cover
Contact Name
Dr. Ir. Lestari Ujianto, M.Sc.
Contact Email
ujianto@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cropagro@unram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy
Published by Universitas Mataram
ISSN : 19788223     EISSN : 26215748     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram yang memuat tulisan berupa hasil penelitian yang terkait dengan bidang budidaya tanaman, terbit enam bulan sekali. Redaksi menerima naskah dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
HUBUNGAN KEHILANGAN DAUN DENGAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT Nala Raiyan; Agus Rohyadi; Tarmizi Tarmizi
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Crop Agro Juli 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.796 KB)

Abstract

ABSTRAK Hubungan antara tingkat kehilangan daun dengan pertumbuhan dan hasil tanaman dari dua varitas cabai rawit telah diteliti dengan sebuah percobaan pot di dalam rumah kaca. Percobaan dirancang sebagai suatu percobaan faktorial 2 x 4, yang ditata mengikuti Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 ulangan pot. Faktor pertama adalah varitas tanaman yang terdiri atas Sonar dan Dewata F1, dan faktor kedua adalah tingkat kehilangan daun melalui pemotongan simulatif selama fase pertumbuhan vegetatif pada tingkat 0, 20, 40 dan 60% dari total luas permukaan daun. Tidak ada hubungan kausalitas antara tingkat kehilangan daun dengan keragaman pertumbuhan dan ukuran buah baik pada varitas Sonar maupun Dewata F1. Sementara itu, hubungan regresi terbalik antara tingkat kehilangan daun dan berkurangnya kemampuan tanaman menghasilkan buah ditemukan pada kedua varietas dengan laju penurunan yang berbeda. Ambang batas kehilangan daun yang nyata mulai menurunkan hasil pada varitas Sonar adalah 76% dan Dewata F1 adalah 28%, yang menurunkan 23% dan 15% dari hasil pada kontrol masing-masing. Dengan demikian, varitas Sonar mempunyai toleransi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan varitas Dewata F1 dalam merespon kehilangan daun yang meningkat selama pertumbuhan vegetatif. ABSTRACT The relationship between leaf loss and plant growth and yield of two chili’s varieties has been studied by doing a pot experiment in a glass house. The experiment was a 2 x 4 factorial experiment arranged in a completely randomized design with four replicated pots. The first factor was the varieties of Sonar and Dewata F1, and the second factor was the intensity of plant leaf loss during vegetative growth phase that were simulated by cutting at levels of 0, 20, 40 and 60% from total leaf surface area. There was no causal relationship between the intensity of leaf loss and the extent of growth and fruit size of the two chili’s varieties. Whilst, a reverse regression in relationship between plant leaf loss intensity and their ability to produce fruit was found with different decreasing rates on both. The threshold of leaf loss that starts to decrease fruit yield in a significant quantity was 76% for Sonar and 28% for Dewata F1 wherein the yield of both decreased about 23 and 15%. As a result, variety of Sonar was more tolerant than Dewata F1in responding leaf loss in increasing level during vegetative growth phase.
ANALISIS KORELASI DAN SIDIK LINTAS ANTARA KARAKTER MORFOLOGI DAN KOMPONEN BUAH TANAMAN NENAS (Ananas comosus L. Merr.) Muhammad Arif Nasution
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 3 No 1 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mempelajari korelasi genetik antara karakter morfologi dan karakter komponen buah nenas menggunakan sidik lintas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kedudukan daun dan daun berduri berasosiasi dengan tebal daging buah. Tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun berkorelasi positif dan nyata dengan diameter buah. Diameter buah bersama tinggi tanaman, diameter tajuk, dan lebar daun berkorelasi positif dan nyata terhadap bobot buah. Tinggi tanaman, jumlah shoot, umur panen, panjang tangkai buah, jumlah spiral, diameter buah, tebal daging buah, diameter empulur dan total asam mampu menjelaskan ragam bobot buah sebesar 82.8%. Hasil analisis lintas menunjukan bahwa tinggi tanaman, panjang tangkai buah, diameter buah, tebal daging buah dan total asam mempunyai pengaruh langsung positif terhadap bobot buah. Jumlah shoot dan umur panen mempunyai pengaruh tidak langsung melalui diameter buah dan total asam terhadap bobot buah. Duduk daun terbuka dan karakter duri pada daun dapat dijadikan kriteria seleksi untuk perbaikan karakter tebal daging buah dan panjang tangkai buah dapat digunakan sebagai kriteria seleksi untuk perbaikan bobot buah. Abstract The objectives of this research were to study the genetic correlation and path analysis between morphological characters and fruit component characters of pineapple. The results of the research show that the foliage attitude and leaf spines were associated with flesh thickness. The correlation analysis showed that plant height, leaf number and leaf width had positively and siqnificantly correlation with fruit diameter. The fruit diameter together plant height, canopy diameter and leaf width have positively and siqnificantly correlated with fruit weight. Plant height, number of shoot, days to harvest, peduncle lenght, fruit diameter, flesh thickness, core diameter, and total acid contribute to fruit weight. The value of it contribution was about 82.8 %. Based on path analysis, characters plant height, peduncle length, fruit width, flesh thickness, and total acid have positive direct effect on fruit weight. The results also showed that number of shoot and days to harvest had indirect effect on fruit weight. The foliage attitude and leaf spines characters can be selected as criteria to improve flesh thickness character and peduncle length can be selected as criteria to improve fruit weight.
KAJIAN KEMAJUAN SELEKSI MASSA SECARA INDEPENDENT CULLING LEVEL HINGGA SIKLUS KEDUA PADA TANAMAN JAGUNG Sudika .; Idris dan Erna Listiana
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 4 No 2 (2011): Jurnal Crop Agro Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemajuan seleksi massa yang dilakukan secara independent culling level dengan dua cara terhadap umur panen, daya hasil dan berangkasan segar. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap kelompok dengan 4 kali ulangan. Perlakuannya sebanyak 6 populasi, yaitu P0, P1.1, P1.2, P2.1, P2.2 dan varietas unggul Sukmaraga. Data percobaan dianalisis dengan sidik ragam pada taraf nyata 5 persen. Kemajuan seleksi diperoleh dari koefisien regresi linear antara sifat yang diamati dengan siklus seleksi. Pengujian rerata menggunakan uji lanjut BNT0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan seleksi massa secara independent culling level per siklus sifat umur panen cara I sebesar -1,775 hari dan cara II, -2,250 hari; keduanya bersifat linear nyata. Kemajuan seleksi sifat hasil (berat biji kering pipil per plot) cara I, 0,544 kg dan cara II, 0,711 kg; keduanya bersifat linear tidak nyata; sedangkan untuk sifat berat berangkasan segar cara I sebesar 26,112 g dan cara II, 28,962 g per tanaman dan keduanya juga bersifat linear tidak nyata. Rerata umur panen hasil seleksi siklus kedua cara I (77,70 hari) dan cara II (76,75 hari) lebih genjah dibandingkan dengan umur panen populasi awal dan varietas unggul Sukmaraga; sedangkan sifat lainnya belum berubah. ABSTRACT The objectives of research were to determine the advance of mass selection conducted through independent culling level with two manners to maturity date, yield and greenfresh manure. Design used in this research was randomized completely block design with 4 replications. The treatment consisted of 6 populations, i.e. P0, P1.1, P1.2, P2.1, P2.2, and superior variety Sukmaraga. The observed data was analyzed using analysis of variance on 5% significant level. Selection advance was gained through linear regression coefficient between observed traits and selection cycles. Test of mean used Least significant Different (LSD) 5%. The result of this research showed that advance of mass selection through independent culling level per cycle of maturity date manner I was -1.775 days and manner II was -2.250 days. Both of them were significantly linear. Selection advance of yield (dry seed weight per plot) manner I was 0.544 kg and manner II was 0.711 kg, both of them was not significantly linear; while for weight of green manure manner I was 26.112 g and manner II was 28.962 g per plant and both of them was not significantly linear. Mean of maturity date of second cycle manner I (77.70 days) and manner II (76.75 days) was shorter than first population and superior variety Sukmaraga; while other traits was not change.
KAJIAN TINGKAT KEBERHASILAN PERSILANGAN ANTARA BEBERAPA GENOTIP KACANG TUNGGAK (Vigna Unguiculata (L.) Walp) DAN BEBERAPA GENOTIP KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis (L.) Fruwirth) Putri Shanti Devi Rhamdhyani; Lestari Ujianto
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Crop Agro budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan persilangan i antara beberapa genotip kacang tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp) dan beberapa genotipe kacang panjang (Vigna sesquipedalis (L.) Fruwirth). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Rancangan persilangan yang digunakan yaitu dialel lengkap. Tiga genotipe kacang tunggak (KTU, KTH, KTC) disilangkan dengan tiga genotipe kacang panjang (KPHP, KP 1 dan KP 5). Masing-masing genotipe ditanam dalam lima pot. Penanaman dilakukan dalam dua periode dengan selang waktu sepuluh hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapt tingkat keberhasilan yang berbeda dari delapan belas persilangan. Persentase tingkat keberhasilan tertinggi 66,67% antara KTH dan KP1 sedangkan tingkat keberhasilan persilangan terendah adalah 6.67% antara KTU dan KP5. ABSTRACT The objective of this research was to know succes level of hybridization between some genotypes of cowpea (Vigna unguiculata (L.) Walp) and some genotypes of long bean (Vigna sesquipedalis (L.) Fruwirth). This research used an experimental method by using complete dialel design. Three cowpea genotypes (KTU, KTH, KTC) were crossed with three long bean genotypes (KPHP , KP 1 and KP 5). Each of genotype was planted in five pots. Planting was conducted in two periods with an interval of ten days. The results of this research showed that there are different success level of eighteen hybrids. The percentage of the hybridization success level was varied between 6 and 67 %. The highest success level of hybridization was 66.67 % between KTH and KP1 while the lowest success level of hybridization was 6.67 % between KTU and KP5.
VIABILITAS BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA Lam) DAN PERTUMBUHAN BIBIT PADA BERBAGAI TINGKAT KEMATANGAN BUAH Bambang Budi Bantoso; Sumarjan Sumarjan
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kelor (Moringa oleifera Lam) merupakan tanaman yang kaya manfaat, seperti vitamin dan sebagai alternatif pengganti solar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kematangan buah kelor terhadap viabilitas biji dan pertumbuhan bibit kelor. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret -Juni 2015 di Laboratorium Produksi Dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UNRAM. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dalam percobaan ini terdapat 3 perlakuan yaitu :p1 : Tingkat kematangan optimal (buah berwarna hijau gelap), p2 : Tingkat buah masak (buah sebagian mengering). p3 : Tingkat buah lewat masak (seluruh buah telah mengering). Uji viabiltas biji dan pertumbuhan bibit dibuat 3 ulangan. Pada uji viabilitas biji setiap ulangan digunakan dua bak kecambah, maing-masing bak kecambah diisi 50 biji dan pada pertumbuhan bibit setiap ulangan terdapat 20 tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan nyata pengaruh tingkat kematangan buah terhadap viabilitas dan pertumbuhan bibit. Tingkat kematangan buah kelor pada kondisi buah lewat masak (seluruh buah telah mengering) memiliki viabilitas biji dan pertumbuhan bibit yang terbaik dibandingkan tingkat kematangan lainnya. ABSTRACT Moringa (Moringa oleifera Lam) is tree with most benefits, such as vitamins and as alternative bioful. This study aims to determine the effect of Moringa fruit maturity on the viability of Moringa seed and seedling growth. This study was conducted from March-June 2015 in The Production Laboratory And Experimental Station Of Agriculture Faculty UNRAM. The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD). with 3 treatments are: p1: optimal maturity stage (dark green fruit), p2: ripe fruit stage (fruit partially dries). p3: overripe fruit stage (whole fruit has dried). Trial of viability and seedling growth has tree replication. . In seed viability test used two germination pots and filled 50 seeds each pots. In seddling growth has 20 plants. The results shows that there was significantly differences of fruit maturity stage to the seed viability and seedling growth.overripe fruit has seed viability and seedling growth shows the best compared other two maturity stages.
PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata Stury) YANG DIPUPUK DENGAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK PADA SAAT YANG BERBEDA Muhammad Martajaya
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) membandingkan pertumbuhan dan hasil jagung manis yang dipupuk dengan pupuk organik dan anorganik pada saat yang berbeda, (2) mendapatkan hasil yang terbaik pada macam dan saat pemberian pupuk organik dan (3) mengetahui residu pupuk organik dan anorganik terhadap ameliorasi kesuburan tanah. Percobaaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan: GO1=Glyricidia sepium diberikan seminggu sebelum tanam, GO2=Glyricidia sepium diberikan dua minggu sebelum tanam, TO1=Tithonia diversifolia diberikan seminggu sebelum tanam, TO2=Tithonia diversifolia diberikan dua minggu sebelum tanam, KO1= Kotoran sapi diberikan seminggu sebelum tanam, KO2= Kotoran sapi diberikan dua minggu sebelum tanam, dan A= pupuk anorganik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil jagung manis yang dipupuk anorganik tidak berbeda nyata dengan pupuk organik (G.sepium, T.diversifolia, dan kotoran sapi). Hasil bobot segar tongkol secara berturut-turut adalah TO1 (8,5 ton ha-1), KO1 (8,2 ton ha-1), A (8,1 ton ha-1), TO2 (7,0 ton ha-1), KO2 (6,8 ton ha-1), GO2 (6,0 ton ha-1), dan GO1 (5.5 ton ha-1). Pupuk Organik memberikan simpanan terhadap ameliorasi kesuburan tanah yang lebih tinggi dibandinglan pupuk anorganik. Pupuk organik G. sepium, meskipun bobot segar tongkol lebih rendah, tetapi memberikan sumbangan residu pada tanah yang tertinggi. Hasil tertinggi berat berangkasan segar (sebagai pakan ternak) berturut-turut diperoleh pada perlakuan Tithonia diverisifolia, pupuk kotoran sapi yang diberikan seminggu sebelum tanam, serta pupuk anorganik masing-masing sebesar 11,4, 11,2, dan 10,0 ton ha-1. ABSTRACT The aims of this research were: (1) to compared growth and yield of sweet corn that was planted at kinds of organic fertilizers wich applied in different times against to inorganic fertilizer, (2) to obtain the best result at kind of organic fertilizer wich applied in different time, and (3) to know residual to the soil after harvesting from organic and anorganic fertilizer. The experimental method was Completely Randomized Block Design, ie. Glyricidia sepium applied in a week before planting (GO1), Glyricidia sepium applied in two weeks before planting ( GO2), Tithonia diversifolia applied in a week before planting ( TO1), Tithonia diversifolia applied in two weeks before planting (TO2), cow manure applied a week before planting (KO1), cow manure applied in two weeks before planting (KO2), and inorganic fertilizer (A). The results of the study indicated that there was no difference in growth and yield of sweet corn between inorganic with organic fertilizer ( G.sepium, T.diversifolia, and cow manure). While each of seven treatments yielding fresh weight of cobs as follows, from the highest : T. diverifolia, applied in a week before planting (8.5 Mg ha-1), cow manure applied in a week before planting (8.2 Mg ha-1), inorganic fertilizer (8.1 Mg ha-1), T. diversifolia.applied two weeks before planting (7.0 Mg ha-1), cow manure applied two weeks before planting (6.8 Mg ha-1), G.sepium applied two weeks before planting (6.0 Mg ha-1), and G.sepium applied a week before planting (5.5 Mg ha-1). G. sepium , though the corn yield is lower, but have high in contribution of residual soil amelioration. The highest total fresh weight was T. diversifolia and cow manure a week before planting applied, and from the inorganic fertilizer as 11.4, 11.2, and 10.0 Mg ha-1 respectively.
UJI KESERAGAMAN GALUR HARAPAN PADI BERAS HITAM HASIL SELEKSI BULK Anak Agung Ketut Sudharmawan
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 11 No 2 (2018): Jurnal cropagro juli 2018
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.845 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk mengetahui keseragaman dalam genotipe galur harapan padi beras hitam hasil seleksi bulk.Percobaan dilaksanakan pada lahan sawah di desa Nyurlembang Kecamatanan Narmada kabupaten Lombok Barat. Waktu kegiatan MK April-Agustus 2017. Rancangan percobaan yang di gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok 10 perlakuan ( 7 galur harapan F9 padi beras hitam hasil seleksi bulk, 2 tetua yaitu varietas Situ Patenggang dan padi Baas Selem, serta varietas IR20 sebagai varietas pembanding peka) yang diulang 3 kali.Penanaman dilakukan pada luasan lahan 3 x 4 m pada tiap perlakuan, jarak tanam 25 x 25 dengan sistem gogo, pemupukan dilakukan pada umur 7 hst dengan menggunakan Phonska dosis 300 kg/ha, pupuk Urea diberikan pada umur 30 hst dan 50 hst dengan dosis masing-masing 100 kg/ha. Pengairan diberikan bila tanaman pembanding (IR20) menunjukkan daun menggulung.Data pengamatan meliputi umur panen, tinggi tanaman,jumlah anakan produktif per rumpun, jumlah anakan non produktif per rumpun, panjang malai, jumlah gabah berisi, jumlah gabah hampa, bobot 100 butir gabah, dan bobot gabah per rumpun. Analisis keragaman dalam genotipeberdasarkan Lysbeth,2008. Hasil Penelitian menunjukkan: Umur panen, jumlah anakan non produktif, dan panjang malai dari semua galur menunjukkan keseragaman dalam populasi dalam setiap galur kecuali galur G7/III (F9 3/4/1) pada jumlah anakan non produktif, galur G5/II (F9 3/2/1) dan G7/II (F9 3/4/1) pada panjang malai.
KAJIAN PERANAN EVAPORATIVE PAD TERHADAP IKLIM MIKRO DAN BUDIDAYA JAMUR KUPING HITAM (Auricularia auricula) Ika Nurani Dewi; Sumarjan 2
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Crop Agro pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Budidaya jamur kuping hitam (Auricularia auricula) pada musim kemarau tidak memberikan produksi yang maksimal. Suhu yang tinggi dan kelembaban udara yang rendah dapat menghambat pertumbuhan jamur kuping hitam. Untuk memberikan kondisi lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan jamur kuping dapat dilakukan dengan penggunaan evaporative pad. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari peranan evaporative pad terhadap perubahan iklim mikro di dalam kumbung jamur kuping hitam. Penelitian ini menggunakan sabut kelapa sebagai bahan evaporator. Adapun perlakuan yang telah diuji adalah bangunan kontrol atau kumbung tanpa evaporative pad, bangunan dengan satu evaporative pad, dan bangunan kumbung dengan dua evaporative pad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan 1 evaporative pad dalam kumbung menghasilkan kondisi yang paling baik bagi pertumbuhan jamur. Perlakuan tersebut juga menghasilkan intensitas radiasi matahari 17,69 lux, suhu udara 27,25 oC, kelembaban udara 91,03 %, suhu media 28,22 oC, hasil produksi berat basah jamur kuping hitam 24,06 kg dan diameter jamur kuping 15,14 cm. ABSTRACT Auricularia auricula cultivation in summer season can not increase yield production. High temperature and low relative humidity could inhibite Auricularia auricula growth. To get favorable environment to Auricularia auricula growth can be done with using evaporative pad. This research was done to study the effect of evaporative pad to microclimate condition for Auricularia auricula cultivation. This research used coconut fiber as evaporative pad. The treatments were cultivation building of Auricularia auricula without evaporative pad, cultivation building of Auricularia auricula with one unit evaporative pad, and cultivation building of Auricularia auricula with two units evaporative pad. The results showed that one unit evaporative pad in cultivation building of Auricularia auricula generated the best growth of Auricularia auricula. The treatment showed also that solar radiation intensity 17.69 lx, temperature was 27.25 0C, relative humadity was 91.03 %, the temperature of media was 28.22 0C, fresh-weight of Auricularia auricula was 24.06 kg, and diameter of Auricularia auricula was 15.14 cm.
PENGARUH MEDIA TANAM DAN PANJANG STEK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas. L) Entin Oka Awiwi; I Gst Md Arya Parwata; I Nyoman Soemeinaboedhy
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam media pembibitan dan panjang stek serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit tanaman jarak pagar. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2015 sampai dengan bulan Juni 2015, yang dilaksanakan di Laboratorium Produksi Tanaman dan Kebun Percobaan/pembibitan Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu, panjang stek dan media tanam. Faktor pertama panjang stek yang terdiri atas 4 aras, yaitu 5, 10, 15 dan 20 cm. Faktor kedua adalah media tanam yang terdiri atas 2 aras, yaitu tanah+pasir dan tanah+sekam bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara media tanam dan panjang stek tidak berpengaruh terhadap semua parameter yang diamati.Perlakuan panjang stek menunjukkan pengaruh terhadap semua parameter yang diamati, namun perlakuan media tanam hanya berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah dan luas daun serta berat kering bibit.Panjang stek 15 dan 20 cm memberikan pertumbuhan bibit yang lebih baik jika dibandingkan dengan panjang atek 5 dan 10 cm. ABSTRACT This study aims to determine the effect of growth media and cutting length, and its interaction on the seedling growth of Jatropha. This experiment was conducted from April to June 2015 in the Plant Production Laboratory, Faculty of Agriculture, The University of Mataram, using a Completely Randomized Design, consisting of two factors. The first factor was the length of cuttings which consists of four levels, namely 5, 10, 15 and 20 cm in length. The second factor was the growing media consisting of two types, namely soil + sand and Land + rice husk charcoal. The result showed that planting media and its interaction with cutting length did not affect on all parameters observed. Cutting length of 15 and 20 cm gave better seddling growth, compared to that of 5 and 10 cm in length.
PENGARUH PEMANGKASAN CABANG TERHADAP HASIL TANAMAN BROKOLI (Brassica oleracea L. var. italica) DI DATARAN RENDAH I Komang Damar Jaya
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 2 No 1 (2009): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Satu percobaan yang bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemangkasan cabang terhadap hasil tanaman brokoli sudah dilaksanakan di dataran rendah pulau Lombok. Lokasi percobaan terletak di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat (08o31’S and 116o13’T) pada ketinggian tempat 125 m di atas permukaan laut. Ada lima perlakuan yang diuji, yaitu: (A) kontrol, tanpa pemangkasan cabang, (B) pemangkasan cabang 25%, (C) pemangkasan cabang 50%, (D) pemangkasan cabang 75% dan (D) pemangkasan cabang 100%. Pemangkasan cabang dilakukan pada saat tanaman menginisiasi bunga. Semua perlakuan memiliki tiga ulangan dan dirancang dengan rancangan acak kelompok. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis keragaman dilanjutkan pembandingan kontras ortogonal. Analisis pertumbuhan tanaman berdasarkan biomassa dan luas daun dilakukan dengan menggunakan prosedur yang sudah baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan mempercepat umur panen dan meningkatkan hasil brokoli yang dicerminkan lewat berat dan diameter bunga. Semakin tinggi tingkat pemangkasan, semakin tinggi hasil tanaman brokoli. ABSTRACT An experiment aimed at studying the effects of side shoots removal on yield of broccoli was done on the lowland of Lombok. The experimental site was situated in distric of Narmada, West Lombok (08o31’S and 116o13’E) at 125 m above sea level. There were five treatments tested, namely: (A) control, without side shoots removal, (B) 25% of side shoots removal, (C) 50% of side shoots removal, (D) 75% of side shoots removal and (E) 100% of side shoots removal. The side shoots removal was done at the head initiation phase. All the treatments had three replications and were arranged in a randomized block design. Data were analysed using analysis of variance continued with one degree of freedom analysis. Growth analysis based on dry matter and leaf area was done using the standard growth analysis methods. Results of the experiment show that the side shoots removal hastened harvest date and increased head weight and diameter of broccoli. The higher level of side shoots removal, the higher yield of broccoli.

Page 10 of 21 | Total Record : 209