cover
Contact Name
Jurnal Media Analis Kesehatan
Contact Email
mediaanalis@poltekkes-mks.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mediaanalis@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Media Analis Kesehatan
ISSN : 20871333     EISSN : 26219557     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Media Analis Kesehatan merupakan jurnal ilmiah berkalah yang diterbitkan oleh Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar Jurusan Analis Kesehatan dengan pISSN : 2087-1333, dan e-ISSN : 2621-9557. Media Analis Kesehatan merupakan merupakan jurnal ilmiah yang memuat tulisan ilmiah yang berkaitan dengan bidang ilmu analis kesehatan atau teknologi laboratorium medik. Keberadaan jurnal ini memberikan ruang bagi para tenaga analis kesehatan dan tenaga teknologi laboratorium medis untuk mempublikasikan tulisan ilmiahnya dalam jurnal yang lebih spesifik dengan mudah dan berkelanjutan. Sirkulasi media analis kesehatan poltekkes Makassar terbit setiap dua kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
PERBANDINGAN KADAR NIPAGIN PADA KECAP MIE INSTAN DAN KECAP BOTOLAN YANG DIPERJUALBELIKAN DI KOTA MAKASSAR Rahmawati Rahmawati; Anita Anita; Rezky Marwah Ulfa
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.157 KB) | DOI: 10.32382/mak.v10i2.1043

Abstract

Nipagin is a preservative that is allowed to use in food, but the levels should not exceed the maximum limit set by Permenkes RI No. 722 / Menkes / Per / IX / 88 about food additives that is 250 mg / kg. The purpose of this study was to determine the nipagin content contained in instant noodle soy sauce and bottled soy sauce in Makassar city using spectrophotometer uv-vis method using deniges and sodium nitrite 2% reagent. The results showed that the results of nipagin content ratio in soybean noodles and bottled soy sauce by UV-VIS spectrophotometer, soy noodle samples (A) were obtained at 0.0105 mg / g nipagin, 0.0135 mg / g noodle soy sauce, Soy noodles (D) 0.0108 mg / g, soy noodles (D) 0.012 mg / g, soy noodles (E) 0.0073 mg / g, soy sauce (A) 0.0182 mg / g, bottled soy sauce (B) ) 0.0079 mg / g, soy sauce (C) 0.01 mg / g, soy sauce (D) 0.0071 mg / g, soy sauce (E) 0.0152 mg / g. Positive contains nipagin when the color change becomes pink. The pink color formed measured its absorbance at a wavelength of 504 nm. The calibration curve was made in concentrations of 0, 15, 20, 22, 25, and 30 mg / ml and obtained the regression equation Y = 0.0022x-0.0017. The result of data analysis using t-test obtained p = 0,73> 0,05 meaning Ho accepted and Ha rejected, while result of manual analysis obtained by t-count (-0,3706) <t table (2,262), so it can be concluded that There was no significant difference between nipagin content of instant noodle soy sauce and bottled soy sauce. . Keywords: soy sauce, preservative, nipagin, spectrophotometer uv-vis
PLATELET AND HEMOGLOBIN CONCENTRATION IN TUBERCULOSIS PATIENTS WITH ANTI-TUBERCULOSIS MEDICATION kalma kalma; rafika rafika; Aulia R. Bahctiar
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.739 KB) | DOI: 10.32382/mak.v10i2.1302

Abstract

Penurunan kadar hemoglobin di bawah nilai normal didefinisikan sebagai anemia, anemia sendiri adalah fitur utama pasien dengan infeksi bakteri. Jumlah trombosit dalam sejumlah situasi kliniks dapat ditemukan pada penurunan jumlah trombosit (trombositopenia) yang terjadi karena trombosit terjadi lisis langsung dalam sirkulasi sehingga jumlah trombosit sering kurang dari jumlah semestinya. Penelitian ini mengetahui gambaran jumlah trombosit dan kadar hemoglobin pada pasien tuberkulosis yang komsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dalam masa pengobatan. Penelitian ini merupakan metode deskriptif untuk menggambarkan  jumlah trombosit  dan kadar hemoglobin. Pengambilan sampel dengan Purposive Sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 21 sampel diantaranya 7 pasien pengobatan 2 bulan, 7 pasien pengobatan 4 bulan dan 7 pasien pengobatan 6 bulan. Pengambilan sampel di Puskesmas Maccini Sawah dan dilaksanakan pemeriksaan di laboratorium hematologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar. Hasil penelitian didapatkan jumlah trombosit di bawah normal (trombositopenia)  (42,86%) dan normal (57,14%) pada waktu pengobatan 2 bulan. Sedangkan jumlah trombosit normal  (85,7%) , di atas normal (trombositosis) terdapat (14,3%) pada pengobatan 4 bulan dan Jumlah trombosit normal  (85,7%)  dan di atas normal (trombositosis) terdapat (14,3%) pada pengobatan 6 bulan.  Kadar hemoglobin normal (42,86%) dan anemia  (57,14%)  pada waktu pengobatan 2 bulan, sedangkan kadar hemoglobin normal (85,7%), anemia  (14,3%) pada waktu pengobatan 4 bulan dan kadar hemoglobin normal (85,7%) dan anemia  (14,3%) pada waktu pengobatan  6 bulan. Simpulan penelitian ini adalah jumlah trombosit  dan kadar hemoglobin pada penderita tuberkulosis yang konsumsi OAT selama 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan lebih banyak normal dibandingkan tidak normal. Kata kunci: Trombosit, Kadar Hemoglobin, Obat Anti Tuberkulosis (OAT)
PREVALENSI KECACINGAN GOLONGAN STH PADA MURID MI NURUL HAQ BATU SANTEK KABUPATEN LOMBOK UTARA Kadeq Novita Prajawanti; Denda Ajeng Angely M.P
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.365 KB) | DOI: 10.32382/mak.v10i2.1246

Abstract

Anak-anak memiliki prevalensi infeksi tertinggi dan rentan terhadap efek infeksi STH. Mulai masuk sekolah merupakan hal penting bagi tahap perkembangan anak. Banyak masalah kesehatan terjadi pada anak usia sekolah, misalnya pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) salah satunya adalah kecacingan.  Angka kejadian penyakit kecacingan sangat erat kaitannya dengan kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian kecacingan golongan STH (Soil Transmitted Helminth) pada murid Madrasah Ibtidaiyah Nurul Haq Batu SantekKabupaten Lombok Utara Tahun 2017. Jenis penelitian ini ialah survei deskriptif dengan 40 murid sebagai subjek yang berasal dari kelas 1-6 untuk diperiksa fesesnya. Prevalensi Kecacingan Golongan STH (Soil Transmitted Helminth) Pada Murid Madrasah Ibtidaiyah Nurul Haq Batu Santek, Desa Sambi Elen Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara Tahun 2017 sebesar 32%. Jenis cacing yang ditemukan adalah  Ascaris lumbricoides dan Trichiuris trichiura dengan proporsi infeksi terbanyak disebabkan oleh Ascaris lumbricoides (27,5%) dan menyusul Trichiuris trichiura (5%).
PROKALSITONIN DAN KULTUR DARAH SEBAGAI PENANDA SEPSIS DI RSUP DR WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Herman Herman; Rahman Rahman; Hari Asti
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.546 KB) | DOI: 10.32382/mak.v10i2.1316

Abstract

Deteksi dini sepsis sangat penting karena sepsis memiliki angka mortalitas dan morbiditas sangat tinggi. Kultur darah dan prokalsitonin adalah pemeriksaan untuk mendeteksi sepsis di RSUP DR Wahidin Sudirohusodo tetapi biasanya hasil prokalsitonin tidak sesuai dengan hasil kultur darah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis prokalsitonin dan kultur darah sebagai penanda sepsis di RSUP DR Wahidin Sudirohusodo Makassar. Ini adalah penelitian observasi laboratorik yang bersifat deskriptif dengan teknik consequtive sampling. Berdasarakan penelitian ini didapatkan hasil kultur darah berupa bakteri aerob, seperti Staphylococcus hominis ssp hominis, Staphylococcus haemolyticus, Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae ssp pneumoniae, Enterococcus faecalis, Escherichia coli, Burkholderia cepacia, Staphylococcus epidermidis, Enterobacter aerogenes, Burkholderia pseudomallei, Acinetobacter baumannii, Aermonas hydrophila, dan Enterobacter cloacae complex serta disimpulkan pula Prokalsitonin memiliki sensitivitas 100 % ,spesifisitas 65 %, akurasi 24 %. Pada penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Prokalsitonin memiliki sensitivitas yang sangat tinggi namun proklasitonin memiliki spesifitas dan akurasi yang rendah sebagai penanda sepsis di RSUP DR Wahidin Sudirohusodo Makassar.Kata kunci : Kultur Darah, Prokalsitonin, RSUP DR Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sepsis
ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF PARIJOTO FRUIT EXTRACT (Medinilla speciosa) ON BACTERIA EXTENDED SPECTRUM BETALACTAMASE (ESBL) ESCHERICHIA COLI AND METHICILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS (MRSA) Rizka Ayu Wahyuni; Inesya Yuliana Putri; Eden Lambang Jayadi; Muhammad Evy Prastiyanto
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1262.478 KB) | DOI: 10.32382/mak.v10i2.1250

Abstract

Infection is one of the causes of death and pain that occurs mainly in Indonesia. Infections can be caused by Gram-negative and gram-positive bacteria such as the Extended Spectrum Beta Laktamase, Escherichia coli (E. coli) and Methicilin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), which are one of the Strain of S. aureus. The study aims to determine the antibacterial activity of Aquadest extracts, Methanol, Ethyl acetat and N-hexane of Parijoto (M. speciosa), MIC and MBC values against ESBL E. coli and MRSA bacteria. The samples in this study were Parijoto fruit extracts concentration 100 mg/mL. In this research antibacterial activity using the method of diffuse with the MHA media, while to know the value of MIC using methods dilution with MHB and MBC media using BAP media. The results were characterized by the formation of the largest barrier zone on the 11.6 mm methanol extract, the smallest MIC yield on N-hexane and aquadest extracts with a value of 50 mg/mL, whereas on MBC tests each extract resulted in a value of 50 mg/mL and While the hate zone against the MRSA bacteria is obtained the largest diameter of the hate zone in the N-hexane solvent, which is 23.17 mm in average, the largest MIC value in the aquadest solvent at a concentration of 50 mg/ml, and the largest MBC value in methanol solvent Concentrations of 50 mg/ml. So that it can be concluded Parijoto fruit extract has the potential as an alternative substitute for chemical antibiotics against MRSA bacteria whereas for bacteria ESBL E. coli has no potential as an alternative to antibiotic substitute.Keywords : Antibacterial, Escherichia coli, Methicilin Resistant Staphylococcus aureus, Medinilla speciosa
PENGGUNAAN APD SAAT PENYEMPROTAN PESTISIDA DAN KADAR KOLINESTERASE DALAM DARAH PETANI DESA PASIRHALANG Gita Nur Fajriani; Suci Rizki Nurul Aeni; Dika Adhi Sriwiguna
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.188 KB) | DOI: 10.32382/mak.v10i2.1229

Abstract

Alat pelindung diri (APD) merupakan alat yang berfungsi untuk melindungi seseorang dengan cara mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. Petani merupakan salah satu pekerja yang membutuhkan APD dalam bekerja terutama saat menangani pestisida yang sifatnya beracun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan APD pada saat penyemprotan pestisida dengan kadar kolinesterase dalam darah petani di Desa Pasirhalang Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan survei analitik cross sectional. Sampel terdiri dari 43 orang petani. Data penggunaan APD diperoleh dari hasil wawancara semi terstruktur dan data kadar kolinesterasi didapatkan dari pemeriksaan langsung menggunakan alat Tintometer Kit. Analisis hubungan antarvariabel menggunakan analisis chi-square dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil penelitian diperoleh 83,7% petani tidak mengenakan APD lengkap dan 16,3% mengenakan APD lengkap saat menyemprot pestisida. Berdasarkan pengukuran kadar kolinesterase, 14% petani mengalami keracunan ringan dan 86% normal. Hasil analisis chi-square menunjukkan nilai asym-sig 2-sided 0,017 (< α=0,05). Hal tersebut menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara penggunaan APD lengkap dengan kadar kolinesterasi dalam darah petani di Desa Pasirhalang Kabupaten Bandung Barat.
PENGARUH KONSENTRASI ASAM ALKOHOL TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN BASIL TAHAN ASAM METODE ZIEHL NEELSEN Rezki Amelia; sitti Hadijah; Muhammad Nasir
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.271 KB) | DOI: 10.32382/mak.v10i2.1266

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit yang sampai saat ini masih menjadi penyebab utama kematian di dunia terutama di indonesia. penegakan diagnosis TB melalui pemeriksaan mikroskopis merupakan kunci utama untuk memulai pengobatan. Secara global di sepakati pemeriksaan dahak dengan menggunakan metode Ziehl Neelsen yang terdiri dari carbol fuchsin, asam Alkohol, Methylen Blue. Tujan penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar  pengaruh konsentrasi  Asam  Alkohol terhadap  hasil  pemeriksaan  Basil Tahan Asam metode Ziehl Neelsen. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi Asam Alkohol 1%, Asam Alkohol 3%, Asam Alkohol 6%, Asam Alkohol 9%, Asam Alkohol 12%. Jumlah sampel sebanyak 3 dengan jumlah perlakuan sebanyak 5, dan pembuatan preparat dengan cara triplo, maka di hasilkan preparat sebanyak 45. Hasil pewarnaan BTA dengan metode Ziehl Neelsen yang paling baik menggunakan Asam Alkohol 3%.Kata  kuci  :  Pemeriksaan  Mikroskopis  BTA,  Asam Alkohol
PERBEDAAN KADAR KOLESTEROL DAN TRIGLISERIDA SERUM DARI DARAH YANG DIBEKUKAN SEBELUM DISENTRIFUS DAN YANG LANGSUNG DISENTRIFUS nuradi nuradi; jangga jangga; Faedatul Isma
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.561 KB) | DOI: 10.32382/mak.v10i2.1315

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari kenyataan di lapangan saat pemeriksaan kimia klinik terdapat perbedaan dalam memperlakukan sampel darah, setelah mendapatkan sampel darah vena, darah langsung disentrifus tanpa dibekukan terlebih dahulu dengan maksud untuk mempersingkat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar kolesterol dan trigliserida serum dari darah yang dibekukan sebelum disentrifus dan yang langsung disentrifus. Jenis penelitian ini bersifat observasi laboratorik, dengan jumlah sampel sebanyak 20 sampel. Penelitian dilakukan pada tanggal 04 - 15 Maret 2019 di Laboratorium RSUD Massenrempulu Enrekang. Pada penelitian ini diperoleh hasil pemeriksaan kolesterol dengan nilai t hitung (24,3961) > t tabel (2,093), berarti ada perbedaan bermakna kadar kolesterol serum dari darah yang dibekukan sebelum disentrifus dan yang langsung disentrifus. Dan pemeriksaan trigliserida dengan nilai t hitung (22,5573) > t tabel (2,093), berarti ada perbedaan bermakna kadar trigliserida serum dari darah yang dibekukan sebelum disentrifus dan yang langsung disentrifus. Kata Kunci : Dibekukan , Kadar Kolesterol, Kadar Trigliserida
IDENTIFICATION OF RHODAMIN B IN CHILI SAUCE LOCAL PRODUCTION SALE IN TRADITIONAL MARKETS IN MAKASSAR CITY Widarti Widarti; syahida djasang
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.683 KB) | DOI: 10.32382/mak.v10i2.1257

Abstract

Saos cabai dalam kemasan yang berwarna merah sangat diminati dimasyarakat  karena penggunaanya sangat praktis dan harganya murah. Para pedagang pada umumnya kurang menjaga kwalitas bahan makanan dan produk olahanya  karena ingin mendapatkan untung yang besar tanpa memikirkan akibat yang ditimbulkan karena mengkonsumsi produk yang dihasilkan. Saos cabai yang dikemas dalam botol dalam proses pembuatanya pada umumnya ditambahkan pewarna untuk lebih menarik penampilan produknya. Bahan pewarna yang ditambahkan dipilih yang berwarna merah.Rhodamin B adalah zat pewarna yang dilarang untuk makanan dan dinyatakan sebagai bahan berbahaya karena dapat menimbulkan gangguan pada fungsi hati, bahkan kanker hati. Tujuan Penelitian ini untuk menginentifikasi Rhodamin B dalam saos lombok produksi lokal yang beredar  di Kota Makassar dengan metode kromatografi kertas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya zat pewarna Rhodamin B yang terkandung dalam saos Lombok produksi lokal yang dijual  dibeberapa pasar tradisional Kota Makassar. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan diambil sebanyak 6 sampel. Penelitian ini dilaksanakan pada 2018 di Laboratorium Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Makassar. Identifikasi Rhodamin B dilakukan dengan metode kromatografi kertas. Dari 6 sampel yang diperiksa ditemukan 5 sampel negative dan1 sampel mengandung  Rhodamin B . Disarankan kepada masyarakat agar lebih selektif dalam memilih makanan yang hendak dikonsumsi.
DESCRIPTION OF THE AMOUNT OF LYMPHOCYTE AND NEUTROPHIL RATIO IN ACUTE APPENDICITIS PATIENTS IN DR WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR HOSPITAL Maria Maria; nurlia naim; Zulfian Armah
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.298 KB) | DOI: 10.32382/mak.v10i2.1300

Abstract

Nilai leukosit terutama netrofil dan limfosit adalah pemeriksaan laboratorium dasar yang merupakan penanda yang sensitif pada proses inflamasi, dan dapat digunakan sebagai alat bantu diagnosis apendisitis( usus buntu) akut. Tujuan penelitian adalah mengetahui rasio neutrofil dan limfosit pada pasien apendisistis (usus buntu) akut. Penelitian dilakukan secara cross sectional analitik di RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo periode Mei - Juni  2019.  Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa secara deskriptidf. Diperoleh 30 sampel dengan apendisitis (usus buntu) akut. Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 15 sampel (50%) dari 30 sampel menunjukkan peningkatan ratio neutrofil , sebanyak 4 sampel (13%) menunjukkan penurunan ratio neutrofil, dan sebanyak 11 sampel (37%) menunjukkan ratio neutrofil yang normal. Untuk pemeriksaan ratio limfosit didapatkan sebanyak 19 sampel (63%) menunjukkan penurunan ratio limfosit dan 11 sampel (37%) menunjukkan ratio neutrofil yang normal. Disimpulkan bahwa Pemeriksaan Rasio Neutrofil dan Limfosit baik digunakan dalam memprediksi apendisitis akut.Kata Kunci : Neutrofil, Limfosit, Apendisitis (Usus Buntu) Akut

Page 6 of 13 | Total Record : 128