NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial adalah suatu jurnal multidisiplin yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Secara khusus jurnal menaruh perhatian, namun tidak hanya terbatas, pada pokok-pokok persoalan tentang perkembangan ilmu pengetahuan sosial dan humaniora termasuk politik, hukum dan ekonomi; pembangungan ekonomi dan perubahan sosial termasuk di dalamnya antara lain pokok-pokok persoalan tentang gender, pemberdayaan masyarakat, kelembagaan sosial dan pemerintahan dan sistem pengetahuan lokal
Articles
3,927 Documents
INOVASI PELAYANAN APLIKASI TA-YO (KITA MENGAYOMI) DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II KOTA KENDARI
Nanda Selvi;
Moh Thahir Haning;
Nurdin Nara
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 2 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i1.2022.505-511
Inovasi Layanan Aplikasi TA-YO (Kita Mengayomi) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Kota Kendari (Dibimbing oleh Moh. Thahir Haning dan Nurdin Nara) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aplikasi TA-YO dengan menggunakan indikator inovasi pelayanan publik dari Rogers yaitu Nilai lebih, Kesesuaian dengan masalah, Kerumitan, Kemudahan diamati dan Bisa dicoba. Penelitian menggunakan teknis analisis data kualitaif melalui interpretasi dan verifikasi cermat terhadap setiap informasi melalui wawancara, penghimpunan data sekunder maupun literatur dan sumber lainnya. Informasi ini diperoleh dari Kepala Kantor Lembaga Pembinaan Khusu Anak Kelas II Kendari, Ketua tim kerja pembangunan wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani, Ketua kelompok kerja penataan tata laksana, keluarga anak binaan pengguna aplikasi TA-YO. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Aplikasi TA-YO di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Kota Kendari telah memenuhi semua indikator diantaranya yaitu 1. Nilai lebih (relative advantage), yaitu pemanfaatan teknologi secara masif sehingga menghasilkan sebuah aplikasi, hadirnya fitur-fitur yang membantu pelayanan dimasa pandemi covid-19 lalu penyempurnaan dari aplikasi sebelumnya. 2. Kesesuaian dengan masalah (compatibility/contextuality) bahwa aplikasi TA-YO merupakan sebuah solusi bagi pelayanan yang sempat terkendala akibat pandemi covid-19. 3. Kerumitan(Complexity) bahwa sampai saat ini belum ada kritik yang diterima oleh pihak LPKA dari pengguna aplikasi TA-YO, 4. Kemudahan diamati (Observability) bahwa tampilan sederhana yang langsung merujuk pada menu memberikan kemudahan bagi pengguna, 5. Bisa dicoba (Triability) bahwa jumlah pengguna yang sesuai dengan banyaknya anak binaan yang sedang menjalani masa tahanan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Kota Kendari membuktikan bahwa keluarga tiap anak binaan telah menggunakan aplikasi ini yang bisa dicoba di berbagai kalangan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi unit pelaksana teknis, khusus Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Kendari untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi anak binaan dan masyarakat.
EFEKTIVITAS POLA PEMBINAAN KEMANDIRIAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN SEBAGAI BEKAL DALAM PROSES REINTEGRASI
Gilang Arnovian Pramana;
Herry Fernandes Butar Butar
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 5 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i5.2021.967-973
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efektifitas pembinaan kemandirian di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di Lembaga pemasyarakatan berupa pembinaan keterampilan kepada narapidana dalam bentuk skill pekerjaan yang dapat dipergunakan narapidana nanti saat keluar dari Lembaga Pemasyarakatan sebagai bekal supaya pada saat proses reintegrasi narapidana memiliki keterampilan yang dapat dipergunakan untuk bekerja sehingga meminimalisir terjadinya pengulangan tindak kejahatan kembali (residivisme). Penentuan pembinaan keterampilan di dalam Lembaga pemasyarakatan ditentukan oleh narapidana itu sendiri disesuaikan dengan minat dan bakatnya dengan melalui assessment yang dilakukan oleh Pembimbing Kemasyarakatan. Hal ini dilakukan agar supaya dalam pengaplikasian kegiatan pembinaan keterampilan, narapidana merasa nyaman dari apa yang dilakukannya. Sehingga diharapkan pembinaan keterampilan bisa berjalan dengan optimal.
STRATEGI KOMUNIKASI DIGITAL PT GOJEK INDONESIA DIMASA PANDEMI COVID-19
Cindya Yunita Pratiwi;
RR. Roosita Cindrakasih;
Riastri Novianita
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 5 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i5.2021.1158-1167
Saat revolusi Industri 4.0, dimana jasa transportasi dan pemanfaatan internet tidak dapat dipisahkan dari aktifitas masyarakat, Sehingga dapat dikatakan bahwa Jasa Transportasi menjadi sarana penting bagi masyarakat. tidak hanya sebagai alat bantu, manun Nampak seperti lebih mengefisiensi waktu dan dianggap dapat meminimalisisr kemacetan Pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, pertanian, keamanan, transportadi dan banyak lagi lainnya.Salah satu transportasi saat ini yang berkembang pesat adalah transportasi pada ojek online. Saat ini sarana transportasi ojek online menjadi pilihan alternatif angkutan umum dalam menghadapi kemacetan. Sementara kemacetan itu sendiri disebabkan oleh beberapa aspek, diantaranya yaitu jalan yang menyempit, jumlah kendaraan yang semakin tinggi, dan beragam pembangunan infrastruktur yang menyebabkan kemacetan berkepanjangan.
MAJELIS TAKLIM DAN PENCEGAHAN KEJAHATAN PERKOTAAN (SEBUAH UPAYA PENCARIAN MODEL PEMBERDAYAAN BARU)
Prima Harrison;
Mohammad Kemal Dermawan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 6 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i6.2021.1448-1464
Penelitian ini mengelaborasi fungsi kontrol sosial majelis taklim sebagaimana amanat Peraturan Menteri Agama No. 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim dalam konteks kriminologis pada aspek reaksi sosial informal dalam upaya memberikan dukungan terhadap pencegahan kejahatan yang dijalankan agensi formal seperti POLRI, BNN, BNPT dan KPK. Saat ini pelibatan majelis taklim masih dilakukan secara parsial dan belum terintegrasi sehingga optimalisasi potensi dan kapasitas majelis taklim belum terakomodasi secara memadai oleh agensi formal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara dengan pemangku kepentingan di Kota Depok, Jawa Barat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kemitraan yang saat ini dijalankan belum sepenuhnya berjalan secara terintegrasi yang disebabkan perbedaan persepsi mengenai pola strategi kerja bersama dan aktivitas multiagensi antara majelis taklim dan agensi formal pencegahan kejahatan. Pemberdayaan majelis taklim oleh agensi formal dapat dilakukan melalui pelibatan strategik (strategic engagement) dalam rangka mengoptimalkan fungsi kontrol sosial, khususnya dalam ranah pencegahan kejahatan, sebagai salah satu bentuk reaksi sosial secara informal. Pengembangan dilakukan dengan menyusun model untuk mengidentifikasi jenis kejahatan dan bentuk pencegahannya yang dapat diintervensi oleh majelis taklim, memformulasi strategi pencegahannya dan membuat parameter keberhasilan.
PENGARUH RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERTANIAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Nafiyatul Ulya Susilo;
Rahman Amrullah Suwaidi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 1 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i1.2022.106-114
Financial Distress merupakan tahap menurunnya kondisi keuangan perusahaan sebelum terjadinya kebangkrutan. Oleh sebab itu, memprediksi Financial Distress sejak dini perlu dilakukan agar perusahaan dapat melakukan upaya preventif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio keuangan dalam memprediksi Financial Distress pada perusahaan sektor pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel pada penelitian ini adalah perusahaan sektor pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2015-2019 yang dipilih berdasarkan metode purposive sampling sehingga diperoleh sejumlah 17 perusahaan sampel. Adapun pada penelitian ini, data keuangan tahun 2018-2019 digunakan sebagai penentu kondisi perusahaan Financial Distress atau non-Financial Distress dan data keuangan tahun 2015-2017 digunakan untuk memprediksi kondisi Financial Distress. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian adalah analisis regresi logistik dengan bantuan program SPSS.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio profitabilitas (NPM) dan rasio aktivitas (TAT) memberikan kontribusi dalam memprediksi Financial Distress pada perusahaan sektor pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sedangkan rasio solvabilitas (DR) dan rasio likuiditas (CR) tidak memberikan kontribusi dalam memprediksi Financial Distress pada perusahaan sektor pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
PENGUNGKAPAN BUDAYA BUGIS KUNO DALAM HIKAYAT BUGIS
Kasma F. Amin
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 6 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i6.2021.1754-1762
Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap beberapa budaya Bugis Kuno yang terdokumentasi dalam karya sastra, namun sekarang tidak dikenal lagi oleh masyarakat Bugis secara umum. Salah satu karya sastra memuat tentang budaya Bugis Kuno adalah Hikayat I Mase-Mase Pole Tanah Ugik dan Hikayat Melayu dan Bugis. I Mase-mase awalnya adalah cerita lisan dan diwariskan secara turun temurun, kemudian ditulis dalam aksara lontarak dan bersifat anonim. I Mase-mase kemudian diterjemahkan pada tahun 2000 oleh tim Kerja Budaya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis budaya. Hasil analisis menunjukkan beberapa Budaya Bugis Kuno yang ditinggalkan oleh masyarakat pemiliknya, yaitu 1) Sigajang Laleng Lipa. 2) Pemukulan gong, 3) Walasuji, 4) Budaya sirih-pinang 6) tempat meludah. 7) sigerra, 8) paccima-cimang, 9) Upacara mandi bayi. 10) Pakkuruk Sumange. Beberapa faktor penyebab sehingga budaya Bugis Kuno hilang dari peradaban yaitu 1) masuknya pengaruh agama dan keyakinan masyarakat, 2) Sistem pemerintahan berubah dari bentuk kerajaan ke pemerintahan republik, 3) Adat dan kebiasaan yang dianggap bentuk diskrimninasi
POLA KOMUNIKASI RELAWAN DENGAN ANAK MARJINAL PADA YAYASAN SEKOLAH CINTA INDONESIA
Ika Ika;
Mayasari Mayasari;
Eka Yusup
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 1 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i1.2022.368-376
Kemiskinan masih menjadi ancaman terbesar anak tidak mendapatkan pendidikan yang layak, hal ini yang menjadi latar belakang dibentuknya Yayasan Sekolah Cinta anak Indonesia atau disingkat Sekoci. Sekoci adalah yayasan pendidikan nonformal yang dikenal sebagai tempat bermain dan belajar bagi anak-anak jalanan yang tinggal di pelataran kolong jembatan Cikini, mayoritas anak yang mengikuti Sekoci adalah pemulung, pengamen dan penjual tisu. Dalam melakukan pembinaan kepada anak marjinal agar mereka mau mengikuti arahan para relawan tentu bukanlah hal yang mudah, untuk itu diperlukan pola komunikasi yang tepat dan efektif untuk dapat membina anak-anak di sekitar jembatan kolong Cikini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengetahui pola komunikasi antara relawan dengan anak marjinal pada yayasan sekolah cinta anak indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, relawan dengan anak marjinal pada yayasan sekolah cinta anak Indonesia menggunakan pola komunikasi primer, sekunder dan sirkular secara bergantian dalam proses interaksi komunikasi, hal ini terbukti efektif dalam menjalin kedekatan dan meningkatkan semangat belajar anak-anak marjinal di yayasan sekolah cinta anak Indonesia. Hasil penelitian di konfirmasi dengan menggunakan teori pertukaran sosial yang dicetuskan oleh Thibaut dan Kelley.
KAJIAN SIMULAKRA TERHADAP FIGUR HAJI DALAM SINETRON
Vibriza Juliswara
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 7 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i7.2021.2119-2132
Umumnya konsep diri yang dimiliki oleh Anak Didik Pemasyarakatan dalam kondisi yang Pada hakikatnya “muatan dalam media televisi merupakan rekayasa simbolik untuk membangun citra virtual, imajinasi” yang kesemuanya bermuara pada komersialisasi. Demikianlah keberadaan televisi menurut Baudrillard.J. (1988) tidak lebih dari dunia maya yang berisi simulakra. Simulakra hadir sebagai realitas “plagiat” yang tidak sepenuhnya merepresentasikan realitas tersebut. Dengan kata lain, simulakra adalah suatu bentuk representasi realitas yang menipu (falserepresentation), dikonstruksi dalam sekejap untuk menghadirkan citra baru dari objek itu sendiri yang dijadikan pusat citra. Sinetron Islami kini marak di layar televisi Indonesia. Sinetron beraroma yang diklaim itu membawa simbol-simbol agama Islam dalam inti ceritanya. Namun dari beberapa sinetron yang menggunakan istilah islami itu ternyata isinya, jalan cerita, karakter dan permainannya saja tidak islami. berperilaku buruk, dari sudut pandang simulacra ini akan menimbulkan penafsiran yang buruk. Sinetron Islami telah memunculkan persepsi buruk tentang tokoh-tokoh yang dihormati dalam Islam. Ust pada masa haji sosok atau panutan merupakan representasi. Sedangkan dalam tampilan sinetron, citra maupun ust sebagai peziarah telah sirna. Ziarah sebagai simbol suri tauladan di masyarakat telah mengalami degradasi citra.
LEMAHNYA PENILAIAN AFEKTIF BERDAMPAK BURUKNYA PRILAKU HUMANISTIK SISWA
Abdullah Muwaffaq
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 2 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i1.2022.416-422
Proses mendidik siswa tidak hanya sekedar memberi materi atau mengajar, apalagi dalam lengkup mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Artikel yang sedang penulis kali ini jabarkan akan menjelaskan terkait temuan terkait lemahnya penilaian afektif yang berdampak pada proses pendidikan secara humanistik dalam mata pelajaran PAI di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kabupaten Kediri. temuan pertama yang nempak disini adalah banyak sekali siswa yang nakal atau bandel didalam sekolah dengan perilaku yang tidak pantas untuk disebut baik-baik saja. Sering dijumpai peserta didik yang berbicara kotor, berantem dan saat dilakukan survei pendiikan beberapa jarang yang melaksanakan sholat wajib, bahkan banyak dari siswa-siswa yang tidak tertib didalam masuk pembelajaran atau datang terlambat. Pendidikan humanistic yang diberikan oleh pendidik sangat berpengaruh didalam merubah perilaku peserta didik, jadi pendidik disini tidak sekedar menjelaskan materi semata sehingga juga menata moral atau etika peserta didik dengan cara dan metode yang setiap guru memiliki karakteristik berbeda-beda.
PENGALAMAN MASYARAKAT DAYAK DALAM MEMATUHI BUDAYA BA’SAMSAM TERHADAP PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI DESA PASTI JAYA KABUPATEN BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT TAHUN 2021
Milka Milka
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 5 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i5.2021.875-883
Latar Belakang: Coronavirus Diseases-19 atau lazim disebut Covid-19 merupakan penyakit jenis baru yang timbul pada akhir tahun 2019 dan telah berhasil membuat neraca keuangan negara-negara yang penduduknya terpapar sebagian besar hampir mengalami resesi, selain berdampak dalam sisi keuangan Covid-19 juga telah banyak merenggut nyawa. Setiap negara berjuang untuk memutus rantai penularan Covid-19 dan berjuang untuk melakukan perawatan terbaik kepada para pasien terkonfirmasi. Pencegahan Covid-19 dengan metode Budaya Ba’Samsam yang artinya berpantang dalam hal perbuatan dan pekerjaan selama waktu tertentu bagi masyarakat Dayak merupakan salah satu cara mempengaruhi kepatuhan masyarakat Dayak melakukan protokol kesehatan untuk mencegah penularan penyakit.Tujuan Penelitian: Mengeksplorasi pengalaman masyarakat Dayak dalam mematuhi budaya Ba’Samsam terhadap pencegahan penyebaran Covid-19 di Desa Pasti Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Tahun 2021”.Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan dengan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan alasan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi mengenai Pengalaman Masyarakat Dayak dalam Mematuhi Budaya Ba’Samsam Terhadap Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Desa Pasti Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Tahun 2021. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks yang alamiah (Creswell, 2014).Hasil Penelitian: Hasil temuan terdapat tiga tema yaitu: Budaya Ba’Samsam adalah Budaya Dayak yang dilaksanakan mencegah tertularnya dari wabah penyakit pad dan sebagai ucapan Syukur. Warga masyarakat Desa Pasti Jaya memberikan dukungan kebijakan pemuka adat terkait Budaya Ba’Samsam untuk upaya memutus penyebaran Virus Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. Warga masyarakat Desa Pasti Jaya memberikan upaya-upaya mematuhi Budaya Ba’Samsam dalam mencegah penyebaran virus Covid-19Kesimpulan: (1) Masyarakat Dayak melaksanakan Budaya Ba’Samsam untuk mencegah tertularnya dari wabah penyakit pad dan sebagai ucapan Syukur. (2) Masyarakat Dayak memberikan dukungan kebijakan pemuka adat terkait Budaya Ba’Samsam untuk upaya memutus penyebaran Virus Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. (3) Masyarakat Dayak memberikan upaya-upaya mematuhi Budaya Ba’Samsam dalam mencegah penyebaran virus Covid-19