cover
Contact Name
Jurnal Media Analis Kesehatan
Contact Email
mediaanalis@poltekkes-mks.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mediaanalis@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Media Analis Kesehatan
ISSN : 20871333     EISSN : 26219557     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Media Analis Kesehatan merupakan jurnal ilmiah berkalah yang diterbitkan oleh Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar Jurusan Analis Kesehatan dengan pISSN : 2087-1333, dan e-ISSN : 2621-9557. Media Analis Kesehatan merupakan merupakan jurnal ilmiah yang memuat tulisan ilmiah yang berkaitan dengan bidang ilmu analis kesehatan atau teknologi laboratorium medik. Keberadaan jurnal ini memberikan ruang bagi para tenaga analis kesehatan dan tenaga teknologi laboratorium medis untuk mempublikasikan tulisan ilmiahnya dalam jurnal yang lebih spesifik dengan mudah dan berkelanjutan. Sirkulasi media analis kesehatan poltekkes Makassar terbit setiap dua kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
EFEK MONOSODIUM GLUTAMAT TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR Shely Ayu Lestari; Dita Pratiwi Kusuma Wardani; Tantri Analisawati Sudarsono
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i1.2000

Abstract

Monosodium glutamate (MSG) is a sodium salt of glutamic acid that naturally comes from vegetable and animal protein functioned as a taste enhancer. So far, the use of MSG in various countries has increased by 1 g / day and can have an impact on cell damage to several organs. The purpose of this study was to find out the effects of MSG on the liver histology of Wistar white rats (Rattus norvegicus). This study used Posttest Only Control Group Design consisting of 4 groups, as control and MSG treatment doses of 5 g / kg BW, 10 g / kg BW, and 15 g / kg BW for 14 days orally. Each group consisted of 6 male white rats (Rattus norvegicus) aged 2-3 months with a weight of 200-250 grams in good health. A day after 14 days of treatment, the rats' liver organs were taken and preparations were made using the paraffin method. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test. The results of research showed that the control group looked normal, while the P1 group had 40.5 (40-43)% cell abnormalities and 52.5 (27-56)% cell abnormalities. The P3 group showed the most significant liver cell damage, namely 60 (59-62)%. The results of the Kruskal-Wallis test analysis showed a significant difference of p = 0.034 between cell abnormalities and the dose level of MSG (p-value 0.05). It can be concluded that MSG administration in stratified doses can cause liver cell damage in the form of degeneration and necrosis. Giving a dose of MSG 15 g / kg BW for 14 days showed the most significant liver cell damage at 60 (59-62)%.Keywords: Cell Abnormality, Liver, Monosodium Glutamate
UJI SENSITIVITAS BERBAGAI JENIS ANTIBIOTIK TERHADAP SALMONELLA SP YANG DIISOLASI DARI PENDERITA DEMAM TYPHOID Artati Artati; Zulfian Armah; Aan Yulianingsih Anwar
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i1.2142

Abstract

Demam Enterik (Demam Typhoid) sindrom ini hanya ditimbulkan oleh beberapa jenis salmonella, yang terpenting adalah Salmonella Typhi (demam typhoid). Salmonella yang tertelan akan menscapai usus halus, dari usus halus Salmonella memasuki saluran limfatik dan kemudian masuk ke aliran darah. Terapi antimikroba untuk infeksi Salmonella invasif adalah dengan ampisilin, trimethoprim-sulfametoksazol, atau sefalosporin generasi ketiga. Resistensi terhadap terhadap berbagai obat yang di transmisikan secara genetik melalui plasmid diantara bakteri enterik merupakan masalah pada infeksi Salmonella. Tujuan penelitian untuk mengetahui sensitivitas beberapa antibiotik yang digunakan pada penderita demam typhoid. Metode isolasi menggunakan Bact/Alert dan identifikasi bakteri serta uji sensitivitas menggunakan vitek 2 compact. Hasil penelitian menunjukkan  uji sensitifitas terhadap salmonella sp untuk antibiotik amoxicillin dan ceftriaxone sensitif, ciprofloxacin intermediate, trimethoprim sensitif.Kata Kunci : Salmonella typhi,  Demam typhoid, Uji sensitivitas
PROFIL NILAI Neutrophil Lymphocyte RATIO (NLR) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE-2 Nurdin Nurdin; Kalma Kalma; Hasnawati Hasnawati; Hasnida Nasir
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i1.2070

Abstract

Diabetes Melitus (DM) Tipe-2 terjadi karena resistensi insulin sehingga terjadi hiperglikemia. Hiperglikemia akan merusak endotel dan menyebabkan terjadinya inflamasi. Salah satu parameter pemeriksaan inflamasi yaitu pemeriksaan Nilai NLR,   merupakan sebuah parameter pemeriksaan penanda inflamasi yang diperoleh dari nilai neutrofil / nilai limfosit, secara signifikan lebih tinggi pada pasien DM Tipe-2 yang mengalami komplikasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran nilai NLR pada Penderita Diabetes Melitus Tipe-2. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Jaury Jusuf Putera Makassar menggunakan alat Hematology Analyzer Mindray BC-5380. Pada penelitian ini menggunakan sebanyak 30 sampel penderita DM Tipe-2.   Penelitian ini dilakukan   dengan   menggunakan   jenis   penelitian   deskriptif.   Pada penelitian ini diperoleh hasil pemeriksaan nilai NLR pada penderita DM Tipe-2 yaitu sebanyak 26 sampel (86,67%) yang mengalami peningkatan nilai NLR dan sebanyak 4 sampel (13,33%) yang memiliki nilai NLR yang normal. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa nilai NLR dapat dijadikan sebagai penanda inflamasi pada penderita DM Tipe-2.
EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI SIRSAK TERHADAP MORTALITAS Pediculus humanus var. Capitis SECARA IN VITRO Ahdiah Imroatul Muflihah; Retno Sasongkowati
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i1.2002

Abstract

Pediculosis  capitis  adalah  gangguan  yang  disebabkan  oleh  infestasi  Pediculus humanus  capitis. Biji sirsak dapat berpotensi sebagai pedikulisida. Kandungan senyawa aktif dalam biji sirsak ini adalah Acetogenin, Annonain ,Flavonoid, dan Squamosin. Eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak biji sirsak sebagai pedikulisida. Penelitian ini bersifat eksperimental yang dilakukan pada bulan maret-juni 2017 di Laboratorium Parasitology Poltekkes Kemenkes Surabaya. Penelitian ini menggunakan sampel berupa kutu kepala sebanyak 160 ekor dengan masing masing kelompok 5 ekor kutu kepala yang diberikan perlakuan dengan menyemprotkan ekstrak biji sirsak dengan konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi paling efektif ialah 100% dalam waktu 10 menit, dan konsentrasi minimum adalah 10% dan 20% dalam waktu 50 menit.
KORELASI ANTARA KADAR TRIGLISERIDA (TG) DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUA KOTA MAKASSAR Kalma kalma; Nuradi Nuradi; Muhammad Asikin; Alfin Resya Virgiawan
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i1.2140

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang telah menjadi perhatian nasional maupun global. Saat ini PTM merupakan penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Keadaan dimana penyakit tidak menular masih merupakan masalah kesehatan penting dan dalam waktu bersamaan morbiditas dan mortalitas makin meningkat yang merupakan beban ganda dalam pelayanan kesehatan. Sehinnga menyebabkan pergeseran pola penyakit saat ini. Hipertensi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal sehingga bisa meningkatkan resiko kesakitan dan kematian. Telah dilakukan penelitian tentang Korelasi Antara Kadar Trigliserida (TG) Dengan Penyakit Hipertensi Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Batua Kota Makassar. Tujuan dari penilitian ini adalah mengetahui gambaran korelasi antara kadar Trigliserida dengan keadaan hipertensi. Metode yang digunakan dalam penentuan kadar Triglserida adalah dengan menggunakan metode Strip dengan menggunakan alat Auto Check Kolesterol. Sampel yang digunakan dalam penilitian ini adalah warga yang berada di wilayah kerja Puskesmas Mamajang Kota Makassar sebanyak 39 orang dengan keluhan hipertensi. Berdasarkan hasil penilitian didapatkan bahwa dari 39 responden terdapat 13 (33,3%) responden mengalami Hipertrigliserida atau kadar Trigliserida (TG) melebihi dari kadar normal ( ≥ 200 mg.dl), berdasarkan hasil analisis statistik dengan uji Chii Square Fisher Exact didapat nilai sebesar 0,289 dan nilai pada Symmetric Measures sebesar 0,388 > (ά 0,5), sehingga disaran agar setiap warga yang mengalami hipertensi untuk senantiasa melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala terutam pemeriksaan kadar Trigliserida.Kata kunci : Hipertensi, Trigliserida 
SURVEI KEBERSIHAN PERSONAL TERHADAP KEBERADAAN TELUR Trichuris trichiura PADA KUKU PETUGAS KEBERSIHAN DI KRIAN, SIDOARJO Acivrida Mega Charisma; Bunga Vicencia Dewantari; Farida - Anwari
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i1.1714

Abstract

Penderita infeksi Trichiuris trichiura tercatat 795 juta orang. Salah satu penularannya melalui perantara kuku tangan yang kotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan telur cacing Trichiuris trichiura dan hubungan kebersihan personal pada petugas kebersihan lingkungan di daerah Krian, Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional sebanyak 25 responden. Pemeriksaan sampel kuku menggunakan metode NaCl dan eosin. Kemudian di uji analisa secara statistik menggunakan fisher exact. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan adanya telur cacing Trichiuris trichiura sebanyak 2 responden (8%) dari 25 responden menggunakan random sampling. Hasil analisis seluruh kategori menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap keberadaan telur cacing Trichiuris trichiura dengan hasil signifikansi kebiasaan cuci tangan dengan sabun sebelum makan p-value = 0,480; kebiasaan cuci tangan dengan sabun setelah BAB p-value = 0,520; kebiasaan memotong kuku seminggu sekali p-value = 0,070; dan kebiasaan minum obat cacing tiap enam bulan sekali p-value = 1,000 . Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan kebersihan personal dengan keberadaan telur cacing TT yang signifikan namun ada beberapa kategori kebersihan personal yang kurang pada petugas kebersihan lingkungan berdasarkan hasil tabulasi silang sehingga telur cacing ditemukan pada penelitian ini.Kata kunci: Kebersihan personal, Kuku, Petugas kebersihan, Trichiuris trichiura
PROFIL PEMERIKSAAN PADA SEDIMEN URIN PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH MENGGUNAKAN ALAT DIRUI FUS-100 Zulfikar Ali Hasan; Rafika Rafika
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i1.2077

Abstract

Pemeriksaan sedimen urine bertujuan untuk mendeteksi dan identifikasi bahan yang tak larut dalam urine. Darah, ginjal, saluran genitourinaria bawah dan kontaminasi eksternal dapat memicu munculnya sedimen dalam urine seperti leukosit, eritrosit, sel epitel, silinder, bakteri, dan kristal non organik lainnya. Tujuan  penelitian ini  mengetahui profil pemeriksaan sedimen urin menggunakan alat Dirui Fus-100 pada pasien infeksi saluran kemi. desain deskriptif. Penelitian dilaksanakan di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo tahun 2020. Sampel penelitian ini adalah pasien suspek yang gejala klinis dan catatan medis sebanyak 30 orang yang diambil secara consequtive sampling 30 orang suspek ISK. Bahan pemeriksaan berupa sedimen urine menggunakan Dirui Urin Analyzer Fus-100. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 30 sampel urin dari pasien  infeksi saluran kemih didapatkan jumlah sel eritrosit memiliki nilai maksimun 189 HPF hampir semua sampel mengalami peningkatan dari nilai normal. Nilai sel leukosit yang terdeteksi juga menunjukkan nilai tinggi 254 HPF dari nilai normal. Begitu juga jumlah sel bakteri yang ditemukan dalam pemeriksaan alat ini memiliki nilai tertinggi 12 HPF. Diperoleh  jumlah eritrosit urine >3 HLP sebanyak 20 orang (67%). Sedangkan jumlah eritrosit urine 0- 3 HLP terdapat pada 10 orang (33%). Leukosituria sebanyak 20 orang (67%) memiliki jumlah eritrosit urine >4 HLP. Sedangkan pasien dengan jumlah leukosit urine 0- 4 HLP terdapat pada 10 orang (33%). Pasien memiliki bakteri urine sebanyak  24 orang (80%) memiliki jumlah bakteri urine 0- 1 HLP. Sedangkan pasien dengan jumlah bakteri urine >1 HLP terdapat pada 6 orang (20%).
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PENYAKIT HIPERTENSI DENGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMAJANG KOTA MAKASSAR Rahman Rahman; Nurdin Nurdin; Muhammad Nuralamsyah
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i1.2139

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Analisis hubungan antara penyakit hipertensi dengan kadar kolesterol total pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mamajang kota Makassar. Tingginya kadar kolesterol di dalam darah merupakan permasalahan yang serius karena merupakan salah satu faktor risiko dari berbagai macam penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan diabetes mellitus. Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan risiko terjadinya ateroklerosis yang merupakan penyebab PJK akan meningkat apabila kadar kolesterol total di dalam darah melebihi batas normal. Adapun yang menjadi tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui gambaran analisis hubungan kadar kolesterol total dengan tekanan darah penderita hipertensi. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode Cross sectional. Penentuan kadar kolesterol digunakan metode Point Of Care Test (POCT) dengan menggunakan alat Auto Check Kolesterol. Sampel yang digunakan dalam penilitian ini adalah warga yang berada di wilayah kerja Puskesmas Mamajang Kota Makassar sebanyak 50 orang dengan keluhan tekanan darah tinggi (Hipertensi). Berdasarkan hasil penilitian didapatkan bahwa dari 50 responden terdapat 31 (62%) responden mengalami kadar kolesterol melebihi dari kadar normal ( ≥ 200 mg.dl), Berdasarkan hasil statistik dengan uji Pearson Chi Squer didapatkan nilai signifikasnsi sebesar 0,764 > (ά 0,05) sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna. Dari hasil tersebut disaran agar setiap warga yang mengalami hipertensi untuk senantiasa melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala terutam pemeriksaan kadar kolesterol. Kata kunci : Hipertensi, Kolesterol Total, Puskesmas Mamajang
PENUNDAAN PEMERIKSAAN DIFFERENTIAL COUNT TERHADAP GAMBARAN SCATTERGRAM HEMATOLOGY ANALYZER CELL-DYN RUBY Gilang Nugraha; Nur Anita Ningsih
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i1.2036

Abstract

Dilaporkan bahwa penundaan pemeriksaan dapat mengubah morfologi leukosit pada sediaan apusan darah tepi. Cell-Dyn Ruby merupakan salah satu hematology analyzer 5-part differential dengan teknologi multiangle polarized scatter separation (MAPSS) yang membentuk scattergram WBC Differential dan scattergram NEU-EOS. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran scattergram diff count Cell-Dyn Ruby pada bahan pemeriksaan yang ditunda. Penelitian menggunakan desain Experimental Laboratory, pemeriksaan menggunakan hematology analyzer Cell-Dyn Ruby. Pemeriksaan 0 jam sebagai kontrol, pemeriksaan 6, 12 dan 24 jam sebagai perlakuan. Sebanyak 30 responden berpartisipasi dalam penelitian ini, gambaran scattergram setelah penundaan berupa peningkatan jumlah titik pada warna hitam dan merah muda, serta adanya pelebaran distribusi titik warna oranye. Berdasarkan uji statistik, terdapat perbedaan hasil pemeriksaan secara signifikan (P < 0,01) pada seluruh parameter pemeriksaan leukosit yang terdiri dari white blood cell (WBC), neutrofil segmen (SEG), neutrofil batang (BAND), immature granulocytes (IG), monosit (MONO), eosinofil (EO), basofil (BASO) dan limfosit (LYM). Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa penundaan pemeriksaan dapat terdeteksi oleh scattergram Cell-Dyn Ruby khususnya channel WBC Differential setelah penundaan 12 jam, dan terlihat secara nyata setelah penundaan 24 jam. Saran penelitian ini adalah pemanfaatan scattergram untuk tindakan verifikasi kelayakan bahan pemeriksaan dan perlunya ada penelitian lanjutan untuk validasi dengan hapusan darah serta adanya komparasi dengan alat lain yang memiliki teknologi berbeda.Kata kunci : Cell-Dyn Ruby, diff count, penundaan, scattergram
PROFIL PEMERIKSAAN SEDIMEN URINE PADA PASIEN TUBERCULOSIS DI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT MAKASSAR (BKPPM) Widarti Widarti; Zulfian Armah; Herman Herman; Sri Rahayu
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i1.2141

Abstract

Tuberculosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman MTB (mycobacterium tuberculosis) yang selama ini diatasi dengan menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik  dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping. Pemeriksaan sedimen  urine merupakan pemeriksaan yang penting untuk mengetahui adanya kelainan ginjal atau saluran kemih serta berat ringannya suatu penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan sedimen urine pada pasien tuberculosis. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Makassar (BKPMM) pada bulan april 2020. Jenis penelitian adalah deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 16 sampel pasien tuberculosis, dengan menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan pasien. Setelah dilakukan penelitian, didapatkan variasi yang representatif terhadap hasil pemeriksaan sedimen urine pasien tuberculosis dengan ditemukannya beberapa unsur sedimen dalam urine seperti unsur organik : eritrosit, leukosit, epitel dan unsur anorganik yakni Kristal oksalat dengan  rata-rata hasil pemeriksaan masih berada dalam status normal yang  merepresentasikan status klinis pasien. Untuk kasus tuberculosis sangat penting untuk memantau kondisi pasien dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memantau keberhasilan pengobatan.Kata Kunci : Tuberculosis, Antibiotik,  dan Sedimen urine

Page 9 of 13 | Total Record : 128