cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 479 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK MAGNESIUM DAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) TERHADAP FASE VEGETATIF TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea Mayz Saccharata Sturt) PADA TANAH ULTISOL Arif Amrizal; Warnita Warnita; Armansyah Armansyah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.3245

Abstract

Tanah ultisol merupakan tanah yang miskin unsur hara luasannya mencapai 25% dari luasan daratan indonesia, magnesium termasuk salah satu unsur hara makro yang ketersediaan bagi tanaman relatif susah. Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) merupakan organisme yang mampu hidup ditanah marginal dan mampu bersimbiosis dengan baik dengan berbagai jenis akar tanaman salah satunya jagung manis, aplikasi magnesium dan FMA diharapkan jadi solusi untuk pengoptimalan fungsi lahan budidaya jagung manis pada tanah ultisol. Tujuan penelitian untuk melihat respon tanaman jagung manis terhadap pemberian pupuk magnesium dengan FMA, melihat interaksi pupuk magnesium dengan FMA pada fase vegetative tanaman jagung manis. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari Faktor pertama (A) pemberian pupuk magnesium dan faktor kedua (M) pemberian  mikoriza, didapat 8 kombinasi percobaan dengan 3 ulangan sehingga didapat 24 satuan percobaan. Faktor pertama (A) pemberian pupuk Magnesium dengan 4 taraf perlakuan (A1) 2 0 kg/ha, (A2) 30 kg/ha, (A3) 40 kg/ha, dan (A4) 50 kg/ha. Faktor kedua (M) pemberian mikoriza dengan 2 taraf perlakuan. Tanpa mikoriza (M₀) dan Pemberian micoriza (M1). Pengamatan Tinggi tanaman, Diameter batang, Luas Daun, Laju Asimilasi Bersih  (LAB), Laju Tumbuh Relatif  (LTR), Umur keluar bunga jantan dan umur keluar bunga betina, Pengamatan FMA. Hasil penelitian pada fase vegetatif tanaman jagung manis seperti tinggi tanaman, luas daun dan LAB tanaman tidak memberikan pengaruh pada tanaman, sedangkan diameter batang, LTR dan infeksi akar menunjukkan perbedaan pada pemberian FMA, pemberian pupuk Mg tidak berbeda nyata. Umur muncul bunga pemberian FMA tidak berbeda nyata sedangkan pemberian pupuk Mg ada perbedaan.
PENERAPAN TEKNOLOGI ELEKTROLISIS DAN PENAMBAHAN MONOSODIUM GLUTAMAT PADA BUDIDAYA PAKCOY (Brassica rapa L.) DENGAN SISTEM HIDROPONIK Julian Christopher Limantara; Budi Adi Kristanto; D.W. Widjajanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.3427

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan komoditas sayuran yang biasa ditemui dan ditanam hidroponik di Indonesia. Elektrolisis merupakan proses mengubah bentuk molekul air menjadi bentuk gas yaitu gas hidrogen dan oksigen. Monosodium glutamat mengandung unsur natrium yang berguna untuk tanaman dalam jumlah yang kecil. Penelitian dilakukan untuk mengkaji penerapan teknologi elektrolisis dan pemberian monosodium glutamat terhadap pertumbuhan dan produksi pakcoy. Penelitian dilakukan di greenhouse dan Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro pada bulan Desember 2020 sampai Februari 2021. Penelitian faktorial 6 x 3 dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 ulangan digunakan dalam penelitian. Faktor pertama adalah teknologi elektrolisis yaitu TE0- = tanpa aerator, TE0+ = aerator, TE1 = 10 menit elektrolisis, TE2 = 20 menit, TE3 = 10 menit elektrolisis + aerator, dan TE4 = 20 menit elektrolisis + aerator. Faktor kedua adalah konsentrasi monosodium glutamat yaitu 0 g (M0), 1 g (M1) , dan 2 g (M2) per 6 liter air setiap minggu. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa elektrolisis berpengaruh nyata terhadap panjang akar tanaman, dan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, dan luas daun. Pemberian monosodium glutamat mendapatkan hasil terbaik pada dosis 0g pada seluruh parameter yang diamati. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan MSG pada budidaya pakcoy dengan menggunakan sistem hidroponik sangat tidak dianjurkan.
PERKECAMBAHAN BENIH KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) BERDASARKAN POSISI BUAH PADA TANDAN Mufti Gustrianda; Aswaldi Anwar; Aprizal Zainal
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.3803

Abstract

Buah kelapa sawit memiliki tingkat kematangan yang berbeda dalam satu tandan. Buah bagian pangkal tandan lebih muda dibandingkan ujung tandan, sehingga saat dikecambahkan benih tidak serempak pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan posisi buah terbaik untuk perkecambahan benih kelapa sawit. Penilitian berbentuk eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari 6 taraf, yaitu posisi buah : pangkal tandan spikelet dalam, pangkal tandan spikelet luar, tengah tandan spikelet dalam, tengah tandan spikelet luar, ujung tandan spikelet dalam, dan ujung tandan spikelet luar. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa secara umum posisi buah di tandan belum meningkatkan daya berkecambah, first count test, nilai indeks kecambah
UJI ADAPTASI PERTUMBUHAN VEGETATIF JAGUNG PUTIH (Zea mays L.) di PADANGSIDIMPUAN SUMATERA UTARA Yusnita Wahyuni Silitonga; Amir Mahmud; Fery Endang Nasution
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.4879

Abstract

Jagung merupakan komoditas strategis dan bernilai ekonomis karena berperan sebagai bahan pangan, pakan dan bahan baku industri. Pada umumnya masyarakat Indonesia mengetahui biji jagung berwarna kuning, padahal biji jagung sangat beragam salah satunya adalah jagung putih. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adaptasi pertumbuhan vegetatif jagung putih di kota padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang dijadikan perlakuan adalah tiga varietas jagung yaitu Anoman, Pulut URI dan Bonanza F1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anoman pada 8 HST lebih tinggi yaitu 238,2 cm diikuti dengan dengan varietas Pulut URI yaitu 221,1 cm dan Bonanza 215,3 cm. Pada umur 8 MST varietas Anoman menunjukan jumlah daun paling banyak yaitu 12,56 helai diikuti dengan varietas Pulut URI yaitu 11,6 helai dan varietas Bonanza yaitu 10,16 helai. Varietas jagung yang cepat berbunga adalah Pulut URI yaitu 44 HST. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa varietas Anoman lebih adaptif di kota Padangsidimpuan dari segi pertumbuhan vegetatif.
VARIASI KARAKTERISTIK, KONDISI EKOLOGI, DAN KANDUNGAN PROKSIMAT TANAMAN KECONDANG (Tacca leontopetaloides (I.) KUNTZE DI PULAU SERIBU Luluk Prihastuti Ekowahyuni; Yenisbar Yenisbar
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5299

Abstract

Upaya penyelamatan tanaman kecondang yang masih tumbuh liar, merupakan langkah awal untuk mendeskripsi potensi jenis berbagai kecondang yang tersebar di pulau Seribu. Takka(Kecondang) membutuhkan kondisi ekologi tertentu untuk pertumbuhannya sehingga diperlukan anlisis ekologi untuk takka (Kecondang) di wilayah Pulau Seribu.Dari penelitian ini nanti akan disimpulkan disimpulkan bahwa 26 hibrida harapan cabai koleksi Peneliti UNAS dapat dikelompokkan menjadi berapa kelompok dan berapa besarnya tingkat kemiripannya. Diharapkan juga setiap gerombol memiliki karakteristik yang berbeda. Penggerombolan direncanakan berdasarkan : warna batang warna daun warna tangkai sari Posisi bunga, warna mahkota bunga, warna tangkai sari, warna buah fase intermediet, panjang buah, bentuk ujung buah dan diduga memiliki nilai korelasi yang besar dan positif dengan kadar capsaicin. Berdasarkan hasil penelitian umbi kecondang dimanfaatkan oleh masyarakat di p. kangean tepungnya untuk dikonsumsi sendiri tidak diperjual belikan dan kecamatan Sumenep sudah dibudidayakan, dan tepungnya untuk dikonsumsi sendiri, kadangkala dijual dengan harga Rp 5000, sampai rp 7000,- jika tetangga desanya membutuhkan pada saat akan lebaran dan pesta. Kandungan karbohidrat Tacca cukup tinggi mencapai 90%,sedangkan kandungan proksimatnya seperti protein mencapai 1.1-1.5 %, lemak mencapai 0.08-0.10 %, bila dibanduingkan kandungan karbohidratnya dengan sorghum hanya 73%, jagung 72.4 %, singkong 37.4 %, kedelai 30.1%. kecondang selain kandungan karbohidratnya tinggijuga kandungan mineral Kaliumnya tinggi mencapai 904.86-966.74 mg/100g.
RESPON HASIL TANAMAN CABAI RAWIT AKIBAT KOMBINASI KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL DAN DOSIS PUPUK NPK Bob Khafie; Agus Sulistiyono; Juli Santoso Pikir
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4940

Abstract

Cabai rawit memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Seiring dengan semakin bertambahnya permintaan pasar maupun industri, maka cabai rawit dituntut agar kualitas dan produksinya semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon hasil tanaman cabai rawit akibat konsentrasi paclobutrazol dan dosis pupuk NPK. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan stasiun klimatologi Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Jalan Raya Rungkut Madya no. 1, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur dari bulan Februari 2021 sampai bulan Juni 2021 dengan menggunakan polybag. Penelitian merupakan percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu konsentrasi paclobutrazol Golstar (P) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK (N) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan. Perlakuan konsentrasi paclobutrazol (P) terdiri atas 0 ppm (P0), 100 ppm (P1), 150 ppm (P2), 200 ppm (P3). Perlakuan dosis pupuk NPK (N) terdiri dari 28,8 g/tanaman atau 800 kg/ha (N0), 21,6 g/tanaman atau 600 kg/ha (N1), 36 g/tanaman atau 1.000 kg/ha (N2), 43,2 g/tanaman atau 1.200 kg/ha (N3). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi 100 ppm paclobutrazol + 43,2 g/tanaman pupuk NPK meningkatkan jumlah buah total per tanaman, bobot buah total per tanaman, dan fruitset. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa jika ada penambahan jumlah daun akan meningkatkan bobot buah per tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN Trichoderma sp. DAN Streptomyces sp. TERHADAP KEBERADAAN NEMATODA PURU AKAR DAN PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT CERI Siti Fatimatus Syahrok; Wiludjeng Widiyati; Didik Utomo Pribadi; Sri Wiyatiningsih; Penta Suryaminarsih
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4109

Abstract

Tanaman tomat ceri merupakan tanaman hortikultura yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Penurunan produksi dapat disebabkan oleh organisme penggangu tanaman, salah satunya nematoda puru akar yang disebabkan oleh nematoda Meloidogyne sp. Alternatif pengendalian yang lebih aman dan efiesien dengan menggunakan agensia hayati Trichoderma sp. dan Streptomyces sp.  Penggunaan media produksi yang tepat  meningkatkan efikasi agensia hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Trichoderma sp. dan Streptomyces sp. dari beberapa media produksi terhadap gejala dan keberadaan puru akar yang disebabkan nematoda Meloidogyne sp. dan pertumbuhan tanaman tomat ceri. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi dalam Rancangan Acak Kelompok (RAKL) Faktorial dengan faktor pertama perbandingan isolat Trichoderma sp. dan Streptomyces sp. serta faktor kedua yaitu jenis media produksi. Hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan Trichoderma sp. dan  Streptomyces sp. perbandingan 1:3  dan media produksi Ekstrak Kentang Gula memiliki kemampuan mengurangi keberadaan puru akar serta meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat ceri yang telah terinfeksi nematoda Meloidogyne sp.
PENGARUH JENIS BAHAN DAN WAKTU PEMBERIAN MOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI Aditya Surya Hakim; Sutarno Sutarno; Eny Fuskhah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5432

Abstract

Cabai merupakan salah satu hasil pertanian yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai penyedap rasa dalam masakan. Permintaan cabai di pasar cukup tinggi, namun jumlah produksi cabai tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Meningkatkan produktivitas cabai dapat dilakukan dengan penggunaan larutan mikroorganisme lokal. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan produksi cabai varietas Gada F1 akibat jenis bahan dan waktu pemberian larutan mikroorganisme lokal (MOL). Penelitian dilaksanakan di Screen house Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), Universitas Diponegoro, Semarang pada tanggal 6 Juni – 17 November 2020. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3  dengan 5 ulangan. Faktor pertama berupa perlakuan jenis bahan MOL meliputi M1 = MOL nasi basi, M2 = MOL limbah pepaya, dan M3 = MOL limbah tomat, kemudian waktu pemberian meliputi T1 = pemberian MOL saat tanam, T2 = pemberian MOL 7 hst, dan T3 = pemberian MOL 14 hst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan dan waktu pemberian MOL berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai. Perlakuan jenis bahan MOL darilimbah nasi basi (M1) memberikan hasil nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, waktu panen, dan jumlah buah,  sedangkan waktu pemberian MOL saat tanam (T1) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, dan jumlah buah.
PERBANYAKAN GENERATIF DAN STUDI ETNOBOTANI INGU (Boenninghausenia albiflora (Hook.) Rchb. ex Meisn)) I Gede Tirta; Jhon Hardy Purba
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5081

Abstract

Tanaman ingu (Boenninghausenia albiflora (Hook.) Rchb. ex Meisn) termasuk dalam keluarga jeruk-jerukan (Rutaceae), memiliki bau menyengat mengandung minyak atsiri. Tanaman ini memiliki potensi obat yang belum tergali secara optimal.  Keberadaan ingu di habitat aslinya semakin berkurang karena dalam pertumbuhan bijinya mengalami kompetensi yang ketat dengan tanaman lainnya. Kebun  Raya Eka Karya Bali sebagai salah satu lembaga konservasi ek-situ  telah mengoleksi tanaman ingu dari Bali dan Nusa Tenggara. Tanaman koleksi ini dicari dengan mengambil anakan/tanaman di habitat aslinya. Dalam eksplorasi belum pernah mengambil material tanaman ingu dalam bentuk biji. Penelitian ini bertujuan untuk memperbanyak tanaman ingu (B. albiflora) secara generatif (biji) dan menggali pemanfaatan etnobotaninya. Perbanyakan generatif dilakukan secara dengan menyemai biji B. albiflora sebanyak 30 biji pada 7 macam media ( M1=Kompenit+pasir, M2=Kompenit+kadaka, , M4=Kompenit, M5=Tanah, M6=Pasir, M7= Kadaka). Perlakuan  media  kadaka yang dicampur dengan pasir (M3)  memberikan hasil terbaik. Dari hasil wawancara di lapangan terhadap 27 responden,  belum ada ditemukan menanam tanaman ingu. Informasi tentang etnobotani  (pemanfaatan) tumbuhan ini juga sangat minim diketahui oleh responden,  hanya responden yang memiliki usia 84 tahun mengetahui dan memanfaatkan tanaman ingu yaitu  sebagai obat ayan/epilepsi dan obat panas pada bayi termasuk gangguan majik. 
APLIKASI BIOPESTISIDA FOBIO DAN STREPTOMYCES SP. UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT MOLER PADA TANAMAN BAWANG MERAH Gusdino Hasyidan; Sri Wiyatiningsih; Penta Suryaminarsih
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4855

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman hortikultura unggulan dan banyak petani yang melakukan usaha tani secara intensif. Salah satu OPT yang menyerang tanaman bawang adalah Penyakit Moler. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum. Sasaran serangannya yaitu bagian dasar dari umbi lapis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dengan 6 kali ulangan sehingga terdapat 24 satuan petak percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas 100 tanaman, sehingga total tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2400 tanaman. Setiap tanaman berjarak tanam 23 cm x 18 cm sehingga total luas lahan yang digunakan dalam penelitian ini 118 m2. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan fungisida yang dilakukan secara terus menerus oleh petani  dalam mengendalikan penyakit moler dengan bahan kimia, sehingga perlu dilakukan percobaan pengendalian secara organik yakni dengan menggunakan larutan Biopestisida Fobio dan Agensia Hayati Streptomyces sp. untuk meminimalisir dampak negatif penggunaan fungisida di Desa Bulugunung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan namun tetap memiliki potensi keberhasilan panen yang optimal. 

Page 10 of 48 | Total Record : 479