cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 479 Documents
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (SOLANUMLYCOPERSICUM L.) TERHADAP PRESENTASE NAUNGAN DAN FREKUENSI PENYIRAMAN Febrianti Febrianti; Sutarno Sutarno; Susilo Budiyanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6805

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas buah yang sering dijumpai di Indonesia. Naungan merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi faktor lingkungan yang kurang sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Penyiraman yang sesuai kebutuhan tanaman dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh presentase naungan dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan dan produksi tomat. Penelitian dilakukan di greenhouse Desa Gembong, Pati dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang pada bulan April sampai Juli 2021. Penelitian menggunakan percobaan split plot 4 x 3 dengan dasar rancangan acak lengkap (RAL) yang diulang sebanyak 3 kali. Petak Utama yaitu perlakuan presentase naungan dengan 4 taraf yaitu N0 = 0 % atau tidak diberi naungan sebagai kontrol, N1 = 55% naungan, N2 = 65% naungan, dan N3 = 75 % naungan. Anak petak yaitu perlakuan frekuensi penyiraman yang terdiri dari 3 taraf yaitu P0 = 1 hari (Kontrol), P1 = 2 hari sekali, dan P2 = 3 hari sekali. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa perlakuan tinggi tanaman terbaik padapenyiraman 3 hari sekali, bobot buah tiap tanaman, diameter buah terbaik pada penyiraman 2 hari sekali. Diameter batang, bobot buah tiap tanaman terbaik pada perlakuan naungan 0% atau tanpa naungan. Jumlah daun, waktu berbunga, jumlah bunga, jumlah buah, bobot segar brangkasan, bobot kering brangkasan tidak berpengaruh terhadap perlakuan presentase naungan dan frekuensi penyiraman. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan presentase naungan dengan tingkat 0% atau tanpa naungan dan penyiraman 2 hari sekali menunjukkan hasil terbaik. 
PENGARUH KOMBINASI BERBAGAI JENIS MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASILTANAMAN BABY KAILAN (BRASSICA OLERACEA L. VAR.ACHEPALA) KULTIVAR KALE F1 Donny Fahriza Nasution; Wagiono Wagiono; Darso Sugiono
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.5825

Abstract

Percobaan dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang Desa Pasirjengkol Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Ulangan (RAK) Faktor tunggal dengan 4 ulangan. Terdapat  6 kombinasi perlakuan, yaitu A (Tanah), B( Tanah + Sekam Bakar ), C (Tanah+Sekam Bakar + Pukan Sapi), D (Tanah + Sekam Bakar + Pukan Kambing), E (Tanah + Sekam Bakar + Pukan Sapi + Cocopeat), F (Tanah + Sekam Bakar + Pukan Kambing + Cocopeat). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh nyata kombinasi berbagai jenis media tanam  terhadap  tinggi tanaman pada 14 hst, 21 hst dan 28 hst,  jumlah daun 21 hst dan 28 hst,  diameter batang  pada 14 hst, 21 hst dan 28 hst,  luas daun  dan bobot segar tanaman. Perlakuan D (Tanah + Sekam Bakar + Pukan Kambing)  memberikan hasil tertinggi pada  seluruh parameter pengamatan. Pada tinggi tanaman14 hst, 21 hst dan 28 hst  sebesar 19,625 cm, 30,565 cm dan 34,565 cm. Pada jumlah daun 21 hst dan 28 hst sebesar  7,917 helai dan 10,585 helai. Pada diameter batang 14 hst, 21 hst dan 28 hst sebesar  0,412 cm, 0,572 cm dan 0,97 cm, luas daun tanaman sebesar  574,065 cm2 serta hasil bobot segar tanaman sebesar  116,527 gram.
PENGARUH BACILLUS SP. TERHADAP MALFORMASI HIFA PATOGENPHYTOPHTHORA PALMIVORA Devi Tria Anjarsari; Endang Triwahyu Prasetyawati; Yenny Wuryandari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6810

Abstract

Busuk Buah kakao adalah salah satu penyakit penting yang disebabkan oleh jamur patogen Phythophthora palmivora. Pengendalian penyakit busuk buah kakao dapat menggunakan agensia hayati Bacillus sp. yang salah satu kandungannya adalah enzim ekstraseluler. Berdasarkan kemampuan yang dimiliki Bacillus sp. maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Bacillus sp. dalam mengakibatkan malformasi hifa patogen Phytophthora palmivora. Bakteri Bacillus sp. yang digunakan dalam penelitian ini merupakan bakteri Bacillus sp. koleksi Dra. Endang Triwahyu P., MSi yaitu isolat Ba-6, Ba-9, Ba-12, Ba-15, dan isolat Ba-17. Metode pelaksanaan dalam penelitian ini yaitu pengambilan sampel buah kakao, isolasi dan pengamatan mikroskopis Phytophthora palmivora, peremajaan bakteri Bacillus sp., uji antagonisme, uji aktivitas enzim ekstraseluler Bacillus sp, dan pengamatan hifa patogen Phytophthora palmivora. Enzim ekstraseluler yang diamati yaitu enzim amilase, protease dan selulase. Perlakuan isolat Ba-6 dan Ba-9 menghasikan enzim amilase, protease dan seulase yang mengakibatkan hifa P. palmivora membengkok dan membengkak, isolat Ba-12 menghasilkan enzim protease yang mengakibatkan hifa P. palmivora memendek, membengak, dan terpotong, isolat Ba-15menghasikan enzim amilase, protease dan seulase yang mengakibatkan hifa P. palmivora memendek dan terpotong, isolat Ba-17 menghasikan enzim amilase dan protease yang mengakibatkan hifa P. palmivora membengkak namun jumlah hifa yang membengkak sedikit.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Dari Batang Pisang, Sabut Kelapa, Rebung Bambu Terhadap Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Qorry Hilmiyah Harahap
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.6705

Abstract

Pupuk organik berdasarkan bentuknya dibagi menjadi dua, yaitu pupuk cair dan pupuk padat. Pupuk cair adalah larutan yang mudah larut berisi satu atau lebih pembawa unsur yang dibutuhkan tanaman. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk pembuatan POC adalah batang pisang, rebung bambu dan sabut kelapa yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman, sehingga limbah ini patut mendapat perhatian untuk dimanfaatkan sebagai bahan pupuk cair. Menurut Suprihatin (2011) batang pisang mempunyai kandungan unsur hara seperti kalsium 16 %, kalium 23 % dan fospor 32 %. Rebung bambu mengandung hormon giberelin sehingga ekstraknya dapat digunakan memacu pertumbuhan bibit (Maspary, 2012). MOL rebung bambu mengandung Fosfor 59 mg, kalsium 13 mg, Besi 0,50 mg, Kalium 20,12 mg (Nugroho, 2012). Menurut Risnah dkk.,(2013), sabut kelapa mengandung K total yang tinggi sebesar 21,87%. Pemberian pupuk organic cair (P) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan, yaitu : P0 = (tanpa pupuk organik) ; P1 = (POC batang pisang) ; P2 = (POC sabut kelapa) ; P3 = (POC rebung bambu). Perlakuan pupuk organik cair hasil tertinggi pada tinggi tanaman di jumpai pada P0 dengan rata-rata 36,24 cm dan terendah pada P2 dengan nilai rata-rata 33,12 cm meskipun tidak berpengaruh nyata pada perlakuan yang lain dan pada pengamatan kedalaman lubang tanam tinggi tanaman tertinggi ditunjukkan pada perlakuan L3 dan tidak berbeda nyata pada perlakuan yang lain.
PENGARUH KETEBALAN DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM JERAMI DAN SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG F3 JENIS MERDEKA DI KABUPATEN KARAWANG Anggini Riyaldi Putri; Sulistyo Sidik Purnomo; Ani Lestari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6838

Abstract

Jamur merang termasuk dalam golongan jamur saprofit.Oleh sebab itu, media tanam merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya jamur merang.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media tanam jerami dan sekam padi yang memberikan hasil tertinggi pada ketebalan media terhadap pertumbuhan dan hasil jamur merang F3 jenis merdeka di Kabupaten Karawang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga seluruhnya terdapat 36 unit percobaan.Faktor pertama adalah ketebalan media yang terdiri dari 3 taraf, yaitu t1 (15 cm), t2 (20 cm), dan t3 (25 cm).Sedangkan faktor kedua adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 4 taraf, yaitu m1 (100% jerami), m2 (75% jerami + 25% sekam), m3 (50% jerami + 50% sekam), m4 (25% jerami + 75% sekam).Pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan analisis ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%.Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara ketebalan dan komposisi media tanam jerami dan sekam padi terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil jamur merang.Namun, terdapat faktor mandiri komposisi media tanam taraf m2 dapat memberikan hasil tertinggi pada jumlah badan buah dan taraf m4 pada lama masa panen.Keduanya berbeda nyata dengan m1, tetapi tidak berbeda nyata dengan komposisi media tanam lainnya.
EFEKTIVITAS KOMBINASI PUPUK ORGANIK CAIR URINE KELINCI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS (PHASEOLUS VULGARIS L.) DI DATARAN RENDAH Ibnu Cahyanto; Muharam Muharam; Yayu Sri Rahayu
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6825

Abstract

Pupuk Organik Cair yang berasal dari urine kelinci berpotensi untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi pupuk organik cair urine kelinci dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis di dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan di lahan milik PERURI yang terletak di Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat dengan Ketinggian 22,5 meter dpl. Tipe iklim sedang dengan tekstur tanah liat.Penelitian ini dilaksanakan 15 Agustus – 7 Oktober 2021.Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal. Terdapat 11 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, yaitu A (80 ml/l POC), B (70 ml/l POC dan 300 kg/ha NPK), C (70 ml/l POC/ha dan 250 kg/ha NPK), D (70 ml/l POC dan 200 kg/ha NPK), E (80 ml/l POC dan 300 kg/ha NPK), F (80 ml/l POC dan 250 kg/ha NPK), G (80 ml/l POC dan 300 kg/ha NPK), H (90 ml/l POC dan 300 kg/ha NPK), I (90 ml/l POC dan 250 kg/ha NPK), J (90 ml/l POC dan 200 kg/ha NPK) dan K (350 kg/ha NPK). Data analisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Terdapat pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman (28 hst, 35 hst dan 42 hst), jumlah daun (35 hst dan 42 hst), Luas daun, jumlah polong, panjang polong, bobot per tanaman, bobot per petak dan bobot per hektar. Hasil tertinggi 2,05 kg/plot (5,13 ton/ha) didapat oleh 90 ml perlakuan pupuk organik cair urine kelinci dan 250 kg/ha pupuk NPK.
PENGARUH DOSIS PUPUK MAJEMUK NPKDAN BOKASHI PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHANDAN HASILTANAMAN KUBIS BUNGA (BRASSICA OLERACEA VAR. BOTRYTIS.L) VARIETAS BIMA 45 F1LAHAN TADAH HUJAN Dian Novitasari; Muharam Muharam; Sugiarto Sugiarto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6806

Abstract

Penelitian dilaksanakan di lahan sawah tadah hujan desa Karangmulya Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi mulai dari bulan Mei 2021 sampai bulan Juli 2021.Metode penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal. Perlakuan sebanyak 10 dan  diulang 3 kali.  Perlakuan A tanpa pupuk NPK dan bokashi pupuk kandang sapi, B =400 kg NPK/ha dan 3000 kg/ha bokashi pukan sapi, C = 400 kg/ha NPK dan 10000 kg bokashi pukan sapi, D = 400 kg NPK dan 15000 kg bokashi pukan sapi, E 500 kg NPK dan 5000 kg bokashi pukan sapi, F = 500 kg NPK dan 10000 kg bokashi pukan sapi, G = 500 kg NPK dan 15000 kg bokashi pukan sapi/ha, H = 600 kg NPK dan 5000 lg/ha bokashi pukan sapi, I = 600 kg NPK dan 10000 kg / ha bokashi pukan sapi, dan J = 600 kg NPK/ha dan 15000 kg bokashi pukan sapi.
UJI TOLERANSI GALUR PADI (ORYZA SATIVA L.) TERHADAP CEKAMAN ABIOTIK RENDAMAN STAGNAN (STAGNANT FLOODING) Vidia Ari Gustanti; Rina Hapsari Wening; Muharam Muharam; M. Yamin Samaullah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6834

Abstract

Cekaman abiotik rendaman stagnan (stagnan flooding) sering terjadi di lahan rawa dengan lamanya genangan dapat mencapai 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui galur-galur padi yang dapat toleran pada lingkungan rendaman stagnan dan memiliki daya hasil yang tinggi. Penelitian ini menggunakan rancangan augmented dengan dua lingkungan yaitu rendaman stagnan dan optimum. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, umur berbunga, umur masak fisiologis, panjang malai, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa, bobot 1000 butir, dan produktivitas. Bahan tanaman padi yang digunakan yaitu 100 galur padi dan varietas pembanding yaitu IRR1 119, IR42, INPARA 8, IRR1 154, INPARA 9. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 15 galur padi yang terpilih berdasarkan indeks seleksi dengan pembobot dengan daya hasil berkisar antara 1.99-3.779 t/ha. Terdapat empat galur padi yang terindikasi bersifat toleran terhadap rendaman berdasarkan seleksi Indeks Kepekaan Rendaman dan WINDEX, yaitu (49) BP30411F-KA-14-1, (51) B14746E-KA-10-2-1-MR-1, (71) BP 30790C-Ski-19-Clm-1, (77) BP 30824C-Ski-18-3-Ert-2-Ski-1. 
KERAGAMAN GENETIK 30 GENOTIPE PADI(ORYZA SATIVA L) BERDASARKAN 9 MARKA SSR TERPAUT KANDUNGAN ZN Rischa Ainunnisa Febriella; Untung Susanto; Fawzy Muhammad Bayfurqon; Hayatul Rahmi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6811

Abstract

Aplikasi marka SSRs (Simple Sequence Repeats) dapat digunakan untuk menentukan keragaman genetik padi (Oryza sativa L.).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman genetik padi yang diuji berdasarkan aplikasi marka SSR yang dilaporkan terpaut dengan sifat kandungan Zn tinggi.Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, di Kabupaten Subang Jawa Barat pada bulan Mei 2021 sampai Agustus 2021. Hasil penelitian ini mendeteksi sebanyak 41 alel dengan rata-rata jumlah alel per marka 4,56 dan kisaran 2-10 alel per lokus. Rata-rata frekuensi alel mayor adalah 0,61 dengan nilai terendah 0,27 pada marka RM23 dan nilai tertinggi adalah 0,97 pada marka RM247. Nilai diversitas gen berkisar antara 0,06 (RM247) hingga 0,79 (RM23) dengan rata-rata 0,51. Nilai PIC (polymorphic information content) berkisar antara 0,06 (RM247) hingga 0,76 (RM23) dengan rata-rata 0,48. Analisis filogenetik menunjukan bahwa 30 genotipe padi terbagi menjadi 4 kelompok utama pada koefisien kemiripan genetic sebesar 0,44. Cluster pertama terdiri dari 15 genotipe padi, cluster kedua terdiri dari 12 genotipe padi, cluster ketiga terdiri dari 2 genotipe dan cluster keempat terdiri 1 genotipe padi
PENGARUH BATUBARA TIDAK PRODUKTIF DAN TEKNIK HATCH AND CARRY ELAEIDOBIUS KAMERUNICUS TERHADAP PRODUKSI KELAPA SAWIT BARU MENGHASILKAN Dewi Rezki; Siska Efendi; Herviyanti Herviyanti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.3255

Abstract

Rendahnya produksi kelapa sawit yang baru menghasilkan (umur 4 tahun) disebabkan oleh rendahnya tingkat kesuburan tanah dan proses penyerbukan pada bunga kelapa sawit yang belum optimal. Upaya yang dapat dilakukan antara lain adalah meningkatkan kesuburan tanah melalui penambahan bahan organik yang mempunyai reaksi cepat di dalam tanah serta optimalisasi proses penyerbukan bunga kelapa sawit melalui teknik hatch and carry Elaeidobius kamerunicus.Dalam penelitian ini terdapat 6 perlakuan yaitu P0 (tanpa perlakuan), P1 (aplikasi bahan humat dari batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik), P2 (aplikasi bubuk batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik), P3(penerapan teknik hatch and carry E. kamerunicus), P4 (aplikasi bahan humat dari batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik yang dikombinasikan dengan teknik hatch and carry E. kamerunicus), dan P5 (aplikasi bubuk batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik yang dikombinasikan dengan teknik hatch and carry E. kamerunicus). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa penambahan bahan humat meningkatkan ketersediaan hara tanah dan serapan hara pada tanaman kelapa sawit. Penerapan teknik hatch and carry E. kamerunicus mampu meningkatkan populasi kumbang penyerbuk E. kamerunicus dari 7.655 populasi menjadi 23.725 populasi. Kombinasi bahan humat dari batubara tidak produktif dengan teknik hatch and carry E. kamerunicus menghasilkan produksi kelapa sawit terbaik yaitu 12,73 kg / tandan.