cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 394 Documents
PEMETAAN TINGKAT PRODUKTIFITAS JERUK SIAM DI KABUPATEN SAMBAS TAHUN 2015-2020 Nurul Fatimah Yunita; Kiki Kristiandi; Rini Fertiasari; Oktavia Nurmawaty Sigiro
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.3601

Abstract

Jeruk siam atau lebih dikenal Jeruk pontianak merupakan salah satu ikon yang dimiliki Kabupaten Sambas. Budidaya jeruk siam di Kabupaten Sambas dimulai pada tahun 1978-2020 dan terus mengalami peningkatan luas tanaman dan produktifitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemetaan produktifitas tanaman jeruk siam dan luas tanaman yang ada di Kabupaten Sambas. Adapun metode yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif dengan pendekatan yaitu secara cross sectional study. Data yang digunakan adalah deret waktu dari tahun 2015-2020. Sedangkan untuk pemetaan wilayah menggunakan Sofware Qauntum Gis 2.18. Data menggunakan rupa bumi Indonesia dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Hasil menunjukan rata-rata sebaran produktifitas jeruk siam di Kabupaten Sambas tahun 2015-2020 terdapat pada Kecamatan Sebawi (74 kg/pohon), Kecamatan Sambas (55 kg/pohon), dan Kecamatan Jawai (54 kg/pohon). Untuk wilayah yang memiliki tingkat produktifitas jeruk siam paling rendah terdapat pada kecamatan Sajingan Besar (15 kg/pohon). Peningkatan hasil pertanian hortikultura tersebut secara berturut-turut mengalami peningkatan di tahun 2018-2020 sedangkan pada tahun 2015-2018 tidak terlalu mengalami peningkatan. Sebaran jumlah tanaman jeruk siam terbesar berada di Kecamatan Tebas dimana jumlah tanaman khusus jeruk siam pada tahun 2015-2020 berkisar di 1.220.000 pohon dan terbesar ke dua berada pada Kecamatan Salatiga. Luas tanaman terdapat pada Kecamatan Tebas (1.296.7000). Untuk luas tanaman yang terrendah berada di Kecamatan Paloh (800 pohon) dan Kecamatan Sajad (849 pohon). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semakin meningkatnya jumlah lahan tanaman dan produktifitas jeruk siam maka akan memiliki hubungan signifikan terhadap pendapatan petani. Dengan adanya peningkatan tersebut maka dukungan selanjutnya adalah diversifikasi pangan jeruk siam.
PENGARUH BERBAGAI HERBISIDA UNTUK MENGENDALIKAN RUMPUT BELULANG (Eleusine indica L.) YANG RESISTEN TERHADAP HERBISIDA GLIFOSAT Maya Safitri; Ardi Ardi; Irawati Irawati; Askif Pasaribu
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.3867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh beberapa jenis  herbisida: Glifosat, Sulfentrazon, Indaziflam, Amonium Glufosinat, Sulfentrazon+Amonium Glufosinat, dan Sulfentrazon+Glifosat untuk mengendalikan Eleusine indica  yang telah resisten terhadap Glifosat. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 dari bulan Juni hingga Oktober 2020. Penelitian ini dilakukan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 24 taraf perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 72 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 50 benih. Data dianalisis secara statistik dengan uji F tabel 5% dan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil mortalitas herbsida Sulfentazon dan Indaziflam efektif untuk mengendalikan gulma berdaun 0 dan 2 helai, sedangkan gulma berdaun 6 dan 8 helai herbisida berbahan aktif Sulfentrazon + Amonium Glufosinat dan Sulfentrazon + Glifosat yang menyebabkan mortalitas 100%.  Gejalah kematian gulma E.indica berdaun 0 dan 2 helai terhadap herbisida tunggal menunjukan  gulma berwarnah coklat menuju kematian pada 2 MSA, gulma berdaun 4-8 helai berwarna kuning lalu pada 3 MSA muncul anakan vegetatif dan masuk fase tumbuh kembali. Herbisida campuran Sulfentrazon + Amonium Glufosinat dan Sulfentrazon + Glifosat pada 1 MSA gulma berwarna coklat menuju kematian dan mengalami kematian total pada 8 MSA. Presentase muncul anakan terkecil gulma E.indica terhadap herbisida pada 3 MSA yaitu 0% karena pada gulma sudah mengalami kematian. Lalu peresentase muncul anakan tertinggi setelah aplikasi herbisida yaitu 7% digunakan herbisida Sulfentrazon (A18).  Sedangkan pada 6 MSA presentase muncul anakan terendah yaitu pada 0% pada perlakuan A2,A3,A4, A5, A6, A7, A16, A17, dan A24. Sedangkan presentase muncul anakan tertinggi yaitu 15% pada perlakuan A11, A21 dan A22. Penggolongan resistensi gulma E.indica terhadap herbisida yaitu: resisten-herbisida 46%, keterangan moderat atau berkembang-resisten (MR) 21%, dan sensitif-herbisida 33%.
ANALISA LAJU PERTUMBUHAN DUA VARIETAS KENTANG (Solanum tuberosum L.) DALAM BEBERAPA JARAK TANAM JAGUNG DI DATARAN MEDIUM Enifrita Rahman; Zulfadly Syarif; Nasrez Akhir
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.3323

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan perlakuan jarak tanam jagung dan varietas kentang yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kentang di dataran medium. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok elevasi 600 mdpl, pada bulan September-Desember 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan, perlakuan pertama adalah varietas kentang yang terdiri dari 2 taraf yaitu V1= varietas Granola dan V2= varietas Bliss, dan faktor kedua adalah  jarak tanam jagung yang terdiri dari 4 taraf : J0 = Tanpa tanaman jagung, J1 = 30 cm x 140 cm, J2 = 60 cm x 140 cm, J3 = 90 cm x 140 cm. Data dianalisis secara statistik dengan uji F tabel 5 % dan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Variabel yang diamati adalah laju asimilasi bersih (LAB), laju tumbuh tanaman (LTT) dan laju tumbuh umbi (LTU). Hasil penelitian menunjukan jarak tanam jagung tidak berpengaruh terhadap laju pertumbuhan tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) dan varietas kentang Bliss lebih adaptif pada dataran medium.Kata kunci : kentang, jagung, dataran medium, jarak tanam
PENGARUH BERBAGAI DOSIS MULSA ORGANIK ALANG- ALANG TERHADAP TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.) METODE SRI SISTEM JARWO 4:1 Dendy Tri Dharma Putra; Nalwida Rozen; Yusniwati Yusniwati
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.3708

Abstract

Padi merupakan salah satu sumber pangan utama yang dikonsumsi oleh hampir setengah penduduk dunia. Kebutuhan akan padi semakin meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam upaya meningkatkan produktivitas  padi, salah satu metode yang digunakan adalah metode Jarwo dan SRI. Jarwo (Jajar legowo) ialah sistem pertanaman yang pada intinya dilakukan dengan cara mengatur jarak antar benih pada saat penanaman, sedangkan SRI (System of Rice Intensification) merupakan sistem budidaya yang dapat digunakan untuk intensifikasi pertanian. Namun masalah utama yang muncul dalam budidaya metode SRI yaitu pertumbuhan gulma. Salah satu cara mengatasi gulma adalah dengan pengunaan mulsa organik alang-alang. Percobaan ini bertujuan untuk memperoleh dosis mulsa organik alang-alang yang paling efektif untuk menekan pertumbuhan gulma dan meningkatkan hasil padi sawah dengan metode SRI dalam sistem legowo 4:1. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dosis mulsa organik alang-alang yaitu : 0 ton/ha, 2 ton/ha, 4 ton/ha, 6 ton/ha dan 8 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis mulsa 6 ton/ha memberikan hasil tertinggi yaitu 7.75 ton/ha dan memberikan hasil paling efektif dalam menekan pertumbuhan gulma. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar menggunakan dosis 6 ton/ha dalam budidaya tanaman padi, serta disarankan untuk dilakukan penelitan lanjutan pada tipe jajar legowo yang lainnya
PENGARUH PENGADUKAN TERHADAP KUALITAS SABUN BERBAHAN MINYAK JELANTAH DENGAN EKSTRAK DAUN BIDARA (Ziziphus spina-christi L) Nur Ariyani Agustina; Abdul Rahman Juliadi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.3914

Abstract

Sabun adalah kombinasi minyak atau lemak (nabati, seperti minyak zaitun atau hewani, seperti lemak kambing) dengan basa atau basa larut (seperti natrium atau kalium hidroksida) melalui interaksi yang dikenal sebagai saponifikasi. Lemak akan dihidrolisis oleh basa, menciptakan gliserol dan sabun mentah. daun bidara sebagai sabun mandi menambah nilai keunggulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dalam waktu pengadukan terhadap sifat sabun mandi cair yang dihasilkan menggunakan campuran minyak jelantah kelapa sawit dan daun bidara arab terpisah (Ziziphus spina-christi L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan lama perlakuan pencampuran, yaitu 60 menit, 70 menit, 80 menit dan  90 menit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan hasil penelitian lamanya pengadukan dilakukan hasil uji; pH, kadar air, kadar air, tinggi buih, bilangan penyabunan. Hasil terbaik didapatkan pada perlakuan lama waktu pencampuran yaitu 60 menit, dengan pH standar normal 10,7, Bilangan penyabunan 103,785, Tinggi Busa Awal 6,5 cm, Tinggi Busa Akhir 5,8 cm, Kandunga Alkali Bebas 0,0954, Kadar air 54% .
SERANGAN ULAT GRAYAK JAGUNG SPODOPTERA FRUGIPERDA (lepidoptera: noctuidae) PADA TANAMAN JAGUNG DI KABUPATEN MUARO JAMBI, JAMBI Herni Dwinta Pebrianti; Hamdan Maruli Siregar
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.3355

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain dikonsumsi secara langsung, saat ini pemanfaatan jagung juga semakin beragam khususnya sebagai bahan baku industri makanan dan pakan ternak. Namun demikian, munculnya hama invasif baru Spodoptera frugiperda yang sebelumnya tidak ada di wilayah Indonesia menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan laju pertumbuhan produksi jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai intensitas serangan S. frugiperda pada tanaman jagung. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan metode observasi, yaitu dengan melakukan pengamatan langsung terhadap keberadaan S. frugiperda pada tanaman jagung petani yang berada pada beberapa daerah di Kabupaten Muaro Jambi. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa sebaran kerusakan akibat serangan hama S. frugiperda pada tanaman jagung terjadi pada semua plot pada lokasi pengamatan dengan tingkat kerusakan yang bervariatif (rendah-sedang-tinggi).
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN LOBAK (Raphanus sativus L.) KULTIVAR CHERRY BELLE AKIBAT PENAMBAHAN FERMENTASI LIMBAH AIR KELAPA Tri Widianingsih; Hayatul Rahmi; Muhammad ’i Syafi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.3758

Abstract

Lobak Cherry Belle merupakan jenis sayuran berumbi yang cukup populer, memiliki tampilan yang menarik dan nilai gizi yang cukup lengkap sehingga baik untuk memelihara kesehatan sekaliguas pengobatan herbal. Pemanfaatan limbah air kelapa sebagai pupuk organik diperlukan, guna memperoleh produk yang aman bagi kesehatan disamping untuk meningkatkan produksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mempelajari dan mendapatkan konsentrasi pemberian fermentasi limbah air kelapa yang mampu memberikan respon tertinggi pada pertumbuhan tanaman lobak. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental, dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 6 perlakuan dalam 5 kali ulangan yaitu : L0+ (Kontrol Positif/NPK); L0- (Kontrol Negatif/ tanpa perlakuan); L1 (Konsentrasi 25% fermentasi air kelapa); L2 (Konsentrasi 50% fermentasi air kelapa); L3 (Konsentrasi 75% fermentasi air kelapa); dan L4 (Konsentrasi 100% fermentasi air kelapa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi air kelapa pada konsentrasi 25% (L1) dan 75% (L3) memberikan hasil yang tinggi pada parameter tinggi tanaman dan pada konsentrasi 50% (L2) memberikan hasil yang tinggi pada parameter jumlah daun, namun secara analisis menunjukkan tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pemberian fermentasi air kelapa tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman lobak kultivar Cherry Belle.
PENGARUH SUHU PEMANASAN TERHADAP KUALITAS SABUN CAIR BERBAHAN BAKU MINYAK JELANTAH KELAPA SAWIT DAN EKSTRAK BUAH PINANG (Areca catechu L) Maylvin Fortino Samosir; Nur Ariyani Agustina
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.3916

Abstract

Kualitas Sabun dipengaruhi oleh Suhu Pemanasan pada proses pembuaatannya dikarenakan salah satu faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Penambahan ekstrak buah pinang sebagai antiseptik menambah nilai manfaatnya. .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Suhu Pemanasan terhadap Kualitas Sabun Mandi Cair Berbahan Baku Campuran Minyak Jelantah Kelapa Sawit yang telah dimurnikan Dan Ekstrak Buah Pinang (Areca catechu L). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah Suhu Pemanasan yaitu : A1 :  Suhu 40ºC,  A2 : Suhu 60ºC, A3 : Suhu 80ºC  dan A4 : Suhu 100 ºC. Data Penelitian dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Tukey HSD menggunakan software SPSS versi 22.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh suhu pemanasan terhadap kualitas campuran minyak jelantah kelapa sawit yang telah dimurnikan dan ekstrak buah pinang berpengaruh nyata terhadap pH, Bilangan Penyabunan dan Kadar air sedangkan pada Organoleptik, Tinggi busa, dan stabilitas busa tidak memberikan pengaruh yang nyata. Hasil terbaik terdapat pada Perlakuan A4 Suhu 100ºC, dengan rata-rata pH standar 10,92, tinggi busa awal 12 cm, tinggi busa akhir 10,92 cm, stabilitas busa 84%, kadar air 45,80%, bilangan penyabunan 78,54 dan telah memenuhi standar untuk sabun mandi cair (Standar Nasional Indonesia 06 – 3235- 1994).
PENGUKURAN INTERSEPSI CURAH HUJAN PADA TANAMAN AREN (Arenga pinnata. Merr) DI KECAMATAN LINTAU BUO UTARA, SUMBAR Via Permata Sari; Yulnafatmawita Yulnafatmawita; Gusmini Gusmini
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.3421

Abstract

Intersepsi curah hujan merupakan jumlah air hujan yang tertangkap oleh tajuk tanaman yang kemudian diuapkan lagi ke atmosfer melalui proses evaporasi atau proses sublimasi. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk untuk mengetahui besarnya nilai intersepsi curah hujan pada tanaman aren (Arenga pinnata Merr) pada 3 tingkatan umur tanaman di Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Penelitian dimulai dengan melakukan survei pendahuluan di lapangan yaitu meninjau dan menentukan lokasi. Pengukuran intersepsi dilakukan dengan pengukuran air lolos tajuk dan aliran batang tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur tanaman memberikan pengaruh terhadap intersepsi curah hujan yang terjadi. Secara umum intersepsi meningkat seiring dengan peningkatan umur tanaman tetapi mengalami penurunan kembali pad umur tanaman yang sudah tua. Jumlah air yang terntersepsi tertinggi terdapat pada umur tanaman 15 tahun (160.41 mm), dengan aliran batang terendah (0.28 mm) dan air hujan yang lolos tajuk tertinggi sebanyak 767.88 mm.curah hujan memiliki hubungan terhadap besarnya nilai aliran batang, lolos tajuk dan intersepsi yang diperoleh.
UJI PENGENDALIAN GULMA SECARA KULTUR TEKNIS DAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR FERTIFORT TERHADAP PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L) Amir Mahmud; Qorry Hilmiyah Harahap; Fery Endang Nasution
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.3850

Abstract

Bawang merah dikenal hampir disetiap negara dan di daerah wilayah tanah air. Kalangan internasional menyebutnya Sallot. Bawang merah mempunyai nama ilmiah Allium cepa L. Bawang yang semarga dengan bawang merah, bawang daun, bawang putih, dan bawang bombai, ini termasuk family Liliaceae. Bawang merah merupakan tanaman semusim yang berbentuk rumput,berbatang pendek, dan berakar serabut. Daunnya panjang serta berrongga seperti pipa. Pangkal daunnya dapat berubah fungsi seperti Umbi lapis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L) dengan pengendalian gulma secara kultur teknis dan penggunaan pupuk organik cair Fertifort. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) faktorial, dengan dua Faktor yang akan diteliti yaitu faktor pengendalian gulma secara kultur teknis dan faktor pemberian POC Fertiford. Dari hasil analisa data statistik diperoleh bahwa perlakuan pengendalian gulma secara Kultur Teknis memberikan pengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 3, 5 dan 7 mst, jumlah daun umur 3, 5 dan 7 mst, jumlah anakan umur 3, 5 dan 7 mst, berat umbi per sampel dan berat umbi per plot. Dari hasil analisa data statistik diperoleh bahwa perlakuan pemberian POC Fertiford memberikan pengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 3, 5 dan 7 mst, jumlah daun umur 3, 5 dan 7 mst, jumlah anakan umur 3, 5 dan 7 mst, berat umbi per sampel dan berat umbi per plot. Dari hasil analisa data statistik diperoleh bahwa perlakuan interaksi kedua perlakuan juga memberikan pengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 3, 5 dan 7 mst, jumlah daun umur 3, 5 dan 7 mst, jumlah anakan umur 3, 5 dan 7 mst, berat umbi per sampel dan berat umbi per plot.

Page 9 of 40 | Total Record : 394