi dengan orang lain, mampu melakukan penyesuaian emosi serta mampu memperkirakan tindakan apa yang akan diambil dalam suatu kegiatan atau permasalahan dalam lingkungan disekitarnya.Metode penelitian adalah deskriptif kuantitaif dangan menggunakan skala emotional maturity untuk mendapatkan data penelitian.Tehnik analisa yang digunakan dalam penelitian untuk bisa menggambarkan hasil penelitian adalah statistik deskribtif dengan menggunakan prosentase.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa secara keseluruhan remaja yang menjadi sampel penelitian matang secara emosi yaitu 145 remaja (60,42%) dari 240 populasi penelitian. Jika ditinjau dari suku terlihat bahwayang matang emosinya adalah suku madura 71.43% , suku Jawa 63.03%, dan suku Pandhalungan 55.71%. Ditinjau dari keberagaman suku di lingkungan terlihat dari pandhalungan 81.82% matang, Jawa 59.87% matang dan Madura 42.11% matang. Kata kunci : Indigenous emotional maturity
PENGARUH LAYANAN KONSELING KELOMPOK TERHADAP RELIGIUSITAS SISWA MTsN ARJASA JEMBER
Mulyadi, Mulyadi;
Istiqomah, Istiqomah
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.763 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v13i1.582
Penelitian ini dilakukan di MTsN Arjasa Jember. Masalah yang dikaji adalah upaya sekolah dalam meningkatkan religiusitas siswa MTsN Arjasa melalui layanan konseling kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok sebagai upaya sekolah untuk meningkatkan religiusitas siswa.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala psikologi, yaitu skala konseling kelompok dan skala religiusitas siswa dengan jenis skala Summerated Rating, atau lebih dikenal dengan skala Likert. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 75 siswa kelas VII dan VIII. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok terhadap religiusitas siswa.Berdasarkan analisa data penelitian ditemukan adanya pengaruh layanan konseling kelompok terhadap religiusitas siswa dengan kontribusi sebesar 8,8%. Serta terdapat faktor lain yang berpengaruh cukup besar terhadap religiusitas remaja diantaranya, yaitu: faktor keluarga merupakan faktor paling dominan mempengaruhi religiusitas remaja. Selain itu, faktor pengalaman dan faktor kebutuhan terhadap agama juga dapat berpengaruh dalam mengembangkan religiusitas siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data diketahui tingkat religiusitas yang dimiliki siswa MTsN Arjasa tergolong tinggi yaitu sebesar 78,7% sedangkan siswa yang memiliki tingkat religiusitas sedang sebesar 21,3%. Temuan lain dalam penelitian ini adalah bahwa remaja dapat lebih mengembangkan religiusitas mereka, diantaranya dengan memperdalam ilmu agama, bersungguh-sungguh dalam kegiatan keagamaan, seperti pengajian dan sholat berjamaah.Kata Kunci: Konseling kelompok, religiusitas siswa.
Gambaran Kebutuhan Pendampingan Perempuan Korban Kekerasan dan Kejahatan di Kabupaten Jember
Layla Efani Fauzia;
Panca Kursistin Handayani
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v13i1.580
Dampak kekerasan terhadap perempuan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga dapat berkepanjangan menjadi hambatan bagi kehidupan selanjutnya. Dalam upaya untuk mengantisipasi dampak yang berkelanjutan, para korban kekerasan membutuhkan pendampingan dari berbagai segi agar mampu segera beradaptasi dengan kehidupan selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kebutuhan pendampingan pada korban kekerasan dan kejahatan di kabupaten Jember.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi yang digunakan 87 dari korban kekerasan berdasarkan laporan yang masuk ke program pendampingan di PPA Jember data tahun 2014/2015. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah insidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang dilakukan melalui prosentase. Statistik deskriptif prosentase digunakan untuk mengetahui prosentase kebutuhan pendampingan pada perempuan korban kekerasan dan kejahatan.Berdasarkan hasil uji deskriptif ditemukan bahwa kebutuhan pendampingan pada perempuan korban kekerasan termasuk dalam kategori tinggi yaitu 50 orang (57%), sedangkan sisanya (43%) mempunyai kebutuihan pendampingan dengan kategori rendah. Bila dilihat dari aspek-aspek kebutuhan pendampingannya, ditemukan bahwa yang paling dominan dibutuhkan adalah jaringan layanan terpadu 57 orang (65,5%), selanjutnya outreach pendampingan korban 48 orang (55%), aspek litigasi sebanyak 47 orang (54%), konseling rutin yaitu sebanyak 42 orang (48%), aspek shelter 42 orang (48%), yang terakhir aspek support group 32 orang (36,8%).Kata Kunci : kebutuhan, pendampingan, perempuan korban kekerasan dan kejahatan.
INDIGENOUS EMOTIONAL MATURITY REMAJA PANDHALUNGAN
Erna Ipak Rahmawati
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v13i1.581
Remaja yang masak secara emosi adalah mampu melakukan tindakan sesuai dengan kebutuhan dan menilai kesesuaian tindakannya dengan norma yang berlaku di masyaraka serta dapat memprediksikan akibat yang diambil dari tindakan tersebut, mampu bertingkah laku dengan penuh tanggung jawab, serta mampu mempertanggung jawabkan tingkah lakunya dalam berkomunikasi dengan orang lain, mampu melakukan penyesuaian emosi serta mampu memperkirakan tindakan apa yang akan diambil dalam suatu kegiatan atau permasalahan dalam lingkungan disekitarnya.Metode penelitian adalah deskriptif kuantitaif dangan menggunakan skala emotional maturity untuk mendapatkan data penelitian.Tehnik analisa yang digunakan dalam penelitian untuk bisa menggambarkan hasil penelitian adalah statistik deskribtif dengan menggunakan prosentase.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa secara keseluruhan remaja yang menjadi sampel penelitian matang secara emosi yaitu 145 remaja (60,42%) dari 240 populasi penelitian. Jika ditinjau dari suku terlihat bahwayang matang emosinya adalah suku madura 71.43% , suku Jawa 63.03%, dan suku Pandhalungan 55.71%. Ditinjau dari keberagaman suku di lingkungan terlihat dari pandhalungan 81.82% matang, Jawa 59.87% matang dan Madura 42.11% matang. Kata kunci : Indigenous emotional maturity
PENGARUH LAYANAN KONSELING KELOMPOK TERHADAP RELIGIUSITAS SISWA MTsN ARJASA JEMBER
Mulyadi Mulyadi;
Istiqomah Istiqomah
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v13i1.582
Penelitian ini dilakukan di MTsN Arjasa Jember. Masalah yang dikaji adalah upaya sekolah dalam meningkatkan religiusitas siswa MTsN Arjasa melalui layanan konseling kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok sebagai upaya sekolah untuk meningkatkan religiusitas siswa.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala psikologi, yaitu skala konseling kelompok dan skala religiusitas siswa dengan jenis skala Summerated Rating, atau lebih dikenal dengan skala Likert. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 75 siswa kelas VII dan VIII. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok terhadap religiusitas siswa.Berdasarkan analisa data penelitian ditemukan adanya pengaruh layanan konseling kelompok terhadap religiusitas siswa dengan kontribusi sebesar 8,8%. Serta terdapat faktor lain yang berpengaruh cukup besar terhadap religiusitas remaja diantaranya, yaitu: faktor keluarga merupakan faktor paling dominan mempengaruhi religiusitas remaja. Selain itu, faktor pengalaman dan faktor kebutuhan terhadap agama juga dapat berpengaruh dalam mengembangkan religiusitas siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data diketahui tingkat religiusitas yang dimiliki siswa MTsN Arjasa tergolong tinggi yaitu sebesar 78,7% sedangkan siswa yang memiliki tingkat religiusitas sedang sebesar 21,3%. Temuan lain dalam penelitian ini adalah bahwa remaja dapat lebih mengembangkan religiusitas mereka, diantaranya dengan memperdalam ilmu agama, bersungguh-sungguh dalam kegiatan keagamaan, seperti pengajian dan sholat berjamaah.Kata Kunci: Konseling kelompok, religiusitas siswa.
LAYANAN KESEHATAN MENTAL DI PUSKESMAS : APAKAH DIBUTUHKAN?
Marty Mawarpury;
Kartika Sari;
Lely Safrina
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v13i1.578
Pada masa berlakunya konflik di Aceh, terutama masyarakat yang langsung bersentuhan dengan konflik mengalami kekerasan dalam berbagai bentuk. Konflik selama lebih dari tiga dekade telah menunjukkan adanya ekses terhadap gangguan mental penyintas konflik. Salah satu rekomendasi dari hasil temuan pada penelitian asesmen kebutuhan psikosisal masyarakat Aceh tahun 2007 adalah kebutuhan investasi berkelanjutan dalam pengembangan jangka panjang sistem kesehatan dan kesehatan mental di Aceh. Kesehatan psikologis menjadi kebutuhan masyarakat, mengingat kesehatan fisik dan psikis menentukan kualitas hidup dan produktivitas individu. Kebutuhan ini telah dianalisis dan dilaksanakan oleh beberapa kota besar di Indonesia, salah satunya Yogyakarta dengan menempatkan layanan psikologi pada pusat layanan kesehatan dasar (Puskesmas), sehingga jangkauan pelayanan kesehatan mental semakin luas serta sistem rujukan dan diagnosis pasien dapat sesuai dengan tahapan seperti pada pelayanan kesehatan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dalam pelayanan kesehatan mental masyarakat di Aceh. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini berlokasi di Aceh Utara. Pengambilan data dilakukan dengan interview petugas kesehatan di puskesmas dan diskusi kelompok pada masyarakat. Analisis data menghasilkan gambaran layanan kesehatan mental di Puskesmas.Kata kunci: Pelayanan kesehatan mental, Puskesmas, Aceh Utara
Resiliensi Keluarga Dengan Anak Gangguan Disintegratif Melalui Konseling Kelompok
Festa Yumpi Rahmanawati;
Danan Satriyo Wibowo
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v13i1.579
The purpose of this research was to explore how families with children with Childhood Disintegrative Disorder (CDD) who participated in group counseling that were able to move through the adverse situation that they face while raising a child with significant developmental needs and challenges. The theoretical framework that guided this research was family resilience. Qualitative research with case study approach was choosed to explore families with CDD. Observations and face-to-face interviews were conducted with each of the participants in their own home or in a school setting. The first question research focused on the experience of families who provided beneficial group counseling. Three themes emerged: a) focusing on child-positif behaviour target; b) accepting child in their ideal image realistically; c) providing motivation in positif parenting practice. The second question research focused on the experience of families who demonstrated willingness to find family resources after participated in group counseling. Four themes emerged: a) religious coping; b) positive seeking support; d) gratitude to attainable child competence.Key words: family resilience, disintegrative disorder, group couselling, case study