cover
Contact Name
windarti
Contact Email
winda_wnd@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
winda_wnd@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Sanitarian Jurnal Kesehatan
ISSN : 20876394     EISSN : -     DOI : -
Sanitarian Jurnal Kesehatan is a research journal containing research results in the field of Water Sanitation, Land Sanitation, Waste Management, Vectors and Pests Control, Food and Beverage Sanitation, Occupational Health and Safety, and Environmental Health Epidemiology and other related disciplines published by the Department of Enviromental Health Poltekkes Kemenkes Pontianak. This journal was first published in 2009 with ISSN 2087-6394 . The frequency of issue every 4 months that is April August, December and already indexed by Google Scholar.
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
Gambaran Sanitasi Pasar Tradisional Di Kota Pontianak Jumadi, Randi; Sunarsieh, Sunarsieh; Supraptono, Bambang
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Gambaran Sanitasi Pasar Tradisional Di Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran sanitasi pasar tradisional di Kota Pontianak Tahun 2015. Jenis penelitian Deskriptif Observasional. Objek penelitian ini adalah 5 (lima) pasar tradisional di Kota Pontianak yaitu Pasar Puring, Pasar Dahlia, Pasar Kemuning, Pasar Flamboyan dan Pasar Teratai. Hasil penelitian dari persyaratan Lokasi, semua pasar tradisional memenuhi persyaratan Lokasi. Sedangkan dari persyaratan bangunan pasar,Pasar Flamboyan memiliki skor tertinggi yaitu 1.620. Persyaratan sanitasi pasar, Pasar Flamboyan memiliki skor tertinggi yaitu 2.132. Persyaratan PHBS, Pasar Dahlia memiliki skor tertinggi yaitu 1.900. Persyaratan keamanan pasar, Pasar Kemuning memiliki skor tertinggi yaitu 380. Persyaratan Fasilitas lain, Pasar Flamboyan memiliki skor tertinggi yaitu 510.Abstract: The Description of Traditional Market Sanitation in Pontianak City. This research aime to description of traditional market sanitation in Pontianak City 2015. Design of this research is Observational Description. Research Object was 5 (five) traditional market in Pontianak City is Puring Market, Dahlia Market, Kemuning Market, Flamboyan Market, and Teratai Market. The result from located condition, all of traditional market in location condition. While from the requirements of the market building, Flamboyan Market have  high scores is 1,620 points. In sanitation condition, Flamboyan market have high scores is 2,132 points. In PHBS (Health and Clean Attitude) condition, Dahlia market have high scores is 1,900 points. In Safety condition, Kemuning Market have high scores is 380 points. In another facilitas condition, Flamboyan market have high scores is 510 points.
Faktor Sanitasi Lingkungan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Durian Kabupaten Kubu Raya Thomas Aris, Franciskus; Nasip, Mohammad; Yulia, Yulia
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Faktor Sanitasi Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Durian Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan Cross Sectional untuk melihat hubungan faktor risiko yang mempengaruhi kejadian Diare. Jumlah sampel 84 responden diwilayah kerja Puskesmas Sungai Durian. Masing-masing variabel yang diteliti diuji dengan menggunakan uji Chi Square dengan α = 0,05. Variabel bebas berupa air bersih, jamban, pengelolaan sampah dan air limbah.Variabel terikat berupa kejadian Diare. Hasil analisis statistik menunjukkan sumber air bersih p = 0,014, jamban keluarga p = 0,027 memiliki hubungan dengan kejadian Diare, sementara variable pengelolaan sampah p=0,086 dan pengelolaan air limbah p = 1,000 tidak memiliki hubungan dengan kejadian Diare. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara sumber air bersih dan jamban keluarga dengan kejadian Diare.Abstract: The Factor of Environment Sanitation Related to The Diarrhea Incident at Children Under Five in Work Area of Sungai Durian Public Health Center of Kubu Raya Regency. This research was an observational research with cross-sectional approach to get the point of correlation risk factors influence diarrhea incident. The total samples were 84 respondents in the work area of Sungai Durian Public Health Center. Each variable tested by Chi Square test with α = 0,05. The independent variables were clean water access, latrine, solid waste and waste water management. The dependent variable was diarrhea incident. The result of statistic analysis showed that clean water resource p = 0,014 and latrine p = 0,027 had a correlation with diarrhea incident, while solid waste management p = 0,086 and waste water management p = 1,000 had not correlation with diarrhea incident. The research’s conclusion that there were correlation between clean water resource and latrine with diarrhea incident.
Rancangan Ovitrap Mix Sticky-Autocidal Untuk Menurunkan Densitas Larva Dan Virus Dengue Di Wilayah Endemis DBD Kota Pontianak Susilawati, Susilawati; Hajimi, Hajimi
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Rancangan Ovitrap Mix Sticky-Autocidal untuk Menurunkan Densitas Larva dan Virus Dengue di Wilayah Endemis DBD Kota Pontianak. Jenis penelitian ini rancangan ekperimental quasi yaitu Control group,  pree and pos test design Control group,  pree and pos test design.. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah kelurahan endemis DBD  yakni kelurahan Sungai Bangkong sebagai lokasi intervensi dan Kelurahan Sungai beliung sebagai pembanding. Jumlah sampel sebanyak 200, masing-masing kelurahan sebanyak 100 rumah. Hasil dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan rerata indeks kepadatan larva House Index (HI) nilai  p:0,014,  larva Container Index (CI) dg nilai p:0,026 dan Breteu Index (BI) dengan nilai p:0,007 antara sebelum dan sesudah pemasangan rancangan Ovitrap Mix Sticky-Autocidal. Namun tidak terdapat perbedaan rerata indeks transmsi transovarial (ITT)  sebelum dan sesudah intervensi menggunakan rancanagan ovitrap  Mix Sticky-Autocidal dengan nilai p:1,0.Abstract: Design of Ovitrap Mix Sticky-Autocidal to Lower Larva Density and Dengue Virus in Endemic DBD Region of Pontianak City. This research type is quasi experimental design that is Control group, pree and post test design. Control group, pree and post test design. Population and sample in this research is dengue endemic village that is Sungai Bangkong as the location of intervention and Sungai Beliung urban village as comparison. The number of samples is 200, each kelurahan is 100 houses. The result of this research is there is difference of mean of House Index (HI) larvae density index p value: 0,014, Container Index (CI) larva with p value: 0,026 and Breteu Index (BI) with p value: 0,007 between before and after installation of Ovitrap Mix Sticky-Autocidal. However, there was no difference in the mean of transovarial transmision index (ITT) before and after intervention using sticky-autocidal Mix ovitrap plan with p value: 1.00.
Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Di Ptpn XIII (Persero) Kecamatan Parindu Kebupaten Sanggau Suhendri, Feliks; Khayan, Khayan; Paulina, Paulina
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PTPN XIII (PERSERO) Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif, yaitu memberikan gambaran secara jelas yang terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya sehingga hanya berupa penyingkapan suatu fakta yang ditemukan dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari 9 responden yang di wawancarai mengenai pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PTPN XIII (PERSERO), menyatakan kebijakan SMK3 PTPN XIII baik dengan persentase sebesar 88,6%, perencanaan SMK3 PTPN XIII baik dengan persentase sebesar 93,3%, implementasi dan operasional SMK3 PTPN XIII baik dengan persentase sebesar 96,2%, monitoring dan evaluasi SMK3 PTPN XIII baik dengan persentase sebesar 88,8% dan tinjauan manajemen SMK3 PTPN XIII baik dengan persentase sebesar 87%. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukan bahwa, PTPN XIII (PERSERO), sudah melaksanakan sistem manajemen K3 dengan baik dengan  berjalannya dasar hukum standar SMK3 yaitu, UU No.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dan peraturan Menteri tenaga kerja No. Per. 05/Men/1996. Abstract: The Implementation of the Management System Occupational Health and safety at PTPN XIII (PERSERO) District Sanggau Subdistrict Parindu. The study design was descriptive, which given a clear picture that is limited to operation reveal a problem and circumstances as in fact only a disclosure of a fact that is found in the field. The results showed that, of the nine respondents were interviewed regarding the implementation of the Health and Safety Mnagement System (SMK3) in PTPN XIII (PERSERO), PTPN XIII SMK3 policy states SMK3 well with the percentage of 88,5%, PTPN XIII SMK3 planning well with the percentage by 93,3% implementation and operational SMK3 well PTPN XIII with the a percentage of 88,8% and a management review SMK3 well PTPN XIII with a percentage of 87%. Conclusions from the study showed that, PTPN XIII (PERSERO), already implemented K3 management system goes well with the atandart legal basis SMK3 namely, Atc 1 of 1970 concerning occupational safety and regulation of the Minister of labor No. Per. 05/Men/1996.
Efektivitas Kotoran Sapi, Serbuk Gergaji Dan Bioaktivator Em4 (Effective Microorganisme) Dalam Pembuatan Kompos Pada Rumput Kumpai Indah Sari, Nurul; Iswono, Iswono; Yulia, Yulia
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Efektivitas Kotoran Sapi, Serbuk Gergaji dan Bioaktivator EM4 (Effective Microorganisme) dalam Pembuatan Kompos Pada Rumput Kumpai. Rumput Kumpai selain sebagai tanaman air yang biasa dimanfaatkan menjadi makanan ternak terdapat faktor pembatas yaitu nilai nutrisinya yang rendah akibat tingginya serat kasar yang akan mempengaruhi ternak juga bisa dijadikan bahan baku pengomposan. Adapun faktor lainnya yaitu kurang pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan Rumput Kumpai ini dan dapat menghambat aliran/air sungai tersebut yang akan berdampak buruk bagi lingkungan sekitarnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Rumput Kumpai dengan perlakuan variasi Kotoran Sapi, Serbuk Gergaji dan Bioaktivator mengalami kematangan yang lebih cepat yaitu 14 hari dibandingkan dengan perlakuan Kontrol, perlakuan Kotoran Sapi, perlakuan Serbuk Gergaji dan perlakuan Bioaktivator EM4 yang mengalami kematangan selama 21 hari.Abstract: Effectiveness of  Cow Dung, Sawdust And Bio-Activator EM4 (Effective Microorganisme) in The Manufacture of Compost on The Lawn Kumpai. The Grass Kumpai that as an aquatic plant commonly utilized as fodder are the limiting factor is the low nutrional value due to high crude fiber will affect livestock can also be used as raw material composting. The other factor that is less understanding of the pulic in using this Kumpai Grass and the can impede the course of the rubbish in the trench that will be bad for the environment. This study aims to determine the effectiveness of cow dung, sawdust and bio-activator EM4 in the manufacture of compost on the lawn Kumpai. The result of this study indicate that treatment with variations Kumpai Grass cow dung, sawdust and bio-activator EM4 are maturing faster is 14 days compared to the control treatment, treatment of cow dung, sawdust and treatment of bio-activator treatment EM4 that are maturing for 21 days.
Gambaran Sistem Pengolahan Air Baku Di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sambas Pinawati, Putri; Anwar, Taufik; Asmadi, Asmadi
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Gambaran Sistem Pengolahan Air Baku di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sambas. Jenis penelitian ini  bersifat observasional dengan desain deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil pengukuran air baku berbau, berasa, kekeruhan tinggi dan coliform tinggi. Air baku setelah melewati proses pengolahan menjadi tidak berbau, tidak berasa, kekeruhan mengalami penurunan dan coliform mengalami penurunan. Air bersih setelah didistribusikan kekeruhan dan coliform mengalami kenaikan. Faktor yang mempengaruhi naiknya tingkat kekeruhan karena endapan lumpur yang ada di dasar pipa ikut terbawa aliran air saat didistribusikan dan faktor yang mempengaruhi angka coliform meningkat karena botol pengambilan sampel yang kurang steril, cara pengambilan sampel yang belum efektif serta lama nya pengangkutan sampel dari tempat ke laboratorium mengakibatkan air terkontaminasi. Kesimpulannya adalah pengolahan air PDAM Sambas belum memenuhi standar kualitas air bersih yang telah ditetapkan khususnya pada parameter tingkat kekeruhan, warna dan pH, yaitu Permenkes Nomor 416/Menkes/Per/IX/ 1990.Abstract: The Description of Raw Water Treatment System at Regional Water Supply Company (PDAM) of Sambas District. This type of research is observational with descriptive design.These results indicate that the measurement of raw water odorless, tasteless, high turbidity and high coliform. The raw water after passing through the processing be no smell, no taste, turbidity and coliform decreased decreased. Distributed clean water after turbidity and coliform increases. Factors affecting the increase in turbidity levels because of silt at the bottom of the pipe carried on the flow of water when distributed and factors that affect the rate of coliform increased because the bottle sampling less sterile sampling technique that has not been effective as well as his longtime transporting the sample from the laboratory resulting in contaminated water. The conclusion is PDAM water treatment Sambas not meet water quality standards that have been set, especially on the parameter level of turbidity, color and pH, namely Decree number 416/Menkes/Per/IX/1990.
Gambaran Pengelolaan Limbah Padat Medis Rumah Sakit Yarsi Kota Pontianak Febrianti, Ririn; Sunarsieh, Sunarsieh; Salbiah, Salbiah
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Gambaran Pengelolaan Limbah Padat Medis Pada Rumah Sakit Umum Yarsi Kota Pontianak. Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu memberikan gambaran secara jelas yang terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya sehingga hanya berupa penyingkapan suatu fakta. Penggunaan jenis penelitian deskriptif dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan pengelolaan limbah padat medis di Rumah Sakit Umum Yarsi tahun 2016. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pengelolaan limbah padat medis di Rumah Sakit Yarsi Kota Pontianak dari tahap meminimasi dan pengurangan belum memenuhi syarat kesehatan, tahap pemilahan belum memenuhi syarat kesehatan, tahap pewadahan dan penyimpanan  belum memenuhi syarat kesehatan,  tahap pengumpulan belum memenuhi syarat kesehatan, tahap pengangkutan belum memenuhi syarat kesehatan dan tahap pemusnahan belum memenuhi syarat kesehatan.Abstract: Describe  The Medical Solid  Waste Management  At  The  General Hospital Yarsi Pontianak City. This is a descriptive study, which gives a clear picture that is limited to operations reveal a problem and circumstances as in fact only a disclosure of a fact. The use of descriptive research in this study is to describe the medical solid waste management in the General Hospital Yarsi 2016. The results of this study concluded that medical solid waste management in the city of Pontianak Yarsi Hospital of minimizing phase and not yet qualified health  reduction,  sorting  stage  yet meet  health  requirements  phase  lug  and storage do not meet the health requirements gathering stage yet qualified health, stage of transporting not meet health requirements and decommissioning have not suggested
Pemanfaatan Kulit Singkong (Manihot Esculenta) Menjadi Arang Briket Sebagai Pengganti Bahan Bakar Alternatif Leguanja, Leguanja; Purnomo, Aryanto; Hermilestari, Ani
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan Kulit Singkong (Manihot Esculenta) Menjadi Arang Briket Sebagai Pengganti Bahan Bakar Alternatif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen dan dianalisis menggunakan uji statistik One Way Annova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara daya tahan pembakaran dengan variasi perbandingan bahan baku arang briket kulit singkong (p=0,000). Ada perbedaan yang signifikan antara lama air mendidih dengan variasi perbandingan bahan baku arang briket kulit singkong (p=0,008). Perbandingan yang tepat dalam pembuatan arang briket kulit singkong adalah dengan komposisi 75% kulit singkong dan 25% sekam padi.Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang dapat diambil adalah ada perbedaan yang signifikan antara daya tahan pembakaran dan lama air mendidih dengan variasi perbandingan bahan baku arang briket kulit singkong. Disarankan bagi masyarakat untuk memanfaatkan limbah kulit singkong sebagai alternatif pengganti bahan baku pembuatan arang briket.Abstract: The Utilization of Cassava Skin (Manihot Esculenta) Become Charcoal Briquettes as Alternative Fuel Substitutes. This research was a quasi experiment and analyze by using One Way Annova. Result of research show that there was a significant difference between endurance of burning with variation of comparison ofraw material cassava peelmade of charcoal briquettes (p=0,000). There was a significant difference between the length of timeit takes toboil water with variation of comparison ofraw material cassava peelmade of charcoalb riquettes (p=0,008). Appropriate comparisonin the manufacture ofpeel cassave charcoal briquetteswas 75% of peelcas savaand25% rice husks. According to the result of research, we can concluded that there was a significant difference between enduring burning and length of timeit takes toboil water with variation of comparison ofraw material cassava peelmade of charcoal briquettes. Suggest for people to utilize cassava peel as an alternativ eraw material for making char coal briquettes.
Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis (TB) Paru Di Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang R Jarti, Plias; Hermilestari, Ani; Adib, Moh.
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Penderita Penyakit TB Paru di Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang . Penelitian berdesain case control dengan jumlah kasus 30 dan kontrol 30. Untuk melihat kecenderungan pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat  digunakan Uji Chi-Square (α 0,05). Hasil penelitian menyatakan beberapa faktor sanitasi rumah berpengaruh dengan kejadian penyakit TB paru, yaitu faktor pencahayaan (OR 5,675), faktor suhu (OR 13) dan kepadatan hunian (OR 6,417), sedangkan faktor perilaku penghuni tidak berpengaruh dengan kejadian penyakit TB paru. Saran yang dapat diberikan yaitu masyarakat harus memperhatikan kondisi pencahayaan rumah agar rumah tidak lembab sehingga kuman TBC tidak dapat bertahan. Penghuni juga harusnya tidak menempati rumah jika jumlah penghuni melebihi standar, terlebih jika terdapat penderita TB parudi dalamnya.Abstract: Risk Factors Associated with Incident of Pulmonary Tuberculosis (Tb) in Seluas District Bengkayang. Case control The research design is a number of cases 30 and 30 control. To see the trend of the effect of the independent variable and dependent variable used chi-square test (α 0.05). The results stated several factors of home sanitation influenced to pulmonary TB disease incidence, the lighting factor (OR 5.675), the temperature factor (OR 13) and population density (OR 6.417), while the occupant behavioral factors did not influenced the incidence of pulmonary TB disease. The suggestion that people must noticed the lighting conditions keep a home not humid so TB germs can not survive. Residents also should not occupy the home if the number of occupants exceeds the standards, especially if there is pulmonary tuberculosis patients in it.
PERBEDAAN JUMLAH ANGKA KUMAN DENGAN PENCUCIAN MENGGUNAKAN AIR, SABUN, DAN JERUK SAMBAL (CITRUS AMBLYCARPA) PADA TANGAN MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK Ardhanty, Amelia; Amaliyah, Nurul; Yulia, Yulia
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:     Perbedaan      J umlah    Angka    Kuman     Pada    Tangan     dengan    Pencucian Menggunakan      Air,   Sabun,    dan   Jeruk    Sambal    (Citrus  Amblycarpa)    Pada   Tangan Mahasiswa    Poltekkes   Kemenkes    Pontianak.     Penelitian ini bersifat quasi eksperimen. Dilakukan dengan 3 perlakuan, pengambilan sampel secara Proporsional Random  Sampling yaitu mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak Jurusan Kesehatan Lingkungan, Gizi, dan Kesehatan Gigi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 27 sampe1. Hasil statistik menggunakan uji Anova One Way. P  value = 0,05 maka Ho ditolak, sehingga ada perbedaan  jumlah angka kuman pada tangan dengan pencucian menggunakan air, sabun, dan jeruk sambal (citrus amblycarpa) pada tangan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak. Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata angka  kuman setelah mencuci tangan menggunakan air, sabun dan jeruk adalah 151,8 koloni, 64 dan 20,8 koloni, sehingga ada perbedaan jumlah angka kuman pada  tangan dengan pencucian menggunakan air, sabun, dan jeruk sambal (citrus amblycarpa) pada tangan mahasiswa poltekkes kemenkes pontianak. Abstract:               The  Differences    Amount    of  Germs   By  Washing    wih  Water,    Soap,   and Lime  in The  Hands   of Student   Poltekkes   Kemenkes   Pontianak.    This research  is quasi experimental,         which    conducted    with   3   treatments.    Sampling    in   this   research    is Proporsional   Random  Sampling  to the  students  of Environmental   Health,  Nutrition,   and Dental  Nurse  Poltekkes  Kemnkes  Pontianak.   Sampel  in this study is 27 sampeL Statistical results  by using Anova  One  Way.  P value  ~ 0,05 which  means  that  Ho rejected,  so there are  differences   amount  of  germs  by washing  with  water,  soap,  and  lime  in the  hand  of student  Poltekkes  Kemenkes  Pontianak.   Results  from this  study  is the average  number  of bacteria  after  washing  hands  with  water,  soap  and lime are  151.8 colonies,  64, and 20.8 colonies.  So there are difference  number  of bacteria  on the hands  by washing  with water, soap,   and     lime   (citrus   amblycarpa)    in  the   hands   of   students   Poltekkes   Kemnkes Pontianak.