cover
Contact Name
Zawiyah:Jurnal Pemikiran Islam
Contact Email
zawiyahkendari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
zawiyahkendari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 24776149     EISSN : 2597955X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Zawiyah: Journal of Islamic Thought published by the Postgraduate of IAIN Kendari includes textual studies and field work with various perspectives on education, law, philosophy, history, theology, political science, and more. This journal serves as a scientific forum for lecturers, researchers and other communities, this journal invites scholars and researchers outside the Institute to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam and muslim society. Indonesian scholars can enrich studies through articles published in journals. Articles written in Indonesian have abstracts in English and with fair procedures for peer-review, Zawiyah publish research and studies relating to Islamic studies with various dimensions and approaches. Zawiyah: Journal of Islamic Thought is published twice a year, each issue focuses on the investigation of academics through comprehensive observations of Islamic Studies. This journal, serves as a forum for studying Islam in Indonesia and other parts of the world in local and global contexts. Therefore, researchers, writers, and readers from various scientific backgrounds have interacted scientifically
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
PENGEMBANGAN SAINS DALAM TRADISI INTELEKTUAL ISLAM: PERSPEKTIF PRAGMATISME PEIRCE Yuangga Kurnia Yahya
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 8, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v8i1.3825

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mendefinisikan Pragmatisme Charles Peirce dan kaitannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dalam tradisi intelektual Islam, khususnya dalam ranah kalam dan filsafat. Perubahan logika berpikir dalam filsafat kontemporer yang dibawa oleh pragmatisme mensyaratkan adanya hubungan dinamis antara keyakinan dan keraguan untuk mendorong the logic of inquiry. Studi ini menunjukkan bahwa tradisi intelektual Islam juga membawa semangat kemajuan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Keraguan yang muncul dari berbagai pernyataan yang timbul mendorong para ilmuwan muslim untuk mengkritisi dan melakukan penelitian lebih lanjut sehingga memberikan kontribusi keilmuan bagi keilmuan keislaman. Berbagai model pengembangan keilmuan mulai dari corak positivistik, falsifikasi, revolusi pengetahuan, hingga metode program riset saintifik memberikan wacana dalam pengembangan keilmuan Islam, baik di ranah kalam maupun fisafat Islam.    
PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM HARUN NASUTION DAN RELEVANSINYA DENGAN KONSEP PENDIDIKAN ISLAM ERA SOCIETY 5.0 Wahidah Ma'rifatunnisa'; Muhammad Ilham Rusydi; Mohamad Salik
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 8, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v8i1.3487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Harun Nasution tentang pembaharuan pendidikan islam dan menunjukkan relevansi dari hasil pemikiran tersebut dengan konsep pendidikan islam era society 5.0. Pendekatan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi atau (content analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inti dari pembaharuan pendidikan islam menurut Harun Nasution adalah mengubah sistem pendidikan islam yang konvensional menuju pendidikan islam yang terbuka, mengedepankan pendidikan moral serta potensi akal untuk berpikir kritis. Adapun relevansi pemikiran Harun Nasution dengan pendidikan islam era society 5.0 adalah pertama, pendidikan islam yang maju dan berkembang sesuai perubahan zaman harus mengembangkan pola berpikir kritis. Kedua, pendidikan moral sangat diperlukan untuk membentengi diri dari pengaruh negatif era society 5.0. Ketiga, kurikulum harus berlandaskan pada moral, spiritual dan intelektual sesuai perkembangan zaman. Keempat, metode pendidikan islam yang digunakan harus mampu meningkatkan kualitas moral dan berpikir kritis peserta didik. Kelima, pendidik islam harus mampu memberi contoh yang baik dan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, dan peserta didik harus berusaha untuk berupaya meningkatkan kualitas berpikirnya dengan memanfaatkan akal sebaik-baiknya serta moralnya agar mampu menghadapi perubahan zaman seperti era society 5.0.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KESADARAN BERBANGSA DAN BERAGAMA BAGI MAHASISWA DI KOTA KENDARI Aris Try Andreas Putra; Rianti Zarita
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 8, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v8i1.3836

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen kesadaran berbangsa mahasiswa. Desain yang digunakan adalah desain pengembangan. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan validitas dan reliabilitas instrument, uji pakar, panelis dan empiris. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Kendari yang melibatkan 2 Pakar, 20 Panelis dan 120 sampel empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) presentase hasil validasi oleh 2 dosen ahli kelayakan Konstruk Variabel Kesadaran Berbangsa dan Beragama pada 8 komponen penilaian terhadap Konstruk Variabel Kesadaran Berbangsa dan Beragama. Setelah melakukan analisis terhadap validasi oleh dosen ahli Materi Kebangsaan dan Keagamaan diketahui bahwa kelayakan mencapai angka 94.5%, (2) Validitas Konstruk Berdasarkan Rumus Aiken di atas maka dapat diketahui bahwa butir No 1- butir ke 40 berada pada rentangan 0 – 1 artinya butir  valid dan dapat dipakai, (3) dari 40 butir instrumen, terdapat 37 butir instrumen yang valid, dan 4 butir instrumen yang tidak valid/drop, yaitu no 26, 34, dan no 40 (4) reliabilitas instrumen Kesadaran Berbangsa dan Beragama tergolong sangat baik, dan dapat digunakan sebagai instrumen penelitian dengan reliabilitas Hoyt sebesar 0.93.
TEOLOGI INKLUSIF SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK AGAMA DI ERA DIGITAL Pandu Hyangsewu; Qolbi Mujahidillah Adzimat; Sansa Bunga Agista; Sarah Annisa F; Widia Lestari
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 8, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v8i1.3558

Abstract

Agama sebagai sebuah hal sakral dalam kehidupan seringkali dianggap memiliki dua sisi, yaitu sebagai pedoman hidup seseorang dan sebagai senjata untuk berkonflik dengan umat yang memiliki kepercayaan agama berbeda. Sejumlah konflik antar umat beragama bukanlah sebuah polemik baru, bahkan saat ini sudah merambah ke lingkup media sosial. Konflik antar umat beragama yang sering disertai dengan aksi kekerasan membuat agama seringkali identik dengan perilaku sangar, garang dan beringas, padahal, seluruh agama mengajarkan kebaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan wawancara dan dokumentasi sejumlah artikel ilmiah. Hasil dari penelitian ini adalah teridentifikasinya penyebab konflik agama, yaitu (1) politisasi dan kepentingan budaya; (2) egoisme dan eksklusivisme beragama. Berangkat dari permasalahan tersebut, peneliti menawarkan sebuah model Teologi Inklusif sebagai resolusi terhadap konflik agama dengan aspek yang menyertainya berupa (1) moderasi beragama; (2) pluralisme; (3) inklusivisme beragama. 
THE EXISTENCE AND DURABILITY OF PESANTREN DURING THE COVID-19 PANDEMIC Moh Ashif Fuadi
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 8, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v8i1.3172

Abstract

The Covid-19 pandemic affects all elements of life. The impact is very felt not only on the economy and health but also has an impact on activities in pesantren. Islamic Boarding school becomes a crater candradimuka to educate students who learn religious science through the education of kiai. The five basic elements of pesantren, namely kiai, santri, dormitory, mosque, and yellow book, become a tree that should not be left behind. This research informs us about the existence of pesantren in efforts to mitigate the Covid-19 pandemic as well as its durability for the continuity of activities in pesantren by collecting previous research, relevant research libraries, news, or information related to handling pandemics in pesantren through online media. Then with the approach of structural functionalism, Talcott Parsons AGIL (adaptation, goal attainment, integration, latency) where social stem everywhere including pesantren is always related to interrelated elements so that pesantren will have endurance in carrying out its functions. The result of this research is that pandemics greatly impact the activities of pesantren typical with calves and culture. Various mitigations have also been done to prevent pesantren clusters, and through the AGIL approach, pesantren will be more responsive in dealing with the Covid-19 pandemic.
RELEVANSI METODE PEMBELAJARAN IBNU KHALDUN DAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Rahmadika Nur Azizah
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 8, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v8i1.3621

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis relevansi dari metode pembelajaran Ibnu Khaldun dan PAI. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan data penelitian dikumpulkan menggunakan metode studi kepustakaan (library research). Penelitian ini membahas tentang pentingnya metode pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar, yang mana harus dapat memenuhi kebutuhan peserta didik sesuai tugas belajarnya. Terlebih pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam, yang mana bertujuan untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Demi terciptanya tujuan pembelajaran pendidik harus memiliki kekreatifan dan inovasi dalam pembelajaran termasuk mengenai metode yang dapat memenuhi kebutuhan anak. Sebagaimana metode yang dikemukakan oleh Ibnu Khaldun yang dapat kita terapkan di kelas yaitu hafalan, diskusi, widya wisata, keteladanan, media pembelajaran, penerapan, pengulangan, kasih sayang, peninjauan kematangan usia, penyesuaian fisik dan psikis peserta didik, kesesuaian perkembangan potensi peserta didik, penguasaan satu bidang, praktik/ latihan, dan menghindari peringkasan buku.
DILEMA NEGARA SEKULER PRANCIS: DI ANTARA TARIKAN ISLAMOFOBIA DAN FUNDAMENTALISME AGAMA Muhammad Ridha Basri
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 8, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v8i1.3127

Abstract

Artikel ini mencoba menunjukkan bahwa sistem sekularisme Republik Prancis yang kerap dijadikan prototipe dalam relasi negara modern dan agama, tidak dapat digeneralisasi sebagai satu-satunya model untuk semua negara. Konsep Laicite Prancis masih merupakan suatu proses yang belum mencapai kata final dalam perjalanan konsep baku negara bangsa. Pada mulanya, sekularisme dibangun di atas landasan misi untuk merayakan kesetaraan dan kebebasan semua warga negara, sembari menghindari ketegangan relasi antaragama dan negara. Dalam praktiknya, konsep sekularisme berjalan dengan membawa bias Eurosentrisme yang punya sejarah kelam di masa lalu. Sementara itu, Eropa kerap bias dalam menegakkan etika universalnya berupa hak asasi manusia dan demokrasi, seperti tercermin dalam beberapa kasus pelarangan simbol jilbab atau cadar di ruang publik negara tertentu. Menyikapi kasus fundamentalisme Islam di Prancis, perlu melihat kembali proses awal kehadiran para imigran muslim dari dunia ketiga, yang masih menyisakan masalah integrasi sosial, akses ekonomi, hingga akses terhadap layanan pendidikan yang semestinya menjadi urusan publik bagi semua warga negara republik yang setara.
LEGALITAS TAFSIR TABIÍN DALAM KHAZANAH TAFSIR AL-QURAN Abdul Rohman; Doli Witro
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 8, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v8i1.3652

Abstract

Produk tafsir akan senantiasa lahir pada setiap kurun waktunya, namun apakah produk tafsir tersebut bisa menjadi legal atau tidak, itu tergantung sejauh mana sumber yang dijadikan rujukan tafsirannya itu bisa dipertanggungjawabkan. Artikel ini membahas tentang legalitas penafsiran al-Quran generasi Tabiín. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan generasi Tabiín dalam bidang tafsir al-Quran dan sejauh mana legalitas tafsiran mereka dalam khazanah tafsir al-Quran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu jenis penelitian yang semua datanya berasal dari bahan-bahan tertulis, seperti buku, naskah, dokumen dan lain-lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan para Tabiín dalam bidang tafsir sangatlah signifikan, pasalnya banyak tafsiran mereka yang sampai pada abad ini dan dijadikan rujukan oleh para mufasir generasi berikutnya; tafsir Tabiín bisa diterima jika diantara mereka terjadi kesepakatan makna. Sedangkan jika terjadi perbedaan penafsiran, maka pendapat sebagian mereka tidak bisa menjadi argumentasi bagi yang menyelisihinya dan tidak juga bagi generasi setelahnya, sehingga langkah yang harus ditempuh adalah mengembalikannya ke makna bahasa Arab secara umum.
NILAI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KEGIATAN KEAGAMAAN MASYARAKAT Suwardin Suwardin
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 8, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v8i1.3030

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan kegiatan keagamaan serta mengungkap nilai-nilai pendidikan karakter dalam kegiatan keagamaan masyarakat Kadolokatapi. Pendekatan penelitian mengunakan teologis normatif, pedagogis, sosiologis Data dikumpulkan melalui Instrumen yang digunakan peneliti sendiri sebagai instrumen kunci (Key Instrument), observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan keagamaan masyarakat Kadolokatapi tahun 2020. Data kemudian dianalisis berdasarkan kerangka analisis deduktif dan induktif. tehnik pengelolaan data melalui reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data berdasarkan sumber data, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukan bahwaada beberapa kegiatan keagamaan masyarakat yaitu yasinan rutin malam jum’at, dalam pelaksanaannya terbagi menjadi dua waktu dan lokasi. Tahlilan, pelaksanaannya tidak terikat oleh waktu kapan dan dimanapun namun sering dilakukan ketika ada masyarakat yang meninggal tujuannya untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal dunia. Memperingati hari besar islam (PHBI), seperti Maulid nabi Muhammad Saw, menyambut tahun baru islam, dan Halal bilhalal.  Nilai nilai Pendidikan karakter yaitu nilai religius, nilai kerja keras, nilai bersahabat / komunikatif, nilai peduli sosial, nilai rasa ingin tahu, dan nilai cintah tanah air dan nilai disiplin.
KONSEP AKTUALISASI DIRI PERSPEKTIF BARAT DAN ISLAM Jarman Arroisi; Cep Gilang Fikri Ash-Shufi; Fajrin Dzul Fadhlil
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 8, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v8i1.2964

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk Islamisasi konsep-konsep Barat kontemporer terkait dengan aktualisasi diri yang telah tersekulerkan. Dengan menggunakan metode analisis komparasi antara pandangan filusuf Barat dan Islam, kajian ini menemukan beberapa poin. Pertama, aktualisasi menurut filusuf Barat adalah memiliki kecakapan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomor, namun masih bersifat materialistik. Kedua, potensi diri dalam pandangan Barat adalah hasrat seseorang terhadap fenomenologi. Ketiga, aktualisasi diri dalam Islam berbeda dengan Barat, tidak materialistik, tetapi mengandung nilai-nilai Islam yang sakral dan bisa mengantarkan individu pada kedudukan yang sempurna atau Insan Kamil. Keempat, Insan Kamil dalam Islam dapat diejawantahkan melalui aktualisasi potensi diri atau fitrah yang sama sekali tidak disentuh dalam konsep barat.