cover
Contact Name
Zawiyah:Jurnal Pemikiran Islam
Contact Email
zawiyahkendari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
zawiyahkendari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 24776149     EISSN : 2597955X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Zawiyah: Journal of Islamic Thought published by the Postgraduate of IAIN Kendari includes textual studies and field work with various perspectives on education, law, philosophy, history, theology, political science, and more. This journal serves as a scientific forum for lecturers, researchers and other communities, this journal invites scholars and researchers outside the Institute to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam and muslim society. Indonesian scholars can enrich studies through articles published in journals. Articles written in Indonesian have abstracts in English and with fair procedures for peer-review, Zawiyah publish research and studies relating to Islamic studies with various dimensions and approaches. Zawiyah: Journal of Islamic Thought is published twice a year, each issue focuses on the investigation of academics through comprehensive observations of Islamic Studies. This journal, serves as a forum for studying Islam in Indonesia and other parts of the world in local and global contexts. Therefore, researchers, writers, and readers from various scientific backgrounds have interacted scientifically
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019" : 10 Documents clear
EVALUASI PELAKSANAAN TUGAS PENGAWAS SEKOLAH DASAR DI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Akib - Akib
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v5i2.1439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas pengawas Sekolah Dasar di kota Kendari, Sulawesi Tenggara dalam merencanakan, melaksanakan dan menilai pelaksanaan supervisi akademik dan menilai pelaksanaan supervisi manajerial di sekolah binaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluasi program dengan menggunakan metode  deskriptif kualitatif, model goal oriented evaluation Ralph Winfred Tyler. Hasil penelitian mencakup perencanaan supervisi akademik dan perencanaan supervisi manajerial masih belum optimal karena masih ada pengawas sekolah yang  jarang bahkan ada yang tidak pernah menyusun perencanaan dan pelaksanaan supervisi akademik dan pelaksanaan supervisi manajerial masih belum optimal karena masih ada pengawas sekolah yang  jarang bahkan ada yang tidak pernah melaksanakan supervisi, sedangkan penilaian supervisi akademik dan penilaian supervisi manajerial masih belum optimal karena masih ada pengawas sekolah yang  jarang bahkan tidak pernah  melakukan penilaian supervisi.
Pengaruh Keadilan dan Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai IAIN Kendari Tamrin Tamrin; Abdul Kadir; Samrin Samrin; Syamsuddin Syamsuddin
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v5i2.1487

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dan menganalisis tentang pengaruh tidak langsung keadilan terhadap kinerja melalui komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cara mengumpulkan data melalui instrumen penelitian berupa angket kepada 82 pegawai PNS IAIN Kendari yang hasilnya kemudian diolah melalui program SPSS untuk mengetahui pengaruh antar variabel yang ada. Adapun populasi dalam penelitian ini berjumlah 161 orang dan sampel sebanyak 82 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh keadilan terhadap kinerja pegawai PNS IAIN Kendari melalui komunikasi sebesar 0,414 atau sebesar 44,1%.The aims of this research are to exam and analysis thatindirect effect of organizational justice on job performance trough communication. This research used a quantitative approach by means of collecting data through the questionnaires research instrument, and disseminate the questionnaire form to 82 employees civil servants of IAIN Kendari the result is then processed through the program SPSS to learn the influence between the existing variable. As for the population in this research are 161 employees and samples are 82 employees. Based on the results of this study, it is found that organizational justice has a indirect effect on job performance trough communication with 0,414 or 44,1%.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, KEPERCAYAAN (TRUST), PENDELEGASIAN WEWENANG, DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN GURU PADA SMA DI KOTA KENDARI Mansyur Suduri
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v5i2.1435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait pengaruh gaya kepemimpinan, kepercayaan, pendelegasian wewenang, dan komunikasi interpersonal terhadap pengambilan keputusan. Delapan puluh lima guru dipilih secara acak sebagai unit analisis dan data dianalisis dengan menggunakan analisis jalur setelah semua variabel dimasukkan ke matriks korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh langsung dari: 1) gaya kepemimpinan terhadap kepercayaan; 2) gaya Kepemimpinan terhadap pendelegasian wewenang; 3) gaya kepemimpinan terhadap pengambilan keputusan guru;  4) kepercayaan (trust) terhadap komunikasi interpersonal; 5) kepercayaan (trust) terhadap pengambilan keputusan guru; 6) pendelegasian wewenang terhadap komunikasi interpersonal; 7) pendelegasian wewenang terhadap pengambilan keputusan guru; dan 8) komunikasi interpersonal terhadap pengambilan keputusan guru. Hasil penelitian ini, menegaskan bahwa setiap perubahan ketepatan dalam pengambilan keputusan dipengaruhi oleh efektivitas gaya kepemimpinan, kepercayaan (trust), pendelegasian wewenang, dan komunikasi interpersonal. Oleh karena itu, keempat variabel tersebut harus dipertimbangkan dalam menciptakan dan mengembangkan pengambilan keputusan guru di Sekolah Menengah Atas di Kota Kendari.
FIQIH JALAN TENGAH (Mempertemukan Maqashid Syari’ah, Hukum, dan Realitas Sosial) Muhammad Ngizzul Muttaqin; Iffatin Nur
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v5i2.1509

Abstract

Sebagai agama dengan visi dan misi untuk membawa rahmat bagi alam semesta dan manfaat bagi umat manusia, Islam harus memiliki produk hukum yang responsif yang mampu menanggapi problematika manusia. Yurisprudensi Islam (fiqh) telah mengalami pergeseran dalam konstruksi dan perkembangan pemikiran. Karena paradigma tekstual telah runtuh dan digantikan oleh paradigma kontekstual, perkembangan pemikiran hukum Islam telah mengalami terobosan besar. Namun, perkembangan pemikiran hukum Islam selalu berjalan berdampingan dengan perkembangan jaman yang membawa berbagai masalah kehidupan bersamanya. Untungnya, muncul teori-teori baru tidak hanya dalam metode pembentukan hukum Islam tetapi juga dalam pendekatan hukum yaitu pendekatan untuk memperoleh manfaat (maṣlaḥah / maqāṣid sharī'ah) sebagai maksud dan tujuan dari penerapan hukum Islam. Penelitian ini adalah penelitian pustaka melalui tinjauan literatur yang ekstensif dan bertujuan untuk menyelaraskan dan menyatukan tiga elemen: tujuan syariah, produk hukum, dan realitas sosial. Temuan dalam penelitian ini diharapkan mampu dan relevan untuk menciptakan fiqih jalan tengah yang dapat berinteraksi dengan permasalahan manusia yang aktual dan kontemporer
Teologi Sains, Mengatasi Dikotomi Sains-Agama Perspektif Islam hasan basri
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v5i2.1506

Abstract

Dikotomi sains-agama yang terjadi di negeri-negeri kaum muslimin merupakan warisan bangsa-bangsa Barat dan Eropa yang telah menjajah mereka, terutama abad 18-20 M. Dikotomi tersebut telah menimbulkan kemunduran ilmu pengetahuan dan teknologi serta kerugian nonmateri berupa pola berpikir umat Islam yang terkontaminasi dengan pola dikotomis dan sekularisme. Upaya menghentikan dikotomi itu telah banyak dilakukan oleh pemikir kaum muslimin dengan gagasan integrasi antara sains dengan agama. Namun, upaya itu tampaknya kurang efektif, bahkan cenderung melanggengkan dikotomi itu sendiri. Kedudukan sains di sisi agama sebenarnya sederhana. Allah Swt. menurunkan hukum alam bagi setiap makhluk dan menurunkan wahyu kepada manusia berakal. Antara wahyu dengan hukum alam selalu selaras karena bersumber dari Pencipta, Allah Swt. Dengan kemampuan akalnya, manusia mampu melakukan penyelidikan terhadap alam dan fenomenanya serta mengungkap rahasia keteraturan dan juga keganjilan alam semesta, yang mengantarkan manusia mengetahui dan menemukan Penciptanya. Dengan kemampuan akal pula manusia mengkaji wahyu sehingga semakin mudah dipahami dan semakin tampak kesesuainnya dengan sains. Mengatasi dikotomi yang terjadi saat ini, konsep yang tepat adalah teologisasi sains melalui pola interanneal, yakni hubungan saling menguatkan. Agama mendorong untuk melakukan kajian ilmiah tentang alam dan fenomenanya. Sementara sains dan teknologi menguatkan keimanan dan memudahkan manusia dalam memenuhi tugas utamanya di bumi ini.
Historical, Philosophical and Sociological Arguments of the Sharia Enforcement Struggle by the KPSI in South Sulawesi Ahmad Faisal
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v5i2.1574

Abstract

Artikel ini membahas argumen historis, filosofis, dan sosiologis perjuangan penegakan syariat Islam oleh Komite Penegakan Syariat Islam (KPSI). Secara historis, proponen pendukung KPPSI menyakini bahwa ide perjuangan syariat memiliki akar historis yang kuat di daerah ini. Begitu pula argumen filosofis dan sosiologis. Tetapi, meskipun benar bahwa argumen-argumen yang mendasari keinginan untuk memberlakukan syariat Islam itu sebagian besarnya dapat dibenarkan secara normatif, namun kenyataan bahwa secara politik tidak terdapat situasi yang dapat diinterpretasikan sebagai alasan pembenar yang mendasar untuk menuntut gagasan itu, menjadikan gagasan tersebut masih sebatas wacana. Apalagi, jika kemudian perjuangan ke arah itu ditempuh lewat mekanisme politik dengan tuntutan adanya payung hukum berupa otonomi khusus, maka tampaknya gagasan tersebut terasa kurang populer. This article analyses the historical and philosophical-sociological arguments of the struggle for the enforcement of Islamic law by the Islamic Sharia Enforcement Committee (KPSI). Historically, proponents supporting KPPSI believe that the idea of the Shari'a struggle has strong historical roots in this area. The same goes for philosophical and sociological arguments. The arguments underlying the desire to enforce Islamic law are largely and normatively justified. However, this study has found out that there is no political situation that can be interpreted as a fundamental justification for demanding the idea makes the idea still a discourse. In fact, the struggle within KPSI’s direction pursued through political mechanisms too, with the demand for a legal umbrella in the form of special autonomy. Therefore, the idea of the enforcement of Islamic law, the author argues, seems to be less popular.
NILAI EDUKATIF DALAM TRADISI MOLONTALO Muh. Arif; Awin Y. Lagarusu
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v5i2.1533

Abstract

Artikel ini menguraikan tentang molonthalo/tondalo, tradisi generasi yang dipegang oleh komunitas Gorontalo, molonthalo/tondalo tradisi upacara ketika kehamilan isteri telah mencapai 7-8 bulan masa kehamilan, dan ini hanya dilakukan selama kehamilan pertama. Tradisi ini tidak hanya bertujuan untuk mengetahui kedudukan bayi di dalam rahim, tetapi juga sebagai isyarat bahwa isteri itu sungguh sakral. Peringatan bahwa tidak ada kehamilan sebelum menikah dan bayi yang dikandung adalah hasil dari perkawinan hukum, serta doa dan terima kasih memberikan akan terus diikuti oleh keturunan keluarga. Temuan penelitian menunjukkan bahwa prosesi molonthalo di Gorontalo Utara umumnya mirip dengan prosesi di daerah lain di Provinsi Gorontalo.  Ini terdiri dari tiga fase, yaitu: pertama, perbaikan hal yang diperlukan dalam molonthalo, menerapkan bentuk perangkat tradisional dan objek budaya, kedua, pelaksanaan Molonthalo, dan ketiga, penutupan yang ditandai dengan doa dan disteribusi toyopo dan tombulu. Namun, jika dilihat dari elemennya, maka prosesi molonthalo harus memenuhi lima unsur, yaitu: pertama, unsur fardy (pribadi), kedua, unsur makani (tempat), ketiga, unsur zamani (waktu), keempat, unsur adawati (set peralatan), kelima, unsur lafadzi  (lafadz). Nilai pendidikan Islam yang ada pada tradisi molonthalo, terdiri dari dua nilai, yaitu nilai Ilahiyah dan nilai insaniyah. Nilai ilahiyah terdiri dari, a) nilai tauhid, yang terdiri dari: pertama, dikr, kedua, memenuhi perintah Allah dalam bentuk menjaga sifat manusia, ketiga, menghindari larangan Allah, dan keempat, berterima kasih kepada Tuhan. b) nilai ibadah terdiri dari: pertama, shalat kedua, membaca ayat-ayat al-Qur'an, dan ketiga, Sholawat, dan c) nilai Muamalah yang mengandung sikap/saling menolong. Adapun nilai insaniyah, itu terdiri dari a) nilai etika di mana dalam bentuk menjaga kehormatan. Ini mencakup pertama, menghindari karakteristik tercela kedua, suami rasa tanggung jawab dan toleransi, ketiga, suami tumbuh kasih sayang untuk isteri, keempat, posisi suami sebagai pemimpin. Yang kedua adalah b) nilai estetika. Ini menghasilkan dalam bentuk nilai keindahan pada pakaian tradisional yang digunakan, objek adat yang ganjil dan berdering segitiga c) nilai sosial, yang mencakup sikap yang baik dan perilaku dalam istilah, pertama, memberikan sedekah dan saling berbagi kedua, tumbuh dan memperkuat hubungan keluarga, dan ketiga, tumbuh sikap saling kerjasama dan silaturrahim. This article elaborates molonthalo/tondalo, a tradition for generations that held by Gorontalo community The molonthalo/tondalo tradition the ceremony when the wife’s pregnancy has reached 7-8 months of pregnancy period, and this will only be conducted during the first gestation. The tradition was not only purposively aimed of knowing the position of the baby in the womb, but also as intimation that the wife’s truly sacred. The admonition that no pregnancy before marriage and the baby being conceived was the result of the legal marriage, as well as the prayer and thanks giving will be continue to be followed by the family descendants. Research finding shows that, molonthalo procession in North Gorontalo was generally similar to the procession in other region in Gorontalo Province.  It consisted of three phases, namely: First, reparing things needed in molonthalo, implementing the form traditional device and culture objects, Second, Molonthalo Implementation, and Third, closing that marked with prayer and disteribution toyopo and tombulu. However, if it was viewed from its elements, then molonthalo procession must fulfill five elements, namely: First, Fardy element (personal), Second, makani element (place), Third, zamani element (time), Fourth, Adawati element (sets of equipment), Fifth, lafadzi element (lafadz). The values of Islamic education that exist on molonthalo tradition, consist of two values, those were Ilahiyah value and Insaniyah value. Ilahiyah value consist of, a) Tauhid value, that consist of: First, dikr, Second, fulfill Allah commands in the form of keeping human nature, Third, avoid Allah’s prohibition, and Fourth, thank god. b) Worship value consists of: First prayer, Second read verses of the holy Qur’an, and Third sholawat, and c) Muamalah value that contain attitude/ helping each other. As for insaniyah values, it consist of a) ethic value in which in form of keeping the honor. It covers First, avoiding the despicable characteristics Second, husband responsibility sense and tolerance, Third, growing husband’s affection to wife, Fourth, positioning husband as a leader. The second one was b) aesthetics value. It yielded in the form of the value of beauty on traditional clothing being used, the custom objects that odd number, and rang triangle c) sosial value, which include good attitude and behavior in term of, First, give alms and mutual sharing Second, grow and strengthen of family relationship, and Third, grow attitude mutual cooperation and frienship.
HUBUNGAN KESIAPAN BELAJAR DAN SELF EFFICACY DENGAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 5 KENDARI Ermawati Ridwan; Imelda Wahyuni; Ros Mayasari
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v5i2.1535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui; 1) Gambaran kesiapan belajar, self efficacy dan keaktifan belajar siswa, 2) hubungan kesiapan belajar dengan keaktifan belajar siswa, 3) hubungan self efficacy dengan keaktifan belajar siswa, dan 4) hubungan kesiapan belajar dan self efficacy dengan keaktifan belajar siswa di SMP Negeri 5 Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini berjumlah 1242 orang, Sampel penelitian ditetapkan secara stratified random sampling sebanyak 93 siswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial setelah memenuhi uji persyaratan, normalitas dan linearitas, multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Pengujian hipotesis menggunakan analisis korelasi dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; kesiapan belajar dan self efficacy serta keaktifan belajar siswa sudah terlaksana dengan cukup baik, hal ini terlihat dari kesiapan belajar yang dimiliki siswa, mampu membuat siswa untuk lebih berkonsentrasi dan berpartisipasi aktif dalam menerima pelajaran, dan kemampuan siswa dalam menjalankan tugas yang diberikan, sehingga tercipta keaktifan belajar yang baik. Kesiapan belajar berhubungan positif dan signifikan dengan keaktifan belajar siswa, self efficacy berhubungan positif dan signifikan dengan keaktifan belajar siswa, kesiapan belajar dan self efficacy berhubungan positif dan signifikan secara simultan dengan keaktifan belajar siswa di SMP Negeri 5 Kendari. Kedua variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 30,6% sedangkan sisanya sebesar 69,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini artinya semakin baik kesiapan belajar dan self efficacy yang dimiliki siswa, maka akan semakin baik dan positif pula keaktifan belajarnya. Sehingga berimplikasi pada siswa untuk belajar secara aktif dan menggali imformasi secara mandiri serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam proses pembelajaran.
Dakwah Pemberdayaan Perempuan: Telaah Pemikiran Qasim Amin Tentang Kesetaraan Gender Muhammad Haramain
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v5i2.1403

Abstract

Artikel ini menguraikan pemikiran Qasim Amin tentang kesetaraan gender dalam perspektif dakwah pemberdayaan perempuan. Wanita dalam Islam sebenarnya mempunyai kedudukan yang tinggi, tetapi adat-istiadat yang berasal dari luar Islam mengubah hal tersebut, sehingga wanita Islam akhirnya cenderung memiliki kelas yang rendah dan terbelakang. Ide Muhammad Abduh inilah yang kemudian dikembangkan oleh Qasim Amin dalam karya-karyanya. Gagasan Qasim Amin banyak membahas reposisi wanita dalam bidang pendidikan, pemakaian hijab, dan kedudukannya dalam lingkungan keluarga. Bagi Qasim Amin, salah satu penyebab kemunduran umat Islam disebabkan oleh ketertinggalan kaum wanitanya. Pendidikan bagi wanita bukan hanya untuk kepentingan mengatur rumah tangga secara baik, tetapi lebih daripada itu untuk dapat memberikan didikan dasar bagi anak-anak mereka. Wanita tidak akan mencapai derajat atau eksistensi yang sempurna, jika selalu berada dalam keterpasungan dan mengikuti tradisi lama. Oleh karena itu, wanita perlu diberi kebebasan berkarya sesuai dengan fitrah dan petunjuk syariat. Pemikiran Qasim Amin menyangkut kedudukan wanita dalam kehidupan keluarga adalah dari segi perkawinan, poligami, dan talak. Selanjutnya, gagasan-gagasan Qasim Amin ini sejalan dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia, khususnya UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI).
KEHIDUPAN MASYARAKAT BIMA PADA KEPEMIMPINAN SULTAN MUHAMMAD SALAHUDDIN TAHUN 1915-1951 M Al Qautsar Pratama
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v5i2.1372

Abstract

Perkembangan kehidupan masyarakat Bima tidak terlepas dari berdirinya sistem kesultanan yang banyak mengubah kehidupan masyarakat Bima dari masa ke masa.Sultan-sultan yang memimpin dan memerintah di Kesultanan Bima memberikan corak dan warna yang berbeda terutama pada masa kepemimpinan Sultan Salahuddin memerintah tahun 1915-1951. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan masyarakat Bima pada kepemimpinan Sultan Salahuddin memerintah baik dari segi politik, pemerintahan, sosial-buadaya, keagamaan, ekonomi dan pendidikan.Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, maka dari itu penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Metode ini memiliki tahapan-tahapn tertentu diantaranya heuristik, kritik, intrepretasi dan historiografi.Teori yang digunakan diantaranya teori politk, kepemimpinan, dan teori the great man.hasil penelitian ini menunjukan bahwa kehidupan masyarakat Bima pada masakepemimpinan Sultan Salahuddin memerintah sangat dinamis. Dalam bidang politik rakyat Bima bersama Sultan gencar melakukan perlawanan terhadap Belanda dan Jepang dengan berbagai oragnisasi politik yang dibentuk untuk melawan cengkraman penjajah.Dalam bidang pemerintahan Sultan Salahuddin membentuk lembaga hukum berbasis hukum Islam.Dalam bidang ekonomi rakyar Bima memiliki corak kehidupan agraris dan perdagangan.Dalam bidang sosial keagamaan masyarakat Bima hidup dalam keharmonisan.Dan dalam bidang pendidikan masyarakat Bima tidak hanya mengenal pendidikan formal namun juga pendidikan berbasis agama Islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 10