cover
Contact Name
Toni Naution
Contact Email
ijtimaiyah@uinsu.ac.id
Phone
+6285361305340
Journal Mail Official
ijtimaiyah@uinsu.ac.id
Editorial Address
Jl. William Iskandar, Pasar V Medan Estate 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Ijtimaiyah: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya
ISSN : 241660X     EISSN : 28296877     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal ini merupakan jurnal Pendidikan dan penelitian berbasis sosial dan budaya. (P-ISSN : 2541-660x dan E-ISSN: 2829-6877) diterbitkan oleh Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN SU Medan. Jurnal Ijtimaiyah Ilmu Sosial dan Budaya ini tidak hanya menerima naskah hasil penelitian, tetapi juga menerima naskah hasil kajian yang memunculkan gagasan-gagasan ilmiah dan aktual di bidang Pendidikan, sosial dan Budaya. Kami menerima dan mengundang semua Akademisi dan praktisi Guru dan Dosen dan Mahasiswa, tenaga Kependidikan serta masyarakat untuk mengirim naskah ilmiahnya. Tujuan utama Jurnal Ijtimaiyah Ilmu Sosial dan Budaya adalah menyebarluaskan penelitian dan gagasan-gagasan ilmiah para peneliti dan praktisi tentang berbagai masalah Pendidikan, sosial dan Budaya. Maju Bersama membangun Bangsa
Articles 133 Documents
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGATASI RENDAHNYA AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI SUPERVISI KLINIS DI SMP NEGERI 1 LUMUT Martauli Pandiangan
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 6, No 1 (2022): Ijtimaiyah Januari-Juni
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu untuk meningkatkan mutu pendidikan di satuan pendidikan  dapat dilakukan melalui supervisi baik internal  maupun ekternal. Supervisi internal adalah kegiatan supervisi dimana supervisor berasal dari dalam sekolah sedangkan supervisi ekternal adalah  supervisi yang dilakukan oleh Supervisor dari Dinas Pendidikan maupun dari Kantor Kementerian Agama tingkat Kota/kabupaten. Pada kesempatan ini  supervisi dilakukan oleh kepala sekolah  sebagai supervisor. Penelitian tindakan sekolah ini menjelaskan  langkah-langkah supervisi melalui kegiatan supervisi klinis terhadap  kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas dengan metode diskusi kelompok dan model pembelajaran untuk menumbuhkan aktivitas belajar siswa. Penelitian dilakukan  terhadap 22 orang guru PNS dan non PNS  di SMP  Negeri 1 Lumut, mulai bulan  Januari sampai dengan Juli 2022 (Selama 6 bulan). Rancangan penelitian meliputi : perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil refleksi ini digunakan sebagai pedoman untuk mengambil keputusan melanjutkan atau menghentikan penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan metode diskusi kelompok  meningkat setelah dilakukan supervisi klinis. Peningkatan tersebut memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas belajar siswa.Peningkatan kompetensi guru melaksanakan pembelajaran,  Kondisi Awal :  75.21 %  naik  pada siklus II menjadi 97.93 %.peningkatan aktivitas belajar siswa Kondisi Awal: 47.73% naik pada siklus II  menjadi 96.21 %. Akhirnya Penulis menyimpulkan bahwa kompetensi  guru  meningkat dalam melaksanakan pembelajaran di kelas untuk menumbuhkan aktivitas belajar siswa  setelah dilakukan supervisi klinis oleh   kepala  sekolah.
MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT Diana Agustina; Hafiza Azzahra; Mutawalli Syakrawi
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): Ijtimaiyah Juli-Desember
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v6i2.17152

Abstract

Manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial dan tidak dapat hidup sendiri. dia adalah Kemudian ada sistem yang dikenal sebagai sistem sosial atau organisasi sosial yang mengatur kehidupan mereka dan memenuhi kebutuhan mereka. Permasalahan dalam kehidupan berumah tangga dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Apa yang salah dalam sebuah keluarga adalah faktor internal. .Semua hubungan perkawinan dicirikan oleh hubungan antara individu dan individu lain dan antara subsistem dan subsistem lainnya. Nicholas dan Schwartz menunjukkan bahwa hubungan keluarga yang buruk adalah penyebab utama perselisihan keluarga. Hubungan disfungsional antara ayah dan ibu seringkali menimbulkan konflik bagi dirinya dan anak-anaknya, yang berujung pada situasi stres dan rawan konflik. Konflik ini muncul karena ayah dan ibu tidak menjalankan perannya masing-masing dengan baik. Subsistem perkawinan atau kemitraan berbeda dengan subsistem parenting karena peran dan tanggung jawabnya berbeda. Jika semua subsistem tidak kompatibel, maka ada masalah hubungan. Masalah hubungan keluarga harus ditangani secara tepat dan efektif menggunakan model dan teknik pengobatan. Salah satu tugas terapeutik yang dapat dilakukan oleh konseling perkawinan. Konseling pernikahan adalah proses terapi yang berfokus pada pencegahan dan penanganan masalah dalam kehidupan pernikahan. Dalam proses terapi konseling pernikahan, kegiatan terapi keluarga dan model berdasarkan hubungan antara keluarga dan subsistem keluarga dapat digunakan. Ini merupakan langkah penting karena terapi ini membimbing keluarga dan setiap anggota untuk memahami arti keluarga, masalah hubungan keluarga, dinamika keluarga dan solusi yang dapat ditemukan dan dirumuskan secara mandiri oleh setiap keluarga.
KAJIAN KEARIFAN LOKAL TRADISI MARSATTAN/MANGUPA (MEMINTA KESELAMATAN) PADA MASYARAKAT MANDAILING DESA GUNUNG MALINTANG KECAMATAN BARUMUN TENGAH KABUPATEN PADANG LAWAS Nuriza Dora
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): Ijtimaiyah Juli-Desember
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v6i2.7855

Abstract

AbstractThis study aims to obtain data or information and analyze in regard to local wisdom in preserving Marsattan / Mangupa tradition in the Gunung Malintang village community in Barumun Subdistrict, Padang Lawas Regency. Research result shows: 1) Community knowledge about the need to implement the marsattan / mangupa tradition in a compilation community provoking women (haroan boru) and inviting new homes to ask for safety, sustenance and being kept away from distress assistance 2) Community understanding of local wisdom in the implementation of the marsattan / mangupa tradition much needed, because the marsattan tradition is one of the traditions that is still maintained and preserved by the community 3) the marsattan / mangupa tradition has become the custom of the people of the village of Gunung Malintang and is still quite good and still holds fast to this tradition as seen from the community's habit of always carrying this tradition a compilation of boys bringing brides to their homes, Opening a new home 4) Gunung Malintang village community believes the implementation of this tradition can be far away disastrously disastrously with advice given by relatives to the bride and groom of the new homeKeywords: Local Wisdom, community,tradition,marsattan/mangupa
POLA INTERAKSI KELOMPOK NELAYAN DALAM MENINGKATKAN TARAF HIDUP DI DESA TELUK KECAMATAN LABUAN KABUPATEN PANDEGLANG Meli Oktaviana
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v7i1.9315

Abstract

This study aims to determine the pattern of interaction of fishermen groups in improving living standards in Teluk Village, Labuan Subdistrict, Pandeglang Regency. This research took place in Teluk Village, Labuan Sub-district, Pandeglang Regency. In this study, researchers used qualitative methods with a qualitative descriptive approach. Data collection by means of observation, in-depth free interviews. The results of the study found that a lot of efforts have been made by the fishing community in Teluk Village to improve the standard of living that is expected to be very difficult to realize. This is due to the difficulties they experience in terms of obtaining capital from the government and having minimal access to fishing so that their lifestyle is very dependent on the patron-client interaction pattern between fishermen, boat owners and middlemen as capital owners. 
KORUPSI MEMPENGARUHI EKONOMI DI INDONESIA Ahmad Khairuddin; Arthyka Susila Yudhayani; Afriani Harahap; Vivi Wulandari
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): Ijtimaiyah Juli-Desember
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v6i2.17146

Abstract

Korupsi merupakan suatu tindakan menyimpang untuk mendapatkan kekayaan dan keuntungan pribadi menggunakan uang rakyat atau negara secara ilegal dengan menyalahgunakan kekuasaan yang diberikan di idnonesia. Korupsi yang terjadi di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan dan berdampak buruk luar biasa pada hampir seluruh sendi kehidupan. Korupsi telah menghancurkan sistem perekonomian, sistem demokrasi, sistem politik, sistem hukum, sistem pemerintahan, dan tatanan sosial kemasyarakatan di negeri ini. Dilain pihak upaya pemberantasan korupsi yang telah dilakukan selama ini belum menunjukkan hasil yang optimal. Korupsi dalam berbagai tingkatan tetap saja banyak terjadi seolah-olah telah menjadi bagian dari kehidupan kita yang bahkan sudah dianggap sebagai hal yang biasa. Jika kondisi ini tetap kita biarkan berlangsung maka cepat atau lambat korupsi akan menghancurkan negeri ini. perubahan pada sebagian besar aspek kehidupan. Hal tersebut tentu membawa dampak baik sekaligus buruk yang harus dihadapi masyarakat.  Tujuan penulisan ini adalah menganalisis penataan korupsi korupsi yang berada di Indonesia yang menjadikan bangsa dan Negara kita menjadi hancur perekonomian pada masyarakat. Korupsi harus dipandang sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang oleh karena itu memerlukan upaya luar biasa pula untuk memberantasnya. Upaya pemberantasan korupsi – yang terdiri dari dua bagian besar, yaitu (1) penindakan, dan (2) pencegahan –tidak akan pernah berhasil optimal jika hanya dilakukan oleh pemerintah saja tanpa melibatkan peran serta masyarakat. Oleh karena itu tidaklah berlebihan jika mahasiswa –sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat yang merupakan pewaris masa depan– diharapkan dapat terlibat aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.Kata Kunci: Korupsi mempengaruhi ekonomi di Indonesia
BUDAYA DAN PERKEMBANGAN KOTA MEDAN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH Dilla Sylvia; Hotmarina Sari Harahap; Ummi Hayati Sinaga
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 6, No 2 (2022): Ijtimaiyah Juli-Desember
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v6i2.17150

Abstract

Kota Medan adalah rumah bagi beragam budaya seperti seni tari, musik, dan kuliner. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkuat identitas kota Medan dengan cara mengenali dan melindungi budaya Melayu deli di kota Medan Sumatera Utara, dan menganalisis karakteristik budaya Melayu Medan deli dan budaya Melayu lainnya. Metode studi pustaka digunakan dalam penulisan jurnal ini dan sebagai metode awal untuk mengumpulkan data.
PERAN GURU DALAM KEMANDIRIAN AKTIVITAS KESEHARIAN PESERTA DIDIK TUNAGRAHITA Putri Rahmawati; Muthiara Nur Aisah; Rafa Azzahra Fathinah; Suparmi Suparmi
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v8i1.20539

Abstract

Pendidikan inklusi bertujuan untuk memastikan semua peserta didik, termasuk anak-anak tunagrahita harus mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi. Kemandirian dalam aktivitas sehari-hari menjadi fokus utama bagi peserta didik tunagrahita untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi ketergantungan pada orang lain. Tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui peran guru dalam membantu peserta didik tunagrahita mencapai kemandirian terutama dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan berupa kualitatif dengan studi literatur berdasarkan pencarian di Google Scholar menggunakan kata kunci “tunagrahita, kemandirian, guru” pada rentan waktu 2019 sampai 2024 diperoleh sekitar 3.080 hasil dan digunakan 33 literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam mengajarkan kemandirian aktivitas sehari-hari kepada peserta didik tunagrahita, seperti memakai baju, menyikat gigi, dan berinteraksi sosial. Melalui strategi pembelajaran yang terstruktur dan konsisten, guru dapat meningkatkan kemampuan peserta didik tunagrahita dalam melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri. Guru juga berperan sebagai pembimbing dan motivator, membantu peserta didik mengembangkan keterampilan praktis yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari.
METODE PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT IBNU TAIMIYAH DALAM KITAB TAZKIYATUN NAFS Muhammad Khaidir; Muhammad Qorib
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v7i1.18942

Abstract

Kitab "Tazkiyatun Nafs" karya Ibnu Taimiyah adalah salah satu karya penting dalam tradisi pemikiran Islam yang membahas metode pendidikan akhlak. Ibnu Taimiyah, seorang ulama terkemuka dalam sejarah Islam, mengembangkan berbagai konsep dan metode pendidikan akhlak yang dapat membantu individu memurnikan jiwa dan karakter mereka. Dalam karyanya ini, Ibnu Taimiyah menguraikan serangkaian prinsip dan pedoman praktis untuk mencapai tujuan ini. Metode pendidikan akhlak yang dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah dalam "Tazkiyatun Nafs" mencakup pemahaman yang mendalam tentang akhlak Islami, pentingnya introspeksi diri, dan peran penting tazkiyah al-nafs (pemurnian jiwa).
KONSTRUKSI SOSIAL ATAS TRADISI NYADRAN DI DESA GIRIAWAS KECAMATAN CIKAJANG KABUPATEN GARUT Maulana Yusup Al Ghoniyu Wahyu Adam Romansyah
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v7i2.11089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran deskriptif mengenai tujuan diadakannya Tradisi Nyadran yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Giriayu Desa Giriawas Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam mengimplementasikan terhadap generasi muda akan Tradisi Nyadran, sebetulnya Nyadran itu tidak harus dilakukan ketika menyambut bulan suci Ramadhan ketika menyambut hari Raya Idul Fitri ataupun setelah melaksanakan Idul Fitri, kapanpun hari apapun sebetulnya sangat diperbolehkan melakukan Nyadran. Tujuan Tradisi Nyadran dapat dilihat dari tiga aspek yaitu: sosial ekonomi, religius dan sosial budaya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Tradisi Nyadran dari segi sosial ekonomi pelaksanaan Tradisi Nyadran tidak memandang status ekonomi dan golongan serta menjalin silaturahmi antar warga, dari segi religius Tradisi Nyadran merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah, mengingatkan akan kematian dan mendo’akan arwah leluhur atau keluarga, pelaksanaan Tradisi Nyadran dari segi sosial budaya merupakan bentuk pelestarian budaya yaitu Tradisi Nyadran.
KONSERVASI MASYARAKAT DALAM TRADISI APITAN DI DESA SINGOCANDI KOTA KUDUS Nur Chasanah
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v8i1.14109

Abstract

Tradisi Apitan merupakan bentuk perjuangan untuk menaklukkan warisan budaya dan menghormati leluhur negara Indonesia. Oleh sebab itu, tradisi ini harus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Tujuan dari Survey ini dilakukan oleh masyarakat desa Singocandi. Tradisi Apitan mempertahankan tradisi Apitan masyarakat desa Singocandi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif yang memadukan metode deskriptif dengan survei lapangan. Survei dilakukan di desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Tradisi adalah bentuk perilaku berulang yang identik. Tradisi dimaksudkan untuk diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi adalah gagasan dan kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi adalah pedoman, bukan aturan. Setiap keluarga budaya mungkin memiliki tradisinya sendiri untuk dibagikan.

Page 10 of 14 | Total Record : 133