cover
Contact Name
Medyawati
Contact Email
ecolab.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
cak_war@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ecolab
ISSN : 19785860     EISSN : 25028812     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ecolab adalah wadah yang merupakan sarana informasi dan publikasi berkaitan dengan kegiatan laboratorium lingkungan. Penerbitan Jurnal Ecolab untuk menampung berbagai informasi mengenai kajian ilmiah, hasil kegiatan pemantauan kualitas lingkungan dan kegiatan sejenisnya dari berbagai kalangan pemerhati lingkungan. Semoga Jurnal Ecolab dapat menambah informasi kita mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan lingkungan yang ada disekitar kita. Untuk penerbitan-penerbitan berikut, redaksi mengundang pengunjung web, para pembaca, dan praktisi serta pemerhati lingkungan untuk dapat memberikan tulisan dan karya ilmiahnya di jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
PENENTUAN PRESISI DAN BIAS METODE PENGUJIAN AIR DAN AIR LIMBAH MELALUI UJI BANDING ANTAR LABORATORIUM Anwar Hadi
Jurnal Ecolab Vol 2, No 2 (2008): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1460.016 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2008.2.2.66-75

Abstract

Determination of method precision and bias for testing of water and wastewater can be conducted by inter-laboratorycomparison. Performance evaluation sample was determined by provider as assign value and distributed toparticipants. The assign value is used as comparison with laboratory result and grand mean is calculated to determinemethod bias. The method precision is determined by standard deviation from result of all laboratories participantdivided by grand mean. The result of inter-laboratory comparison for testing of SO42- showed that methodprecision 5.4% and method bias 0.3% for assign value 19.9 mg/l. On the other hand, the standard methods for theExamination of water and wastewater showed that the method precision and bias for SO42- are 1.7% and 9% for assignvalue 7.45 mg/l. For testing of Cl- in water and wastewater, the result of inter-laboratory comparison gave methodprecision and bias 7.4% and 2.1% for assign value 29.5 mg/l. The method precision and bias from the StandardMethods are 4.2% and 1.7% with assign value 241 Cl-/l. Furthermore, the method precision from the standardmethods for COD is 5.6% with assign value 195 mg/l and method precision from the result of inter-laboratorycomparison is 6.4%, method bias 3.4% with assign value 194 mg/l. The participant of inter-laboratory comparisonprogram could comply with the standard methods for testing of SO42-, Cl-, COD in water and waste water.
PENGKAJIAN METODE UNTUK ANALISIS TOTAL LOGAM BERAT DALAM SEDIMEN MENGGUNAKAN MICROWAVE DIGESTION Yayah Rodiana; Siti Masitoh; Hafiz Maulana; Nurhasni Nurhasni
Jurnal Ecolab Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2013.7.2.71-80

Abstract

Destruksi asam tertutup atau disebut juga microwave digestion merupakan metode destruksi basah yang paling direkomendasikan untuk analisis logam berat. Kelebihan dari metode ini diantaranya adalah tidak ada unsur-unsur volatile yang hilang dan waktu pengerjaannya cukup singkat (20-40 menit) dibandingkan dengan destruksi asam terbuka yang membutuhkan waktu lebih lama (lebih dari 24 jam). Contoh uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah sedimen dari Certified Reference Material (CRM). Sebanyak 0,5 gram contoh uji ditimbang kemudian ditambahkan dengan asam HNO3 dan selanjutnya didestruksi menggunakan microwave digestion. Larutan hasil destruksi kemudian diukur konsentrasi logamnya dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Validasi metode dilakukan terhdap hasil pengukuran total logam kadmium (Cd) , tembaga (Cu) , mangan (Mn) dan seng (Zn) meliputi linearitas, limit deteksi , akurasi dan presisi . Hasil penelitian menunjukkan penggunaan metode microwave digestion dengan penambahan HN03 untuk analisis logam berat telah memenuhi semua persyaratan keberterimaan suatu metode untuk digunakan dalam analisis di laboratorium
ABSORPSI KARBONDIOKSIDA MENGGUNAKAN CAUSTIC SODA SEBAGAI ABSORBEN Nida Sopiah; Susi Sulistia; Dwindrata B Aviantara; Adi Mulyanto
Jurnal Ecolab Vol 3, No 2 (2009): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.624 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2009.3.2.69-73

Abstract

The increase of atmospheric CO2 gas can cause the increasing of earth’s surface temperature. This is one ofphenomena that ensues as global warming. Global warming occurred because of excess greenhouse effects (morethan normal conditions) of the atmosphere as the result of the disturbance of green house gases composition suchas CO2 (carbon dioxide), CH4 (methane), and N2O (nitrous oxide). Caustic soda can be used as an absorbent toabsorb carbon dioxide. A series of vessels that contained caustic soda solution able to absorb carbon dioxideoriginating from heated acidic calcium carbonate. From the study it was found that vessel-1 capable of absorbing75.6% and vessel-2 24.4% of the released carbon dioxide.
RELASIONAL DATA PENGINDERAAN JAUH DENGAN GRADASI TEMPERATUR DI TAMAN NASIONAL GUNUNG PANGRANGO Wiweka Wiweka; Samsul Arifin; Sri Handoyo; John Hendrick
Jurnal Ecolab Vol 7, No 1 (2013): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2013.7.1.18-26

Abstract

Gunung adalah bentuklahan besar yang membentang di atas tanah sekitarnya, berada di wilayah yang terbatas biasanya dalam bentuk puncaknya, ketinggian tinggi di pegunungan menghasilkan iklim dingin daripada di permukaan laut, gunung di karakteristik oleh sejumlah parameter yaitu ketinggian, volume, relief, kecuraman, jarak dan kontinuitas. Iklim dingin sangat mempengaruhi ekosistem pegunungan: ketinggian yang berbeda memiliki tanaman yang berbeda dan hewan. Karena medan yang kurang ramah dan iklim, pegunungan cenderung digunakan untuk ekstraksi sumber daya dan rekreasi, seperti mendaki gunung. Parameter lingkungan memiliki fungsi dan pengaruh terhadap kehidupan komunitas. Data penginderaan jauh dapat ditransformasi menjadi nilai temperatur, tahapan transformasinya nilai dijital diubah menjadi radians kemudian dikonversi menjadi temperatur. Perlu dilakukan koreksi radiometrik, agar representasi nilai temperatur sesuai dengan kondisi sebenenarnya. Penelitian ini menggunakan data Landssat ETM+, hasilnya menunjukkan kisaran rata-rata temperatur di puncak Taman Nasional Gunung Pangrango pada siang hari 15,92oC dan kecenderungan perubahan temperatur terhadap tinggi di lokasi penelitian adalah linier.
KAJIAN PENGARUH ION Cr(VI) TERHADAP EFEKTIVITAS FOTODEGRADASI 2,4-DINITROFENOL TERKATALISIS TiO2 Tri Ernawati; Endang Tri Wahyuni; Eko Sugiharto
Jurnal Ecolab Vol 2, No 1 (2008): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.115 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2008.2.1.27-33

Abstract

          In order to develop a photocatalytic degradation method for removing 2,4-dinitrophenol in the solution, the influence of Cr(VI) ions on the effectiveness of 2,4-dinitrophenol photodegradation catalyzed by TiO2 has been studied. Photodegradation process has been carried out in a closed reactor equipped with UV lamp 40 watt, by irradiating a mixture of 2,4-dinitrophenol solution and TiO2  powder as a photocatalyst, for a period if time accompanied by stirring. In this study, reaction time, concentration of 2,4-dinitrophenol solution and mass of TiO2  have been optimized. Furthermore the influenze of Cr(VI) concentration and solution pH has also been evaluated. The effectiveness is expressed as % 2,4-dinitrophenol was determined by gas chromatography method.          The research results showed that increasing mass of TiO2 photocatalyst could improve the effectiveness of photodegradation, but a decrease in the photodegradation was observed hwen further increase of TiO2 mass of added. The effectiveness of photodegradation could also increase as the initial concentration of 2,4-dinitrophenol was increased. When reaction time was extended, photodegradation could improve, but further extent of time gave no different effect. The presence of Cr(VI) ions could enhance the photodegradation, and Cr(VI) ions was reduced simultaneously into Cr(III) ions. The effectiveness further enhanced when the concentrations of Cr(VI) in the solution were increased. Increasing pH from 1 to 7 resulted in the high and same effectiveness of 2,4-dinitrofenol photodegradation , whether absence or presence of Cr(VI) ions, while photodegradation decreased as the pH was increased from 7 to 14.  The highest photodegradation, that was 96.60%, of 40 ml 200ppm 2,4-dinitrofenol solution in the presence of 300ppm Cr(VI) ions could be reached when 30 mg TiO2, solution pH 3 and 12 h of reaction time were employed. Further research is suggested to identify in detail the compounds produced from photodegradation.
DEMONSTRATION SITE STATION (DSS) SEBAGAI WAHANA PEMBERDAYAAN KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS SUNGAI CISADANE Sri Unon Purwati
Jurnal Ecolab Vol 3, No 1 (2009): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1464.48 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2009.3.1.12-18

Abstract

Efforts for increasing Cisadane water quality is an important steps for maintaining Cisadane water quality fordrinking water purposes. Cisadane water quality of monitoring result from 2003-2007 should be used as a backgroundfor increasing water quality efforts. The result of monitoring should be utilized for the efforts increasingCisadane water quality and should be socialized to community surrounding nearly the river. The DemonstrationSite Station (DSS) is a vehicle of community development behavior should be developed for coping domesticwaste problems. The DSS is form that area environment friendly and as a pioneer creating environment friendlysociety at Cisadane River vicinity
VIABILITAS DAN KINERJA KONSORSIUM MIKROBA PENDEGRADASI HIDROKARBON SETELAH PENYIMPANAN DALAM PENDINGIN DAN PENYIMPANAN BEKU Erma Najmiyati; Dominikus H Akhadi
Jurnal Ecolab Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2012.6.2.81-89

Abstract

Penyimpanan jangka pendek mikroba umumnya dilakukan pada suhu dingin non-beku (refrigerator), sedangkan penyimpanan jangka menengah–panjang, harus dalam kondisi beku. Penyimpanan dalam kondisi beku perlu dicegah terbentuknya kristal es di dalam sel, dapat dilakukan dengan pemberian agen krioprotektan seperti gliserol. Telah dilakukan pengujian terhadap 2 koleksi kultur campuran mikroba pendegradasi hidrokarbon yang dimiliki Laboratorium Mikrobiologi, Balai Teknologi Lingkungan BPP Teknologi, yaitu konsorsium A dan B. Hasil menunjukkan bahwa kedua kultur yang disimpan dalam suhu dingin non beku hanya mampu bertahan kurang dari 3 bulan. Sementara jika kultur tersebut disimpan pada suhu beku dapat memperpanjang umur simpan.. Viabilitas kultur yang disimpan beku selama 3 bulan relatif cukup stabil karena hanya turun rata-rata 1 log. Sementara itu penyimpanan beku selama 6 bulan menyebabkan penurunan viabilitas 2 log, berikutnya penyimpanan hingga 2 tahun menyebabkab viabilitas kembali turun 2 log. Pengujian kinerja dalam mendegradasi hidrokarbon hingga hari ke-14 mampu menurunkan kadar minyak mentah hingga masing-masing 44% untuk konsorsium mikroba A dan 47% untuk konsorsium mikroba B. Kemampuan pulih kultur dipengaruhi oleh konsorsium mikroba. Konsorsium A mempunyai kemampuan pulih lebih rendah dibandingkan konsorsium mikroba B, baik untuk penyimpanan di suhu dingin non beku maupun dingin beku.
PERANAN BENTIK MAKRO INVERTEBRATA DALAM MENILAI KUALITAS SUNGAI CISADANE Sri Unon Purwati
Jurnal Ecolab Vol 1, No 2 (2007): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1310.244 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2007.1.2.48-59

Abstract

Cisadane River is a big river crossing the province of west java and banten. because of the increasing human activities surrounding the cisadane river indicating the water quality was decreasing year by year, Decresing of water quality can be monitored through water discharge., physical and chemical properties. the study were conducted twice a yea, on june and august from 2003 to 2006 at 14 monitoring stations. Parameters analyzed were pH, DO, BOD, COD, NO2, NO3, NH3, Phenol, and Heavy metals. the results indicating that the bentic macroinvertebrate was affected by DO, BOD, and COD. It were indicating the chemical and biological aspect are important for integrated asessment of water quality. The bentic macroinvertebrate is a bottom organism which make balance aquatic system, so it can be used as an water quality indicator.
EVALUASI PERUBAHAN LINGKUNGAN WILAYAH PESISIR SURABAYA TIMUR SIDOARJO DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT MULTITEMPORAL Grace Idolayanti Moko; Wiweka Wiweka
Jurnal Ecolab Vol 6, No 1 (2012): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2012.6.1.23-37

Abstract

Wilayah pesisir merupakan daerah pertemuan antara darat dan laut; ke arah darat meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air, yang masih dipengaruhi sifat – sifat laut seperti pasang surut, angin laut, dan perembesan air asin; sedangkan ke arah laut wilayah pesisir mencakup bagian laut yang masih dipengaruhi oleh proses – proses alami yang terjadi di darat seperti sedimentasi dan aliran air tawar, maupun yang disebabkan oleh kegiatan manusia di darat seperti penggundulan hutan dan pencemaran. Surabaya Timur – Sidoarjo merupakan daerah yang relatif mengalami perubahan. Di kawasan pesisir ini juga mengalami peristiwa penting yaitu peristiwa lumpur Lapindo. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk memantau perubahan pada wilayah pesisir. Salah satunya menggunakan teknologi penginderaan jauh. Hal ini dilakukan karena data penginderaan jauh memilki wilayah cakupan yang luas, cepat, serta efisien. Data yang digunakan adalah citra satelit ALOS/AVNIR-2 tahun 2006 dan 2008 serta SPOT-4 tahun 2009. Data tersebut digunakan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan, garis pantai, serta tingkat kekeruhan air laut. Metode klasifikasi terbimbing digunakan untuk mengetahui tutupan lahan di wilayah pesisir Surabaya Timur – Sidoarjo, sedangkan kekeruhan air laut menggunakan algoritma Total Suspended Solid (TSS). Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan perubahan tutupan lahan yang signifikan pada kelas pemukiman, rumput/tanah kosong, dan empang. Dimana sejak tahun 2006 hingga 2009, luasan pemukiman selalu bertambah yaitu 184,7 ha , sedangkan empang dan rumput/tanah kosong mengalami penurunan luasan yaitu kelas empang sebesar 48,04 ha dan rumput/tanah kosong sebesar 199,31ha. Untuk tingkat kekeruhan air laut, nilai yang mendominasi wilayah perairan Surabaya – Sidoarjo adalah 0-200mg/l. Sejak tahun 2006 hingga 2009 terjadi perubahan garis pantai yang diikuti dengan terjadinya perubahan daratan. Pada tahun 2006 – 2008 perubahan daratan sebesar 51,01 ha sedangkan tahun 2008 – 2009 perubahannya sebesar 18,92 ha.
REKOMENDASI LABORATORIUM LINGKUNGAN Anwar Hadi
Jurnal Ecolab Vol 1, No 1 (2007): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.505 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2007.1.1.1-8

Abstract

Environmental laboratory is the laboratory that has the capability and authority to analyze environmental samples especially chemistry/physic/biology to support environmental management according to environmental laws. Based on the definition, environmental laboratory must be accredited according to ISO/IEC 17025 to generate accurate, continuous, and reliable environmental quality data which are defensible in terms of environmental regulations and scientific knowledge. However, compliance with regulatory and safety requirements on the operation of laboratory including laboratory waste management, environmental sampling, and quality control and assurance (QC/QA) for environmental laboratory are not covered by the International Standard. So, environmental laboratory must comply with the supplement requirement of Bapedal Decree No. 113: 2000 regarding to general guidance and technical for environmental laboratory. Until middle of 2007, PUSARPEDAL – KLH recommended 24 environmental laboratories and 8 laboratories still in progress for technically assessment.

Page 6 of 18 | Total Record : 178