cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 479 Documents
PENGARUH BATUBARA TIDAK PRODUKTIF DAN TEKNIK HATCH AND CARRY ELAEIDOBIUS KAMERUNICUS TERHADAP PRODUKSI KELAPA SAWIT BARU MENGHASILKAN Dewi Rezki; Siska Efendi; Herviyanti Herviyanti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5431

Abstract

Rendahnya produksi kelapa sawit yang baru menghasilkan (umur 4 tahun) disebabkan oleh rendahnya tingkat kesuburan tanah dan proses penyerbukan pada bunga kelapa sawit yang belum optimal. Upaya yang dapat dilakukan antara lain adalah meningkatkan kesuburan tanah melalui penambahan bahan organik yang mempunyai reaksi cepat didalam tanah serta optimalisasi proses penyerbukan bunga kelapa sawit melalui teknik hatch and carry Elaeidobius kamerunicus.  Dalam penelitian ini terdapat 6 perlakuan yaitu P0 (tanpa perlakuan), P1 (aplikasi bahan humat dari batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik), P2 (aplikasi bubuk batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik), P3  (penerapan teknik hatch and carry E. kamerunicus), P4 (aplikasi bahan humat dari batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik yang dikombinasikan dengan teknik hatch and carry E. kamerunicus), dan P5 (aplikasi bubuk batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik yang dikombinasikan dengan teknik hatch and carry E. kamerunicus). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa penambahan bahan humat meningkatkan ketersediaan hara tanah dan serapan hara pada tanaman kelapa sawit. Penerapan teknik hatch and carry E. kamerunicus mampu meningkatkan populasi kumbang penyerbuk E. kamerunicus dari 7.655 populasi menjadi 23.725 populasi. Kombinasi bahan humat dari batubara tidak produktif dengan teknik hatch and carry E. kamerunicus menghasilkan produksi kelapa sawit terbaik yaitu 12,73 kg / tandan.  Dengan demikian, kombinasi batubara tidak produktif dan teknik hatch and carry E. Kamerunicusmampu meningkatkan produksi kelapa sawit baru menghasilkan.
INTENSITAS SERANGAN HAMA PADA BERBAGAI SISTEM TANAM DENGAN BERBAGAI GENOTIPE JAGUNG (Zea mays L.) HIBRIDA Grace Selia Banjar Nahor; Dedi Ruswandi; Muhammad Syafi’i; Sugiarto Sugiarto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5032

Abstract

Peningkatan produksi jagung dapat dilakukan melalui sistem tanam yang berbeda dengan pemberian berbagai genotipe jagung hibrida yang mampu menekan tingkat kerusakan akibat serangan hama. Tujuan penelitian untuk mendapatkan respon sistem tanam terbaik pada berbagai genotipe jagung hibrida. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi, sebagai petak utama yaitu sistem tanam dengan 3 taraf (monokultur jagung, tumpangsari jagung+kedelai, tumpangsari jagung+ubi) dan anak petak yaitu genotipe hibrida dengan 22 taraf (DR 4 x MDR 7.2.3, DR 4 x MDR 16.6.14, DR 5 x MDR 18.8.1, DR 6 x DR 7, DR 7 x DR 8, DR 8 x MDR 18.8.1, DR 8 x DR 9, DR 8 x MDR 1.1.3, DR 10 x MDR 9.1.3, DR 11 x DR 16, DR 14 x DR 18, DR 19 x DR 20, MDR 3.1.4 x MDR 18.5.1, MDR 3.1.2 x MDR 153.14.1, MDR 7.4.3 x DR 18, MDR 7.4.3 x MDR 18.8.1, MDR 7.4.3 x MDR 1.1.3, MDR 9.1.3 x MDR 1.1.3, MDR 18.8.1 x MDR 7.1.9, MDR 153.3.2 x MDR 8.5.3, BR 154 x MDR 18.8.1, BR 154 x MDR 153.3.2) dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian terdapat pengaruh interaksi antara berbagai sistem tanam dengan berbagai genotipe jagung hibrida terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan s1g9, s1g22 mampu menekan intensitas serangan hama lalat bibit, perlakuan s1g9, s1g13, s1g20, s2g3, s2g4, s2g17 mampu menekan intensitas serangan hama ulat grayak, perlakuan s1g3, s1g4, s1g9, s1g17, s2g9, s2g20, s2g22 mampu menekan intensitas serangan hama penggerek batang jagung, perlakuan s1g9 mampu menekan intensitas serangan hama penggerek tongkol jagung.
PENGARUH KONSENTRASI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (BRASSICA CHINENSIS L.) Saptorini Saptorini; Mariyono Mariyono; Dody Dwi Kurniawan
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4833

Abstract

Sawi merupakan tanaman sayuran daun yang termasuk ke dalam famili Brassicaceae, berasal dari Cina dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sektor pertanian di Indonesia masih mengandalkan pupuk anorganik untuk meningkatkan produktivitas Sawi (Brassica chinensis L.). Pemberian pupuk anorganik berlebih menyebabkan berkurangnya kesuburan tanah. Pupuk organik dari limbah cair tahu dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Limbah cair tahu difermentasi selama 10 hari dengan bahan tambahan EM4 dan air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pemberian (POC) limbah cair tahu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Sawi (Brassica chinensis L.). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini berjumlah 5 yaitu pupuk 0% (kontrol), 5%, 10%, 15%, dan 20%. Pengamatan dilakukan terhadap 5 parameter pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat basah dan berat kering. Analisis data dengan Analisis ragam dan Uji lanjutan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji Analisis ragam menunjukkan Fhitung tinggi tanaman, jumlah daun tanaman, luas daun tanaman, berat basah dan berat kering tanaman lebih besar dibandingkan Ftabel pada 5%. Uji BNT menunjukkan pada perlakuan pupuk konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20% menunjukkan perbedaan dibanding perlakuan kontrol.
PENGENDALIAN HAMA ULAT KROP (CROCIDOLOMIA BINOTALIS ZELL.) PADA TANAMAN KUBIS (BRASSICA OLERACEA L.) DENGAN APLIKASI AGENSI HAYATI STREPTOMYCES SP. Salfi Mauludhiea Firli; Wiwin Windriyanti; Penta Suryaminarsih
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6823

Abstract

Tanaman Kubis merupakan salah satu jenis memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi akan tetapi produksinya mengalami penurunan. Salah satu faktor penyebabnya ialah  serangan hama Ulat Krop (Crocidolomia binotalis). Pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak dari serangan hama tersebut ialah dengan memanfaatkan agensi hayati Streptomyces sp.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi Streptomyces sp. untuk mengendalikan Crocidolomia binotalis serta menghitung intensitas kerusakannya.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu aplikasi agensi hayati sebelum infestasi larva, setelah infestasi larva, dan tanaman yang diinfestasikan larva saja sebagai kontrol.Hasil penelitian didapatkan bahwa gejala yang timbul pada larva yaitu perubahan warna tubuh menjadi lebih pucat, tekstur tubuh lunak, dan kebasahan.Gejala diteruskan dengan warna tubuh larva berubah menjadi coklat kehitaman serta ukuran tubuh mulai mengkerut dan mengering. Aplikasi agensi hayati Streptomyces sp. pada tanaman kubis belum mampu untuk mengendalikan serangan hama ulat krop, ditunjukkan dengan presentase kematian yang sama antar perlakuan yaitu sebesar 1,39 %, akan tetapi agensi hayati Streptomyces sp. yang diaplikasikan sebelum infestasi larva mampu menurunkan intensitas kerusakan tanaman kubis menjadi 10,75% jika dibandingkan dengan Streptomyces sp. yang diaplikasikan setelah infestasi larva sebesar 13,82% dan kontrol yaitu sebesar 15,35%.
KERAGAAN KARAKTER FENOLOGI DAN DAYA HASIL BEBERAPA CALON HIBRIDA JAGUNG MANIS (ZEA MAYSSACCHARATA STURT) MS-UNSIKA DI DATARAN TINGGI WANAYASA PURWAKARTA Asty Kusuma Rani; Nurcahyo Widyodaru Saputro; Muhammad Syafi’i
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6804

Abstract

Permintaan jagung manis di Indonesia mengalami peningkatan namun terdapat kendala seperti produktivitasnya menurun. Untuk meningkatkan produktivitas dapat dilakukan dengan perakitan varietas jagung manis hibrida. Karakter fenologi penting untuk diketahui, karena berpengaruh terhadap pembentukan biji pada tongkol tanaman jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan calon jagung manis hibrida MS-UNSIKA yang Unggul berdasarkan karakter fenologi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai September 2021 di Kebun Ambu Pusakamulya, Desa Pusakamulya, Kec. Kiara Pedes, Kab. Purwakarta. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yang diulang 3 kali. Perlakuan menggunakan 33 calon jagung manis hibrida UNSIKA dan 3 varietas komersial Bonanza F1, Talenta F1 dan Exotic F1. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan analisis ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka diuji lanjut dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata pada parameter umur bunga jantan 50%, umur bunga betina 50%, ASI, lama pengisian buah dan umur panen dan perlakuan terbaik terdapat pada genotipe UNSIKA 1 pada pengamatan umur bunga jantan 50% (52,33 hst), anthesis silking interval (1,00 hari), UNSIKA 23 pada pengamatan umur bunga 50% (53,67 hst), umur panen UNSIKA 23 (75,33 hst), UNSIKA 26 pada pengamatan lama pengisian biji (11,00 hari), UNSIKA 34 pada bobot tongkol dengan kelobot (375,80 g) dan UNSIKA 43 pada bobot tongkol tanpa kelobot (256,00 g).
PENGARUH APLIKASI KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN INTERVAL PEMBERIAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ) DIPRE NURSERY Puan Habibah; Indra Dwipa; Benni Satria
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6842

Abstract

Kompos tandan kosong kelapa sawit (TKKS) mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dosis kompos TKKS dan interval waktu penyiraman terbaik pada pertumbuhan bibit kelapa sawit di Pre nursery Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Agustus sampai November 2021 di kebun percobaan masyarakat Kampung Lubuk Dalam, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor Faktor pertama yaitu, dosis Kompos TKKS 0,75, 150, 225, 300 gpolybag dan faktor kedua terdiri dari 3 taraf yaitu, 1 hari sekali diaplikasikan dalam kombinasi faktorial dengan interval waktu penyiraman 1 hari sekali, 2 hari sekali dan 3 kali sehari Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan analisis varians (ANOVA) menggunakan uji F taraf 5%. Hasil uji F yang menunjukan pengaruh nyata diujilanjut dengan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Aplikasi kompos TKKS dengan dosis 225g polybag dengan interval waktu penyiraman 2 hari sekali dapat meningkatkan tinggi bibit dan bobot segar akar Interval penyiraman hanya meningkatkan bobot segar bibit
PENGARUH SUBSTITUSI MEDIA SERABUT KELAPA DAN PEMBERIAN NUTRISI EKSTRAK TAUGE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE) Aullia Oktaviani; Ani Lestari; Nurcahyo Widyodaru Saputro
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6830

Abstract

Budidaya jamur merang dapat dilakukan dengan menggunakan media tanam yang diperoleh dari limbah hasil pertanian.Pada percobaan ini digunakan media tanam serabut kelapa dan pemberian nutrisi organik ekstrak tauge, yang bertujuan untuk mengetahui komposisi media dan dosis nutrisi yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil jamur merang.Metode percobaan yang dilakukan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 3 ulangan. Terdapat 9 perlakuan, yaitu A (serabut kelapa 0% + ekstrak tauge 0%); B (serabut kelapa 0% + ekstrak tauge 40%); C (serabut kelapa 0% + ekstrak tauge 60%); D (serabut kelapa 15% + ekstrak tauge 0%); E (serabut kelapa 15% + ekstrak tauge 40%); F (serabut kelapa 15% + ekstrak tauge 60%); G (serabut kelapa 30% + ekstrak tauge 0%); H (serabut kelapa 30% + ekstrak tauge 40%); I (serabut kelapa 30% + ekstrak tauge 60%) sehingga terdapat 27 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji F taraf 5% dan diuji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil Penelitian menunjukkan Perlakuan G (serabut kelapa 15% + ekstrak tauge 0%) memberikan hasil tertinggi terhadap panjang dan bobot badan buah jamur merang yaitu 3,24 cm dan 11,87 g dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI AKIBAT APLIKASI PUPUK BIOSLURRY PADA TIGA VARIETAS PADI DENGAN PEMBENAH TANAH DI JENIS TANAH MEDITERAN Vivi Anisa; Sumarsono Sumarsono; Susilo Budiyanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6809

Abstract

Penelitian bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan dan produksi akibat dosis pupuk bioslurry yang berbeda pada tiga varietas padi dengan diberi dan tidak diberi pembenah tanah di tanah mediteran. Penelitian menggunakan split plot dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 ulangan. Petak utama ialah pembenah tanah (A) yaitu tanpa pembenah (A1) dan dengan pembenah (A2). Anak petak adalah varietas padi pada dosis pupuk bioslurry (B) yaitu kombinasi varietas Ciherang, IR64 dan Inpari 32 dengan masing-masing dosis bioslurry 125 kg N/ha, 1,5 x 125 kg N/ha dan 2 x125 kg N/ha. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, waktu muncul malai, jumlah malai per rumpun, jumlah bulir per malai, bobot segar dan kering tajuk, bobot segar gabah, bobot 1000 butir dan produksi hasil.Data diolah menggunakan analisis ragam untuk menguji pengaruh perlakuan.Apabila ada pengaruh nyata dilanjutkan dengan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pembenah tanah dan interaksinya dengan varietas padi pada dosis bioslurry (P<0,05) terhadap pertumbuhan dan produksi padi. Perlakuan varietas IR64 pada dosis bioslurry nyata (P<0,05) lebih tinggi dibanding verietas ciherang dan Inpari 32 terhadap waktu muncul malai, jumlah malai per rumpun, jumlah bulir per malai, dan bobot 1000 butir. Parameter waktu muncul malai, jumlah malai per rumpun dan jumlah bulir per malai pada dosis bioslurry 125 kg N/ha tiap varietas padi nyata (P<0,05) tertinggi, hasil tidak meningkat dengan peningkatan dosis 1,5 x 125 kg N/ha dan 2 x 125 kg N/ha. Perlakuan dengan pembenah tanah pada varietas IR64 menghasilkan pertumbuhan dan produksi padi tertinggi diikuti dengan varietas Ciherang dan Inpari 32, serta penggunaaan dosis bioslurry 125 kg N/ha sudah cukup untuk untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi.Produksi padi dengan dosis bioslurry 125 kg N/ha pada varietas IR64 yang mendapat pembenah tanah pada jenis tanah Mediteran.dapat mencapai 745 g/m2.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL GALUR-GALUR HARAPAN PADI (ORYZA SATIVA L.) AKIBAT CEKAMAN SALINITAS PADA FASE GENERATIF Dita Dwi Clarasati; Nafisah Nafisah; Rommy Andhika Laksono; Fawzy Muhammad Bayfurqon
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6837

Abstract

Pemanfaatan lahan salin sebagai upaya untuk perluasan lahan pertanian perlu didukung dengan adanya pengembangan varietas unggul padi toleran salinitas. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi galur-galur harapan padi (Oryza sativa L.) yang mampu memberikan hasil tinggi pada kondisi cekaman salinitas pada fase generatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2021 bertempat di Kebun Percobaan BBPadi, Subang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan RAK faktor tunggal. Perlakuan yang digunakan yaitu 30 genotipe padi yang terdiri atas 24 galur harapan dan 6 varietas pembanding. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 90 plot percobaan. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam dan dilanjutkan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata galur-galur harapan padi yang diuji pada cekaman salinitas fase generatif terhadap tinggi tanaman, panjang malai, gabah hampa per malai, dan hasil gabah.
STUDI PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI MUTAGEN KIMIA (KOLKISIN) TERHADAP PENAMPILAN MORFOLOGI TANAMAN ANGGREK KRIBO (DENDROBIUM SPECTABILE) SECARA IN VITRO Windi Widia Nengsih; Muhammad Syafii; Nurcahyo Widyodaru Saputro; Edhi Sandra
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6824

Abstract

 Tanaman anggrek tergolong dalam famili Orchidaceae dan telah lama dikenal oleh masyarakat sebagai tanaman hias maupun bunga potong.Dendrobium merupakan salah satu jenis anggrek yang dominan menguasai pasar di Indonesia. Tanaman anggrek Dendrobium sebagai sumber genetik banyak ditemukan di hutan. Perbanyakan Dendrobium umumnya dilakukan secara konvensional yang memerlukan waktu lama. Salah satu upaya untuk mendapatkan keragaman genetik yaitu melalui kultur jaringan dengan menambahkan kolkisin. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi kolkisin yang optimum dalam pertumbuhan tanaman Dendrobium spectabile. Percobaan ini dilakukan pada Mei 2021 sampai Agustus 2021 di Esha Flora Tissue culture Bogor, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 1 faktor dengan 5 taraf konsentrasi :   K0 (Kolkisin 0 ppm), K1 (Kolkisin 2 ppm), K2 (Kolkisin 4 ppm), K3 (Kolkisin 6 ppm), dan K4 (Kolkisin 8 pm)yang diulang sebanyak 7 kali. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA taraf 5% dan apabila terdapat pengaruh nyata, diuji lanjut menggunakan LSD taraf 5%. Eksplan yang digunakan berasal dari planlet tanaman Dendrobium spectabile yang berumur 3 bulan setelah kultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman eksplan K3 (Kolkisin 6  ppm) selama 30 menit memberikan pertumbuhan jumlah tunas terbanyak yaitu  62 tunas dan rata-rata jumlah daun yaitu 9,14 helai