cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PETIK
ISSN : 24607363     EISSN : 26146606     DOI : -
Jurnal Pendidikan Tekologi Informasi dan Komunikasi (PETIK) adalah Jurnal yang memiliki fokus dibidang Pendidikan, Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jurnal PETIK ber-issn : 2460-7363 dan e-ISSN : 2614-6606. Sedangkan terbitan pada Jurnal PETIK terbit sebanyak dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 365 Documents
Pengembangan Sistem Informasi Rumah Tidak Layak Huni Berbasis Website di Desa Ciwaru hillda amelia; Asep Mahpudin
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 No 2 September 2025
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v11i2.3080

Abstract

Abstrak Program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyediakan hunian layak bagi warga kurang mampu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi berbasis website untuk membantu pengelolaan data Calon Penerima Manfaat (CPM) RUTILAHU di Desa Ciwaru. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dengan model pengembangan perangkat lunak waterfall. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi yang dikembangkan memudahkan proses input, update, validasi, hingga pelaporan data CPM secara lebih efisien dan transparan. Pengujian sistem menggunakan metode black box menunjukkan bahwa semua fungsi berjalan sesuai harapan. Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan akurasi pendataan program RUTILAHU di Desa Ciwaru. Kata Kunci: Sistem Informasi; Website; RUTILAHU; Desa Ciwaru; Black Box Testing   Abstract The Uninhabitable House Program (RUTILAHU) is a government initiative to improve community welfare by providing decent housing for low-income residents. This study aims to develop a web-based information system to manage beneficiary candidate data (CPM) of the RUTILAHU program in Ciwaru Village. The method used is Research and Development (RnD) with a waterfall software development model. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. The results indicate that the developed information system simplifies the processes of input, update, validation, and reporting of CPM data in a more efficient and transparent manner. Black box testing shows all functions perform as expected. The implementation of this system is expected to improve service quality and data accuracy in the RUTILAHU program at Ciwaru Village. Keyword: Information System; Website; RUTILAHU; Ciwaru Village; Black Box Testing
Penerapan Model Pembelajaran Visual Dengan Berbantuan Media Flipbook Pada Motivasi Belajar Siswa Mata pelajaran Informatika Kelas VII SMPN 2 Ciwaru sri lestari; Dena Latif Setiawan
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 No 2 September 2025
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v11i2.3159

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain Non-equivalent control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling terpilih kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan VII C sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes dan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Model pembelajaran visual dengan menggunakan media Flipbook terhadap motivasi belajar siswa. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil kuesioner perbandingan rata-rata sebesar 9,83% dengan nilai pretest 17,72% menjadi 20,08%. Selain meningkatnya motivasi belajar siswa, hasil nilai belajar siswa juga meningkat dilihat dari rata-rata kelas eksperimen sebesar 87,40 dan kelas kontrol 78,84, sehingga diketahui rentang kenaikan skor akhir kelas eksperimen lebih besar 8,56 dibandingkan dengan kelas kontrol. Hasil analisis data uji paired sample t-test motivasi belajar siswa menggunakan software SPSS 26 didapatkan nilai thitung > ttabel yaitu u 3.892 > 1.71088 dan 22.126 > 2,068 dengan sig (2 tailed) = 0,000 < 0,05. Ho ditolak dan Haditerima yang berarti bahwa penerapan Model pembelajaran visual dengan menggunakan media Flipbook berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran Informatika di SMP Negeri 2 Ciwaru. Kata kunci : Model Pembelajaran Visual; Flipbook; Motivasi Belajar.   Abstract The method used in this research is Quasi-Experimental with a Non-equivalent control group design. The sampling technique used purposive sampling, selecting class VII B as the experimental class and VII C as the control class. Data collection used tests and questionnaires. Based on the research results, it can be concluded that the application of the visual learning model using Flipbook media affects student learning motivation. This is known from the questionnaire results, where the average ratio increased by 9.83% from a pretest value of 17.72% to 20.08%. Besides increasing student learning motivation, student learning outcomes also increased, as seen from the average score of the experimental class being 87.40 and the control class 78.84, indicating that the increase in the final score for the experimental class was 8.56 higher than the control class. The results of the paired sample t-test data analysis for student learning motivation using SPSS 26 software showed a t-count value > t-table, which is 3.892 > 1.71088 and 22.126 > 2.068 with a sig (2 tailed) = 0.000 < 0.05. Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that the application of the visual learning model using Flipbook media has an effect on the learning motivation of seventh-grade students in Informatics at SMP Negeri 2 Ciwaru. Keyword: Visual Learning Model; Flipbook; Learning Motivation
Pengembangan Aplikasi Cerita Rakyat Sape untuk Meningkatkan Literasi Budaya Generasi Muda di Kecamatan Sape Ardi Ramadhan; Ahyar; Nur Fitrianingsih; Ita Fitriati; Arif Rahman Hakim
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 No 2 September 2025
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v11i2.3162

Abstract

Abstrak Perkembangan pesat dalam ranah teknologi informasi dan komunikasi telah menghadirkan pergeseran fundamental dalam tatanan kehidupan manusia, termasuk dalam lingkup pendidikan. Temuan peneliti di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak generasi muda Sape yang tidak mengetahui tentang cerita rakyat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi Cerita Rakyat berbasis Android sebagai media literasi budaya dalam upaya melestarikan cerita rakyat Sape. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Aplikasi dikembangkan menggunakan platform Kodular dan divalidasi oleh dua ahli media. Uji coba dilakukan terhadap 25 pemuda berusia 15–24 tahun dengan metode pretest dan posttest. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 88,89%, sedangkan hasil uji efektivitas menunjukkan peningkatan skor literasi budaya dengan nilai N-gain rata-rata sebesar 0,64 yang termasuk kategori sedang menuju tinggi. Penelitian ini membuktikan bahwa aplikasi Cerita Rakyat efektif sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya lokal. Lebih dari itu, integrasi teknologi digital dengan konten budaya lokal memiliki potensi jangka panjang sebagai strategi kultural untuk memperkuat identitas lokal secara berkelanjutan dan lintas generasi di tengah arus globalisasi. Aplikasi ini juga berfungsi sebagai sarana dokumentasi budaya yang dapat direplikasi di daerah lain, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian nilai budaya melalui media digital yang adaptif dan inklusif. Kata Kunci: Teknologi Informasi, Pelestarian Budaya, Cerita Rakyat, Aplikasi Android, Literasi Budaya   Abstract The rapid advancement of information and communication technology has brought fundamental changes to human life, including in the field of education. Field findings indicate that many young people in Sape are still unfamiliar with their own local folktales. This study aims to develop an Android-based application called Cerita Rakyat as a cultural literacy tool to help preserve the region’s folktales. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The application was developed using the Kodular platform and validated by two media experts. It was tested on 25 youth aged 15–24 using a pretest and posttest approach. Validation results showed a feasibility rate of 88.89%, while effectiveness testing revealed an increase in cultural literacy scores, with an average N-gain value of 0.64, categorized as medium to high. The findings confirm that the Cerita Rakyat application is effective as an educational tool and a means of preserving local culture. Furthermore, integrating digital technology with local cultural content has long-term potential as a cultural strategy to strengthen local identity in a sustainable and intergenerational manner amidst globalization. The application also serves as a digital cultural documentation tool that can be replicated in other regions, encouraging youth engagement in preserving cultural values through inclusive and adaptive digital media. Keyword: Information Technology, Cultural Preservation, Folklore, Android Application, Cultural Literacy
Pengaruh Media Interland Untuk Meningkatkan Pemahaman Literasi Digital Siswa Dalam Menghadapi Ancaman Era Digital Muhammad Syahfiar; Asep Mahpudin
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 No 2 September 2025
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v11i2.3167

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak positif sekaligus tantangan, khususnya bagi kalangan pelajar yang aktif menggunakan internet. Rendahnya literasi digital menyebabkan siswa rentan terhadap berbagai ancaman digital seperti penipuan daring (phishing), perundungan siber (cyberbullying), dan pelanggaran privasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran Interland dalam meningkatkan pemahaman literasi digital siswa dalam menghadapi ancaman digital. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas VIII.H sebagai kelas eksperimen dan VIII.D sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 28 siswa. Instrumen penelitian berupa tes pretest dan posttest untuk mengukur tingkat literasi digital siswa. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor posttest kelas eksperimen sebesar 79,29, sedangkan kelas kontrol sebesar 67,14, dengan selisih peningkatan sebesar 12,15 poin. Uji hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa nilai Thitung sebesar 3,568 lebih besar dari Ttabel sebesar 2,032, dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,001 < 0,05. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Hasil ini membuktikan bahwa penggunaan media Interland memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman literasi digital siswa. Kata Kunci: literasi; media; digital; interland   Abstract The rapid development of digital technology brings both positive impacts and challenges, especially for students who are actively engaged with the internet. Low levels of digital literacy make students vulnerable to various digital threats such as online scams (phishing), cyberbullying, and privacy violations. This study aims to determine the influence of using the Interland learning media on improving students' understanding of digital literacy in dealing with digital threats. The research employed a quantitative method with a Pretest-Posttest Control Group Design. The subjects consisted of students from class VIII.H as the experimental group and VIII.D as the control group, with 28 students in each class. The research instruments were pretest and posttest to measure students’ digital literacy levels. The results showed that the average posttest score of the experimental class was 79.29, while that of the control class was 67.14, with an improvement difference of 12.15 points. The hypothesis testing using a t-test revealed that the t-value (3.568) was greater than the t-table value (2.032), with a significance value (p) of 0.001 < 0.05. Thus, there was a significant difference between the two groups. These findings demonstrate that the use of Interland has a significant influence on improving students' understanding of digital literacy. Keyword: literacy, media, digital, interland
Pengaruh Media Pembelajaran Tree Quiz Terhadap Hasil Belajar IPAS Kelas V SDN1 Gunungkarung Aldi Alamsah; Lousy loustiawaty
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2026): Volume 12 No 1 March 2026
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v12i1.3188

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS. Peneliti menggunakan media pembelajaran Tree Quiz sebagai solusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh media pembelajaran Tree Quiz terhadap hasil belajar siswa  pada mata pelajaran IPAS kelas 5 SD Negeri 1 Gunungkarung. Penelitian ini menggunakan metode Pre-eksperimen dan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berupa pilihan ganda. Desain penelitian ini menggunakan one grup pretest postes only design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 yang berjumlah 24 siswa dari 13 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, Wawancara, tes dan dokumentasi. Sampel yang digunakan adalah sampel jenuh dimana selalu populasi terlibat.  Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa media pembelajaran Tree Quiz berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar rata-rata nilai akhir pretest sebesar 66.88 dan rata-rata nilai akhir postest sebesar 83.33 Kata Kunci: Media Pembelajaran, Tree Quiz, Hasil Belajar, IPAS.   Abstract This research is motivated by the low learning outcomes of students in the subject of science and natural sciences. Researchers use the Tree Quiz learning media as a solution to improve student learning outcomes in the subject of science and natural sciences. This study aims to determine the effect of the Tree Quiz learning media on student learning outcomes in the subject of science and natural sciences in grade 5 of SD Negeri 1 Gunungkarung. This study uses a pre-experimental method and the instrument used in this study is a multiple-choice test. The design of this study uses a one-group pretest posttest only design. The population in this study were all 24 students in grade 5, consisting of 13 male students and 11 female students. Data collection techniques used were observation, interviews, tests and documentation. The sample used was a saturated sample where the population was always involved. The results of the study concluded that the Tree Quiz learning media has an effect on student learning outcomes, this is evidenced by the increase in learning outcomes with an average final pretest score of 66.88 and an average final posttest score of 83.33. Keywords: Learning Media, Tree Quiz, Learning Outcomes, Science.
Penerapan Metode Think, Pair, Share Berbantuan Animaker Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa MTSN 3 Kuningan Riyad Mukhtarul Alih; Ipan Ripai
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2026): Volume 12 No 1 March 2026
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v12i1.3196

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode pembelajaran Think, Pair, Share (TPS) yang dipadukan dengan media Animaker dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Informatika di MTsN 3 Kuningan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini ialah kelas VII 6 MTsN 3 Kuningan sebanyak 30 orang. Instrumen pengumpulan data berupa tes hasil belajar yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Terdapat perbedaan hasil belajar siswa sebelum pembelajaran menggunakan metode TPS mendapatkan nilai rata-rata pre test yaitu 41,67. Setelah diberikan perlakuan, hasil belajar siswa mendapat nilai rata-rata post test yaitu 74,67. Selain itu, respon siswa terhadap pembelajaran menunjukkan kategori “baik” dengan persentase sebesar 73,13%. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode TPS yang dikombinasikan dengan media Animaker efektif dalam meningkatkan hasil belajar serta membangkitkan minat dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran Informatika. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran interaktif yang memadukan metode kooperatif dengan media digital. Kata Kunci: Think, Pair, Share (TPS), Media Animaker, Hasil Belajar, Informatika   Abstract This study aims to analyze the application of the Think, Pair, Share (TPS) learning method combined with Animaker media in an effort to improve student learning outcomes in Informatics subjects at MTsN 3 Kuningan. The research approach used was quantitative with a pre-experimental one group pretest-posttest design. The sample in this study was 30 students of class VII 6 MTsN 3 Kuningan. The data collection instrument was a learning outcome test given before and after the treatment. There was a difference in student learning outcomes before learning using the TPS method, obtaining an average pre-test score of 41.67. After being given the treatment, student learning outcomes obtained an average post-test score of 74.67. In addition, student responses to learning showed a "good" category with a percentage of 73.13%. These findings indicate that the TPS method combined with Animaker media is effective in improving learning outcomes and arousing student interest and involvement in the Informatics learning process. This study is expected to be a reference for teachers to develop interactive learning that combines cooperative methods with digital media. Keyword: Think, Pair, Share (TPS), Animaker Media, Learning Outcomes, Informatics  
The Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Student Teams Activiement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa : Mata Pelajaran Informatika Kelas X Di SMK Negeri 1 Bokat Sri Wahyuni Dahlan
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2026): Volume 12 No 1 March 2026
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v12i1.3279

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil temuan tentang permasalahan hasil belajar pada mata pelajaran informatika dan ditemukannya model pembelajaran yang diguanakan masih bersifat konvensional. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Student Teams Actievement Divison (STAD) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Informatika di Kelas X TKJ SMK Negeri 1 Bokat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model quasi eksperimen, Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X TKJ SMK Negeri 1 Bokat yang berjumlah 50 siswa, terdiri dari kelas kontrol 25 siswa dan kelas eksperimen 25 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi pre-test, perlakuan, kemudian post test. Hasil belajar siswa pada kelas kontrol Skor Pre-Test rata-rata adalah 47.20, Skor Post-Test rata-rata meningkat menjadi 52.20. pada kelas Eskperimen skor Pre-Test rata-rata adalah 68.40, skor Post-Test rata-rata meningkat tajam menjadi 85.80. Peningkatan skor post-test di kelas eksperimen 17.40 poin jauh melampaui peningkatan di kelas kontrol 5,00, menunjukkan dampak positif yang  dari Model STAD. Hasil uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest pada kelompok eksperimen, serta antara kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan demikian, H0 ditolak dan Ha diterima, artinya penerapan model pembelajaran STAD berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Kata kunci: Hasil Belajar; Model STAD; Informatika Abstract This study was motivatedby findings regarding learning outcomes in computer scienceand the discovery that the learning model used was still conventional. The purpose of this study was to determine the effect of the Cooperative Student Teams Achievement Division (STAD) learning model on student learning outcomes in Informatics in Class X TKJ at SMK Negeri 1 Bokat. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental model. The sample in this study was class X TKJ SMK Negeri 1 Bokat, consisting of 50 students, comprising a control class of 25 students and an experimental class of 25 students. Data collection techniques included pre-tests, treatment, and post-tests. The learning outcomes of students in the control class had an average pre-test score of 47.20, and the average post-test score increased to 52.20. In the experimental class, the average pre-test score was 68.40, and the average post-test score increased sharply to 85.80. The increase in the post-test score in the experimental class of 17.40 points far exceeded the increase in the control class of 5.00, indicating a positive impact of the STAD model. The results of the hypothesis test using the Wilcoxon Signed Rank Test showed that the Asymp. Sig. (2-tailed) value was 0.000 (< 0.05). This indicates that there is a significant difference between the pretest and posttest scores in the experimental group, as well as between the control and experimental groups. Thus, H0 is rejected and Ha is accepted, meaning that the application of the STAD learning model has a significant effect on improving student learning outcomes. Keywords: Learning Outcomes; STAD Model; Informatics
Digitalisasi Manajemen Data IKU 3 dan IKU 4 Pada Program Studi Sistem Informasi Universitas Terbuka Menggunakan Metode Agile Irpan Kusyadi; Mochamad Bagoes Satria J; Dwi Astuti Aprijani; Mayang Anglingsari Putri
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 No 2 September 2025
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v11i2.3301

Abstract

Abstrak Pengukuran kinerja Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia saat ini mengacu pada delapan Indikator Kinerja Utama (IKU). IKU berfungsi sebagai alat ukur pencapaian yang memengaruhi pemberian insentif berbasis kinerja seperti insentif capaian IKU, dana penyeimbang, dan program kompetisi. Program Studi Sistem Informasi Universitas Terbuka menghadapi tantangan dalam pengelolaan data terkait IKU 3 (dosen berkegiatan di luar kampus) dan IKU 4 (praktisi mengajar di dalam kampus). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi manajemen data IKU 3 dan IKU 4 pada program studi sistem informasi Universitas Terbuka. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini yaitu metode Agile. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan menganalisis dari dokumentasi yang ada. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sistem informasi yang dikembahkan dapat memudahkan dalam pendokumentasian kegiatan yang berhubungan dengan IKU 3 dan IKU 4, mulai dari input kegiatan yang dilakukan sampai kepada penyajian laporan yang dapat dilakukan sesuai dengan template yang telah ditentukan. Pengujian sistem ini dilakukan dengan menggunakan metode black box testing yang menunjukan sistem berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem informasi yang dikembangkan dapat mempermudah pendokumentasian dan pelaporan IKU 3 dan IKU 4, serta telah berfungsi dengan baik berdasarkan pengujian black box. Kata Kunci: Digitalitasi data; Indikator Kinerja Utama (IKU); Metode Agile; Sistem Informasi Manajemen   Abstract The performance measurement of State Universities (PTN) in Indonesia currently refers to eight Key Performance Indicators (KPI). KPI serves as a measurement tool for achievement that influences the provision of performance-based incentives such as KPI achievement incentives, balancing funds, and competition programs. The Information Systems Study Program of Universitas Terbuka faces challenges in managing data related to KPI 3 (lecturers engaged in activities outside the campus) and KPI 4 (teaching practitioners on campus). This study aims to develop a data management information system for KPI 3 and KPI 4 in the Information Systems Study Program of Universitas Terbuka. The method used in developing this system is the Agile method. To collect data in this study, interviews, observations, and analysis of existing documentation were used. The results of this study indicate that the developed information system can facilitate the documentation of activities related to KPI 3 and KPI 4, starting from inputting activities carried out to presenting reports that can be done according to a predetermined template. Testing of this system was carried out using the black box testing method which showed that the system runs well according to its function. The results of this study indicate that the information system developed can facilitate the documentation and reporting of IKU 3 and IKU 4, and has functioned well based on black box testing. Keyword: Data digitization; Key Performance Indicators (KPI); Agile Methods; Management Information Systems
Pengembangan Modul Elektronik Materi Berpikir Komputasional Pada Mata Pelajaran Informatika Kelas X Di SMAN 1 Garut Demmy Dharma Bhakti; rahman ramadhan; Rivan Syahrul Falah
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 No 2 September 2025
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v11i2.3308

Abstract

Abstrak Pengembangan modul elektronik materi berpikir komputasional pada mata pelajaran Informatika di kelas X SMAN 1 Garut dilatar belakangi oleh pembaruan bahan ajar guna mengoptimalkan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini didasarkan pada pentingnya media pembelajaran yang menarik, interaktif dan dapat menunjang pemahaman siswa terhadap konsep berpikir komputasional dalam kurikulum merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model Alessi dan Trollip yang terdiri dari tiga tahap utama, yaitu tahap perencanaan (Planning), tahap desain (Design), dan tahap pengembangan (Development). Untuk validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media sebagai validator menggunakan angket penilaian, sementara untuk persepsi siswa dikumpulkan dengan cara melalui angket respon setelah uji Beta. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul berada dalam kategori skala likert “Sangat Layak” dengan rata-rata skor penilaian ahli materi sebesar 94% dan ahli media sebesar 91,05%. Persepsi siswa terhadap modul menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 93%, yang mencerminkan bahwa modul menarik, mudah dipahami, dan membantu pemahaman konsep. Dengan hal itu, maka modul elektronik yang dikembangkan dinyatakan “Sangat Layak” untuk nantinya digunakan pada pembelajaran informatika, terkhusus pada materi berpikir Komputasional di kelas X SMAN 1 Garut. Kata Kunci: Modul elektronik; Alessi & Trollip; Informatika; Bahan ajar.   Abstract The development of electronic modules on computational thinking material in the Informatics subject for class X at SMAN 1 Garut, is based on the renewal of teaching materials to optimize the utilization of technology. This research is based on the importance of attractive and interactive learning media that can support students' understanding of the concept of computational thinking in the independent curriculum. This research is a development research (Research and Development) using the Alessi and Trollip model, which consists of three main stages: planning stage, design stage, and development stage. Validation is carried out by subject matter experts and media experts as validators using assessment questionnaires, Meanwhile, students' perceptions were collected through response questionnaires after the Beta test. The validation results indicated that the module is in the category of 'Very Feasible' with an average score of skala likert 94% from content experts and 91.05% from media experts. Students' perceptions of the module showed a suitability level of 93%, reflecting that the module is engaging, easy to understand, and aids in conceptual understanding. Thus, the developed electronic module is declared 'Very Feasible' for use in Informatics learning, especially for computational thinking material in class X at SMAN 1 Garut. Keyword: Electronic module; Alessi & Trollip; Computer Science; Teaching materials
Manajemen Manajemen Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan lokal di MTs NU Hasyim Asy’ari 03 Honggosoco Jekulo Kudus niluh; Hery
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2026): Volume 12 No 1 March 2026
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v12i1.3427

Abstract

Abstrak Keberadaan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat memiliki urgensi penting untuk dilestarikan melalui proses pendidikan, terutama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang berkaitan langsung dengan kehidupan sosial, nilai, dan tradisi masyarakat. Di tengah arus modernisasi, integrasi nilai-nilai lokal dalam pembelajaran menjadi strategi yang relevan untuk memperkuat karakter peserta didik agar tetap berakar pada budaya daerah. Berdasarkan urgensi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal di MTs NU Hasyim Asy’ari 03 Honggosoco Jekulo Kudus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian lapangan (field study research) dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru IPS, kepala madrasah, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perencanaan pembelajaran dilakukan secara sistematis dengan menyesuaikan karakteristik siswa dan lingkungan sosial-budaya setempat, di mana nilai-nilai lokal seperti tahlilan, ziarah wali, rebo wekasan, dan santunan anak yatim diintegrasikan dalam RPP dan materi ajar; (2) Pelaksanaan pembelajaran menerapkan metode ceramah interaktif, diskusi, Contextual Teaching and Learning (CTL), dan Project Based Learning (PBL) yang menumbuhkan partisipasi aktif siswa dan sikap sosial-religius; (3) Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui tes tertulis, pengamatan sikap, dan proyek berbasis kearifan lokal untuk menilai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pembelajaran berbasis kearifan lokal terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis, empati sosial, serta karakter religius siswa. Kata Kunci: Manajemen Pembelajaran; Kearifan Lokal; Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS); Contextual Teaching and Learning (CTL); Project Based Learning (PBL) Abstract The preservation of local wisdom as a fundamental element of cultural identity has become increasingly urgent to integrate into the educational process, particularly in Social Studies (IPS), which is closely related to social life, values, and community traditions. Amid rapid modernization, embedding local cultural values into learning serves as a strategic effort to strengthen students’ character while maintaining their cultural roots. Based on this urgency, this study aims to describe the management of Social Studies learning based on local wisdom at MTs NU Hasyim Asy’ari 03 Honggosoco Jekulo Kudus, covering the stages of planning, implementation, and evaluation. This research employed a qualitative field study research approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of social studies teachers, the principal, and students. The results showed that (1) Learning planning was carried out systematically by adapting to students’ characteristics and the socio-cultural environment, where local traditions such as tahlilan, pilgrimage to wali graves, Rebo Wekasan, and charity for orphans were integrated into lesson plans and teaching materials; (2) Learning implementation applied interactive lectures, discussions, Contextual Teaching and Learning (CTL), and Project Based Learning (PBL) methods to enhance student participation and foster social-religious attitudes; (3) Learning evaluation used written tests, attitude observations, and local wisdom-based projects to assess cognitive, affective, and psychomotor aspects. The integration of local wisdom in IPS learning effectively improved students’ critical thinking, social empathy, and religious character Keyword: Learning Management; Local Wisdom; Social Studies (IPS); Contextual Teaching and Learning (CTL); Project Based Learning (PBL)

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2026): Volume 12 No 2 June 2026 Vol. 12 No. 1 (2026): Volume 12 No 1 March 2026 Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 No 2 September 2025 Vol. 11 No. 1 (2025): Volume 11 No 1 Maret 2025 Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No 2 September 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 No 1 Maret Tahun 2024 Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 9 No 2 Tahun 2023 Vol 9, No 1 (2023): Vol 9 No 1 Maret 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): Volume 9 No 1 Tahun 2023 Vol 8, No 2 (2022): Petik vol 8 no 2 tahun 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): Volume 8 No 2 Tahun 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol 8 No 1 Tahun 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): Volume 8 No 1 Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2021): Volume 7 no 2 Tahun 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): Volume 7 No 2 Tahun 2021 Vol 7, No 1 (2021): Vol 7 no 1 tahun 2021 Vol. 7 No. 1 (2021): Volume 7 No 1 Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2020): Vol 6 No 2 Tahun 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): Volume 6 No 2 Tahun 2020 Vol 6, No 1 (2020): Vol 6 No 1 Tahun 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Volume 6 No 1 Tahun 2020 Vol. 5 No. 2 (2019): Volume 5 No 2 Tahun 2019 Vol 5, No 2 (2019): Vol 5 No 2 Tahun 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): Volume 5 No 1 Tahun 2019 Vol 5, No 1 (2019): Vol 5 No 1 Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2018): Vol.4 No.2 Tahun 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): Volume 4 No 2 Tahun 2018 Vol 4, No 1 (2018): Vol.4 No.1 Tahun 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Volume 4 No 1 Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2017): PETIK Vol 3 No. 2 Tahun 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): Volume 3 No 2 Tahun 2017 Vol 3, No 1 (2017): PETIK Vol 3 No. 1 Tahun 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Volume 3 No 1 Tahun 2017 Vol. 2 No. 2 (2016): Volume 2 No 2 Tahun 2016 Vol 2, No 2 (2016): PETIK Vol 2 No. 2 Tahun 2016 Vol 2, No 1 (2016): PETIK Vol 2 No. 1 Tahun 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): Volume 2 No 1 Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2015): PETIK Vol 1 No. 1 Tahun 2015 More Issue