cover
Contact Name
Radja Erland Hamzah
Contact Email
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
ISSN : 14127873     EISSN : 25987402     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 973 Documents
DRAMA KEHIDUPAN DALAM PERTELEVISIAN INDONESIA Manihuruk, Amin Saragih
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 10, No 4 (2011)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DRAMA KEHIDUPAN DALAM PERTELEVISIAN INDONESIA
MENJADI BIJAK MELALUI PESAN NON-VERBAL Hermawan, Herry
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Walaupun   peristiwanya   telah  terjadi  beberapa  tahun  yang  lalu, namun   masih  layak  untuk  disimak.   Kala itu ribuan   mantan karyawan  PT Dirgantara Indonesia (PTDI)  mendatangi  Kebun Binatang Ragunan Jakarta. Mereka memaparkan  semua uneg-unegnya  kepada para binatang  yang  ada di sana. Hal ini dilakukan karena berbagai upaya yang  telah  ditempuh  termasuk   upaya  hukum  selalu  menemui  jalan buntu.  Fenomena   ini menarik  untuk  disimak bukan karena apa yang mereka sampaikan; bukan karena pesan-pesan  verbalnya baik lisan ataupun tulisan, tetapi justru pada pesan non verbalnya  pada makna di balik peristiwa tersebut. Secara verbal pesan-pesan yang disarnpaikan  terkesan klise, tidak jauh  berbeda dari yang  pernah   mereka  ungkapkan  sebelumnya.   Lain halnya jika menyimak  pesan  non   verbal    yang   muncul    dari  kejadian   tersebut.    Secara   non verbal,  perilaku para karyawan  ini dapat dimaknai  sebagai sindiran, . bahkan    mungkin   pelecehan, terhadap    pemerintah    yang   seperti    halnya   para   penghuni  Kebun  Binatang  Ragunan - hanya bisa  mendengar  tapi  tidak dapat  memberikan         tanggapan  konkrit sesuai    dengan   tuntutan     para karyawan  tersebut.  Harus  diakui pesan  non verbal yang    ingin    disampaikan     itu memiliki  implikasi  ganda.  Artiriya apabila   memang  nantinya   para binatang   tadi  dapat   mendengar serta merespons keluhan mereka, maka   secara   otomatis  derajat pemerintah   berada    di  bawah derajat  penghuni  kebun  binatang  ini.   Narnun   jika   tidak,    maka derajatnya  menjadi setara, karena     sama-sama  bisa mendengar  tapi tidak bisa merespon.
MENDIDIK KONSUMEN MELALUI CORPORATE SOCIAL RESPONSEBILITY Bayquni, Bayquni
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 12, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marketing through advertising has always longed for, that the appeal of its products obtain a much affecting the purchase and continuously. So that advertisers and marketers too, vigorously conduct educational activities to the public through its products. But we realize it or not, it turns out that consumers are learning to do, very much. And they are not aware of the impact of the product is consumed. Therefore, through this paper, the authors will provide an overview kegitana importance of CSR as a form of continuity of pengedukasian ads.
Filsafat Komunikasi dalam Penyebaran Agama Islam oleh Sunan Kalijaga Andriani, Fizzy
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 7, No 26 (2009)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah mengungkap bahwa proses lslamisasi diPulau Jawa berjalan dengan aman dan damai. Para waliyullah atau walisongo punya peranan besar disini. Salah satunya yang sangat terkenal adalah Sunan Kalijaga.Selain seorang ulama sakti dan politikus yang cerdas, Sunan Kalijaga juga dikenal sebagai budayawan yang santun dan seniman wayang yang hebat.Caranya berdakwah,dianggap berbeda dengan metode para wali yang lain. Ladengan berani memadukan dakwah dengan seni budaya yang mengakar di masyarakat.Karya­karya dan peninggalan Sunan Kalijaga diantaranya yaitu Soko guru Masjid Demak   yang terbuat dari tatal, Gamelan Naga wilaga, Gamelan Guntur Madu, Gamelan Nyai Sekati, Gamelan Kyai Sekati,    BajuTakwa,Tembang Dhandhanggula,  Kain batik motif garuda, syair puji­pujian pesantren dan Wayang Kulit Purwa.Manusia yang dalam keberadaanya yaitu sadar akan dirinya sedang berada, berada didunia dan menghadapi dunia, sebagai subjek yang menghadapi objek, bersatu dengan realitas sekitarnya.Tampaknya halter sebut yang menjadi filsafat Sunan Kalijaga dalam Berkomunikasi dengan masyarakat Jawa agar mau menerima agama Islam sebagai jalan hidupnya.
EROTIKA DAN PORNOGRAFI DI MEDIA Wiryanto, Wiryanto
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pornography is anything that is created to cause sexual excitement or arousal. Most of us think of : erotic imagery that is considered obscene and Offensive. Pornographi (From Greek  πOpvoypaϕia pornographia - literally writing about or human sexual behavior with the goal of sexual arousal, similar to, but (axxording to some) distinct from. Erotica it also “prostitute” and “written material”. Which representations of the human body or human sexual behavior with the goal of sexual orusal, similar to, but human sexual behavior with the goal of sexual arouseal, similar to. But distrinct from, erotica though the two terms are often used interchangeably.Pornographi may use any of avariety of media – written and spoken text. Photos, sculpture, drawings, moving images (including animations), and sounds such as heavy breathing and sexually related sounds. Pornogaphic films combine moving images, spoken erotic text and/or other erotic sounds. While magazines often combine photos and written text. Novels and short stories provide written text, sometimes with illustrations, A live performance may also be called pornographic.Opposition to pornography generally, though not exclusively, comes from several sources : law, religion like mazhab wahabi and feminism there is no right to distribute obscene materials, child pornography is illegal. The determinatios of what is obscene is up to a jury in a trial. Most religious groups view pornography as immoral and the production and use of pornography contributes to immoral behavior in society. Feminist critics of pornography. They believe that most pornography eroticizes the dominations, humiliation and coercion of women, reinforces the domination, humilations and coercion of women, reinforces sexual and cultural attitudes that are complicit rape and sexual harassment, and contributes to the male centered  to the male centered objectification of women.
KESIAPAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI MIGRASI PENYIARAN TELEVISI DIGITAL Suharso, Puguh
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KESIAPAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI MIGRASI PENYIARAN TELEVISI DIGITAL
PERKEMBANGAN HUKUM PERS DI INDONESIA SEJAK JAMAN PENJAJAHAN SAMPAI JAMAN REVORMASI Muryadi, Juni
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 3, No 19 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERKEMBANGAN HUKUM PERS DI INDONESIA SEJAK JAMAN PENJAJAHAN SAMPAI JAMAN REVORMASI
SIKAP KONSUMEN TERHADAP BELANJA ONLINE Hermawan, Herry
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berkenaan dengan sikap konsumer terhadap belanja online, faktor-faktor yang memengaruhi konsumer untuk berbelanja secara onlline. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasikan dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi konsumer untuk berbelanja secara online. Penelitian ini didasarkan kepada Planned Behavior Theory dari Icek Ajzen dan Technology Acceptance Model. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif. Polpulasinya adalah mahasiswa Universitas Moestopo Jakarta, dan Universitas Pasundan Bandung, sedangkan jumlah sampelnya 36 orang yang diambil melalui convenience sampling technique. Dari hasil penelitian diketahui, faktor rancangan situs Web merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap sikap konsumer untuk berbelanja online, diikuti oleh kenyamananyang merupakanfaktorkedua yang paling memengaruhisikapberbelanja online, kemudianfaktorpenghematanwaktu, danfaktorkeamanan.
ILMU JURNALISTIK MERUPAKAN SALAH SATU CABANG POHONILMU KOMUNIKSI Wahjudi, JB
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi sebagai proses sudah dilakukan oleh manusia sejak Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan manusia pertama dibumi (Adam), dans ejak itu pula,komunikasi sebagai proses sudah menjadi kebutuhan yang hakiki bagi manusia, meskipun sebagai ilmu,  komunikasi baru diakui pada akhir Abad 19. Sejalan dengan berjalannya waktu dan perkembangan tek-rologi. Ibaratny asebatang pohon, "pohon" ilmu komunikasi mulai tumbuh dengan subur,  karena memang Sangat diperlukan oleh umat manusia pohon ilmu komunikasi mulai bercabang. Berbagai  cabang "pohon" ilmu kornunikasi, yang juga sebagai ilrnu murni (pure science), mulai bermunculan sebagai ilmu terpakai/terapan (applied sci- ence), seperti ilmu kehumasan, ilrnu periklanan, ilmu jurnalistik, ilmu publisitas,  ilmu propa-ganda, ilmu perang urat syaraf, ilmu penerangan,_dan pada era inforrnasi sekarang ini muncul ilmu perang informasi.
STRATEGI HUMAS BEATLES INDONESIA DALAM MEMPUBLIKASIKAN ACARA BEATLES NIGHT MELALUI MEDIA SOSIAL TWITTER Murtani, Hanafi; Wibowo, Lukman Adji
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.842 KB)

Abstract

Penelitian ini yang memfokuskan pada aktifitas publikasi Humas Beatles Indonesia dalam mempublikasikanprogram Beatles Night melalui media social twitter, maka penulis akan menjabarkan strategi publikasi HumasBeatles Indonesia dalam menjalankan strategi komunikasinya.Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi-deskripsi yang mendalam mengenai peranyang dijalankan Humas Beatles Indonesia selama proses komunikasi dalam mempublikasikan acara Beatles Nightmelalui media social (twitter).Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah 9 Langkah-langkah Humas, dimana dalam langkah tersebutdigunakan sebagai alat dalam membantu menjalankan sebuah strategi Humas yang dilakukan dalam penelitian.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja Humas BEATLES berada pada posisi yang baik dan memilikitingkat kredibilitas dan juga tingkat profesionalisme dalam memberikan informasi tentang kegiatan dan acarayang akan diadakan oleh Beatles Indonesia.

Filter by Year

2002 2025


Filter By Issues
All Issue Volume 24, No. 2 December 2025 Volume 24, No. 1 June 2025 Volume 23, No. 2 December 2024 Volume 23, No. 1 June 2024 Volume 22, No. 2 December 2023 Volume 22, No. 1 June 2023 Volume 21, No. 2 December 2022 Volume 21, No. 1 June 2022 Vol 20, No 2 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 20, No 1 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 20, No. 2 December 2021 Volume 20, No. 1 June 2021 Vol 19, No 2 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 19, No 1 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 19, No. 2 December 2020 Volume 19, No. 1 June 2020 Vol 18, No 2 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 18, No 1 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 18, No. 2 December 2019 Volume 18, No. 1 June 2019 Vol 18, No 1 (2019) Vol 17, No 2 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 17, No 1 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 17, No 2 (2018) Volume 17, No. 2 December 2018 Volume 17, No. 1 June 2018 Vol 17, No 1 (2018) Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 14, No 4 (2015) Vol 14, No 4 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 13, No 4 (2014) Vol 13, No 4 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 12, No 4 (2013) Vol 12, No 4 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 11, No 4 (2012) Vol 11, No 4 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 3 (2011) Vol 10, No 3 (2011) Vol 10, No 2 (2011) Vol 10, No 2 (2011) Vol 10, No 1 (2011) Vol 10, No 1 (2011) Vol 9, No 30 (2010) Vol 9, No 30 (2010) Vol 9, No 29 (2010) Vol 9, No 29 (2010) Vol 9, No 4 (2010) Vol 9, No 4 (2010) Vol 8, No 28 (2009) Vol 8, No 28 (2009) Vol 8, No 27 (2009) Vol 8, No 27 (2009) Vol 7, No 26 (2009) Vol 7, No 26 (2009) Vol 7, No 25 (2008) Vol 7, No 25 (2008) Vol 7, No 24 (2008) Vol 7, No 24 (2008) Vol 7, No 23 (2008) Vol 7, No 23 (2008) Vol 6, No 22 (2007) Vol 6, No 22 (2007) Vol 5, No 21 (2007) Vol 5, No 21 (2007) Vol 5, No 20 (2007) Vol 5, No 20 (2007) Vol 5, No 19 (2006) Vol 5, No 19 (2006) Vol 5, No 18 (2006) Vol 5, No 18 (2006) Vol 5, No 17 (2006) Vol 5, No 17 (2006) Vol 4, No 16 (2006) Vol 4, No 16 (2006) Vol 4, No 13 (2006) Vol 4, No 13 (2006) Vol 4, No 13 (2005) Vol 4, No 13 (2005) Vol 3, No 12 (2005) Vol 3, No 12 (2005) Vol 3, No 11 (2005) Vol 3, No 11 (2005) Vol 4, No 3 (2005) Vol 4, No 3 (2005) Vol 4, No 2 (2005) Vol 4, No 2 (2005) Vol 3, No 19 (2004) Vol 3, No 19 (2004) Vol 3, No 10 (2004) Vol 3, No 10 (2004) Vol 3, No 9 (2004) Vol 3, No 9 (2004) Vol 2, No 8 (2004) Vol 2, No 8 (2004) Vol 2, No 7 (2004) Vol 2, No 7 (2004) Vol 2, No 6 (2003) Vol 2, No 6 (2003) Vol 2, No 5 (2003) Vol 2, No 5 (2003) Vol 1, No 4 (2003) Vol 1, No 4 (2003) Vol 1, No 3 (2003) Vol 1, No 3 (2003) Vol 1, No 2 (2002) Vol 1, No 2 (2002) More Issue