cover
Contact Name
Muhajir
Contact Email
ppkn@unismuh.ac.id
Phone
+62411860132
Journal Mail Official
ppkn@unismuh.ac.id
Editorial Address
Gedung FKIP Lantai 3, Universitas Muhammadiyah Makassar. Jalan Sultan Alauddin No.259 Makassar 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Etika Demokrasi
ISSN : 25408763     EISSN : 26154374     DOI : -
JED (Jurnal Etika Demokrasi) bertujuan untuk menyebarkan pemikiran konseptual atau ide, ulasan dan temuan penelitian yang diperoleh di bidang Ilmu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). JED (Jurnal Etika Demokrasi) berfokus pada Pendidikan & Pembelajaran; Pendidikan Pancasila; Isu-isu Pembelajaran PPKn; Pendidikan Karakter; Hukum dan Kewarganegaraan; Sosial Politik.
Articles 305 Documents
Teacher's Strategy for Increasing Students' Creative Thinking Ability Through Open-Ended Learning in Elementary Schools Baharuddin Baharuddin; Andi Agustang
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6838

Abstract

This research is based on students’ creative thinking abilities, which can be influenced by two factors, namely internal factors, and external factors. As an external factor, the teacher is a facilitator in applying the right approach to the learning process. The learning approach applied by the teacher will have an impact on students’ creative thinking abilities. This study aims at discovering (1) the description of the implementation of open-ended learning as a strategy to improve students’ creative thinking ability at SDN Mangkura V Makassar, (2) the description of students’ creative thinking ability before and after implementing open-ended learning approach at SDN Mangkura V Makassar, (3) the influence of the implementation of open-ended learning approach on students’ creative thinking ability at SDN Mangkuira V Makassar. The type of research employed in this study is a quasi-experimental design with pretest-posttest nonequivalent control group design. Data were collected through observation, tests, and documentation. The research populations were all students of grade IV at SDN Mangkura V Makassar, with a total of 63 students. The sampling technique used in this study was non-probability sampling; thus, it obtained 54 students. Data were analysed by employing descriptive analysis and inferential analysis. The study results reveal that the mean score before the implementation of the open-ended learning approach is 29.26, which is in a low category. After the implementation of the open-ended learning, approach is 45.70, which is in the high category. It can be concluded that students’ creative thinking skills increase through open-ended learning because, with open-ended learning, they have the freedom to express creative ideas in problem-solving.Penelitian ini berlandaskan pada kemampuan berpikir kreatif siswa dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Guru sebagai faktor eksternal merupakan fasilitator dalam penerapan pendekatan yang tepat pada proses pembelajaran. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan guru akan berdampak pada kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) gambaran pelaksanaan pembelajaran open-ended sebagai strategi meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik di SD Negeri Mangkura V kota Makassar, (2) gambaran kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum dan sesudah pelaksanaan pembelajaran open-ended di SD Negeri Mangkura V Makassar, (3) pengaruh pelaksanaan pembelajaran open-ended terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif peserta didik SD Negeri Mangkura V Makassar. Jenis penelitian  yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experimental Design dengan desain Pretest-posttest nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Populasinya adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Mangkura V Makassar sebanyak  63 orang siswa. Teknik penyampelan yang digunakan adalah non probability sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 54 orang siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata (mean) skor sebelum pelaksanaan pembelajaran open-ended adalah 29,26 dengan kategori rendah dan sesudah pelaksanaan pembelajaran open-ended adalah 45,70 dengan kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif meningkat melalui pembelajaran open-ended karena dengan pembelajaran open-ended, peserta didik memiliki kebebasan berkreasi menuangkan gagasan kreatif dalam pemecahan masalah.
Performance Analysis Of Civil Servants At The Department Of Education, Youth And Sport, Mamuju Regency, West Sulawesi Muhtar Muhtar; Andi Agustang
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6774

Abstract

This study aims to describe: (1) the performance of civil servants Office of Education Youth and Sports Department (Dikpora) in terms of managerial ability, the ability of responsiveness, accountability, and discipline of civil servants work, and (2) the factors others that affect the performance of civil servants of Education Youth and Sports Department Mamuju Service office. The research method used is the survey method. The population of this study is all civil servants of Education Youth, and Sports Department Mamuju serves as the research sample of 42 people. To obtain data about managerial ability, the ability of responsiveness, accountability, and employee discipline obtained by using questionnaires and supported by interviews and observations, while data on other factors that affect the performance of civil servants is obtained by using the interview guide. The questionnaire used previously been tested and declared valid and reliable. The validity test with N = 27 and 0.05 confidence level obtained a value of r-table 0.381. In the test reliability coefficient of 0.948 was obtained. All the data obtained using the questionnaire were analyzed using quantitative descriptive statistics, while data obtained by interview as described by descriptive qualitative research supporting data. Results showed that (1) managerial skills of civil servants by 57.14 percent in the medium category, (2) the ability of the responsiveness of 59.53 percent in the medium category, (3) accountability of 69.05 in the high category, (4) work discipline of 66.67 percent in the medium category, and (5) the performance of civil servants by 54.76 percent in the medium category. As for other factors that affect the performance of civil servants: (1) is a factor that supports the civil service work experience, skill factors, and education level employees, (2) that inhibits the factor of employee work culture.Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai: (1) kinerja pegawai negeri sipil (PNS) kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) ditinjau dari  kemampuan manajerial, kemampuan responsivitas,  akuntabilitas, dan disiplin kerja PNS, serta (2) faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja PNS kantor Dinas Dikpora Kabupaten Mamuju. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei sedangkan populasi penelitian ini adalah seluruh PNS Dinas Dikpora Kabupaten Mamuju dijadikan sebagai sampel penelitian yaitu 42 orang. Untuk memperoleh data mengenai  kemampuan manajerial, kemampuan responsivitas, akuntabilitas, dan disiplin kerja pegawai diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan didukung dengan wawancara dan observasi,  sedangkan data mengenai faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja PNS diperoleh dengan menggunakan pedoman wawancara. Kuesioner yang digunakan sebelumnya telah diuji cobakan dan dinyatakan valid dan reliabel. Pada uji validitas dengan N=27 dan taraf kepercayaan 0,05 didapat nilai r-tabel 0,381. Pada uji reliabilitas didapat koefisien sebesar 0,948. Seluruh data yang diperoleh dengan menggunakan kuesioner dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif kuantitaif, sedangkan data yang diperoleh dengan wawancara diuraikan dengan deskriptif kualitatif sebagai data pendukung penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan  manajerial PNS sebesar 57,14 persen dalam kategori sedang, (2) kemampuan responsivitas sebesar 59,53 persen dalam kategori sedang, (3) akuntabilitas sebesar 69,05 dalam kategori tinggi, (4) disiplin kerja sebesar 66,67 persen dalam kategori sedang, dan (5) kinerja PNS sebesar 54,76 persen dalam kategori sedang. Adapun faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja PNS: (1) yang mendukung adalah faktor pengalaman kerja PNS, faktor kecakapan, dan    tingkat pendidikan pegawai, (2) yang menghambat adalah faktor budaya kerja pegawai. 
Improving Student Citizenship Education Learning Outcomes through Cooperative Learning Types of Group Investigations in Class X.3 State Senior High School Makassar Musdalifah Syahrir
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6521

Abstract

This research is a class action research (classroom action research) which aims to improve student-learning outcomes in class X.3 State Senior High School Makassar through a cooperative learning type investigation group (Group Investigation). The subjects of this study amounted to 39 people, consisting of 14 males and 25 females. This research was conducted in two cycles. From cycle I to cycle II, the cooperative learning model of group investigation type (Group Investigation) is used by continuously improving the quality of group learning implementation. As for the results of the research conducted over two cycles, it can be concluded that: 1) Group investigation type cooperative learning (Group Investigation) can improve student learning outcomes in Class X.3  State Senior High School Makassar in Civics Learning, 2) Student learning outcomes increase based on the achievement of scores which has exceeded the criteria of success with a very good category. The achievement is that the deficiencies in the first cycle can be overcome so that there is an increase in student activity which is indicated by an increase in student learning outcomes in the high category. The conclusion that can be drawn from the results of this study is that the application of the group investigation type learning model (Group Investigation) can improve student learning outcomes in Civics subjects in class X.3 State Senior High School Makassar.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X.3 SMAN 10 Makassar melalui pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok (Group Investigation). Subjek penelitian ini berjumlah 39 orang, terdiri dari 14 orang laki-laki dan 25 orang perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Dari siklus I ke siklus II menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok (Group Investigation) dengan senantiasa meningkatkan kualitas pelaksanaan belajar kelompok. Adapaun hasil penelitian yang dilaksanakan  selama dua siklus dapat disimpulkan bahwa : 1) Pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok (Group Investigation) dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas X.3 SMA Negeri 10 Makassar dalam Pembelajaran PKn, 2) Hasil belajar siswa meningkat didasarkan pada pencapaian skor yang telah melampaui kriteria keberhasilan dengan kategori sangat baik. Adapun pencapaiannya yaitu kekurangan yang terdapat pada siklus I sudah dapat diatasi sehingga terjadi peningkatan keaktifan siswa yang ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar siswa yang berada pada kategori tinggi. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran tipe investigasi kelompok (Group Investigation) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas X.3 SMA Negeri 10 Makassar.
Community Habits in Floating Houses (Lanting) in Utilizing the River as an Shower, Wash, and Toilet (MCK) Facility in the S. Parman Down Area Neighborhood 01 Hamlet XVII Palangka Raya Feri Wagiono; Syahrial Shaddiq; Junaidy Junaidy; Dodiet Enggar Wibowo; Muhammad Yusri Dzal Yahya
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6770

Abstract

This research on the behavior of people doing acts of his household on the lanting (floating house) and the factors surrounding the community in the use of as an Shower, Wash, and Toilet (MCK) River in the area of Neighborhood Association (RT) 01 Citizens Association (RW) XVII Siswondo Parman (S. Parman) Down the city, Palangka Raya. Type of research is qualitative, subject consists of chairman RT 01, public figures, and residents of the floating house in the safety precautions RT 01 RW XVII S. Parman Down the city Palangka Raya. The data collection techniques in this study use interviews, observation, and documentation techniques. Data analysis techniques used are reduction, data presentation then conclusions. The research showed that floating in safety precautions S. Parman Down RT 01 Kahayan River amounted to ± 80 households and community in the Kahayan River doing Shower, Wash, and Toilet (MCK) activity is accustomed to even become a daily culture of society. Therefore, it is necessary for the role of the local government and the health office to conduct an outreach related to the impact that occurred if the river water as a means of Shower, Wash, and Toilet (MCK) in S. Parman Down RT 01 RW XVII Palangka Raya remains in use.Penelitian ini mengenai perilaku masyarakat yang melakukan kegiatan rumah tangganya di atas lanting (rumah terapung) dan faktor-faktor yang ada di sekitar masyarakat dalam pemanfaatan sebagai Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) Sungai di wilayah Rukun Tetangga (RT) 01 RW XVII Siswondo Parman (S. Parman) bawah kota, Palangka Raya. Jenis penelitian adalah kualitatif, subjek terdiri dari ketua RT 01, tokoh masyarakat, dan penghuni rumah terapung di RT 01 RW XVII S. Parman Bawah Kota Palangka Raya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi, penyajian data kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan terapung di S. Parman Down RT 01 Sungai Kahayan berjumlah ± 80 KK dan masyarakat di Sungai Kahayan yang melakukan kegiatan Mandi, Cuci, dan WC (MCK) sudah menjadi kebiasaan bahkan menjadi budaya sehari-hari masyarakat. Oleh karena itu, perlu peran pemerintah daerah dan dinas kesehatan untuk melakukan sosialisasi terkait dampak yang terjadi jika air sungai sebagai sarana Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) di S. Parman Down RT 01 RW XVII Palangka Raya tetap digunakan.
Internalization of Pancasila Values Through School Cultivation During the Covid-19 Pandemic Harnanto Harnanto
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6111

Abstract

Internalization of Pancasila values must be given to students. Teachers need to find creative, innovative, inspirational, and contextual ways to cultivate Pancasila values in schools. This study aims to describe the results of best practices that have been carried out by teachers in cultivating Pancasila values during the Covid-19 pandemic. This research is a descriptive qualitative research. Data was collected by means of document studies, literature studies, observations, interviews, and documentation. The research sites are Al Falah Darussalam Elementary School, Sidoarjo Regency, East Java Province and 4 Bucu State Elementary School, Jepara Regency, Central Java Province. The results of the study indicate that the media created by the teacher in cultivating the values of Pancasila for students is very creative and innovative. Garuda BMT and Bupanca media can increase the internalization of Pancasila values and students' creativity. Collaboration between teachers and parents is very important for the successful internalization of Pancasila values during independent learning at home. The cultivation of Pancasila values is something important that must be done by teachers continuously in line with the dynamics of the life process of the nation and state. Internalisasi nilai-nilai Pancasila harus diberikan kepada peserta didik. Guru perlu mencari cara kreatif, inovatif, inspiratif, dan kontekstual dalam pembudayaan nilai-nilai Pancasila di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil praktik terbaik yang telah dilakukan oleh guru dalam pembudayaan nilai-nilai Pancasila dimasa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumen, studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tempat penelitian di Sekolah Dasar Al Falah Darussalam, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur dan Sekolah Dasar Negeri 4 Bucu, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dibuat oleh guru dalam pembudayaan nilai-nilai Pancasila terhadap peserta didik sangat kreatif dan inovatif.  Media Garuda BMT dan Bupanca dapat meningkatkan internalisasi nilai-nilai Pancasila dan kreativitas peserta didik. Kolaborasi guru dengan orang tua sangat penting dilakukan untuk keberhasilan internalisasi nilai-nilai Pancasila pada saat pembelajaran secara mandiri di rumah. Pembudayaan nilai-nilai Pancasila merupakan sesuatu yang penting harus dilakukan oleh guru secara terus menerus sejalan dengan dinamika proses kehidupan berbangsa dan bernegara.
The Influence Of Honesty Cantine On Improvement Student Understanding About Anti-Corruption Values At SMPN 2 Cipunagara Subang Arnie Fajar; Sopii Sopii; Lili Halimah
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6738

Abstract

The word corruption is covered almost every day by the mass media and has become a topic of discussion in various circles of society. Corruption is an extraordinary crime because it can affect the community, and in the long run, it is more dangerous for the younger generation's behavior. If conditions like that are allowed, the country's future will be very bleak. Therefore, it is necessary to instill anti-corruption values through education to internalize anti-corruption values in various ways, one of which is through the application of an honesty canteen. The purpose of this study was to determine the effect of the honesty canteen in increasing students' understanding of anti-corruption values at SMPN 2 Cipunagara. The method used is quantitative with descriptive verification method. The population is 391 students with a sample of 78 students. The approach used is quantitative with a descriptive verification method.Data collection techniques through questionnaires, interviews, observation, and document analysis. Data analysis relies on statistical tests of questionnaire results which are supported by interviews, observations, and document analysis. The results showed that the honesty canteen development model had a significant effect on the culture of anti-corruption values. This is evidenced by finding a correlation coefficient (r) of 0895 which means that the degree of relationship between variable X, namely honesty canteen, is very close and even perfectly related to variable Y, namely understanding anti-corruption values. The magnitude of the significance in the regression analysis is 0.174 0.05. The t value is 17.463 t table 00003289 so it can be concluded that H1 is accepted, that is, there is an effect of X on Y. And the R-square value of 0.800 in the analysis of the coefficient of determination, which means the effect of X on Y is seen as 80 ,0%. This shows that the existence of honesty canteen activities in schools has a very positive impact on students' understanding of anti-corruption values.Kata korupsi hampir setiap hari diliput oleh media massa dan menjadi perbincangan di beragai kalangan masyarakat. Korupsi merupakan kejahatan yang tidak biasa (ekstra ordinary crime) karena dapat menimpa masyarakat dan  dalam jangka panjang lebih membahayakan perilaku generasi muda. Jika kondisi seperti itu dibiarkan masa depan suatu negara akan sangat suram. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah-langkah menanamkan nilai-nilai antikorupsi melalui pendidikan untuk menginternalisasikan nilai-nilai antikorupsi dengan berbagai cara salah satunya melalui penerapan kantin kejujuran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kantin kejujuran dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai antikorupsi di SMPN 2 Cipunagara. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif verifikatif. Populasi adalah 391 siswa dengan sampel 78 siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif verifikatif. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan analisis dokumen.  Analisa data bertumpu kepada uji statistika hasil kuesioner yang didukung hasil wawancara, observasi, dan analisa dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model pengembangan kantin kejujuran berpengaruh signifikan terhadap budaya nilai-nilai anti korupsi. Hal ini diuktikan dengan ditemukannya koefisien korelasi (r) sebesar 0895 yang berarti bahwa derajat hubungan antara variael X yaitu kantin kejujuran sangat erat bahkan berhubungan  sempurna dengan variael Y yaitu pemahaman anti- nilai korupsi. Besarnya signifikansi dalam analisis regresi adalah  0,174 0,05  dan nilai t hitung 17.463 t tabel 00003289 sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yaitu terdapat pengaruh X terhadap Y. Dan nilai Rsquare sebesar 0.800 pada analisis koefisien determinasi yang berarti pengaruh X terhadap Y seesar 80,0%. Hal ini menunjukkanb bahwa adanya kegiatan kantin kejujuran di sekolah berdampak sangat  positif terhadap  pemahaman siswa terhadap nilai-nilai antikorupsi.
Dynamics of Zonation System Implementation at Senior High School 9 Gowa Syarifuddin Syarifuddin; Shermina Oruh; Andi Agustang
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6204

Abstract

This study examined the Dynamics of Zoning System Implementation in the acceptance of new students at SMA Negeri 9 Gowa. This study aimed to describe the dynamics of the implementation of the zoning system and the implications of the implementation of the zoning system in SMA Negeri 9 Gowa district. The research method of this research was qualitative with a phenomenological approach, data collection techniques through primary data and primary data, primary data by means of observation and interviews and secondary data by collecting from literature studies. This study used the theory of psychology and structuralism, typology of social change and structural functionalism as analytical tools in revealing research problems accurately. The results of the study showed (i) the dynamics of implementing the student admission process using the zoning system in addition to the long process, all registration transactions were carried out online, besides that there were still some prospective registrants who were constrained by the technological facilities that would be used to register (did not have a mobile phone or computer to access In addition, the accuracy of the location zone data for prospective students which is not yet accurate makes parents of prospective students confused and feel there was no certainty that their children would be enrolled in the destination school or in another school. (ii) the implication of the application of the zoning system for new student admissions was that all school statuses were equalized and there were no more excellent school titles, but on the other hand, the existence of a zoning system creates the behavior of unscrupulous parents who manipulate population data (capil) by entrusting their children on the card. relatives who were around the destination school, especially in SMA Negeri 9 Gowa district.Penelitian ini mengkaji tentang Dinamika Implementasi Sistem Zonasi dalam penerimaan peserta didik baru di SMA Negeri 9 Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dinamika implementasi sistem zonasi dan implikasi penerapan sistem zonasi di SMA Negeri 9 kabupaten Gowa. Metode penelitian penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, teknik pengumpulan data melalui data primer dan data sekunder, data primer dengan cara observasi dan wawancara kemudian data sekunder dengan pengumpulan dari studi pustaka. Penelitian ini menggunakan teori psikologi dan strukturalisme, tipologi perubahan sosial dan fungsionalisme struktural sebagai pisau analisis dalam mengungkap masalah penelitian secara akurat. Teknik penentuan informan penelitian dengan menggunakan proposive sampling, teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis melaluireduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Adapunhasil penelitian menunjukkan (i) dinamika implementasi proses penerimaan peserta didik dengan menggunakan sistem zonasi selain prosesnya yang panjang semua transaksi pendaftaran dilakukan secara daring, selain itu masih ada beberapa calon pendaftar terkendala pada fasilitas teknologi yang akan digunakan mendaftar (belum memiliki handphone atau komputer untuk mengakses internet) disamping itu akurasi data zona lokasi calon peserta didik yang belum akurat menjadikan para orang tua calon peserta didik kebingungan dan mersa tidak ada kepastian anaknya akan terdaftar di sekolah tujuan atau justru di sekolah lain. (ii) implikasi penerapan sistem zonasi penerimaan peserta didik baru menjadikan semua status sekolah disederajatkan dan tidak ada lagi gelar sekolah unggulan, akan tetapi disisi lain dengan adanya sistem zonasi menjadikan adanya perilaku oknum orang tua yang memanipulasi data kependudukan (capil) dengan menitip anaknya di kartu keluarga kerabat yang ada di sekitar sekolah tujuan terutama di SMA Negeri 9 kabupaten Gowa.
Ethnic Crossing Politics as a Political Strategy for the Winning Candidate Pair Radiapoh Hasiholan Sinaga & Zonny Waldi in the 2020 Simalungun Regent Election Windawati Pinem
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6761

Abstract

This study aims to examine the political strategies used by Radiapoh Hasiholan Sinaga and Zonny Waldi in the election of candidates for the regent of Simalungun Regency in 2020. After the simultaneous and direct elections were held, political dynamics at the local level are still inseparable from ethnicity, religion, and kinship issues. This is what makes political competition in the region more heated. Therefore, a political strategy is needed, essential for political marketing. Radiapoh-Zonny's victory was inseparable from the political strategy used. Political strategy is formed from crucial issues in the Simalungun community, such as the plurality of tribes, religions, and groups. From these problems, a cross-ethnic political strategy was formed. Cross-ethnic politics is the election and incorporation of Simalungun regent candidates from various ethnic groups, religions, and races in the Simalungun Regency. The research method used is qualitative with literature study. Data collection techniques are carried out by collecting various literature such as research results, books, and journals. Data analysis was carried out using the triangulation method. This study shows that the issue of ethnicity has been successfully used as a political strategy not to divide society but rather as a political marketing strategy to attract voters' attention.Penelitian ini bertujuan untuk melihat strategi politik yang digunakan oleh Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Zonny Waldi dalam pemilihan calon Bupati Kabupaten Simalungun tahun 2020. Pasca dilaksanakannya pilkada serentak dan langsung, dinamika politik di tingkat lokal masih belum terlepas dari persoalan etnisitas, keagamaan serta kekerabatan. Hal inilah yang menjadikan kompetisi politik di daerah semakin memanas. Oleh karena itu dibutuhkanlah sebuah strategi politik yang merupakan bagian penting dalam marketing politik. Kemenangan Radiapoh-Zonny tidak terlepas dari strategi politik yang digunakan. Strategi politik dibentuk dari isu-isu krusial yang ada dalam masyarakat Simalungun seperti kemajemukan suku, agama dan golongan. Dari persoalan tersebutlah strategi politik silang etnis terbentuk. Politik silang etnis adalah pemilihan dan penggabungan calon bupati Simalungun yang berasal dari berbagai  suku, agama, dan ras yang ada di Kabupaten Simalungun. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi pustaka. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan berbagai literatur seperti hasil penelitan, buku dan jurnal . Analisis data dilakukan dengan metode triangulasi.Adapun hasil dari penelitian ini  bahwa isu etnisitas berhasil digunakan sebagai strategi politik bukan untuk memecah belah masyarakat, melainkan sebuah political marketing untuk menarik perhatian pemilih.
Strengthening Character In The Teaching Campus Program At The Jaya Negara Elementary School, City Of Makassar Suardi Suardi; Syahban Nur
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6554

Abstract

The Independent Learning Activity-Independent Campus (MBKM) is the success of national education and a forum for character strengthening for students. This type of research is descriptive qualitative research through a case study approach. The research instrument is the researcher himself conducts interviews, observations, and documentation. The data collected is then analyzed through data reduction, data presentation, and concluding. Validation of the data is done through technical triangulation. The results of the study show that Merdeka Learning-Independence Campus (MBKM) helps the teaching and learning process at the elementary school level by involving students in the teaching and learning process, providing strengthening of the character of students such as the character of reading, critical reasoning, social care, cooperation, curiosity and disciplined character.Kegiatan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) bukan hanya mensukseskan pendidikan nasional namun juga sebagai wadah penguatan karakter untuk peserta didik. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan. Pengabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) membantu proses belajar mengajar di jenjang sekolah dasar dengan melibatkan mahasiswa dalam proses belajar mengajar memberikan penguatan terhadap karakter peserta didik seperti karakter gemar membaca, bernalar kritis, peduli sosial, gotong royong, rasa ingin tahu dan karakter disiplin. 
Buton Cultural Potential in Curriculum Policy Development of Early Childhood Education Unit in Baubau City Asma Kurniati; Andi Agustang
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6777

Abstract

This study aims to determine the potential of Buton culture in developing curriculum policies in the PAUD unit in Baubau City. In this study, the method used is qualitative, located in the city of Baubau. The technique of extracting data is through observation, interviews, and documentation. The study results show that Baubau City is a historical place rich in Buton cultural heritage and has become a tool for harmonization and harmony of diversity that has existed for hundreds of years. Buton culture is not tangible and intangible, so this potential must be preserved, developed, and integrated in a systematic and structured manner, namely through learning activities in the PAUD unit in its development in the PAUD unit, the Buton culture is creatively integrated into appropriate learning themes. . It is hoped that early childhood will have the potential of the Buton cultural character so that the Baubau City Government as a regional policyholder needs to formulate policies as a reference for developing a local curriculum based on Butonnese culture in PAUD units throughout the city of BaubauPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi budaya Buton dalam pengembangan kebijakan kurikulum di satuan PAUD Kota Baubau. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah kualitatif yang lokasinya di  kota Baubau. Teknik penggalian data yang dilakukan adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Baubau adalah tempat bersejarah yang kaya akan warisan budaya Buton dan menjadi alat  harmonisasi serta kerukunan keberagaman yang telah ada sejak ratusan tahun yang lalu.  Budaya Buton ini tada yang bersifat tangible dan intangible  menjadi potensi ini harus dilestarikan, dikembangkan, dan diintegrasikan  secara sistematis dan terstruktur yaitu melalui kegiatan pembelajaran di satuan PAUD  dalam pengembangannya di satuan PAUD, budaya Buton tersebut diintegrasikan secara kreatif  ke dalam teman-tema pembelajaran yang sesuai.Diharapkan anak usia dini  kelak memiliki karakter budaya Buton yang petensial tersebut. Sehingga Pemerintah Kota Baubau sebagai pemegang kebijakan daerah  perlu untuk menyusun kebijakan sebagai acuan pengembangan kurikulum lokal berbasis budaya Buton di satuan PAUD se kota Baubau.