cover
Contact Name
Rahmat Aziz
Contact Email
azira@uin-malang.ac.id
Phone
+62362-22928
Journal Mail Official
jppundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
JPP publishes original research papers, case reports, and review articles. The publication includes the following topics: Early childhood education. Adult education Mathematics and science education. Guidance and counseling education. Educational technology. Character education. Special needs education. Global issues in education Technical and vocational education. Language education. Social science education Educational management Sport science and physical education Other areas in education.
Articles 907 Documents
Masalah-Masalah Yang Dialami Anak Usia Dini Dan Implika-sinya Bagi Pelaksanaan Bimbingan Dan Konseling Di Taman Kanak-Kanak I Kadek Suranata
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 43 No 2 (2010): Juli, 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.388 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v43i2.1713

Abstract

Setiap orang yang berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan  (termasuk anak TK) mengalami berbagai hambatan, gangguan serta kesulitan yang pemecahannya kadang-kadang memerlukan bantuan orang lain terutama orang yang profesional. Masalah-masalah yang tidak terentaskan secara tepat bisa menimbulkan hambatan dan masalah pada anak masa sekarang, maupun setelah anak melanjutkan ke jenjang sekolah dasar. Supaya bantuan yang diberikan pada anak TK sesuai dan tepat dengan permasalahannya, perlu diketahui terlebih dahulu masalah-masa-lah apa yang dialami anak TK. Untuk itu masalah dalam penelitian ini adalah  masalah-masalah apa yang dialami anak TK ditinjau dari aspek  pertumbuhan dan perkembangannya? Tujuan penelitian  adalah (1) mendeskripsikan masalah-masalah yang dialami anak TK berdasarkan aspek perkembangan (2) mengkaji implikasinya bagi bimbingan dan konseling. Jenis penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif. Sampelnya orang tua dan guru TK Kodya Denpasar yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Kuesioner (untuk guru dan orangtua siswa). Teknik analisis data adalah dengan teknik prosentase. Temuan penelitian mengungkapkan lima kelompok masalah yang dialami anak TK, kelima kelompok masalah yang dialami anak TK adalah : sosial, misalnya “negativisme”, emosional, misalnya cemas, moral, misalnya sengaja merusak mainan teman, perkembangan pengertian seperti lambat memahami keterangan atau penjelasan, dan bahasa, misalnya keterlambatan bicara.Kata kunci: Masalah anak TK, Implikasi BK di TK
Peranan Diklat Dasar-Dasar Ilmu Kelautan Dan Perikanan Pada Anak Remaja Pesisir Di Kecamatan Buleleng, Buleleng, Bali Ida Jelantik Swasta
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 43 No 2 (2010): Juli, 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.789 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v43i2.1714

Abstract

Minat anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng terhadap bidang kelautan dan perikanan sangatlah rendah  (Jelantik, 2001). Karena itu, haruslah ada upaya untuk menghentikan-nya. Terkait dengan upaya  ini, satu pertanyaan yang cukup penting untuk dijawab adalah apakah pendidikan dan pelatihan di bidang kelautan dan perikanan dapat meningkatkan wawasan dan mi-nat anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng pada bidang kelautan dan perikanan ? Untuk menjawab pertanyaan ini maka dilakukanlah penelitian eksperimental dengan menempatkan anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng sebagai subjek penelitian yang diberikan perlakuan berupa pendidikan dan pelatihan tentang aspek kelautan dan perikanan. Semua data yang diperoleh  dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan mencari rerata pening-katan nilai tes antara sebelum dan setelah perlakuan diklat. Dari penelitian yang dilakukan, maka diperoleh hasil bahwa 1) pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampi-lan dan minat anak-anak remaja pesisir dibidang kelautan  ;  dan 2) pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan minat anak-anak remaja pesisir di bidang perikanan.Kata kunci: pendidikan, latihan, kelautan, perikanan, remaja pesisir
Lulusan Sekolah Dasar (Sd) Menjadi Pembantu Rumah Tangga Dan Dagang Kopi Cantik (Dakocan) : Perspektif Dualisme Kultural Nengah Bawa Atmadja
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 43 No 2 (2010): Juli, 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.061 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v43i2.1715

Abstract

Ratusan anak wanita lulusan SD di berbagai kecamatan di Kabupaten Buleleng tidak melanjutkan ke SMP. Padalah pemerintah telah menetapkan SMP sebagai sekolah gratis. Mereka lebih suka merantau ke kota menjadi pembantu rumah tangga (PRT) atau tetap tinggalKata kunci: Pendidikan, dualisme kultural, peminggiran wanita
Analisis Kebutuhan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Pembelajaran Sains Kimia Di SMP Nyoman Retug
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 43 No 2 (2010): Juli, 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.543 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v43i2.1716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kebutuhan pengembangan perangkat Pembelajaran Sains Kimia Berbasis Masalah di SMP.  Populasi penelitian mencakup seluruh SMP Negeri di Kabupaten Buleleng pada tahun 2009/2010.  Sampel penelitian ditetapkan dengan teknik purposive sampling mempertimbangkan status sekolah, keadaan sosial, dan alamiahnya.  Jumlah sekolah sampel sebanyak 6, masing-masing 2 dari setiap kawasan Buleleng; dengan melibatkan 427 orang siswa kelas VIII dan IX, 18 orang guru sains, dan 6 orang kepala sekolah.  Data penelitian dikumpulkan dengan daftar isian, pedoman observasi, pedoman wawancara, dan angket; serta dianalisis secara deskriptif. Simpulan penelitian ini: (1) telah diidentifikasi sebanyak 5 standar kompetensi Sains Kimia strategis diajarkan dengan model PBL; (2) kurikulum memberikan peluang luas untuk mengembangkan seluruh jenis keterampilan proses sains dalam pembelajaran sains kimia; dan (3) sekolah menghadapi beberapa kendala dan hambatan untuk me-laksanakan pembelajaran dengan model PBL, yaitu keterbatasan alat-alat dan bahan-bahan kimia, kekurangterampilan tenaga laboran, ketidakmampuan guru mengelola praktikum kimia, dan keter-batasan dana pendukung operasional.Kata kunci: analisis kebutuhan, pembelajaran berbasis masalah, dan sains kimia
Pemanfaatan Permainan Tradisional Angklik Sebagai Sumber Belajar Bidang Pengembangan Matematika Pada Anak Usia Dini Rachma Hasibuan
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 43 No 2 (2010): Juli, 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.408 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v43i2.1717

Abstract

Anak TK usia 4-6 tahun merupakan bagian dari anak usia dini yang berada pada rentangan usia lahir sampai usia 6 tahun. Masa ini merupakan masa untuk meletakkan daras pertama dalam mengembangan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, social emosional, konsep diri, disiplin dan lain-lain. Oleh sebab itu dibutuhkan stimulasi yang sesuai kebutuhan anak. Upaya pengembangan tersebut harus dilakukan melalui kegiatan bermain sambil belajar atau belajar se-raya bermain.Untuk memilih permainan yang aman dan berkualitas salah satunya diantaranya adalah permainan “angklik”. Permainan “ angklik” ini dapat digunakan oleh guru TK sebagai sum-ber belajar dalam bidang pengembangan matematika. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat dirumuskan permasalahannya : 1) Bagaimanakah cara melakukan permainan tradisional “angklik” ?, 2) Bagaimanakah letak keterkaitan permainan “angklik” tersebut dengan bidang pengembangan matematika ? Tujuan penelitian ini yaitu : untuk mengetahui keterkaitan permainan tradisional “angklik” dengan pemahaman konsep matematika untuk anak TK. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di TK yang berada di Kecamatan Tambaksari Surabaya secara purposive sampling dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dukumentasi. Metode analisis kwalitatif untuk menjawab permasalahan yang akan mengungkap pemanfaatan permainan tradisional angklik ini dalam mengembangkan konsep matimatika. Hasil dari penelitian ini bahwa anak-anak selalu termotivasi untuk bermain. Melalui bermain, anak diajak untuk bereksplorasi, menemukan dan memanfaatkan objek-objek yang dekat dengan anak. Kemampuan intelektual (daya pikir) anak sebagian besar dikembangkan dalam kegiatan bermain. Permainan tradisional angklik ini yaitu mengenalkan konsep matematika (konsep bilangan konsep geometri, konsep estimasi, konsep ukuran). Pengguasaan konsep matematika pada anak TK yang diamati melalui permainan ini sudah baik, sehingga diharapkan dapat menunjang keberhasilan pengajaran mate-matika pada pendidikan formal selanjutnya. Permainan yang mengandung nilai pendidikan ini dapat memudahkan guru dalam mengajarkan konsep bilangan pada bidang pengembangan matematika bagi anak, sehingga image bahwa matematika yang menakutkan bagi anak tidak lagi akan mem-buat anak menjadi trauma dalam belajar matematika, tetapi sebaliknya akan menyenangkan bagi anak.Kata kunci: permainan tradisional, angklik, anak usia dini, matematika
Drills And Total Physical Response : An Attempt To Enhance Young Learners’ Oral Communicative Competence Ni Made Ratminingsih
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 43 No 2 (2010): Juli, 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.867 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v43i2.1718

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah: (1) untuk meningkatkan kompetensi komunika-tif siswa SD dalam pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan kombinasi teknik Drills dan TPR, (2) untuk meningkatkan kemampuan siswa  dalam menggunakan aspek kebahasaan, se-perti kosakata, tata bahasa, lafal, kelancaran, dan pemahaman yang terkait dengan keterampilan berbicara. Dengan prosedur penelitian tindakan kelas, hasil penelitian menunjukkan bahwa peman-faatan kombinasi teknik Drills dan TPR dapat meningkatkan kompetensi komunikatif siswa secara umum dan kemampuan siswa dalam menggunakan aspek kebahasaan, seperti kosakata, tata baha-sa,  lafal, kelancaran, dan pemahaman terhadap materi pembelajaran.Kata kunci: drills, Total Physical Response (TPR), dan kompetensi komunikatif
Tindak Komunikasi Verbal Dan Tindak Komunikasi Nonverbal Dalam Pemakaian Sor Singgih Basa Bali dan Pembelajarannya I Nengah Suandi
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 43 No 2 (2010): Juli, 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.943 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v43i2.1719

Abstract

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah sejauh manakah keserasian TKV (Tindak Komunikasi Verbal) dan TKNV (Tindak Komunikasi Nonverbal) yang menyertainya dalam pemakaian tuturan bentuk hormat Bahasa Bali. Keserasian ini ditinjau dari segi fungsi makro dan mikro bahasa. Penelitian dilakukan pada empat desa di Bali, yaitu Desa Aan dan Desa Selat (Kabupaten Klungkung) serta Kelurahan Liligundi dan Desa Sawan (Kabupaten Buleleng). Data yang berupa TKV dan TKNV yang menyertai tuturan dikumpulkan dengan metode wawan-cara. Untuk memperkuat hasil wawancara, data juga diperoleh dengan metode observasi non-partisipasi. Bersamaan dengan pelaksanaan wawancara dan observasi, dilakukan dijangkau oleh alat rekam. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, tidak semua TKV yang tergolong bentuk hormat/halus  serasi atau disertai oleh TKNV bentuk hormat. Keserasian terutama tampak pada fungsi makro bahasa yang tergolong ekspresif.Kata kunci: tindak komunikasi verbal dan tindak komunikasi nonverbal
Metode Gasif Pengajaran Membaca Dan Penulisan : Sebuah Pemikiran I Wayan Rasna
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 43 No 2 (2010): Juli, 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.573 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v43i2.1720

Abstract

Artikel ini mengkaji metode pengajaran membaca dan menulis permulaan, yang merupakan fondasi vital dan kebutuhan primer setiap anak didik untuk dapat melanjutkan studinya ke jenjang pendidikan  yang lebih tinggi. Fondasi vital dan kebutuhan primer ini diperlukan atas hasil riset Ismail yang dikutip Imran membuktikan bahwa keterampilan menulis siswa Indonesia paling rendah di Asia. Hal ini diduga karena rendahnya kemampuan membaca siswa. Sebagaimana dilaporkan oleh Bank Dunia pada 1988 hasil tes membaca murid SD di Indonesia berada pada peringkat terendah di Asia Timur. Atas dasar ini, pengajaran membaca dan menulis permulaan perlu dicarikan solusi. Salah satu solusi itu ialah pengajaran membaca dan menulis permulaan dengan metode analisis – sintetis dan fonik (GASIF). Global (G) berperan memberikan gambaran umum dengan tujuan memudahkan siswa untuk belajar. Hal ini sesuai dengan konsep belajar yang dimulai dari yang mudah ke yang sulit.Kata kunci: GASIF, Membaca, Menulis Permulaan
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Peta Argumen Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Topik Laju Reaksi I Wayan Redhana
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 43 No 2 (2010): Juli, 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.009 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v43i2.1721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh model pembelajaran berbasis peta argumen terhadap keterampilan berpikir  kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian ekspe-rimen kuasi dengan rancangan nonequivalent control group. Penelitian dilaksanakan di kelas XI SMAN 1 Singaraja pada topik laju reaksi. Penelitian ini menggunakan dua kelas paralel, satu kelas sebagai kelas kontrol dan satu kelas yang lain sebagai kelas eksperimen. Pada kelas kontrol diterapkan model pembelajaran konvensional dan pada kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran berbasis peta argumen. Hasil-hasil yang diperoleh pada penelitian ini membuktikan bahwa model pembelajaran berbasis peta argumen lebih baik meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa daripada model pembelajaran konvensional. Dapat disimpulkan bahwa model pem-belajaran berbasis peta argumen efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada topik laju reaksi. Dengan adanya model pembelajaran berbasis peta argumen ini guru merasa terbantu dalam mengola kelas sehingga pembelajaran yang dilaksanakan berlangsung lebih sistematis dan bermakna dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Sementara itu, siswa menyambut model pembelajaran ini dengan sangat baik.Kata kunci: peta argumen dan keterampilan berpikir kritis
Profil Bahasa Bali Masyarakat Tutur Muslim Pegayaman Dan Implikasi Pengajarannya di Sekolah I Nyoman Adi Jaya Putra
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 42 No 1 (2009)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.709 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v42i1 Apr.1722

Abstract

Penelitian yang dilakukan di masyarakat tutur Muslim Pegayaman ini adalah penelitian kebahasaan yang memfokuskan kajian pada dua aspek mikro dari Bahasa Bali (BB) yang mereka gunakan. Kedua aspek bahasa yang dimaksud meliputi aspek fonologi dan aspek morfologi. Pada aspek fonologi ditemukan sejumlah proses fonologis, yang meliputi: degeminasi, homorganik, harmonisasi suara vokal, alternasi suara konsonan, pelesapan suara konsonan, penyisipan vokal atau konsonan, dan variasi pelafalan fonem /f/ dan /p/. Sedangkan pada aspek morfologi di-temukan adanya penambahan afiksasi (inklusif awalan, sisipan, akhiran, dan konfiks) kepada bentukan-bentukan dasar yang khas Pegayaman. Terkait temuan-temuan ini, dalam mengajarkan BB di Sekolah Dasar maupun di Madrasah Ibtidaiyah, sebagai tempat pendidikan formal pertama di mana BB diajarkan sebagai muatan lokal, guru-guru Bahasa Bali diharapkan lebih luwes dengan tetap mengedepankan pentingnya mengajarkan kaidah-kaidah BB yang dibakukan. Dengan singkat, para guru Bahasa Bali yang bertugas di Pegayaman hendaknya memahami dengan baik dan mengajarkan language usage dan language use secara proporsional.Kata kunci: aspek fonologi, aspek morfologi, Bahasa Bali, masyarakat tutur, Pegayaman

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 58 No 2 (2025): July Vol 58 No 1 (2025): April Vol 57 No 3 (2024): October Vol 57 No 2 (2024): July Vol 57 No 1 (2024): April Vol 56 No 3 (2023): October Vol 56 No 2 (2023): July Vol 56 No 1 (2023): April Vol 55 No 3 (2022): October Vol 55 No 2 (2022): July Vol 55, No 1 (2022) Vol 55 No 1 (2022): April Vol 54, No 3 (2021): OCTOBER 2021 Vol 54, No 2 (2021): JULY 2021 Vol 54, No 1 (2021): April 2021 Vol 54 No 3 (2021): October Vol 54 No 2 (2021): July Vol 54 No 1 (2021): April Vol 53, No 3 (2020): OCTOBER 2020 Vol 53, No 2 (2020): JULY 2020 Vol 53, No 1 (2020): April 2020 Vol 53 No 3 (2020): October Vol 53 No 2 (2020): July Vol 53 No 1 (2020): April Vol 52, No 3 (2019): OCTOBER 2019 Vol 52, No 2 (2019): JULY 2019 Vol 52, No 1 (2019): APRIL 2019 Vol 52 No 3 (2019): October Vol 52 No 2 (2019): July Vol 52 No 1 (2019): April Vol 51, No 3 (2018): October 2018 Vol 51, No 2 (2018): July 2018 Vol 51, No 1 (2018): April 2018 Vol 51 No 1 (2018): April 2018 Vol 51 No 3 (2018): October Vol 51 No 2 (2018): July Vol 50 No 3 (2017): October 2017 Vol 50, No 3 (2017): October 2017 Vol 50 No 2 (2017): July 2017 Vol 50, No 2 (2017): July 2017 Vol 50 No 1 (2017): April 2017 Vol 50, No 1 (2017): April 2017 Vol 49, No 3 (2016): Oktober 2016 Vol 49 No 3 (2016): Oktober 2016 Vol 49, No 2 (2016): Juli 2016 Vol 49 No 2 (2016): Juli 2016 Vol 49 No 1 (2016): April, 2016 Vol 49, No 1 (2016): April, 2016 Vol 48 No 1-3 (2015): April, 2015 Vol 48, No 1-3 (2015): April, 2015 Vol 47 No 2-3 (2014): Oktober, 2014 Vol 47 No 1 (2014): April, 2014 Vol 47, No 2-3 (2014): Oktober, 2014 Vol 47, No 1 (2014): April, 2014 Vol 46, No 3 (2013): Oktober, 2013 Vol 46 No 1 (2013): April, 2013 Vol 46, No 1 (2013): April, 2013 Vol 45 No 2 (2012): Juli, 2012 Vol 46 No 3 (2013): Oktober Vol 46 No 2 (2013) Vol 46, No 2 Juli (2013) Vol 45 No 3 (2012): Oktober, 2012 Vol 45, No 3 (2012): Oktober, 2012 Vol 45, No 2 (2012): Juli, 2012 Vol 45, No 1 (2012): April, 2012 Vol 45 No 1 (2012): April, 2012 Vol 44, No 1 (2011): April 2011 Vol 44 No 1 (2011): April 2011 Vol 43, No 3 (2010): Oktober 2010 Vol 43 No 3 (2010): Oktober 2010 Vol 43 No 2 (2010): Juli, 2010 Vol 43, No 2 (2010): Juli, 2010 Vol 43, No 1 (2010): April 2010 Vol 43 No 1 (2010): April 2010 Vol 42 No 3 (2009) Vol 42, No 3 Okt (2009) Vol 42, No 2 Jul (2009) Vol 42 No 2 (2009) Vol 42, No 1 Apr (2009) Vol 42 No 1 (2009) Vol 41, No 4 (2008): Edisi Khusus 2008 Vol 41 No 4 (2008): Edisi Khusus 2008 Vol 41, No 1 (2008): April 2008 Vol 41 No 1 (2008): April 2008 More Issue