cover
Contact Name
Zawiyah:Jurnal Pemikiran Islam
Contact Email
zawiyahkendari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
zawiyahkendari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 24776149     EISSN : 2597955X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Zawiyah: Journal of Islamic Thought published by the Postgraduate of IAIN Kendari includes textual studies and field work with various perspectives on education, law, philosophy, history, theology, political science, and more. This journal serves as a scientific forum for lecturers, researchers and other communities, this journal invites scholars and researchers outside the Institute to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam and muslim society. Indonesian scholars can enrich studies through articles published in journals. Articles written in Indonesian have abstracts in English and with fair procedures for peer-review, Zawiyah publish research and studies relating to Islamic studies with various dimensions and approaches. Zawiyah: Journal of Islamic Thought is published twice a year, each issue focuses on the investigation of academics through comprehensive observations of Islamic Studies. This journal, serves as a forum for studying Islam in Indonesia and other parts of the world in local and global contexts. Therefore, researchers, writers, and readers from various scientific backgrounds have interacted scientifically
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
PEMIKIRAN TAJDID SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB DALAM KITAB AL-USHUL ATS-TSALATSAH Finsa Adhi Pratama; Ira Trisnawati
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v7i2.3104

Abstract

Kondisi sosial keagamaan masyarakat Islam yang terpuruk serta merajalelanya kebodohan sangat berdampak pada pergeseran nilai-nilai agama yang murni. Munculnya berbagai macam kesyirikan, sihir, bid’ah, tahayul, khurafat dan maksiat membuat kaum muslimin semakin jatuh dalam kegelapan ilmu. Realita seperti inilah yang menjadi motivasi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mencetuskan pemikiran tajdid (pembaharuan) dalam Islam. Tulisan memfokuskan pada pemikiran tajdid Syaikh Muhammad  bin Abdul Wahhab dalam Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan studi penelitian kepustakaan dengan cara mengkaji serta menelaah berbagai data yang berhubungan dengan tajdid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Kesimpulan yang diperolah dari tulisan ini adalah bahwa pemikiran tajdid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah Ruju’ ila al-Kitab wa As-Sunnah (kembali kepada Alquran dan As-Sunnah), yakni menjadikan Alquran dan As-Sunnah sebagai landasan dasar dakwahnya dengan menghilangkan segala keyakinan dan ibadah yang tidak sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam. Ia adalah seorang ulama Ahlussunnah bermazhab fikih Imam Ahmad bin Hambal. Pemikiran tajdid yang dilakukan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bukan hanya berdampak di masyarakat Islam di wilayah Saudi Arabia saja, namun pengaruhnya hampir menjamah ke seluruh negeri-negeri Islam.
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MENGGUNAKAN MODEL EVALUASI CIPP Aris Try Andreas Putra; Rianti Zarita; Nurhafidah Nurhafidah
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v7i2.3459

Abstract

Artikel ini akan membahas tentang evaluasi program pendidikan agama Islam dengan menggunakan model evaluasi CIPP.  Kajian penulisan artikel menggunakan kajian literature. Adapun hasil pembahasan adalah sebagai berikut: 1) Model CIPP (Context, Input, Proses, Product) adalah model evaluasi yang dikembangkan oleh Daniel Stufflebeam dan kawan-kawan di Ohio State University. Keempat model evaluasi tersebut merupakan satu rangkaian yang utuh. Akan tetapi Stufflebeam mengatakan bahwa pelaksanaannya seorang evaluator tidak harus menggunakan keseluruhannya. Keunikan pada model-model tersebut adalah pada setiap tipe evaluasi terkait dengan perangkat pengambilan keputusan dan operasi sebuah program. 2) program pendidikan agama Islam dapat dievaluasi mengguanakan model CIPP, 3) dengan menggunakan evaluasi CIPP program pendidikan agama Islam dapat menunjukan beberapa aspek, yaitu sisi koonteks, input, proses dan produk.
DINAMIKA KEPRIBADIAN DALAM PRESPEKIF PSIKOLOGI ISLAM: TELAAH KRITIS PEMIKIRAN IMAM AL – GHOZALIE Fikiy Afriyanto; Abdul Muhid
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v7i2.3036

Abstract

Kepribadian adalah bagian dari ruh yang membentuk kehidupan manusia menjadi satu kesatuan, tidak terpisahkan kapasitasnya. Memahami kepribadian menyiratkan pemahaman mengena diri sendiri, atau pemahaman individu secara total.Sigmunnd Freud menjelaskan bahwa ada tiga komponen dalam konstruksi tersebut karakter, khususnya id, citra diri, dan kepribadian super. kepribadian menurut psikologi islam adalah koordinasi pengaturan hati, kecerdasan, dan kepentingan manusia yang mengarah pada perilaku. Sudut nafsani manusia memiliki tiga kekuatan, tepatnya: (1) hati (fitrah ilahiyah)sebagai bagian dari supra-kesadaran manusia yang memiliki kekuatan nafsu (perasaan); (2) penilaian yang baik (fitrah insaniah) sebagai bagian dari kesadaran manusia yang memiliki kekuatan psikologis(membuat); (3) keinginan (fitrah hayawaniyah) sebagai bagian dari pra atau kejelasanorang yang memiliki kekuatan konasi (tujuan). Elemen karakter ke dalam Ada tiga sudut pandang Islam, yaitu kepribadian ammarah (nafsal-ammarah), kepribadian lawwamah (nafsal-lawwamah), ahlak muthmainnah(nafsalmuthmainnah). Gagasan tentang budi pekerti yang diindikasikan oleh pertimbangan al-Ghazali, misalnya,naluri manusia, dorongan dan perasaan, konstruksi roh, tipologi karakteristik manusia, dan teknik peningkatan Moral (mengarahkan). Dari keseluruhan gagasan tentang kepribadian al-Ghazali, hal tersebut menjadi pertimbangan lengkap oleh seorang pemandu dengan tujuan agar hasil konsultasi yang paling ekstrem menjadi mendalam pemanfaatan strategi perbaikan moral seperti strategi taat syariah, teknik kemajuan diri dan teknik untuk kufin
DIMENSI EUFEMISME HADIS-HADIS TENTANG SEKSUALITAS DALAM KUTUB AL-TIS’AH Muhandis Azzuhri; Hasan Asy'ari Ulamai; Athoillah Islamy
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v7i2.2760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap eufemisme pada matan hadis-hadis seksualitas dan menelusuri penyebab terjadinya pergeseran makna pada kosa kata hadis-hadis seksualitas. Sumber data penelitian ini adalah hadis-hadis seksualitas dalam Kutub al-Tis’ah. Sementara itu, jenis penelitian ini masuk kategori penelitian kualitatif yang berupa kajian pustaka. Teori yang digunakan adalah teori eufemisme. Metode pengumpulan datanya dengan teknik dokumentasi, dan teknik analisis datanya menggunakan teknik referensial dan teknik translasional. Terdapat dua kesimpulan besar penelitian ini. Pertama, matan dalam hadis-hadis seksualitas dieufemiskan dalam bentuk kinayah, qiyas, majaz dan metonimi dalam redaksi yang berbeda-beda. Kedua, variasi kosa-kata seksualitas dalam Hadis mengalami pergeseran makna dari makna sebenarnya yang disebabkan indikator-indikator tekstualnya (القرائن النصّيّة), situasi performa teks (ظروف أداة المقال) dan indikator-indikator kondisionalnya (القرائن الحالية).
MEETING POINT OF WAHDAT AL-ADYAN AND RELIGIOUS PLURALISM (A Study on the Thought of Ibn 'Arabi and John Hick) Ahmad Nurcholis; Muhammad Ngizzul Muttaqin; Heri Efendi
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v7i2.3168

Abstract

Wahdat al-Adyan promoted by a Sufi figure Ibn ‘Arabi is always associated with religious pluralism developed by Christian religious figure John Hick. The recent understanding of religious pluralism has been assumed to take the legitimacy from Wahdat al-Adyan concept. So it can be understood that the understanding of religious pluralism is a legacy of the Islamic intellectual tradition and teachings. Historically, the concept of Wahdat al-Adyan developed by Ibn ’Arabi then became Wahdat al-Wujud. This concept shows that the concept of God is absolute, while the other is just relative. This is library research. It discusses the concept of Wahdat al-Adyan by Ibn ‘Arabi’s and religious pluralism by John Hick. The purpose of this research is to uncover the meeting point and relationship of Wahdat al-Adyan and religious pluralism. The research findings show that these two concepts have very significant differences in their sources and implications of thought, it indicates that Wahdat al-Adyan and religious pluralism do not have the same rationale.
MANAJEMEN PEMBINAAN KEAGAMAAN ISLAM PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Akib Akib; Roihan Zaki Amani
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v7i2.2834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pembinaan pendidikan agama Islam pada narapidana di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Kendari. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data, dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui trianggulasi teknik, sumber, dan waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pembinaan narapidana oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kendari dilaksanakan secara terencana, teratur, terorganisasi dari tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi sehingga mengahsilkan peningkatan pengetahuan agama Islam dan akhlak para narapidana. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat, lembaga pendidikan, dan lembaga pemasyarakatan tentang urgennya pengembangan manajemen pembinaan keagamaan Islam.Kata Kunci: Manajemen, Pembinaan Pendidikan Agama Islam 
DOMINANSI MAJELIS TAKLIM: MENAKAR TRANSFORMASI PAHAM RADIKALISME Ashadi L. Diab; Asni Asni; Andi Yaqub
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v7i2.3153

Abstract

Majlis ta'lim as the gateway for Islamic education that must face the problems that arise due to the development of an increasingly globalized world, is required to continue to improve its quality so that it can play a bigger role in bridging the gap between the real conditions of Muslims, so that it is reflected and realized a knowledge and Islamic social action. The process is ideally balanced with mental and character cultivation that enables the members of the assembly to be able to face life's problems. Mental and character that has been internalized within will become whole and unified in the soul, thus forming personal integrity. The notion of radicalism which leads to terrorism is an important understanding for the people in the city of Kendari. Community contact with radicalism is certainly not something that appears by itself in the midst of society. The notion of radicalism arises because of the communication process of conversations with others, both discussions about politics, economics, and various things, especially discussions about the understanding of religion which recently have very sharp differences and one of the places where religious understanding is studied is the Taklim Council. This study uses a qualitative method with a descriptive analytical approach. Data sources are primary and secondary data sources. Data collection methods used are observation, interviews and documentation with sampling techniques. This study shows three stages in dealing with the understanding of radicalism through the taklim assembly, first starting with the form of conciliation with the materials presented later by the taklim board administrators, so that it is not only jihad material through suicide bombings but studies that are mutual respect and respect between each other, especially inter-religious people. Second, the approach of the Taklim Council towards Radicalism is through reforming the assembly which is not known by the MUI management, both city and provincial administrators. Third, involve stakeholders and related agencies who are concerned about eradicating terrorism and radicalism.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 Burhanuddin Burhanuddin
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v7i2.3388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) problematika yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Arab berbasis daring; 2) pelaksanaan pembelajaran Bahasa Arab berbasis daring dan 3) solusi yang ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan pelaksanaan pembelajaran Bahasa Arab berbasis daring selama masa pandemi covid-19 di MTsN 1 Kendari. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini berlangsung di MTsN 1 Kendari. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menjukkan bahwa: 1) problematika yang dihadapi dalam pembelajaran Bahasa Arab berbasis daring di kelas VIII di MTsN 1 Kendari antara lain; kurangnya penguasaan teknologi informasi, keterbatasan sumber daya pendukung dalam pemanfaatan teknologi seperti kualitas jaringan dan paket data,.perbedaan karakteristik siswa dalam mengikuti pembelajaran daring dan kendala dalam mengembangkan kemampuan Bahasa Arab Siswa yang mencakup kemampuan membaca, mendengarkan menulis dan penguasaan kosa kata (mufradat); 2) pembelajaran Bahasa Arab berbasis daring pada siswa kelas VIII di MTsN 1 Kendari dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dengan memanfaatkan bantuan aplikasi WhatsApp, Google Meet dan Zoom Meeting; 3) solusi dalam mengatasi problematika dalam pembelajaran bahasa Arab pada siswa kelas VIII MTsN 1 Kendari yakni dengan meningkatkan kompetensi penguasaan teknologi informasi melalui kegiatan workshop, menfaatkan berbagai sumber belajar seperti youtube, memberikan penugasan secara daring maupun manual dan melakukan koneksi jaringan ke anggota keluarga lainnya atau menghemat dengan cara melakukan koneksi internet saat dibutuhkan.Kata Kunci: Problematika, Pembelajaran Daring, Bahasa Arab
MODERASI AYAT-AYAT HIJAB DALAM PENAFSIRAN MUHAMMAD HUSAIN THABATHABAI Nurul Khair; Yopi Yana; Siti Hadaynayah Salsabila
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v7i2.3088

Abstract

Tulisan ini merupakan telaah pustaka pemikiran Muhammad Husain Thathabai mengenai moderasi ayat-ayat hijab yang dikaji melalui salah satu magnumopusnya berjudul Tafsīr al-Mīzān. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis, dihasilkan kesimpulan bahwa moderasi hijab merupakan salah satu metode yang digunakan oleh Muhammad Husain Thathabai untuk mengetahui eksistensi dan esensi penerapan hijab. Kehadiran moderasi hijab sebagai metode dilatabelakangi oleh ragam perbedaan antara kaum feminis Muslim yang berpendapat hijab berasal dari peradaban masyarakat klasik diterapkan untuk mengangkat moral dan martabat setiap individu. Sedangkan, para mufasir memandang hijab berasal dari hukum syariat berdasarkan teks-teks suci Alquran bertujuan untuk melindungi keberadaan kaum Muslimah dan mendekatkan dirinya kepada-Nya. Demi mengatasi ragam perdebatan mengenai kedudukan hijab, Muhammad Husain Thathabai menafsirkan ayat-ayat hijab melalui 2 pendekatan, yaitu analisis teks dan mukāsyafah. Pendekatan analisis teks bertujuan untuk mengetahui eksistensi hijab. Sedangkan, pendekatan mukāsyafah bertujuan memperoleh esensi hijab. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa pendekatan analisis teks dan mukāsyafah dalam moderasi tafsir Muhammad Husain Thabathabai berusaha memperoleh esensi dan eksistensi hijab untuk menengahi ragam perdebatan antara para mufasir dan feminis Muslim. Hasil dari tulisan ini, ialah menawarkan cara pandangan baru mengenai wacana dan kedudukan hijab dalam peradaban ilmu pengetahuan.
PENDEKATAN ANTROPOLOGI PADA PIIL PESENGGIRI MASYARAKAT ISLAM LAMPUNG PEPADUN Diah Rizki Nur Kalifah; Nurul Hidayah
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v7i2.3116

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan pendekatan antropologi pada Piil Pesenggiri terhadap masyarakat Islam beradat suku Lampung Pepadun. Lampung memiliki dua suku yang berbeda yakni saibatin dan pepadun. Dalam kehidupan sehari-hari salah satu suku masyarakat Lampung yakni pepadun memiliki ciri khas  pada aktivitas hariannya seperti penggunaan bahasa sehari-hari yang berdialek O digunakan ketika berinteraksi dengan masyarakat lainnya. Selain bahasa terdapat pedoman hidup bagi masyarakat Lampung suku Pepadun untuk mengarahkan hidup agar lebih baik. Dalam falsafah hidup itu sendiri masyarakat Lampung menyebutnya dengan piil pesenggiri. Piil psenggiri berkaitan erat dengan rukun islam. Berdasarkan kajian yang dilakukan dalam mempelajari dan memahami kehidupan masyarakat dalam suatu daerah tertentu disebut sebagai antropologi. Dengan menggunakan pendekatan antropologi untuk memahami masyarakat Lampung yang beradat Pepadun pada Piil Pesenggiri maka dapat melihat fenomena yang terjadi pada praktek ajaran Islam, serta dengan pendekatan antropologi tersebut kajian ilmu agamanya dipelajari dengan komprehensif pada kebermaknaan kehidupan beragama di suatu masyarakat itu. Dalam hidup manusia nilai spiritual, nilai sosial, maupun nilai material telah dijabarkan yang dibagi-bagi pada sub-sub tertentu yang ada di Pi’il Pesenggiri menyatakan bahwa Al-Qur’an memberikan contoh sebagaimana perlakuan yang ada di hidup manusia agar melakukan sesuai perintahnya.Kata Kunci: Antropologi, Piil Pesengiri, Pepadun.