cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal Analytica Islamica
ISSN : 14114380     EISSN : 25415263     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Journal Analytica Islamica: Journal of Islamic Sciences is a journal that includes the study of Islamic Thought, Islamic law, the Quran, the Hadis, Islamic Education, Islamic Economics and Islamic Communication.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019): ANALYTICA ISLAMICA" : 16 Documents clear
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RADIKALISME DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Hakim, Dhikrul
Journal Analytica Islamica Vol 8, No 1 (2019): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Era revolusi Industri 4.0 telah merubah cara hidup dan cara kerja manusia secaracepat. Adanya perubahan yang terjadi di masyarakat mulai dari teknologi, informasi yang beragam,ekonomi, sosial budaya, dan pendidikan menuntut generani muda Indonesia untuk dapat beradaptasiterhadap perubahan yang begitu cepat. Mereka berusaha untuk mengikuti tren yang di anggapmaju dan modern namun telah meninggalkan nila-nilai ajaran agama islam dalam kehidupan.Selainadannya dampak positif, terdapat pula dampak negatif yang ditimbulkan oleh revousi industri4.0 bagi generasi muda Indonesia, mulai dari radikalisme, diskriminasi hingga tindakankriminal dari sosial media maupun dunia nyata yang ditimbulkan oleh kurangnya pemahamanmengenai pendidikan multikultural di revousi industri 4.0. Salah satu kemampuan yang dibutuhkandalam dunia pendidikan adalah kemampuan generasi muda untuk memecahkan masalah (problemsolving). Metode karya ilmiah ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitiankepustakaan. Hasil dari karya ilmiah ini adalah, dengan penanaman pendidikan multikulturalmelalui pendidikan agama Islam akan menghasilkan generasi muda di era revolusi industri 4.0yang kreatif, inovatif, serta generasi yang berkarakter,berintegritas dan menjunjung tinggi toleransiDengankarya ilmiah ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan pentingnyapendidikan multikultural di era revolusi industri 4.0Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam Multikultural, Radikalisme, Revolusi Industri 4.0
EVALUASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN MADRASAH ALIYAH NEGERI RANTAUPRAPAT Syafaruddin, Saiful Akhyar Lubis, Thabrani,
Journal Analytica Islamica Vol 8, No 1 (2019): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak penelitian ini bertujuan untuk: (1) Evaluasi konteks manajemen pembelajaran di MadrasahAliyah Negeri Rantauprapat; (2) Evaluasi input manajemen pembelajaran di Madrasah Aliyah NegeriRantauprapat; (3) Evaluasi proses manajemen pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri Rantauprapat;(4) Evaluasi produk manajemen pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri Rantauprapat. Penelitianini adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan melalui wawancara, observasi dan studidokumen berkaitan dengan evaluasi manajemen pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri Rantauprapatdengan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Temuan dalam penelitian ini ada 4 (empat).Pertama, evaluasi konteks manajemen pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri Rantauprapat bahwajenis kurikulum yang digunakan di Madrasah Aliyah Negeri Rantauprapat ini terdiri dari tiga jeniskurikulum: (1) kurikulum KTSP tahun 2006, (2) Kurikulum berbasis sains tahun 2013, dan (3) kurikulumyang disusun oleh Madrasah Aliyah Negeri Rantauprapat. Di mana dalam penerapannya telah melewatiproses dan analisis yang mendalam dengan memperhatikan segala bentuk kelebihan dan kekuranganyang akan ditimbulkan kemudian yang melibatkan stakeholder madrasah. Kedua, evaluasi masukanmanajemen pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri Rantauprapat, di mana strategi/model pembelajaranyang dikembangkan di Madrasah Aliyah Negeri Rantauprapat adalah masih berorientasi pada tujuan,dimana pembelajaran hanya diarahkan bagaimana para siswa agar meningkat prestasi belajarnya.Meskipun sebagian guru telah bergeser menjadi proses dan pencapaian kompetensi yang ada padasetiap mata pelajaran. Ketiga, evaluasi proses manajemen pembelajaran di Madrasah Aliyah NegeriRantauprapat di mana secara umum media dan sumber belajar yang ada di Madrasah Aliyah NegeriRantauprapat tergolong baik. Untuk menghasilkan efektivitas pembelajaran dan meningkatkan hasilbelajar siswa secara optimal, maka penggunaan media dan sumber belajar mutlak dilakukan guru.Keempat, evaluasi produk manajemen pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri Rantauprapat adalahbahwa guru di Madrasah Aliyah Negeri Rantauprapat menerapkan jenis-jenis evaluasi yang menghasilkannilai akhir pembelajaran siswa yang baik dan banyaknya siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggiumum atau agama Islam baik negeri maupun swasta (PTUN/PTAIN).Kata Kunci:Evaluasi, Pembelajaran dan Madrasyah
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA MADRASAH DAN KULTUR MADRASAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA MENGAJAR GURU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MADRASAH Al Jufri, Hamid
Journal Analytica Islamica Vol 8, No 1 (2019): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi dan menganalisis kinerja mengajarguru dan prestasi belajar siswa yang dipengaruhi oleh kepemimpinan transformasional kepala madrasahdan kultur madrasah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif melalui analisisdeskriptif dan inferensial. Penelitian dilakukan terhadap guru Madrasah Tsanawiyah Negeri di JakartaSelatan, data dikumpulkan menggunakan angket (instrument). Dari hasil penelitian didapati bahwakepemimpinan transformasional kepala madrasah, dan kultur madrasah memiliki hubungan yangpositif terhadap kinerja mengajar guru dan prestasi belajar siswa, dengan demikian dapat dikatakanbahwa kepemimpinan transformasional kepala madrasah dan kultur madrasah memiliki perananpenting terhadap naik atau turunnya kinerja mengajar guru dan prestasi belajar siswa. Oleh karenaitu, upaya meningkatkan kinerja mengajar guru dan prestasi belajar siswa dapat dilakukan denganmengedepankan kualitas kepemimpinan transformasional kepala madrasah dan pembentukan kulturmadrasah yang baik.Kata Kunci:Kepemimpinan transformasional, kultur belajar, kinerja mengajar, prestasi belajar.Abstract The study aims to obtain information and analyze teacher teaching performance and studentlearning achievements that are influenced by the transformational leadership of the madrasa and madrasaculture. The study was conducted using quantitative methods through descriptive and inferential analysis.The study was conducted on teachers of Public Islamic Education in South Jakarta, data werecollected using questionnaires. From the results of the study it was found that transformational leadershipof madrasah principals, and madrasa culture had a positive relationship to teacher teaching performanceand student learning achievement, thus it can be said that transformational leadership ofmadrasah principals and madrasa cultures had an important role to play in increasing or decreasingteacher teaching performance and achievement student learning. Therefore, efforts to improve teacherteaching performance and student achievement can be done by promoting the principal?s transformationalleadership qualities and the formation of a good madrasa culture.Keywords:Transformasional Leadership, Learning Culture, Teaching performance,Learning achivement
KESADARAN KONSUMSI HALAL DI MASYARAKAT MUSLIM KOTA MEDAN Dahlia Lubis, Armauli Rangkuti,
Journal Analytica Islamica Vol 8, No 1 (2019): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak pasar halal saat ini sedang mendjadi sorotan dunia. Karena terkait meningkatnyajumlah Muslim di seluruh dunia, oleh karena itu perlu adanya suatu jaringan atau sistem yangdapat mengatur dan menjamin produk tersebut dari kondisi kehalalannya. Kesadaran konsumsihalal di masyarakat muslim kota Medan sangat meningkat sejak bergulirnya wacana halalmart, ini menunujukkan bahwa mulai sadarnya masyarakat kota Medan terhadap produkprodukhalal, mulai dari makanan, minuman, konsmetik, dan bahkan barang-barang lainnya.Kata Kunci: Konsumsi, Kesadaran, dan Produk Halal
IMPLEMENTASI BIMBIMGAN DAN KONSELING ISLAMI PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS AL-WASHLIYAH DI KOTA MEDAN Saiful Akhyar Lubis, Lahmuddin Lubis, Mohammad Nurdin Amin,
Journal Analytica Islamica Vol 8, No 1 (2019): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis layanan bimbingan dan konseling Islami, metodedan teknik bimbingan dan konseling Islami, kendala yang dihadapi oleh konselor dalam mengimplementasikanbimbingan dan konseling Islami, dan upaya apa saja yang dilakukan oleh konselor mengatasi kendalamengimplementasikan bimbingan dan konseling Islami di SMA Al-Washliyah Kota Medan. Teknik pengumpulandata yang digunakan yaitu wawancara, observasi, studi dokumentasi. Jenis penelitian ini yaitu penelitiankualitatif dengan menggunakan pengolahan data terdiri dari reduksi data, display data/penyajian data, danpemeriksanaan kesimpulan. Hasil penelitian dikemukakan bahwa Program layanan bimbingan dan konselingdi sekolah secara umum terdiri dari berbagai bentuk layanan. Pelaksanaan layanan bimbingan dan konselingdi SMA Al-Washliyah Kota Medan terdiri dari bentuk layanan orientasi, layanan informasi, layanan penempatandan penyaluran, layanan bimbingan belajar atau pembelajaran, layanan bimbingan karier, layanan konselingperorangan, layanan bimbingan kelompok, layanan konseling kelompok, layanan konsultasi, dan layananmediasi. Pelaksanaan bimbingan dan konseling Islami kepada siswa di SMA Al-Washliyah Kota Medanterdiri dari metode individual dan kelompok. Metode kelompok dengan menggunakan teknikhome roomprogram, karyawisata, diskusi kelompok, kerja kelompok, psikodrama, sosiodrama, danremedial teaching.Metode individual dengan menggunakan teknik directive counseling, non directive counseling dan electivecounseling. Kendala dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling Islam dapat yaitu keterbatasan jumlahguru bimbingan dan konseling dibandingkan dengan jumlah siswa yang ada, masih kurangnya guru pembimbingyang memiliki latar belakang pendidikan bidang bimbingan dan konseling, dan keterbatasan sarana fasilitasyang mendukung kelancaraan penyelenggaraan bimbingan dan konseling Islami. Upaya dalam mengatasinyadapat dikemukakan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling Islam yaitu usaha dari guru untukmengikuti pelatihan-pelatihan guru pada bidang bimbinan dan kosneling sekolah, berupaya untuk memenuhisarana fasilitas yang di butuhkan sehingga dapat membantu untuk mudahnya penyelenggaraan bimbingandan konseling Islami di SMA Al-Washliyah Kota Medan.Kata Kunci : Implementasi Bimbingan dan Konseling Islami
MODEL INTEGRASI KEILMUAN PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI UNGGUL KABUPATEN ACEH TIMUR Muhaini, Muhaini
Journal Analytica Islamica Vol 8, No 1 (2019): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The educational trend for modern society is based on science and technology to achievesuccess for the future, so the excellent schools to be a very appropriate choice, SMA Negeri UnggulKabupaten Aceh Timur is one of the excellent school. The school puts more emphasis on scientificdisciplines, the observable fact, and it can only be proved empirically. The unreal and unseen arerejected as scientific knowledge. This research aims to determine the background, model and the opportunitiesas well as challenges in the implementation of integration in SMAN Unggul Kabupaten Aceh Timur. It isa kind of qualitative research with a view to understanding the education system that runs in the school.Researcher himself became an instrument in this research. Data and information in the field becomethe main requirement in data processing.The study found that dialogical didactic was the model implementedat SMAN Unggul through the curriculum 13 approach, and the teachers were aware of the dichotomiesof the disciplines. They were able to integrate the science and the divinity into the sub-theme in theclassroom instruction. The curriculum 13 sets the main and basic competence that leads to the realizationof God, the Almighty and at the same time serves as the goal of national education. In addition, thestudy revealed the strong internalization of Islamic values in extra-curricular activities carried out throughthe traditional Islamic educational system (dayah), the commemoration of Islamic festivals, the archerysport and other activities. In short, the educational system at SMAN Unggul is a public school featuringIslamic school characteristics.Kata Kunci: Model, Integrasi dan Desain Sekolah Negeri Unggul
PANDANGAN ULAMA ORMAS ISLAM TERHADAP NASIONALISME DAN PERSOALAN KEKINIAN DI INDONESIA Syukur Kholil, Ahmad Zuhri,
Journal Analytica Islamica Vol 8, No 1 (2019): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan ulama Ormas Islamterhadap nasionalisme dan persoalan kekikinan di Indonesia. Penelitian ini terkategori kepadajenis penelitian kualitatif. Penelitian ini bermaksud untuk memberikan informasi secara kualitas,karenanya dalam laporan penelitian akan tersimpul temuan yang bersifat normatif kualitatif.Secara prinsip, Muhammadiyah dan NU memandang bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI) yang diproklamasikan 17 Agustus 1945 adalah Negara Pancasila yang ditegakkan diatas falsafah kebangsaan yang luhur dan sejalan dengan ajaran Islam. Sila Ketuhanan YangMahas Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Per satuan Indonesia, Kerakyatan yangdipimpin oleh hikmat kebijak sanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, dan Keadilan sosialbagi seluruh rakyat Indonedsia; secara esensi selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam. Muhammadiyahdan NU akan menjadi garda depan demo kratisasi di negeri ini. Muhammadiyah dan NUtidak mempertentang kan antara Islam dan Nasionalisme. Islam ataupun nasionalisme harussaling sinergi untuk keberlangsungan agama, bangsa, dan negara Indonesia. Dengan adanyanasionalisme, umat Islam akan bersatu. Empat pilar nasionalis harus tetap diperkuat, yaituPancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Muhammadaiyah dan NU berpandanganbahwa paham yang menyimpang, seperti radikalisme, liberalisme dan yang sejenis, ataupaham yang bertentangan dengan ideologi Nasional Indonesia tidak akan tumbuh subur jikanasionalisme di perkuat dan diperkokoh oleh semua komponen bangsa.Kata Kunci : Ulama, Ormas Islam, Nasionalisme dan Indonesia
ALHIKMAH SEBAGAI KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Sikumbang, Ahmad Tamrin
Journal Analytica Islamica Vol 8, No 1 (2019): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak islam merupakan agama yang sempurna dalam mengatur segala aspek kehidupan, termasuktentang komunikasi dengan terminologi yang berbeda. Di antaranya adalah al-hikmah sebagaimetode dakwah. Dakwahbi al-hikmah adalah dakwah dengan bijak, yaitu dakwah yang memperhatikansuasana, situasi dan kondisi, menggunakan metode yang relevan, realistis sesuai dengan tantanganyang dihadapi, serta memperhatikan kadar kebutuhan dan tingkatan pemikiran. Terminologi alhikmahdalam al-Qur?an sedikitnya ada 20 kali dan terdapat dalam 12 surah. 6 diturunkan diMakkah dan 13 di Madinah. Dalam setiap surah kata al-hikmah disebutkan sekali, kecuali dalamQ.S. al-Baqarah[2]: 269 dua kali. Dalam ilmu komunikasi sendiri terdapat komponen-komponenkomunikasi yakni adanya komunikator, pesan, media, komunikan, dan efek. Dan komponen-komponentersebut terpenuhi maka komunikasi yang ada akan berjalan dengan efektif. Dan dalam kontekskomunikasi, al-hikmah adalah komunikasi persuasif, yaitu komunikasi mengajak, membujuk, danmerayu, dilakukan lemah lembut tanpa menggunakan kekerasan, dengan menempatkan berbagaikomponen komunikasi secara tepat dan proporsional, sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai.Pendekatanal-hikmah dalam komunikasi memanglah sebuah keharusan ditengah masyarakat globalyang multikuktural karena pendekatan inilah yang paling sesuai dan merupakan anjuran Al Qur?andalam berdakwah. Al hikmah (dimaknai apapun) selalu sesuai dan mampu beradaptasi dalamsetiap suasana dan situasi medan dakwah. Dan kaitannya dengan komunikan maka pendekatanal hikmah ini mempunyai makna yang mendalam dalam menarik simpati dan empati komunikandan cocok diberikan kepada mereka yang memiliki kemampuan berpikir yang baik.Kata Kunci: Al-Hikmah dan Komunikasi Persuasif
ALHIKMAH SEBAGAI KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Ahmad Tamrin Sikumbang
Journal Analytica Islamica Vol 8, No 1 (2019): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.516 KB)

Abstract

Abstrak islam merupakan agama yang sempurna dalam mengatur segala aspek kehidupan, termasuktentang komunikasi dengan terminologi yang berbeda. Di antaranya adalah al-hikmah sebagaimetode dakwah. Dakwahbi al-hikmah adalah dakwah dengan bijak, yaitu dakwah yang memperhatikansuasana, situasi dan kondisi, menggunakan metode yang relevan, realistis sesuai dengan tantanganyang dihadapi, serta memperhatikan kadar kebutuhan dan tingkatan pemikiran. Terminologi alhikmahdalam al-Qur’an sedikitnya ada 20 kali dan terdapat dalam 12 surah. 6 diturunkan diMakkah dan 13 di Madinah. Dalam setiap surah kata al-hikmah disebutkan sekali, kecuali dalamQ.S. al-Baqarah[2]: 269 dua kali. Dalam ilmu komunikasi sendiri terdapat komponen-komponenkomunikasi yakni adanya komunikator, pesan, media, komunikan, dan efek. Dan komponen-komponentersebut terpenuhi maka komunikasi yang ada akan berjalan dengan efektif. Dan dalam kontekskomunikasi, al-hikmah adalah komunikasi persuasif, yaitu komunikasi mengajak, membujuk, danmerayu, dilakukan lemah lembut tanpa menggunakan kekerasan, dengan menempatkan berbagaikomponen komunikasi secara tepat dan proporsional, sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai.Pendekatanal-hikmah dalam komunikasi memanglah sebuah keharusan ditengah masyarakat globalyang multikuktural karena pendekatan inilah yang paling sesuai dan merupakan anjuran Al Qur’andalam berdakwah. Al hikmah (dimaknai apapun) selalu sesuai dan mampu beradaptasi dalamsetiap suasana dan situasi medan dakwah. Dan kaitannya dengan komunikan maka pendekatanal hikmah ini mempunyai makna yang mendalam dalam menarik simpati dan empati komunikandan cocok diberikan kepada mereka yang memiliki kemampuan berpikir yang baik.Kata Kunci: Al-Hikmah dan Komunikasi Persuasif
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RADIKALISME DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Dikrul Hakim
Journal Analytica Islamica Vol 8, No 1 (2019): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.117 KB)

Abstract

Abstrak. Era revolusi Industri 4.0 telah merubah cara hidup dan cara kerja manusia secaracepat. Adanya perubahan yang terjadi di masyarakat mulai dari teknologi, informasi yang beragam,ekonomi, sosial budaya, dan pendidikan menuntut generani muda Indonesia untuk dapat beradaptasiterhadap perubahan yang begitu cepat. Mereka berusaha untuk mengikuti tren yang di anggapmaju dan modern namun telah meninggalkan nila-nilai ajaran agama islam dalam kehidupan.Selainadannya dampak positif, terdapat pula dampak negatif yang ditimbulkan oleh revousi industri4.0 bagi generasi muda Indonesia, mulai dari radikalisme, diskriminasi hingga tindakankriminal dari sosial media maupun dunia nyata yang ditimbulkan oleh kurangnya pemahamanmengenai pendidikan multikultural di revousi industri 4.0. Salah satu kemampuan yang dibutuhkandalam dunia pendidikan adalah kemampuan generasi muda untuk memecahkan masalah (problemsolving). Metode karya ilmiah ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitiankepustakaan. Hasil dari karya ilmiah ini adalah, dengan penanaman pendidikan multikulturalmelalui pendidikan agama Islam akan menghasilkan generasi muda di era revolusi industri 4.0yang kreatif, inovatif, serta generasi yang berkarakter,berintegritas dan menjunjung tinggi toleransiDengankarya ilmiah ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan pentingnyapendidikan multikultural di era revolusi industri 4.0Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam Multikultural, Radikalisme, Revolusi Industri 4.0

Page 1 of 2 | Total Record : 16