cover
Contact Name
Farid Husin
Contact Email
farid_husin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ijemc.jppki@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care)
ISSN : 24071951     EISSN : 24423629     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian Journal Of Education and Midwifery Care (IJEMC) is a peer-reviewed journal and a periodical scientific book published by the Midwifery Study Program of Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran 4 times a year in every March, June, September, and December. IJEMC also publishes Supplements containing articles of literature study and protocol studies. The IJEMC accepts the script of articles in accordance with the science and development of midwifery in midwifery services and education with interdisciplinary and multidisciplinary approaches related to pregnancy care, nursing care, postpartum care and nursing mothers, community midwifery care and midwifery education
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Analisis Kualitas AlatUji Objective Structure Clinical Examination(OSCE) di Pendidikan Diploma III Kebidanan STIKes Rajawali Intan Karlina; Tina Dewi Judistiani; Yuni Susanti Pratiwi; Dany Hilmanto; Endang Sutedja; Oki Suwarsa
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 3, No 2 (2016): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.904 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v3i2.13

Abstract

Penilaian kemajuan pendidikan perlu dilakukan untuk mengevaluasi kinerja peserta didik dan institusi pendidikan, apakah program pendidikan menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan standar kompetensi bidan yang telah ditetapkan. OSCE merupakan salah satu alat untuk menguji kompetensi keterampilan mahasiswa secara komprehensif meliputi aspek kognitif, psikomotor, dan afektif yang dibentuk melalui penjabaran kurikulum institusi. Kualitas alat uji OSCE mempunyai peran penting dalam menilai keterampilan klinik. Validitas alat uji perlu dianalisis oleh para penguji hingga didapatkan kesepakatan tentang mutu alat uji tersebut.STIKes Rajawali adalah satu dari tujuh institusi kebidanan Jawa Barat yang telah melaksanakan ujian akhir program dengan OSCE sejak 2012, tetapi belum pernah dilakukan evaluasi terhadap alat uji OSCE. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Wawancara mendalam dilakukan kepada empat dosen yang sudah menerapkan OSCE di Universitas Padjadjaran selama bulan Mei−Desember 2015 untuk mengetahui kualitas alat uji OSCE yang sudah diterapkan di STIKes Rajawali. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis isi.Alat uji OSCE yang sudah ada di STIKes Rajawali mengalami beberapa perbaikan: area kompetensi dalam blueprintharus mencakup perilaku profesional, jenis kasus yang diujikan harus dituliskan dengan jelas dalam blueprint. Penentuan jumlah station dilakukan berdasarkan jumlah kasus dan kompetensi yang akan diujikan. Waktu ujian harus disesuaikan dengan keterampilan yang diujikan sehingga perlu dilakukan uji coba pada kasus yang akan diujikan. Daftar tilik yang digunakan sebelumnya diubah ke dalam bentuk rubrik penilaian, diperlukannya standar pasien saat pelaksanaan OSCE. Bahasa dalam skenario kasus masih kurang jelas.Kualitas alat uji OSCE belum sesuai standar karena kelengkapan, keluasan dan kejelasan dari segi materi dan bahasa masih kurang. Berdasarkan simpulan tersebut maka perlu diadakan workshop mengenai persiapan dan pelaksanaan OSCE.
Hubungan Keterampilan Komunikasi Interpersonal dan Konseling oleh Mahasiswa Kebidanan dengan Kepuasan Klien di Bidan Praktik Mandiri Neli Sunarni; Tina Dewi Judistiani; Zahrotur R Hinduan; Hadyana Sukandar; Tita H Madjid
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 3, No 2 (2016): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.184 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v3i2.38

Abstract

Keberhasilan komunikasi interpersonal dalam konseling seorang bidan akan diuji bila menghadapi klien sesungguhnya. Kualitas komunikasi interpersonal dan konseling oleh mahasiswa kebidanan belum pernah dievaluasi, oleh karena itu, mahasiswa pada saat melakukan praktik kebidanan dilakukan penilaian keterampilan komunikasi interpersonal dan konseling oleh pembimbing klinik. Keterampilan  komunikasi interpersonal dan konseling merupakan aspek penting dalam pelayanan KB dan kesehatan reproduksi, karena konseling membantu klien mengatasi masalah yang dihadapinya dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhannya, sehingga klien merasa puas atas pilihan dan pelayanan yang diterimanya. Penelitian observasional potong lintang dilaksanakan di empat lokasi Bidan Praktik Mandiri Kabupaten Ciamis pada bulan Agustus 2015. Subjek penelitian adalah mahasiswa kebidanan tingkat III semester VI yang sudah lulus mata kuliah pelayanan Keluarga Berencana sebanyak 46 orang dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling.  Calon akseptor KB yang datang ke Bidan Praktik Mandiri dinilai apakah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, selanjutnya calon akseptor KB dipilih secara konsekutif sampai tercapai  46 orang. Data diperoleh menggunakan daftar tilik dan kuesioner, dianalisis dengan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara teknik konseling, perilaku empati dalam konseling yang ditampilkan mahasiswa, perilaku yang mencerminkan etika dalam konseling dengan kepuasan klien dengan nilai p>0,05. Tidak terdapatnya hubungan diduga karena pada saat penilaian hanya dinilai dari kepatuhan melakukan langkah klinik, namun tidak menilai isi atau materi konseling. Menilai empati tidak dinilai oleh klien, butir penilaian empati tidak dibuat secara khusus. Masih terdapatnya bias dalam proses penilaian dan mungkin juga dalam proses seleksi. Simpulan hasil penelitian, tidak terdapat hubungan antara teknik konseling, perilaku empati dalam konseling dan perilaku etika dalam konseling dengan kepuasan klien.
Hubungan Karakteristik Pembimbing Klinik Dengan Keterampilan Klinik Asuhan Persalinan Normal Pada Mahasiswa Program Diploma III Kebidanan Kurniawati Kurniawati; Endang Sutedja; Farid Husin; Dany Hilmanto; Firman Wirakusumah; Herman Susanto; Hasan Purwana; Yoni Syukriani
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 1, No 1 (2014): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.528 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v1i1.79

Abstract

Keterampilan klinik mahasiswa merupakan elemen penting dalam membangun kompetensi lulusan pendidikan bidan. Pencapaian keterampilan klinik mahasiswa di lahan praktik  sangat bergantung pada pembimbing klinik. Karakteristik pembimbing klinik yang efektif akan menghasilkan pembelajaran klinik yang efektif. Pembelajaran klinik yang efektif akan mendukung pencapaian keterampilan klinik mahasiswa di lahan praktik.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakteristik pembimbing klinik yang berhubungan dengan keterampilan klinik mahasiswa dalam asuhan persalinan normal. Penelitian ini merupakan penelitian  kuantitatif dengan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa DIII Kebidanan yang sedang praktik PKK III di ruang bersalin RSUD Banjar dan RSUD Tasikmalaya sampai dengan Juni 2013 yang berjumlah 70 orang, dan 28 orang pembimbing klinik. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling.Analisis univariabel dengan distribusi frekuensi, analisis bivariabel dengan uji chi-kuadrat, dan analisis multivariabel dengan regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan karakteristik demografi dengan keterampilan klinik mahasiswa dalam asuhan persalinan normal(p=0,022). Terdapat hubungan karakteristik kualitas pembimbing klinik  dengan keterampilan klinik asuhan persalinan normal(p=0,022). Variabel pelatihan merupakan faktor paling berperan terhadap keterampilan klinik asuhan persalinan normal (POR= 15; IK 95%= 1.629-138.156). Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa terdapat hubungan karakteristik pembimbing klinik dengan keterampilan klinik mahasiswa dalam asuhan persalinan normal. Dengan demikian dalam menentukan lahan praktik harus memperhatikan  karakteristik pembimbing klinik yang ada pada lahan praktik.
Pengembangan Media Pembelajaran Praktikum untuk Meningkatkan Keterampilan Asuhan Persalinan Nurul Kodiyah; Dewi Diah Herawati; Bony Wiem Lestari; Farid Husin; Firman Fuad Wirakusumah; Elsa P Setiawati
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 3 (2015): September
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.834 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i3.67

Abstract

Institusi pendidikan bidan perlu membuat suatu strategi pembelajaran yang efektif dan efisien untukmeningkatkan kompetensi lulusannya. Analisis terhadap mata kuliah asuhan persalinan dilakukan agardiketahui masalah dan rekomendasi perbaikan pembelajaran secara operasional sehinggameningkatkan keterampilan dalam menolong persalinan. Pengembangan media pembelajaran asuhanpersalinan dilakukan dengan membuat modul dan modifikasi phantom. Penelitian ini menggunakandesain penelitian operasional, data dan metode analisis adalah kualitatif dengan pendekatan studikasus yang bersifat interpretivism. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam,diskusi kelompok dan observasi serta studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah dosen pengampumata kuliah asuhan persalinan, mahasiswa, dosen penguji skills dan ketua prodi. Analisis datakualitatif meliputi transkripsi, reduksi, koding, kategorisasi dan interpretasi hasil penelitian. Hasilpenelitian dari analisis situasi pembelajaran asuhan persalinan, yaitu pada proses perencanaan telahdilakukan perumusan tujuan dan kegiatan serta penyusunan silabus namun rencana pelaksanaanpembelajaran dan panduan praktikum belum dibuat. Proses pelaksanaan pembelajaran praktikumbelum sesuai dengan rencana terutama berkaitan dengan metode, media, jadwal dan waktu praktikum.Proses evaluasi penilaian yang dilakukan antar lain responsi, target skill, ujian akhir semester dan ujianketerampilan. Kendala pembelajaran praktikum yaitu kehadiran dosen, keterbatasan sarana danprasarana, motivasi dan keaktifan mahasiswa serta alokasi waktu. Pengembangan perencanaan dimulaidari menentukan tujuan dari standar kompetensi, mengembangkan alat evaluasi, menetapkan kegiatanpembelajaran, pemantapan dalam program pembelajaran. Pengembangan pelaksanaan yangditawarkan antara lain menentukan pre test pelaksanaan praktik, penyampaian pembelajaran sesuaidengan perencanaan, modifikasi media praktikum dan penyusunan panduan praktikum.Pengembangan post test dilakukan pada ranah psikomotor yang dilakukan dosen melalui pengamatanmulai dari persiapan alat, proses praktikum, hasil dokumentasi, sikap kerja serta waktu yangdigunakan. Evaluasi juga dilakukan pada area kognitif dan afektif berupa pembobotan lisan atauresponsi (10%), tulis atau pilihan ganda dan essay (30%), portofolio atau makalah dan dokumentasi(20%).
Evaluasi Keterampilan Bidan dalam Pengelolaan Persalinan dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) (Studi tentang Pemantauan Intrapartum dan Resusitasi BBLR) Lisnawati Lisnawati; Hadyana Sukandar; Ruswana Anwar; Farid Husin; Dadang Syarif Effendi; Anita Deborah Anwar
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 3 (2015): September
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.011 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i3.29

Abstract

Kematian neonatal dini adalah sekitar 80% dari semua kematian neonatal dan penyebab tertinggiadalah BBLR. Peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan bidan, merupakan upaya dalammenurunkan angka kematian bayi. Banyaknya persalinan spontan dengan usia kehamilan prematuryang ditolong oleh bidan menjadi dasar perlunya peningkatan keterampilan mengenai BBLR.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterampilan bidan dalam pengelolaan persalinan denganBBLR dalam pemantauan intrapartum dan resusitasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif denganmenggunakan teknik kuantitatif dan kualititaif. Pada teknik kuantitatif, variabel keterampilan bidandalam pemantauan intrapartum (kala I fase aktif) dinilai menggunakan daftar tilik kepada 20 orangbidan di ruang bersalin yang pernah mendapatkan minimal 1 kasus persalinan dengan BBLR. Evaluasiketerampilan bidan dalam resusitasi BBLR dilakukan oleh lembaga profesional neonatologi yaituLanterna Indonesia. Pada penelitian kualitatif, dilakukan wawancara pada bidan di ruang bersalin danmanager rumah sakit terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bidan tidak terampil dalampemantauan intrapartum dan resusitasi BBLR. Nilai rata-rata keterampilan bidan dalam melakukantindakan pemantauan intrapartum adalah 70,3% (nilai tertinggi 81,25% dan terendah 62,25%), dannilai rata-rata keterampilan bidan dalam resusitasi BBLR adalah 42,25% (nilai tertinggi 70% danterendah 20%). Bidan mengetahui bahwa persalinan BBLR bukan kewenangan bidan, selama inipenatalaksanaan persalinan dengan BBLR adalah melalui advis dokter, namun bidan merasa belumkompeten dan belum percaya diri dalam memberikan asuhan pada pengelolaan persalinan denganBBLR. Penelitian ini menunjukkan keterampilan bidan dalam pemantauan intrapartum dan resusitasipada kasus BBLR belum cukup baik untuk dapat menurunkan angka kematian akibat BBLR.
Upaya Meningkatkan Kinerja Dosen dengan Penerapan Model Preseptor Jarak Jauh pada Pengembangan Sistem Pembelajaran Praktik Klinik Arva Rochmawati; Firman Fuad Wirakusumah; Farid Husin; Johanes Cornelius Mose; Dany Hilmanto; Henni Djuhaeni
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 3, No 1 (2016): Maret
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijemc.v3i1.56

Abstract

Kompetensi beberapa bidan saat ini masih belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal tersebut berkaitan dengan proses penyelenggaraan pendidikan bidan. Dosen merupakan salah satu unsur utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.Permasalahan selama ini menunjukkan bahwa kinerja dosen belum efektif terutama dalam pembimbingan praktik klinik kebidanan sehingga beban tugas dosen Tri Dharma Perguruan Tinggi belum terlaksana dengan baik.Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh model preseptor jarak jauh pada pembelajaran praktik klinik terhadap peningkatan kinerja dosen.Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimental (The pre test-post test control group design).Subjek penelitian diambil secara purposive sampling yaitu 67 dosen institusi kebidanan. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial yaitu uji Chi Kuadrat, uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney, uji Regresi Logistik.Terdapat perbedaan penilaian kinerja dosen pada kelompok perlakuan setelah diberikan model preseptor jarak jauh dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan selisih rerata10,98 (p<0,05). Model preseptor jarak jauh dalam pembelajaran praktik klinik meningkatkan 9 kali kinerja dosen menjadi lebih baik (OR 8,681 (IK95%; 2,884 – 26,129)). Peningkatan kerja dosen tersebut terjadi karena terdapat efektifitas waktu dan tenaga dosen sehingga mampu melaksanakan tugas yang lain sesuai Tri dharma perguruan tinggi.
Pengaruh Penerapan Sistem Mentor Terhadap Pencapaian Keterampilan Klinik Asuhan Persalinan Mahasiswa Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon (Suatu Studi Eksploratif di Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon) Nurhasanah Nurhasanah; Endang Sutedja; Farid Husin; Dany Hilmanto; Firman Wirakusumah; Herman Susanto; Hadyana Sukandar; Tita Madjid
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 1, No 1 (2014): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.766 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v1i1.76

Abstract

Sesuai dengan Kepmendiknas nomer 232/U/2000, kurikulum pendidikan diploma kebidanan terdiri  dari 40 % teori dan 60 % praktik, sehingga proporsi praktik lebih banyak. Sistem pembelajaran praktik klinik kebidanan yang selama ini berjalan terbukti belum mampu meningkatkan keterampilan klinik mahasiswa untuk itu diperlukan pengelolaan pembelajaran praktik klinik yang efektif dan efisien. Sejumlah penelitian menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara mentoring dengan pengembangan karir, pengembangan keterampilan, serta memberikan nilai tambah pada pelaksanaan rencana ekuitas. Tujuan penelitian ini adalah penerapan sistem mentor pada pendidikan kebidanan dapat meningkatkan keterampilan klinik mahasiswa. Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian quasi experiment dengan post test only control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling dengan subjek penelitian mahasiswa Akbid Muhammadiyah Cirebon yang mengikuti PKK I gelombang I, berjumlah 34 orang, pembimbing klinik 11 orang, pembimbing akademik sebanyak 8 orang, sehingga total sampel berjumlah 53 orang. Analisis kesetaraan responden dilakukan dengan uji chi-kuadrat, analisis bivariabel dengan uji Mann Whitney untuk menilai perbedaan penilaian terhadap sistem mentor dan sistem koordinator, uji t untuk menilai perbedaan keterampilan mahasiswa, dan analisis multivariabel dengan regresi logistik untuk menilai pengaruh penerapan sistem mentor terhadap pencapaian keterampilan klinik mahasiswa.Hasil penelitian keterampilan mahasiswa dalam asuhan persalinan dengan nilai rata-rata lebih tinggi pada sistem mentor 77,76 dibandingkan sistem koordinator dengan nilai rata-rata 68,94 (p<0,001). Variabel sistem mentor mempunyai pengaruh yang paling signifikan terhadap pencapaian keterampilan klinik dengan nilai RR 28,433. Simpulan hasil penelitian, sistem mentor dinilai lebih baik dalam pencapaian keterampilan klinik mahasiswa. Sistem mentor berpengaruh 28 kali terhadap pencapaian keterampilan klinik mahasiswa.
Peran Penerapan Model Pembelajaran Asuhan Kehamilan Terintegrasi terhadap Motivasi dan Kompetensi Mahasiswa serta Kepuasan Pasien pada Praktik Klinik Kebidanan Siti Nurjanah; Oki Suwarsa; Vita Murniati Tarawan; Farid Husin; Firman Fuad Wirakusumah; Hadi Susiarno; Ishak Abdulhak
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 4 (2015): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.382 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i4.47

Abstract

Pelayanan bidan dalam memberikan asuhan kehamilan belum seperti yang diharapkan. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat dan dampaknya terjadi perubahan nilai serta kebutuhan masyarakat yang meningkat terhadap bidan. Bila kondisi tersebut tidak diatasi, maka kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap bidan akan semakin menurun dan sulit untuk ditingkatkan. Peningkatan kualitas bidan harus didukung dengan peningkatan kualitas pendidikan salah satunya melalui model pembelajaran yang baik guna membantu meningkatkan motivasi dan kompetensi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan motivasi dan kompetensi mahasiswa dengan kepuasan pasien pada praktik klinik kebidanan. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimental dengan one group pre- test post- test design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester IV program studi DIII Kebidanan UNS dan pasien ibu hamil di rumah sakit dan puskesmas wilayah Surakarta yaitu RSUD Karanganyar, RSUD Banyudono, Puskesmas Pajang, Puskesmas Gajahan dan RB Barokah. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total populasi. Analisis untuk uji komparatif menggunakan uji Wilcoxon, dan untuk mengetahui peran suatu variabel menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian terdapat peningkatan motivasi 40,48% (p<0,05), peningkatan kompetensi 43,24%, yang terdiri dari pengetahuan sebesar 20,06% (p<0,05), sikap sebesar 56,76% (p<0,05), keterampilan sebesar 53,15%(p<0,05) dan kompetensi berperan 13,86 kali terhadap kepuasan pasien. Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran asuhan kehamilan terintegrasi mampu meningkatkan motivasi dan kompetensi mahasiswa D III kebidanan, serta meningkatkan kepuasan pasien pada praktik klinik kebidanan.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Puskesmas Santun Lansia Pada Kepuasan Pasien Lanjut Usia Di Puskesmas Santun Lanjut UsiaKabupaten Bogor Jawa Barat Ambariani Ambariani; Gaga Irawan; Farid Husin; Tita Madjid; Hadyana Sukandar
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 1, No 1 (2014): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.943 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v1i1.84

Abstract

Peningkatan jumlah lansia membawa dampak pada permasalahan kesehatan dan ekonomi.Keadaan ini disebabkan penduduk lansia mengalami kemunduran fisik secara alamiah sehingga tidak mampu mandiri dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Kesehatan yang baik merupakan kunci bagi lansia untuk dapat tetap mandiri dan berperan dalam kehidupan keluarga dan di tengah masyarakat.Program Puskesmas Santun Lansia yang dicanangkan sejak tahun 2003 untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan lansia agar tercapai kualitas hidup lansia yang sehat dan mandiri.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan pada kepuasan pasien lanjut usia di Puskesmas Santun Lanjut Usia Kabupaten Bogor Jawa Barat.Penelitianini menggunakan metode explanatory survey untuk meneliti lebih jauh pengaruh kualitas pelayanan Puskesmas Santun Lansia pada kepuasan pasien lansia. Penelitian dilakukan melalui suatu instrumen survei yang mengandung pertanyaan mengenai kualitas pelayanan, dengan menggunakan pendekatan teori servqual dari Parasuraman. Subjek penelitian berjumlah 100 pasien lansia dari bulan Oktober–Desember 2013. Hasil survei dianalisis dengan Uji Kruskal-Wallis, Mann-Whitney, dan regresi berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwakualitas pelayanan Puskesmas Santun Lansia (dimensi bukti fisik, ketanggapan, dan perhatian) mempunyai pengaruh pada kepuasan pasien lansia (p<0,05). Besar pengaruh bukti fisik 0,42 (17,6%), ketanggapan 0,28 (7,8%), dan perhatian 0,25 (6,3%). Dimensi pelayanan lainnya (kehandalan dan jaminan) tidak terbukti berpengaruh (p>0,05). Variabel sosio-demografik (usia dan pendidikan) berbeda signifikan dengan skor kepuasan pasien lansia (p<0,05).Kualitas pelayanan Puskesmas Santun Lansia dalam dimensi servqual (bukti fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan, dan perhatian) telah dipersepsikan memiliki kenyataan cukup baik, walaupun kualitas pelayanan yang diterima masih belum memenuhi harapan.
Hubungan Faktor Risiko Kegawatdaruratan Obstetri Menurut Rochjati dengan Pelaksanaan Rujukan oleh Bidan di RSUD Gambiran Kediri Fauzia Laili; Herry Garna; Gaga Irawan; Farid Husin; Firman F. Wirakusumah; Deni K. Sunjaya; Hadi Susiarno
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 2 (2015): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.63 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i2.11

Abstract

Kegawatdaruratan obstetri merupakan penyebab utama kematian maternal dan perinatal. Kegawatdaruratan obstetri menurut Rochjati terbagi menjadi 3 kelompok faktor risiko, yaitu APGO (Ada Potensi Gawat Obstetri), AGO (Ada Gawat Obstetri), dan AGDO (Ada Gawat Darurat Obstetri). Berbagai penelitian menyatakan salah satu upaya penatalaksanaan yang efektif pada kegawatdaruratan obstetri dengan pelaksanaan rujukan. Rujukan yang tepat dan terencana dapat menyelamatkan ibu dan bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko kegawatdaruratan obstetri (APGO, AGO, dan AGDO) dengan pelaksanaan rujukan oleh bidan di RSUD Gambiran Kediri. Desain penelitian secara kuantitatif dengan pendekatan potong silang dilaksanakan pada Januari–Februari  2014 dengan jumlah sampel sebesar 150. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara consecutive sampling. Pengumpulan data sekunder berdasarkan laporan ruang bersalin dan rekam medik rumah sakit periode Januari–Desember 2011. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna faktor risiko kegawatdaruratan obstetri pada variabel APGO dan AGO antara rujukan terencana dan rujukan terlambat (p>0,05), namun terdapat perbedaan bermakna pada variabel AGDO antara rujukan terencana dan rujukan terlambat. Meningkatnya faktor risiko kegawatdaruratan obstetri akan meningkatkan pelaksanaan rujukan terencana lebih dari 6 kali (OR=6,12). Simpulan penelitian ini adalah  faktor risiko kegawatdaruratan obstetri pada AGDO berhubungan dengan pelaksanaan rujukan dan peningkatan faktor risiko kegawatdaruratan obstetri akan meningkatkan pelaksanaan rujukan oleh bidan