cover
Contact Name
Toni Naution
Contact Email
ijtimaiyah@uinsu.ac.id
Phone
+6285361305340
Journal Mail Official
ijtimaiyah@uinsu.ac.id
Editorial Address
Jl. William Iskandar, Pasar V Medan Estate 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Ijtimaiyah: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya
ISSN : 241660X     EISSN : 28296877     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal ini merupakan jurnal Pendidikan dan penelitian berbasis sosial dan budaya. (P-ISSN : 2541-660x dan E-ISSN: 2829-6877) diterbitkan oleh Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN SU Medan. Jurnal Ijtimaiyah Ilmu Sosial dan Budaya ini tidak hanya menerima naskah hasil penelitian, tetapi juga menerima naskah hasil kajian yang memunculkan gagasan-gagasan ilmiah dan aktual di bidang Pendidikan, sosial dan Budaya. Kami menerima dan mengundang semua Akademisi dan praktisi Guru dan Dosen dan Mahasiswa, tenaga Kependidikan serta masyarakat untuk mengirim naskah ilmiahnya. Tujuan utama Jurnal Ijtimaiyah Ilmu Sosial dan Budaya adalah menyebarluaskan penelitian dan gagasan-gagasan ilmiah para peneliti dan praktisi tentang berbagai masalah Pendidikan, sosial dan Budaya. Maju Bersama membangun Bangsa
Articles 124 Documents
PERAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA DAERAH DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Rina Devianty
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 1, No 2 (2017): IJTIMAIYAH
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.319 KB)

Abstract

Languange has an important role in human life. Through languange humans can interact, communicate, and develop themselves. Languange also plays and important role and character education because languange can shape human characters. Languange is reflection of personality. The good or bad character of person is reflected in the person’s way when speaking. If someone is able to use the languange well, it will also affect his personality, nature, and character as well. A polite languange reflects the character of the Indonesian people. To reach the character of the nation, the next generation needs to be given the learning about the use of the good and the truth of  Indonesian languange, both orally and in writing.
PENGEMBANGAN MATERI AJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Henni Endayani
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 1, No 1 (2017): IJTIMAIYAH
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.363 KB)

Abstract

The material IPS uses social sciences materials selected and adapted to the purpose of teaching and education. Educators who teach the material IPS should know the shapes of teaching materials IPS. This is very useful, so that this understanding can be used to develop teaching materials IPS. Ability to develop teaching materials that IPS will enable us to improve the learning activities in a higher quality IPS, whose purpose is none other than that to make the students understand the social environment, human beings with all their activities and interactions between them.
PERAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA DAERAH DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Rina Devianty
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 1, No 2 (2017): IJTIMAIYAH
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.641 KB)

Abstract

Bahasa memiliki peran yang penting dalam kehidupan manusia. Melalui bahasa, manusia dapat berinteraksi, berkomunikasi, dan mengembangkan dirinya. Bahasa juga berperan penting dalam pendidikan karakter karena bahasa dapat membentuk karakter manusia. Bahasa merupakan refleksi kepribadian. Baik atau buruknya karakter seseorang tercermin dari cara orang tersebut ketika berbahasa. Jika mampu menggunakan bahasa secara baik, maka juga akan berpengaruh dalam kepribadian, watak, atau karakter yang baik pula. Bahasa yang santun mencerminkan karakter bangsa Indonesia. Untuk mewujudkan karakter bangsa, para generasi penerus bangsa perlu diberikan pembelajaran tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik secara lisan maupun tertulis.
KONSEP DASAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN KARAKTER SISWA toni nasution
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 1, No 2 (2017): IJTIMAIYAH
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.56 KB)

Abstract

Pendidikan Nasional Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai persoalan. Capaian hasil pendidikan masih belum memenuhi hasil yang diharapkan. Pembelajaran di sekolah belum mampu membentuk secara utuh pribadi lulusan yang mencerminkan karakter dan budaya bangsa. Proses pendidikan masih menitik beratkan dan memfokuskan capaiannya secara kognitif. Sementara, aspek afektif pada diri peserta didik yang merupakan bekal kuat untuk hidup di masyarakat belum dikembangkan secara optimal. Karena itu, pendidikan karakter dan budaya bangsa merupakan seatu keniscayaan untuk dikembangkan di sekolah. Sekolah sebagai pusat perubahan perlu mengupayakan secara sungguh-sungguh pendidikan yang berbasis karakter dan budaya bangsa.Karakter dan budaya bangsa yang dikembangkan di sekolah harus diselaraskan dengan karakter dan budaya lokal, regional, dan nasional. Untuk itu, pendidikan karakter dan budaya bangsa perlu dikembangkan berdasarkan kemandirian siswa. Adapun hubungan pendidikan karakter dengan pendidikan bahwa pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang bertujuan mengembangkan kemampuan siswa untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara kebaikan, mewujudkan dan menebar kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Dalam hal ini topik dalam pembahasan ini diharapkan mampu menjadi wacana aplikatif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
SEKOLAH DAN TRANSFORMASI BUDAYA ERA GLOBALISASI Syafaruddin Syafaruddin
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 1, No 1 (2017): IJTIMAIYAH
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.939 KB)

Abstract

Sebagai media dari proses pembudayaan, sekolah sangat berperan penting dalam membentu kebudayaan. Kurikulum serta interaksi di sekolah turut mewarnai proses transformasi budaya tersebut. Pendidikan merupakan proses membudayakan manusia sehingga pendidikan sangat penting bagi pentransferan budaya. Sehingga melestarikan dan menjaga budaya dilakukan dengan unsur-unsur budaya ke dalam sekolah.
NAMA DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Ramadan Lubis
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 1, No 2 (2017): IJTIMAIYAH
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.498 KB)

Abstract

Identitas merupakan satu dari sejumlah jatidiri seseorang, termasuk nama. Nama dalam Islam eksistensinya sangat diperlukan, agar seseorang dapat dikenali dan ditandai oleh orang lain. Bahkan, bukan hanya sekedar untuk dikenali dan tandai, namun nama mengandung banyak manfaat/nilai bagi seseorang yang menyandangnya. Diantara nilai-nilai terkandung pada nama seseorang adalah nilai adalah pembentukan kepribadian. Lebih jauh penulis akan menggalinya pada uraian berikut.
Pendidikan Multikultur Pada Pendidikan Anak Usia Dini Ahmad syukri sitorus
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 1, No 1 (2017): IJTIMAIYAH
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.663 KB)

Abstract

Bentuk pendidikan akanragamnya kebudayaan yang ditandai dengan keberagaman gander, etnic, ras, budaya, strata sosial, dan agama sebagai bentuk respon akan keberagaman yang ada di masyarakat. Keberagaman tersebut masuklah ke lingkup pendidikan yang dikemas dalam pengembangan kurikulum dan aktivitas pendidikan terkhusus pada ranah pendidikan anak usia dini yang lebih dikenal dengan pendidikan multikultur. TK Alternatif sebagai salah satu bentuk pendidikan multikultural yang ada di tahun 2000-an yang bermaksud untuk menjangkau anak dari seluruh lapisan masyarakat.
PEMANFAATAN SOFTWARE CABRI GEOMETRY II DALAM PEMBELAJARAN GEOMETRI Reflina Reflina Reflina
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 1, No 2 (2017): IJTIMAIYAH
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.576 KB)

Abstract

Pemanfaatan teknologi komputer dengan berbagai programnya dalam pembelajaran matematika sudah merupakan keharusan dan kebutuhan. Salah satu program komputer (software) yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika, khususnya geometri, adalah Cabri Geometry II. Dengan program Cabri Geometry II, objek-objek geometri yang bersifat abstrak dapat divisualisasi sekaligus dapat dimanipulasi secara cepat, akurat, dan efisien. Program Cabri Geometry II berfungsi sebagai media pembelajaran yang memberikan pengalaman visual kepada siswa dalam berinteraksi dengan konsep-konsep geometri. Dengan tampilan yang variatif dan menarik, serta kemudahan dalam memanipulasi berbagai objek geometri diharapkan dapat meningkatkan minat siswa sekaligus dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran geometri.
ISLAM DAN TERORISME: TELAAH TENTANG PERKEMBANGAN PESANTREN DI INDONESIA YANG DIKAITKAN DENGAN TERORISME muhammedi muhammedi
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 1, No 1 (2017): IJTIMAIYAH
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.467 KB)

Abstract

Pemahaman makna jihad yang selama ini dikenal banyak diajarkan di lembaga pesantren, tidak boleh dilakukan secara parsial, namun harus sejalan dengan pemikiran logis yang sesuai dengan situasi sekarang ini, memandang kesamaan untuk mendapatkan kedamaian dalam hidup bermasyarakat. Dilihat dari gerakannya, sebenarnya bukan pesantren yang mengajarkan terorisme kepada para santrinya. Faktor penyebab lahirnya pengikut Islam radikal adalah karena keadaan geopolitik internasional. Di satu sisi karena maraknya tuduhan terorisme kepada umat Islam dunia, ditambah dengan pembantaian dan tindakan diskriminasi yang dialami oleh umat Islam minoritas, seperti di Thailand, Filipina, Vietnam, bahkan termasuk di negara mayoritas muslim seperti di Indonesia. Di sisi lain, isu tersebut membuat segelintir generasi muda muslim frustasi dan ikut merasakan kesedihan kolektif seperti yang dialami saudara mereka sesama muslim. Sehingga membuat mereka berani melakukan apa saja demi membantu umat muslim yang tertindas sekalipun harus mengorbankan nyawa. Dampak yang paling nyata dari stigmatisasi ”pesantren-terorisme” adalah mengakibatkan beberapa pihak (terutama Amerika Serikat) menuduh kurikulum pesantren mengajarkan jihad dengan kekerasan. Mereka menghendaki agar ada peninjauan kembali tentang kurikulum yang diajarkan pesantren. Kurikulum pesantren harus dievaluasi serta dikaji ulang karena dianggap mengajarkan terorisme dan kekerasan. Dengan demikian, institusi pendidikan pesantren, sebagai pihak yang disudutkan dalam kasus terorisme ini, harusmampu menjelaskan bahwa jihad yang diajarkan di pesantren adalah jihad perdamaian tanpa kekerasan, atau yang sering disebut peaceful jihad. Jihad perdamaian ini dilakukan dengan menegakkan nalar, kebebasan dan demokrasi. Melalui jihad perdamaian ini, diharapkan dunia pesantren mampu mendobrak stereotype negatif yang melekat, yakni pesantren sebagai sebuah sub kultur masyarakat yang dekat dengan radikalisme agama.
ANTROPOLOGI GENDER DALAM PEMBAGIAN KERJA SECARA SEKSUAL MASYARAKAT NELAYAN Nur Iza Dora
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 1, No 2 (2017): IJTIMAIYAH
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.466 KB)

Abstract

This study was conducted on fisherman community at Percut Village, Percut Sei Tuan, Deli Serdang Regency, North Sumatera Province. Focus of this study  was to describe woman involvement on public sector  by working as fisherwoman and what their strategies are in building household economy. Aim of the research is to describe  fisherwoman’s life at Percut Village. Approach used was qualitative approach with data collecting through participated observation and in-dept interview.

Page 2 of 13 | Total Record : 124