Jurnal Media Analis Kesehatan
Jurnal Media Analis Kesehatan merupakan jurnal ilmiah berkalah yang diterbitkan oleh Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar Jurusan Analis Kesehatan dengan pISSN : 2087-1333, dan e-ISSN : 2621-9557. Media Analis Kesehatan merupakan merupakan jurnal ilmiah yang memuat tulisan ilmiah yang berkaitan dengan bidang ilmu analis kesehatan atau teknologi laboratorium medik. Keberadaan jurnal ini memberikan ruang bagi para tenaga analis kesehatan dan tenaga teknologi laboratorium medis untuk mempublikasikan tulisan ilmiahnya dalam jurnal yang lebih spesifik dengan mudah dan berkelanjutan. Sirkulasi media analis kesehatan poltekkes Makassar terbit setiap dua kali setahun.
Articles
128 Documents
PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA SAMPEL YANG MENGALAMI VARIASI LAMA PENUNDAAN PEMISAHAN
Novie Trisyani;
Syahida Djasang;
Zulfian Armah
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.707 KB)
|
DOI: 10.32382/mak.v11i1.1518
Mutu hasil pemeriksaan laboratorium klinik yang dikeluarkan harus terjamin keandalan dan kualitasnya, baik kualitas produknya maupun kualitas pelayanannya sehingga memenuhi harapan atau kepuasan pasien atau dokter. Permasalahan yang sering terjadi di laboratorium adalah pengumpulan sampel yang tidak dikerjakan dengan pemeriksaan langsung. Sampel mengalami penundaan dengan alasan-alasan tertentu. Kadar glukosa darah dapat mengalami proses penguraian atau proses glikolisis. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan Kadar Glukosa pada sampel yang mengalami variasi lama penundaan pemisahan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan melakukan pemeriksaan glukosa darah, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cara simple random sampling didapatkan sebanyak 10 sampel pada tanggal 20 Februari - 6 maret 2019 di Laboratorium Kimia Klinik Poltekkes Kemenkes Manado. Berdasarkan hasil analisis Uji Anova diperoleh harga F hitung 7.130 dengan signifikansi (p) sebesar 0.003 < 0.05, yang artinya didapatkan hasil penurunan yang signifikan. Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan kadar glukosa darah pada sampel yang mengalami variasi lama penundaan pemisahan. Diharapkan bagi para Ahli Tenaga Laboratorium Medik dapat memperhatikan tahapan pra analitik, agar sampel yang didapat segera diproses dan dipisahkan dari sel darah merah dan segera melakukan pemeriksaan Kata kunci : Glukosa Darah, Penundaan Pemisahan, Pra Analitik
EFEKTIVITAS BERBAGAI KONSENTRASI SERBUK KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERILL) SEBAGAI BAHAN PENGGANTI PEPTON PADA MEDIA PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS
Rahman Rahman;
Widarti Widarti;
Kalma Kalma;
Nihad Nihad
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.08 KB)
|
DOI: 10.32382/mak.v11i1.1554
Media adalah suatu substansi yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan jasad renik (mikroorganisme).Salah satu kandungan yang diperlukan media untuk pertumbuhan Candida albicans adalah sumber nitrogen yang berasal dari pepton yang mengandung protein.Pepton biasanya berasal dari ekstrak daging (hewani).Kedelai memiliki kandungan protein yang tinggi yang dapat dijadikan sebagai sumber pengganti pepton yang ada pada media pertumbuhan Candida albicans.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas berbagai konsentrasi serbuk kedelai (Glycine Max (L.)Merill) sebagai bahan pengganti pepton pada media pertumbuhan Candida albicans.Jenis penelitian ini adalah eksperimen sederhana dengan post test with control group. Penelitian inimenggunakan 2 replikasi dan 5 perlakuan yaitu media SDA sebagai kontrol, media serbuk kedelai dengan konsentrasi 1%, 3%, 5% dan 7%. Hasil data pertumbuhan Candida albicans kemudian disajikan dalam bentuk tabel kemudian dibahas secara narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata jumlah pertumbuhan Candida albicans pada media kontrol SDA sebanyak 92 koloni, pada media serbuk kedelai dengan konsentrasi 1% rerata 17 koloni, pada konsentrasi 3% rerata 87 koloni, pada kosentrasi 5% rerata 125 koloni dan rerata pada konsentrasi 7% yaitu 137 koloni. Kesimpulan bahwa kedelai dapat digunakan sebagai bahan pengganti pepton pada media pertumbuhan Candida albicans dengan menunjukkan hasil tidak efektif pada konsentrasi 1%, efektif pada konsentrasi 3% dan sangat efektif pada konstentrasi 5% dan 7%. Kata kunci :Efektivitas, Kedelai, Pepton, Media dan Candida albicans
TOTAL MIKROBIA JAMU SERBUK KEMASAN DAN TANPA KEMASAN PRODUK BANJARMASIN
Ratih Indah Sari;
Sri Sinto Dewi;
Wildiani Wilson
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (672.004 KB)
|
DOI: 10.32382/mak.v11i1.1298
Traditional powder herbs is a heritage from Indonesia used for medication. Requirements of traditional powder herbs are secure, good quality and useful. To keep quality so that it is not contain microbial. This study aims is to know total of microbial on packaging and without packaging herbs production of Banjarmasin. Method which is used is observational analytic. Samples in this study are packaging and without packaging herbs production of Banjarmasin. Counting total of microbial uses Total Plate Count method. The average total microbial of packing herb sample is 58.90%, while the average total microbial of packaging herb sampel is 65.20%. Data was analyzed using Mann Withney test and the result is 0,462 with p value <0,05 so there is no significan correlation between packaging herb total microbial. Keywords : Microbes, Non Packaging, Packaging herbs
EFEKTIFITAS BERBAGAI VARIASI KONSENTRASI BEKATUL TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans
Nurlia Naim;
Magfirah Arifuddin;
Hurustiaty Hurustiaty;
Zulfikar Ali Hasan
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32382/mak.v11i1.1514
Infeksi jamur kulit cukup banyak ditemukan di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh Candida albicans yaitu kandidiasis.Penyakit ini dapat diperiksa secara makroskopis dengan media SDA yang harganya cukup mahal, higroskopis dan tidak diperoleh sembarang tempat sehingga perlu dibuat media alternatif salah satunya yaitu menggunakan bekatul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berbagai variasi konsentrasi bekatul sebagai media alternatif terhadap pertumbuhan Candida albicans. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorik. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 5 Mei 2019 sampai 23 Mei 2019 di Laboratorium Mikrobiologi Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar. Obyek penelitian ini adalah bekatul dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% yang diujikan terhadap Candida albicans sebagai subyek penelitian. Media SDA (Sabouraud Dextrose Agar) digunakan sebagai control positif terhadap pertumbuhan Candida albicans. Hasil penelitian yang dieroleh mennunjukkan bahwa bekatul dapat digunakan sebgai media alternatif terhadap pertumbuhan Candida albicans pada konsentrasi minimal 5% sedangkan konsentrasi media bekatul yang efektif didapatkan pada konsentrasi 10% sampai dengan 15% yaitu secara makroskopik hampir sama bahkan lebih dari koloni pada media SDA. Disarankan agar pada penelitian selanjutnya dapat menguji pertumbuhan jamur pada media bekatul dari spesies yang beragam Kata kunci : Bekatu dan Candida albicans
KORELASI IgM SALMONELLA DENGAN SGOT PADA PASIEN SUSPEK DEMAM TYPHOID DI RUMAH SAKIT BAPTIS KEDIRI
Lidya Natalia Herawanti Sarira;
Jessi Suryani Setiawan
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (355.742 KB)
|
DOI: 10.32382/mak.v11i1.1463
Demam typhoid adalah suatu penyakit infeksi sistemik bersifat akut yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Penyakit ini merupakan penyakit endemik dan masih merupakan masalah kesehatan di negara berkembang seperti Indonesia. Diagnosa demam typhoid ditegakkan berdasarkan gejala dan pemeriksaan penunjang, diantaranya Rapid Test dan SGOT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi hasil pemeriksaan IgM Salmonella Rapid Test dengan kadar SGOT pada pasien suspek demam typhoid di Rumah Sakit Baptis Kediri. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian laboratorium studi korelasi (correlation study). Penelitian ini dilakukan dengan cara melihat hubungan antara gejala satu dengan gejala lain, atau variabel satu dengan variabel lainnya. Variabel yang diukur adalah pemeriksaan IgM Salmonella dan kadar SGOT, serta hasil pemeriksaan yang didapatkan. Berdasarkan analisa data uji Koefisien Biserial didapatkan r = 0.201, maka H1 diterima, menunjukan bahwa ada korelasi hasil pemeriksaan IgM Salmonella Rapid Test dengan kadar SGOT pada pasien suspek demam typhoid.Kata kunci: IgM Salmonella Rapid Test, Kadar SGOT, Pasien Suspek Demam Typhoid.
ANALISIS KADAR FLOURIDA PADA BEBERAPA AIR KEMASAN BERMERK YANG BEREDAR DI KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR
Nuradi Nuradi;
Jangga Jangga
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.253 KB)
|
DOI: 10.32382/mak.v11i1.1509
Air minum dapat pula mengandung flourida alami atau flourida yang memang ditambahkan sebagai bahan pelindung untuk gigi oleh perusahaan air minum. Namun, kehadirannya bukan tanpa kontroversi, karena di beberapa daerah, kadar flourida alami dalam air sudah diatas ambang batas yang dianggap aman oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menunjukkan tingkat yang aman dari flourida adalah 1,5 miligram per liter. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah berapakah kadar flourida pada beberapa merek air kemasan bermerek yang beredar di Kecamatan Rappocini Makassar. Jenis penelitian ini adalah merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan secara observasi laboratorik, yaitu dengan melakukan pemeriksaan kadar flourida pada air kemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ke 5 sampel air minum kemasan beberapa merek di Kecamatan Rappocini yaitu semuanya masih dalam nilai ambang batas normal. Oleh karena itu disarankan bahwa pada dosis yang besar, fluoride bisa membahayakan kesehatan, namun pada dosis yang kecil fluorida justru bermanfaat, oleh karena itu sebaiknya komsumsi air kemasan yang kadar flouridanya kurang dari 1 mg/l untuk bisa mencegah timbulnya karang gigi dan gigi yang berlubang.bor.Kata kunci : Flourida, Air Kemasan Bermerek
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SOSIAL EKONOMI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMK NEGERI 6 PALU
Lilis Suryani;
Rafika Rafika;
Sri Indra Astuti Sy Gani
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32382/mak.v11i1.1513
Anemia merupakan masalah gizi dengan prevalensi yang tinggi sebesar 46% dari seluruh populasi remaja yang ada. Remaja putri mudah terserang anemia karena pada umumnya masyarakat Indonesia (termasuk remaja putri) lebih banyak mengkonsumsi makanan nabati yang kandungan zat besinya lebih sedikit dibandingkan dengan makanan hewani. Hasil survei pendahuluan dilakukan pada bulan Januari 2017 di SMKN 6 Palu dengan cara pemeriksaan Hb menggunakan alat periksa digital pada 10 responden, didapatkan 5 responden dengan kadar HB < 12 gr/dL dan 5 responden memiliki kadar Hb ≥ 12 gr/dL. Tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sosial ekonomi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jenis penelitian cross sectional dan dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2017 di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Kota Palu. Populasi remaja putri 271 orang. Sampel berjumlah 162 orang, dengan teknik sampaling Simple random sampling. Analisis dengan uji chi square. Hasil diperoleh pengetahuan baik sebanyak 82 responden (50,6%), dan responden yang kurang baik sebanyak 80 responden (49,4%). Hasil uji chi square didapatkan nilai p = 0,000. Pendapatan tinggi sebanyak 97 responden (59,9%), dan pendapatan rendah sebanyak 65 responden (40,1%). Hasil uji chi square nilai p = 0,000. Kesimpulan ada hubungan pengetahuan dan sosial ekonomi dengan kejadian anemia pada remaja putri di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Saran perlu merutinkan program Puskesmas untuk memberikan tablet Fe kepada siswa/siswi dan mengevalusi kepatuhan siswa/siswi mengkonsumsi tablet sehingga angka kejadian anemia dapat dicegah. Kata kunci : pengetahuan, sosial ekonomi, remaja, anemia
UJI RESISTENSI PRIMER MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS TERHADAP INH (ISONICOTINYL HYDRAZIDE) PADA PENDERITA TUBERCULOSIS
Vania Claudy Rara Rante Allo;
Mursalim Achmad
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (320.071 KB)
|
DOI: 10.32382/mak.v11i1.1517
Latar belakang dari penelitian ini bahwa jumlah penderita TB berdasarkan data yang diperoleh dari Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat di Makassar pada tahun 2010, jumlah kasus TB adalah 4944 dan pada tahun 2011 dari bulan januari sampai bulan November adalah 5368. Dari data BBKPM Makassar pada tahun 2017 suspek penderita TB MDR berjumlah 2224 pasien dan penderita TB MDR berjumlah 24 pasien . Penelitian ini telah dilaksanakan pada BBKM Makassar dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling cara dengan ciri – ciri yang ditetapkan sampai jumlah kuota yang telah ditentukan tercukupi . Jenis penelitian ini adalah penelitian observasi laboratorik yang bersifat deskriptif, yang bertujuan untuk mengetahui hasil deteksi resistensi primer Mycobacterium tuberculosis terhadap INH (Isonicotinyl hydrazide) pada penderita tuberkulosis yang baru memulai pengobatan dengan metode PCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari 13 sampel yang diamplifikasi, didapatkan 4 (31%) sampel sputum penderita tuberkulosis yang baru memulai pengobatan resisten terhadap INH dan 9 (69%) sampel sputum penderita tuberkulosis yang baru memulai pengobatan sensitive terhadap INH dan terjadinya resistensi Mycobacterium tuberculosis terhadap INH dipengaruhi oleh mutasi pada beberapa gen , mutasi ini terutama terjadi pada gen katG, gen inhA, dan gen ahpC. Untuk penelitian selanjutnya disarankan dengan menggunakan sampel yang lebih banyak dan mencakup daerah yang lebih luas.Kata Kunci : Mycobacterium tuberculosis , Resistensi Primer , INH , Penderita Tuberkulosis, PCR
ANTIGEN NON STRUKTURAL 1 (NS1) SEBAGAI MARKER SUSPEK INFEKSI DENGUE
Budi Santosa;
Herlisa Anggraini;
Arista Kurnia Budi Fristiani
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (318.283 KB)
|
DOI: 10.32382/mak.v11i1.1476
Infeksi dengue masih merupakan masalah kesehatan global. Angka insidensi dari tahun ke tahun belum mengalami penurunan. Angka kematian dari penderita cukup tinggi dan salah satu sebabnya adalah keterlambatan dalam penanganan penderita. Pemeriksaan laboratorium sangat dibutuhkan dalam menegakkan diagnosis dini penderita suspek dengue. Antigen non struktural 1 (NS1) dianggap sensitif spesifik bereaksi dengan virus dengue sehingga dapat mendeteksi keberadaan virus ini pada awal infeksi (suspek). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hasil NS1 pada penderita suspek dengue. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dari pasien yang diduga terinfeksi virus dengue. Tanda-tanda virus dengue diperoleh dari catatan medis yang berupa masa demam dan hasil Rumple Leed (RL) dari RS Roemani, hasil NS1 diperoleh dari pemeriksaan laboratorium. Hasil pnelitian menunjukkan dari 30 pasien yang suspek dengue dengan gejala demam 0-2 hari terdapat 14 orang, RL positif 3, NS1 positif 5. Gejala demam 3-4 hari terdapat 15 orang, 1 RL positif dan 1 NS1 positif. Gejala demem 5-7 hari terdapat 1 orang dengan hasil NS1 negatif. Simpulan bahwa tidak semua suspek dengue di RS Roemani didapatkan NS1 positif. Gejala demam 0-2 hari 35%, demam 3-4 hari 6,6%, demam 5-7 hari 0%.
UJI DAYA HAMBAT BEBERAPA JENIS OBAT ANTIJAMUR PADA JAMUR YANG DI ISOLASI DARI KUKU KAKI
Ayu Minarni;
Widarti Widarti;
Rahman Rahman
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32382/mak.v11i2.1784
Kuku merupakan lempeng yang terbuat dari sel tanduk yang menutupi permukaan dorsal ujung jari tangan dan kaki. Jamur merupakan salah satu flora normal. Jamur yang termasuk dalam flora normal yang menginfeksi kuku adalah golongan dermatofita seperti Epidermaphyton floccosum. Tujuan penelitian ini untuk menentukan uji daya hambat obat antijamur dari golongan azol yaitu antijamur jenis obat griseofulvin, ketoconazole, intraconazole dan clotrimazole. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian bersifat deskripif yang dilakukan secara laboratorik melalui observasional daya hambat antijamur yang diisolasi dari kuku kaki. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Politeknik Kesehatan Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 10 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji daya hambat beberapa jenis antijamur tidak terjadi daya hambat pada jamur yang diisolasi dari kuku kaki oleh karena itu penelitian selanjutnya diharapkan melakukan pengambilan pengambilan sampel dengan jumlah subjek penelitian yang lebih banyak. Dapat dilakukan uji asimilasi ganda untuk mengidentifikasi spesies dari jamur sehingga jumlah dan jenis spesies lebih besar, bervariasi, dan lebih spesifik. Dapat dilakukan uji sensitivitas dengan obat antijamur yang lebih banyak.Kata kunci : obat antijamur, kuku kaki