cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 479 Documents
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (LP2B) DI KECAMATAN PETARUKAN KABUPATEN PEMALANG Raditya Ahmad Rifandi; Rizal Ichsan Syah Putra
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luasan peruntukan untuk selanjutnya dilakukan kajian guna menentukan tingkat kelas kesesuaian lahan tanaman padi sawah irigasi (Oryza sativa L.) pada area Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang dengan melakukan pengumpulan data primer dan pengujian di Laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah untuk pengujian hara tanah dan Laboratorium Komputer Commond Use Universitas Ivet Semarang untuk melakukan olah citra yang dilaksanakan pada bulan Juli - November 2021. Metode survei yang mengacu pada besarnya tingkat faktor pembatas dari karakteristik lahan. Data hasil pengamatan berupa overlay antara kondisi eksisting lahan dengan rencana pola ruang peruntukan LP2B di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang dan juga data dilapangan serta data hasil analisis laboratorium yang kemudian dicocokkan (matching) dengan kriteria kelas kesesuaian lahan padi sawah irigasi. Hasil penelitian menunjukan total luasan rencana pola ruang diperuntukan sebagai LP2B di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang ialah seluas  dan bahwa pada 14 stasiun penelitian yang dianggap mewakili seluruh karakteristik Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang sebagian besar termasuk pada kriteria kelas sangat sesuai (S1) hanya pada Desa Nyamplungsari ditemukan termasuk pada kelas kesesuaian cukup sesuai (S2) dengan luasan 410,21 ha atau sekitar 8,5% dari total luasan sawah LP2B di Kecamatan Petarukan yaitu seluas ±4.815 Ha. Faktor pembatas dapat diminimalisir dengan penambahan bahan-bahan organik maupun kimia sera perilaku tanam guna mengoptimalkan kualitas tanah yang akan digunakan untuk aktifitas pertanian berkelanjutan.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG UNGU (BLACK AZTEC) AKIBAT PEMBERIAN BIOSTIMULAN ASAM HUMAT DAN EKSTRAK RUMPUT LAUT Dwi Betty Hariyanti; Makhziah Makhziah; Nova Triani
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4952

Abstract

Tanaman jagung meru pakan salah satu tanaman pokok di indonesia. Salah satu jenis jagung yang telah dikembangkan adalah jagung ungu (Black Aztec). Benih jagung ungu sulit diperoleh karena belum banyak masyarakat membudidayakannya, sehingga perlu dilakukan pengembangan untuk menjaga kelestarian benih. Pengembangan jagung harus memperhatikan pemupukan dan kondisi lingkungan. Penggunaan bahan organik merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi bahan anorganik yang berdampak negatif bagi lingkungan. Biostimulan merupakan senyawa organik yang memiliki efek positif terhadap pertumbuhan tanaman serta sebagai perangsang serapan hara, mengefisienkan penggunaan nutrisi. Asam humat dan ekstrak rumput laut merupakan salah satu biostimulan yang memiliki unsur hara makro dan hormon dan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi asam humat (P) terdiri dari P0 = 0 ml/l (Kontrol), P1 = 10 ml/l, P2 = 15 ml/l, P3= 20 ml/l dan konsentrasi ekstrak rumput laut (R) terdiri dari R0 = 0 ml/l (Kontrol), R1 = 3 ml/l, R2 = 5 ml/l, R3 =7 ml/l kemudian dilakukan uji lanjut BNJ 5%. Hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan asam humat dan ekstrak rumput laut berpengaruh nyata pada parameter jumlah biji per tongkol. Kombinasi P3R3 (konsentrasi asam humat 20 ml/l dan ekstrak rumput laut 7 ml/l) memberikan pengaruh terbaik. Asam humat dengan konsentrasi 20 ml/l dan ekstrak rumput laut dengan konsentrasi 7 ml/l memiliki perbedaan nyata pada masing-masing perlakuan terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan berat 100 butir.
PENGARUH PEMBERIAN MUTAGEN KIMIA Ethyl Methane Sulphonate (EMS) TERHADAP KERAGAMAN FENOTIPE TANAMAN HIAS Anthurium jenmanii lemon SECARA IN VITRO Lilik Listiani; Ani Lestari; Nurcahyo Widyodaru; Edhi Sandra
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4162

Abstract

Anthurium jenmanii merupakan salah satu komoditas tanaman dengan nilai ekonomi tinggi sehingga variasi serta keragamannya perlu terus dikembangkan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan konsentrasi EMS yang optimal bagi pertumbuhan serta terbentuknya variasi dari tanaman hias Anthurium jenmanii lemon. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 5 taraf konsentrasi mutagen EMS yang diulang sebanyak 10 kali sehingga terdapat 50 satuan unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah : E0 (0 mg/l) sebagai kontrol, E1 (10 mg/l), E2 (20 mg/l), E3 (30 mg/l), E4 (40 mg/l). Parameter yang dicapai yaitu suhu dan kelembapan, persentase kontaminasi dan eksplan hidup, jumlah daun, jumlah tunas, dan jumlah akar yang diamati pada 2 Msk, 4 Msk, 6 Msk, 8 Msk, 10 Msk, dan 12 Msk, warna tunas, dan respon lain. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut LSD taraf 5%. Hasil menunjukkan pemberian beberapa konsentrasi EMS tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah tunas, dan jumlah akar eksplan Anthurium lemon. E0 dan E1 memiliki laju pertumbuhan tunas tertinggi dengan rata-rata 3 dan 3,6. E1 dan E2 menghasilkan warna tunas kuning dengan notasi 2.5 GY 9/10 dan 7.5 Y 7/8.
PEMATAHAN DORMANSI DENGAN METODE SKARIFIKASI DAN PERENDAMAN PADA BERBAGAI LAMA PENYIMPANAN BIJI ROTAN (Daemonorops didymophylla Becc) Darmadi Erwin Harahap; Syawaluddin Syawaluddin; Mukhlis Mukhlis; Amir Mahmud; Evi Apriani Siregar
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5519

Abstract

Percobaan  ini dilakukan untuk melihat pengaruh skarifikasi dan perendaman pada berbagai lama penyimpanan terhadap pematahan dormansi biji rotan.Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan3 ulangan. Perlakuan I, Buah rotan dalam penyimpanan: B1 (penyimpanan selama 4 minggu), B2 (penyimpanan selama 3 minggu), B3 (penyimpanan selama 2 minggu), B4 (penyimpanan selama 1 minggu) dan Perlakuan II,Perlakuan pematahan dormansi biji rotan : F1 (skarifikasi/mengamplas biji 3x), F2 (perendaman dengan air panas 70ºC selama 65 menit). Untuk mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan, data hasil penelitian diolah dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan’t pada α = 0,01 (1 %).Perlakuan lama penyimpanan  biji setelah panen memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap semua parameter pengamatan, yaitu Umur kecambah (hari), panjang plumula (mm), panjang radikula (mm) dan persentase kecambah (%). Sedangkan perlakuan skarifikasi dan perendaman serta interaksinya tidak berbeda nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada B4D1 yaitu lama penyimpanan 1 minggu setelah panen dan skarifikasi dengan amplas 3X. Sedangkan perlakuan yang terjelek terdapat pada perlakuan B1F2 yaitu perlakuan penyimpanan selama 4 minggu dan  perendaman dalam air panas dengan suhu 700C selama   65 menit.
Respon Pertumbuhan dan Akumulasi Prolin Berbagai Varietas Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) terhadap Cekaman Kekeringan Syafira Aulia Rachmani Sudrajat; Karno Karno; Budi Adi Kristanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan akumulasi prolin tanaman nilam terhadap interaksi berbagai varietas nilam dengan pengaruh cekaman kekeringan berupa interval penyiraman yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2021 – Juli 2021 di Rumah Kaca Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor, Jawa Barat. Analisis parameter pengamatan dilakukan di Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Faktor pertama adalah varietas tanaman nilam yaitu : V1 (Patchoulina 2), V2 (Tapak Tuan), dan V3 (Lhokseumawe). Faktor kedua adalah cekaman kekeringan berupa interval penyiraman : C1 (2 hari), C2 (4 hari), C3 (6 hari), dan C4 (8 hari). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa varietas Nilam 2, Tapak Tuan dan Lhokseumawe tahan kekeringan yang dibuktikan dengan kemampuan mempertahankan pertumbuhannya hingga interval penyiraman 8 hari. Kandungan prolin yang terakumulasi pada tanaman nilam meningkat seiring dengan tingginya tingkat cekaman kekeringan yang diberikan. Ketiga varietas nilam menunjukkan perbedaan yang nyata pada karakter tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, dan luas daun varietas nilam.
KEPADATAN POPULASI ARTHROPODA PADA PERTANAMAN BAWANG MERAH DENGAN PEMBERIAN FORMULASI BIOPESTISIDA DI KABUPATEN NGANJUK Hendra Wahyudi Ariyono; Wiwin Windriyanti; Sri Wiyatiningsih
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4881

Abstract

Nganjuk merupakan sentra penghasil bawang merah terbesar di Provinsi Jawa Timur dengan total luas tanam 11.300 Ha. Persentase kerusakan tanaman yang besar dapat mengakibatkan penurunan bobot umbi. Studi keanekaragaman serangga merupakan langkah awal dalam pengendalian hama dan pengendalian hama pada tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan populasi arthropoda di perkebunan bawang merah setelah penggunaan formulasi biopestisida dan pestisida kimia. Penelitian dimulai pada bulan Desember 2020 sampai Februari 2021. Penelitian dilaksanakan di Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk dengan ketinggian 140 m dpl dengan aplikasi fobio (formulasi biopestisida) dan insektisida kimia. Luas daerah penelitian sekitar 140 m², dimana terdapat 2.400 populasi tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Terdapat 4 perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 100 tanaman bawang merah dengan jarak tanam 18 x 14 m dan jarak pagar 50 cm. Berdasarkan pengamatan populasi artropoda pada perlakuan organik berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan konvensional dan semi organik.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS DAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elais Guineensis Jacq) Samsinar Harahap Harahap; Amir Mahmud; Fery Endang Nasution
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5521

Abstract

Kelapa sawit merupakan tanaman komoditi perkebunan yang cukup penting di Indonesia dan memiliki prospek pengembangan yang cukup cerah. Pembibitan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya kelapa sawit. Penggunaan pupuk pada pembibitan tanaman kelapa sawit dapat dilakukan dengan memberikan kompos dan pupuk daun. Pupuk kompos mengandung unsur hara C,N,P,K dan S, yang berperan memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Pupuk daun Gandasil D merupakan pupuk daun lengkap dengan kandungan N 14 %, P 12 %, K 14 %, Mg 1 % dan unsur-unsur hara mikro lainya yang melengkapi yaitu : Mn, Bo, Cu, Co, Zn, serta Aneurine (sejenis hormon tumbuh) yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, menghindarkan tanah dari kerusakan dan menguatkan jaringan tanaman yang lemah serta berperan dalam pertumbuhan vegetatif. Tujuan penelitian untuk melihat respon pertumbuhan bibit kelapa sawit terhadap pemberian pupuk kompos dan pupuk daun, melihat interaksi pupuk kompos dan pupuk daun pada fase vegetative bibit kelapa sawit. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial, yang terdiri dari faktor pertama (K) pemberian pupuk kompos dan faktor kedua (D), pemberian pupuk daun, didapat 12 kombinasi percobaan dengan 3 ulangan sehingga didapat 36 satuan percobaan. Faktor pertama (K) pemberian pupuk kompos dengan 3 taraf perlakuan (K1) kompos sampah, (K2) kompos kelapa sawit dan (K3) kompos karet. Faktor kedua (D) pemberian pupuk daun dengan 4 taraf perlakuan (D0) tanpa pemberian pupuk (control). (D1) 2 ml/liter air, (D2) 4 ml/liter air dan (D3) 6 ml/liter air. Pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun. Hasil penelitian pada fase vegetative bibit kelapa sawit dengan pemberian pupuk kompos seperti tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun tidak memberikan pengaruh yang nyata pada tanaman. Pemberian pupuk daun Gandasil D berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan diameter batang, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun. Interaksi kedua perlakuan menunjukkan adanya pengaruh yang nyata terhadap parameter jumlah daun, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan diameter batang.
DETEKSI TINGKAT MASAK FISIOLOGIS PADI (oryza sativa L.) BERPIGMEN MELALUI ANALISIS KLOROFIL DAN PENGARUHNYA TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH Wulan Puspaningrum; Mira Landep Widiastuti; Elia Azizah; Nurcahyo Widyodaru Saputro
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi tingkat masak dari berbagai jenis varietas padi berpigmen melalui analisis klorofil dan pengaruhnya terhadap viabilitas dan vigor benih. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah varietas benih padi yang terdiri dari 10 taraf dan faktor kedua adalah fase masak yang terdiri dari 3 taraf. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 120 unit percobaan. Pengaruh perlakuan diuji dengan analisis sidik ragam dan apabila uji F pada taraf 5% hasilnya menunjukkan signifikan maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range). Selanjutnya untuk mengetahui hubungan antara variabel pengamatan dilakukan uji regresi dan korelasi sederhana. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata interaksi antara varietas dan fase masak. Persentase DB tertinggi bernilai 97,00% pada varietas Inpari-42 (V2) fase tua (F3) tidak berbeda nyata dengan varites Inpago-13 (V10) fase tua (F3), pada BKKN (0,95g), KCT (17,34%/etmal) dan IV  (6,74%) didapatkan hasil tertinggi pada varietas Inpago-13 (V10) fase tua (F3). Hasil analisis regresi dan korelasi sederhana menunjukkan terdapat hubungan secara negatif antara kandungan total klorofil dengan DB, BKKN, KCT dan IV.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PENYERBUK PADA TANAMAN BUAH NAGA (Hylocereus sp.) DI GUDO, JOMBANG Muhammad Fatir Ma'ruf; Wiwin Windriyanti; Wiludjeng Widayati
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4972

Abstract

Buah Naga (Hylocereus sp.) merupakan salah satu buah tropis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Budidaya dalam sering kali terkendala gagalnya proses penyerbukan. Penyerbukan  buah naga secara manual sulit dilakukan sehingga penyerbukan dilakukan secara alami dengan bantuan serangga penyerbuk. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2021. Penelitian dilakukan di lahan milik petani buah naga di Dusun Klepek Utara, Desa Sukoiber, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Metode yang digunakan yakni menggunakan pengambilan sampel secara purposive sampling serta pengamatan scan sampling. Parameter pengamatan serangga pengunjung menggunakan 1) Pengamatan Langsung menggunakan kamera, 2) Perangkap Lampu (Light trap), 3) Jaring serangga (Sweep net), 4) Yellow trap. Identifikasi serangga menggunakan buku identifikasi kunci determinasi serangga dan iNaturalist. Data hasil penelitian dianalisis dengan indeks keanekaragaman jenis (H’) dan indeks dominansi (C). populasi serangga penyerbuk yang didapatkan dalam penelitian ini ada  3 ordo, 6 famili dan 8 spesies yang terdiri dari 468 individu. Nilai indeks keanekaragaman jenis (H’) pada lahan buah naga yang diperoleh yaitu 0.24081. Nilai tersebut termasuk kedalam kriteria indeks keanekaragaman jenis rendah. Nilai indeks dominansi (C) lahan buah naga menunjukkan nilai 0.85354 yang kemudian masuk kategori dominansi tinggi, artinya ada jenis serangga yang mendominasi pada lahan buah naga.
APLIKASI ETHEPON TERHADAP KESEREMPAKAN PEMATANGAN POLONG DAN VIABILITAS SERTA VIGOR BENIH BENGKUANG (PACHYRHIZUS EROSUS L.) VARIETAS KOTA PADANG Rengga Septiadi; P.K. Dewi Hayati; Aswaldi Anwar
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4281

Abstract

Tanaman bengkuang memiliki waktu pematangan polong yang tidak serempak. Hal ini menyebabkan waktu untuk pemanenan polong tidak bisa dilakukan dalam sekali pemanenan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara waktu dan konsentrasi yang berbeda pada pemberian ethepon terhadap keserempakan pematangan polong serta viabilitas dan vigor benih bengkuang varietas Kota Padang, mendapatkan waktu aplikasi ethepon yang terbaik, serta mendapatkan konsentrasi ethepon yang terbaik terhadap keserempakan pematangan polong serta viabilitas dan vigor benih bengkuang varietas Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dan tiga kelompok. Faktor I, waktu aplikasi yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 3 MSA (Minggu Setelah Antesis), 6 MSA, dan 9 MSA. Faktor II, konsentrasi ethepon yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu 0 ppm, 200 ppm, 400 ppm, dan 600 ppm. Diperoleh 12 kombinasi perlakuan dengan 3 kelompok, sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Data  yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji  Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara waktu aplikasi ethepon dengan konsentrasi ethepon yang berbeda terhadap keserempakan pematangan polong serta viabilitas dan vigor benih bengkuang varietas Kota Padang. Masing-masing perlakuan waktu aplikasi ethepon tidak memperlihatkan pengaruh yang nyata terhadap keserempakan pematangan polong serta viabilitas dan vigor benih bengkuang varietas Kota Padang. Pemberian ethepon dengan konsentrasi 400 ppm mampu meningkatkan jumlah polong tanaman bengkuang varietas Kota Padang.

Page 11 of 48 | Total Record : 479