cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 367 Documents
PENGGUNAAN RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT (RAP) SEBAGAI BAHAN PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN AC-BC Desy Mayasari; Endang Seyawati Hisyam; Desy Yofianti
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.133-145.2026

Abstract

Penggunaan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) berpotensi menggantikan penggunaan agregat kasar baru pada campuran beraspal. Selain itu, penggunaan RAP dapat mengurangi biaya konstruksi serta mendukung pemeliharan perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik Marshall dan menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO) dari campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) yang menggunakan RAP. Spesifikasi yang digunakan adalah Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018. Jumlah benda uji sebanyak 40 buah dan jumlah tumbukan sebanyak 75 tumbukan pada setiap sisi benda uji. Variasi RAP yang digunakan yaitu: 0%; 50%; dan 100% sedangkan variasi kadar aspal adalah 4,5%; 5,0%; 5,5%; 6,0%; dan 6,5%. Karakteristik Marshall yang dianalisis terdiri dari VIM, VMA, VFB, stabilitas, flow, dan Marshall Quotient (MQ). Hasil analisis penggunaan RAP dalam campuran AC-BC berpengaruh terhadap nilai karakteristik aspal. Nilai karakteristik Marshall untuk VIM, VMA, stabilitas serta MQ mengalami penurunan dari variasi 0% RAP ke 100% RAP. Nilai VIM turun dari 7,204% (0% RAP) menjadi 3,562% (100% RAP). Nilai VMA juga turun dari 16,554% (0% RAP) menjadi 12,955% (100% RAP). Selanjutnya, nilai stabilitas turun dari 2.506 kg (0% RAP) menjadi 2.198 kg (100% RAP). Nilai MQ turun dari 1152,2 kg/mm (0% RAP) menjadi 438,6 kg/mm (100% RAP). Namun, kondisi sebaliknya terjadi peningkatan nilai VFB dan flow. Nilai VFB meningkat dari 53,188% (0% RAP) menjadi 77,329% (100% RAP), serta nilai flow meningkat dari 1,9 mm (0% RAP) menjadi 3,6 mm (100% RAP). Nilai KAO diperoleh sebesar 6,25% pada 0% RAP, 6,0% pada 50% RAP, dan 5,5% pada 100% RAP. Hasil ini menunjukkan bahwa RAP dapat digunakan sebagai bahan alternatif pengganti agregat kasar pada campuran AC-BC.
TREN DAN PEMETAAN PENELITIAN SISTEM KESELAMATAN KEBAKARAN BANGUNAN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW & STUDI BIBLIOMETRIK Farid Ryan Ridwansyah; Dewi Yustiarini; Naufal Ariq Pratama
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.216-230.2026

Abstract

Sistem proteksi kebakaran pada bangunan merupakan komponen krusial dalam menjamin keselamatan jiwa dan perlindungan aset. Kompleksitas desain bangunan modern, peningkatan kepadatan hunian, serta perkembangan teknologi menuntut pendekatan keselamatan kebakaran yang lebih komprehensif dan berbasis risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren, pendekatan dominan, serta arah pengembangan sistem proteksi kebakaran pada bangunan melalui metode Systematic Literature Review (SLR) yang diperkuat analisis bibliometrik. Proses seleksi literatur dilakukan menggunakan basis data Scopus dengan protokol PRISMA terhadap artikel yang diterbitkan pada periode 2016 hingga 2 Maret 2026 dan menghasilkan 24 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer mengidentifikasi tiga klaster utama yang merepresentasikan pendekatan berbasis risiko, evaluasi kinerja sistem proteksi, serta integrasi manajemen dan teknologi dalam keselamatan kebakaran. Hasil sintesis menunjukkan dominasi pendekatan risk-based dan probabilistik, peningkatan perhatian terhadap faktor manusia dan organisasi, serta berkembangnya integrasi sistem cerdas berbasis Internet of Things (IoT). Selain itu, strategi proteksi pasif dan pendekatan berlapis seperti defense-in-depth semakin dipertimbangkan dalam kerangka manajemen risiko bangunan. Secara keseluruhan, sistem proteksi kebakaran berkembang menuju pendekatan integratif yang menggabungkan aspek teknis, spasial, dan manajerial dalam satu kerangka sistemik. Temuan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai arah penelitian serta peluang pengembangan sistem proteksi kebakaran yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
PENGARUH VARIASI DIAMETER BETON POROUS TERHADAP KUAT TEKAN DAN PERMEABILITAS PAVING BLOCK KOMPOSIT Muhammad Rafani; Catur Anugrahwan; Gusti Saputra; Iin Arianti; Ikhwan Arief Purnama
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.175-186.2026

Abstract

Pertumbuhan pesat infrastruktur perkotaan telah secara signifikan mengurangi kemampuan infiltrasi air alami sehingga meningkatkan limpasan permukaan dan risiko banjir perkotaan. Penelitian ini mengembangkan paving block komposit berbasis Self-Compacting Concrete (SCC) dengan inti beton porous untuk meningkatkan kapasitas struktural sekaligus kemampuan infiltrasi air. Penelitian bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi diameter inti beton porous terhadap kuat tekan dan permeabilitas paving block komposit. Benda uji berbentuk heksagonal dengan ketebalan 100 mm dan variasi diameter inti beton porous sebesar 1½”, 2”, 2½”, dan 3” serta benda uji beton normal SCC dan porous. Penelitian menggunakan 6 variasi benda uji dengan masing-masing 3 sampel sehingga total benda uji sebanyak 18 spesimen. Perancangan campuran beton porous mengacu pada ACI 522R, sedangkan campuran SCC mengacu pada ACI 211 dan EFNARC. Pengujian meliputi densitas, permeabilitas, dan kuat tekan pada umur 28 hari. Variasi diameter 1½” menunjukkan keseimbangan performa terbaik dengan kuat tekan sebesar 44,88 MPa dan permeabilitas sebesar 2,66 mL/s. Secara umum, paving block komposit berbasis SCC mampu mengintegrasikan kapasitas struktural dan kemampuan infiltrasi air sehingga berpotensi diterapkan sebagai material perkerasan berkelanjutan di kawasan perkotaan.
Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan dan Tindakan Pengurangan Risiko Pada Bendungan Sutami Rizki Hamdani; Sukamta; Suharyanto
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.242-257.2026

Abstract

Disamping memberikan manfaat yang signifikan bagi kehidupan masyarakat, keberadaan bendungan juga menyimpan potensi risiko yang tidak dapat diabaikan. Keruntuhan suatu bendungan berpotensi menimbulkan banjir bandang yang mengakibatkan korban jiwa, kerugian harta benda, serta kerusakan lingkungan yang parah di kawasan hilir. Kondisi ini khususnya relevan bagi bendungan yang telah beroperasi dalam jangka waktu lama dan memerlukan kegiatan pemeliharaan intensif berupa perbaikan maupun rehabilitasi. Guna meminimalkan risiko kegagalan bendungan, diperlukan penilaian risiko yang komprehensif untuk menganalisis dan mengevaluasi potensi bahaya yang ada. Penelitian ini melakukan penilaian risiko Bendungan Sutami dengan menggunakan tiga pendekatan metode, yaitu metode pohon kejadian (event tree), dan metode tradisional, serta metode modifikasi ICOLD. Hasil identifikasi mode kegagalan menggunakan FMECA menunjukkan bahwa komponen kebocoran Waterway PLTA memiliki nilai kekritisan tertinggi (Cr = 64), sehingga menjadi prioritas utama analisis lanjutan. Temuan penelitian berdasarkan metode tradisional dan metode pohon kejadian menunjukkan nilai probabilitas kegagalan pada komponen kritis Bendungan Sutami berada pada kisaran 1,00E-05 hingga 3,65E-02, yang melampaui ambang kriteria risiko yang dapat diterima sehingga dikategorikan "Tidak Memenuhi". Adapun berdasarkan metode modifikasi ICOLD, diperoleh nilai indeks risiko sebesar 67 dengan klasifikasi risiko "Tinggi", yang mengindikasikan bahwa Bendungan Sutami memerlukan perhatian khusus berupa tindakan perbaikan teknis dan terjadwal untuk mereduksi risiko kegagalan
Analisis Perencanaan Fondasi Jembatan Gantung Pejalan Kaki Pada Tanah Lunak Heri Ilhamsyah; Yoga Marta Agustiawan; Sari Utama Dewi
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.162-174.2026

Abstract

Pembangunan jembatan gantung pejalan kaki pada daerah dengan kondisi tanah lunak memerlukan analisis struktur dan desain fondasi yang cermat untuk menjamin keamanan dan kinerja jangka panjang. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kinerja struktur serta merancang sistem fondasi pada jembatan gantung pejalan kaki bentang 80 m yang berlokasi di Sungai Cambai, Kabupaten Mesuji. Metode yang digunakan meliputi analisis pembebanan berdasarkan standar SNI dan AASHTO, pemodelan struktur untuk memperoleh gaya dalam (momen, geser, dan aksial), serta analisis geoteknik menggunakan data uji N-SPT untuk menentukan daya dukung fondasi tiang pancang dengan pendekatan metode empiris (API dan a-method).  Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh elemen struktur, termasuk pylon, blok angkur, breast wall, dan pile cap, memenuhi persyaratan kekuatan terhadap beban kerja dan beban ultimit, dengan tegangan yang terjadi masih berada di bawah kapasitas izin material. Pada aspek fondasi, penggunaan tiang pancang beton pracetak (spun pile) dengan panjang ±20–22 m mampu memberikan daya dukung aksial yang mencukupi pada lapisan tanah lempung, baik terhadap beban tekan maupun tarik. Evaluasi kapasitas geser dan rasio tulangan menunjukkan bahwa desain yang digunakan telah memenuhi ketentuan minimum SNI, sehingga struktur dinyatakan aman dan stabil.
PENILAIAN KERAWANAN PERLINTASAN SEBIDANG BERDASARKAN TIPOLOGI PENGAMAN Rifan Fathurrahman; Dewanti Dewanti; Sigit Priyanto
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.146-161.2026

Abstract

Perlintasan sebidang dewasa ini masih menjadi titik rawan kecelekaan karena terjadi pertemuan antara kereta api dan kendaraan jalan dalam satu ruang konflik. Di Indonesia, telah tercatat 1.499 kecelakaan dari tahun 2020 hingga 2024 dimana sekitar 24 kejadian dalam sebulan, termasuk di Kota Padang yang dimana tercatat 107 kecelakaan dari 2020 hingga 2024, dimana mobil yang paling dominan terlibat. Tingkat kerawanan dipengaruhi oleh fasilitas infrastruktur, visibilitas, geometrik, frekuensi kereta api, volume lalu lintas kendaraan, dan dampak dari kecelakaan. Selama ini penilaian berbasis dari inventarisasi serta riwayat kecelakaan, penelitian ini bertujuan menilai tingkat kerawanan di JPL 10, EWS 02, dan Jalan Pulai dengan tipologi pengamanan yang berbeda. Penentuan tingkat kerawanan menggunakan Australian Level Crossing Assessment Model melalui dimensi infrastruktur, paparan, dan konsekuensi. Data didapatkan dari hasil observasi dan wawancara di lapangan, serta data kecelakaan dari PT. Kereta Api Indonesia Divre II . Tiga lokasi perlintasan sebidang pada penelitian ini merepresentasikan tipologi pengamanan yang berbeda di Jalan Pulai tanpa portal pengaman, JPL 10 Jalan Jhoni Anwar berupa portal pengaman lengkap dengan sistem peringatan dini, dan EWS 02 Jalan Banjir Kanal dengan sistem peringatan dini dan tanpa portal pengaman yang dijadikan studi kasus. Dengan data primer karakteristik perlintasan sebidang dan volume lalu lintas kendaraan untuk data sekunder frekuensi kereta api dan riwayat kecelakaan kereta api pada perlintasan sebidang. Setelah skor risiko dihitung dengan mengalikan nilai faktor infrastruktur, faktor paparan, dan faktor konsekuensi, akan didapatkan perkiraan kecelakaan dan fatalistas, serta faktor pemicu kecelakaan pada setiap lokasi, lalu diberikan rekomendasi untuk penanganan risiko kecelakaan di perlintasn sebidang. Hasil penilaian kerawanan dengan Australian Level Crossing Assessment Model pada perlintasan sebidang didapatkan peringkat perlintasan tingkat risiko tinggi (0,21059) pada perlintasan tanpa portal pengaman di Jalan Pulai dengan perkiraan kecelakaan terjadi dalam 1 tahun , perlintasan dengan risiko sedang (0,10039) pada perlintasan dengan Early Warning System di EWS 02 Jalan Banjir Kanal dengan perkiraan kecelakaan terjadi dalam 2 tahun, dan perlintasan dengan risiko rendah (0,04721) pada perlintasan dengan portal pengaman di JPL 10 Jalan Jhoni Anwar dimana perkiraan kecelakaan terjadi dalam 4 tahun. Kelengkapan pada infrastruktur di perlintasan sebidang mempengaruhi keefektivitasan keselamatan pengemudi di perlintasan sebidang, dimana dengan infrastruktur yang baik dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pengemudi. Dari ketiga lokasi adanya fasilitas pengaman yang membatasi fisik terbukti efektif dalam menurunkan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang, meskipun yang memiliki volume lalu lintas yang tinggi.
PERILAKU ADSORPSI GEN RESISTENSI AMPISILIN PADA KARBON AKTIF DALAM PENGOLAHAN AIR Sri Anggreini; Neisya Shakila; Ade Jaya Saputra
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.231-241.2026

Abstract

Kontaminasi antibiotic resistance genes (ARGs) dalam air baku masih menjadi isu penting dalam sistem penyediaan air minum karena berpotensi mempercepat penyebaran resistensi antibiotik di lingkungan perairan. Teknologi pengolahan air konvensional belum sepenuhnya mampu menurunkan keberadaan kontaminan genetik tersebut secara optimal. Adsorpsi menggunakan karbon aktif menjadi salah satu alternatif yang banyak digunakan, namun informasi mengenai mekanisme interaksi dan kapasitas penyerapan ARGs berbasis plasmid masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik adsorpsi serta kapasitas penyerapan gen resistensi ampisilin (ampR) pada berbagai jenis karbon aktif dalam sistem pengolahan air minum. Eksperimen dilakukan menggunakan metode batch dengan sepuluh variasi karbon aktif, yang terdiri dari lima karbon aktif berbasis batubara dan lima berbasis kayu. Evaluasi kapasitas adsorpsi dilakukan dengan model isoterm Freundlich untuk menggambarkan hubungan antara konsentrasi kesetimbangan dan jumlah gen yang teradsorpsi pada permukaan adsorben. Model ini menghasilkan dua parameter utama, yaitu KF dan 1/n, yang masing-masing merepresentasikan kekuatan adsorpsi serta afinitas interaksi antara adsorbat dan adsorben. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai KF bervariasi tergantung jenis karbon aktif yang digunakan. Untuk karbon aktif berbasis batubara, nilai KF berada pada kisaran 1.28 x 10^-2 hingga 9.00 x 10^8 (copies mg^-1)1-1/n, sedangkan pada karbon aktif berbasis kayu berkisar antara 4.05 x 10^4 hingga 4.00 x 10^8 (copies mg^-1)1-1/n. Selain itu, nilai eksponen Freundlich (1/n) untuk seluruh sampel karbon aktif berada pada rentang 0.14-0.95. Rentang ini menunjukkan bahwa proses adsorpsi ampR berlangsung secara menguntungkan, yang mengindikasikan adanya afinitas yang baik antara gen resistensi ampisilin dan permukaan internal karbon aktif. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif memiliki potensi yang baik sebagai adsorben untuk mengurangi konsentrasi gen resistensi ampisilin dalam air. Variasi nilai parameter adsorpsi menunjukkan bahwa karakteristik material berpengaruh terhadap efisiensi penyerapan. Temuan ini memberikan pemahaman penting mengenai perilaku adsorpsi ARGs serta mendukung pengembangan teknologi pengolahan air yang lebih efektif dalam mengendalikan penyebaran resistensi antibiotik di lingkungan perairan.